Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 79. Pesona Tiga Raja


__ADS_3

🔥🔥🔥


Alexander dan Darren mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka akan berkelahi. Namun, dengan tenang Alexander mendorong Darren.


" Raja Darren, kau bisa tenang dulu tidak? kau tidak lihat aku juga baru saja datang, kau langsung menuduhku begitu saja !" kata Alexander kesal


" Jangan berbohong, kau pindahkan kemana makam nya?!" seru Darren yakin


" Untuk apa aku memindahkan makam nya, aku juga kemari untuk melihatnya. Aku baru tau darimu kalau mayat nya hilang.." kata Alexander


Aku tidak bisa membiarkan Raja Ilios ini tau kalau Leticia masih hidup. Dia bisa memanfaatkan Chia, yang sedang hilang ingatan. Aku harus jaga-jaga, kalau dia bisa saja merebut Leticia dariku.


Darren memperhatikan ketenangan dan tatapan Alexander padanya. Ia bisa merasakan ada yang salah dengan pria yang ada di depannya itu. Bagaimana bisa Alexander setenang itu saat ia tau kalau mayat Leticia menghilang dari kuburnya?


" Jadi kau akan tetap berbohong Raja Alexander? bahkan sampai Tisha menjadi mayat pun, kau tetap menyembunyikan nya ! keterlaluan sekali " Darren terlihat marah


" Aku benar-benar tidak tau apapun, aku akan mencari orang yang sudah membawa mayatnya dari sini" kata Alexander sambil memalingkan wajahnya.


Yang mulia memang tidak pandai berbohong kalau soal nona Leticia. Bagaimana ini? Raja Darren seperti nya mencurigai yang mulia. Batin Daniel yang mulai resah


" Tidak perlu, biar aku dan Raja Derrick yang mencarinya. " jawab Darren


" Biar aku saja yang cari ! ini adalah tanggungjawab ku " kata Alexander membantah


Jika Raja Derrick tau kalau mayat Chia menghilang, dia pasti tidak akan tinggal diam. Dan semua rencana ku untuk menyembunyikan nya, dan menyembuhkan amnesianya, itu akan sia-sia. Alexander merasa panik di dalam hatinya


" Atas dasar apa kau bertanggungjawab? apa kau adalah suaminya Tisha? kau hanya kekasihnya yang sudah menjadi penyebab kematiannya " Darren menyindir


Alexander menahan amarahnya dengan diam.


" Tolong jaga bicara anda yang mulia Raja Darren !" seru Daniel kesal


" Apa perkataan ku salah? " tanya Darren sinis


" Yang mulia Raja sangat mencintai nona Leticia sampai akhir hayatnya ! jangan meremehkan perasaan yang mulia seperti itu !" seru Daniel


" Raja Alexander, jika aku tau kalau kau penyebab hilangnya mayat Tisha, aku tidak akan tinggal diam !" Darren ketus


" Terserah " jawab Alexander dingin


Darren dan Moore pergi meninggalkan makam itu. Sementara Alexander dan Daniel terlihat resah dan gelisah.


" Yang mulia, apa sebaiknya kita beritahu saja tentang nona Leticia kepada Raja Derrick dan Raja Darren ?" tanya Daniel


" Tidak ! tidak bisa sekarang. Aku ingin memberitahu mereka saat ingatan nya sudah kembali, aku tidak mau kalau mereka memanfaatkan ingatan nya yang hilang lalu menjauhkan ku darinya. " kata Alexander takut


Aku tidak mau kehilangan nya lagi. Meskipun aku dibilang egois, tapi aku tetap tidak bisa membiarkan nya di bawa oleh Raja Derrick Sekalipun ia adalah kakak nya. batin Alexander resah


Sulit dipercaya, yang mulia ternyata memiliki rasa takut kehilangan yang luar biasa pada nona Leticia. Sampai-sampai menyembunyikan tentang nona dari Raja Derrick, kakaknya sendiri. Apa ini adalah hal yang benar?. batin Daniel bertanya-tanya


🌷🌷🌷


Sementara itu Leticia merasa bosan karena terus berada di kamarnya, ia pun berkeliling ke dapur istana dan mendapat sambutan ramah dari orang-orang yang ada disana. Termasuk dari kepala dayang dapur istana yaitu ( Anne ).


