
🍂🍂🍂
" Kau ada disini?" tanya Leticia dengan wajah yang cemas
Apa dia mendengar semuanya?
" Aku bertanya padamu, lamaran apa itu?!" kata Alexander dengan sorot mata yang dipenuhi kemarahan karena cemburu.
Ternyata dia sudah dengar semuanya. Bagus, aku memang sudah tau dia ada disana. batin Darren
Beberapa pengawal penjaga Leticia menghampiri Leticia dan berniat mengusir Alexander dan memegang Alexander dengan kasar.
" Lepaskan dia ! " seru Leticia pada para pengawal nya
" Maafkan saya yang mulia, kami hanya menjalankan tugas dari Baginda Raja " kata salah satu pengawal dengan tegas
" Lepaskan dia ! kalian tidak tau siapa pria yang kalian kasari itu? Dia adalah Raja Alexander dari kerajaan Fostiarus ! cepat lepaskan !" seru Darren marah pada para pengawal itu.
" Cukup Raja Ilios ! sudahi akting mu sampai disini !" seru Alexander marah
Raja tiran itu menggunakan sihirnya untuk menyingkirkan semua pengawal yang menyentuhnya.
" beraninya kalian semua menyentuhku " Alexander membuat sihir pelindung di sekitarnya.
Sekarang sihir pelindung sudah aktif. Mereka tidak akan bisa menganggu pembicaraan kami.
" Alex, tenang lah !" seru Leticia melihat Alexander dengan cemas.
Aura? aku bisa melihatnya lagi, kekuatan ku kembali.
Leticia sudah bisa melihat warna aura yang ada pada Darren dan Alexander. Kekuatan nya melihat aura telah kembali.
Aura Alexander berwarna abu-abu. Itu artinya daripada marah, dia lebih merasakan sedih. Dan aura Darren, kenapa berwarna hitam?.
Leticia terkejut melihat aura Darren yang berwarna hitam yang artinya murka atau mempunyai niat jahat. Wanita itu berusaha menebak nebak Darren merasakan yang mana diantara keduanya?
Hebat juga dia, bisa menggunakan sihir pelindung. batin Darren kagum
" Hentikan drama mu sekarang juga Raja Darren, jangan berpura-pura lagi sebagai pahlawan " kata Alexander sinis
" Apa maksud perkataan Raja Alexander? aku tak mengerti .." kata Darren heran
" Jangan berpura-pura baik, aku tau kau punya maksud tersembunyi. Kau masih berharap pada Leticia kan?" tanya Alexander
Jadi dia sudah tau. Tapi, aku masih harus berpura-pura di depan Tisha. batin Darren
Aku bisa melihat aura Raja Darren. Tapi aku tidak tau dia benar-benar berpura-pura baik atau tidak. Aku belum yakin, yang jelas harus menghentikan semua pertengkaran ini.
" Hentikan ! yang mulia, tolong tenang dulu " kata Leticia sambil menghampiri Alexander.
" Jika ingin aku tenang, maka akan banyak yang harus kau jelaskan padaku " kata Alexander sambil menatap tajam kekasihnya itu
" Aku tidak ingin mengganggu kalian, jika kalian ingin berbincang. Silahkan saja, aku akan pergi. Tisha, aku tidak akan memberitahu kepada kakak mu kalau kau bertemu dengan nya. Tenang saja " Darren tersenyum senang
Bahkan aura nya masih hitam. Itu bukan kemarahan, apakah dia benar-benar menyembunyikan sesuatu? dia berpura-pura!
" Terimakasih yang mulia Raja Darren, kalau begitu. Silahkan pergi, aku ingin bicara dengan kekasihku berdua saja " kata Leticia mengusir
" Baiklah " Darren tersenyum ramah
Ada apa dengan nada bicara Tisha? apa dia sudah curiga aku berpura-pura? tidak mungkin.
