
🍂🍂🍂
Leticia kaget dan heran merasakan air mata mengalir dari kedua mata Gustaf. Kenapa pria itu menangis saat mencium nya? Leticia bingung dengan sikap Gustaf. Wanita itu bisa merasakan kesedihan dari air mata Gustaf, mungkinkah perasaan pria itu tulus padanya?
Wanita itu yang sebelumnya terus memberontak pada Gustaf, akhirnya berhenti saat Gustaf melepaskan ciuman lembutnya yang membuat nya kaget itu. Perlahan lahan Gustaf juga melepaskan cengkraman tangannya dari Leticia.
Wanita itu memegang bibirnya ,ia syok dan wajahnya terlihat marah. Namun, ia masih diam terpaku tak bicara apapun. Gustaf menyeka air matanya. Leticia melihat warna aura pada diri Gustaf.
kenapa dia sedih? apa dia benar-benar menyukai ku?.
" Aku tidak bisa mengatakan alasan kenapa aku mencium mu. Dengan ini juga seharusnya sudah tau " Gustaf tersenyum pahit
PLAK
Tamparan keras mendarat di pipi Gustaf. Pipi kiri pria itu langsung memerah, saking kerasnya tamparan itu.
" Bagaimana bisa kau lakukan ini? aku adalah istri dari keponakan mu! kau sudah benar-benar gila ya? kau tidak bisa mendapatkan hatiku meskipun kau bersikap baik dan sabar seperti apapun! kau tidak bisa !" seru Leticia kesal dan menggigit bibirnya sendiri.
" Kau bilang tidak bisa kan? bukan tidak mungkin. Jadi, aku akan terus melakukan ini sampai luluh padaku "
" Tidak akan pernah !" seru Leticia kesal
" Aku akan bawakan makanan yang bernama kimchi itu, kau harus memakannya. Dan ada kue stroberi juga. Kalau kau tidak mau, maka pria yang ada di menara gelap juga tidak akan makan. Paham?" kata Gustaf serius
Kenapa dia bisa tau makanan yang selalu aku buat? dan kenapa dia bisa tau aku suka kue stroberi?
" Baiklah " jawab Leticia akhirnya mengalah.
Kalau Alex tidak makan, darimana ia bisa mendapatkan kekuatan untuk memulihkan tenaganya. Terakhir kali, dia juga terluka parah. Aku tidak boleh egois, meskipun dia mengancam ku. Tapi jika dia benar-benar tidak memberi Alex makanan, ini semua adalah salahku karena tidak patuh. batin Leticia sedih memikirkan Alexander.
" Tapi, lain kali aku tidak akan membiarkanmu menyentuhku. Apalagi mencium ku seperti barusan, yang berhak atas tubuh dan hati ku hanya suamiku " kata Leticia tegas dan tajam
Hanya mendengar nama Alexander saja dia bisa mengatakan ya dengan mudah. Leticia apa kau tidak melihat kalau perasaan ku tulus padamu?
Sebelum pergi dari kamar Leticia, Gustaf menatap wanita itu dengan sedih. Leticia melihat tatapan Gustaf padanya, namun gadis itu tak mau peduli dengan perasaan Gustaf.
Ia sudah mengerti apa arti ciuman Gustaf padanya, Gustaf mencintai nya setulus hati. Leticia bisa merasakan nya, pria itu tak memaksanya melakukan hal yang tidak ia suka, bahkan selalu bersikap sabar padanya, tapi ia juga tak mau goyah karena sorot mata yang terluka itu. Dalam hatinya ia juga merasa bersalah.
Beberapa saat kemudian, Mira masuk ke dalam kamar Leticia dan membawakan makanan dan minuman di tangannya. Leticia tidak bisa berbuat apa-apa karena kedua telapak kakinya terluka.
