Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 24 Siapa calon Ratu?


__ADS_3

Saat mendengar gosip dari para pelayan tentang pernikahan Alexander, entah kenapa Leticia terlihat tidak senang. Gadis itu tampak bingung dan tidak tau perasaannya sendiri.


" Benarkah yang mulia raja akan menikah? si tiran psikopat itu ? aku tidak tau harus senang atau bagaimana, aku bingung " gumam Leticia bingung


Wanita itu tampak linglung dan ia merasakan perasaan aneh di hatinya. Ia merasa panas dan sesak, perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Carol, Rita dan Mira, melihat Leticia yang tidak fokus memasak, wanita itu terlihat melamun.


" Ada apa dengan tuan putri?" tanya Rita heran


" Bukankah tadi pagi tuan putri kelihatan bersemangat?" tanya Mira sambil memakan kue yang ada ditangannya


" Yang mulia, biar saya saja yang memasaknya. " kata Carol menawarkan diri


Leticia tak menggubris panggilan dari ketiga teman baik nya di istana itu. Ia memasak sambil melamun dan memikirkan Raja Alexander.


" Jika memang sudah ada yang akan mendampingi nya, atau sudah ada wanita yang membuatnya jatuh cinta.. untuk apa lagi aku berada disini dan berusaha mengubahnya menjadi manusia segala, ini tidak benar.. kenapa hatiku tidak nyaman? rasanya dada ku ini sesak .. " batin Leticia berfikir


" Yang mulia !! yang mulia..." berkali kali Carol memanggilnya


" Aww.. "


" Tuan putri, kau kenapa?" tanya Rita dan Mira cemas


" Yang mulia, saya sudah bilang biarkan saya saja yang memasak. Kenapa yang mulia tidak mendengarkan saya?" tanya Carol


" Tuan putri apa kau terluka?" tanya Rita cemas


" Aku ini kenapa sih? " batin Leticia kesal


" Hanya terkena minyak panas, tidak apa apa " jawab Leticia sambil melihat tangan kiri nya yang memerah


Dengan cepat Mira mengoleskan obat ke bagian tangan Leticia yang terkena minyak panas.


" Tenang saja tuan putri, ini tidak akan berbekas. Aku jamin.." kata Mira


" Terimakasih Mira " jawab Leticia lemas


" Apa yang mulia sakit? lebih baik yang mulia beristirahat saja " Carol cemas


" Ada apa dengan yang mulia? dia kelihatan tak bersemangat, padahal tadi pagi dia baik baik saja? yang mulia tidak biasanya seperti ini, ada masalah seberat apapun yang mulia tidak akan pernah murung seperti ini apalagi kehilangan semangat " batin Carol cemas


" tidak apa apa, aku akan mengantar kan makan siang untuk yang mulia " kata Leticia tak bersemangat


" Biar aku saja yang melakukan nya, tuan putri kan baru saja terluka. Beristirahat lah sebentar " kata Rita menawarkan diri


Rita membawa makanan untuk Raja, ke ruang kerja Raja.


TOK TOK TOK


" Itu pasti si kucing kecil " gumam Alexander senang


" Masuklah, aku sudah lama menunggumu.."


Wajah Alexander yang terlihat senang sebelumnya berubah dalam sekejap saat melihat wanita yang ada di depannya bukanlah Leticia.


" Selamat siang yang mulia " kata Rita


" Kenapa kau kemari?" tanya Alexander dingin


" Saya mengantarkan makan siang untuk yang mulia " jawab Rita


" Siapa yang menyuruh mu melakukan itu?" tanya Alexander kesal


" Tidak ku sangka akan sesulit ini, padahal hanya memberikan makanan saja aku harus dimarahi. Bagaimana tuan putri menghadapi sikap keras kepala yang mulia raja yang seperti ini setiap harinya?" batin Rita heran


" Tidak ada, saya hanya menggantikan putri Leticia untuk membawakan nya " jawab Rita


