Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 23 Permintaan pernikahan


__ADS_3

Leticia yakin bahwa Alexander sedang cemburu.


" Yang mulia apa anda cemburu?" tanya Leticia hati hati


" Apa? cemburu? Aku cemburu? kau tidak salah?" tanya Alexander tak percaya


" Yang mulia menyuruh saya agar tidak memikirkan pria lain saat berada di depan mu, dan menyuruhku memikirkan mu saja. Bukan kah itu cemburu?" tanya Leticia polos


" Aku tidak ! mana ada !"


" Mengaku saja lah kalau anda cemburu kalau saya memikirkan orang lain. Karena anda merasa kesepian kan? jadi karena itu saya harus selalu memikirkan anda?" tanya Leticia percaya diri


" A.. APA? omong kosong apa yang kau bicarakan ini?" tanya Alexander tak paham


" Tenang saja, saya akan selalu memikirkan anda mulai sekarang. Yang mulia ada prioritas utama saya saat ini " kata Leticia sambil tersenyum santai


" Aku akan terfokus padamu sekarang,karena aku akan mengubah mu menjadi manusia. Jadi bersiap siaplah " batin Leticia


" Sebenarnya apa yang dipikirkan di kepala nya yang bodoh itu? rasanya aku ingin membedahnya " batin Alexander kesal


" Saya akan kembali ke kamar, jadi jangan cemaskan saya sedang memikirkan siapa. Yang mulia tau kan saya sudah terikat janji dengan yang mulia " kata Leticia yakin


" Haa.. " Alexander menghela napas


" Saya pergi dulu yang mulia, selamat malam " Leticia tersenyum ramah.


" Sudah jelas kalau dia cemburu padaku karena dia bosan.. dia sudah terbiasa bersama denganku. Ya, dia seperti anak kecil yang perhatian nya di rebut oleh anak lain. Anggap saja begitu " batin Leticia


Wanita itu keluar dari kamar raja. Rupanya dia benar benar tidak peka dengan kata cemburu yang dimaksudkan itu, bahwa cemburu dalam artian Raja itu memiliki makna yang berbeda dengan apa yang ia pikirkan.


Namun, apakah sang raja juga menyadari bahwa ia sedang cemburu? apakah ia sadar bahwa rasa posesif nya itu mengarah kepada perasaan yang lain? seperti nya tidak..


Mereka berdua sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sudah ada di dalam hati masing masing...


" Seperti nya bukan kakinya yang sakit tapi otaknya, dia benar-benar tidak peka " gumam Alexander kesal


Tunggu, apa benar aku cemburu? tapi kenapa aku cemburu? hanya karena dia memikirkan pria lain? ini seperti bukan diriku, kalau aku cemburu, lalu apa artinya perasaan ini?


***


Hoaamm..


Matahari menyinari kamar Leticia, sinarnya menembus jendela kamarnya membangunkan wanita itu yang tengah tertidur. Wanita itu terkejut saat ia terbangun, luka luka di kaki nya menghilang begitu saja.


" Eh? bukankah kaki ku masih terluka? kenapa lukanya tiba tiba hilang? tidak ada bekasnya juga !" gumam Leticia kaget


" Mungkin ini keajaiban, ah sudahlah.. aku harus bersiap siap ke dapur dan memasak " gumam gadis itu lagi


Wanita itu berdiri dan melihat ada sinar terang dari balik jendela kamarnya. Tertarik dengan cahaya itu, ia melihat keluar jendela dan terpana melihat halaman belakang penuh dengan bunga matahari.


" woah ... cantik sekali. Sejak kapan banyak bunga matahari disana, perasaan ku..aku hanya menanam 3 bunga matahari.. kenapa jadi banyak?" tanya Leticia senang


TOK TOK TOK


" Siapa ?"


" Ini saya Carol, yang mulia.." jawab Carol


" Masuklah "


KLEK


Carol membungkuk hormat dan ia membawa nampan ke kamarnya. Leticia dan Carol makan bersama.


