
🍂🍂🍂🍂
Sudah seharian Leticia berusaha untuk menemui Alexander, tapi para penjaga tidak mengizinkannya. Karena Leticia belum mendapatkan izin dari Gustaf. Sore itu yang ke 10 kalinya Leticia pergi ke menara gelap bersama Mira.
" Bagaimana ini yang mulia? seperti nya yang mulia harus menunggu Raja Gustaf dulu sebelum menemui Baginda Raja " kata Mira.
" Iya seperti nya begitu, tapi syukurlah para penjaga bilang kalau Alexander baik-baik saja. Mari kita kembali ke istana utama saja. Siapa tau yang mulia Raja Gustaf sudah kembali " wanita itu tersenyum pahit, ia sedih karena belum bisa menemui Alexander.
Mira memapah Leticia berjalan menuju ke istana utama. Di temani oleh Daniel juga.
" Yang mulia, apa perlu saya bantu?" tanya Daniel
" Tuan Daniel, tidak perlu. Mira saja sudah cukup kok " jawab Leticia
" iya, tuan Daniel tenang saja. Saya kuat kok memapah yang mulia Ratu " kata Mira sambil tersenyum
Belum jauh mereka berjalan dari menara gelap, mereka melihat Vivian keluar dari ruangan tempat Alexander di kurung.
" bukankah itu nona Vivian? kenapa dia bisa keluar dari sana?" tanya Mira heran
" Pasti ada apa apa " gumam Daniel
Kenapa dia keluar dari ruangan tempat Lex, di kurung? apa dia merencanakan sesuatu?
" Nona Vivian !" teriak Leticia dengan nada bicara yang sedikit kesal
Yang mulia Ratu terlihat kesal, apa akan ada drama lagi? . batin Daniel heran
Vivian menoleh dan melihat ke arah Leticia, Mira dan Daniel. Vivian tersenyum dan menyapa Leticia.
" Ah, salam yang mulia Ratu " Vivian tersenyum sinis
" Tidak usah memberiku salam, kau tau aku bukan ratu lagi " kata Leticia dingin
" Apakah saya salah? bukankah anda adalah Ratu nya yang mulia Raja Gustaf?" tanya Vivian menyindir
Raja Gustaf, jangan salah kan yang sedikit memprovokasi nya. Salahkan dirimu yang terlalu lemah lembut, aku hanya membantumu saja. Nanti kau pasti akan berterimakasih padaku.
" Jangan bersikap keterlaluan! aku bukan Ratu dari Raja Gustaf, dan aku juga tidak akan menjadi Ratu nya. Karena aku adalah istri dari Alexander Victor Wayne, aku adalah Ratunya " Leticia tegas dan menunjukkan ketidaksukaan nya pada Vivian
Wah, kalau yang mulia Raja Alexander ada disini. Dia akan senang mendengar nya. batin Daniel takjub melihat sikap Leticia yang tegas dan marah
" Oh begitu ya, kalau begitu saya minta maaf. Anda sebagai istrinya tidak bisa melihat nya yang sedang menderita di dalam sana " Vivian tersenyum tipis dan menatap Leticia seolah meremehkan nya.
" Apa kau sedang menyindir ku? karena kau bisa masuk kesana dan aku tidak bisa?" tanya Leticia langsung pada intinya, nada suaranya meninggi.
Kenapa aku merasa sangat kesal? aku merasa menyesal sudah menyelamatkan hidupnya saat itu. Tidak pernah aku merasa seperti ini sebelumnya.
" Mana berani saya menyindir anda yang mulia, saya hanya mengatakan kenyataan. Saya yang sebagai orang asing saja bisa menemuinya sesuka hati saya, bahkan hari ini sudah yang ke 4 kali nya loh. Tapi anda tidak bisa melihatnya. "
Bagus, marahlah. Pergilah dan memohon pada Raja Gustaf. Lalu curiga lah pada Alexander, semoga hubungan kalian juga retak setelah ini.
Dia bicara seperti ini untuk membuatku cemburu. Haa.. aku tidak bodoh! Leticia menatap Vivian dengan sinis dan dingin.
