
🍂🍂🍂
Leticia dan Alexander berpelukan dengan mesra, tanpa mempedulikan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Yaitu Gustaf dan Darren yang melihat mereka dengan tatapan sakit hati.
Darren yang diikuti oleh Moore, berjalan menghampiri Leticia dan memisahkan pelukan pasangan kekasih itu. Darren memegang tangan Leticia, hatinya menjadi campur aduk, di satu sisi ia terkejut mengetahui Leticia masih hidup, lega dan bersyukur juga, akan tetapi ia kesal melihat Alexander bermesraan dengan wanita pujaan nya itu.
" Apa apaan kau ini?" tanya Alexander sinis
" Ternyata selama ini kau menyembunyikan fakta tentang Tisha ! lihat saja kalau sampai Raja Derrick tau, habislah kau !" kata Darren
" Apa kau sedang mengancam ku menggunakan Raja Derrick?" tanya Alexander tak suka
" Yang mulia pangeran, maksud ku yang mulia Raja ! apa apaan ini? " tanya Leticia sambil menepis tangan Darren yang memegangnya
" Tisha, kau tidak boleh bersama Raja tiran ini !" seru Darren tegas
" Kau siapa bicara seperti ini padaku? dia adalah kekasihku, mau bersama siapa aku. Itu urusan ku !" kata Leticia tegas
Dalam hatinya Alexander menari-nari bahagia, mengingat pujaan hatinya sudah kembali seperti dulu. Dan bersikap lebih tegas pada pria lain untuk tidak mendekatinya.
Darren menatap Leticia dengan pandangan kecewa dan sedih. Ia sudah menunggu kesempatan untuk nya agar di kehidupan selanjutnya Leticia akan jatuh hati padanya. Namun, pupus sudah semua harapan Darren untuk Leticia ! wanita itu tetap mencintai Alexander.
Apapun yang ia lakukan, tetap saja hati Leticia hanya untuk Alexander.
" Setelah yang diperbuat olehnya, kau masih memilih nya?!" tanya Darren kesal dan kecewa terlihat di matanya
" Memangnya apa yang dia perbuat padaku? " tanya Leticia tak paham
" Kau jangan ikut campur dalam hubungan kami ! kau tidak akan pernah bisa masuk diantara kami, lebih baik kau enyah saja sana !" kata Alexander merasa menang
" Hey kau !" seru Darren marah
Ditengah tengah perseteruan antara Darren, Leticia dan Alexander. Will pengawal Gustaf, segera membawa Gustaf pergi untuk mengobati luka luka pangeran itu.
" Yang mulia, kita harus segera mengobati luka yang mulia." kata Will sambil memapah Gustaf yang terluka
" Kenapa selalu aku yang diabaikan? kesempatan saja seperti nya aku tidak punya, menyedihkan. Selalu saja Alexander yang mendapat kan semuanya " Gustaf mengepal tangannya dengan geram, ia melihat Alexander dengan penuh kebencian.
" yang mulia saya tidak tau harus berkata apa untuk menghibur yang mulia "
" Aku tidak perlu penghiburan mu ! seperti nya aku tidak bisa diam saja dan melihat semua ini. Aku harus melakukan sesuatu " gumam Gustaf penuh kemarahan yang membara di matanya.
Gustaf dan Will pun pergi meninggalkan danau yang letaknya tak jauh dari istana Fostiarus itu. Tak lama kemudian perempuan yang tadi bersembunyi di semak-semak, keluar dari persembunyiannya dan menampakkan diri di depan Gustaf dan pengawalnya.
" Apa anda perlu bantuan saya pangeran Gustaf?" tanya Vivian
" nona Vivian? tanya Gustaf
Vivian tersenyum menyeringai, seperti sudah merencanakan sesuatu di dalam kepalanya. Ia menatap Gustaf dengan penuh percaya diri, penuh ketegasan.