" Carol, apa kau sudah melihat taman di halaman belakang?" tanya Leticia


" Belum, memang nya apa yang terjadi disana yang mulia?" tanya Carol


" Bunga matahari nya jadi banyak, sekarang jadi seperti taman. Dan kau tau apa lagi yang terjadi? kedua kaki ku tiba tiba sembuh dan tidak meninggalkan bekas luka ! " jawab Leticia antusias


" Benarkah itu yang mulia?" tanya Carol sambil melihat telapak kaki Leticia yang sudah sembuh seperti sedia kala, dan seperti tidak pernah terluka.


" Ternyata benar.. ini sangat aneh ya " kata Carol takjub


" Iya benar, aku juga tidak tau apa yang terjadi kenapa tiba tiba jadi begini " Leticia bingung


***


Pagi itu Alexander sudah marah marah dan mengobrak abrik barang di meja ruang kerjanya setelah membaca sebuah berkas yang membuatnya emosi.


BRAK


BRUK


PRANG


" Yang.. yang mulia Raja, mohon tenangkan diri anda !" kata Daniel mencoba menenangkan


" Padahal aku berharap ini hari yang baik, kenapa harus ada surat surat itu? para bangsawan itu cari mati rupanya ! ingin menurunkan ku dari posisiku? siapa mereka?!! beraninya mereka mengajukan permintaan tidak berguna ini??!!! " Alexander terlihat murka


" Dari dulu yang mulia selalu menolak jika ada bangsawan yang meminta nya menikah, tapi kali ini berbeda. Mereka mempertaruhkan dan mengancam yang mulia dengan jabatannya. Apa yang mulia masih bisa menolak kalau sudah seperti ini? " batin Daniel bingung


" Katakan padaku Daniel ! apa menikah itu penting? apa benar benar penting?!!" tanya Alexander


" Sa..saya harus jawab jujur atau bohong, yang mulia?" tanya Daniel polos


" tentu saja jujur ! dasar bodoh !" ujar Raja itu yang masih marah


" Per..pernikahan memang penting untuk yang mulia. Terlebih lagi yang mulia adalah seorang raja, dan raja membutuhkan seorang pendamping, yaitu Ratu untuk memimpin negeri ini menjadi lebih baik. " Daniel menjelaskan

__ADS_1


" Kalau itu aku tau, dasar bodoh !"


" Kalau tau kenapa masih tanya?" batin Daniel sebal


" Apa aku benar-benar harus menikah untuk menenangkan mereka?" gumam Alexander berfikir


Menikah ya? aku tidak pernah memikirkan kalau aku akan menikah suatu hari nanti. Bagiku pernikahan bukanlah hal yang penting. Aku selalu menutup mata dan telinga ku saat para bangsawan yang menyebalkan itu membicarakan pernikahan denganku. Meskipun itu pernikahan politik, tapi aku tidak berfikir akan menikah dan membangun sebuah keluarga dengan seseorang yang nantinya akan ku panggil istri. Aku tidak pernah berfikir untuk memiliki anak anak seperti keluarga pada umumnya, itu karena aku tidak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak lama, selain itu jika aku memiliki keluarga atau orang yang aku sayangi, itu akan menjadi kelemahan ku sebagai raja.. aku memiliki banyak musuh di luar sana yang menginginkan kematian dan kehancuran ku.. Pernikahan? keluarga? tidak mungkin aku bisa melakukannya...


Haruskah aku menikah? hanya karena permintaan para bangsawan dan tetua di kerajaan Fostiarus ini? Yang jelas permintaan mereka kali ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Mereka mengancam ku dengan tegas dan ini bukan main main..."


" Yang mulia, apa yang harus kita lakukan? kita tak bisa mengabaikan mereka " kata Daniel cemas


" Benar, kita tidak bisa mengabaikan nya. Kita ikuti saja dulu permainan mereka. Adakan rapat di aula siang ini juga !" kata Alexander tegas


" Baik, saya akan mengumumkan nya yang mulia " kata Daniel patuh


" oh ya, sedang apa si kucing kecil itu?"


" Maksud yang mulia, tuan putri?"


