Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 99. Raja Baru


__ADS_3

Hai Readers ! udah baca jangan lupa jempolnya ya, komen juga boleh kok ❤️😘😊


🍂🍂🍂


.


.


Kenapa hatiku sakit? rasanya seperti habis tertusuk benda tajam, dan benda tajam itu menancap di hatiku. Melihat tatapan nya yang penuh kebencian padaku, dan sekarang dia rela terluka untuk musuhku? apakah benar aku tidak punya kesempatan untuk berada di hatinya? kenapa aku harus selalu kalah darinya? padahal sekarang aku lebih kuat dan dia bukan apa-apa. Orang orang selalu bilang kalau cinta itu indah dan manis, tapi kenapa cinta yang aku rasakan itu rasanya pahit? dan kenapa malah menyakitkan?


Gustaf sedang berada di dalam kebingungan dan kegalauan. Ia mengepalkan tangannya, dan terlihat sedih melihat Leticia rela terluka untuk Alexander.


" Hentikan Leticia ! kumohon !" teriak Gustaf sambil menatap iba pada gadis itu.


Hentikan, semua ini. Hatiku sakit melihatmu terluka dan peduli padanya.


" Tidak, aku tidak akan berhenti sebelum kau melepaskan nya " kata Leticia tegas


Ini memang menyakitkan, tubuhku serasa terbakar. Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus menolong Alexander. Dengan cara ini pasti bisa, aku yakin pasti Gustaf masih punya hati !


" Chia, jangan keras kepala ! jangan lukai dirimu demi diriku !" seru Alexander panik, ia tak bisa berbuat apa-apa karena kekuatan nya satu-satu nya sudah disegel oleh Gustaf.


Sial, aku tidak bisa berbuat apa-apa.


" Kau sudah menyelamatkan hidupku dengan mempertaruhkan kekuatan mu, sekarang giliran ku. " Leticia menatap Alexander dengan penuh cinta, cahaya dari kurungan sihir itu melukai dirinya.


Deg, Alexander kaget mendengar kata-kata Leticia. Apa wanita itu sudah tau tentang salah satu kristalnya yang ia berikan pada Gloria? ataukah ia sudah tau kalau salah satu kekuatan nya menghilang?


" Aku sudah tau semuanya, Lex " Leticia tersenyum pahit


Ya, Leticia sudah tau semua itu dari seorang nenek tua yang ia kira pengemis. Dan ia memberinya makan. Nenek itu yang tak lain adalah Gloria, mengatakan rahasia bahwa Alexander menyerahkan salah satu kristal elemen nya yang berharga untuk membawa kembali kekasihnya yang tiada dan kembali ke dunia lain. Awalnya wanita itu tak mengerti apa arti kristal elemen, tapi setelah Gloria menjelaskan semuanya, ia pun mengerti.


Pengorbanan sebesar itu yang berkaitan nyawanya sendiri, mana mungkin Leticia akan mengabaikan Alexander saat ia berada di dalam kesusahan? setengah hidupnya sudah jadi milik Raja tiran itu. Ia semakin kagum dan mencintai orang yang sudah menjadi suaminya. Saat mendengar cerita Gloria tentang Alexander, ia menangis terharu dan sedih.


*****


.


.


Sementara itu..


Daniel ,sir Carl, Jerome dan Jack sudah ditangkap dan di ikat oleh prajurit Gustaf yang lain. Mereka melihat semua yang terjadi di sana.


" Gustaf ! bawa dia dengan sihirmu !" ujar Alexander yang sedih melihat Leticia menahan sakitnya, ia juga melihat luka bakar di tangan Leticia.


Akhirnya aku meminta kepada musuhku untuk menolong istriku. Sungguh ironis sekali. Harga diri pria itu terluka, tapi mau bagaimana lagi? ini demi Leticia.


