
Warning 18+
Bijak dalam membaca ya !
*****
Kencan pertama mereka berakhir saat Leticia membuatkan ramen untuk Alexander.
" Sudah lama aku tidak memakan masakan buatan mu " kata Alexander
" kalau begitu, makanlah mumpung aku ada disini " Leticia tersenyum cerah
SLURP
SLURP
Alexander menyeruput ramen nya dengan semangat dan penuh antusias. Seolah olah ramen adalah makanan terenak di dunia. Leticia senang melihat Alexander yang semangat memakan masakan buatannya.
" Apakah seenak itu?" tanya Leticia
" Auranya berwarna merah pekat, artinya dia sangat menyukainya " batin Leticia senang melihat aura yang menyelimuti tubuh Alexander.
" Iya, ini sangat enak. Kenapa kau tidak makan juga?" tanya Alexander
" Kau saja yang makan, aku sudah bosan makan itu terus. Tapi, kau jangan sering-sering makan ramen ya, tidak baik jika memakannya terlalu sering. Kau bisa sakit perut " kata Leticia mengingatkan
" Bagaimana bisa aku sering-sering makan ramen? kau kan yang selalu membuatkan ku ramen, jadi itu tergantung padamu mau memasak untukku atau tidak.." kata Alexander sambil meminum kuah yang ada didalam mangkuk dalam sekali teguk. Pria itu terlihat sangat kekenyangan.
" Karena kau sudah selesai makan, ayo antar aku pulang. Aku tidak bilang pada kakak ku kalau aku akan kesini " kata Leticia cemas
" Tadinya aku ingin meminta izin pada nya, tapi aku sangat kesal begitu melihatmu bersama si pangeran Ilios itu. " Alexander menggerutu kesal
" Tidak ada apa-apa kok diantara aku dan dia, oh ya.. dia juga akan segera bertunangan, jadi kau tidak usah cemas. " Leticia menenangkan
" benarkah dia mau bertunangan? tapi aku rasa dia masih mengejar mu tuh" Alexander tak percaya, ia makin kesal mengingat Darren yang tadi ingin mencium Leticia.
" Aku senang kau cemburu, tapi jangan berlebihan ya " Leticia tersenyum
" Kalau dia macam-macam padamu kau harus bilang padaku" kata Alexander serius
" ya, aku tau. Karena kau sudah selesai makan, ayo antarkan aku " kata Leticia mengajak
GREP
Alexander memeluk Leticia dengan lembut, pria itu memegang tangan Leticia.
" hiss.. ahh..." Leticia merintih kesakitan
" Ada apa?" tanya Alexander cemas dan melepas pelukannya
Wanita itu melihat tangannya yang terasa sakit, karena luka bakar terkena minyak panas.
" Tanganmu kenapa? kau terluka? kok aku baru sadar ya " Alexander cemas
" Tidak apa-apa,aku tidak hati-hati saat memasak makan malam di istana Ilios. "
" Ini akan meninggalkan bekas, aku akan mengobati mu "
Alexander membuka telapak tangannya, dari situ muncullah cahaya. Ia mengarahkan cahaya itu ke tangan Leticia yang terluka.
SRING
Bekas luka bakar itu langsung hilang seketika setelah cahaya dari tangan Alexander mengobati nya.
" Sudah selesai "
" Hebat, bekas lukanya langsung hilang " Leticia tersenyum dan terkagum-kagum melihat tangannya yang kembali seperti sedia kala.
" Jangan pernah melukai tubuh mu lagi, aku tidak mau kau terluka " kata Alexander cemas
" Aku kan tidak sengaja hehe "
" Tetap saja, aku tidak suka. " Alexander cemberut
" Aku tidak akan terluka karena ada kau dan kak Derrick yang melindungi ku " Leticia tersenyum percaya diri
" Benar, kau tidak akan terluka karena ada aku disisi mu " kata Alexander sambil memeluk lagi kekasih nya itu.
" Aku tidak peduli walaupun suatu saat nanti aku harus terluka atau dalam bahaya karena dirimu. Yang aku tau, mencintai mu itu bukanlah kesalahan.. tapi kebahagiaan. Aku berharap kita berdua akan selalu bersama dalam suka dan duka. Aku percaya padamu.. kau bisa melindungi ku.. " batin Leticia yakin
" Perkataan si pangeran lemah itu ada benarnya juga. Sebagai penguasa dan orang terkuat di dunia ini, aku memiliki banyak musuh yang ingin menjatuhkan ku. Suatu saat nanti, mungkin Leticia akan berada dalam bahaya karena diriku. Tapi, aku yakin dia akan tetap bersamaku, aku percaya padanya. Karena sebelum bahaya itu mendekati nya, aku akan lebih dulu memusnahkan mereka. Gustaf ! seperti nya orang itu harus ku lenyap kan lebih dulu, karena dia sudah tau kalau Leticia adalah orang yang berharga bagiku "
Leticia mendorong pria itu pelan-pelan, dan melepaskan pelukan Alexander. Ia berkata bahwa ia harus segera kembali ke Ilios.
