
🍂🍂🍂
Di istana Fostiarus, lebih tepatnya kamar Leticia.
Wanita itu selesai memakai gaun tidur nya yang panjang dan tertutup, ia juga sudah meminum teh dan memakan kue stoberi kesukaan nya.
Setelah itu ia membuka pintu kamarnya, dan ia terkejut karena di sekeliling nya gelap.
" Kenapa gelap semua ? apa lampunya mati?" gumam Leticia kebingungan
Gadis itu melangkah maju ke depan perlahan lahan, ia terkejut karena dalam langkahnya diiringi oleh nyala lilin. Ditengah kebingungan, Leticia terus berjalan pelan-pelan ke depannya yang gelap.
Tak lama setelah itu, bunga-bunga berjatuhan dari atas yang tidak diketahui jelas dari mana asalnya. Bunga-bunga mawar putih itu berjatuhan ke tubuhnya, dan jalanan yang ia lewati.
" Apa apaan ini?" gumam Leticia bingung
Dimana Alexander? katanya dia menungguku di luar?
Leticia terus berjalan ke depan, dan perlahan-lahan satu persatu lilin mulai menyala oleh api yang entah dari mana asalnya. Gadis itu takjub pada dunia fantasi yang ia tinggali ini. Meskipun tidak ada yang logis baginya yang pernah tinggal lama di dunia modern, namun ia menyukai dunia fantasi yang sekarang sedang ia tinggali. Semuanya termasuk orang-orang yang ada di sekeliling nya.
Di dunia fantasi yang seperti negeri dongeng inilah, Leticia alias Yoon Joo bisa mendapatkan banyak cinta dan kasih sayang dari orang-orang disekitarnya. Hingga ia pun enggan untuk kembali menjadi Cha Yoon Joo dan ingin hidup sebagai Leticia selama-lama nya.
Tak jauh dari tempat Leticia berdiri, Alexander juga tengah berdiri di depannya sambil memegang sebuket bunga mawar putih di tangannya. Wajahnya terlihat malu-malu, dan cuek.
Tanpa mereka sadari, dari atas langit-langit ada 3 orang pengawal kerajaan dan Daniel yang sedang menaburkan bunga. Mereka terlihat takut jatuh.
Leticia tersenyum tipis melihat tingkah Alexander yang menggemaskan menurutnya.
" Hey kau maju sini !" seru Alexander cuek
Ckck.. mana ada orang yang merencanakan sesuatu yang romantis seperti ini, tapi tingkahnya cuek seperti itu.
Leticia tersenyum manis.
" Aku tidak mau kesana, kau saja yang kesini " kata Leticia sambil menyilangkan tangannya
" Apa? kenapa kau tidak mau?" tanya Alexander kesal
" Aku.. bukannya tidak mau, tapi aku tidak bisa.. kaki ku sangat lemas " jawab Leticia sambil berakting lemas
Wajah Alexander berubah seketika menjadi panik, ia berlari menghampiri Leticia dan segera menanyakan keadaan nya. Leticia kaget dengan sikap protektif pria itu.
" Kakimu lemas? kau tidak apa-apa? aku akan panggilkan tabib Erin untuk memeriksa mu ya?" tanya Alexander sambil melempar bunga yang dipegangnya dan memegang tangan Leticia.
" Tubuh mu juga dingin, apa jangan jangan ini karena terjatuh ke danau tadi?"
" Ke..kenapa kau sangat cerewet? aku tidak apa-apa. Tidak usah memanggil tabib..aku hanya lelah "
Leticia keheranan, padahal ia bermaksud untuk sedikit menjahili Alexander. Tapi pria itu malah cemas dan panik berlebihan padanya. Pria itu memberikan jaket hangat nya pada Leticia, dan ia bahkan menggendongnya sambil berjalan.
" Ah! kita mau kemana?" tanya Leticia kaget karena tiba-tiba digendong
" Aku akan menunjukkan sesuatu padamu, jadi ikut aku " kata Alexander
" Iya aku ikut, tapi kau tidak usah menggendongku. Aku bisa jalan sendiri " kata Leticia tak enak hati
" Tidak bisa, gadisku tidak boleh jalan sendiri saat sedang sakit. Apa gunanya ada pria kuat disisi mu, kalau tidak bisa membuat mu bersantai. " kata Alexander
Ini perasaan ku saja, atau memang pria di depanku ini sedikit berubah.
Di tengah suasana romantis mereka, ada beberapa orang yang menderita. Yaitu orang-orang yang sedang bergelantungan di langit-langit, akibat ulah Alexander.