Pertengkaran para wanita ini benar-benar membuat merinding. Berapa lama lagi ini akan berakhir?
" Haa.. baru kali ini aku merasa menyesal akan sesuatu dalam hidupku. Apa kau tau apa penyesalan ku itu nona Vivian? aku menyesal menyelamatkan wanita sampah seperti mu dari kematian saat itu " kata Leticia tajam
Wow, hebat! yang mulia yang selalu sabar, kali ini benar-benar melawan. batin Mira kagum pada Leticia.
" Apa? beraninya kau mengatakan aku sampah?" tanya Vivian yang mulai emosi
" Seharusnya saat itu aku minta saja pada Alexander untuk mengeksekusi mu dan ayah mu. Bukannya hidup dengan baik dan menjadi orang baik, tapi kau malah menjadi sampah seperti ini. "
" Hey, jangan sombong ya hanya karena Raja Gustaf dan yang mulia Alexander menyukai mu. Perasaan mereka tidak akan abadi, suatu saat kau akan dibuang oleh mereka. " Vivian menatap tajam ke arah Leticia
Wanita ini benar-benar percaya diri sekali. Dia bilang yang mulia akan dibuang? tidak mungkin . Daniel tersenyum meremehkan kepada Vivian
" Hahahaha. kau ini lucu sekali? kau sedang mengarang novel ya?" Leticia tertawa mengejek wanita yang di depannya itu
" Kenapa kau tertawa HAH? memangnya ada yang lucu?" tanya Vivian kesal
" Aku? dibuang? kalau aku dibuang, lalu bagaimana dengan nasib mu sendiri? kenapa tidak ada satu pun pria yang suka padamu? kau tau kenapa? mau ku beritahu? itu karena hatimu busuk, kau tidak secantik aku, dan kau tidak menarik " Leticia menatap tajam dan tersenyum sinis pada Vivian
" Sombong sekali kau ! dasar kau wanita ja**ng !" seru Vivian marah " Lihat saja, aku akan merebut semuanya darimu !" seru Vivian kesal
Aku tidak akan diam lagi, aku tidak mau dibodohi lagi. Terlalu baik, dan polos. Aku akan meninggalkan image ku yang seperti itu. Mulai sekarang aku tidak mau ditindas lagi, aku harus bertingkah sedikit.
Vivian melayangkan tangannya dan bersiap untuk memukul Leticia. Wanita itu membiarkan dirinya di tampar oleh Vivian.
PLAK
" Yang mulia !" teriak Daniel dan Mira panik
" Rasakan itu wanita sialan !" seru Vivian merasa puas sudah menampar Leticia
Eh, ada yang aneh? padahal dia bisa saja menghindar. Kenapa dia malah membiarkan ku menamparnya? . Vivian keheranan
" Apa apaan ini?!!" seru Gustaf yang tiba-tiba datang, pria itu juga memakai jubah kebesaran nya.
Dibelakang Gustaf juga ada 4 pengawal yang mengikuti nya.
Waktu yang pas.
Leticia tersenyum tipis. Ia memegang pipinya yang habis ditampar oleh Vivian. Lalu tak lupa ia memasang wajah sedih seolah teraniaya.
" yang mulia apa anda baik-baik saja?" tanya Daniel cemas
__ADS_1
Gustaf mendekati Leticia, ia terlihat cemas pada wanita itu.
" Apa kau baik-baik saja Leticia?" tanya Gustaf sambil melihat pipi kiri wanita itu yang memerah dan memar.
" Saya baik-baik saja yang mulia, hanya saja.. hiks " Leticia menangis. Entah dia menangis akting atau tidak.
" Apa yang terjadi? kenapa kau memukulnya?!' Gustaf mengarahkan pandangan tajam nya kepada Vivian.
" Aku memukulnya karena dia sudah keterlaluan padaku ! kenapa? kau mau marah padaku?" tanya Vivian menantang
Padahal dia tadi terlihat kuat, kenapa dia malah menangis sekarang?.