" Ya, siapa lagi "


" Tuan putri sedang ada di taman belakang, seperti nya dia senang dengan bunga bunga yang baginda raja tumbuhkan semalam." kata Daniel


" Syukurlah kalau dia senang " batin Alexander senang


" Baguslah, jangan bilang padanya kalau aku yang melakukan nya. " kata Alexander dingin


" Saya mengerti yang mulia " kata Daniel sambil tersenyum


" Yang mulia tersenyum seperti itu, artinya suasana hatinya sudah mulai membaik, bukan?" batin Daniel senang


Alexander berniat pergi ke taman menemui Leticia, namun seorang pelayan tak sengaja menabraknya dan menumpahkan sup panas ke tangannya.


PRANG


" Aish !"


" Yang.. yang mulia Raja.. ampuni nyawa saya " kata Jean sambil berlutut meminta ampun


Leticia mendengar suara keributan itu dan ia menghampiri Alexander dan Jean.


" Kau cari mati ya?" tanya Alexander marah


" Tolong.. ampuni saya yang mulia.. saya tidak sengaja.."


" Celaka, aku pasti akan mati.. yang mulia raja kan tidak suka orang yang ceroboh " batin Jean ketakutan


" Ya ampun, kenapa dia tidak hati hati? meskipun aku tidak suka padanya, demi rasa kemanusiaan.. aku akan menolongnya " batin Leticia


Raja itu sudah siap siap mengeluarkan sihirnya untuk menghukum Jean yang sudah gemetaran ketakutan setengah mati. Di tengah tengah itu, Leticia datang dan memanggil Alexander. Sehingga raja itu kembali ke mode normal nya, dan kemarahannya sedikit mereda.


" Apa?"


" A..ayo kita jalan jalan " Leticia tersenyum lebar


" Ini pertama kalinya dia berinsiatif mengajakku jalan jalan. Kenapa aku merasa senang ya? " batin Alexander heran


" Saya ingin menunjukkan bunga bunga di taman belakang.. ayo yang mulia !" ujar Leticia


" Aku akan pergi denganmu setelah membereskan pelayan bodoh ini " kata Alexander datar


" Tidak yang mulia ! kita harus melihat bunga nya sekarang juga. Ayo !" kata Leticia memasak


" Jean, pergilah.." bisik Leticia pada Jean. Jean mengangguk dan merasa lega karena ia selamat.


" Dia baik sekali..padahal aku selalu jahat padanya " batin Jean merasa bersalah


" Baiklah " jawab Raja itu datar


" Baik sekali dia ingin membantu orang yang pernah mencelakai nya, atau mungkin dia itu bodoh?" batin Raja Alexander heran


Alexander mengikuti Leticia dan melihat bunga bunga matahari yang ada dibelakang istana Fostiarus. Terlihat indah dan sejuk dipandang, Leticia sangat senang melihat keindahan itu.


" Bagaimana? bukankah ini ide bagus untuk menanam bunga matahari disini?" tanya Leticia mengharapkan jawaban yang baik dari Raja itu


" Terserahlah " jawab Alexander dingin


" Dasar tidak punya perasaan, harusnya dia bisa memuji sedikit saja! dasar tiran psikopat dingin " batin Leticia memaki pria yang ada di depannya itu. Tanpa sadar gadis itu memasang ekspresi sebal di depan sang Raja.


" Jangan memaki ku di dalam hatimu, katakan saja langsung di depanku " kata Alexander


" Saya tidak memaki mu. Dan darimana yang mulia tau kalau saya memaki yang mulia di dalam hati?" tanya Leticia sebal


" karena kau tidak pandai berbohong, ekspresi mu selalu terlihat jelas " jawab Alexander


" Oh,apa itu pujian?" tanya Leticia sebal


" Bukan juga, aku malah berfikir kau bodoh " kata Alexander datar


" Apa??!! huuhh.. " Leticia mengepalkan tangannya dengan kesal dan geram


" Bagaimana bisa dia mengejek orang secara terang-terangan begitu?!! dengan muka datarnya lagi?!! ingin rasanya aku memukulnya dengan judo ku ! tapi .. aku harus sabar.. Leticia ayo sabar, kau harus bersikap baik padanya untuk membuat si tiran ini berubah.. sabar...dan tenang.." batin Leticia menenangkan dirinya sendiri


