
Darren dan Leticia saling menatap satu sama lain dengan penuh kerinduan.
Alexander bisa merasakan ada sesuatu diantara mereka berdua.
" Ada apa dengan mereka? kenapa mereka saling menatap seperti itu? apa mereka saling kenal?" batin Alexander penasaran
" Ini memalukan, pangeran Darren ada disini Dan aku sedang duduk dipangkuan raja psikopat ini " batin Leticia sedih
" Apa yang terjadi pada mu Leticia? kenapa kau bisa berada di pangkuan nya? apa benar raja itu menyiksa mu? " batin Darren sedih
Menyadari adiknya terus menatap Leticia, Raja Cedric menyuruh adiknya untuk berhenti menatap Leticia karena Raja Alexander terlihat tidak suka melihatnya. Diam-diam Darren memperlihatkan ketidaksukaan nya pada Raja Alexander.
Saat perjamuan para raja, akan dimulai Leticia meminta izin untuk pergi dari aula kerajaan itu.
" Yang mulia, tolong izinkan saya pergi dari sini. " kata Leticia berbisik
" kenapa? apa kau tidak nyaman berada disini? atau ada yang kau perlukan?" tanya Alexander
" Sudah tau tidak nyaman, kenapa masih tanya. " batin Leticia menahan kesal
" Sa..saya ingin pergi ke kamar mandi " jawab Leticia gagap
" Baik, kau bisa pergi. Tapi dengan Daniel " kata Alexander setuju
" Saya bisa sendiri, tidak usah dengan tuan Daniel " kata Leticia menolak
" Kalau begitu jangan berharap bisa pergi dari sini " kata Alexander tegas
" Baiklah " jawab Leticia setuju
" Sebaiknya aku menurut saja sekarang, agar aku bisa sedikit terbebas darinya " batin Leticia
Gadis itu dibiarkan pergi, tapi dengan Daniel. Sampai di depan toilet..
" Tuan apa kau akan mengikuti ku sampai ke dalam juga?" tanya Leticia
" Maaf, saya akan tunggu disini putri " jawab Daniel sopan
" Dia masih memanggilku putri, meskipun dia tau kalau aku adalah seorang tawanan. Dia cukup sopan tidak seperti psikopat itu " batin Leticia
Leticia masuk ke dalam kamar mandi, beberapa saat kemudian saat ia keluar dari kamar mandi, ia melihat Darren sudah ada di depannya dan Daniel tidak ada disana.
" Pangeran Darren " Leticia menyapa pria itu
Mata pria itu berkaca-kaca melihat Leticia, ia memeluk gadis dihadapannya itu dengan penuh kerinduan.
" Yang mulia pangeran.." lirih Leticia terpana
" Kenapa dia memeluk ku seperti ini dan kenapa aku tidak bisa menolaknya? hatiku sedih.. perasaan apa ini.." batin Leticia heran
" Syukurlah kau masih hidup, syukurlah " kata Darren lega
Leticia mendorong Darren dan celingukan melihat kesana kemari.
" Apa yang pangeran lakukan disini?" tanya Leticia
" Aku kesini untuk membawa mu pergi dari sini " jawab Darren semangat
" Apa yang pangeran katakan? jangan bicara sembarangan nanti ada yang dengar " kata Leticia
" Ayo kita pergi dari sini, aku akan meminta kakakku untuk membawa mu dari sini. Aku tidak bisa melihatmu berada disini " kata Darren cemas
" Tidak bisa, aku tidak bisa pergi denganmu " kata Leticia menolak
" Kenapa? kau takut pada Raja Alexander? atau tidak ingin pergi denganku?" tanya Darren
" Dua duanya. "jawab Leticia
__ADS_1
" Leticia, aku tau kau menderita disini. Aku akan membawamu pergi dari sini " kata Darren sedih melihat luka di tangan Leticia
" Aku baik baik saja, jangan khawatirkan aku. Lebih baik yang mulia pergi dari sini " kata Leticia cuek
" Tisha !" seru Darren sedih
" Jangan lakukan ini, aku tak boleh lemah di depan nya. Dia mencintai Leticia yang asli, bukan aku, jangan biarkan dia terluka dan terlibat masalah ku dengan Raja psikopat itu" batin Leticia sedih
" Pergilah!" seru Leticia tegas
" Kenapa tisha? kenapa kau seperti ini? kau tidak mungkin bahagia disini! jadi ayo ikut aku pulang kita pergi !" seru Darren sambil memegang tangan Leticia
" Pergi? pulang? kemana? aku tidak punya rumah lagi sekarang " tanya Leticia
" Meskipun kerajaan Brilla sudah di kuasai Fostiarus, tapi kau masih ada tempat pulang. Bersamaku, kita pulang ke Ilios .." jawab Darren penuh keyakinan
" Tidak bisa, itu bukan rumahku. " kata Leticia
" Aku sudah pergi terlalu lama, raja psikopat itu tidak akan mencari ku kan?" batin Leticia
Daniel menampakkan dirinya di depan Leticia dan Darren.
