
Salah satu pelayan yang mendengar kejadian di kamar Raja mulai bergosip yang tidak tidak tentang Leticia dan Raja. Gosipnya bahwa Raja dan Leticia mandi bersama dan bermesraan di kamar mandi, namun banyak yang tidak percaya hal itu karena raja Alexander tidak pernah mengizinkan satupun wanita melayani nya saat mandi dan hanya Leticia saja yang diizinkan melayani nya saat mandi.
Hari itu juga, Alexander benar-benar memanggil tabib dan ia menyuruh Daniel untuk memanggilkan tabib itu.
" Daniel, panggilkan tabib sekarang ! kepala tabib di kerajaan kita !" ujar Alexander sambil memegang dadanya
" Ada apa? apa yang mulia merasa tidak enak badan? " tanya Daniel cemas
" Apa jangan jangan yang mulia raja dan putri itu.. ah tidak mungkin.. tapi kan yang mulia tidak pernah sakit " batin Daniel berfikir
" kau jangan berfikir yang tidak tidak, panggilkan tabib sekarang!" seru Alexander kesal
" Baik yang mulia " kata Daniel patuh
" Apa terjadi sesuatu pada mereka tadi? apa mereka tidak hanya berpelukan?" batin Daniel penasaran
Beberapa saat kemudian, Daniel membawa kepala tabib kerajaan Fostiarus ke hadapan Raja. Semua orang di istana kaget karena tiba-tiba saja Raja mereka yang tidak pernah sakit memanggil tabib ke kamar nya.
" Apa yang mulia raja sedang sakit? " bisik pelayan
" Eh tidak mungkin, raja kita tidak pernah sakit " jawab pelayan 2
" Tapi kenapa tuan Daniel sampai memanggil kepala tabib segala?" bisik pelayan lainnya heran
****
Kepala tabib memegang tangan Raja dan memeriksa tubuh nya.
" Bagaimana?" tanya Alexander
" yang mulia raja, secara keseluruhan tubuh yang mulia baik baik saja. Tidak ada yang salah, yang mulia tidak sakit apa apa " terang tabib Oliver
" Apa ? bagaimana mungkin? aku tidak baik baik saja !" Alexander kesal
" Eh.. em.. lalu apa yang mulia rasakan?" tanya Tabib Oliver ketakutan
" Aku merasa jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya, dan juga aku merasa sesak di dadaku " jawab Alexander serius
" Gejala macam apa itu? denyut nadi nya juga baik baik saja " batin tabib Oliver bingung
" Mungkin itu hanya serangan panik yang mulia.." kata tabib Oliver gugup
" Mungkin? kau bilang ini mungkin? kau mau mati ya?" tanya Alexander mengancam
" A..ampuni saya yang mulia, saya tidak bisa menemukan gejala apa itu. Jadi.. hanya itu yang bisa saya simpulkan.. tolong ampuni nyawa saja yang mulia " Oliver berlutut sambil memohon ampun dan ketakutan
" Baiklah, aku akan mengampuni mu kalau ini ada obatnya. Mau itu serangan panik atau apa lah, berikan aku obat nya agar aku tidak merasakan seperti ini lagi " terang Alexander
" Syukurlah aku selamat " batin Tabib Oliver lega
Tabib Oliver meresepkan obat pada Alexander untuk menekan penyakit yang tabib itu sebut sebagai serangan panik.
***
Di kediaman Randell, tak jauh dari istana. Vivian melaporkan apa yang ia lihat di istana terutama di kamar Raja.