Orang-orang terpercaya Alexander merasa sedih melihat drama di depan mereka itu. Rasanya mereka ingin menolong Alexander keluar dari kurungan itu dan menyatukan kembali Alexander dan Leticia.


Tidak tahan lagi melihat Leticia menahan rasa sakitnya, Gustaf menggunakan sihirnya untuk membuat Leticia menghampiri nya. Wanita itu melayang dan jatuh ke pelukan Gustaf.


Alexander terlihat cemburu, tapi ia lega melihat istrinya selamat.


GREP


" Lepaskan aku !! kau benar-benar keterlaluan!' seru Leticia.


" Hentikan semua ini, kau menyakitiku !" seru Gustaf sambil menatap Leticia dengan sedih dan penuh perasaan.


Kenapa? kenapa kau mencintai nya sedalam itu? sampai kau merelakan nyawa mu sendiri untuknya? kenapa selalu saja Alexander yang mendapatkan semua kebahagiaan?. batin Gustaf sedih dan marah


Kenapa dia memandangku dengan wajah sedih begitu? bukankah harusnya dia senang melihat ku terluka? dia bilang aku menyakiti nya?


Setelah itu Gustaf mengikat tubuh Leticia dengan ikatan sihir, dan membuat wanita itu tak bisa bergerak bebas.


" hey ! lepaskan aku orang gila !"


" kau diam saja disitu, aku ada urusan dengan suamimu. Will, jaga dia !" seru Gustaf pada Will


" siap yang mulia " jawab Will patuh


Gustaf berjalan mendekati Alexander yang terlihat pucat dan lemah. Ia membawa selembar kertas kehadapan Raja tiran itu. Namun, apa artinya kertas itu?


" Kau mau apa HAH? lepaskan istriku !" teriak Alexander murka


" Aku ingin perjanjian dengan darah. "


Gustaf menunjukkan surat itu kehadapan Alexander. Raja Fostiarus itu membacanya, inti dari yang tertulis di selembar kertas itu adalah pemindahan kekuasaan kepada Gustaf dan keturunan nya kelak sebagai penguasa kerajaan Fostiarus selamanya.


" Aku akan melakukan nya, tapi aku mempunyai syarat "


" Haa.. kau masih berani mengajukan syarat denganku walau sudah kalah dariku? benar-benar ya ." Gustaf tersenyum meremehkan keponakan nya itu.

__ADS_1


" Aku tidak kalah, aku selalu menang darimu " Alexander tersenyum percaya diri seolah mengejek Gustaf yang meremehkan nya


" Apa? kau ini bicara apa? kau tidak lihat faktanya, aku sekarang menang !" seru Gustaf


" Bodoh, apa yang kau sebut menang itu sebenarnya tidak benar. Kau mendapatkan kerajaan ini, tapi kau tidak bisa mendapatkan wanita yang kau cintai, itu sama saja kau kalah " Alexander tersenyum


Rupanya Alexander sudah menyadari kalau Gustaf memiliki perasaan pada istrinya. Ia juga yakin bahwa Gustaf tidak akan bisa mendapatkan hati Leticia. Jadi, pria itu merasa menang.


" Kau ! sudah kalah saja masih berani bicara. Cepat sebutkan syarat mu !" seru Gustaf kesal


" Syarat ku adalah, pertama orang-orang yang bekerja di kerajaan ini harus tetap bekerja di kerajaan ini. Kedua, lepaskan para anak buah ku "


" Baik " Gustaf setuju dengan kedua syarat dari Alexander


" Yang terakhir, kirim Leticia kembali ke kerajaan Brilla "


Akan lebih aman kalau Leticia berada di tempat kakak nya. Sementara aku disini akan berusaha memulihkan kekuatan ku.


" Syarat mu yang terakhir aku tidak setuju !"


