
Lisa segera menutup telepon dan meletakkannya kembali tetapi ada yang memeluk tubuhnya dari belakang siapa lagi kalau bukan suaminya itu membuat Lisa sangat kaget.
"hayo"ucap Ronald mendekap istrinya
"astagfirullah kak kenapa sih ngangetin Mulu kalau Lisa pingsan gimana"ucap Lisa
"iya maaf maaf"ucap Ronald melepaskan pelukannya
"sekertaris itu telfon kenapa"ucap Ronald
"tadi katanya pak Darto minta meetingnya di majuin terus sekeras Deo juga bakalan kesini ini ambil berkas yang udah di tanda tangani"ucap Lisa
"ohh iya berarti aku nggak bisa nganterin kamu ke kantor polisi"ucap Ronald
"udah nggak apa apa nanti aku minta temenin Vina aja,lagian meeting sama klien penting itu harus di nomor satukan apalagi urusan pekerjaan"ucap Lisa tersenyum
"tapi kan aku mau memastikan dan mengantarkan kamu kalau kamu baik baik aja"ucap Ronald
"udah udah mendingan kamu pake baju buruan semuanya udah siap "ucap Lisa
"hemmm makasih sayang,ohhh iya aku boleh minta tolong"ucap Ronald sembari mencubit pipi Lisa
"kenapa ?"ucap Lisa
__ADS_1
"tolong ambilkan berkas di ruang kerja ku ,boleh kan sayang"ucap Ronald
"iya iya kamu pake baju deh buruan nanti masuk angin"ucap Lisa mengangguk
"terimakasih sayang aku ter honey honey"ucap Ronald lebay sembari bertingkah seperti anak kecil menuju ruang ganti
"ahh akhirnya bayi raksasa itu ganti baju juga,ohhh iya aku harus ambil berkas"ucap Lisa sembari tersenyum melihat tingkah laku suaminya
Lisa kemudian pergi menuju ruang kerja milik suaminya terlihat nampak Ratih juga ingin kesana mungkin untuk membersihkan ruangan
"selamat pagi Ratih"ucap Lisa menyapa
"pagi nyonya"ucap Ratih kaget akan keramahan majikannya itu
"kamu mau bersihkan ruangan kerja kak Ronald ya?"ucap Lisa
"hari ini biar aku aja sekalian. soalnya mau cari berkas juga"ucap Lisa
"tapi nyonya nanti tuan"ucap Ratih
"udah nggak apa apa kalau nanti kamu di marahi kak Ronald aku orang pertama yang membela kamu.kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu yang lain "ucap Lisa
"baiklah kalau begitu nyonya saya permisi dulu"ucap ratih
__ADS_1
ratih kemudian pergi membersihkan ruangan lainnya sedangkan Lisa sudah masuk kedalam ruangan kerja suaminya
"berantakan banget sudah di duga kapan kak Ronald bisa rapih sih"ucap Lisa terkejut kemudian menggeser langkahnya menuju rak rak buku dan berkas
"gimana nggak berantakan pasti pas nyari kesusahan lagian kenapa acak acakan gini"ucap Lisa
kemudian Lisa mulai membersihkan rak rak milik suami itu dan menyusunnya sesuai abjad ketika hendak membersihkan meja ia melihat mangkuk dan gelas.
"hemm kak Ronald makan bakso lagi?ahhh mungkin semalam alasan biar bisa makan bakso lagi dasar gengsian bilang aja doyan"ucap Lisa menahan tawanya
"gara gara bakso aku jadi mau negatif thinking aku kira ada siapa gitu eh ternyata lagi makan bakso "ucap Lisa
kemudian Lisa membersihkan semuanya dan membawa mangkuk itu kedapur.lalu tak lupa membawa tas berisi berkas berkas penting untuk dibawa kekantor
"sayang kok lama sih"ucap Ronald melihat Lisa dari cermin
"ha iya tadi sekalian rapihin ruang kerja kamu juga ,oh iya ini berkas berkasnya"ucap Lisa kemudiannya meletakan tas kerja suaminya
"terimakasih,kenapa tidak Ratih saja yang bersihkan sayang aku nggak mau loh kalau kamu kecapean"ucap Ronald
"nggak kok nggak apa apa lagian aku hanya merapihkan rak aja sambil cari berkas satu lagi nyuci mangkuk bekas makan bakso juga"ucap Lisa sembari menahan tawanya
"mangkuk.....,ya ampun mangkuk bakso semalam kenapa aku bodoh sih nggak langsing taruh di dapur"ucap Ronald dalam hati
__ADS_1
"sayang...kenapa"ucap Lisa
"hemmm nggak apa apa kok"ucap ronald