Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 70. Fight (part 2 ) Season 1 End


__ADS_3

🔥🔥🔥


Gustaf dan Zayana beserta pasukannya sudah kewalahan menghadapi Alexander yang kekuatan sihirnya kembali. Kedua musuh Alexander itu tergeletak di lantai dengan luka parah.


" Bagaimana paman? apa kau sudah memutuskan ingin mati dengan cara apa? aku siap mengakhiri nyawa mu sekarang " Raja tiran itu tersenyum sinis dan tangannya mengeluarkan cahaya.


Sial, lagi-lagi aku kalah olehnya. Tidak bisa begini, aku tidak bisa kalah lagi.


Terlihat kepanikan di wajah Gustaf dan Zayana.


Padahal sudah membawa banyak pasukan, dan kekuatan pangeran Gustaf juga cukup kuat. Tapi, meskipun kekuatan kami sudah digabung kan. Tiran ini tetap saja kuat, sekarang aku hanya berharap kalau tuan Diego berhasil membawa gadis itu. Aku harus mengulur waktu.


" Yang aku inginkan hanyalah kerajaan ku kembali ! dan rakyat ku yang mendapat kan tempat tinggal mereka kembali ! Raja Alexander, kita tidak usah bertarung lagi. "


" Jadi kau mau bernegosiasi denganku, setelah menghancurkan setengah istana ku dan membunuh para kstaria ku? " tanya Alexander sinis


GLEK


Zayana menelan ludah, dan tampak ketakutan karena nada bicara Alexander yang menusuk nya. Aura menyeramkan dari Alexander mulai terasa, ternyata hampir seluruh kekuatan nya kembali.


" Bersiaplah untuk mati, kalian BERDUA " Raja tiran itu menunjukkan senyuman jahatnya, dan mengeluarkan kekuatan elemen api yang dahsyat dari tangannya.


Api itu tampak memenuhi ruangan, dan mengitari kedua musuhnya itu. Suasana tampak mencekam, karena hampir tidak terlihat celah jalan keluar yang terlihat dari api yang mengepung mereka.


" Putri Zayana, gabungkan sihir air kita !" ujar Gustaf


" Baik !"


Setidaknya harus ada perlawanan. batin Gustaf


Dari tangan Zayana dan Gustaf keluar air yang banyak untuk memadamkan api yang ada di sekitar mereka. Alexander tersenyum meremehkan kepada kedua orang itu.


WUSH


BYUR


BYUR


Zayana dan Gustaf terpana dengan apa yang mereka lihat, setelah mengeluarkan sihir air mereka dengan kekuatan maksimal. Api nya tak kunjung padam, malah berubah menjadi biru.


Sementara Alexander melihat dengan tenang dan santai, tatapan matanya tajam. Aura membunuh ada di dalam dirinya.


" Mustahil ! api nya tidak bisa padam !" seru Zayana panik


" Sial ! seharusnya aku sudah menduganya ! dia menjadi semakin kuat ! " seru Gustaf kesal


Api nya semakin membesar, Alexander terlihat senang melihat wajah Gustaf dan Zayana yang panik. Mencoba mencari cara agar mereka bisa keluar dari lingkaran api itu. Tubuh mereka berkeringat dan mulai kepanasan.


" Masih mau macam-macam denganku? kalian bukan apa apa bagiku. Nikmatilah akhir hidup kalian dengan senyuman. Ayo..." Alexander tersenyum puas melihat Gustaf dan Zayana yang ada di dalam api.


Zayana dan Gustaf melihat Raja tiran itu dengan penuh kemarahan.


" Aku tidak bisa mati seperti ini, pangeran Gustaf ! rakyat ku sedang menungguku !" seru Zayana


" Aku juga tidak mau sekarang !" seru Gustaf


Bantuan seakan-akan datang dari langit, Diego dan pasukan Zayana yang masih tersisa membawa Leticia kehadapan Alexander. Raja tiran itu kaget karena Leticia berada di tangan musuh.Wanita itu tak bisa bergerak leluasa karena tangan nya terikat sangat kencang.


" tuan Diego !!" Zayana merasa lega melihat Diego membawa Leticia.


Sial, aku tertangkap. batin Leticia merasa tidak beruntung.


" Hey TIRAN ! bebaskan putri Zayana dan Pangeran Gustaf sekarang !!" teriak Diego


" kau kaget kan? kenapa aku bisa memikirkan ini? haha.. sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Zayana yang terlihat puas melihat Alexander yang kaget.