" Padahal aku masih rindu padamu " gumam Alexander sedih
" Aku juga rindu, tapi kau juga banyak pekerjaan kan. Aku juga sibuk.. kita bisa bertemu lagi nanti" kata Leticia membujuk
" Kau bilang kau rindu padaku? kau bahkan tidak memanggilku lewat kalung yang ku berikan, seperti nya hanya aku saja yang rindu padamu " Alexander kesal
__ADS_1
" Maafkan aku, sebenarnya aku juga rindu dan ingin memanggilmu. Tapi, aku berfikir kalung ini hanya digunakan untuk keadaan darurat saja, makanya aku mengurungkan niat ku untuk menghubungi mu " jelas Leticia
" itu tidak benar, itu tidak hanya digunakan saat kau dalam keadaan darurat saja. Kau bisa menggunakannya jika kau ingin bertemu denganku kapan saja " kata Alexander
" Oh begitu ya, tapi tetap saja aku tidak bisa menghubungi setiap waktu. Kau adalah seorang Raja dan itu artinya kau adalah orang terpenting yang sangat dibutuhkan di kerajaan Fostiarus. Meskipun aku adalah kekasihmu, aku tidak punya hak mengganggu waktumu seenak hatiku "
" kau punya hak, karena kau adalah orang yang aku cintai " Alexander memegang tangan Leticia dengan lembut dan berhati-hati.
" Itu benar, tapi kau bukan hanya milikku saja. Kau adalah milik rakyat kerajaan ini juga. Aku berharap kau lebih dekat dengan rakyat mu, menjadi Raja yang baik, mengubah image mu di depan mereka.." terang Leticia bijaksana
" Pokoknya aku harus bisa mengubah mu menjadi Raja yang baik dan dihormati semua orang. Karena jika kau terus hidup seperti ini, kau akan kesepian. Aku tidak mau kau kesepian " batin Leticia berharap
" Untuk apa aku memperbaiki image ku di depan mereka yang membenci ku, tidak ada gunanya " kata Alexander sebal
" Jangan bilang begitu, bukankah kau sudah berjanji padaku akan menjadi orang yang lebih baik? inilah salah satunya.. " Leticia membelai wajah tampan pria itu dengan lembut
" Baiklah, akan aku coba. Jangan lupa, aku melakukan ini semua adalah karena dirimu juga " Alexander melingkarkan tangannya di pinggang Leticia.
" Baguslah, semoga saja aku bisa merubah tiran ini " batin Leticia
" eh.. sudah cukup, ayo antar aku ke Ilios !!" ujar Leticia
" Tunggu sebentar.."
" Apa lagi?" tanya Leticia
Alexander tersenyum licik, ia mendorong Leticia ke tembok dan membuatnya kaget. Pria itu menatap kekasihnya dalam dalam, lalu mencium bibirnya dengan penuh nafsu dan gairah.
" Dia ini.. selalu saja mendominasi seperti ini.. aku tidak bisa menolak nya. Aku menyukai ini " batin Leticia yang menikmati ciuman itu
" bibir wanita ini sangat manis, aku tidak bisa berhenti terpesona padanya. Rambutnya halus, wajahnya cantik, dan dia sangat menggoda. Aku ingin memakannya sekarang " batin Alexander yang terus menghujani Leticia dengan ciuman nya.
Setelah melepas ciuman dibibir, Alexander beralih mencium leher dan tengkuk leher wanita itu.
Cup
Cup
Cup
Pria itu mulai meraba-raba seperti mencari resleting gaun yang dipakai oleh Leticia.
SRET...
Pelan-pelan Alexander membuka resleting nya, Leticia kaget, lalu kedua tangannya menghentikan aksi Alexander sebelum pria itu melakukan hal yang lebih jauh lagi
" Apa dia akan melakukan nya? tidak.. tidak boleh " batin Leticia
" Jangan.. kau kan sudah janji.. " gumam Leticia malu-malu
" Ya, kau benar aku sudah janji tidak akan melakukannya sebelum kita menikah. Kau jangan cemas, ini hanya ciuman " pria itu tersentak dan kembali menutup resleting gaun Leticia yang sudah setengah terbuka itu.