" tuan Daniel ! bagaimana kita turun dari sini?" tanya pengawal 1 kebingungan
" Iya bagaimana ini? ini sangat tinggi !" kata pengawal 2 panik
" aku juga tidak tau " jawab Daniel pusing
" Apakah kita akan semalaman berada disini kalau yang mulia akan semalaman bersama nona Leticia?" tanya pengawal 3
" Waduh.. kalau begitu ini benar-benar gawat !" seru pengawal 2 panik
" Yang mulia sedang romantis romantisan, kita malah terjebak disini. " gerutu si pengawal 1 kesal sendiri
Mereka berempat kebingungan karena tidak bisa turun tanpa dibantu oleh sihir Alexander. Mereka naik ke langit-langit juga berkat sihir Raja tiran itu. Kini Raja tiran itu seolah melupakan mereka dan berduaan saja dengan gadis nya.
🌷🌷🌷
Alexander menggendong Leticia sampai ke taman, disana terlihat banyak bunga mawar putih yang bertebaran dimana-mana. Juga ada sepasang kursi dan satu meja di tengah taman, ada juga makanan dan minuman yang tersedia di meja itu. Layaknya makan malam romantis untuk pasangan, seperti itulah kira-kira gambaran nya.
" Kau bisa menurunkan aku sekarang, aku bisa jalan sendiri "
" Tidak bisakah kau diam saja? sudah lama aku tidak melakukan ini karena kau yang saat itu masih hilang ingatan. " kata Alexander
" Ah ya baiklah "
Pria itu menurunkan Leticia di kursi dengan hati-hati. Alexander juga ikut duduk di kursi sebelahnya. Leticia tersenyum karena melihat dekorasi sekitarnya yang penuh bunga dan makanan nya yang berbentuk hati.
" Kenapa kau tersenyum?"
" Aku yakin ini semua bukan rencana mu, ya kan? "
" Kau seyakin itu?" tanya Alexander
" Tentu saja. Mana mungkin raja tiran yang cuek dan tidak berpengalaman dalam percintaan bisa menyiapkan kejutan yang lumayan romantis ini " Leticia tersenyum
__ADS_1
" Apa kau bilang? jadi ini tidak romantis, begitu?" tanya Alexander kaget
Sialan, kau Daniel.
" Aku tidak bilang ini tidak romantis, aku hanya bilang ini lumayan romantis " jawab Leticia mengoreksi kata-kata nya
Ya karena aku sudah sering melihatnya dalam drama, jadi ini terasa familiar. Tapi mengalami nya secara langsung ternyata menyenangkan juga.
" Kau bilang lumayan romantis? apa kau pernah mengalami ini sebelum nya? " Alexander curiga
" Apa? tidak, aku belum pernah. Ini pertama kalinya aku mendapat kejutan seperti ini " jawab Leticia
" Bohong. Kalau ini pertama kalinya buatmu, kau harusnya terkejut. Tapi kau terlihat biasa saja "
" Aku terkejut kok. Bahkan tadi saat aku berjalan dan lilin nya mulai menyala, aku terkejut dan takjub. " Leticia tersenyum
" Haa.. apakah si brengsek dan si playboy itu pernah melakukan hal seperti ini padamu?" tanya Alexander kesal sendiri
" apa? kau ini bicara apa sih? siapa juga yang kau sebut brengsek dan playboy?" tanya Leticia tak mengerti
" Tentu saja para mantan kekasihmu " jawab Alexander ketus
" Apa?"Leticia kaget
Kenapa pembahasan nya jadi kemana-mana? bukankah kita mau makan malam romantis?
" Seperti nya kau salah paham, aku belum pernah makan malam romantis dengan siapapun. Itu hanya denganmu hari ini, dan malam ini. " kata Leticia menjelaskan
" Hmph.." Alexander terlihat kesal
Melihat Alexander yang diam saja, akhirnya si wanita kesal dan beranjak dari kursinya.
" kau mau kemana?" tanya Alexander
" Terserah aku saja mau kemana !" jawab Leticia ketus
" Tapi kan kau belum makan malam?"
Aku sudah menyiapkan ini susah payah, dan dia malah mau pergi begitu saja?
" Kau makan saja sendiri. Untuk apa juga aku berada disini denganmu, kalau kau hanya mengabaikan ku "
Alexander berdiri dari kursinya, ia memeluk wanita itu dari belakang.
" Jangan pergi.."