Raja Fostiarus itu mengambil pedangnya dan mengarahkan nya tepat ke leher Vivian.
Vivian tersentak kaget melihat nya, ia semakin marah mendapatkan perlakuan seperti itu dari sekutunya sendiri.
" Apa apaan kau ini?" tanya Vivian marah
" Beraninya kau bersikap tidak sopan kepada yang mulia Raja ! tunjukkan rasa hormat mu, nona Vivian !" kata Will dengan penuh kemarahan
" Beraninya kau bersikap seperti ini padaku, yang mulia Raja. Aku ini yang sudah membantumu !" seru Vivian kesal
" Kau memang sudah membantuku, tapi kau harus ingat posisi mu. Kau tidak berhak bicara tidak sopan padaku, dan bersikap kasar pada wanita yang aku sukai. Minta maaf lah pada nya, jika kau ingin ku ampuni "
Wanita yang disukai nya benar-benar aku? walaupun sebelum aku sudah tau perasaan nya, tapi kenapa tetap saja aku kaget mendengar nya secara langsung dari mulutnya.
Vivian pun mengalah dan meminta maaf dengan terpaksa pada Leticia karena suka memukulnya. Vivian yang tadinya bicara tidak formal pada Gustaf pun berubah menjadi formal kembali. Dalam hatinya Vivian tentu kesal dengan perlakuan Gustaf dan Leticia yang terkesan licik memanfaatkan kebaikan Gustaf. Tapi ia menahannya, ia masih butuh bantuan Gustaf sebagai sekutu nya.
" Aku akan membalas mu nanti wanita sialan " bisik Vivian pada Leticia
" Oh, aku sangat menantikannya. " Leticia tersenyum puas melihat Vivian kalah darinya
Kali ini kita 1-0. Ha, aku merasa jadi orang jahat. sekarang.
Vivian pergi dengan kesal. Sementara Gustaf mendekati Leticia dengan cemas, ia berusaha menyentuh pipi wanita itu. Namun, lagi-lagi Leticia menepis nya.
Jika yang mulia melihat ini, dia pasti akan murka. batin Daniel
" Kau baik-baik saja?" tanya Gustaf lembut. Dalam hatinya pria itu kecewa dengan tindakan Leticia padanya.
Dia masih belum bisa menerimaku juga.
" Iya, saya tidak apa apa. Yang mulia, ada yang ingin saya bicarakan dengan yang mulia " kata Leticia
" Baiklah, kita akan bicara setelah makan malam. " Gustaf menggunakan sihir air nya ke arah pipi Leticia.
" Apa yang..."
" Itu pasti terasa panas dan nyeri. Aku hanya berusaha meringankan sakitnya. Aku tau kau pasti tidak mau diobati olehku, jadi pelayan yang ada di samping mu lah yang akan mengobati mu " kata Gustaf
" Iya terimakasih " jawab Leticia sambil memalingkan wajahnya dari pria itu.
" Kalau begitu, mari kita kembali bersama ke istana " kata Gustaf mengajak
Gustaf, Leticia dan rombongan nya berjalan menuju ke istana utama. Leticia terlihat kesulitan berjalan meskipun di papah oleh Mira. Leticia merasa kasihan pada Mira yang harus memapahnya dan menjadi lelah.
" Maafkan aku Mira, karena ku kau jadi kelelahan. " kata Leticia tak enak hati
" Tidak apa apa kok, hehe " Mira tersenyum
" Biar saya saja yang memapah yang mulia " kata Daniel menawarkan diri
Gustaf yang tadinya berjalan lebih dulu, melihat Leticia yang kesulitan berjalan. Ia menghampiri Leticia dan langsung menggendong nya.
GREP
" KYAA !! apa yang Baginda lakukan?" tanya Leticia kaget
" Aku hanya membantumu, aku tidak bermaksud apa apa. Kau tidak lihat pelayanmu sudah kelelahan?" tanya Gustaf
Wanita itu tak bisa menjawab pertanyaan Gustaf, memang jika dilihat dari wajahnya. Mira sudah tampak kelelahan.
