
.
.
Gustaf terpana melihat Leticia, ia terdiam melihat Leticia tersenyum dan menertawakan nya. Lalu ia tersadar saat Leticia menepuk bahunya.
" Hey ! orang gila, apa kau butuh pelayanan kesehatan? apa perlu aku mengantarmu ke rumah sakit jiwa ?" tanya Leticia menyindir
" Apa?! kau pikir aku gila ?! " Gustaf marah
" Seperti nya memang begitu. Pergilah, jika tidak aku akan memanggil keponakan mu kemari, lalu dia akan menangkap mu " kata Leticia mengancam
" Haa.. kau tidak akan bisa melakukan itu " Gustaf meremehkan
" Aku bisa saja memangilnya sekarang, tapi ini bukan keadaan darurat. Aku tidak bisa memanggil Raja yang sibuk seenaknya saja hanya karena orang gila ini. Lagian orang gila ini tidak berbuat macam-macam padaku. Jadi buat apa aku memanggilnya. Dia tidak terlihat berbahaya " batin Leticia berfikir
" Sudah kuduga kau tidak bisa melakukannya " kata Gustaf
" Sudahlah, aku malah bicara denganmu."
" Jangan-jangan kau dan dia sudah putus ya? kalau kalian sudah putus, kau boleh datang ke pelukan ku " Gustaf merentang kan tangannya
" ini ide bagus, akan aku buat dia jatuh cinta padaku. Dan keponakan ku itu akan patah hati karena cinta pertama nya telah ku rebut, menyerang hatinya daripada tubuhnya itu akan lebih baik " batin Gustaf berfikir
Leticia terlihat kesal dan menendang kaki pria itu dengan keras, lalu melayangkan pukulan di wajah Gustaf.
" Jika keponakan mu itu raja tiran yang gila, maka kau adalah pangeran playboy gila. Dasar kau tidak waras !"
" wah wah.. ini tidak adil, kau menusukku dari belakang. Aku belum siap, dan kau sudah memukulku! kau ini benar-benar " Gustaf sakit hati
" Itu belum seberapa dengan yang kau lakukan padaku dan kepada keponakan mu waktu di tebing itu. Kau hampir membuat kami mati ! " Leticia kesal dan hendak memukul Gustaf
HYAT
Kali ini Gustaf menangkis serangan itu, ia menangkap tangan Leticia dan memeluk pinggangnya.
GREP
Wajah mereka berdekatan, Gustaf bermaksud menunjukkan pesonanya kepada gadis itu, tapi Leticia sama sekali tidak terpengaruh.
" Wanita ini benar-benar cantik, tidak buruk untuk menjadikan nya istri. Ah apa yang kupikirkan ! ingat Gustaf, kau tak boleh terbawa perasaan " batin Gustaf mulai goyah
" Kau sudah gila !!" teriak Leticia
" Ya, aku sudah gila karena aku menyukaimu " kata Gustaf yang masih memeluk pinggang Leticia dengan erat. Wanita itu bersusah payah mengeluarkan dirinya dari dekapan Gustaf.
" TOLONG !! ada orang mesum disini ! Tolong aku !!" teriak Leticia
Gustaf pun panik karena orang-orang mulai berdatangan menghampiri mereka berdua. Leticia tersenyum menang, saat Gustaf melepaskan pelukannya.
" Hey ! Awas kau ya ! aku balas kau nanti ! dasar mantan tuan putri !" seru Gustaf kesal sambil berlari pergi
" bweee.. rasakan " Leticia menjulurkan lidahnya dan mengejek pangeran Gustaf.
" Jika kau datang lagi, aku akan memanggil pacarku kemari " batin Leticia
***
Alexander dan Daniel sangat sibuk hari itu. Masalah terjadi di dua desa sekaligus. Alexander pergi ke desa Winterne, dengan masalah yang paling parah. Sementara Daniel pergi ke desa Sonda yang sedang terkena wabah penyakit.
" Aku ingin cepat menyelesaikan ini, aku merindukan nya.. " batin Alexander
Drap
Drap
" Yang mulia, para wanita dan anak-anak sudah di selamatkan. Sementara para penjarah itu kabur, yang mulia " kata Carl ( Ketua kstaria black knight Fostiarus )
" Aneh, kenapa para penjarah itu pergi tanpa membawa apapun? mereka bahkan membiarkan para wanita dan anak-anak itu bebas. Apa pendapat mu sir Carl?" Alexander terlihat berfikir
" saya rasa ada sesuatu yang salah disini, mungkin sebuah konspirasi atau pengalihan. Membuat yang mulia sibuk, seperti nya itu adalah tujuan utama nya "
" Kau sepemikiran denganku. Nah, sekarang kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?" tanya Alexander tajam
" Saya akan menemukan dalang dibalik kerusuhan ini secepatnya, yang mulia. " kata Carl yang mengerti
" Bagus, kau memang harus menemukan nya. Kalau tidak, kepala mu yang akan jadi penggantinya " kata Alexander dingin
" ba.. baik yang mulia " jawab Carl gugup
" Katanya yang mulia sudah berubah sejak jatuh cinta, apanya yang berubah? dia masih sama " batin Carl sedih
Carl melangkah pergi. Sementara Alexander terlihat melamun.