Leticia mengorek ngorek informasi tentang dirinya dari orang-orang di istana. Ia berusaha mencari penyangkalan dari pembenaran bahwa ia mencintai Alexander dan mereka adalah sepasang kekasih. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang menceritakan tentang Leticia yang memiliki seorang kakak. Karena Alexander sudah melarang semua orang di istana untuk menceritakan tentang Derrick sebelum ingatan gadis itu pulih.


Leticia melihat beberapa pelayan sedang bergosip dengan semangat, ia menguping dengan diam-diam.


" Apa kau sudah melihat pesona Raja Darren dari kerajaan Ilios?" tanya pelayan 1 semangat


Wanita yang sedang menguping itu kaget saat mendengar nama Darren di sebut. " Kenapa aku merasa pernah mendengar nama itu ya? tapi dimana?"


" bukankah dia adalah Raja yang terkenal lemah lembut dan baik hati itu. " kata pelayan 2


" Dia melawan pemerintahan kakaknya lalu memimpin negeri Ilios dengan sangat baik. Apalagi dia sangat tampan " kata pelayan 3 kagum


" Apakah Raja Darren itu masih belum menikah?" tanya pelayan 1 penasaran


" Aku dengar sih belum, katanya dia sangat mencintai cinta pertama nya dan tidak bisa melupakan nya. Makanya dia masih belum menikah " tanya pelayan 2


" Oh ya, aku baru ingat. ! bukankah nona Leticia dulu sangat dekat dengan Raja Darren, mereka kan bersahabat?" kata pelayan 3 yakin


" Benar juga, apa jangan-jangan cinta pertama yang tidak bisa dilupakan nya itu adalah nona Leticia?" tanya pelayan 1 bergosip


" Masa sih?" tanya para pelayan lain dengan wajah penasaran


" Ah sudahlah itu tidak penting, yang penting besok kita harus pergi ke festival di kota. Untuk melihat pesona ketiga Raja dari kerajaan besar " kata pelayan 2


Festival di kota?. batin Leticia penasaran


" Benar sekali, kita harus cuci mata dan melihat betapa tampan nya ketiga raja itu " kata pelayan 1


" Memangnya siapa saja ketiga raja itu?" tanya Pelayan 3 penasaran


" Aduh Haylin, masa kau tidak tau sih? tiga Raja itu adalah Raja Derrick dari kerajaan Brilla kecil, Raja Darren dari kerajaan Ilios, dan tentunya Raja kita yang ketampanan nya berada di urutan pertama yaitu Raja Alexander " terang pelayan 1


" Apakah besok kita bisa mengikuti festival itu?" tanya pelayan 3

__ADS_1


" Jangan khawatir, Nyonya Anne sudah memberikan izin kok. Tapi, kita harus kembali sebelum sore hari " kata pelayan 1 senang


Ke empat pelayan disana terlihat senang karena mereka akan pergi ke festival di kota. Leticia juga ingin pergi kesana, ia penasaran dengan nama Darren dan kerajaan Brilla yang tampak familiar di telinga nya itu. Apakah ini pertanda bahwa ingatan nya perlahan mulai kembali?


Gadis itu nekad berniat untuk keluar dari istana karena penasaran dengan keadaan diluar istana. Dan ia juga ingin mencari tau tentang dirinya lewat orang lain, ia juga ingin mencari tau tentang dunia yang menjadi tempatnya hidup sekarang.