" Terlihat jelas dari wajahnya kalau dia sedang memaki ku di dalam hatinya. Lalu kenapa dia diam saja?" batin Alexander heran


Wanita itu berlarian di antara bunga bunga, Alexander melihatnya dari kejauhan dan tersenyum tipis. Daniel senang melihat ekspresi raja yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


" Ini akan masuk dalam sejarah, yang mulia raja tersenyum hari ini " batin Daniel senang

__ADS_1


" Yang mulia, tuan putri itu ibaratkan seorang tawanan, tapi dia seperti nya sudah terbiasa disini dan menganggap rumah ini seperti rumahnya sendiri. " kata Daniel


" Jadi apa menurutmu dia akan nyaman dan tidak mencoba kabur lagi dariku?" tanya Alexander


" Seperti nya tuan putri sudah merasa nyaman disini.." jawab Daniel


" Begitu kah menurutmu?" tanya Alexander


" Iya yang mulia " jawab Daniel setuju


" Yang mulia, mungkin anda belum menyadari perasaan anda sesungguhnya. Kebencian anda pada tuan putri Leticia sudah memudar karena perasaan lain yaitu CINTA.. semoga cinta itu bisa mengubah anda menjadi orang yang lebih baik, semoga kebencian itu tidak menghalangi perasaan kalian. " batin Daniel berharap


Entah kenapa setiap melihat nya tersenyum senang seperti itu membuat ku tenang. Berada di dekatmu, aku merasa nyaman. Padahal kau adalah anak dari seorang pria yang sudah membunuh keluargaku, tidak seharusnya aku memiliki kenyamanan ini saat bersamamu. Apakah keluargaku di atas sana akan sedih melihat ku merasakan kenyamanan dengan seorang putri pembunuh? Anehnya, kenapa kebencian ku seolah berkurang karena kenyamanan ini. Aku bisa saja melepaskan mu atau membunuhmu tapi tidak bisa aku lakukan. Tanpa sadar, aku malah melindungi mu dan semakin nyaman di dekatmu, aku pun berusaha membuatmu nyaman di dekatku.. Ada apa denganku? ada apa dengan dirimu sebenarnya? apa yang kau milik ki sehingga bisa membuatku menggila seperti ini? dan apa arti perasaan ini?"


" Tuan Daniel ! yang mulia raja ! ayo kesini ! disini udaranya sangat nyaman " Leticia melambaikan tangannya pada Raja Alexander dan Daniel, dengan wajah ceria dan gembira


" Saya datang tuan putri .." kata Daniel semangat


Daniel berlari menghampiri Carol dan Leticia yang sedang berlarian di taman belakang istana itu. Alexander yang cuek, berjalan pelan pelan saja.


Daniel, Carol dan Leticia tampak bercanda gurau dengan santai dan bahagia. Melihat itu Alexander terlihat senang. Dari kejauhan para pelayan juga melihat pemandangan itu, dan mulai berkumpul lebih tepatnya bergosip!


" Kalian lihat itu? putri Brilla itu bisa membuat yang mulia raja menurutinya.." kata pelayan 1 bergosip


" Apa tuan putri akan menjadi ratu masa depan?" tanya pelayan 2


" Apa itu masuk akal? bukankah putri Brilla itu adalah anak dari orang yang membunuh keluarga angkat yang mulia raja?" tanya Laura


" Perkataan mu benar juga Laura, mana mungkin yang mulia raja akan menikah dengan anak musuhnya " kata pelayan 3


" Tapi, melihat yang mulia raja patuh padanya. Mungkinkah yang mulia raja jatuh cinta padanya?" tanya pelayan 2


" Kalau putri Brilla itu menjadi ratu masa depan, aku sih tidak masalah. Dia adalah wanita yang baik kok " kata Rita


" Iya benar, dia selalu membantu kami. Dia tidak sombong, malah dia sangat rendah hati " kata Mira memuji


Para pelayan mengangguk angguk, pertanda bahwa mereka setuju dengan perkataan Mira dan Rita yang memuji Leticia.