" Kenapa kau masih ada disini? Apa si Daniel tidak menjalankan tugasnya dengan baik?!" Alexander mengepal tangannya, terlihat kemarahan dan kepanikan di matanya bercampur jadi satu.


" Ini bukan salah tuan Daniel ! Aku yang menolak pergi " jawab Leticia


" Kau ini benar-benar..."


" Kau boleh marah padaku, tapi aku tidak bisa meninggalkan mu disini. " Leticia melihat Alexander dengan mata berkaca-kaca.


Setelah aku menolong orang-orang itu harus nya aku segera pergi, kalau aku tidak keras kepala. Tuan Daniel tidak akan terluka dan pingsan, dan aku juga tidak akan tertangkap.


" Aku kan sudah bilang padamu untuk pergi ! Tapi kau malah... " Pria itu menggertakan giginya, ia nampak kesal


" Sudah bicara nya ! cepat padamkan api nya, keponakan ku " ujar Gustaf yang memanfaatkan suasana.


Aku harus memanfaatkan kesempatan agar aku bisa selamat. Maaf mantan tuan putri, aku memanfaatkan mu.


" Lepaskan kami ! kalau tidak wanita yang kau cintai akan menanggung akibatnya " ucap Zayana mengancam


Ternyata si gila itu yang merencanakan semua ini, tapi wanita itu siapa?


Leticia melirik ke arah Zayana dan Gustaf yang masih berada di lingkaran api. Leticia marah kepada orang-orang yang sudah menghancurkan istana Fostiarus dan membuat orang orang yang tinggal di istana itu terluka.


Diego menekan belati yang ia pegang ke leher Leticia, dan membuat kulit leher wanita itu tergores.


" Ah.. " Leticia meringis kesakitan dan ia bisa merasakan darah menetes dari lehernya.


Gustaf yang melihat itu terlihat panik juga. Ia berbisik pada Zayana agar anak buahnya tidak melukai Leticia dan menggunakannya sebagai ancaman saja. Zayana keheranan, tapi ia yakin bahwa Gustaf memiliki perasaan pada Leticia.


" Beraninya kau melukainya !!" teriak Alexander marah dan menatap Diego dengan kesal


" Saya serius, jadi tolong lepaskan tuan putri dan pangeran Gustaf dari api itu !" seru Diego


" Aku akan memadamkan apinya, tapi berikan dia padaku dulu " ucap Alexander


" Tidak bisa begitu. Padamkan dulu apinya !" seru Diego


" brengsek kau berani memerintah ku !"


" Anda mau dia selamat atau tidak?! " tanya Diego mengancam


Zayana, Diego, dan para pasukan itu menikmati raut wajah Alexander yang panik dan kebingungan.


" Baik " jawab Alexander patuh dengan terpaksa


Wush

__ADS_1


SLING


Alexander memadamkan api yang melingkari Zayana dan Gustaf. Zayana merasa dirinya sangat berkuasa sekarang karena memegang kendali atas Alexander dengan Leticia berada di tangannya.


Setelah keluar dari sihir api Alexander, Gustaf dan Zayana menghampiri Leticia dan Diego.


" Mantan tuan putri, kau baik-baik saja?" tanya Gustaf cemas


" Lucu sekali, ini semua rencana mu. Kenapa kau harus menanyakan pertanyaan yang lucu seperti itu? dasar gila " gerutu Leticia kesal pada Gustaf.


Raja tiran itu meminta agar orang-orang Zayana segera melepaskan Leticia, tapi Zayana mengingkari janjinya. Ia ingin Alexander berlutut padanya dan menyerahkan semua yang wanita itu inginkan.


Dengan patuh Alexander menunduk dan akan berlutut, namun gerakannya terhenti saat Leticia menyuruhnya berhenti.


" Kau tidak boleh berlutut ! jangan ! jangan lakukan apapun demi diriku ! aku akan baik-baik saja !" teriak Leticia


Karena mereka hanya menjadikan ku alat untuk membuat mu tunduk. Mereka tidak akan melukaiku. batin Leticia


" Aku tidak melakukan ini demi dirimu, jangan terlalu percaya diri. Aku melakukan ini demi kerajaan ku " ucap Alexander sambil memutar matanya ke arah lain.


Kau bohong.