" Ayah yakin yang mulia Raja tidak menyukai wanita?" tanya Vivian
" Bukan tidak menyukai wanita, hanya saja dia belum jatuh cinta pada wanita." jawab Marquis Randell santai
" Ayah tau apa yang ku lihat hari ini? Raja Alexander memeluk putri Brilla itu dan mereka mandi bersama !" seru Vivian heboh
" Vivian, kau ini bicara apa sih? ngaco " kata Marques Randell tak percaya
" Ayah aku serius, bukan aku saja yang melihat nya tapi pelayan istana, Daniel juga melihatnya. Mereka masuk ke dalam bathtub yang sama dan berpelukan, setelah itu suasana nya menjadi canggung " Jelas Vivian
" Yang benar kau?" tanya Marques Randell serius
" Aku serius ayah, baru kali ini aku melihat yang mulia Raja melakukan kontak fisik dengan wanita. Jelas jelas aku melihatnya, Raja memeluk putri buangan itu. Ayah jangan jangan yang mulia raja.. " Vivian terlihat bingung
" Tidak, dia tidak menyukai gadis itu. Kau hanya salah paham, Vivian tahta ratu dan raja Alexander hanya milikmu. Kau jangan takut seorang tawanan seperti dia akan merebut posisi mu. Raja tidak mungkin jatuh cinta pada anak pembunuh keluarganya " kata Marques Randell yakin
" Iya ayah benar, tapi tetap saja aku takut " kata Vivian cemas
" Tenang saja, itu tidak akan terjadi. Raja itu tidak punya hati, jadi dia tidak jatuh cinta. Walaupun itu terjadi suatu saat nanti, dia hanya bisa jatuh cinta padamu. Mungkin yang tadi kau lihat adalah ketidak sengajaan. " kata Marques meyakinkan putrinya itu
" Ayah benar juga, siapa tau gadis itu yang menggoda yang mulia Raja. Tidak bisa, aku harus membuat gadis murahan itu tau posisinya " kata Vivian penuh kemarahan
***
Leticia selesai mandi dan berganti baju, setelah kejadian tadi para pelayan lain menggunjingkan nya. Dan bertanya kepadanya tentang kebenaran Leticia dan Alexander yang mandi bersama.
Namun gadis itu menyangkalnya bahwa tidak ada kejadian seperti itu, dan mereka hanya salah paham.
Akan tetapi, para pelayan tetap merasa heran karena selama ini raja mereka tidak pernah mau bersentuhan dengan wanita, setiap ia bersentuhan dengan wanita atau ada wanita yang menyentuhnya, Alexander akan langsung menghukumnya. Tapi, Leticia malah dibiarkan begitu saja dan tidak di hukum.
" untung saja mereka semua percaya padaku, aku tidak mau menambah musuh lagi di dunia ini. Sudah cukup Raja psikopat itu yang jadi musuhku, aih.. mau hidup damai saja susah. Kenapa aku jadi rindu dunia ku ya?" batin Leticia sedih
__ADS_1
" Tisha, kau dipanggil yang mulia Raja di ruang kerjanya " ujar Rita
" Ah ya, baik lah " jawab Leticia cepat
" Mau apa lagi dia? ah.. kenapa kepala ku pusing dari tadi "batin Leticia sebal
Beberapa menit kemudian, Leticia sampai di depan ruang kerja raja. Ia kaget saat melihat darah berceceran di lantai.
" Am.. ampuni saya yang mulia, saya benar-benar minta kesempatan satu kali lagi " kata seorang pria menangis dan memohon
" Cih, minta diberi kesempatan? setelah semua yang kau lakukan?" tanya Daniel sambil mengangkat pedangnya ke leher pria itu
Alexander menatap pria itu dengan tatapan membunuh.
" Orang seperti mu tidak pantas di maafkan" kata Alexander sambil menebas leher pria itu tanpa ampun
Leticia yang melihat itu dari depan pintu, syok dan teringat ayahnya saat dipenggal hidup hidup oleh Alexander.
" AKHH !! " teriak pria itu kesakitan
Tangan Alexander bersimbah darah, namun ia tetap dengan wajah dinginnya tanpa rasa bersalah.
" Haa..aku baru saja mandi, sekarang harus mandi lagi. Menyusahkan." batin Alexander kesal
Daniel dan Alexander melihat Leticia di depan pintu dengan wajah nya yang syok dan pucat pasi.
" Betapa kejam nya! Apa dia tidak punya hati? membunuh orang yang memohon seperti itu.. dia.. meskipun aku sudah pernah melihat nya membunuh orang, tapi aku tetap saja tidak terbiasa. Darah nya.. darah nya..." Leticia bergumam pelan dan ketakutan
" Hey kau ! masuk lah!" seru Alexander sambil menatap Leticia dengan tajam
" Dia terlihat sangat pucat, apa dia baik baik saja?" batin Daniel heran sambil melihat Leticia
" Aku sering melihat adegan pembunuhan di TV, tapi melihat nya secara langsung seperti ini. Ini sangat.. " batin Leticia kaget
Gadis itu berjalan gemetaran dan pelan-pelan mendekati Raja tiran itu.
" putri kau baik baik saja?" akhirnya Daniel bertanya karena cemas melihat badan Leticia yang gemetaran
" A..aku.. " Gadis itu gugup
" Gawat, aku sangat pusing.. semuanya tampak kabur " batin Leticia
Gadis itu kehilangan kesadarannya dan jatuh pingsan, dengan cepat Daniel menangkap Leticia agar tidak terjatuh.