" Kau harus setuju " ujar Alexander kesal


" Dia harus tinggal bersamaku di istana ini "


" Lalu apa setelah ini kau akan membunuhku? " tanya Alexander menebak


" Tidak, tidak sekarang. Kau masih berguna " Gustaf tersenyum sinis


" Apa yang mau kau lakukan sebenarnya?" tanya Alexander bingung yang tak bisa menebak isi pikiran Gustaf.


" Seharusnya kau langsung tanda tangani saja, tanpa mengajukan syarat padaku. Kalau begitu.. Alex, kau lihat ini !"


Pria itu menggunakan sihir nya untuk menyakiti Alexander. Gustaf ingin membakar pria itu hidup-hidup.


Mendengar suara rintihan kesakitan dari suaminya, Leticia merasa sedih dan takut. Dari kejauhan ia berbicara pada Gustaf.


" ARGHHHH .. Arghh...sialan kau Gustaf " gerutu Alexander kesakitan


" Le-lepaskan dia ! pangeran Gustaf lepaskan dia ! " teriak Leticia sambil menangis


Alex, dia kesakitan.


" Kau ingin aku melepaskan dia?" tanya Gustaf


" Aku akan dapat apa kalau aku melepaskan nya?" tanya Gustaf sambil menekan lagi Alexander dengan sihirnya


" AahHH " teriakan Alexander yang menyakitkan itu sampai terdengar ke penjara yang ada di istana.


" Yang mulia !" teriak Daniel, sir Carl dan para pengikut setia Alexander. Mereka panik.


" Akan kulakukan apapun, asal kau melepaskan nya " kata Leticia akhirnya


" Benarkah? lalu bisakah kau tinggal disini bersamaku? " tanya Gustaf


" Iya baiklah, tapi lepaskan dia. Kumohon, biarkan dia hidup "


Gustaf melemah melihat tatapan Leticia yang tidak berdaya dan wajahnya yang penuh air mata. Dalam hatinya ia tidak ingin melihat Leticia menangis, tapi ia meyakini bahwa ini satu satunya cara agar Leticia tetap disisi nya.


Akhirnya perjanjian darah dilakukan oleh Alexander. Kini Alexander bukanlah Raja Fostiarus lagi, tapi Gustaf lah yang menjadi Raja nya. Semua pengikut Gustaf dan pengikut Alexander memberikan penghormatan kepada Raja baru mereka.


" Hidup yang mulia Raja Gustaf ! Hidup !! "


Mendengar sorak-sorai itu, Gustaf dan pengikutnya terlihat senang. Tapi tidak dengan Leticia dan Alexander yang hatinya terluka karena mungkin mereka harus terpisah.


Sakit hati menyiksa itulah yang mereka rasakan, padahal harusnya mereka menikmati hari-hari bahagia mereka sebagai pengantin baru. Baru sehari mereka menikah,dan mereka malah harus mengalami hal semacam ini.


****


Pagi pun hampir tiba, setelah Leticia berjanji akan tinggal disisi Gustaf untuk keselamatan Alexander. Gustaf pun meminta wanita itu untuk beristirahat karena ia tidak tidur semalaman karena drama yang ia buat.


" Tolong jangan sentuh saya, dan sebelum saya ikut dengan anda ,biarkan saya berbicara dengan suami saya. Berdua saja " kata Leticia yang tak mau melihat Gustaf sama sekali.


Dia masih saja tidak mau menatapku dan bersikap dingin padaku. Tidak apa, perlahan-lahan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku hanya perlu bersabar, waktu akan mengubah segalanya.


" Baiklah, aku tunggu di luar " kata Gustaf dengan nada yang lembut


" Tenang saja yang mulia, saya tidak akan kabur " kata Leticia sinis


Bahkan sekarang dia berbicara formal padaku.


Raja Gustaf dan para pasukan nya berjalan keluar dari menara gelap itu, meninggalkan Leticia dan Alexander berdua di ruangan itu.