Di saat para pelayan sedang bergosip, Nyonya Anne menghampiri mereka.


" Kalian sedang apa disana? kemarilah ! masih banyak pekerjaan !" ujar Anne tegas


" Siap nyonya " kata para pelayan patuh


***


Para bangsawan berkumpul di aula kerajaan, mereka terlihat sedang mengobrol sebelum raja datang ke aula.


" kali ini kita harus menekankan Baginda raja untuk segera menikah !"


" Benar ! kerajaan ini harus mempunyai penerus, kalau tidak kerajaan ini akan diambil alih oleh pangeran Gustaf " kata salah satu bangsawan


" Raja kita memang seorang tirani, tapi dia berhasil memajukan negeri kita. Jangan sampai negeri kita ini jatuh ke tangan pangeran Gustaf, kalau tidak negeri kita akan hancur "


" Yang mulia raja SUDAH TIBA !!" ujar salah satu pengawal di luar pintu aula kerajaan


Kegaduhan itu tiba tiba berubah menjadi keheningan saat Raja Alexander tiba di aula. Para bangsawan itu membungkuk hormat padanya lalu duduk patuh di kursi mereka masing masing.


" Baiklah, aku sudah dengar keluhan kalian tentang pernikahan. Aku juga tidak bisa mengabaikan permintaan itu.. tapi, tolong katakan alasan yang jelas kenapa aku harus menikah?" tanya Alexander tajam


" Saya mewakili semua menteri dan bangsawan yang ada disini. Akan mengatakan alasan yang kuat kenapa yang mulia harus menikah? ini karena.. yang pertama ini adalah kewajiban, keharusan seorang pemimpin negara yang harus memiliki seorang pendamping, kedua, ini demi penerus kerajaan Fostiarus, ketiga, ini adalah alasan yang paling utama.. kami tidak ingin kalau kerajaan ini jatuh ke tangan pangeran Gustaf yang saat ini sedang merencanakan pemberontakan. Pangeran Gustaf menjadikan alasan yang mulia tidak memiliki penerus, untuk menggulingkan kekuasaan yang mulia.." kata Marquez Randell menjelaskan


" Kenapa aku baru teringat paman ku yang bodoh itu sekarang? dia selalu ingin merebut tahta ku, alasan ketiga itu adalah alasan yang paling masuk akal untukku melakukan pernikahan. " batin Alexander berfikir


" Apa yang mulia akan menolak lagi?" batin salah satu bangsawan


" Alasan ini sudah cukup kuat, yang mulia raja tidak akan menolak "


" kenapa Baginda raja diam saja?" batin Marquez Randell heran


" Jadi menurut kalian aku harus bagaimana?" tanya Alexander tajam


" Tentu saja menikah yang mulia !" ujar para bangsawan kompak


" Lalu siapa yang akan menjadi istriku?" tanya Alexander bingung


" Kami sudah menyiapkan kandidat terbaik dari negeri ini maupun dari luar negeri, untuk calon ratu " jawab Duke Varant


" Baiklah, aku setuju " kata Alexander datar


Para bangsawan itu tercengang dengan perkataan Alexander yang mengatakan bahwa ia setuju dengan mudah. Padahal selama ini mereka sulit membuat raja itu setuju tentang pernikahan.


" Yang mulia, anda serius?" tanya Count Miles


" Apa aku terlihat bercanda? haruskah aku menarik kata kataku kembali?" tanya Alexander sinis


" Tidak yang mulia, terimakasih yang mulia !" ujar para bangsawan senang dengan keputusan Alexander.


" Toh ini cuma pernikahan politik, bukan apa-apa. Demi kerajaan ini, aku akan lakukan apapun. Tidak akan kubiarkan kerajaan ini jatuh ke tangan pamanku yang bodoh itu " batin Alexander


***


Berita itu terdengar oleh Leticia yang tak sengaja mendengar para pelayan bergosip tentang pernikahan Raja dan Raja yang akan mencari kandidat ratu.


" Yang mulia raja akan menikah?" gumam Leticia


" kenapa aku malah tidak senang? batin Leticia


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2