" Kenapa kau mengantikan nya? kemana dia?" tanya Alexander tajam


" Sebenarnya.. ada sedikit kecelakaan di dapur yang terjadi pada putri, jadi saya menyuruh nya beristirahat. Maafkan saya yang mulia..." kata Rita memohon maaf


" APA? lalu dimana dia sekarang?" tanya Alexander cemas


" Sungguh diluar dugaan, yang mulia terlihat cemas " batin Rita kaget


" Putri.. ada di dapur " jawab Rita gugup


" Kenapa dia selalu saja ceroboh? " gumam Alexander cemas


Pria itu pergi begitu saja tanpa mempedulikan makanan yang dibawa oleh Rita. Ia bergegas pergi ke dapur, diikuti oleh Daniel dan Rita dibelakangnya.


" Sa..salam yang mulia Raja " kata Anne kaget


" Salam yang mulia raja " kata para pelayan di dapur memberi hormat


" Kenapa yang mulia raja ada disini?" batin Anne kaget


" Dimana dia?" tanya Alexander


" Dia siapa, yang mulia?" tanya Anne tak mengerti


Rita memberi kode pada Anne " Putri.. putri Leticia.."


" Tuan putri ada di belakang, biar saya panggilkan " jawab Anne sopan


" Tidak perlu, aku yang akan kesana " kata Alexander sambil melangkah pergi.


" A..Apa?" Anne terpana


" Anda tidak salah dengar kok, nyonya Anne. Saya juga kaget " kata Rita heran


Wanita itu sedang duduk sendirian dan melamun, sementara Carol menggantikannya memasak.


" Yang mulia kenapa ya melamun terus?" batin Carol cemas


Drap


Drap


Suara langkah kaki yang cepat menuju ke arah Carol dan Leticia.


" Jadi seperti ini dapur istana?" tanya Alexander sambil melihat lihat ke sekitarnya


Carol menghentikan pekerjaannya dan langsung membungkuk hormat, ia tak menyangka kalau Raja akan datang ke dapur istana.


" Hormat saya yang mulia raja "


Leticia tenggelam dalam lamunannya sendiri, sampai sampai ia tak menyadari kehadiran Alexander disana.


" Apa yang dipikirkan gadis ini? apa dia memikirkan pangeran bodoh dan lemah itu?" tanya Alexander heran


" Kenapa memangnya kalau dia mau menikah? memangnya apa urusanku? dia mau menikah, itu urusannya sendiri. Kenapa jadi aku yang kepikiran.. ah tidak bisa begini, kalau ada dia aku harus menghindar " batin Leticia berfikir


Wanita itu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan tanpa melihat ke depan, akibatnya ia menabrak Alexander dan terjatuh ke lantai.


" Ackk !!"


" Sejak kapan ada tembok disini sih?" tanya Leticia kesal sambil memegang punggungnya yang terasa sakit karena jatuh


" Kau bilang apa? aku? tembok?" tanya Alexander kesal

__ADS_1


Carol membantu Leticia berdiri.


" Kenapa dia ada disini? apa karena aku tidak pergi mengantarkan makan siang nya?" batin Leticia


" Hem .. saya minta maaf, saya pikir saya menabrak tembok. Soalnya terasa keras sekali " kata Leticia cuek


" mengantar makanan ku sudah jadi tugasmu, kenapa kau meminta orang lain yang mengantarkan nya?" tanya Alexander kesal


" Apa dia kesini hanya untuk menanyakan itu? buang buang waktu saja " batin Leticia sebal


" Ya, saya minta maaf karena hari ini tidak mengantar makanannya. Puas?" tanya Leticia datar


" Ada apa dengan nya? tadi pagi dia baik baik saja, kenapa sekarang sikapnya jadi begini?" batin Alexander heran


" Ikut aku " kata Alexander


" Saya masih banyak pekerjaan.."