Raja Ilios itu meninggalkan Alexander dan Leticia yang masih berada di dalam tabir pelindung yang dibuat Alexander. Sementara itu para pengawal terlihat masih mencari Leticia dan Alexander, namun mereka berdua seperti kasat mata di depan para pengawal pengawal itu.
" Jelaskan apa maksudnya lamaran itu? apakah ada pria yang melamar mu?" tanya Alexander
" Itu.. lebih baik kau segera pergi, bukankah kau akan pergi berperang " Leticia mengalihkan pembicaraan
Pembicaraan ini akan menjadi sangat sensitif. Lebih baik aku menyuruhnya pergi dulu. Setelah dia kembali berperang, baru akan ku jelaskan semuanya.
Raja tiran itu memegang tangan Leticia dan mencengkram nya, aura nya yang mendominasi dan tajam bisa dirasakan oleh Leticia dari gerak-gerik Alexander, terutama sorot matanya.
" Ah.. Alexander !"
" Jangan mengalihkan pembicaraan ! katakan apa yang dimaksud pesta dan lamaran itu?! aku tidak akan pergi sebelum kau mengatakan nya " kata Alexander
" Aku akan katakan, tapi janji ya jangan marah? aku tidak mau konsentrasi mu terpecah karena kau kan mau ikut perang, makanya aku tidak mengatakan nya. Bukannya aku tidak bermaksud jujur padamu, sungguh..." Leticia menatap Alexander dengan wajah memelas nya
" Baik, aku tidak akan marah " jawab Alexander.
Yes, aura nya mulai berubah menjadi lebih baik. Syukurlah.
" sebenarnya ada beberapa pria bangsawan yang memberikan lamaran pada ku, lewat kakak ku. Dan pada pesta besok aku dipaksa harus memiliki pasangan..." Leticia terlihat resah
" APA? jadi maksud mu Raja Derrick berniat menjodohkan mu dengan pria lain?" tanya Alexander marah
Ya ampun, baru saja auranya membaik. Sekarang menjadi hitam, ini tidak bagus.
__ADS_1
" Iya begitu, tapi kau tenang saja ! aku tidak akan memilih siapapun. Aku kan sudah punya dirimu, kau jangan cemas ya. Kau percaya padaku kan?" tanya Leticia sambil menggenggam tangan Alexander
" Aku percaya padamu, tapi aku tidak percaya pada Kakak mu. Bagaimana bisa dia mau menjodohkan mu dengan pria lain? padahal ada aku disini !" seru Alexander marah
Apa aku harus melakukan cara ekstrim itu? tidak tidak, jika aku melakukan nya. Chia pasti akan membenciku kan? tapi aku sudah diambang batas kesabaran ku.
Perbincangan mereka harus terputus saat Daniel menghubungi Alexander dengan alat sihir dan memberitahukan kepada rajanya itu bahwa wilayah selatan Fostiarus sedang dalam keadaan genting.
" Kau pergilah, tuan Daniel sudah memanggilmu.." kata Leticia
Syukurlah, tuan Daniel.. terimakasih. wanita itu merasa lega karena perbincangan mereka harus terputus, karena Daniel.
" Ingat ya, pembicaraan kita belum selesai. Aku akan segera kembali " kata Alexander tajam
Aku harus bisa kembali dari perang ini besok, aku tidak bisa diam terus melihat wanita ku akan dijodohkan dengan pria lain. Saatnya melakukan perlawanan.
" Ya baiklah, kau berhati-hati lah. " kata Leticia mengingatkan
" Kau juga, jangan nakal pada pria lain. Apalagi bersentuhan dengan pria lain ! " kata Alexander mengancam
Alexander melepaskan tabir pelindung nya, ia pun pergi dengan cepat. Leticia berdoa agar Alexander bisa bertemu dengannya lagi dalam keadaan selamat. Dan ia juga berdoa untuk besok, agar kakak nya berubah pikiran.
