
Ronald hatinya begitu kacau ia bahkan sampai lupa membawa ponselnya.hatinya Begitu tidak tenang semuanya hanya tentang lisa dan Lisa
"ayo yang cepat dong"ucap Ronald khawatir
"baik tuan tapi ini masih macet masih lampu merah"ucap sekertaris Deo
"ya Allah jaga Lisa ya Allah"ucap Ronald dalam hati sembari membaca beberapa ayat shalawat untuk menenangkan hatinya
setelah menempuh hampir satu jam akhirnya mereka kembali kerumah sakit .Ronald lantas segera pergi menuju kamar Lisa tapi Lisa tidak ada disana
"asallamualaikum"ucap Ronald membuka pintu
"sayang,Lisa,mama"ucap Ronald sembari berteriak
"kemana mereka"ucap Ronald khawatir
"maaf suster pasien kemana ya"ucap sekertaris deo berbicara pada perawat yang hendak merapihkan kamar itu
"oh keluarga pasien ya"ucap perawat
"dimana istri saya"ucap Ronald
__ADS_1
"pasien sekarang di bawa kembali keruangan ICU karena kondisinya drop tuan"ucap perawat menjelaskan
"Lisa.."ucap Ronald lalu pergi sekuatnya menuju ICU
"terimakasih sus"ucap sekertaris Deo mengikuti majikannya
sesampai di ruangan ICU terlihat Mama sedang menangis tersedu dari luar ruangan. Ronald yang lemas segera menghampiri ibunya dan ia bisa melihat jelas dari jendela bawa istrinya itu sedang dipasangkan beberapa alat.
"Lisa"ucap Ronald mendekat kearah kaca
"Lisa bangun sayang aku sudah disini"ucap Ronald kembali berteriak
"ma tapi Lisa ma lihat kondisinya ia pasti kesakitan begitu banyak alat yang dipasangkan"ucap Ronald histeris
tak lama itu dokter keluar setelah memasangkan alat untuk Lisa bertahan
"bagaimana keadaan istri saya apa sebentar lagi dia akan sadar dok"ucap Ronald
"tuan yang tenang dulu harus ikhlas . komplikasi pada pasien sudah menjalar kemana mana hingga sekarang jantungnya hanya bisa memompa sekitar 30% saja kemungkinannya sangat kecil tuan"ucap dokter menjelaskan
"apa kau bilang kau ini dokter bukan sembuhkan istri saya.saya akan bayar berapa pun atau apapun yang kau mau"ucap Ronald membentak
__ADS_1
"tenang lah nak"ucap mama kembali menenangkan
"banyak banyak berdoa saja tuan"ucap dokter
Ronald begitu kacau mendengar vonis dari dokter tentang istrinya.ia bahkan nekat masuk kedalam ruang ICU untuk bisa melihat dan menemani istrinya
"maaf pak Jagan masuk"ucap para perawat mencegah ronald namun bukan Ronald jika ia tidak berhasil.ia langsung mendekat kearah istrinya yang sudah sedikit membiru dan disalurkan banyak alat ditubuhnya
"sayang aku tau kau mendengarkan aku"ucap Ronald menangis
"aku adalah laki laki yang bodoh yang sudah menyia-nyiakan seseorang yang ternyata berarti bagiku.lisa sekarang aku benar benar mencintaimu bukankah kau juga mencintaiku.maka bangunlah aku berjanji akan menjadi suami yang baik untuk mu.bahkan aku ingin memiliki keturunan dari mu."ucap Ronald terisak ia bahkan banyak menitihkan air mata air mata yang ia keluarkan adalah air mata penyesalan karena kesalahannya dimasa lalu
"Lisa aku mohon bangunlah"ucap Ronald
"maaf pak sebaiknya anda keluar"ucap dokter
"mari pak keluar kasian pasien"ucap perawat
"ini istri saya dia butuh saya sekarang"ucap Ronald tak ingin dipisahkan
"maaf pak ini justru menganggu pasien sebainya bapak tuan keluar"ucap dokter lalu beberapa perawat mencoba mengeluarkan ronald.ketika Ronald hendak keluar mesin pendeteksi detak jantung berbunyi
__ADS_1