" hey ! " teriak Alexander panik
" Aish.. berikan dia padaku, kau panggil tabib!" seru Alexander
" Apa aku tidak salah dengar? yang mulia ingin aku memberikan putri ini padanya?" batin Daniel bingung
" Kenapa malah bengong? kau ingin aku yang memanggil tabib ?!" tanya Alexander marah
"Ah ya.. baik baiklah yang mulia !" kata Daniel cepat
" Ternyata aku tidak salah dengar, apa ini yang mulia yang ku kenal?" batin Daniel heran
Alexander menggendong Leticia yang pingsan.
Beberapa saat kemudian, di kamar Raja..
Tabib ( bawahan Oliver ) memeriksa keadaan Leticia yang tidak sadarkan diri.
" Yang mulia raja tenang saja, nona ini baik baik saja. Dia hanya demam biasa dan mengalami syok itu sebabnya dia tidak sadarkan diri. Setelah beristirahat dan tenang, dia akan segera sadar, dan jangan lupa agar dia meminum obat nya " kata Tabib itu sambil tersenyum
" Ngomong ngomong ini pertama kali nya aku dipanggil yang mulia Raja, untuk memeriksa seorang wanita. Tidak disangka wanita ini berhasil mengambil perhatian raja, Raja bahkan membiarkan gadis ini tidur di ranjangnya, apakah raja akan berubah?" batin Tabib itu kagum pada Leticia
" Aku tidak cemas, syukurlah dia tidak mati " kata Alexander cuek
" Jelas jelas anda cemas yang mulia, bahkan tadi anda panik saat tuan putri itu pingsan " batin Daniel
" Kalau begitu saya permisi dulu yang mulia " kata Tabib pamit
" Saya akan mengantar anda tuan tabib " kata Daniel menawarkan diri
Daniel mengantarkan tabib itu keluar dari kamar Raja.
Alexander melihat Leticia yang masih tidak sadarkan diri dan tanpa sadar hatinya merasa tergerak melihat wajah gadis itu.
" Kenapa aku merasa tidak nyaman? aku terganggu melihatmu seperti ini. Padahal aku ingin sekali melihatmu menderita dan tersiksa, tapi melihat mu sakit seperti ini, aku merasa terganggu. Aku malah menolong mu dan membawa mu ke ranjang ku yang tidak pernah ada seorang pun yang tidur disini selain aku, apalagi seorang wanita. Tapi.. haha.. ini sudah gila...putri pembunuh keluarga ku, aku membiarkannya tidur di ranjang ku. Aku bahkan menggendongnya, ini sama sekali tidak sesuai dengan rasionalitas ku.. ini seperti bukan diriku" batin Alexander kesal sendiri
Lagi lagi Alexander dibuat bingung dengan perasaan nya sendiri. Di satu sisi ia benci dengan Leticia, ia ingin membuat gadis itu tersiksa selama hidupnya untuk membayar semua dosa dosa ayahnya, ia ingin membuat harga diri gadis itu terkoyak hancur sehingga ia memohon kematian padanya.
Akan tetapi di sisi lain ia mulai merasakan perasaan lain setiap menatap mata Leticia dan senyuman Leticia meskipun ia tau senyuman yang diberikan gadis itu bukan lah ketulusan ia merasakan jantungnya berdegup kencang, terlebih lagi saat ia bersentuhan dengan gadis itu.
Namun, ia belum sadar kalau ia sudah kehilangan rasionalitas nya dihadapan gadis itu, dan ia sudah memakai hatinya. Saat ini Raja itu percaya bahwa ia terkena serangan panik dan berharap bahwa obat dari tabib bisa menyembuhkan jantungnya yang selalu berdegup lebih kencang dari biasanya, dan dadanya yang selalu sesak itu.
****
__ADS_1
Di istana Ilios, Darren terlihat galau karena kakak nya menghukumnya di istana dan tidak diperbolehkan pergi keluar hari itu.