" Baginda , biar saya yang menggendong yang mulia " kata Daniel menawarkan diri
" Bukankah tidak sopan bagi seorang pengawal menyentuh Ratu di negeri ini? " Gustaf menatap tajam Daniel
" Ma-maafkan saya " Daniel menunduk
Maafkan aku yang mulia Raja Alexander. Aku tidak bisa mencegah Raja Gustaf menyentuh yang mulia Ratu. Pria itu merasa bersalah di dalam hatinya.
Raja Gustaf terlihat marah, sebaiknya
aku tidak menyinggungnya. Nanti tuan Daniel akan terkena masalah.
" Sudah, tidak apa-apa. Jangan marahi tuan Daniel. " kata Leticia
" Aku mengampuni mu kali ini, jika kau bertindak tidak sopan lagi. Aku akan menghukum mu, paham?" Gustaf memperingati Daniel
" Ya, yang mulia. Mohon maafkan saya " kata Daniel
Jika menyangkut soal Baginda Ratu, mereka terlihat mirip.
Setelah perjalanan yang cukup lama menuju ke istana utama, Gustaf yang masih menggendong Leticia. Membawa wanita itu ke dalam kamarnya dan mendudukkan nya di ranjang.
" Beristirahat lah, kaki mu masih belum sembuh. Jangan banyak jalan-jalan " kata Gustaf
" Yang mulia, tunggu! kita bicara saja sekarang!" ujar Leticia.
__ADS_1
aku tidak bisa menunggu lagi, aku harus menemui Alexander. Tapi, dia kan baru pulang dari penobatan nya. Dia pasti lelah, nanti saja bicaranya.
" Tidak apa, tidak jadi. Nanti saja bicaranya, yang mulia pasti lelah " kata Leticia
" Aku senang kau perhatian padaku " Gustaf tersenyum senang
" Siapa yang perhatian pada anda? kalau anda lelah ketika berbicara, anda pasti tidak akan mendengarkan saya dengan fokus. Itu saja " Leticia ketus
Pria ini benar-benar selalu kepedean.
" Haa.. aku tidak akan begitu, selelah apapun diriku. Jika kau yang mengajak ku bicara, aku akan berusaha fokus untuk mendengarkan nya. " Gustaf
" Kita bicara nanti saja yang mulia "
" Katakan lah ada apa? kalau kau tidak bicara sekarang, aku tidak akan mengabulkan permintaan mu " kata Gustaf sambil duduk berlutut di depan wanita yang sedang duduk di atas ranjangnya itu.
" Jadi kalau saya bicara sekarang, apa yang mulia akan mengabulkan permintaan saya?" tanya Leticia senang
" Tergantung dari tindakan mu " jawab Gustaf dengan seringai nya
" Dasar kau benar-benar.." gerutu Leticia kesal
" Ini aneh sekali, padahal dulu kita sering bicara tidak formal dan bertengkar. Mendengar mu bicara formal denganku, itu sangat aneh. Jika kau bicara tidak formal dan bicara santai padaku, aku akan pertimbangkan mengabulkan keinginan mu " terang Gustaf
" Apa yang mulia sedang berusaha membujuk saya? memangnya saya anak kecil?" tanya Leticia kesal
" Aku tidak begitu, hanya saja aku ingin hubungan kita seperti dulu. " Gustaf terlihat sedih
" Memangnya hubungan apa yang kita miliki? kita tidak memiliki hubungan apapun, baik masa lalu maupun sekarang " Leticia tegas
Bohong, kalau aku bilang aku tidak merasa bersalah. Tapi, aku mengatakan ini agar kau berhenti berharap.
" Hey, jangan bilang begitu. Di masa lalu kita tidak punya hubungan apapun, tapi mungkin sekarang kita akan mempunyai hubungan. Nah, sekarang katakan apa yang mau kau bicarakan?" tanya Gustaf. " ingatlah untuk bicara santai saat kita berdua saja !"
" Saya.. maksud ku aku ingin bertemu dengan Alexander, dan kalau bisa aku ingin kau membebaskan nya " wanita itu terlihat berharap bahwa Gustaf akan memenuhi permintaan nya.
