Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 8 Hati


__ADS_3

Leticia yang dalam posisi terikat tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa memohon pada Alexander untuk membebaskannya.


" Tolong berikan alasan kenapa saya di ikat seperti ini? bukankah yang mulia sendiri yang ingin saya menjadi pelayan? saya tidak mengerti ?" tanya Leticia heran


" Benar juga? sebenarnya apa yang aku lakukan? aku ini marah karena apa?" batin Alexander gusar


" kau diam disitu, jangan kemana-mana " kata Alexander tegas sambil melangkah pergi


" Bagaimana bisa aku pergi kemana-mana? aku diikat seperti ini. Ah aku juga ingin ramyun, aku mau tteokboki " batin Leticia kesal


Leticia terus memanggil manggil Alexander bahkan memaki nya, akan tetapi Raja itu tetap meninggalkan gadis itu di kamar nya.


" Dia itu kenapa sih? apa benar dia punya gangguan mental? yang jelas dia itu benar-benar psikopat. Aku tidak mengerti dia sama sekali, sikapnya yang berubah ubah itu membuat ku bingung ! Ah, aku juga sangat lapar! aku belum hanya makan sedikit tadi pagi" gerutu Leticia kesal


" Kenapa ini semua terjadi pada ku? siapapun tolong aku dari Raja psikopat ini? " batin Leticia mengeluh


Alexander pergi dan keluar dari istana, ia tampak frustasi dan banyak pikiran tidak seperti biasanya dan rupanya Daniel menyadari itu.


" Yang mulia, sebenarnya ada apa dengan anda hari ini?" tanya Daniel cemas


" memangnya aku kenapa ?" tanya Alexander


" Yang mulia, maaf sebelumnya tapi apa alasan yang mulia membiarkan putri Leticia hidup?" tanya Daniel penasaran


" Kenapa? tentu saja untuk menyiksa nya, apa lagi " jawab Alexander dingin


" ini tidak seperti anda yang mulia, ini pertama kali nya anda membiarkan musuh tetap hidup " kata Daniel heran


" Kau mempertanyakan keputusan ku?" tanya Alexander datar


" Mana berani saya begitu yang mulia, saya hanya heran " jawab Daniel


" Tapi saya yakin, kalau yang mulia mulai memiliki perasan padanya. Dan itu yang saya takutkan, semoga saja keyakinan saya itu salah" batin Daniel


" Memangnya ada alasan lain selain itu? dia adalah putri dari orang yang membunuh keluarga ku, tentu saja aku harus memperlakukannya dengan spesial " kata Alexander sambil tersenyum menyeringai


" Baiklah yang mulia " kata Daniel patuh


Entah sejak kapan aku terganggu oleh gadis menyebalkan itu, dan kenapa gadis itu bisa membuatku terganggu? melihatnya diganggu orang lain membuat ku senang tau membuat ku terganggu juga. Ya itu mungkin karena aku ingin yang menganggu nya hanya aku saja.


***


Sementara itu Carol sedang ada di dapur dan berusaha mencari-cari kepala pelayan, dan mencoba meminta tolong pada nya membuka pintu kamar Raja.


" Nyonya Anne, tolong saya! Tuan Putri di kurung oleh yang mulia raja !" tanya Carol memohon


" lalu apa yang harus aku lakukan? kenapa kau malah minta tolong pada ku?" tanya Anne heran


" Karena.. karena yang mulia raja sedang tidak ada dan pasti nyonya Anne punya kunci kamar raja kan? " tanya Carol panik


" Maksud mu aku harus membantu mu melepaskan tuan Putri itu? " tanya Anne sambil menghela nafas


" Iya, tolong yang mulia. Tolong !" seru Carol


" Sebenarnya aku tidak tega melihat mu seperti ini, tapi aku tidak membantu mu karena aku masih mau hidup. Saat ini aku hanya bisa bilang kalau kau harus tenang, karena putri itu akan baik baik saja,yang mulia raja tidak akan membunuh nya " terang Anne menenangkan