Tak lama setelah Raja baru itu pergi, Leticia menghampiri Alexander yang terlihat lemah dan tak berdaya. Tubuhnya penuh luka. Leticia menangis melihatnya, hatinya sakit melihat suami nya terluka parah. Belum lagi ini pertama kali nya ia melihat Alexander terluka.

__ADS_1


" Wajahmu sangat pucat, apa itu sangat sakit? " tanya Leticia cemas. Tangannya bergerak ingin memegang pria itu.


" Jangan diteruskan lagi, jika kau melewati pelindung ini kau akan terluka. Pergi dan obati luka di tangan mu " Alexander memalingkan wajahnya dari istrinya


Apa dia marah padaku? karena aku mengambil pilihan untuk tinggal di istana bersama si gila itu?


" Maafkan aku, maafkan aku.. hiks "


" Kenapa kau menangis? dan kenapa kau meminta maaf?!" tanya Alexander dengan nada bicara nya yang mulai meninggi


" Aku minta maaf, dalam pikiranku aku hanya ingin menyelamatkan mu. Makanya aku melakukan ini, tapi aku janji padamu meskipun aku berada di dekatnya, aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam, aku akan menjaga jarak dengannya, aku juga tidak akan bersikap baik di depannya, aku juga..


" HENTIKAN! sudah cukup jangan bicara lagi " Alexander memotong perkataan istrinya


" Jadi benar ya? kau marah padaku?" tanya Leticia sedih


" Bodoh, aku memang marah padamu karena kau melakukan sesuatu tanpa persetujuan ku lebih dulu. Tapi apa kau harus minta maaf padaku untuk menyelamatkan hidupku? bukankah seharusnya aku berterimakasih padamu. Kau tidak harus minta maaf, justru aku yang harusnya begitu " pria itu tak bisa menyembunyikan betapa sakit hati, dan putus asa dirinya. Yang diselimuti rasa malu.


" Bagaimana bisa aku diam saja melihatmu kesakitan dan tersiksa seperti itu? sekalipun aku harus berada disisi nya walau aku tidak suka, demi dirimu aku sanggup melakukan apapun " kata Leticia


Aku harus bagaimana? aku benar-benar malu, aku tidak bisa berbuat apa-apa saat kau berkorban demi diriku. Kenapa hubungan kita selalu saja mengalami hambatan? apa benar kita ditakdirkan bersama?. batin Alexander


" Leticia aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf. Kau harus melihat sisi lemah ku yang seperti ini. Sekarang aku tidak bisa melindungi mu, kau juga tidak perlu berkorban untuk ku, jadi kau bisa pergi kemanapun kau mau. Tinggalkan aku "


Deg, perkataan Alexander yang tanpa pikir panjang itu membuat hati Leticia terhenyak. Matanya langsung melotot, wajahnya kaget, ia menggigit bibirnya karena gemas.


" Apa maksudmu? bagaimana bisa aku meninggalkan mu? kau adalah suamiku, bagian dari hidupku. Kenapa dengan mudahnya kau berkata seperti itu? apa kau sungguh mencintai ku?!" tanya Leticia dengan amarahnya di yang meledak


" Tentu saja aku mencintaimu! aku hanya .."


" Seperti nya hanya aku yang mencintaimu " Leticia kecewa


" Tidak, bukan begitu "


" Jika kau mencintaiku, kau tidak akan membiarkan ku pergi dan berkata seperti itu dengan mudahnya. Kau tidak memikirkan perasaan ku "


Wanita itu memegang dadanya sambil menangis seolah sakit hati dengan perkataan suaminya


" Leticia ! aku hanya ingin kau selamat, aku tidak butuh pengorbanan mu, aku bisa melindungi diriku sendiri. Jadi kau pergi lah dan selamatkan dirimu sendiri, pergilah ke Brilla dan temui kakak mu. " Alexander menjelaskan dengan singkat


