Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 16 Vivian si jahat


__ADS_3

Raja tiran itu sungguh serius dengan kata-kata nya, ia tidak menyiksa Leticia seperti biasa nya. Malahan sikapnya sangat baik pada Leticia, meskipun terkadang kasar dan dingin. Pria itu tidak menjadikan Leticia pelayan lagi, melainkan hanya menemani nya tidur dan memasak untuk nya.


Leticia semakin terkejut karena demi dirinya, orang orang yang membawa Leticia dan Carol rumah bordil, semuanya di hukum. Wanita itu bingung dengan sikap Alexander padanya, seakan akan ia penting untuknya.


" Yang mulia, kenapa anda selalu menyuruh saya menemani anda tidur? Apa anda tidak bisa tidur sendiri?" tanya Leticia heran


" Apa aku harus menjelaskannya?" tanya Alexander


" Ya sudah kalau anda tidak mau bilang, saya tidak akan memaksa " jawab Leticia ketus


" Apa kau marah?" tanya Alexander


" Kenapa saya harus marah? akhir akhir yang mulia baik pada saya, saya tidak ada alasan untuk marah "


" Akhir akhir si Raja psikopat ini sangat aneh, dia tidak merencanakan hal yang besar kan?" batin Leticia berfikir


" Aku hanya ingin kau tidak kabur, makanya aku bersikap baik padamu. Semoga kau mengerti tanpa aku jelaskan " batin Alexander


Raja itu senang melihat Leticia memakai kalung pemberiannya, dan tersenyum. Raja berbaring dan bersiap siap untuk tidur, Leticia duduk di pinggir ranjangnya.


" Kenapa kau ada disitu?" tanya Alexander


" Memangnya saya harus dimana?"


" kau tidak akan tidur ?"


" tentu saja tidur, tapi setelah yang mulia tidur. Saya akan pergi ke kamar saya "


" Tidak bisa, tidur lah disini "


" Apa?!! tidak bisa begitu, orang orang akan bergosip yang tidak tidak lagi tentang saya "


" Mana berani mereka seperti itu, kan ada aku "


" Saya ini hanya tawanan, mana berani saya tidur di kamar raja "


" Kau sudah tidur denganku 2 kali, apa yang masalah dengan itu?"


" A..Apa?! " Leticia malu mal


" Kau tau aku tidak akan menyentuh mu. Jadi tidurlah di samping ku. Atau mau ku goreng garing pelayan mu si Carol itu?"


Pada akhirnya ancaman tentang Carol selalu berhasil membuat Leticia menuruti semua keinginan Alexander. Mereka tidur berdampingan seperti suami istri, dan itu membuat Leticia canggung, ia tidak bisa tidur melihat ada pria yang tidur di sampingnya.


" Tenang lah, aku tidak akan melakukan apapun. Hanya tidur saja " kata Alexander santai


" Yang mulia boleh saya bertanya?" kata Leticia tiba-tiba


" Apa?!


" Apa benar yang mulia selalu tidur 1 jam sehari?" tanya Leticia penasaran


" Siapa yang memberitahu mu? pasti si Daniel "


" Jadi itu benar ya. Dan jika tidur di dekat ku anda bisa tidur lebih nyenyak, apa benar begitu?" tanya Leticia


" Iya benar " jawab Alexander singkat


Entah kenapa Alexander merasa nyaman saat di dekat Leticia, jantungnya yang berdegup kencang mulai terkendali saat pria itu memeluk wanita itu. Seakan akan sentuhan itu menjadi obat untuk jantungnya yang selalu berdegup kencang tanpa alasan, bahkan saat ia ingin beristirahat ia selalu mencari Leticia yang seperti obat tidur untuk nya.


Jika saja tidak ada pembatas yang menghalangi mereka, apa mereka bisa berhubungan baik? apa mereka bisa bersama sama ? jika saja tidak ada kebencian dan dendam yang terselip dihadapan mereka, apakah dua insan itu akan menyadari bahwa mereka sudah merasakan kenyamanan satu sama lain? sayangnya, mereka berdua tidak peka terhadap hal itu. Mereka masih berfikir bahwa ada kebencian di antara mereka, dan itu tidak bisa hilang begitu saja meskipun mereka sangat dekat sekarang.


Benar saja, Alexander bisa tidur nyenyak saat bersama Leticia. Wanita itu bangun lebih dulu untuk menyiapkan sarapan pagi, ia pergi ke dapur lalu membawa makanan dan melihat ada Daniel dan Vivian terlihat sedang mengobrol.