" Benar hanya ciuman? apa kau bisa menahannya? " tanya Leticia ragu
" Aku bisa, percaya saja padaku." jawab Alexander yakin
" Baiklah, sebentar saja, jalan lama-lama " kata Leticia mengingatkan
" Dasar cerewet " Alexander tersenyum tipis
Leticia terpesona saat melihat senyuman nya itu dan mengatakan di dalam hatinya bahwa Alexander memiliki senyuman yang seksi.
Cup
Cup
Cup
" Um..um.. "
Haaahhh..
Leticia mendesah dengan penuh kenikmatan, ia nampaknya menikmati ciuman yang bergairah itu. Begitu juga dengan Alexander yang terus mencumbu kekasihnya untuk melepas kerinduan nya.
" Padahal aku ingin menolak, tapi aku tidak bisa melakukan nya. Aku tidak ingin disebut sebagai orang munafik, aku menyukai ciuman darinya. Sesekali dia memberiku jeda untuk bernafas, padahal sebelumnya dia sangat kasar. Sekarang dia sudah ahli berciuman. Dasar.. aku seperti nya benar-benar jatuh cinta dengannya. Tapi, apakah pilihan ku untuk bersamanya itu benar? aku harap tidak ada masalah dengan hubungan ini. " batin Leticia
Ketika bertemu dengan wanita ini, aku seperti ketagihan akan sesuatu. Aku merasakan perubahan yang besar di dalam diriku. Terkadang aku merasa seperti orang lain saat berada di dekatnya, aku.. yang tidak pernah jatuh cinta pada siapapun. Bisa merasakan seperti ini? ternyata jatuh cinta bukanlah hal yang buruk, malahan ini terasa sangat manis.. wanita ini, selalu saja membuatku kehilangan akal sehat ku. Membuatku selalu ingin menciumnya, memeluknya, dia adalah satu-satunya yang bisa membuatku begini..Aku ingin segera mengikatnya di sisi ku setiap hari, tapi aku harus mengikat nya dengan apa? apa dengan tali?
CEKREK
Pintu ruang kerja Alexander terbuka dan muncullah seseorang yang tidak asing, hingga kedua pasangan itu kaget melihat nya.
" Yang mulia saya sudah kemb..." Daniel berteriak
Daniel tercengang saat melihat Alexander dan Leticia sedang berciuman. Sontak, Leticia mendorong Alexander hingga pria itu jatuh ke sofa. Leticia dengan cepat membenahi baju dan rambut nya yang acak-acakan.
" Sa.. saya tidak lihat kok!sumpah.. " Daniel gugup
" Mati aku " batin Daniel merasa sial
__ADS_1
Daniel berlari dengan cepat ketika melihat tatapan membunuh Alexander sudah aktif dan mengarah padanya seperti panah yang siap ditembakkan.
Daniel berlari terburu-buru menuju ke pintu, lalu menutup pintunya.
KLAK
" DANIEL !! kau mau mati ya !!" teriak Alexander marah
" Ampuni saya yang mulia ! saya tidak lihat kok ! sumpah !!" teriak Daniel dari luar pintu.
" Malu sekali, dia pasti sudah melihat nya bukan?" gumam Leticia malu
" Berani menganggu kesenangan ku, kau cari mati. Awas kau Daniel !!" Alexander menggerutu kesal
" Sudahlah, tidak apa. Ini sudah waktunya aku kembali, ciuman rindu nya sudah cukup untuk hari ini " kata Leticia sambil menahan tawa setelah melihat Alexander yang marah pada Daniel
" Haaaahh..." Raja tiran itu menghela napas panjang.
****
Di istana Ilios,
Darren terlihat patah hati, ia duduk di taman sendirian. Tadinya ia ingin makan malam romantis bersama Leticia, tapi wanita itu pergi dengan kekasihnya. Darren mendengar suara langkah kaki mendekat padanya, ternyata itu adalah Derrick yang sedang mencari Leticia.
Derrick keheranan karena melihat taman yang di dekorasi seperti ada sebuah pesta disana. Lampu yang gemerlapan, bahkan meja dan kursi yang sengaja di pasang di tengah taman. Ia sudah menduga bahwa Darren sedang mempersiapkan makan malam romantis.
Derrick heran melihat raut wajah Darren yang tidak baik dan pangeran Ilios itu sedang minum alkohol tidak seperti biasanya.
" Selamat malam yang mulia " Derrick membungkuk memberi hormat
" Selamat malam juga, sir Derrick " jawab Darren datar
" Maaf saya menganggu yang mulia, saya hanya ingin menanyakan apa anda melihat Tisha?" tanya Derrick sopan
" Tadi dia ada disini, tapi Raja tiran itu membawanya pergi. Seperti nya, mereka serius dengan hubungan mereka. Bagaimana menurutmu sir Derrick?" tanya Darren yang mendadak sikapnya jadi dingin.