" saya tau, tapi bagaimana kalau yang mulia raja berbuat sesuatu pada putri? saya takut putri kenapa napa " kata Carol sambil menangis


" Maaf, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak punya kunci kamar yang mulia karena kunci kamarnya hanya yang mulia Raja yang memegangnya " kata Anne merasa bersalah


Anne dan beberapa pelayan lainnya di istana Fostiarus mulai merasa kasihan dengan Leticia dan Carol. Mungkin karena kebaikan Leticia dan mereka mengenal Leticia sebagai tuan Putri yang baik hati dan tidak sombong. Padahal baru 2 hari mereka di tawan oleh Alexander tapi sudah membuat para pelayan iba pada mereka. Meskipun begitu para pelayan tak bisa menolong apapun, karena kekuasaan raja.


Darren dan Moore menyamar menjadi pengawal istana dan masuk ke dalam istana, mereka mencari keberadaan Leticia.


" Yang mulia, tindakan kita ini sangat berbahaya. Kita harus segera kembali " kata Moore berbisik


" Kita tidak akan pergi sebelum aku melihat Leticia dan mengetahui kabarnya. Tenang saja Moore, aku sudah tau hari ini Raja Alexander sedang keluar dari istana. " kata Darren tegas


" Yang mulia anda kan bisa menyuruh saya saja yang kemari, kenapa anda membahayakan diri anda dengan datang kemari?" tanya Moore cemas


" Moore.. kau tau kan betapa penting nya Leticia untuk ku, jadi aku harus memastikan dengan mata kepala ku sendiri kalau dia baik baik saja dan benar-benar masih hidup. Jadi jangan protes lagi !" seru Darren


" Saya tau yang mulia, tapi saya hanya cemas dengan yang mulia. Bagaimana jika yang mulia raja tau kalau anda datang menyelinap kemari?" tanya Moore cemas


" Dia tidak akan tau kalau tidak ada yang memberitahu nya. " jawab Darren santai


Moore melihat Carol yang sedang berjalan di lorong, ia mengenali nya.


" Yang mulia, bukan kah dia adalah pelayan tuan Putri?" tanya Moore sambil menunjuk ke arah Carol


" Ah iya, benar. Berarti Leticia benar-benar ada disini " kata Darren senang

__ADS_1


Darren dan Moore menghampiri Carol yang habis menangis. Carol sangat terkejut karena melihat Darren dan Moore ada disana. Mereka pun berbicara di tempat yang sepi.


" Yang mulia pangeran ? dan tuan Moore? kenapa kalian bisa ada disini? berbahaya! kalian tidak boleh berada disini !" seru Carol


" Tenanglah Carol, kami kesini menyelinap secara dia diam. Aku ingin tau kabar Leticia, apa dia baik baik saja?" tanya Darren


" Saya tidak tau keadaan yang mulia putri, yang mulia Raja mengurung nya .. " jawab Carol sedih


" Apa? dimana dia ?" tanya Darren cemas


" Dia ada di kamar yang mulia Raja " jawab Carol


" Moore, ayo kesana !" seru Darren semangat


" Yang mulia ! jangan !" kata Carol dan Moore bersamaan


" Aku harus menemuinya ! dia pasti sangat menderita !" seru Darren cemas


" jika yang mulia Raja tau, pasti nanti tuan putri akan di siksa lagi olehnya. " kata Carol


Moore kaget melihat Daniel dan Alexander dari kejauhan dan menuju ke istana.


" Yang mulia kita harus segera pergi " ujar Moore


" Tapi.. "


" yang penting kita sudah tau keadaan tuan putri kan? jadi kita akan menolongnya nanti. Sekarang kita harus menyelamatkan diri kita dulu agar bisa menyelamatkan putri " terang Moore membujuk


" Aku tidak bisa membantah perkataan Moore, memang benar kalau aku harus menyelamatkan diri kami dulu. Aku ingin sekali membebaskan Leticia dari sini, tapi aku tidak bisa bertarung melawan nya. Kekuatan ku dan kekuatannya terlampau jauh. " batin Darren


" Baik, Carol kau tolong jaga tuan putri Leticia baik baik. Sampaikan padanya, kalau aku akan menemuinya " kata Darren cepat


" Leticia, tunggu aku " batin Darren sedih


" Baik yang mulia pangeran " kata Carol


Darren dan Moore berhasil kabur dari istana Fostiarus dengan susah payah.