" Nona, saya mohon jangan lakukan ini ! nanti Baginda bisa marah pada saya " kata Mira sambil mengatupkan tangannya, dengan wajah memelas


" Yang mulia tidak akan marah kalau dia tidak tau, ayolah ini hanya sebentar saja. Katanya kau adalah teman dekatku selama disini, masa kau tidak mau membantuku !" seru Leticia sedih


" Saya bukannya tidak mau membantu nona, tapi yang mulia..."


" Jika yang mulia Raja marah, aku akan bertanggungjawab untukmu. Jadi ku mohon, sekali ini saja ya ?" tanya Leticia membujuk


Pada akhirnya Mira dan Leticia keluar istana secara diam-diam dengan menyamar. Hati Mira dipenuhi rasa was-was, ia takut kalau Raja tau mereka pergi keluar istana diam-diam.


" Nona, kita sudah berada diluar istana. Sekarang apa yang akan kita lakukan? " tanya Mira bingung


" Kita akan pergi ke pasar " jawab Leticia yakin


" Pasar? kenapa ke pasar? bukankah nona ingin mencari informasi ?" tanya Mira


" Pasar adalah pusat berkumpul nya berbagai macam orang, dan juga adalah tempat berkumpulnya gosip dan informasi. Jadi, pasar adalah tempat yang tepat dong. Selain itu aku ingin makan kue stroberi " terang Leticia ceria


" Baiklah nona, tapi kita jangan pergi lama-lama ya. Karena saya juga tidak tau kapan Baginda akan kembali ke istana " kata Mira takut


" Jangan cemas Mira, kalau dia marah nanti. Aku akan bertanggungjawab " kata Leticia santai


Seperti nya yang mulia Raja belum pernah menunjukkan sisi lainnya kepada nona Leticia. Sekarang Baginda bersikap lembut pada nona, tapi tetap saja kalau Baginda marah. Akan sangat menyeramkan.


" seharusnya nona jangan berkata santai seperti itu, nona kan belum tau bagaimana marahnya Baginda !" seru Mira mengingatkan


" walaupun aku hilang ingatan, tapi aku merasa kalau dia marah padaku, dia tidak akan menyakiti ku " kata Leticia


" Ya sih, tapi untuk jaga-jaga saja " kata Mira cemas


" sudah sudah. kenapa kita malah memikirkan si cabul itu? lebih baik kita berbelanja dulu. Aku akan menghabiskan semua uang yang diberikan olehnya !" seru Leticia semangat


" Nona, anda harus berhati-hati dalam bicara. Jika yang mulia mendengar nya maka.. "


Leticia menutup mulut Mira dan menyuruh agar wanita itu tidak cemas lagi. Mereka berdua pun pergi ke sebuah rumah makan, dan mereka mendengar gosip tentang ketiga Raja dari para gadis yang sedang berkerumun di salah satu meja makan di rumah makan itu.


" Aku tidak sabar untuk besok " kata wanita 1


" Aku juga, bisa melihat ketiga raja yang tampan dalam festival adalah hal yang bagus " kata wanita 2


" oh ya, ngomong-ngomong. Katanya Raja Derrick sudah menikah ya? " tanya wanita 3


" hey itu bukan gosip, katanya pernikahan mereka hanya pernikahan politik. Aku dengar-dengar sih istrinya adalah putri Zayana dari kerajaan Gamoria yang sudah dihancurkan oleh Raja kita " kata wanita 3 memberitahu


" Kenapa Raja Derrick mau menikahinya? bukankah wanita itu adalah penyebab adiknya tiada?" tanya wanita 4 heran


" Mungkin saja ada motif balas dendam di dalamnya. "jawab wanita 1 yakin


" Oh ya, siapa sih nama adiknya yang tiada itu? aku pikir wanita itu juga adalah kekasih Raja Alexander " tanya wanita 2


" Namanya kalau tidak salah Leticia .. ya itu namanya " jawab wanita 3 yakin


" Kalau saja wanita itu tidak mati, Raja Derrick pasti tidak akan balas dendam pada putri Zayana dengan menikahinya " kata wanita 1


" Haha... siapa sih yang tidak mau menjadi pasangan raja Derrick? aku juga bersedia menjadi selirnya, karena dia tampan dan memiliki kekuasaan " kata wanita 2 sambil tertawa


Apa mereka sedang membicarakan ku? apa aku adalah adik dari Raja Derrick yang disebutkan itu?