Aku akan melakukan apapun demi melindungi mu, aku sudah berjanji.


" ya bagus, berlututlah ! " seru Zayana senang


" Seorang Raja tidak boleh berlutut pada siapapun !" teriak Leticia


Pada akhirnya Alexander berlutut di depan Zayana. Gustaf tercengang melihatnya, ia bisa melihat Alexander sangat mencintai Leticia dan menganggap wanita itu sangat penting baginya, dan perasaan keponakan nya pada Leticia itu tidak setipis yang ia bayangkan sebelumnya.


" Diam kau !" seru Diego sambil memegangi tangan Leticia dengan keras


Tanpa mereka sadari, salah satu anak buah Zayana menatap tajam ke arah Leticia seakan akan ingin melakukan sesuatu yang berbahaya.


Drap


Drap


Drap


Derrick, Harold dan Daniel berlari menghampiri orang-orang itu. Terlihat pemandangan Leticia yang berada di tangan Zayana, dan Diego, juga Alexander yang sedang berlutut.


" Tisha !!" seru Derrick


Kakak? kenapa kakak bisa kesini?


" Yang mulia Raja ! nona Leticia !" seru Daniel


Derrick sangat terkejut melihat Leticia berada ditangan Zayana dalam kondisi terikat dan leher yang terluka. Ia lebih terkejut lagi saat ia melihat Zayana, begitu pula dengan Zayana.


" nona Zay?" gumam Derrick kaget


Kenapa nona Zay ada disini? dan dia menahan Tisha.


" Tuan Derrick?" gumam Zayana


Kenapa tuan Derrick ada disini? apa dia mengenal kekasih si tiran ini? aku rasa dia memanggil nama nya barusan.


Aura ini, kemarahan dan dendam yang sangat kuat. Siapa yang memiliki aura ini.


Derrick berusaha melihat dan menerka situasi yang terjadi. Ia tau dalam sekejap, kalau Leticia dijadikan sandera untuk mengancam Alexander oleh pihak musuh. Dan pihak musuhnya adalah Zayana dan pangeran Gustaf.


" Aku sudah tau ini yang akan terjadi, tapi aku tidak tau kalau ini akan sekacau ini ! seharusnya aku tidak pernah percaya padamu Raja Alexander " ucap Derrick marah


" Tenanglah tuan .." kata Harold menenangkan


Zayana dan Gustaf menyuruh Alexander menandatangani surat pemindahan kekuasaan kerajaan Fostiarus kepada Gustaf dan mengembalikan kerajaan Gamoria kepada Zayana.


" Cepat tanda tangan !" seru Zayana sambil melempar surat ke muka Alexander. Para pengikut Zayana dan Gustaf menertawakan ketidakberdayaan Alexander saat itu.


Kurang ajar, setelah Leticia berada di tanganku. Aku akan membunuh kalian semua yang berani menghinaku.


" Jangan ! Lex, jangan !!" teriak Leticia


Demi diriku, jangan sampai kau mengorbankan segalanya. Kumohon.


Alexander sudah bersiap untuk menandatangani surat yang ada di depannya, ia


Saat perhatian semua orang tertuju pada Alexander, Leticia menggigit tangan Zayana dan memukul Diego.


BUK


BUK


" Gadis sialan !" teriak Diego marah


Wanita itu berlari menghampiri Alexander yang jaraknya lumayan jauh darinya. Seorang pria dari barisan pengikut Zayana, menusuk Leticia berkali-kali di punggungnya.


JLEB


JLEB


Semua orang yang disana kaget dan panik melihatnya. Leticia berhasil berjalan mencapai Alexander dan ambruk ke depan pelukan pria itu.


" Haha.. rasakan itu Raja TIRAN ! ini saat yang kutunggu tunggu ! bagaimana rasanya kehilangan orang yang kau cintai? SAKIT KAN? Anak istriku akan bahagia di surga sana, karena aku sudah berhasil membalaskan dendam ku !! HAHAHA " ucap pria yang menusuk Leticia sambil tertawa puas melihat Raja tiran itu terdiam mematung.


Pria itu tertawa seperti orang yang tidak waras.


" Apa yang kau lakukan tuan Yustio !!" teriak Zayana kaget.


" Mantan tuan putri.. " tanpa sadar Gustaf meneteskan air matanya melihat Leticia terluka.


Kenapa aku sedih melihatnya terluka? seolah aku sendiri yang terluka. Apa aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya?