" Aku tidak suka mengulangi kata kata ku " kata Alexander tajam


" Menyebalkan sekali dia " batin Leticia kesal


Pada akhirnya Leticia tetap menuruti perintah Raja itu, ia mengikuti nya sampai ke ruang kerjanya.


" Inilah tempat yang sering aku kunjungi setiap hari " batin Leticia


Alexander tiba-tiba memegang tangan Leticia dan wanita itu oleng mendekat ke tubuh pria itu.


" Yang mulia anda mau apa? jangan berbuat hal mesum ya !" kata Leticia marah


Alexander tiba-tiba tersenyum saat ia teringat sesuatu.


#FLASHBACK


Saat pertama kali Alexander dan Leticia bertemu di keramaian di Brilla...


" Apa yang ku sentuh ini? kenapa empuk empuk ?" batin Alexander bingung dan jantungnya berdegup kencang tidak karuan


Leticia tersadar setelah ia melamun karena terpesona dengan tubuh Alexander yang sixpack. Gadis itu menampar Alexander dengan keras.


PLAK


" Kau mesum ! kau pikir apa kau sentuh ?" Leticia marah ketika ia sadar kalau Alexander menyentuh dada nya


" A..aku tidak sengaja " Alexander tiba tiba tergagap


" kenapa juga aku harus menjelaskan ini padanya?" tanya Alexander dalam hatinya


" Kau cabul ! pria cabul !" seru Leticia kesal


Alexander pergi begitu saja dan dengan dingin ia meninggalkan Leticia yang masih marah-marah padanya. Gadis itu melempar sepatu nya dan mengenai ke kepala Alexander.


" Hey kau gadis gila !" seru Alexander marah


" Bukannya minta maaf setelah bertindak cabul, malah pergi begitu saja dasar kau tidak bertanggung jawab !" seru Leticia marah


" Pria tidak tau aturan, dingin dan sombong. Menyebalkan " batin Leticia kesal


Leticia berteriak hingga semua orang orang memperhatikan nya dan Alexander. Leticia mengatakan pada orang-orang itu bahwa Alexander sudah melecehkannya , tak ada pilihan lain lagi. Raja itu melarikan diri dari kejaran orang orang dan ia terlihat murka.


#END FLASHBACK


"waktu pertama kali bertemu kau juga memanggilku begitu " gumam Alexander pelan


" Waktu pertama kali bertemu?" tanya Leticia tak mengerti


" Lupakan "


Alexander memegang tangan Leticia seperti mencari cari sesuatu.


" Yang mulia kau jangan bertindak cabul ya ! "


" Apa bagimu aku ini orang yang seperti itu? sudah kubilang aku tidak tertarik padamu "


" Dia ini mau apa sih?" batin Leticia


" Apa ini sakit? sudah diobati?" tanya Alexander sambil melihat luka bakar di tangan kanan Leticia


" Sudah tidak apa apa " jawab Leticia cuek


" Kenapa dia tiba-tiba perhatian seperti ini? seperti bukan dirinya saja " batin Leticia keheranan


" Ada apa dengan mu?" tanya Alexander


" Memangnya saya kenapa."


" Nada bicaramu saat ini terdengar menyebalkan "


" Saya baik baik saja, apa anda membawa saya kesini hanya untuk bicara begini?" tanya Leticia sinis


" Ini pertama kalinya dia bersikap sinis padaku. Sudah jelas ada sesuatu " batin Alexander


" Apa ada orang yang mengganggumu?"


" Tidak "


" Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?"


" Tidak ada "


" Aku yakin ada !"


" Kalau tidak ada yang mau dibicarakan lagi, bisa saya pergi sekarang yang mulia?" tanya Leticia sebal


" Beraninya kau ! kau wanita pertama yang berani bersikap tidak sopan dan sinis padaku, sudahlah aku tidak peduli kau mau marah pada siapa ! pergi saja sana !" kata Alexander marah


" Kenapa jadi dia yang marah? menyebalkan " batin Leticia kesal


" Saya permisi " Leticia membungkuk hormat lalu pergi dari ruang kerja raja dengan kesal.