" Kau sendiri yang mengusirku, lepaskan!" seru Leticia marah
" Aku melakukan semua ini karena ingin meminta maaf padamu dan memberi selamat padamu. Tapi aku malah membuatmu marah, maafkan aku " kata Alexander lembut
" Kau ingin minta maaf untuk apa?" tanya Leticia
" Itu, tidak perlu aku katakan. Kau juga pasti sudah tau " jawab Alexander
" Aku tidak tau, jadi jelaskan yang benar kau minta maaf untuk apa?" tanya Leticia
Dia pasti tidak mau menjelaskan nya, egonya kan sangat tinggi. Orang seperti dia itu kan sulit untuk minta maaf.
" Baiklah, aku akan jelaskan. Tapi, pertama-tama kita duduk dulu dan makan ya " kata Alexander lembut
Leticia tercengang mendengar Alexander yang berbicara lembut padanya dan sikapnya juga perhatian. Apakah sudah banyak hal yang berubah selama 2 tahun itu? ataukah perubahan ini hanya sementara?
Alexander dan Leticia duduk di kursi, dengan sopan Alexander menyuruh Leticia untuk makan terlebih dahulu. Pria itu bisa mengesampingkan dulu rasa cemburu dan kesalnya, agar Leticia bisa makan dengan tenang. Namun kelembutan yang ditunjukkan Alexander, membuat Leticia terkena serangan terpana beberapa kali.
" Apa makanan nya enak?" tanya Alexander
" Iya ini sangat enak " jawab Leticia canggung
Apa aku sedang bicara dengan tiran psikopat itu?
" Aku menyuruh kepala pelayan langsung yang membuatnya, katanya sesuai dengan resep yang pernah kau ajarkan padanya. Aku harap itu sesuai selera mu. Makan yang banyak ya " Alexander tersenyum ramah
Ya ampun, aku banyak omong sekali. Tapi Daniel bilang aku harus bersikap lembut dan ramah padanya jika tidak mau dia meninggalkan ku. Posisi ku saat ini juga tidak aman, karena Raja Derrick belum menyetujui hubungan kami. Kapan saja Leticia bisa meninggalkan ku karena kakak nya. Jadi aku harus berbuat baik padanya agar dia tidak bisa meninggalkan ku. Ya, aku harus sabar.
Gadis itu makan makanannya dengan pelan-pelan, ia terlihat bingung dengan sikap baik Alexander padanya yang begitu tiba-tiba.
Sebenarnya ada angin apa dia bersikap lembut seperti ini? seperti bukan dirinya saja.
Setelah selesai makan, Alexander berusaha bersikap sebaik mungkin di depan Leticia. Ia meminta maaf dengan cara romantis, pria itu bahkan memberikan bunga pada kekasihnya. Leticia bisa melihat kalau Alexander terlihat canggung melakukan semua sikap romantis itu.
" Jadi maukah kau mema..afkan ku?"
Kenapa begitu sulit melakukan hal ini? sialan.
" Hentikan semua ini, sudah cukup " ujar Leticia
" Kenapa? apa aku melakukan kesalahan lagi? kau tidak suka dengan caraku meminta maaf?" tanya Alexander sedih
" Iya aku tidak suka " jawab Leticia jujur
Ini benar-benar membuatku kesal. Ya ampun.
" Lalu aku harus bagaimana agar kau memaafkan ku?" tanya Alexander
Kenapa dia bisa sepolos ini? apa dia benar-benar tidak mengerti maksudku?
__ADS_1
Leticia tersenyum dan kedua tangannya memegang pipi Alexander. Wanita itu menatapnya dengan penuh perasaan.
" Ternyata kau benar-benar tidak mengerti maksud ku ya. Aku pikir kau berpura-pura hehe.. aku pikir raja tiran psikopat yang hebat dan kuat itu tidak bisa sepolos ini."
" sebenarnya apa yang mau kau katakan? " tanya Alexander
" Kau tidak perlu melakukan hal yang tidak kau sukai hanya untuk mendapatkan maaf dariku. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri dan melakukan hal yang biasanya kau lakukan. Caramu meminta maaf ini, aku tidak suka " terang Leticia
" Bukankah kau pernah bilang padaku sebelum nya, kau suka pada pria yang lembut, perhatian dan romantis. Di kehidupan saat ini, aku sedang berusaha seperti itu untuk dirimu " kata Alexander
" Ya aku memang pernah bilang begitu, tapi itu sebelum aku jatuh cinta padamu. Saat itu aku tidak tau apa itu cinta, seperti apa yang orang yang akan kucintai, setelah melihatmu aku sadar kalau cinta itu tidak seperti apa yang kuinginkan tapi cinta itu adalah seperti apa yang ku butuhkan. Dan aku butuh dirimu, melengkapi hidupku "
Deg
Deg
Deg
Sudah sekian lama jantungku tidak merasa seperti ini, kenapa sekarang begini lagi? rasanya jantungku seperti sedang loncat loncat. Aku harus menemui tabib lagi setelah ini.