Wanita itu kaget saat ia mendengar bahwa ia adalah adik dari Derrick. Ia merasa dibohongi oleh Alexander, karena sebelumnya Raja itu mengatakan padanya bahwa ia adalah anak yatim-piatu dan tidak punya saudara. Mira terkejut melihat Leticia yang sudah mendengar semuanya.


Leticia segera keluar dari rumah makan itu dengan terburu-buru, Mira juga mengikuti nya.


" nona ! nona mau kemana?!!" tanya Mira


" Mira, apa yang kudengar ini benar? aku adalah adik dari Raja Derrick yang mereka sebutkan itu?" tanya Leticia kesal


" Nona.. saya tidak bisa menjelaskan nya. Mari kita temui yang mulia Raja. Baginda lah yang akan menjelaskan nya pada nona " kata Mira membujuk


" Kalian semua pembohong ! apa kalian menipuku lagi? kebingungan macam apa ini !" Leticia memegang kepalanya dengan kesal dan marah


" Kami tidak bermaksud membohongi nona !" seru Mira sambil memegang tangan Leticia.


Wanita itu menepis tangan Mira dengan kesal dan terlihat kebingungan. Potongan-potongan ingatan di dalam kepalanya mulai muncul.


" Si.. siapa orang-orang itu.. siapa !!" teriak Leticia sambil memegang kepalanya


Siapa mereka yang ada di dalam pikiran ku? kenapa wajah orang orang itu tidak jelas?


Leticia melihat ke dalam pikiran nya, ada siluet dua orang yang terlihat seperti pasangan kekasih sedang berpelukan dan jalan jalan bersama di taman.


" Nona, anda kenapa? tenanglah nona ! mari kita kembali ke istana !" seru Mira panik melihat Leticia yang tiba-tiba berteriak

__ADS_1


" Tidak ! kalian pembohong ! kalian.. " Wanita itu terlihat linglung dan tenggelam dalam pikiran nya sendiri.


Ia tiba-tiba ambruk dan jatuh pingsan, Mira panik melihatnya. Ditengah kerumunan itu, seorang pria menangkap Leticia yang tidak sadarkan diri dengan sigap.


" Nona !"


Mira kaget melihat pria yang menolong Leticia itu.


" Yang mulia pangeran .."


" Jangan bicara, kita harus menolong nya dulu !" seru Gustaf sambil menggendong Leticia yang jatuh pingsan.


" Baik yang mulia "


" Will, dimana tempat tabib terdekat disini?" tanya Gustaf


" Ada di sebelah sana yang mulia, mari !" ujar William


Gustaf, William dan Mira sampai di sebuah klinik pengobatan yang tak jauh dari pasar itu. Setelah diperiksa oleh tabib, Leticia hanya pingsan biasa karena syok.


" Yang mulia pangeran, maaf jika saya tidak sopan bertanya begini. Tapi, kenapa anda bisa ada disini? " tanya Mira heran


" Aku tau kau pasti mencurigai ku kan? tenang saja , aku hanya kebetulan lewat dan melihat kalian di pasar. " jawab Gustaf


" Entah kenapa saya tidak bisa percaya " kata Mira blak blakan


" Nyali mu cukup besar juga ya walaupun kau hanya pelayan" gumam Gustaf tak suka


" Saya hanya menjalankan tugas saya menjaga nona" kata Mira sebal


" Btw, apa yang terjadi? kenapa dia bisa jatuh pingsan?" tanya Gustaf


" Saya juga tidak tau " jawab Mira bingung.