" Bagaimana? apa kau sudah merenungkan apa kesalahan mu ?" tanya Cedric tegas
" Iya saya sudah tau yang mulia raja " jawab Darren
" Apa kau menyesal atas perbuatan gegabah mu itu?" tanya Cedric
" Iya aku menyesal kakak, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi yang mulia kakak " kata Darren membujuk
" Baik lah kali ini aku akan memaafkan mu. Tapi tidak ada lain kali, aku tidak mau kau dalam bahaya " kata Cedric
" Aku janji. Tapi, kakak aku merindukan Leticia " kata Darren sedih
" Besok ada pertemuan kepala kerajaan di Fostiarus, dan Raja Alexander mengundang kita ke istana nya " kata Cedric
" Benarkah? jadi aku bisa bertemu dengan Leticia !" kata Darren senang
" Benar, kita bisa bertemu dengannya. " kata Cedric
" Leticia, aku akan mencoba membawa mu kabur dari istana itu " batin Darren
" karena itu kau jangan gegabah Darren, dengarkan kakak " kata Cedric
" Iya kakak aku akan mendengarkan mu " kata Darren patuh
***
Leticia sudah sadar dari pingsannya, ia kaget saat mendapati dirinya ada di kamar tidur Raja.
" Apa yang terjadi? kenapa aku disini?" tanya Leticia kaget.
" Kau sudah sadar rupanya " kata Alexander sinis seperti biasanya
" Kenapa saya bisa ada disini?" tanya Leticia tegas
" Kau demam lalu jatuh pingsan, aku membawa mu kemari. Minum lah obat di sana kalau kau sudah sadar " kata Alexander sambil menunjuk ke arah obat dan segelas air minum yang sudah tersedia di meja.
" Haha.. mana mungkin yang mulia yang membawa saya kemari? yang mulia pikir saya akan percaya? " tanya Leticia tak percaya
" Aku pingsan dan dia yang menolongku? itu tidak masuk akal, dia kan sangat membenciku " batin Leticia heran
" Sudah dibantu bukannya terimakasih, benar-benar tidak tahu diri " batin Alexander kesal
" Mulut mu pedas seperti biasanya, dan sepertinya kau baik baik saja sekarang. Minum obat dulu !" ujar Alexander
" Kenapa yang mulia tiba-tiba baik? apa jangan jangan psikopat ini sudah berbuat sesuatu padaku? lalu kau merasa bersalah?" gumam Leticia kaget
" Omong kosong apa? jangan berfikir yang tidak tidak, siapa juga yang akan tertarik dengan dada rata mu itu. Dan jangan panggil aku psikopat ! " kata Alexander sinis
" Apa? haa.." Leticia kesal. " Lalu kenapa yang mulia menolong ku? harusnya biarkan saja saya pingsan dan mati, bukan kah anda akan lebih senang?" tanya Leticia heran
" Jangan salah paham, aku hanya tidak ingin kau cepat mati. Itu tidak seru, karena aku masih mau menyiksa mu " jawab Alexander ketus
" Cih, lihatlah betapa sombongnya pria ini. Ternyata menolongku ada maksud buruk. Dasar psikopat " batin Leticia kesal
" Dia pasti sedang memaki ku di dalam hatinya " batin Alexander kesal
" Jadi saya tidak harus berterimakasih kan? " tanya Leticia sinis
" Tidak lah, lagipula aku tidak butuh " jawab Alexander sinis
Leticia berdiri dari ranjang Raja dan sempoyongan. Kali ini ia benar-benar melihat Alexander menolong nya dan menangkapnya agar tidak jatuh.
" Kau selalu saja terjatuh, ceroboh sekali " gerutu Alexander
" Ehem.. terimakasih yang mulia " kata Leticia canggung
" lagi lagi kau salah paham. Aku hanya tidak ingin kau mati " kata Alexander santai
" Huh.. " Leticia menahan kekesalannya.
Ia mengambil obatnya di meja dan berdiri tegak. Leticia tak percaya saat raja itu menyuruh nya untuk beristirahat sampai ia sembuh.
" Apa aku tidak salah dengar? dia menyuruhku beristirahat? si psikopat ini?" batin Leticia kaget
" Benarkah saya boleh beristirahat yang mulia?" tanya Leticia
" Ya beristirahat lah sampai kau sembuh " jawab Alexander tegas
" Ini perasaan ku saja? atau memang dia sedang perhatian padaku?" batin Leticia terpana
Saat itu Alexander sang raja Tiran, tidak menyadari bahwa perkataan Gothel adalah benar. Bahkan ayahnya selalu bilang jika Hati bisa lebih berbahaya dari pedang dan Hati bisa membuat seseorang lemah. Sebisa mungkin jangan jatuh cinta, karena cinta bisa membuat nya lemah.
Namun apakah raja ini benar-benar sudah tergerak hatinya ?
...---***---...
__ADS_1
Terimakasih untuk dukungan nya ya 😉 kalau udah baca jangan lupa kasih like, comment, rate juga ya buat dukung Author biar lebih semangat nulisnya.. dukungan kalian sangat berarti untuk author 😊