Alexander memegang keningnya.. " Wanita itu memang mahluk yang menyebalkan. Sebenarnya dia kenapa sih?"


TOK TOK TOK


" Masuk !"


Daniel membuka pintu dan masuk ke ruang kerja Alexander.


" Ada apa?"


" Yang mulia, ada surat dari Baginda Raja Cedric dari Ilios "


Alexander segera mengambil surat itu dan membacanya. Pria itu tersenyum sinis lalu melempar suratnya dengan marah.


PAK


Surat itu jatuh ke lantai.


" Apa itu sesuatu yang buruk? yang mulia sampai melempar suratnya begitu.." batin Daniel


" Hanya kematian 20 prajuritnya dia sampai seperti ini? kalau dia ingin tanggung jawab, baik.. akan aku berikan " kata Alexander marah

__ADS_1


****


" Apa raja itu sudah menerima surat nya?" tanya Cedric


" Sudah yang mulia " kata Herald


" Ya, kau sudah boleh kembali. Oh ya, bagaimana dengan sir Derrick dan adikku? apa yang sedang mereka lakukan?" tanya Cedric


" Sir Derrick dan pangeran Darren menjalankan hukuman mereka dengan baik yang mulia, saat ini mereka berdua sedang berada di salah satu rumah korban " Herald menjelaskan


" Baguslah kalau begitu "


" Semoga permintaan ku untuk selalu berhubungan dengan putri Leticia bisa disetujui oleh Raja tiran itu. Karena hal ini bisa membuat Darren dan sir Derrick tenang" batin Cedric


***


Kediaman Randell..


Vivian terlihat sedang merias kukunya di ruang tamu bersama pelayannya, ia melihat ayahnya pulang dengan wajah yang gembira.


" Ada hal baik apa ayah? bisa ku tebak, pasti yang mulia raja tidak setuju lagi dengan permintaan kalian para bangsawan " kata Vivian santai


" Haha.. putriku.. ada berita bagus untukmu" Marquez Randell tertawa gembira


" Oh apa itu? apa aku dapat perhiasan baru? atau baju baru?" tanya Vivian


'" Ya, kau akan dapatkan itu " jawab Marquez Randell


" Ini aneh, Kenapa ayah langsung menyetujui permintaan ku? apa terjadi hal baik di istana?" tanya Vivian


" Bersiap siaplah untuk tinggal di istana, putriku "


" Hah? apa maksud ayah?"


" Yang mulia raja sudah menyetujui para bangsawan untuk menikah, dan kau akan menjadi salah satu kandidat calon Ratu " kata Marquez Randell


" Benarkah? ayah, aku tidak salah dengar, kan?" tanya Vivian senang


" Ini nyata. Vivian kau harus berusaha keras mendapatkan hati yang mulia raja ketika kau tinggal di istana nanti, jangan biarkan kandidat lain mendekati Raja. Ini kesempatan mu satu satunya, jangan kecewakan ayah mu ini " Marquez Randell memegang kedua tangan Vivian dengan bahagia


" Aku akan melakukan nya ! berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hati yang mulia raja, aku tidak percaya kalau kecantikan dan kecerdasan ku tidak bisa memikat nya " kata Vivian percaya diri


" Ini baru putriku, besok kita akan berbelanja banyak untukmu. Perhiasan, baju, ayah akan membelikannya. "


" Serius? ayah akan membelikan nya?" tanya Vivian senang


" Untuk mendapatkan hati Baginda raja kau harus tampil secantik mungkin, bukan? " Marquez Randell tersenyum


***


Leticia masih sebal dengan Alexander, ia juga merasa panas saat ia dan para pelayan mulai mempersiapkan kamar kamar yang akan ditempati kandidat kandidat calon ratu.


Kepanasan hatinya itu belum reda juga, bahkan saat malam hari ia mengantarkan makanan ke kamar Raja.