Wajah pria itu memerah, untuk pertama kalinya Leticia merasa kalau Alexander sangat imut. Ia berharap kalau kata-kata nya itu bisa membuat pria itu berdebar.
" Sudah hentikan! jangan bicara tentang cinta lagi ! di dalam sini, rasanya sudah mau meledak !" Alexander memegang dadanya dan merasa tidak karuan.
" Apanya yang meledak? apa kau berdebar karena ku?" tanya Leticia sambil tertawa kecil
" Jangan tertawa ! aku sedang terkena serangan yang serius, ini sangat berbahaya. " kata Alexander kebingungan
" Hey, apa ku baik-baik saja? " tanya Leticia yang mulai cemas melihat gelagat Alexander yang kebingungan
" Katakan sekarang, apa kau memaafkan semua kesalahanku? "
" Ya aku memaafkan mu "
" Lalu apa kau akan selalu berada di samping ku selamanya? tidak akan pergi lagi dariku, tidak akan meninggalkan ku apapun yang terjadi?" tanya Alexander sambil menggenggam erat tangan kekasihnya.
" Tentu saja " jawab Leticia bingung
Apa ada yang salah dengan otaknya? kenapa dia tiba-tiba berubah begini? membuat ku cemas saja. Apa ini karena pernyataan cinta ku yang barusan? eh.. masa sih.
" Janji dulu ! katakan dengan jelas !" ujar Alexander tegas
" Apa harus seperti itu?" tanya Leticia
" Katakan sekarang, aku ingin dengar ! cepat !" ujar Alexander
" Aku berjanji tidak akan meninggalkan mu lagi, aku tidak akan pergi darimu sampai kau sendiri yang menyuruhku untuk meninggalkan mu. " kata Leticia serius
Pria itu tersenyum senang dan puas mendengar nya.
" Aku tidak akan pernah menyuruhmu meninggalkan ku, sebaliknya aku akan mengikatmu disisi ku seumur hidup " Alexander menggendong Leticia hingga ke atas.
" KYAA !! apa yang kau lakukan? turunkan aku, Lex !" ujar Leticia terkejut
Pria itu berputar putar dengan gembira sambil menggendong Leticia. Kekasihnya itu terlihat panik dan khawatir akan jatuh.
" Katakan lagi bahwa kau mencintaiku ! ayo bilang !' seru Alexander semangat
" Kau ini kenapa sih seperti anak kecil saja? turunkan aku "
" Bilang dulu, kau cinta aku kan?" tanya Alexander memaksa
" Aku.. Aku mencintaimu " jawab Leticia malu-malu
Tadi saja tanpa ragu dia bilang mencintaiku sekarang dia terlihat malu-malu.
" Aku juga mencintaimu, Chia.." kata cinta yang terucap dari mulut pria itu membuat Leticia bahagia, seakan seluruh dunia jadi milik nya. Bisa kembali lagi ke sisi pria yang ia cintai, dan berpelukan seperti ini, membuatnya amat bahagia.
Ia merasa beruntung karena bisa bersama dengan Alexander lagi.
" Selamat dan terimakasih karena sudah kembali ke dalam kehidupan ku lagi Leticia.."
" Aku juga senang bisa bertemu lagi denganmu " jawab Leticia menatap kekasihnya penuh cinta
Pria itu menurunkan Leticia, wajahnya mulai mendekati wajah wanita itu, kedua tangannya merengkuh kedua pipi Leticia dengan lembut. Leticia terlihat gugup dan memalingkan wajahnya.
Deg
Deg
" Maaf, seperti nya aku lupa. Sebagai pria baik, aku harus meminta izin mu dulu untuk melakukan nya bukan?" tanya Alexander sambil tersenyum manis
" Biasanya juga kau tidak minta izin, kenapa sekarang kau minta izin ?" tanya Leticia heran
" Hey, tidakkah kau merasakan dan tidakkah kau melihat kalau aku sedang berusaha menjadi seperti apa yang kau inginkan? menjadi kekasih yang baik untukmu " kata Alexander
" Benarkah? tapi aku lebih suka dirimu yang agresif seperti sebelumnya, dirimu apa adanya. " Kedua tangan Leticia melingkar di leher pria itu, seakan menjadi sinyal.
" Haa...jadi begitu? baiklah, kalau begitu aku tidak akan sungkan. Aku beritahu ya, aku akan mencium mu sekarang " kata Alexander
" Dengan senang hati " jawab Leticia dengan senyuman manis nya
Kedua bibir mereka bersentuhan, bulan dan bintang yang cerah, ikut melihat kemesraan mereka.
...---****---...
__ADS_1