
Wanita itu melepas pelukan Darren, meskipun ia tau Darren menangis sedih untuk nya. Hatinya tidak bisa menerima pria lain lagi untuk menyentuhnya, kecuali Alexander.
Terlihat kekecewaan di wajah Darren. Dan terlihat rasa bersalah di wajah Leticia.
Kau bahkan tidak mau menyentuhku, ternyata aku ditolak lagi.
" Yang mulia, maafkan saya. Saya harus pergi sekarang, karena saya harus kembali bekerja di dapur "
" Aku sudah menyuruh mu agar tidak bekerja, kenapa kau malah bekerja?" Darren mengernyitkan dahinya, ia keheranan.
" Saya tidak bisa tinggal gratis disini, setidaknya saya harus membantu pekerjaan disini. Baginda Raja dan pangeran kan sudah berbaik hati menampung saya dan kakak disini " Wanita itu tersenyum.
" Ah ya, yang mulia. Anda sebaiknya segera menemui tuan Moore. Beliau sedang mencari anda dan terlihat kebingungan "
" Iya, aku akan menemuinya nanti. Tisha..terimakasih"
" Untuk apa?"
" Sup dan teh madu nya, sangat enak " jawab Darren
" Kalau yang mulia mau, saya dan dayang lain bisa menyiapkan nya. Datang saja ke dapur istana "
" Baiklah " Darren tersenyum pahit
" Ngomong-ngomong kakak kemana ya? tidak mungkin kan kalau kakak tidak pulang semalaman " batin Leticia cemas
🍂🍂🍂
Di tempat lain,
Derrick berlari tersaruk saruk dan berusaha keluar dari hutan. Beberapa orang terus mengejar nya. Pria ini berusaha menahan darah yang ada ditangannya.
" Sial, mereka bisa menemukan ku dengan cepat pasti karena darah ku yang terus bercucuran. Aku harus keluar dari hutan ini secepatnya, kebebasan sedang menanti untuk ku dan Tisha.. Uh..." Derrick kehabisan banyak darah, ia tak kuat berjalan lagi.
Tak lama kemudian seorang pria bertudung hitam datang dan memapahnya. Derrick tak sempat bertanya siapa pria itu, karena pria itu langsung membawa Derrick bersembunyi ke sebuah rumah di atas pohon.
5 orang pria yang mengejar Derrick, berada tepat di bahwa rumah pohon itu.
" Dimana pria itu?"
" Dia pasti belum jauh, apa dia keluar dari hutan?"
" Kita harus menemukan nya dan membunuhnya ! cepat cari dia ! orang yang sudah mengusik dan mencuri kelompok lembah hitam tidak boleh hidup !" teriak si pemimpin
" Baik !"
Drap
Drap
Drap
Orang-orang itu berlari cukup jauh. Derrick menghela napas panjang merasa lega. Wajah pria itu pucat, benar saja dia seperti nya kehilangan banyak darah.
Orang yang dikiranya pria itu akhirnya membuka tudungnya, dan terlihat rambut panjang berwarna hitam, wajahnya cantik. Derrick kaget, karena orang itu adalah seorang perempuan. Zayana, itulah nama orang yang menolongnya. Zayana mengobati luka di tangan Derrick.
" katakan padaku, kenapa kau bisa sampai berhubungan dengan orang-orang dari lembah hitam?" tanya Zayana tajam
" Aku hanya menjalankan tugas " jawab Derrick
" Apapun urusan mu, tidak baik terlibat dengan orang orang dari lembah hitam. Bukankah kau hampir mati?" tanya Zayana heran
" Iya itu memang benar, aku hampir mati. Tapi tidak jadi kan? karena ada dirimu yang menyelamatkan ku " kata Derrick santai
" Haa.. " Zayana tersenyum tipis
Cantik juga, gadis ini ..
" Kau tidak punya seribu nyawa, jadi kau harus berhati-hati " kata Zayana mengingatkan
Zayana terkejut saat melihat Derrick mengulurkan tangannya.
" Aku Derrick, dan kau?"
Rupanya dia mengajak kenalan
Zayana berjabatan tangan dengan Derrick, sambil tersenyum ramah.