" Apa kau memang orang yang seperti ini? apa kau benar-benar mengerti cinta? baik, akan ku jelaskan! Cinta itu bukan hanya perasaan milik satu orang saja, keduanya sudah menyatu dan terikat, terlebih lagi kita sudah menikah. Jika kau terluka, aku akan terluka, jika kau senang aku juga akan senang. Suka duka harus dilewati bersama, kita harus berbagi. Dan dalam cinta tidak ada kata terimakasih atau maaf, tidak ada yang namanya pengorbanan, karena semua nya tulus tanpa pamrih. Apa yang aku lakukan ini bukanlah pengorbanan, tapi rasa cinta ku padamu Alex. " terang Leticia


Mata mereka bertemu dan saling bertatapan. Alexander tersenyum, ia seperti nya mengerti apa yang dijelaskan oleh Leticia. Sekali lagi ia meminta maaf karena tidak memikirkan perasaan Leticia.


Pria itu mengatakan bahwa ia sudah tidak punya kekuatan maupun kekuasaan lagi, ia merasa tak percaya diri lagi untuk bersama dengan Leticia. Alexander meminta Leticia untuk berhenti menangis, ia ingin mengusap air mata itu dengan tangannya. Tapi, sayangnya mereka terhalang oleh pembatas.


Wanita itu tersenyum dan berkata " Yang aku cinta itu bukan kekuatan dan kekuasaan mu, tapi hatimu. Kau pikir aku akan meninggalkan mu hanya karena kau tidak punya kekuatan dan kekuasaan ? kau salah besar "


Pria itu begitu terharu mendengar kata-kata istrinya, ia ingin sekali memeluknya dan mencium nya seperti biasa. Ia ingin kekuatan nya segera kembali.


Leticia menyuruh suaminya untuk bertahan dulu dan percaya padanya, karena ia akan melakukan segala cara untuk membebaskan Alexander. Ia akan meminta bantuan Derrick dan Zayana juga.


" Jangan meminta bantuan kakak mu "


" Eh? kenapa?"


" Aku terlalu malu untuk meminta bantuan nya, aku banyak salah padanya " kata Alexander


" Benar juga ya, pasti kau malu karena kau menghancurkan istana Brilla sebelumnya, kau bahkan pernah membuat adiknya mengalami kematian, lalu kemarin prajurit di istana Brilla mati karena mu, dan yang terakhir kau menikahi adiknya tanpa izin " kata Leticia dengan wajah polos nya


" Astaga, apa itu adalah daftar dosaku? banyak sekali, dan seperti nya berat-berat semua. Kakak mu tidak akan mau membantuku, yang ada kakak mu pasti akan mengirim ku langsung ke neraka " kata Alexander


" Aku yakin dia pasti akan membantu. Kau sudah menjadi adik iparnya kan. Pokoknya dengan cara apapun aku akan mengeluarkan mu dari sini " Leticia tersenyum percaya diri


" Aku sangat beruntung, kau terlahir ke dunia ini. Dan kau mau menjadi istriku " kata Alexander


" Aku juga beruntung karena menemukan mu diantara jutaan umat manusia di muka bumi ini " Leticia tersenyum


Setelah perbincangan mereka selesai, Leticia berpamitan pada Alexander. Ia berjanji akan sering-sering datang mengunjungi nya. Alexander dengan senyuman pahitnya, sangat mengharapkan itu.


" Apa kau sudah selesai? " tanya Gustaf sambil membuka pintunya


" Ya sudah " jawab Leticia


" Gustaf, kalau kau menyakiti nya atau menyentuhnya seujung kuku pun. Aku tidak akan membiarkan mu " kata Alexander mengancam


" Memangnya kau bisa apa dari dalam sana?" tanya Gustaf meremehkan


Dengan sengaja Gustaf memegang tangan Leticia, Alexander cemburu melihatnya. Dalam hatinya ingin sekali ia memukul paman nya itu.


Untunglah Leticia menepis tangannya, ia juga memberikan tatapan sinis pada Gustaf.


...--***---...

__ADS_1


__ADS_2