" Maaf nona Vivian, tapi anda tidak bisa bertemu yang mulia sekarang. " kata Daniel


" Beraninya kau hanya seorang pengawal saja melarang ku menemui yang mulia?!!" Vivian marah


" Tapi yang mulia sedang beristirahat " kata Daniel


" Kenapa sih dia selalu berusaha menggoda yang mulia? menyebalkan sekali, padahal sudah jelas yang mulia tidak suka padanya " batin Daniel sebal


Vivian hendak menampar Daniel, tapi Leticia menahan tangan Vivian dan menepisnya.


" Kau ! beraninya kau ?!!"


" Wanita jalang ini lagi " batin Vivian kesal


" Maaf, tapi anda tidak boleh kasar dengan tuan Daniel..Dia sudah mengatakan kebenaran nya bahwa yang mulia sedang beristirahat " kata Leticia tegas

__ADS_1


" Terakhir kali wanita ini menampar ku, apa dia punya kebencian padaku? tapi kenapa?" batin Leticia kesal


" Hanya seorang tawanan saja berani bertindak seperti nyonya rumah, apa para pelayan di istana ini semuanya tidak sopan seperti mu?" tanya Vivian sinis


" Tuan Daniel, lebih baik kita pergi saja " kata Leticia pada Daniel dan mengabaikan Vivian


" Kau mau kemana? aku belum selesai bicara?!!" Vivian menarik tangan Leticia dengan kasar. Tak sengaja sup panas yang di bawanya untuk Raja ,tumpah ke tangan Vivian.


" Akhh panas !!" Vivian kesakitan


" Pelayan kurang ajar !" Vivian kesal


Vivian menyuruh kepala pelayan Anne menghukum Leticia atas kesalahan nya yang menumpahkan sup ke tangan Vivian.


" Tapi saya tidak sengaja ! nyonya Anne, jangan dengar kan nona ini !" Leticia membantah


" Kalau tidak mau di hukum, kau harus minta maaf padaku?! berlutut di kakiku dan cium kaki ku " Vivian angkuh


" Anda jangan keterlaluan ya, saya tidak akan minta maaf karena bukan saya yang salah " kata Leticia bersikeras


Vivian mengambil cambuk dan malah menghukum Anne sebagai gantinya. Sementara itu Daniel bergegas menemui Raja untuk menghentikan


Cepret


Cepret


" Akhh ! " Anne kesakitan


" Kau sudah gila ya? kenapa kau mencambuk nyonya Anne ?!" kata Leticia dengan kemarahan


" Kalau begitu apa kau mau minta maaf?" tanya Vivian sambil tersenyum sinis


Daripada memilih minta maaf pada wanita angkuh itu, Leticia memilih dirinya di cambuk oleh Vivian.


Vivian dengan senang hati mencambuk Leticia, badan Leticia di ikat oleh beberapa pelayan di sana, dan ia tak bisa melawan. Carol hanya bisa menangis melihat Leticia di cambuk seperti itu oleh Vivian, karena Ginny dan Jean menahan Carol untuk menolong tuan putrinya itu.


Cepret


Cepret


" Ahh !!


" Tuan putri !! tidak !" teriak Carol


" Nona Vivian,hentikan !" teriak Anne yang kasihan melihat Leticia di hukum cambuk


Berulang kali suara rintihan Leticia terdengar saat Vivian melayangkan cambukan nya ke punggung wanita itu. Leticia tampak kesakitan, dan Vivian terlihat puas.


" Siapa suruh kau menggoda Raja? rasakan akibat nya " batin Vivian senang


KLING


Semua pelayan di sana kaget melihat kehadiran raja dengan penuh kemarahan. Mereka semua berlutut di depan raja. Leticia merasakan seluruh tubuhnya sakit dan tidak bertenaga, ia melihat Raja ada di depannya.


" Yang mulia raja ! tolong putri .." kata Carol sedih


Alexander mencekik Vivian di hadapan semua orang dengan penuh kemarahan. Para pelayan lain membantu Leticia melepaskan tali yang mengikatnya.


" Kau ! benar benar tidak tertolong lagi !" seru Alexander marah


" Urghh .. Hm.. yang..mu..lia le..lepaskan saya.. sakit .."


" Tau sekarang rasanya sakit?" tanya Alexander dingin


Vivian di lepaskan karena ada ayahnya Marques Randell yang menolongnya. Raja memperingatkan mereka berdua agar tidak berkeliaran di istana nya tanpa seizin nya, Alexander juga mengingatkan semua orang di istana untuk memperlakukan Leticia dengan baik.