" Mari kita bekerjasama yang mulia pangeran "
🍂🍂🍂
Sementara itu perseteruan dan perdebatan masih berlanjut antara Alexander,Leticia, dan Darren. Raja dari Ilios itu rupanya sangat menentang Leticia kembali lagi menjalin hubungan dengan Raja Fostiarus. Namun, Leticia menegaskan bahwa hubungan nya dengan Alexander tidak boleh disangkut pautkan dengan nya ataupun kakaknya, Derrick.
Dalam hatinya wanita itu, ia merasa kasihan pada Darren yang dikira sudah melupakan nya ternyata masih mengharapkan nya. Menurut nya, ia harus menyelesaikan masalah perasaan ini dan menegaskan semuanya pada Darren. Agar tidak berharap lagi pada seseorang yang sudah tidak bisa jatuh cinta pada siapapun lagi selain satu pria yang ada di hatinya, yaitu Alexander.
" Alex aku perlu bicara berdua dengan Raja Darren. " ujar wanita itu tegas
" Tidak boleh " Alexander menolak dengan tegas
" Alex, kumohon. Aku harus menyelesaikan nya sekarang juga " Leticia berbicara dengan nada serius dan membujuk
Tadi dia habis berciuman dengan si brengsek Gustaf, dan sekarang dia ingin bicara dengan pria lain lagi. Kenapa aku harus mendapatkan penghinaan seperti ini sebagai kekasihnya?
" Lex, kumohon.. tidak akan lama "
" Baiklah, aku akan melihat dari kejauhan " jawab Alexander malas
" Akan ku jelaskan semuanya nanti " kata gadis itu membujuk
Raja tiran itu pergi begitu saja, terlihat jelas dari wajahnya kalau ia juga sedang kesal. Ia butuh banyak penjelasan dari kekasihnya itu, disisi lain ia juga bahagia karena Leticia sudah mengingat nya kembali. Ia mengalah dan pergi bersama Daniel, tak jauh dari tempat Leticia dan Darren akan bicara berdua. Raja Ilios itu mengisyaratkan kepada Moore untuk pergi meninggalkan nya berdua dengan Leticia.
*****
Darren sendiri merasa senang karena Leticia masih hidup, namun ia juga merasa kecewa pada gadis itu yang selalu memilih Alexander.
" Aku senang ternyata kau masih hidup, tapi aku kecewa kenapa kau memilih bersamanya. " kata Darren
__ADS_1
" Apa alasan yang mulia berkata seperti ini? kenapa yang mulia kecewa padaku?" tanya Leticia tajam
" dia adalah orang yang membuatmu berada dalam bahaya, bukan satu atau dua kali, tapi berkali kali, tapi kenapa kau masih mau bersamanya? aku tidak mengerti !"
" Karena aku mencintai nya, kau juga tau itu kan? kenapa kau terus saja menentang hubungan ku dengannya? kau bahkan menggunakan kakak ku sebagai alasan untuk mengancam nya. " terang Leticia kesal
" apa kau kesal karena aku melakukan ini? kau kesal karena aku peduli padamu? apa begitu?" tanya Darren kecewa
" Jangan gunakan alasan lagi untuk menentang hubungan ku dengan nya. Aku tau bahwa peduli itu bukanlah alasan mu yang sebenarnya. "
" Memang nyatanya aku peduli padamu, aku menentang hubunganmu dengan nya juga bukan tanpa alasan. Apa kau tidak ingin tau alasannya?" Pria itu berkata dengan nada tegas seperti ingin dimengerti oleh Leticia.
" Jangan katakan alasannya. Karena aku sudah tau. Kau masih berharap padaku kan Raja Darren?" tanya Leticia tegas
Pria itu diam seribu bahasa, hanya wajahnya yang menunjukkan bahwa ia terpana dengan kata-kata Leticia. Sudah bisa ditebak bukan? diam artinya bahwa Darren tidak menyangkal apa yang dikatakan oleh wanita di depannya itu. Ia memang masih mencintai Leticia, itu juga alasan nya menentang hubungan Alexander dan Leticia dengan tegas.