" Kau bisa panggil aku Zay " jawab Zayana
" Terimakasih sudah menolongku, Zay. Tapi, aku harus segera pergi " kata Derrick sambil
" Kenapa buru-buru sekali?luka mu bahkan belum pulih " tanya Zayana heran
" Aku harus cepat pergi untuk membebaskan adikku " jawab Derrick
" Apa adikmu di tawan oleh seseorang? apa dia Raja tiran dari Fostiarus?" tanya Zayana dengan penuh amarah
Kenapa arah pembicaraan nya jadi kepada Raja Alexander? apa mungkin wanita ini memiliki dendam padanya?
Tap
Tap
Tap
__ADS_1
Tak lama kemudian seorang pria menghampiri Zayana dan memanggilnya tuan putri. Derrick kaget mendengar nya, dan ia tau bahwa mungkin Zayana adalah salah satu putri dari kerajaan besar yang sudah ditaklukkan oleh Alexander.
" Maafkan saya nona, saya harus segera pergi" kata Derrick pamit
" Baiklah tuan Derrick "
" Apa kita bisa bertemu lagi?"
" Kenapa kita harus bertemu lagi?" tanya Zayana bingung
" Karena saya tidak suka berhutang " jawab Derrick sambil tersenyum
" Alasan yang bagus untuk menggoda seorang wanita " Zayana tersenyum tipis
" Wah.. ternyata nona bisa menebak apa tujuan ku " Derrick tersenyum
" kau bisa mencari ku lagi di hutan ini. Dan jika sudah takdir, maka kita akan bertemu lagi "
Perkataan Zayana seakan menjadi sinyal untuk Derrick untuk maju ke depan. Derrick yang selama ini selalu menolak wanita, dan tidak pernah tertarik pada siapapun sejak menjadi putra mahkota. Tidak menyangka bahwa hatinya akan tergerak oleh seorang Zayana.
Zayana memberikan seekor kuda untuk menemani perjalanan Derrick kembali ke Ilios.
Derrick menunggangi kuda itu dengan semangat, ia ingin segera menemui Leticia.
Tisha, kita akan bebas. Kita akan segera hidup bebas dari neraka itu. Tunggulah kakak.. kakak akan segera pulang..
🍂🍂🍂
Sementara itu, Leticia dan Carol pergi ke pusat kota Ilios. Mereka diberi tugas oleh kepala Dayang untuk membeli beberapa bahan makanan. Mereka dipercaya melakukan pekerjaan itu karena perhitungan Leticia ketika berbelanja sangatlah akurat, bahkan kepala dayang di istana Ilios memujinya.
Kedua wanita itu berjalan di keramaian, hari itu pasar lebih ramai dari biasanya. Setelah mendengar dari beberapa orang yang lalu lalang, bahwa pada malam hari nya akan di adakan pesta kembang api. Leticia teringat saat melihat kembang api bersama Alexander saat kencan pertama mereka.
" Nona kenapa anda melamun?" tanya Carol heran melihat Leticia yang melamun dan senyum-senyum sendiri.
" Tidak apa, hehe " Leticia nyengir
" Jadi nona tidak mau ikut melihat kembang api malam ini?" tanya Carol
" Tentu saja !!" Leticia semangat
" Apa nona akan mengajak Baginda Raja Alexander juga?" tanya Carol
" tentu saja ! dia kan kekasihku, aku juga belum pernah berjalan dalam keramaian seperti ini dengannya " jawab Leticia
Carol hanya tersenyum menanggapinya. Ia terlihat senang melihat Leticia bahagia. Wanita itu bersemangat saat melihat ke toko perhiasan. Ia ingin membeli barang couple untuk nya dan Alexander. Tapi, ia tidak punya uang lagi untuk membelinya.
Huu.. mungkin nanti saja.
Leticia berbalik dan mengurungkan niatnya membeli barang couple itu. Ia tergoda oleh satu cincin yang indah dan hanya melihatnya saja. Ia teringat pada Alexander lagi.
Carol bertanya-tanya saat melihat Leticia yang memandangi toko perhiasan. Tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang mengikuti Leticia dan Carol selama mereka di pasar. Gustaf yang kebetulan disana, melihat pria yang mencurigakan itu.
Siapa pria itu? kenapa pria itu terus mengikuti nya? kenapa juga aku disini dan mengikuti nya? Benar juga, aku kesini karena penasaran. Aku berniat menculiknya, kenapa aku bisa lupa tujuanku kemari? oh ya, sebelum itu aku harus singkirkan pria yang membuntuti nya itu ..
