
🔥🔥🔥
Gustaf masih menangis di pelukan Leticia. Merasakan pahit dan sakitnya ditolak cinta. Antara hati yang masih belum melepaskan atau belum ikhlas, seperti nya itu sama saja baginya.
Leticia tidak tahu bagaimana caranya menghibur Gustaf yang hatinya patah karena dirinya. Leticia hanya menepuk-nepuk punggung Gustaf dengan lembut.
Aku sebenarnya tidak mau seperti ini. Aku mencintaimu, dan ingin bersamamu. Tapi, jika aku tak melepaskan perasaan ini. Hatiku sudah semakin hancur. Meskipun melupakan itu sulit, aku akan belajar. Cinta sepihak ku ini, harus bisa ku akhiri.
Gustaf melepaskan pelukannya, ia terlihat malu dan langsung menyeka air matanya.
" Sialan, aku terlihat memalukan. Bagaimana bisa aku menangis seperti ini? di depan mu pula? ini sungguh bukan diriku. " Gustaf tersenyum pahit dan mengalihkan
" Tidak apa, kau tidak memalukan kok. Aku malah merasa kagum padamu, karena kau bisa mengekspresikan dirimu. Pria yang menangis tulus, aku sangat menghargai nya. " Leticia tersenyum ceria
" Tetap saja ini memalukan " gumam Gustaf
Tidak pernah ku sangka pria yang ku kira sangat keras kepala. Memiliki sisi yang lembut seperti ini.
" Kelak wanita yang akan mendapatkan hatimu, pasti sangat beruntung. Yang mulia memiliki sisi lembut seperti ini, dan juga memiliki ketulusan. "
Jika aku memiliki ketulusan dan sisi lembut. Tapi kenapa kau tidak terpikat padaku.
" Iya kau benar Leticia. Kesempatan ku menjadi kekasihmu sudah tidak ada lagi, tapi bisakah aku tetap di sisimu sebagai teman?" tanya Gustaf
" Aku baru saja mau menawarkan nya pada yang mulia. Dengan senang hati "
" Kita teman ya ?"
" Iya, yang mulia "
Gustaf berjabatan tangan dengan Leticia, ia berusaha tersenyum. Berharap waktu akan menyembuhkan luka, berharap waktu akan bisa melupakan cintanya, tapi ia tidak berharap akan ada wanita lain di dalam hidupnya yang mampu memikat hatinya sama seperti Leticia.
☀️☀️☀️
Disisi lain Alexander sedang berbincang dengan para prajurit Gustaf dan prajuritnya di camp mereka. Sekarang kstaria Alexander dan Gustaf sudah mulai akur, dan hidup berdampingan. Bahkan William, sebagai orang kepercayaan Gustaf sudah mulai akrab dengan Daniel dan Alexander.
Alexander mengajak Will untuk bicara tentang kunjungan nya tadi ke pusat kota bersama Gustaf.
" Ada apa disana? apa terjadi sesuatu yang serius?" tanya Alexander tajam
" Ya yang mulia, seperti nya Raja iblis sudah mulai bergerak. " jawab Will
" Dimana kau menemukan jejaknya?" tanya Alexander
" Pusat kota, yang mulia "
" berarti dia sudah dekat, lebih baik kita menemui nya lebih dulu daripada dia yang lebih dulu menemui kita. "
" lalu, apa yang harus kita lakukan yang mulia?" tanya Will, dan Daniel
" Aku akan bicara dengan Raja Gustaf, aku sudah punya rencana. " ucap Alexander.
Rencana apa yang kau punya Alexander?
" Lucifer !" Alexander terperangah saat ia kembali mendengar suara Lucifer di dalam pikiran nya
" Yang mulia, ada apa?" tanya Daniel panik
" Tenang saja, aku sudah pernah melihat ini sebelumnya. Yang mulia Alexander sedang berbicara dengan Raja iblis itu melalui pikiran nya " bisik Will pada Daniel
__ADS_1
" APA? kenapa kau bisa tau hal itu? padahal hal itu harusnya hanya aku saja yang mengetahui nya " bisik Daniel sebal
" Ya ampun, apakah ini penting?" tanya Will malas
" Jangan masuk lagi ke dalam pikiran ku! pergi kau !" teriak Alexander marah
Tenang saja, sebentar lagi aku akan pergi dari pikiran mu. Dan aku akan langsung berhadapan dengan istrimu.
" Jangan berani macam-macam dengan nya, jika aku menemukan mu. Demi Tuhan aku akan mengirim mu kembali ke neraka !" ujar Alexander kesal
Seperti nya istrimu sangat berharga bagimu. Sampai-sampai kau ingin mengirim ku kembali ke neraka. Kalau begitu, aku akan membawa istrimu juga kembali ke neraka. Aku pergi dulu ya.
" Kau !! Daniel, cari Leticia ! cari Leticia sekarang !" teriak Alexander panik.
Will, Daniel dan para kstaria disana merinding melihat raut wajah Alexander yang panik, ketakutan bercampur dengan marah. Mereka tau bahwa Alexander selalu tampak menyeramkan, tapi kali ini Alexander lebih menyeramkan dari biasanya. Percampuran perasaan itu, tertuang di wajahnya yang membuatnya semakin menakutkan.
Daniel segera berlari untuk mencari Leticia. Alexander juga mencari-cari istrinya itu dengan wajah panik.
" Leticia ! Leticia !" teriak Alexander sambil berlari di lorong istana. Alexander berteriak-teriak memanggil nama Leticia seperti orang yang tidak waras.