" Jadi itu benar kan? tapi maaf, aku tidak peduli dengan perasaan mu padaku. Aku hanya melihat satu orang dan dia adalah."
" Cukup ! aku tidak mau dengar lagi, aku tidak mau menjadi pria yang menyedihkan karena ditolak berkali-kali olehmu. " Darren memotong Leticia yang sedang bicara, ia terlihat sedih, kesal dan patah hati.
" Kalau kau tidak mau sakit hati lagi, maka hentikan lah semua ini. Jangan menganggu hubungan ku dengan Alexander. Kau hanya sahabat bagiku, tidak lebih. " kata Leticia tajam
Maafkan aku Darren, aku harus bersikap tegas padamu. Aku tidak mau kau terus berharap pada orang yang tidak punya perasaan apapun padamu, kau mungkin terluka karena sikap dan kata-kata ku sekarang. Tapi, suatu saat sakit itu akan hilang. Karena aku tidak mau kau terluka lebih dalam jika aku terus memberikan harapan padamu, aku tau benar bagaimana rasanya berharap pada seseorang.
Wanita itu merasa bersalah dalam hatinya, kepada pria yang ada di depannya itu.
Kenapa aku harus mendapatkan penolakan seperti ini lagi? aku sudah menunggu lama untuk ini, aku bahkan belum menyatakan cinta ku dengan benar dan aku sudah ditolak? bahkan aku sudah bisa mencapai posisi tertinggi yang setara dengan pria itu, tapi kenapa di hati Tisha hanya ada dia saja?
Raja Ilios itu mengepal tangannya, ia menggigit bibirnya seolah menahan kesal di hatinya. Pikirannya kacau, ia marah dan sedih. Lagi-lagi ia ditolak oleh Leticia, bahkan sebelum ia menyatakan cinta nya dengan benar. Hanya hubungan persahabatan lah yang ditawarkan oleh Leticia padanya, tidak lebih.
" Kenapa kau kejam sekali padaku? kenapa kau menolak ku bahkan sebelum aku mengatakan cintaku dengan benar? Tisha.. kenapa kau seperti ini?" tanya Darren dengan mata yang berkaca-kaca
" Untuk mempertegas hubungan diantara kita, aku hanya bisa menawarkan persahabatan denganmu. Jika kau mengharapkan lebih, maka aku tidak bisa menjalin hubungan denganmu. " kata Leticia
Pria itu menyandarkan kepalanya di bahu Leticia, dan memegang tangannya. Perlahan air mata jatuh dari kedua mata nya yang berwarna coklat itu. Leticia kaget karena saat Darren menyandar di bahu kecilnya itu, ada sesuatu yang membasahi bajunya yang sudah basah, menjadi semakin basah.
Apa dia menangis?
" Apakah benar tidak ada kesempatan untukku? aku bahkan belum bersaing dengannya dan aku sudah kalah duluan. Ini sangat menyakitkan. 2 tahun aku menunggu mu, aku bahkan tidak menikah dengan siapapun karena aku hanya ingin menikah denganmu. Aku bahkan menjadi Raja di negeri Ilios untuk setara dengan pria itu, berharap agar kau mungkin bisa berpaling darinya dan datang padaku. Kenapa aku ditolak lagi? " tanya Darren sedih
Aku tidak tau kalau dia melakukan banyak hal untukku selama aku tidak ada. Dia baik, namun sayangnya, hatiku sudah untuk satu orang.
" Aku minta maaf sudah melukai hatimu, maafkan aku " insting dan perasaan Leticia mulai tergerak saat melihat Darren menangis tulus untuknya, refleks ia memeluk Darren dan menepuk-nepuk punggung pria itu untuk menghibur nya.
Daniel dan Moore merasakan hawa panas dari depan mereka. Tatapan Alexander kepada Darren dan Leticia seperti api yang membara dan siap membakar apa saja yang dilihatnya. Cemburu sudah menguras hati Alexander hari itu, kekesalannya bertumpuk. Bagaimana ia tidak marah dan murka ? kekasihnya belum lama di cium oleh pamannya, dan sekarang kekasihnya itu sedang berpelukan dengan rival cintanya juga?