Deg,
Jantung Raja itu berdegup kencang. Pikiran nya kacau, hatinya seperti tertusuk benda tajam. Saat Leticia mengatakan permintaan nya. Dalam hatinya ia bertekad akan mengabulkan semua permintaan Leticia, agar wanita itu luluh padanya. Tapi apa yang di inginkan Leticia, sulit untuk ia penuhi. Mana bisa ia melepaskan Alexander yang menjadi rivalnya itu.
Gustaf terdiam untuk waktu yang lama, Leticia melihatnya dengan sedih. Seperti nya Gustaf sedang berfikir.
Sudah kuduga, dia tidak sesuka itu padaku. Untuk mengabulkan permintaan ku. Kakak, kau salah. Tanpa sadar Leticia tersenyum pahit.
" Baiklah " Pria itu menghela napas nya, dan menatap Leticia yang ada di depannya.
" Ba-baiklah apa maksud mu?" tanya Leticia terperangah
Dia tidak mungkin setuju kan? mana mungkin.
" Baiklah, jika itu yang kau inginkan. Aku akan membebaskan nya dari tahanan, kau juga bisa bertemu dengannya "
" A-Apa? apa kau serius?" tanya Leticia dengan mata yang berbinar-binar
" Tapi aku punya 1 permintaan " jawab Gustaf
Sudah kuduga, ini tidak mudah. Leticia menghela napas
" Apa itu?"
" Hanya beri aku kesempatan "
" Kesempatan apa?" tanya Leticia
" Kesempatan untuk menjadi pasangan mu "
" Apa? APA kau sudah gila? aku sudah menikah " Leticia kaget mendengar nya
" Tidak ada hukum yang melarang seorang wanita untuk memiliki 2 suami di negeri ini " kata Gustaf sambil tersenyum
Dia gila ya? masa seorang wanita nge harem? tidak masuk akal.
" Kau salah ! jelas-jelas, Alex menetapkan hukum di negeri ini agar wanita setia kepada satu orang suami dan hanya pria yang diperbolehkan menikah lebih dari sekali. Wanita itu tidak bisa !" seru Leticia
" Kalau begitu aku akan buat hukum nya, supaya wanita bisa menikah lebih dari satu kali juga " Gustaf santai
" Kau-kau.. apa yang kau katakan? kau tidak bisa membuat hukum itu " Leticia kaget
" Haa.. tentu saja aku bisa, aku kan Raja nya sekarang " Gustaf tersenyum licik, seperti nya Leticia sudah kalah berdebat dengan Raja Fostiarus yang baru itu.
" tu-tunggu, kau bilang kan beri kesempatan. Itu artinya bukan soal menikah. Aku akan beri kesempatan padamu untuk mendekatiku selama 1 bulan. Dalam waktu itu, kau harus membuatku setuju menikah denganmu, jika tidak bisa. Kau harus melepaskan aku dan Alexander " Leticia tersenyum menantang
" Baiklah, aku setuju. Dalam waktu 1 bulan aku pastikan kau akan menikah denganku " kata Gustaf percaya diri
Dalam 1 bulan itu, akan ku buat kau jatuh cinta padaku. Dan menikah denganku. Akhirnya aku punya kesempatan untuk berjuang.
" Kau tidak akan bisa " Leticia tersenyum sinis
Karena dalam 1 bulan itu aku yang akan merubah kekeras kepalaan mu itu. Lalu aku akan hidup bahagia bersama suami ku tercinta.
Keesokan harinya, Leticia pergi ke menara gelap untuk menyambut suaminya yang dikeluarkan dari kurungan.
...---***---...
Readers ! makasih banyak buat dukungan kalian, gift and vote nya Minggu ini juga. 😊 tanpa dukungan, like, komen dan vote dari kalian, karya author bukanlah apa-apa.
Makanya terus dukung karyaku ya, dengan biasakan klik jempol setelah membaca. Jangan lupa 😊❤️😘🙏
__ADS_1