***


Malam itu..


Alexander langsung pergi ke kamarnya begitu sampai di istana, ia melihat Leticia masih berada dalam keadaan terikat.


" Rupanya kau masih ada tenaga untuk marah-marah, padahal tadi siang kau menangis " kata Alexander


" Siapa yang menangis? aku tidak akan menangis karena raja psikopat tidak punya hati seperti mu " kata Leticia kesal


" Hati? untuk apa punya hati? hati itu hanya bagian tubuh manusia yang gunanya melemahkan pikiran dan logika seseorang, untuk bertindak tidak rasional. Untuk apa aku punya hati?" kata Alexander sinis


" Benar, kenapa juga aku bicara dengan orang yang tidak punya hati? menurutmu apa definisi hati seperti itu? menurutmu kenapa tuhan menciptakan hati untuk manusia? agar seseorang bisa berperikemanusiaan, memberi cinta dan menerima cinta " terang Leticia


" Jangan menceramahi ku, bahkan kau tidak lebih dari seorang putri pembunuh. Apa ayah mu punya hati? dia tidak punya, dia membunuh keluarga ku dengan keji. Aku heran kenapa anak nya menggurui ku tentang hati dan cinta apalah itu. Omong kosong " kata Alexander meremehkan


" mungkin di mata mu, ayah ku adalah seorang pembunuh. Tapi di mata ku ayah ku adalah seseorang ayah yang baik dan aku percaya pada ayah ku kalau dia tidak melakukan itu,dia tidak akan membunuh !" seru Leticia tak percaya


" Keras kepala sekali, aku sendiri yang melihat ayah mu membunuh keluargaku " kata Alexander sambil menatap Leticia penuh kemarahan


" Dari tatapan matanya, dia seperti nya tidak berbohong. Tapi, aku tidak percaya kalau ayah melakukan itu. Ayah adalah orang yang lembut dan sangat perhatian. Dia tidak mungkin.." batin Leticia sedih


" karena itu kau harus hidup dan melayani ku seumur hidupmu untuk membayar dosa dosanya " kata Alexander dingin


" Sekarang aku tau alasannya psikopat ini membiarkan ku hidup. Dia ingin menyiksa ku sampai mati. Awas saja aku akan mengelabui mu dan berusaha kabur dari sini. Aku harus sabar dulu untuk sekarang " ucap Leticia dalam hatinya


" Baiklah, aku akan melunasi dosa dosa ayahku. Aku akan melayani mu sebagai pelayan mu, mari kita buat kontrak?" tanya Leticia menawarkan


" Ha.. kontrak? kau pikir dosa dosa ayahmu bisa lunas dengan kontrak?" Alexander tersenyum sinis


" lagi lagi dia menunjukkan tatapan membunuh seperti itu " batin Leticia takut


" kalau begitu izinkan saya melayani yang mulia, lepaskan saya dulu " kata Leticia lembut


" Gadis ini tiba-tiba bersikap lembut dan menurut ? " batin Alexander heran


Alexander melepaskan ikatan Leticia hanya dengan mengerakkan tangannya dan cahaya merah yang keluar dari tangan nya.


" Woah.. sejak aku datang ke dunia ini, aku melihat kak Derrick dan ayah menggunakan sihir mereka. Apa semua orang di dunia ini bisa sihir? ataukah hanya orang-orang tertentu saja? bagaimana pun juga raja psikopat ini memiliki kekuatan sihir terkuat? tidak mudah mengalahkan nya " batin Leticia sambil melihat Alexander


" Apa yang kau pikirkan?" tanya Alexander sinis


" Saya hanya berfikir bagaimana agar aku bisa melayani yang mulia dengan baik " jawab Leticia sambil tersenyum lebar

__ADS_1


" dia pikir aku bisa tertipu dengan senyuman palsu nya? bodoh " batin Alexander


" Pergi dan bawakan aku makanan, aku sangat lapar " kata Alexander tegas


" Baiklah. Tunggu disini sebentar ya " kata Leticia ramah


" Kau yang masak sendiri makanannya !" seru Alexander mengingatkan


" Baiklah yang mulia " kata Leticia


Leticia keluar dari kamar raja dengan perasaan lega, Carol sangat senang melihat Leticia sudah dibebaskan. Leticia pergi ke dapur dan di sambut oleh beberapa pelayan.