***
Sementara itu Leticia sedang bersama dengan para pelayan di dapur istana. Anne dan para pelayan menyiapkan pesta selamatan atas kehamilan Leticia.
" Wah wah , terimakasih ya. Aku tidak menyangka akan mendapatkan kejutan ini dari kalian "
Leticia tersenyum sambil menerima sebuket bunga mawar merah yang dibawakan oleh Mira
" Selamat yang mulia, semoga yang mulia dan calon bayi yang mulia sehat selalu " kata Anne
" Terimakasih semuanya aku sangat suka hadiahnya " Leticia terlihat senang mendapatkan hadiah dari para pelayan.
Setelah itu ia bergegas kembali ke kamarnya, karena hari sudah mulai malam. Ia meminta Mira dan Rita untuk membawakan semua hadiah itu ke kamarnya. Ia tak melihat Alexander ada disana, maka dari itu Leticia keluar dari kamarnya dan mencari Alexander yang masih belum kembali.
" Selamat atas kehamilan anda yang mulia " ucap Vivian sambil tersenyum sinis
Firasat ku buruk saat melihat nya. Lebih baik menghindar saja
" Terimakasih " jawab Leticia dingin
Leticia mengabaikan Vivian yang terlihat masih ingin bicara dengannya. Vivian yang mood nya sedang buruk itu, meringkas kaki Leticia hingga ia tersandung. Dan...
" Ahhh !!!"
Bayiku, tidak! apa aku akan jatuh?
GREP
Gustaf yang kebetulan lewat ke lorong itu ada disana, menangkap tubuh Leticia dengan cepat mencegahnya untuk jatuh. Leticia memegang tangan Gustaf dengan erat.
Aku, aku baik-baik saja. batin Leticia merasa lega
Sialan. batin Vivian kesal melihat Gustaf ada disana menolong Leticia.
Gustaf melihat Vivian dengan sinis dan tajam Vivian pun pergi meninggalkan mereka berdua dengan kesal.
Wanita itu, dia belum menyerah. Dan malah merencanakan ini pada Leticia? awas saja kau.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Gustaf cemas
__ADS_1
" Aku baik-baik saja.. haah.. " Leticia berusaha kembali berdiri tegak, ia masih terlihat syok dengan apa yang hampir saja terjadi padanya.
Vivian, wanita itu sengaja ingin membunuhku dan bayiku. Awas saja kau, aku akan membalas mu.
" Napas mu tidak beraturan. Aku akan panggilkan tabib "
" tidak usah, aku baik-baik saja, terimakasih yang mulia. Jika tidak ada dirimu, aku pasti sudah jatuh. Haa..." Leticia memegang perutnya dengan cemas
" tenanglah nak, ibu baik-baik saja. Kau juga " gumam Leticia pada janin yang ada di perutnya itu.
" Leticia !" teriak Alexander
" Yang mulia?"
Leticia heran melihat Alexander yang berlari ke arahnya dengan wajah panik. Alexander menghampiri nya dan memeluknya dengan erat.
" Yang mulia, ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Leticia cemas
" Apa kau baik-baik saja? apa tidak terjadi sesuatu padamu?" tanya Alexander ketakutan
Leticia bisa merasakan tubuh Alexander yang gemetaran, tatapannya yang ketakutan. Ia tak pernah melihat sosok suaminya yang seperti ini. Alexander yang tidak pernah merasa takut dengan apapun, sekarang menunjukkan ketakutan nya.
Gustaf juga terkejut melihat Alexander yang nampak ketakutan itu. Ia jadi teringat sesuatu di masa lalu, saat terakhir ia melihat Alexander seperti itu.
Melihat Alexander yang ketakutan dan panik, Leticia dan Gustaf membawa Alexander ke kamarnya.
" Kau benar-benar tidak apa-apa Chia?" tanya Alexander
" Aku baik-baik saja, aku malah mencemaskan mu. Ada apa denganmu?" tanya Leticia
" Jangan kemana-mana, jangan jauh dariku sedikit pun. Jangan.." Alexander memeluk Leticia dan tak melepaskan nya
" Ini sudah berlebihan, kenapa kau ketakutan seperti ini?" tanya Leticia bingung.
" Maafkan aku Alexander "
SLING
WUSH
Gustaf menggunakan sihirnya dan membuat Alexander tak sadarkan diri. Pria itu kini terbaring di ranjang nya seperti tertidur. Leticia kaget melihat nya.
" Apa yang kau lakukan pada Alex ?!" tanya Leticia panik
" Tenanglah, dia hanya tidur. " jawab Gustaf
" Kenapa kau membuatnya tidur?" tanya Leticia
" Apa kau mau melihatnya terus seperti itu?" tanya Gustaf
" Tidak "
" Aku menidurkannya karena aku akan menceritakan sebuah kisah padamu, jika dia bangun, dia tidak akan membiarkan aku menceritakan nya padamu. Kisah yang tidak diketahui siapapun selain aku dan Alex. Pertama kalinya Alexander merasa takut dalam hidupnya berawal dari kisah ini"
Gustaf terlihat sedih, dan memasang wajah yang serius.
Kepala Leticia terangkat, ia kaget mendengar kata-kata Gustaf. Leticia mengangguk dan berkata bahwa ia ingin mendengar cerita Gustaf.
...--***--...
__ADS_1
Mohon maaf readers ! untuk bab kali ini pendek , karena author lagi mumet sama hp nya yang sedang tidak bersahabat 😂 seperti nya besok tidak akan up dulu, karena hp nya mau diperbaiki dulu.
Budidayakan like setelah membaca ya , 😊🙏