" Aku sedang merindukan nya, apa dia juga merindukan ku? haa.. dia bahkan tidak menghubungi ku sama sekali, padahal aku sudah bilang padanya kalau dia bisa memanggilku dengan kalung. Apa dia tidak merindukan ku? Awas saja kalau dia tidak merindukan ku, aku akan mengikatnya dan tidak akan membiarkan dia pergi dariku satu detik pun.. ngomong-ngomong, aku belum melakukan kencan dengannya.." batin Alexander kesal sendiri
Raja tiran itu ingin meminta saran dari Daniel seperti biasanya, namun kali ini Daniel sedang ditugaskan di desa lain. Ia berfikir untuk meminta saran orang yang berpengalaman.
" Sir Carl, dia kan sudah punya istri. Pasti dia tau tentang berkencan kan? apa aku tanya dia saja? aku benar-benar buta soal ini " batin Alexander
" Sir Carl, tunggu dulu ! " seru Alexander
__ADS_1
" Ya yang mulia?"
" biasanya kalau kencan, para pria suka membawa apa dan melakukan apa?" tanya Alexander dengan gaya cuek nya
" A..Apa yang mulia?"
" Apa kupingku bermasalah? aku mendengar yang mulia bilang kencan kan?" batin Carl bingung
" Kau tuli ya, aku tidak suka mengulangi pertanyaan ku !!" teriak Alexander marah
" Berarti aku tidak salah dengar, aku harus segera menjawabnya sebelum yang mulia murka " batin Carl
" Biasanya ketika berkencan, para pria mengunjungi rumah kekasihnya dengan membawa bunga, atau makanan kesukaan mereka. Lalu mereka pergi ke tempat tempat romantis berduaan " Carl menjelaskan dengan semangat
" Tempat romantis itu seperti apa?" tanya Alexander tak mengerti soal kencan atau apapun itu, ia benar-benar polos soal ini
" Sepertinya yang mulia benar-benar sedang berkencan dengan seseorang. Astaga, ini seperti nya pertama kalinya untuk yang mulia, makanya dia terlihat polos dan tidak tau apa-apa tentang kencan " batin Carl
" Seperti taman bunga, berkencan dibawah sinar bulan, pantai, taman hiburan, atau makan malam bersama di tepi danau yang indah. Kira-kira begitulah yang mulia " jawab Carl Semangat
" Apa benar kalau perempuan menyukai hal-hal seperti itu?" tanya Alexander sembari berfikir
" Iya yang mulia, tentu saja ! di tempat itu para pria biasanya mengutarakan cinta dan kasih sayang mereka pada kekasihnya. Dan itu yang namanya momen romantis " kata Carl
" Ternyata perempuan adalah mahluk yang rumit juga, menginginkan hal hal seperti ini. " gumam Alexander
" Anda mengatakan sesuatu yang mulia?" tanya Carl yang tak mendengar jelas apa yang di gumam kan si Raja tiran itu.
" Tidak, bukan apa apa. Kau sudah memberiku saran yang bagus, akan ku beri kau cuti satu hari untuk besok " kata Alexander serius
" Be..benarkah yang mulia? cuti satu hari !!" Carl terkejut
" Iya, sekarang kerjakan dulu tugas mu dengan baik !" ujar Alexander tegas
" Siap laksanakan perintah Baginda Raja !" kata Sir Carl sambil memberi hormat
" Jadi inilah maksud tuan Daniel dan para pengawal istana itu, bahwa yang mulia berubah. Ya, aku percaya sekarang. Dia yang tidak pernah memberikan libur satu hari pun, kini bisa memberikan nya. Padahal tinggal mengatakan terimakasih saja, tapi yang mulia sampai melakukan hal ini. Wanita itu pasti sangat dimanjakan oleh yang mulia " batin Carl senang
Setelah pekerjaan nya menyelamatkan warga di Winterne selesai, Raja tiran itu tak sabar ingin bertemu dengan Leticia. Seharian ia tak bertemu dengan gadis itu dan merindukan nya.
Tapi sebelum itu, Alexander mampir membeli bunga matahari dari toko terdekat disana, ia juga membeli kue stroberi kesukaan Leticia. Pria itu tampak senang dan semangat bertemu dengan Leticia.
***
Di istana Ilios..
Sore itu, Leticia sedang mempersiapkan untuk memasak makan malam di dapur istana. Ia ditemani beberapa pelayan istana yang ingin mencicipi masakan nya juga.