" Yang mulia Ratu, apa anda baik baik saja?" tanya Mira cemas. Setelah melihat kedua kaki Leticia yang dibalut perban, Mira semakin cemas. " Ternyata benar, kaki yang mulia terluka. Apa ini perbuatan Raja Gustaf?"
" Ini bukan salahnya, tapi salahku " jawab Leticia dengan wajah yang sedih
Eh? tanpa sadar aku malah membelanya. Harusnya aku membencinya. Padahal dulu aku sangat membenci Alexander yang selalu menyakiti dan menyiksaku, tapi kenapa aku tidak membenci Gustaf sama seperti aku membenci Alex yang dulu menawanku? kenapa ya?
" Yang mulia, ayo makan dulu. Baginda Raja menyuruh saya agar menemani dan melayani yang mulia makan . " terang Mira
" tidak perlu, aku bisa makan sendiri. Kau pasti banyak pekerjaan diluar sana. " kata Leticia ramah
" Saya tidak bisa pergi, yang mulia Raja Gustaf bilang kalau saya tidak boleh pergi sebelum yang mulia Ratu menghabiskan makanan dan setelah yang mulia berganti pakaian " terang Mira
" Dia bilang begitu?" tanya Leticia
Haha. Kenapa aku merasa sekilas dia mirip dengan Alex? ah aku pasti sudah gila, apa yang kupikirkan sih? Dia dan Alex itu berbeda, tempramen mereka juga berbeda. Dan Alex lebih tampan, ngomong-ngomong apa yang sedang ia lakukan di menara itu? Apa aku bisa meminta Raja Gustaf untuk membiarkan ku menemuinya? aku rindu padanya.
Setelah selesai makan dan berganti pakaian, Daniel dan Jerome, yang baru dibebaskan dari tahanan ditugaskan untuk menjaga Leticia. Kedua pria itu memberitahu kabar baik pada Leticia, bahwa Derrick datang untuk menemuinya. Anehnya, Gustaf sama sekali tidak menghalanginya dan membiarkan nya. Leticia sangat bahagia karena kakak nya datang untuk menemuinya.
Vivian lagi-lagi memprovokasi Gustaf agar jangan terlalu baik pada Leticia. Ia meminta agar Raja itu lebih agresif dan lebih mengikat Leticia agar tidak kabur darinya.
" Saran mu itu tidak bisa diterima nona Vivian. Dan seperti nya kau salah paham. Aku memang mencintai Leticia, tapi bukan berarti aku akan mengurungnya dan mengikatnya terus disisi ku. Aku tidak bisa memaksa nya " kata Gustaf tegas
" Seperti nya yang mulia terlalu lembut, saya sudah memberi tau anda. Jangan sampai saat anda kehilangan dia, anda menyesal ya " Vivian tersenyum
" Sebaiknya kau pikirkan dirimu sendiri dan Alexander. Pikirkan cara mu untuk mendapatkan nya, jika kau bisa " Gustaf menyindir
Cih benar-benar menyebalkan.
🍂🍂🍂
Vivian datang ke menara gelap dan membawakan makanan untuk Alexander. Ia melihat pria itu terkurung di kurungan sihir dan seperti nya Alexander berusaha untuk mendapatkan kekuatan nya kembali dengan bermeditasi/bertapa.
" Mau apa kau kesini?" tanya Alexander
__ADS_1
" Aku membawakan makanan untukmu yang mulia " Vivian tersenyum cerah
" Kenapa kau ada disini? apa kau yang merencanakan semua ini?" tanya Alexander
" Haa.. ternyata kau cukup tanggap juga ya, tidak seperti istrimu yang bodoh itu. Dia malah bersenang senang dengan Raja yang baru. Aku kan sudah bilang sebelumnya, cuma aku yang pantas untukmu " Vivian tersenyum manis
Alexander mengacuhkan Vivian yang terus-terusan berusaha memanasi hatinya dengan perkataan perkataan yang menjelekkan Leticia. Alexander seolah olah menjadi batu di depan Vivian, ia nampak sedang fokus dengan latihan MANA dan energi spiritual di dalam tubuhnya.