Hati Alexander terbakar dan kemarahan nya sudah diambang batas. Ia berjalan cepat menghampiri Leticia dan Darren yang masih berpelukan. Namun, Daniel dan Moore dengan sigap menahan pria itu.
" Yang mulia tolong, jangan gegabah ! " seru Daniel menghadang
" Apa yang mulia Raja tidak lihat kalau Raja Darren belum selesai bicara dengan putri Leticia?" kata Moore mengingatkan dengan tegas
" Kalian mau mati ya ?" tanya Alexander dengan tatapan yang menyeramkan
BRRR..
Moore yang tidak terbiasa dengan tatapan dan nada bicara Raja tiran itu, gemetaran karena ketakutan. Ia merasa tubuhnya langsung beku, hanya dengan tatapan pria itu padanya.
" Yang mulia, kalau anda kesana nona Leticia akan marah loh? anda mau nona Leticia marah lagi pada anda?' tanya Daniel sambil mengingatkan
" Daniel, apa kau sedang mengancam ku?" Alexander menarik baju Daniel dengan kesal
" Saya tidak mengancam kok, saya hanya mengingatkan saja. Kalau yang mulia tidak mau dengar ya sudah, pergi saja kesana dan rasakan kemarahan nona. Nanti dikiranya yang mulia tidak percaya padanya, dan nona akan marah .." kata Daniel santai
Alexander melepaskan Daniel, dan raja itu tiba-tiba menjadi diam seperti memikirkan sesuatu.
Benar juga, hubungan ku dan Chia baru saja akan di mulai kembali. Aku harus bersabar, lagipula aku lah yang menang.
Moore terpana melihat Daniel bisa mengendalikan dan menangani Alexander yang sedang marah menjadi diam dan patuh.
" Kau keren juga ya asisten Raja Alexander " bisik Moore pada Daniel, pria itu tersenyum tipis
" Ini sih kecil, nona Leticia lebih keren dari ini, dia bisa menjinakkan Baginda Raja. " bisik Daniel membanggakan dirinya dan Leticia
" Haha... pokoknya aku salut padamu karena bisa bekerja dengan raja tiran yang galak seperti nya. Kalau aku jadi kau, sudah lama aku mengundurkan diri " Moore tertawa kecil
" Ya, aku sih sudah biasa. Selain pekerjaan, aku juga adalah orang terdekat Baginda. " kata Daniel
Kedua asisten Raja itu malah saling curhat curhatan tentang pekerjaan mereka dan sikap Raja mereka, ditengah-tengah suasana itu. Padahal Alexander sedang marah, tapi kedua orang itu malah santai duduk di dekat danau dan mengobrol.
__ADS_1
🍂🍂🍂
Setelah selesai menghibur Darren, Leticia mendorong Darren perlahan-lahan dari pelukan nya.
" Jadi aku hanya bisa jadi sahabat mu saja ?" tanya Darren sambil menyeka air matanya
" Iya "
" Baiklah kalau begitu, aku jadi sahabatmu saja " Darren tersenyum pahit
" Apa? " Leticia terpana
" Jika aku tidak bisa menjadi kekasihmu, aku jadi sahabatmu saja. Setidaknya aku tidak kehilangan dirimu sebagai sahabat kan?" tanya Darren
" Apa kau serius?" tanya Leticia
" Iya, jujur saja meskipun aku bilang begini. Tapi aku tetap saja merasa sakit hati, aku juga butuh waktu untuk menata perasaan ku. " kata Darren jujur
" Aku benar-benar minta maaf " Leticia merasa bersalah
" jangan minta maaf lagi, kau malah membuatku terlihat menyedihkan. Hatiku juga sakit karena mu, tahu?"Darren tersenyum pahit melihat ke arah Leticia
Dia memaksakan senyumannya, aku tahu dia terluka. Apa kata-kata ku ini terlalu kejam?