" TISHA !! Tidak ! Adikku !!" teriak Derrick panik


Adik? Dia bilang, gadis itu adalah adiknya? bagaimana ini?. Batin


" Nona Leticia !!" teriak Harold dan Daniel panik


Alexander memeluk Leticia dan menangis dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Dari mulut gadis itu mengeluarkan darah. Lantai disana pun mulai bersimbah darah.

__ADS_1


" ohok.. ohok .."


Apa aku akan mati seperti ini? kalau aku mati, apa aku akan kembali ke dunia ku? atau ke akhirat?


" Kenapa.. kenapa kau lakukan ini padaku?" tanya Alexander sambil menatap Leticia dengan penuh kesedihan.


Ia berusaha untuk menyembuhkan luka yang ada di tubuh gadis itu dengan sihirnya. Tapi sihir nya tak mempan.


" jangan menangis.. ini bukan salahmu, jangan menyalahkan dirimu. " Leticia tersenyum dan menahan rasa sakitnya


Apakah ini sudah waktunya? aku akan mati.. ini sangat menyakitkan. Bagaimana bisa aku hidup sesingkat ini? padahal aku masih mau hidup. Aku ingin bahagia.


" Kau akan baik-baik saja, aku akan mengobati mu. Kau akan ..." Alexander terlihat panik, dan sedih.


Bagaimana bisa sihirku tidak berguna di saat saat genting? tidak bisa begini ! aku tidak mau kehilangan lagi.


" Aku tidak apa-apa.."


" Bagaimana bisa kau bilang tidak apa-apa?!! " tanya Alexander.


Derrick mendorong Alexander untuk menyingkir dari adiknya, dan menghampiri Leticia yang sudah berdarah-darah. Derrick memeluk adiknya.


" Minggir kau ! jangan dekati adikku !" Derrick terlihat sangat marah


Raja tiran itu diam membisu, Daniel merasa sedih melihatnya. Ia membawa pedang dan berjalan ke arah Yustio.


Ia langsung membunuh Yustio yang sudah menusuk Leticia, dan menebas lehernya dengan pedang yang ia bawa, lalu membakarnya. Sebelum Yustio mati, ia sempat berkata bahwa di belati yang di tusukan ke tubuh Leticia memiliki banyak racun, dan ada juga air cuka di dalamnya.


Darah terciprat ke wajahnya, kemarahan terlihat di wajahnya. Mata pria itu memerah.


Semua prajurit Zayana dan Gustaf berlarian dari sana, kecuali Zayana, Gustaf, Diego dan William.


-------*******-------


Zayana kaget melihat Derrick menangis dan memeluk Leticia. Ia merasa bersalah pada Derrick, ternyata wanita yang ia celakai sebelum nya adalah Leticia.


" Yang mulia, kita harus pergi dari sini ! rencana kita sudah gagal " ucap Will


" Bagaimana bisa aku pergi dari sini? Aku harus tau keadaan nya, dia harus baik-baik saja " ucap Gustaf sambil melihat ke arah Leticia.


" Yang mulia kita harus menyelamatkan diri dulu ! ayo !'


" Tuan putri kita juga harus pergi !" ujar Diego pada Zayana yang sedang melihat Derrick.


Derrick sempat melihat sinis ke arah Zayana. Wanita itu tercengang melihat Derrick yang sinis padanya, seakan itu menusuk hatinya.


Zayana, Gustaf dan dua pengawal pribadi mereka pun pergi keluar dari istana itu. Dengan harapan dalam hati mereka, bahwa Leticia akan selamat.


💧💧💧


Napas tersendat-sendat dirasakan oleh Leticia, waktunya sudah tak lama lagi. Derrick menangis melihat adiknya terluka parah, dan pendarahan nya pun tak kunjung berhenti.


" Kakak, jangan..me..nangis.." kedua tangan Leticia yang lemas berusaha meraih pipi Derrick, ia ingin menyentuhnya dan menyeka air mata nya. Dengan cepat Derrick memegang tangan adiknya dan merasakan tangan nya mulai dingin.