" Apa sikapnya ini karena dia marah pada Tisha yang sudah meninggalkannya?" batin Derrick menebak nebak
" Mereka memang saling mencintai, itu benar. Saya juga tidak pernah menyetujui hubungan mereka. " jawab Derrick
" Lalu kenapa kau tidak menghentikan mereka? kau membiarkan Tisha bersama dengan pembunuh ayah mu. Apa itu masuk akal?" tanya Darren sambil minum alkoholnya
" itu memang tidak masuk akal, tapi masalah mereka saling mencintai itu beda lagi urusannya. Saya tidak bisa mencegah atau melarang Tisha mencintai seseorang. Itu adalah hak nya. " jawab Derrick bijak
" Jadi, kau setuju saja Tisha bersama Raja tiran itu? hanya karena itu hak nya? kau punya hak juga untuk menentang hubungan mereka ! kau kakak nya " Darren terlihat sedih, seperti nya pria itu sudah mabuk berat
Derrick menghampiri Darren dan duduk di depan pangeran Ilios yang sedang patah hati itu.
" Apa yang mulia pikir, saya tidak pernah mencoba menentangnya? yang mulia pangeran tau sendiri kan, kalau Tisha orang yang keras kepala. Saya juga tidak suka pada Raja tiran itu " kata Derrick serius
" Oh begitu ya? aku kira kau merestui hubungan mereka, kalau ternyata kau juga tidak suka dia. Berarti aku masih ada kesempatan kan?" tanya Darren sambil tersenyum lebar
" seperti nya dia benar-benar mabuk, jika yang mulia Raja tau.. pasti beliau akan murka. Syukurlah tidak ada orang yang datang kesini, karena aku sudah menyuruh mereka pergi " batin Derrick
" Bukannya yang mulia mau bertunangan? "
" Tunangan atau tidak, apa itu penting? kau tau kan siapa yang aku sukai?" kata Darren patah hati
" Ya saya tau, yang mulia suka pada Tisha. Itu sudah terlihat jelas."
" Bagaimana menurutmu tentang diriku? jika aku menjadi suami adikmu, apa kau setuju?" tanya Darren sambil nyengir
" Sebenarnya aku setuju jika orangnya adalah kau, tapi kau akan bertunangan. Memangnya kau bisa melawan keputusan Baginda Raja demi adikku? dan meskipun itu bisa, aku tidak bisa membiarkan mu menentang Raja " kata Derrick serius
" Lalu aku harus bagaimana? aku sangat menyukai adikmu.. aku tidak mau bertunangan.. dan kenapa juga Tisha memilih iblis itu? padahal aku lebih baik ! iya kan?" kata Darren sedih
" Iya kau lebih baik darinya yang mulia, kau tampan, baik, lembut, tapi kau bukan orang yang di sukai oleh Tisha " Derrick membenarkan semua ucapan Darren. Pangeran Ilios itu tumbang, dan akhirnya tertidur di meja sambil menangis.
" Kenapa juga aku bicara dengan orang mabuk? pangeran Darren, Hey yang mulia.. bangunlah.. kau akan kena masalah kalau ketahuan mabuk disini? Haa... baiklah, untuk hari ini saja aku akan mengajak mu ke kamar ku. Besok pagi kau harus berterimakasih padaku " kata Derrick sambil membopong Darren yang tidak sadarkan diri.
Derrick membawa Darren ke kamarnya dan membaringkan pria mabuk itu di ranjangnya tanpa ketahuan orang-orang sekitar.
Derrick menyadari sifat asli Cedric, yang tampak lembut diluar padahal aslinya dia adalah orang yang kejam dan haus kekuasaan. Raja Cedric yang sebelumnya bersikap baik para Derrick, ternyata menolong Leticia dan Derrick bukan tanpa alasan. Raja Cedric hanya memanfaatkan pria itu untuk melakukan hal hal yang kotor.
Wush
SLING
Leticia dan Alexander sampai di kamar Leticia. Mereka berdua terkejut saat melihat Derrick sudah menunggu di kamar adik nya itu.
" Bagus sekali, ini sudah jam berapa dan kau baru pulang?" tanya Derrick kesal
" Kakak.. aku..."
Belum sempat mengatakan kata-kata selanjutnya, tiba-tiba saja..
PLAK
__ADS_1
Tamparan keras mendarat di pipi wanita itu. Alexander dan Leticia kaget. Derrick terlihat marah melihat mereka berduaan.
...---***---...