SRAT
Moore terkejut melihat Gustaf yang sudah ada dibelakang nya dan memegang pedang ditangannya.
" Kenapa kau mengikuti nya?" Gustaf mengangkat pedangnya kepada Moore yang mengikuti Leticia dan Carol
Siapa pria ini?
" Apa tuan adalah teman nona Leticia dan Carol?" tanya Moore
" Memangnya apa urusanmu? aku tanya kenapa kau mengikuti mereka??!" tanya Gustaf yang masih mengangkat pedangnya
" Tenanglah dulu tuan. Saya bukan orang jahat, saya di perintahkan untuk menjaga nona Leticia dan Carol, dari kejauhan "
Gustaf menatap curiga ke arah Moore dan pandangan pria itu masih tajam. Namun, melihat Moore yang tidak melawan, ia berfikir bahwa pria di depannya itu tidak berbahaya dan menurunkan pedangnya.
" Katakan kau siapa? kenapa kau mengikuti kedua gadis itu diam-diam?" tanya Gustaf tajam
Aura pria ini, kenapa aku merasa ketakutan hanya dengan melihatnya? dia seperti seseorang yang pernah ku temui sebelumnya.
Moore yang ketakutan melihat tatapan Gustaf, mengatakan bahwa ia mengikuti Leticia dan Carol karena diperintahkan oleh Darren untuk menjaga keselamatan mereka berdua, terutama Leticia.
" Apa hubungan pangeran mu dengan mantan tuan putri itu sampai dia memerintahkan mu untuk melindungi nya?" tanya Gustaf penasaran
" maafkan saya tuan, saya tidak bisa menjawabnya. " kata Moore sambil tersenyum
" Sudah bisa ku tebak, apa itu masalah asmara? benar kan? " tanya Gustaf sambil tersenyum tipis. Moore tidak bisa menjawab nya, ia melihat ke arah Leticia dan Carol yang masih berbelanja bahan-bahan makanan.
Hebat juga dia bisa membuat pria tampan seperti pangeran Darren jatuh cinta padanya. Ah.. aku lupa kalau dia juga bisa menaklukkan keponakan ku si iblis itu. Dia punya banyak kstaria pelindung. Membuatku ingin ikut bersaing saja.
Gustaf menyeringai seperti mendapatkan sebuah tantangan yang menarik. Ia berencana akan menculik Leticia di festival Ilios.
🌷🌷🌷
Sesampainya di istana Ilios, Leticia langsung mencari-cari keberadaan kakak nya. Ia bertanya pada Harold kemana kakak nya pergi, tapi pria itu menjawab ia tidak tau. Gadis itu sangat mencemaskan kakak nya, hatinya tidak tenang
Lalu ada informasi dari pengawal pribadi raja Cedric, bahwa Derrick akan pulang larut malam karena sedang menjalankan tugas dari Raja Cedric. Leticia merasa curiga dengan pekerjaan kakak nya itu.
Akhirnya ia menghubungi Alexander lewat kalungnya, dan ingin memberitahu tentang festival di pusat kota Ilios.
" Apa kalung ini berbohong? katanya aku bisa memanggil nya. Atau dia sedang sibuk dan tidak bisa datang? " gumam wanita itu kebingungan
__ADS_1
GREP
" Kyaa !!"
Leticia berteriak dan memukul orang yang tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
BUG
BUG
" Hey ! sakit ! " Alexander cemberut sambil memegang tangannya yang habis dipukuli oleh Leticia.
" Lex? itu kau?"
" Ya, aku datang dengan cepat kan?"
Wanita itu memperhatikan baju yang dikenakan kekasihnya dari atas sampai ke bawah. Seperti nya Alexander benar-benar sibuk, karena bajunya saja sampai lusuh begitu. Leticia merasa bersalah karena ia memanggil nya di saat yang tidak tepat.
" Maafkan aku, aku memanggilmu secara mendadak " wanita itu mengatupkan atupkan tangannya di dada
" Jangan minta maaf seperti itu, aku juga memang ingin bertemu denganmu. Aku senang kau memanggilku "
Dia terlihat lelah, seperti nya dia benar-benar sibuk. Apa aku bisa mengajaknya ke festival nanti malam?
" Ada apa? kau memanggilku pasti ada alasannya kan?" tanya Alexander
Leticia tersenyum di depan kekasihnya itu. Ia mengajak Alexander untuk makan cemilan dulu bersamanya. Mereka berada di dekat hutan yang ada Ilios.