" Sudah sudah, jangan memasang wajah seperti itu. Aku akan mencoba melupakan mu, tapi tawaran mu tentang persahabatan itu masih berlaku kan?" tanya Darren mengalihkan suasana
Leticia mengangguk.
" Kalau begitu kita bersahabat lagi ya." kata Darren masih dengan senyuman pahitnya
" Iya kita bersahabat. "
" Baguslah. Meskipun cintaku ditolak, aku masih bisa di dekatmu. Terimakasih "
" Jangan berterimakasih padaku, aku kan sudah menyakiti hatimu. " kata Leticia merasa tak enak hati
" Haha..jadi kau merasa bersalah?" tanya Darren sambil tertawa kecil
" Tentu saja "
Mana mungkin aku bisa diam saja dan tak merasakan apa-apa setelah melukai hati orang lain.
" Kalau merasa bersalah kenapa tidak menerima cinta ku saja barusan?" tanya Darren menggoda
" A.. APA?" tanya Leticia kaget
" Aku bercanda " Darren nyengir
Tidak apa Darren, meskipun kau ditolak cinta tapi hubungan persahabatan juga tidak buruk. Mungkin saja masih ada kesempatan untukku di dalam hubungan persahabatan itu, mungkin ini celah untukku. Semangat Darren.
" Kau.. kau pria yang sangat baik, kau tampan dan juga berkuasa. Kelak kau akan mendapatkan wanita yang lebih baik dariku, jauh lebih baik. Aku yakin " kata Leticia yakin
" Kalau aku sangat baik, lalu kenapa wanita di depanku ini menolak ku? itu artinya aku tidak cukup baik " lagi-lagi pria itu menyembunyikan rasa sakit hatinya dengan senyuman. Namun Leticia menyadari dari tatapan pria itu yang melihatnya, mengatakan bahwa hatinya sedang terluka karena wanita yang ada dihadapannya.
GREP
Darren memeluk Leticia dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Alexander terlihat marah dan cemburu melihat nya, ia tidak tahan lagi dan menghampiri mereka berdua dengan tidak sabar, terburu-buru. Di ikuti oleh Moore dan Daniel dibelakangnya.
" Enyahlah !" Alexander mendorong Darren dan memegang Leticia seolah benda berharga nya takut di rebut
" Lex, apa yang kau lakukan?" tanya Leticia tegas
" Aku tidak tahan lagi ! dua kali dia sudah memelukmu di depanku, hey Raja Darren , kau menantang ku kan?" tanya Alexander kesal
" Cih..kau masih saja bersikap seperti ini, padahal kau sudah menang. Dasar temperamental kekanakan " gumam Darren
" Siapa yang kau panggil temperamental kekanakan? HAH?"
" Yang mulia Raja , sudah hentikan jangan marah lagi ! " seru Leticia
Leticia menjelaskan bahwa Darren akan melupakan nya dan hubungan mereka hanya sebatas sahabat. Namun, Alexander tidak percaya begitu saja. Ia bilang kalau insting nya sebagai pria itu sangat kuat, hingga ia merasa bahwa Darren masih berharap padanya dan memiliki motif tersembunyi.
Tak lama setelah perdebatan Alexander dan Leticia, Darren menceritakan tentang kejadian Derrick yang menikahi Zayana karena dendam atas kematian Leticia 2 tahun yang lalu.
Leticia dan Alexander kaget karena mereka sama sekali tak tau tentang hal ini.
...---****---...
Hai Readers.. mohon maaf belum bisa mengabulkan crazy up untuk novel ini 😘 terimakasih untuk dukungan nya, tetap dukung selalu karya ku ya..
__ADS_1
Caranya kalau udah baca jangan lupa Like, vote, komen, kasih hadiah juga boleh 🙂👍
Doakan juga Author yang masih dalam masa ISOMAN di rumah, supaya segera di sehatkan dan bisa mengabulkan crazy up nantinya 🙂😘🙏