" Ahhh !!"
" Nona Leticia !" seru Carol panik
" Ya ampun, kenapa kau tidak berhati-hati?! " tanya kepala dayang cemas
" Aku baik-baik saja, tidak apa apa kok. " jawab Leticia sambil menahan sakit ditangannya
" Biar aku saja yang menggantikan mu memasak, Carol kau obati dia " kata Zoya cemas
" Tidak perlu. Aku bisa melakukan nya kok, ini tugasku untuk membuat makan malam " kata Leticia
" Aku tidak bisa membuat kakak kesusahan dalam masalah hanya karena aku tidak mengerjakan tugasku dengan baik. Yang mulia Raja Cedric akan semakin tidak suka pada kami, dan kami tidak bisa mengumpulkan uang agar bisa segera pergi dari sini " batin Leticia sedih
" Tapi, tanganmu terluka. Di obati dulu saja, toh masih ada waktu 1 jam untuk makan malam " kata kepala Dayang ramah
" Baiklah, terimakasih.." Leticia tersenyum
Carol membantu Leticia mengobati tangannya, mengoleskan salep luka bakar untuk Leticia. Setelah itu ia melanjutkan memasak bersama Zoya dan Carol.
Ketika semua orang berkumpul untuk makan malam, Leticia terlihat melamun di teras dapur istana, sambil melihat langit malam. Ia terkejut saat Darren menghampiri nya dan membawa nampan, yang ada 2 piring makanan disana.
" Yang mulia.. kenapa kau ada disini?" tanya Leticia
" memangnya aku tidak boleh berada disini? "
" Maafkan atas kelancangan saya yang mulia, semua tempat di istana ini adalah milik yang mulia. Saya terlalu gegabah mengatakan hal yang tidak seharusnya " kata Leticia sambil menunduk. Darren terlihat sedih mendengar perkataan Leticia yang formal padanya.
" Aku harus berhati-hati dengan tindakan ku pada pangeran Darren, meskipun dia adalah temanku. " batin Leticia
" Kau tidak usah bicara begitu padaku, kita kan teman. Bicara saja seperti biasanya.." kata Darren
" saya tidak bisa begitu sekarang..saya hanyalah pelayan rendahan. "
" Apa sikapmu ini ada hubungannya dengan kakak ku?" tanya Darren curiga
" Tidak ! itu tidak benar ! ini benar-benar tak ada hubungannya dengan Baginda Raja. Tolong jangan berasumsi macam-macam " Leticia menyangkal
" Kalau begitu jangan perlakukan aku seperti ini, aku ingin kita kembali seperti dulu lagi. Bicara santai.."
" Maaf yang mulia, saya tidak bisa "
" Kau memang keras kepala. Kau belum makan kan? ayo makan dulu bersamaku !" ujar Darren
__ADS_1
" Mana bisa pelayan seperti saya makan bersama yang mulia "
" jadi makanan itu untuk ku? kenapa dia melakukan ini? aku tau dia benar-benar menyukaiku, dan dia juga orang yang baik. Tapi, aku tidak menyukainya sebagai pria " batin Leticia merasa bersalah
" Ini perintah, apa kau akan menolak nya juga?" tanya Darren sambil tersenyum ramah
" Baiklah yang mulia, ayo " jawab Leticia patuh
" Apa aku harus selalu menggunakan kata perintah agar kau mau menurut padaku? sebenarnya aku tidak mau, apa aku begitu picik karena ingin dekat lagi denganmu? apa benar, hatimu bukan untukku. Tidak, aku sudah menyukaimu sejak lama. Aku harus bisa meluluhkan hatimu lagi " batin Darren berfikir
Darren mengajak Leticia pergi ke taman. Wanita itu heran, karena mereka mau makan malam, tapi malah pergi ke taman istana. Dan ia juga heran, melihat lampu taman yang menyala berkelap-kelip menghiasi setiap jalan yang ia lewati.
Mereka sampai ditengah taman, Leticia terpana melihat apa yang ada disana. Sebuah meja untuk dua orang, ada lilin aroma dan banyak bunga-bunga bertebaran. Kesannya seperti akan ada makan malam romantis.
" Apa? ini seperti makan malam romantis di dalam drama. Kenapa pangeran Darren mengajak ku kesini?" batin Leticia kaget
" Tisha terdiam seperti itu, karena dia terpesona dengan persiapan ini " batin Darren
" Ayo, kita akan makan malam disana " Darren tersenyum senang
" Y..yang mulia, saya tidak bisa makan disana berdua dengan anda " Leticia menolak
" Ini juga perintah " Darren tersenyum
" Aku tidak peduli, kalau cara ini adalah cara yang picik. Jika itu bisa membuatmu dekat lagi denganku, cara apapun itu akan aku lakukan..Tisha, aku tidak bisa kehilangan mu begitu saja " batin Darren
" Kalau itu, saya tidak bisa menolak " jawab Leticia bingung
Leticia dan Darren duduk di meja yang sama. Darren terus tersenyum melihat Leticia makan di depannya.