" putri apa anda baik baik saja?" tanya Pelayan 1


" Tidak apa apa kok, kalian jangan panggil aku tuan Putri. Sekarang aku adalah teman kalian juga, panggil saja nama ku Leticia " kata Leticia ramah


Anne kagum melihat Leticia yang bisa mengambil hati para pelayan dan membuat nya berada di pihaknya karena Leticia adalah gadis yang ceria dan baik hati. Namun, ada 2 pelayan yang sangat tidak menyukainya di istana itu.


Leticia memasak di dapur dengan semangat.


" wah aku tidak tau kalau Leticia bisa memasak " kata Rita kagum


" aku kira tuan Putri tidak bisa memasak " kata Mira heran


" Tuan putri saya memang berbeda, dia bisa memasak dan pintar dalam segala hal " kata Carol bangga


" kalian pasti akan ketagihan kalau mencoba masakan ku ini, tunggu ya akan segera selesai " kata Leticia sambil meletakan kimchi yang ia masak di mangkuk


" Orang orang di dunia ini tidak tahu kimchi kan? makanya mereka menganggap ini masakan yang aneh, apa aku bisa menjualnya di dunia ini? aku kan tidak punya uang" batin Leticia


Leticia sudah menyiapkan makanan untuk dibawa kepada Alexander. Para pelayan yang memakan masakan Leticia merasa kagum dan memuji masakan yang di buat oleh Leticia.


***


Leticia membawa makanan itu ke kamar Raja.


" makanan sudah datang yang mulia " kata Leticia sopan


" Ya "


Leticia meletakkan makanan itu di meja dan melangkah pergi.


" tunggu, kau mau kemana?" tanya Raja


" Saya akan pergi ke dapur " jawab Leticia


" Diam disini, siapa tau kau menaruh racun di makanan ku " kata Alexander sinis


" Kau tidak akan keracunan, karena kau sendiri adalah racun " cuma Leticia


" Apa kau bilang?" tanya Alexander dengan mata tajam


" Saya bilang, cepat makan nya keburu dingin " kata Leticia sambil bersikap manis


" Haa.. " Alexander tersenyum tipis lalu meraih mangkuk nya dan melihat dengan heran


" Makanan apa ini? " tanya Alexander


" makanan ini adalah kimchi. Coba saja dulu, ini pasti enak. Ah, dan ini tidak beracun " kata Leticia


Alexander mencoba makanan yang dibuat oleh Leticia dan memuji masakan nya itu di dalam hati.


" Tidak buruk " komen Alexander sambil memakan kimchi nya


" Bilang saja enak huh " gerutu Leticia dalam hatinya


Leticia yang kelelahan hari itu tak sengaja tertidur di sofa kamar Raja.


" Hey ! aku sudah selesai makan.." ujar Alexander sambil melihat Leticia tertidur di sofa.


" Dia malah tidur" batin Alexander


Raja itu mendekati Leticia yang tertidur pulas, tangannya membelai rambut gadis itu yang indah dan lembut.


" Dia sangat tenang saat tertidur, tapi ketika bangun dia seperti kucing liar, dia cantik" gumam Alexander pelan sambil tersenyum tipis


" Apa yang aku lakukan? aku bilang dia cantik? aku sudah gila !" Batin Alexander panik


Tanpa raja itu sadari, Leticia membuka mata nya dan tersenyum ke arah Alexander.


" Ternyata anda bisa tersenyum seperti itu juga ya yang mulia " kata Leticia

__ADS_1


...---****---...


__ADS_2