Setelah kejadian itu para pelayan yang tadinya berbuat tidak baik dan selalu menindas Leticia, sadar diri dan ketakutan karena Raja benar benar memberi perhatian khusus pada Leticia. Para pelayan di istana itu pun berbuat baik pada Leticia dan menjadi ramah padanya dan Carol.


***


Carol mengobati luka di punggung Leticia, dan ia menangis melihat punggung Leticia yang terluka.


" Carol, kenapa kau menangis lagi?" tanya Leticia heran


" Putri pasti kesakitan ya? yang mulia tidak pernah mengalami hal ini, kenapa sekarang yang mulia harus mengalami hal ini? hiks "


" Aku yang merasa sakit, kenapa kau yang baper ? " tanya Leticia heran


" Baper itu apa yang mulia?" tanya Carol polos

__ADS_1


" Aku lupa kalau di dunia ini tidak ada kata kata seperti itu " gumam Leticia


" Yang mulia kenapa selalu mengatakan kata kata yang tidak saya mengerti ?" tanya Carol heran


" Sudahlah, lupakan saja. Aku hanya bicara ngawur kok. " kata Leticia agar mengakhiri semuanya


" Oh ya, yang mulia mungkinkah yang mulia raja mempunyai perasan pada yang mulia?" tanya Carol


" Kita sudah membahasnya, tidak mungkin " jawab Leticia


" Dia sampai menghukum nona Vivian hanya demi yang mulia, para pelayan yang lain bahkan ketakutan karena yang mulia raja dan mereka bersikap baik pada kita " kata Carol senang


" Kau sesenang itu ya?"


" Tentu saja tuan putri, saya akan senang kalau selalu bersama tuan putri. Saya juga senang kita bisa bertahan hidup sampai saat ini, yang mulia Raja bahkan membiarkan kita hidup "


" Benar juga, untuk apa dia membiarkan kami hidup? bukankah kak Derrick juga tidak tau ada dimana, kenapa dia masih menahan ku disini?" tanya Leticia dalam hatinya


Carol mengatakan bahwa ia dengar dari pelayan, kalau Vivian mengincar posisi ratu dan ia sangat menyukai Alexander. Mungkin rasa tidak suka nya pada Leticia karena ia cemburu.


" jadi si wanita jahat itu cemburu padaku?" tanya Leticia tak percaya


" Saya dengar sih dari pelayan lain " jawab Carol


" Memang si raja Psikopat itu pandai membuat masalah "


" Apa kau bilang? aku membuat masalah?" tanya Alexander yang sudah ada di depan pintu kamarnya.


Leticia kaget karena ia setengah telanjang ( sedang di obati luka di punggungnya ).


" Apa yang kau lakukan disini?" tanya Leticia sambil menutupi tubuhnya dengan selimut


" Ya..yang mulia Raja " kata Carol gugup


" Mau apa dia kesini tiba tiba? apa dia melihat semuanya? tidak !" batin Leticia panik


" Aku tidak lihat apa apa, lagi pula tidak ada yang bisa dilihat dari dada yang datar itu " kata Alexander cuek


" Apa?!! itu artinya anda melihatnya?!!" teriak Leticia kesal


" Ehem.. aku kesini untuk memberimu salep penghilang bekas luka " kata Alexander


" kenapa dia baik sekali?" batin Leticia dan Carol bingung


" Maksud ku.. aku tidak ingin obat tidur ku sakit, kalau dia sakit tidak ada yang membantuku tidur lagi. Jadi, cepat sembuh "


Leticia dan Carol terpana saat Raja Alexander mengatakan itu.


***


.


.


.


Seorang pria misterius memakai topeng sedang ada di sebuah rumah sederhana.


" Kau sudah datang Will?"


" iya yang mulia, saya ingin melaporkan sesuatu "


" jadi kau sudah dapat sesuatu?"


" Iya, ini mungkin adalah salah satu kelemahan Raja Alexander "


" Oh benarkah? apakah raja yang kuat dan hebat sejagad raya itu memiliki kelemahan? jangan bercanda kau ?"


" Jika yang mulia tidak percaya, bagaimana kalau kita mengujinya. " jawab Will yakin


" Jadi apa kelemahannya itu?"


" Dia adalah seorang tawanan dari Brilla, putri Leticia Castarica Ruthcell. "


" Tidak mungkin kelemahan nya adalah wanita?" kata pria bertopeng itu tak percaya


" Saya dengar rumornya raja Alexander sangat perhatian pada putri itu, kenapa kita tidak mencoba mengujinya saja yang mulia ?" tanya Will


" Baiklah, mari kita uji dia .." pria misterius itu tersenyum menyeringai

__ADS_1


...---***--...


__ADS_2