" Kenapa sih dia melihatku seperti itu?' batin Leticia heran
" Bagaimana makanan nya? apa enak?" tanya Darren
" Iya ini sangat enak, tapi ini bukanlah makan yang saya masak untuk makan malam " jawab Leticia bingung
" Memang bukan, aku membelinya tadi saat aku sedang diluar. Daging bebek kan makanan kesukaan mu " kata Darren
" Apa dia sengaja membelikan ku daging bebek ini? apa dia bermaksud mendekatiku? aku kan sudah menolaknya. Tapi, Kenapa dia masih bersikap baik padaku? dia memang benar-benar..." batin Leticia berfikir
" Ini sangat enak, terimakasih yang mulia " kata Leticia sambil berusaha memotong daging bebek dengan pisau dan garpu nya. Wanita itu terlihat kesusahan.
" Ini, makan punya ku saja. Daging milikku, sudah di potong semua nya " kata Darren menawarkan
" Tidak perlu yang mulia, saya bisa kok. Hu.. padahal ini daging bagian terakhir, tapi susah sekali memotongnya " gumam Leticia yang kesusahan memotong daging bebek nya yang tinggal sedikit lagi itu.
Akhirnya daging itu meluncur ke wajah Darren, dan membuat wajah pria itu kotor. Darren malah tertawa dan bukannya marah.
PLUK
" PFutt.. hahaahaha.. "
" Ah ! maafkan saya yang mulia, saya tidak sengaja " Leticia menghampiri Darren sambil membawa tisu dan sapu tangan untuk membersihkan noda di baju dan wajah Darren
" Dia pasti menertawakan ku kan? uh..malunya "batin Leticia malu, wanita itu menunjukkan wajahnya yang cemberut.
" Tenanglah, aku bukannya menertawakan mu. Aku menertawakan diriku sendiri, maaf ya kalau membuatmu tersinggung. Jangan marah " kata Darren membujuk dengan lembut
" Kenapa saya harus marah? seharusnya yang mulia yang marah pada saya, karena saya sudah membuat wajah dan baju yang mulia kotor " Leticia cemberut. " Saya akan membersihkan nya "
Wanita itu mengusap kotoran yang ada di wajah Darren dengan lembut dan hati-hati. Darren menatap wanita itu dengan penuh perasaan, saat wajah mereka tak sengaja berdekatan.
" Aduh.. bagaimana ini, wajah anda jadi kotor karena saya. "
" Jika itu bisa membuat mu sedekat ini padaku, tidak masalah kau mau melemparkan daging ke wajahku berapa kali pun " kata Darren sambil tersenyum
Wanita itu berhenti membersihkan wajah Darren, dan tampak kaget dengan kata-kata Darren. Tanpa sadar wajah mereka berdekatan dan saling menatap satu sama lain. Leticia menghindar, ia tak sengaja menginjak gaunnya dengan ceroboh. Lalu wanita itu jatuh ke pangkuan Darren, orang yang melihat mereka mungkin akan berfikir mereka sedang berpelukan atau bermesraan.
" Akh !!"
" Dia sangat tampan. Astaga Leticia, masih sempat-sempatnya kau terpesona dalam keadaan seperti ini..kekasihmu bahkan lebih tampan dari nya. Jika Lex, ada disini dia pasti membunuhku dan membunuh nya.. Syukurlah dia tidak ada disini " batin Leticia berpikir
Darren terhanyut dalam keadaan dan terpesona dengan wanita yang ada di depannya itu. Kedua tangannya menyentuh pipi Leticia dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Pria itu semakin mendekat ke wajah Leticia, dan ia juga melihat bibir merah wanita itu. Saat tinggal beberapa centi lagi ...
" Singkirkan tanganmu darinya ! brengsek " teriak Alexander yang sudah ada di depan mereka, menatap mereka dengan murka.
" Ya ampun, itu kan tatapan membunuh. Celaka! auranya menghitam " batin Leticia terpana
Leticia dengan cepat berdiri dari pangkuan Darren, lalu berlari memeluk Alexander.
GREP
" Kau sudah datang? hehe.. aku sudah menunggumu.. "kata Leticia dengan mode imut dan senyuman ramah
" Kumohon jangan marah, jangan berkelahi. Kumohon berhasilah " batin Leticia berharap Alexander tidak marah
Alexander dan Darren bertatapan dengan tajam satu sama lain. Seperti ada aliran listrik diantara mereka berdua. Kedua aura nya semakin menghitam.
...--***---...
Bab selanjutnya :57. Kencan Pertama
__ADS_1