" Tuan Putri, kita harus segera pergi. Yang mulia raja akan segera mencari kita " kata Daniel
" Yang mulia pangeran, pergilah! jangan pernah kembali kemari " Leticia tegas
" Tisha.. "
Leticia menepis tangan Darren yang memegang tangannya dan pergi bersama Daniel, meninggalkan Darren yang melihatnya dengan sedih.
" Maafkan aku pangeran Darren, lebih baik kau jangan terlibat dengan ku. Raja psikopat akan mencelakai mu jika dia tau hubungan kita. Lagi pula aku bukan lah orang yang harus kau selamatkan, aku bukan Leticia yang kau maksud." batin Leticia sedih
" kenapa Leticia? kenapa kau seperti ini? apa kau seperti ini karena tidak ingin aku berada dalam bahaya? kalau karena itu, aku akan menempuh bahaya untukmu " batin Darren penuh tekad
Daniel dan Leticia berjalan memasuki aula, namun sebelum mereka memasuki aula, Daniel mengajak Leticia berbincang sedikit.
" Apa maksudmu sebenarnya? memangnya dia peduli aku dekat dengan siapa? " tanya Leticia heran
" Saya tidak pernah melihat yang mulia raja begitu perhatian pada seorang gadis, saya rasa baginda raja mulai mempunyai perasaan pada tuan putri. Meski saya belum yakin seratus persen itu benar atau tidak, tapi saya bisa menilai kalau yang mulia peduli pada tuan putri " terang Daniel
" Raja tiran itu ? peduli pada ku? punya perasaan pada ku? tolong jangan mengada-ada tuan Daniel, mana ada orang yang akan peduli pada putri pembunuh keluarganya " kata Leticia tak percaya
" Saya serius, bahkan hari ini saja, tuan Duke Henry sampai diasingkan ke pelosok negeri dan itu hanya karena baginda raja melihat dia berbicara dengan putri " kata Daniel dengan wajah serius
" Apa? karena ku?" tanya Leticia terpana
" Sebenarnya yang mulia adalah orang yang baik, hanya saja cara menunjukkan kebaikannya itu berbeda dengan orang kebanyakan. Dan akhir-akhir ini berkat putri, baginda raja mulai berubah, saya mohon pada putri jangan membuat yang mulia marah " terang Daniel
" Seperti nya tuan Daniel tidak berbohong, tapi masa iya dia melakukan itu karena dia peduli pada ku? dia kan membenciku?" batin Leticia tak yakin
" Aku tidak yakin dengan ucapan mu itu, mungkin kau tidak berbohong, tapi tetap saja sulit untuk ku percaya " kata Leticia tak percaya
Leticia dan Daniel mengakhiri pembicaraan mereka dan kembali masuk ke aula. Diikuti oleh Darren di belakang mereka. Alexander memberikan isyarat agar Leticia mendekat padanya.
" Mau sampai kapan kau mempermalukan ku raja Psikopat. Daniel, mana katanya orang yang peduli pada ku? apakah begini orang yang peduli itu? " gerutu Leticia dalam hatinya
Gadis itu berjalan ke arah Alexander, namun Darren menghentikannya dengan memegang tangannya dan itu membuat para raja disana terkejut melihatnya. Termasuk Alexander yang terlihat murka langsung berdiri dari tempat nya duduk.
" Apa yang dia lakukan? Oh tidak, ini akan menjadi masalah besar !" batin Leticia panik
" Darren? apa yang dia lakukan? dia terlalu gegabah !" batin Raja Cedric terpana
" Beraninya dia menyentuh gadis itu " batin Alexander marah
" Lepaskan aku yang mulia pangeran !" ujar Leticia
" Tidak mau, aku ingin kau pergi denganku " Darren tegas
__ADS_1
" Apa yang dilakukan pangeran ini? dia membuat yang mulia marah " batin Daniel panik
Alexander menggunakan sihir nya untuk menyerang Darren. Leticia menghadangnya agar Darren tidak dilukai oleh Alexander. Pada akhirnya pria itu berhenti saat Leticia ada di depannya.