" Kau mau kemana? duduk disini " kata Alexander sambil menyimpan buku yang ia baca ke ranjangnya


" Yang mulia mau apa?" tanya Leticia cuek


" Kemari ! aku ingin bicara denganmu "


Wanita itu duduk di kursi dengan patuh, ia bersiap siap mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Alexander.


" Apa suasana hatinya buruk karena ia merindukan kakak nya? atau .." batin Alexander


" Yang mulia, bukankah anda mau bicara sesuatu? " tanya Leticia heran melihat Alexander diam saja


" Apa kau merindukan kakak mu?" tanya Alexander


" Kenapa dia tiba-tiba bertanya begitu? aku kira dia tidak peduli perasaan ku" batin Leticia


" Tentu saja, aku merindukannya. Dia satu satunya keluarga yang aku milikku " kata Leticia sedih


" Jadi benar, mood nya buruk karena ia merindukan kakak nya " batin Alexander


" Kalau begitu apa kau mau berkirim surat dengannya?" tanya Alexander


" Apa itu boleh?" tanya Leticia senang


" Boleh, asalkan kalian tidak bertemu " jawab Alexander


" Begini sudah cukup, terimakasih sudah peduli pada perasan ku " kata Leticia


" Aku bukannya peduli padamu, aku hanya tidak mau rasa masakan mu berubah karena perasaan mu yang buruk." kata Alexander


" Oh begitu ya. Oh ya, selamat ya atas pernikahan mu, saya dengar anda akan memilih calon ratu " kata Leticia tersenyum palsu


" APA??!"


" kalau begitu sekalian saja bebaskan saya dari sini, karena yang mulia akan segera menjadi pria beristri, tidak baik kalau saya terus dekat dengan anda..."


" Apa kau marah seharian karena ini?" tanya Alexander menebak


" Tidak.. mana ada saya begitu? kenapa saya harus marah? saya justru senang yang mulia akan menikah, dengan begitu saya akan terbebas dari yang mulia.."


" Dari tugas untuk merubahnya menjadi manusia, ya itu bagus " batin Leticia


" Kau senang mendengar ku akan menikah? apa kau sesenang itu?" tanya Alexander marah


" Ya, tentu saja saya senang " jawab Leticia santai


" Bohong, sangat jelas kau cemburu. Bilang saja kau marah karena aku akan menikah kan?" tanya Alexander sinis


" Hey ! dengar ya, narsis juga ada batasnya.. aku sama sekali tidak cemburu..karena aku tidak ada perasaan apapun pada mu.."


" Baiklah, mari kita lihat apakah benar kau tidak ada perasaan apa apa padaku?" tanya Alexander dingin


Alexander tersenyum dan mendekati Leticia, wanita itu berjalan mundur.


" Yang mulia.. apa yang akan kau lakukan.."


Deg


Deg


" serangan jantung ini muncul lagi, kenapa?" batin Alexander bingung


Pria itu melihat ke arah bibir Leticia dan ia semakin tergoda melihat wajah gadis itu yang memerah karena ia mendekatinya.


" Sejak kapan wanita ini bisa membangkitkan hasrat ku? kenapa sebesar ini hasrat ku padanya? aku belum pernah merasakan ini sebelumnya ..kenapa aku merasakan ini pada wanita yang harusnya aku benci.. " batin Alexander bingung


" Yang...mulia.."


" apa yang akan dia lakukan? jangan jangan dia mau memukul ku? atau dia mau mengikatku lagi?" batin Leticia panik


Wanita itu menutup matanya dan bersiap siap seperti akan melindungi dirinya dari pukulan Alexander, namun pria itu tidak memukulnya. Tapi mencium bibirnya, Leticia kaget bukan main tak menyangka Raja itu akan menciumnya.


" Hmphh.."


" Dia mencium ku? ciuman pertamaku.." batin Leticia bingung


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2