🍂🍂🍂
Keesokan harinya..
Di istana Brilla..
Para bangsawan, dan tamu dari berbagai kerajaan yang berbeda, datang menghadiri pesta yang dikhususkan untuk Leticia. Dan mengenalkan Leticia sebagai putri dari kerajaan Brilla.
Namun, putri Brilla itu masih saja berdiam diri di kamarnya bersama Zayana. Meskipun tamu sudah berdatangan menanti kehadiran nya. Wanita itu rupanya memikirkan keadaan Alexander.
" Leticia, kita harus segera turun. Baginda Raja pasti akan segera memanggil mu juga " ujar Zayana
" Kakak ipar, aku tidak mau ikut pesta itu. Aku tidak bisa " kata Leticia sambil berjalan mondar mandir, gelisah.
" Aku mengerti keadaan mu, kau mencemaskan Raja Alexander bukan? dia pasti akan baik-baik saja, dia adalah pria terkuat di benua ini. Kau harus ikut ke pesta itu dulu, kalau tidak Baginda Raja akan menghukum mu lagi " kata Zayana cemas
Aku sudah membujuk Derrick agar tidak menentang lagi hubungan Leticia dan Raja Alexander. Tapi, Derrick benar-benar keras kepala. Ia tetap teguh pada pendirian nya.
" Kakak ipar, aku akan kabur saja dari sini "' kata Leticia sambil mengepal tangannya
" Kabur? apa maksud mu? apa kau ingin kakak mu lebih murka ? Jangan lakukan hal yang bodoh, sekarang turunlah dulu. " kata Zayana membujuk
Bujukan Zayana berhasil membawa Leticia yang sudah di dandani dengan cantik ke pesta pengenalan nya sebagai putri. Leticia dan Zayana menuruni tangga, terlihat di lantai bawah, banyak tamu-tamu yang hadir.
" Apakah dia putri Leticia yang dirumorkan cantik itu?" tanya pria terpesona
"Astaga dragon ! dia bukan hanya cantik. " kata seorang pria bangsawan penuh kekaguman
" Dia seperti peri "
" Mataku bahkan tidak bisa berpaling darinya, jika aku menjadi suaminya. Aku rela tidak keluar rumah selama nya " kata pria bangsawan lainnya
Derrick seperti nya senang dengan respon para pria bangsawan lajang yang memandangi adiknya dengan penuh kekaguman dan pesona. Tapi, Zayana tidak senang dengan perilaku suaminya itu.
" Apa tujuan yang mulia mengadakan pesta ini adalah untuk memamerkan kecantikan putri Leticia?" tanya Zayana tak senang
" Apa maksud mu, Ratu? tentu saja tujuanku adalah agar dia menyadari bahwa masih banyak pria yang mengantri untuk menjadi suaminya dan lebih baik dari tiran itu" kata Derrick sambil tersenyum senang
" Tidakkah kau ingin adikmu bahagia? kebahagiaan nya adalah bersama Raja Alexander. Apa yang mulia akan tetap keras kepala seperti ini? tidak menyetujui hubungan mereka, sama saja dengan membuat adikmu tidak bahagia " terang Zayana menasehati
" Ratu, kau tidak tau apapun. Adikku akan bahagia dan tidak terancam bahaya lagi, kalau dia dan tiran itu tidak saling berhubungan. Itu yang ku tau dan kusadari. Aku tidak mau kehilangan adikku lagi " kata Derrick
" Kau benar-benar keras kepala, yang mulia " gumam Zayana tak habis pikir
Seperti nya Derrick sudah menjadi kakak yang sering disebut sister complex. Perhatian Derrick, begitu impulsif dan berlebihan pada Leticia. Tapi ia egois, karena ia ingin adiknya bahagia dengan caranya sendiri. Cara yang ia pikirkan, tanpa meminta persetujuan Leticia.