" Aku sibuk, kau bisa pergi sekarang kan? aku ingin sendiri. " kata Alexander ketus
Sialan, aku sudah berbicara banyak tentang gadis itu. Tapi dia cuek saja, aku seolah bicara dengan batu. Padahal aku sudah berdandan cantik cantik seperti ini untuk nya, dia sama sekali tidak melirikku.
" Haa.. seperti nya kau sangat percaya pada istrimu.Oh ya, aku melihat istrimu berciuman dengan Raja Gustaf di kamarnya. "
Perkataan Vivian yang ini agak menganggu konsentrasi Alexander yang tadinya fokus menjadi kacau balau.
Bagus, kali ini dia bereaksi.
" Aku tidak mengada ngada kok " Vivian tersenyum
" Pergi kau ! kau menganggu saja !" teriak Alexander kesal
" Kau tidak percaya kan? kalau tidak percaya kau bisa tanyakan kepadanya kalau dia kesini nanti. " Vivian tersenyum tipis. " Oh ya, jangan lupa makanan nya di makan ya. "
Berciuman? mereka berciuman? sialan, aku harus segera keluar dari sini. Jika aku bisa mengambil kristal elemen ku yang terakhir pada Gustaf, aku bisa memulihkan sedikit kekuatan ku yang lain.
Pria itu mengepal tangannya dan tampak kesal dengan kata-kata Vivian.
🍂🍂🍂
Sementara itu, Derrick sedang menunggu Leticia di ruang tamu kerajaan Fostiarus. Sebenarnya Leticia sudah ada disana dan bersembunyi di balik tembok, ia takut kakak nya itu akan marah padanya karena masalah yang ia buat.
" Yang mulia, kenapa anda terus bersembunyi? bukankah Raja Derrick sedang menunggu anda?" bisik Mira pada Leticia
" Mira, kau jawab dengan jujur ya. Apa kakak ku terlihat sedang marah saat ini? " tanya Leticia penasaran
Mira melihat wajah Derrick dari kejauhan. Derrick tampak tenang dan biasa saja, daripada wajah yang marah, pria itu tampaknya menunjukkan raut wajah yang lain.
" saya rasa, yang mulia Raja Derrick tidak sedang marah. Daripada raut wajah yang cemas, Raja Derrick lebih terlihat sedang cemas " terang Mira sambil tersenyum
" Iya, yang mulia saya tidak berbohong dan saya yakin kalau Raja Derrick sedang mencemaskan sesuatu. Ayo yang mulia, temui Raja Derrick dan jelaskan semuanya. Semangat !" kata Mira menyemangati
Ya, aku harus menemui kakak. Menjelaskan semuanya, lalu meminta maaf. Meskipun dia mungkin akan marah padaku. Aku harus terima, karena ini kesalahan ku.
Mira memapah Leticia berjalan, dan menghampiri kakak nya yang sedang duduk di sofa. Derrick senang dan kaget melihat adiknya ada di depannya.
" Tisha !" seru Derrick
" Ka..kak " gumam Leticia yang ragu ragu untuk memanggil kakak nya.
Derrick berdiri dari sofanya dan memeluk adiknya itu. Ia sama sekali tidak terlihat marah, malah ia terlihat senang bertemu dengan Leticia.
GREP
" Kakak "
Apa ini? kenapa kakak tidak marah?
" Gadis nakal, kenapa kau kabur ? kau tau betapa cemasnya aku ! aku sudah mencari mu selama 2 hari ini ! " seru Derrick
" Kakak, maafkan aku. Aku akan jelaskan semuanya "
Kedua bersaudara itu duduk di sofa, mereka saling berhadapan. Dan Leticia mulai menceritakan semua kejadian yang menimpa nya dan Alexander selama dalam pelarian mereka.