" Aku minta maaf aku terlambat.. seharusnya aku menghentikan mu datang kemari. Tisha, hanya kau yang aku miliki. Tidak boleh terjadi apapun padamu " Derrick menangis dan memohon


" Kau adalah kakak yang..Ter..ba..ik.. Aku beruntung terlahir kembali sebagai adikmu. Terimakasih atas kasih sayang.. kakak..dan Ma..afkan a..aku kak. Aku selalu keras kepala, menantang mu, tapi aku sangat menyayangi kakak.. aku juga mencintai Alexander.. jangan menyalahkan di..a.."


" Jangan minta maaf lagi, kumohon jangan.." Derrick menangis terisak-isak.


Air mata mengalir deras membanjiri wajah Derrick dan Alexander. Harold dan Daniel juga terlihat sedih melihat keadaan Leticia. Wanita yang sedang sekarat itu juga menangis, tapi senyuman terlihat di bibirnya yang berdarah itu.


Mungkin, ini adalah akhirnya hidupku. Terimakasih tuhan atas kehidupan ku ini, karena nya aku bisa merasa kasih sayang seorang kakak dan mendapatkan cinta dari seorang kekasih. Jika aku diizinkan terlahir kembali, aku akan membalas semua cinta mereka. Hidup dengan bahagia. Tapi, pada akhirnya hidupku ini juga bukan milikku.


Di saat saat terakhir nya ia tersenyum melihat semua orang yang ada disana, termasuk kepada Alexander yang terdiam membisu dalam tangisannya. Pria itu menangis tanpa suara, baru pertama kali ia melihat Alexander menangis, dan itu karena dirinya.


Tangan wanita itu terkulai lemas, matanya nya tertutup rapat.


Selamat tinggal kakak, selamat tinggal Lex. ucap Leticia dalam hatinya.


Alexander dan Derrick panik melihat Leticia yang menutup matanya. Berkali-kali Derrick dan Alexander mengecek denyut nadi, dan napasnya.


" Sudah tidak ada tanda tanda kehidupan, nona Leticia sudah tiada. " ucap Daniel dengan berat hati nya dan menangis


" Bodoh ! siapa yang kau bilang mati ?!! dia pasti akan bangun !" Alexander mencengkram baju Daniel dengan kasar.


" Tidak ! Tisha ! jangan begini, bangunlah. Bagaimana bisa aku hidup kalau kau tiada ?! aku hanya memiliki mu di dunia ini !! AaaahHHHH !!! TIDAK !! BANGUN !! TISHA bangun !!! " Derrick memeluk adiknya yang sudah tidak bernyawa itu dengan erat.


" Ayo kita pulang, Tisha.. ayo kita pulang. Kakak sudah menyiapkan rumah untuk kita tinggali bersama. Kau harus bangun, kita harus pulang.. "


Pria itu menangis histeris, meraung-raung, seperti merasakan kesakitan yang luar biasa dari dalam dirinya. Sakit hati nya tak tertahankan lagi, kehilangan satu-satu nya keluarga yang ia miliki dan ia cintai, tentu sangat menyakitkan baginya.


" Nona..hiks " Harold dan Daniel menangis juga melihat nya.


Kenapa semuanya jadi seperti ini? nona.. batin Daniel sedih


Ini semua salahku, salahku. batin Alexander merasa bersalah.


BRUK


Raja tiran itu jatuh terduduk, melihat gadis yang ia cintai telah tiada di depan matanya. Ini seperti mimpi buruk untuknya, ia tak percaya semua yang ia lihat.


" Leticia.. Leticia !! LETICIA !!" Alexander memegang kepalanya dan berteriak-teriak seperti orang gila. Pria itu memegang dadanya, dan berkata dalam hatinya bahwa ia sakit, tapi tak berdarah.


Bagaimana bisa aku hidup di dunia yang tidak ada dirimu di dalamnya? ini mimpi kan, Leticia? kau tidak akan pergi meninggalkan ku, kau sudah janji.


Tiba-tiba Derrick terdiam dan melihat Alexander penuh kemarahan.


...---Aku menjadi tawanan Sang Tiran------...


...----END Season 1---...


Hai readers.. 😁


Sekedar pemberitahuan aja ya, ini akhir dari season 1 novel ini..


Mungkin akhir season 1 ini kerasa sad ending ya? tenang aja, nanti di season 2 semuanya akan terjawab.


Makasih ya buat dukungannya Vote, like, komen dan hadiah nya.. 🤩😘 tetap dukung terus karya ku ya..


Oh ya, untuk next ke season 2.. author mau jeda dulu selama 2 hari.. 🙏😊

__ADS_1


...***...


__ADS_2