****
Setelah pesta dimulai, Derrick mengumumkan pada semua orang kalau Leticia adalah putri dari kerajaan Brilla dan adiknya yang sudah menghilang 2 tahun lalu. Pesta itu adalah untuk menyambut adiknya kembali ke kerajaan dan juga mencari jodoh untuk adiknya.
Leticia terlihat kesal pada kakaknya itu, ia merasa seperti barang yang sedang ditawarkan kepada pembeli. Ia sakit hati, karena Derrick tak mengerti arti kebahagiaan nya adalah bersama Alexander. Tapi tetap saja pria itu memaksanya untuk memilih orang lain.
" kakak pikir dengan menunjukkan ini aku akan memilih pria lain? tidak bisa, aku tidak mungkin memilih pria lain sedangkan aku sudah punya kekasih." kata Leticia tegas
" Jangan keras kepala lagi, kau tidak akan bahagia bersama nya. Sekarang berdansa lah dengan salah satu dari mereka. Anggap saja ini hari terakhir mu berdansa dengan pria pria itu "
" Sekarang kakak merencanakan apa lagi? apa maksud kakak hari terakhir ?" tanya Leticia
" Aku sudah menentukan calon suamimu " jawab Derrick sambil tersenyum
" Kakak !" seru Leticia geram
" Jangan buat aku malu, sapalah mereka. Setelah calon suami mu datang, kau tidak bisa melakukan nya lagi " bisik Derrick pada adiknya
Calon suamiku? siapa calon suamiku? tidak.. Alexander, kau dimana?
__ADS_1
Kata-kata Leticia tak digubris oleh Derrick, pria itu menjadi diktator pada adiknya sendiri. Zayana bahkan takluk dengan kekeras kepalaan suami nya itu. Tak habis pikir, Derrick begitu menentang keras hubungan Alexander dan Leticia. Sekarang ia memaksa adiknya untuk berhubungan dengan pria lain.
Dalam hatinya Leticia sedang menangis, ia merasa seperti boneka pada sore itu. Ia berdansa dengan 3 pria bangsawan yang menjadi rekan dan kekuatan terbentuk nya kerajaan Brilla 2 yang dipimpin oleh Derrick.
" Terimakasih tuan putri, sudah mau berdansa dengan saya " kata seorang pria bangsawan dengan sopan
" Iya " jawab Leticia dingin
Pria yang ke 3 ini sangat sopan. Berbeda dengan pria pertama dan kedua tadi. Mereka berani menyentuh bokong ku, aku merasa dilecehkan. Jika bukan karena banyak orang, aku pasti sudah memukul mereka. Kalau ada Alexander disini, kalian pasti sudah mati.
Wanita itu berjalan ke arah tempat cemilan, dengan raut wajah sedih. Zayana menghampiri nya dan mencemaskan nya.
" Aku minta maaf, ini semua karena ku yang tidak berhasil membujuknya " kata Zayana sedih
" Tidak apa apa kak,kakak kan sudah berusaha. Ini bukan salah kakak " kata Leticia sambil tersenyum pahit
" Tetap saja.. Raja sangat keterlaluan " kata Zayana kesal
" Tidak apa Kak. Mumpung kakak ku sedang sibuk dengan para tamu, aku akan pergi ke balkon sebentar ya " Leticia tersenyum
" Perlu aku temani?" tanya Zayana
" Tidak usah kak, kakak ipar temani saja kakak ku " jawab Leticia
Zayana menghela napas melihat adik iparnya yang sedih. Ia juga merasakan kesedihan yang sama dengannya.
Leticia berjalan menuju ke balkon, namun langkahnya terhenti saat ke 2 pria bangsawan yang bersikap tidak sopan padanya, menghadang jalannya.
" Tuan putri, anda mau kemana?"