" Aku tidak berharap kakak memaafkan ku dengan mudah, aku tau aku salah. Tapi aku sudah menikah dengan Alex "
" Haa.. aku sudah tau itu "
" Kakak sudah tau aku sudah menikah?"
" Kau tidak usah minta maaf lagi, melihatmu baik-baik saja dan sudah kembali. Aku merasa senang dan lega. Justru kakak yang harus minta maaf padamu, selama ini kakak bersikap keras padamu. Kau boleh memilih apapun yang menurutmu bisa membuat mu bahagia, kakak tidak akan menghalanginya " kata Derrick bersungguh-sungguh
" A-Apa yang kakak katakan? tidak ! apa maksud kakak?" tanya Leticia kaget
__ADS_1
" Aku setuju dengan pilihan mu untuk menikah dengan si tiran itu " jawab Derrick dengan wajah datar nya
" Jadi kakak sudah merestui hubungan kami?" tanya Leticia sumringah
" Iya, bisa dibilang begitu sih. Asalkan kau bahagia, kakak tidak akan menghalanginya lagi. Kau juga sudah menikah dengan nya. Apa lagi yang bisa aku lakukan?"
" Kakak, terimakasih ! ini benar-benar berita yang membahagiakan, dia juga pasti akan senang mendengar nya " Leticia memeluk Kakak nya dengan gembira, tak lama kemudian kaki nya kembali merasakan sakit. " Aish "
" Hati-hati, kakimu kan sedang terluka. Tapi, Tisha bagaimana sekarang? suami mu di tahan, kerajaan ini juga sudah bukan miliknya lagi. Lalu apa yang kau lakukan? kenapa kau tidak bisa pergi denganku ke Brilla?" tanya Derrick
" Aku tidak bisa pergi, karena aku harus menyelesaikan misi kak. Dan aku akan menyelesaikan misi itu dalam waktu 1 bulan. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku di dalam kurungan itu dan pergi. Setelah semuanya selesai, aku dan dia akan pergi ke Brilla " terang Leticia
Benar juga , sekarang tanggungjawab menjaga Tisha ada pada si tiran itu. Karena dia adalah suaminya.
" Apa yang kau rencanakan? Tisha, aku rasa Raja Gustaf tidak seburuk itu. Dia bahkan membiarkan ku mengunjungi mu, dia tidak menyiksa mu disini kan?" tanya Derrick cemas
" Kakak juga bahkan berpikir dia baik kan? ya dia memang sangat baik. Hanya saja dia terprovokasi oleh omongan seseorang. Dan misi ku itu adalah mengubah hatinya, membuatnya menerima kenyataan. " kata Leticia tegas
Pasti ada seseorang yang membuatnya bertindak seberani ini. Aku yakin kalau dia adalah orang baik.
" Baiklah, kalau begitu apa yang harus aku bantu?" tanya Derrick langsung pada poin utamanya
" Tentu saja bantu aku untuk membujuk Raja Gustaf untuk membebaskan suamiku dari menara gelap. " jawab Leticia percaya diri
" Haa.. adikku, kau ini polos atau bodoh sih? mana mungkin aku yang orang asing ini bisa membujuknya, aku tidak bisa melakukan nya. Kurasa kau yang harus membujuknya, dia pasti akan mendengarkan mu kan " kata Derrick sambil tersenyum
" kenapa aku?"
" Aku sudah dengar kalau alasan Raja Gustaf menahan tiran itu adalah untuk menahan mu disisi nya. Aku yakin dia memiliki perasaan padamu, yah adikku memang punya banyak pesona. " Derrick tersenyum
" Itu benar kak, tapi.. "
" Kalau kau membujuknya lebih keras, dia pasti bisa luluh. Dia bukan pria yang jahat " kata Derrick yakin
" Aku tidak mau membujuknya, aku takut perasaan nya padaku semakin dalam. Memberikan harapan pada seseorang yang tidak pernah bisa memiliki harapan itu, adalah hal yang menyakitkan kak "
" Itu pasti, tapi itulah resiko cinta sepihak. Harus ada yang tersakiti, harus ada yang ikhlas, dia akan terluka karena mu, tapi aku yakin nanti dia akan mengerti. " Derrick menyemangati adiknya itu.