" Yang mulia, jangan .." lirih Leticia
" Siapa pria ini? kenapa dia melindunginya?" batin Alexander kesal
Semua orang melihat ke arah mereka bertiga, dan hal itu membuat Leticia tidak nyaman. Darren tidak peduli dan memandangi Alexander dengan tatapan tajam. Raja Cedric langsung menarik adiknya itu untuk menghindari perselisihan.
Setelah perjamuan para raja selesai, Alexander terlihat marah dan menyeret Leticia dengan kasar ke kamarnya.
" sa..kit ! yang mulia anda sudah gila ya?" tanya Leticia sambil merasakan tangannya sakit
" Apa hubunganmu dengan pangeran dari kerajaan Ilios itu?" tanya Alexander sinis
" Apa hubungan saya dengannya, saya rasa itu tidak ada hubungannya dengan yang mulia raja !" seru Leticia tegas
" Oh jadi begitu? kau tidak mau jawab pertanyaan ku? percaya atau tidak aku akan buat dia menghilang dari dunia ini selamanya " kata Alexander mengancam
" Yang mulia ! kenapa Darren harus menghilang dari dunia ini? Apa salahnya?" tanya Leticia kesal
" Darren? kau bahkan memanggilnya seakrab itu?" tanya Alexander marah
" Jika benar dia peduli pada ku seperti yang dikatakan tuan Daniel, maka aku akan coba mengujinya " batin Leticia
" Akh.. " Leticia memegang tangannya sambik pura-pura kesakitan
" Ada apa?" tanya Alexander cemas
" Tangan saya sakit.. " jawab Leticia merintih kesakitan
" Apa karena aku menarik tangan nya dengan kasar jadi dia kesakitan?" batin Alexander
" Aku akan panggil tabib !" seru Alexander cemas
" Apa? kenapa dia melakukan ini? apa benar dia peduli pada ku?" batin Leticia kaget
Raja itu benar-benar memegang tabib untuk memeriksa kondisi Leticia.
" Apa masih terasa sakit?" tanya Tabib sambil memegang tangan Leticia yang terluka karena pedang
" Tidak usah pegang pegang segala ! lakukan tugasmu dengan benar !" seru Alexander marah
" Yang mulia bagaimana saya bisa memeriksa nya kalau yang mulia melarang saya menyentuh putri, saya tidak akan tau dimana sakitnya " kata Tabib bingung
" Pokoknya tidak boleh menyentuh !" seru Alexander kesal
" Ba..baik lah yang mulia Raja " kata Tabib gugup karena takut
" Dia ini benar benar aneh " batin Leticia
***
Raja Cedric berusaha membujuk Darren untuk pulang tapi pangeran itu sangat keras kepala dan bersikukuh ingin membawa Leticia bersama nya.
" Darren kau jangan keras kepala! kita tidak bisa melawannya !" seru Raja Cedric
" Kakak .. aku tidak bisa membiarkan dia berada disini, kakak lihat kan bagaimana Raja jahat itu mempermalukan dirinya di depan semua orang? kakak lihat tangan nya yang terluka ? aku dengar dari para pelayan disana kalau Leticia hampir saja dibunuh oleh Raja tiran itu dengan pedangnya " kata Darren panik
" lalu apa yang mau kau lakukan? membawanya kabur? kau pikir kau bisa? anggaplah kau bisa melakukannya, lalu bagaimana dengan nasib mu dan kerajaan kita? " tanya Raja Cedric
Darren terlihat sedih setelah mendengarnya.
"Seperti nya kau belum mengerti,Darren " kata Raja Cedric sambil menghela napas
Setelah kejadian itu, Leticia yang tangannya masih sakit tidak di izinkan keluar atau pun bekerja seperti pelayan lagi oleh Raja Alexander. Dan hanya diam di kamarnya sendiri, semua pelayan semakin iri padanya karena perlakuan raja pada Leticia. Namun, gadis itu cuek cuek saja walaupun banyak yang membencinya di istana itu. Ia malah memanfaatkan perhatian Raja tiran itu padanya untuk bertahan hidup.
__ADS_1
...--***--...