" Bukankah tidak sopan meninggalkan tamu begitu saja?" tanya pria bangsawan itu dengan mata yang genit
" Maafkan saya, tapi saya hanya akan pergi keluar sebentar untuk menghirup udara segar " kata Leticia sambil menghindar
" Jangan buru-buru begitu yang mulia " kata pria bangsawan itu sambil memegang tangan Leticia
" Tolong , lepaskan tangan mu dariku " kata Leticia tak suka
PLAK
Seseorang memelintir tangan pria bangsawan yang tidak sopan itu. Alhasil, si pria bangsawan yang tidak diketahui namanya itu merasakan kesakitan.
" Tuan putri, sudah bilang kan untuk melepaskan nya? apa kau tuli ?" tanya Darren sambil tersenyum ramah
" Ah.. iya.. saya dengar"
Kedua pria bangsawan yang mengganggu Leticia itu langsung kabur ketakutan saat melihat Darren.
" Kau baik-baik saja?" tanya Darren
" Ya,. Terimakasih " jawab Leticia sambil memalingkan wajahnya dari Darren.
Darren yang peka, menyadari bahwa Leticia sudah mulai waspada padanya dan mencurigainya.
" Benar kau baik-baik saja? perlukah ku hajar lagi mereka?" tanya Darren
" Tidak usah , terimakasih " jawab Leticia cuek
Setelah Derrick mengetahui kedatangan Darren. Segeralah sang Raja Brilla itu memanggil nya dan Leticia untuk berdiri bersamanya di depan para tamu yang hadir.
" Hadirin sekalian. Sambutlah tunangan dari adik saya , putri Leticia. Yaitu, Raja dari kerajaan Ilios , yakni Raja Darren Adrian Mathius. Beri tepuk tangan yang meriah untuk nya dan putri Leticia " kata Derrick dengan suara yang lantang dihadapan semua orang.
Sudah kuduga, Derrick akan memilihku. Ya, aku memang pilihan terbaik untuk Tisha. Kau tidak salah kawan ku Derrick.
Dalam hatinya, Darren sangat senang karena dirinya terpilih menjadi calon suami Leticia. Ditengah riuh nya suara tepuk tangan kebahagiaan para tamu setelah mendengar pengumuman dari Derrick. Leticia terlihat syok, ia tak menyangka kakak nya akan berbuat tega pada kebahagiaan nya sendiri. Dan memaksanya bertunangan dengan pria lain di depan semua orang.
Kakak? kenapa kau lakukan ini padaku? haruskah kau memisahkan aku dan dia dengan cara begini? apa kau pernah sayang padaku?.
Kedua mata wanita itu sudah berkaca-kaca, tapi Derrick tak peduli. Baginya ini adalah kebahagiaan untuk Leticia.
Maafkan kakak Tisha, ini demi kebaikan mu juga. Demi kebahagiaan mu, suatu hari nanti kau akan berterima kasih padaku karena sudah memilih kan mu jodoh yang baik. batin Derrick.
Tiba-tiba terdengar suara jeritan dari depan istana Brilla.
" Ahh !!"
Orang-orang bertanya apa yang terjadi di luar istana?. Beberapa saat kemudian, seorang pria yang tidak asing masuk ke dalam istana. Dengan wajah yang berlumuran darah, pria itu tampak sedang menyeret dua orang pria yang kedua tangannya sudah buntung. Dan kedua pria itu adalah bangsawan yang mengganggu Leticia sebelum nya.
" Lex..." gumam Leticia terpana melihat Alexander ada di depannya.
" Maaf menganggu acara ini, tapi aku kemari untuk membawa mempelai wanita ku " Alexander menunjukkan senyuman jahat nya, dan menatap tajam kearah Derrick dan Darren.
...---***---...
Hai readers.. makasih banyak dukungan vote, komen dan like nya..
jangan lupa terus dukung karyaku ya, dengan kalian sering ngasih jempol nya, author semakin semangat nulisnya..😘👍🤗
__ADS_1