" Kau terlihat lelah, apa urusan desa Winterne masih belum selesai?" tanya Leticia
" Ya, belum sepenuhnya. Tapi, ini bukan hal yang perlu di khawatir kan lagi. Tinggal menangkap pelakunya saja "
" Oh begitu, syukurlah. Tapi, kalau mereka tertangkap kau akan melakukan apa pada mereka?" tanya Leticia penasaran
" Menyiksanya, mengulitinya, menguburnya hidup hidup, ah itu tidak cukup. Seperti nya aku harus membunuhnya dan memotong-motong tubuhnya " kata Alexander sambil tersenyum licik
" Ingat yang aku katakan tentang membunuh ! "
Astaga, lihatlah mode psikopat nya itu datang lagi. Dasar psikopat yang tampan.
" Haha.. tenang saja, aku tetap pada janjiku dan tidak akan membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Tapi, seperti nya mereka harus ku bunuh karena sudah membuat rakyat di wilayah kekuasaan ku dalam bahaya dan kehilangan kehidupan mereka " Alexander serius
" Benar juga, kali ini aku setuju denganmu. Jadi bunuh saja mereka " kata Leticia sambil menyuapi Alexander dengan kue yang di pegang nya.
" Baiklah, jangan bahas itu lagi. Apa tujuan mu memanggilku kemari?" tanya Alexander
" Aku.. aku rindu padamu " jawab Leticia
" Aku yakin bukan hanya itu "
" Kau seperti paranormal saja yang tau segalanya. Ini sebenarnya tentang Festival malam ini " wanita itu menunduk malu-malu
" Jadi? apa?"
" Bisakah malam ini kau melihat festival denganku?" tanya Leticia ragu-ragu. " Jika kau tidak bisa, aku bisa pergi dengan kakak dan Carol kok "
Sebenarnya malam ini aku ada urusan dengan para penjarah itu. Tapi ini pertama kalinya dia mengajak ku jalan bersama.
Alexander terlihat berfikir, wanita itu menyimpulkan sendiri bahwa Alexander sangat sibuk dan tidak bisa menemaninya.
" Aku bisa, tapi aku datang agak malam. Tidak apa kan?" tanya Alexander
" Kalau kau sibuk, kau tidak usah memaksa kan diri. "
" Aku bisa, aku akan datang ! hanya sedikit terlambat ! jadi kau tunggu saja !" seru Alexander yang berteriak
Kalau aku tidak pergi ke festival bersamanya Bisa-bisa si pangeran lemah itu mencari kesempatan lagi untuk berduaan dengan Chia. Aku tidak boleh memberinya celah, walaupun aku sangat sibuk, aku harusnya bisa menemaninya dan menjaganya.
" Kenapa kau marah? aku tidak akan maksa kok !" Leticia mengira bahwa kekasihnya itu marah
" Aku tidak marah. Pokoknya aku akan datang, sebelum aku datang kau tidak boleh pergi dengan siapapun. Apalagi pangeran lemah itu! paham? " Alexander mengingatkan
" Baiklah baiklah, aku akan menunggumu..Di pusat kota Ilios" jawab Leticia patuh
" Karena mungkin akan berbahaya kalau kau sendirian disana, aku akan mengirim Daniel dulu untuk menjagamu "
" Ya, baiklah "
Sebelum Alexander pergi, Leticia memeluk pria itu dengan hangat.
" Tenaga ku rasanya sudah terisi kembali. Terimakasih "
" kau juga sudah mengisi tenaga ku. Semangat Lex " Leticia tersenyum dan mengisyaratkan dengan tangannya bahwa ia mencintai Alexander.
Alexander tidak tahu isyarat jari yang diperlihatkan Leticia, ia bertanya pada gadis itu tapi ia tak mau jawab sampai malam festival.
Wush..
Alexander menghilang menggunakan sihir teleportasi nya yang biasanya selalu ia lakukan. Leticia merasakan ada seseorang yang memperhatikan nya. Tapi, ia melihat tidak ada siapapun di jalan sepi itu.
" Ini berita bagus untuk tuan putri "
" Tidak disangka, ternyata Raja kejam seperti iblis itu bisa memiliki seseorang yang ia cintai "
" Kita punya kesempatan balas dendam "
__ADS_1
...---***---...