Bahkan Derrick pun bisa merasakan dalam sekali lihat bahwa Gustaf sebenarnya adalah orang yang baik dan memiliki sifat yang lembut. Dia tak akan menyakiti Leticia, karena cinta nya tulus.
Sedangkan wanita itu tak mau mengakui dan melihat perasaan Gustaf padanya. Ia takut jika bersikap baik pada Gustaf malah akan memberinya harapan, pada akhirnya ia takut melukai Gustaf. Sama seperti ia melukai Darren yang sifatnya berubah menjadi jahat karena cinta buta.
Setelah pembicaraan nya dengan kakaknya itu selesai. Leticia sudah menolak pergi dengan kakak nya ke Brilla, Derrick mengerti keadaan adiknya itu dan tidak memaksanya.
" Apa kakak tidak takut meninggalkan ku disini?" tanya Leticia heran karena kakak nya setuju saja dengan apa yang ia lakukan.
" Aku yakin Raja Gustaf tidak akan menyakiti mu, aku percaya. Dia malah akan menjagamu dengan baik, dan dia juga akan berperilaku dengan sangat baik untuk mendapatkan hatimu "
" Kakak ini, berkata seolah olah sudah lama mengenal nya saja " Leticia tersenyum dan heran
" Aku bisa melihat dalam sekali saja, kalau sia tulus dan tidak akan memaksa mu. Kalau saja kau menikah dengannya, pasti dia akan memperlakukan mu dengan sangat baik "
" Kakak ini bicara apa sih?! "
" Haha, aku hanya bercanda. Ya sudah, Tisha kakak akan kembali ke Brilla. Aku dan kakak ipar mu menunggumu dan tiran itu kembali ke Brilla, setiap 3 hari sekali aku akan mengirimkan surat padamu. Balas ya " kata Derrick perhatian
" Iya kakak, kakak dan kakak ipar jangan bertengkar lagi. Kalian harus akur ya, buatkan juga keponakan yang lucu untukku " Leticia tersenyum
" Ke-keponakan apa maksud mu? kita belum sampai ke tahap itu !" Wajah Derrick memerah
Lucu sekali melihat kakak yang selalu serius, menjadi malu-malu seperti ini. hihi.
" Ayolah ! memangnya aku tidak tau, walaupun hubungan kalian buruk sebelum nya. Kalian kan sudah melakukan malam pertama. Jadi perhatikan baik-baik kakak ipar ku ya, siapa tau sudah ada keponakan ku bersama nya " Leticia tertawa kecil, ia nampak menikmati wajah kakaknya yang malu-malu itu
" APA? kau ini ya. jangan bicara sembarangan !" seru Derrick
Bayi? jika Zay benar-benar hamil, aku akan jadi ayah kan? tapi masa sih hanya sekali melakukan bisa langsung hamil? itu mungkin kan, lagipula malam itu aku tidak pakai pengaman.
Pikiran pria itu jadi meracau kemana-mana.
Melihat wajah kakak nya yang terlihat lebih baik dan sikap nya lebih tenang dari sebelumnya. Membuat Leticia senang, karena kakak nya yang lembut dan penuh kasih sayang sudah kembali ke mode normal nya.
Derrick pun kembali ke kerajaan Brilla, sebelum itu ia menitipkan Leticia pada Daniel dan Sir Carl yang kebetulan ada disana. Sebenarnya pria itu ingin menitipkan Leticia pada Gustaf, tapi Raja Fostiarus itu sedang berada di dalam upacara penobatan nya sebagai Raja baru kerajaan Fostiarus.
__ADS_1
...---***---...