Oh ya, kenapa pangeran Gustaf tidak terlihat kaget ya saat tau nona Leticia masih hidup? dia terlihat biasa saja?


" Kenapa kau melihatku seperti itu? kalau ada yang mau kau tanyakan, tanyakan saja " tanya Gustaf sambil melihat ke arah Leticia yang masih terbaring jatuh pingsan.


" Kenapa yang mulia pangeran terlihat biasa saja saat melihat nona masih hidup? saya heran " tanya Mira penasaran


" Oh itu, karena aku yang pertama tau kalau dia masih hidup. " jawab Gustaf jujur


" Apa?" Mira kaget


" Banyak hal yang tidak ku mengerti, aku juga memiliki pertanyaan yang banyak di dalam benakku. Kenapa dia masih hidup? bagaimana bisa dia kembali hidup setelah 2 tahun kematian nya? dan seperti nya dia kehilangan ingatannya " gumam Gustaf sambil melihat Leticia dengan cemas.


☀️☀️☀️


Di istana Fostiarus !


Alexander dan Daniel sudah tau kalau Leticia dan Mira menghilang dari istana. Alexander mengumpulkan semua penjaga istana dan sangat murka.


" Bagaimana bisa kalian tidak bisa menjaga satu gadis saja?!! apa pertahanan istana ku ini benar-benar sampah !!" teriak Alexander dengan mata merah yang mulai menyala


" Ya..yang mulia tolong tenangkan diri anda " kata Daniel berusaha membujuk Raja nya yang sedang murka itu


Jangan sampai yang mulia ngamuk disini, akan banyak barang barang yang hancur lagi.


Para pengawal terdiam dan berlutut memohon ampun pada Raja tiran itu. Alexander yang sudah terlanjur marah, mulai mengacak-acak barang-barang yang ada disana. Dalam hatinya berkecamuk, rasa cemas dan khawatir pada Leticia.


" Cari dia di sekitar pasar ! kalau dia tidak ketemu juga, aku akan mematahkan leher kalian semua dan ku pakan kan ke anjing !" teriak Alexander marah


" Baik yang mulia !" jawab para pengawal istana patuh


Bagaimana ini? bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? aku tidak bisa membayangkan diriku, kalau terjadi sesuatu padanya. Apa mungkin Raja Ilios itu sudah bertemu dengan nya, lalu membawanya pergi? tidak.. tidak mungkin.. Apa ini ulah pamanku si Gustaf?


Daniel dan Alexander juga ikut mencari Leticia di sekitar wilayah istana dan berharap kalau Leticia dan Mira belum pergi jauh. Saat dalam pencarian, Gloria kembali muncul secara tiba-tiba di hadapan Alexander.


WUSH


SLING


" Kau ! kenapa kau baru muncul sekarang? " tanya Alexander geram


" Kenapa yang mulia terlihat marah? apa yang mulia mencari saya?" tanya Gloria heran


" Apa yang terjadi sebenarnya ? Leticia memang hidup kembali, tapi kenapa Leticia bisa kehilangan ingatannya?" tanya Alexander


" Ini lah alasan saya menemui yang mulia Raja. Saya ingin menjelaskan apa yang terjadi pada ingatan nya. " kata Gloria


" Jelaskan ! karena aku masih banyak pertanyaan !" seru Alexander


" Anda dan dia sama-sama membayar harga untuk kehidupan kedua. Tapi bedanya anda membayarnya dengan kristal, sedangkan dia membayarnya dengan kehilangan ingatannya. " terang Gloria serius


" A..APA?! "


" Dan ingatan nya mungkin tidak akan bisa kembali selama nya "

__ADS_1


Alexander terpana mendengar ucapan Gloria.


...---****---...


__ADS_2