Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 25 Berburu mangsa


__ADS_3

Hai Reader setia ku..


Mohon perhatian nya sedikit ya !!


Karena chapter ini mengandung sedikit adegan 18 + mohon bijak dalam membaca ya.. Mohon maaf..


Terimakasih 🙏🙏😊


...-------****-------...


Raja itu kehilangan kendali nya, ia mencium wanita yang seharusnya ia benci. Apa yang membuat nya seperti itu? di depan wanita itu, sang raja kehilangan akal sehatnya. Apa raja itu mulai merasakan sesuatu di dalam hatinya?


Leticia berusaha memberontak dari ciuman panas yang di lontarkan oleh Alexander kepadanya. Namun apa daya, raja itu memiliki tenaga yang begitu kuat dan ia tak mampu melawan.


" Ada apa dengannya? brengsek !" batin Leticia memaki pria itu


" Hmph.. hmphh.. "


Leticia memukul mukul tubuh pria kekar yang telah menciumnya itu.


" Kenapa aku tidak bisa menghentikan nya? aku kehilangan kendali atas diriku sendiri, karena wanita ini?" batin Alexander bingung


Pria itu mendorong Leticia, dalam posisi masih berciuman, mereka berdua terhempas ke ranjang. Alexander berada dalam posisi di atas tubuh wanita itu. Raja itu mulai menciumi tengkuk dan leher wanita itu dengan berani, ia seperti kehilangan kendali.


" Akhh ! "


Ciuman itu sempat terputus, tapi Alexander kembali melanjutkan ciumannya di bibir dan membuat wanita itu bungkam. Kali ini lebih dalam dari ciuman nya yang tadi.


" Dia sudah gila! aku tidak bisa melawannya.. hentikan.. ciuman pertamaku dengan pria brengsek ini.. tidak.. " batin Leticia berusaha mendorong Alexander.


" Aishh.. " Alexander meringis kesakitan, dan sudut bibirnya berdarah


Ciuman yang panas itu akhirnya terlepas, saat Leticia menggigit bibir pria itu. Wanita itu mengatur napas nya, seperti akan melakukan sesuatu, raut wajahnya memerah dan matanya berkaca-kaca.


" Beraninya kau menggigit ku.. kau .."


PLAK


Belum sempat melanjutkan kata kata nya, tamparan keras mendarat di pipi kanan nya.


" Brengsek ! cabul !" Wanita itu menunjukkan raut wajah yang hampir menangis.


" Kau bilang apa?!! " tanya Alexander marah


" Aku bilang kau brengsek !" Leticia mengambil kesempatan mendorong pria itu, dan ia beranjak dari ranjang itu. Namun, pria itu mendorongnya kembali ke ranjangnya.


" Kau sudah gila ! lepaskan aku.. " Leticia


" Katakan ! apa kau senang aku akan menikah?!! jawab !" seru Alexander memaksa


" Apa aku harus menjawab pertanyaan mu? setelah kelakuan mu barusan ? kau masih punya muka untuk bertanya padaku?!!" wanita itu meledak dalam kemarahannya


" Bagaimana? sudahkah kau memastikan nya barusan? apa kau masih mau bilang tidak punya perasaan apa apa padaku?" tanya Alexander tegas


" Aku ada perasaan padamu, dan itu adalah perasaan jijik ! aku jijik sudah dicium oleh pria cabul seperti mu !" ujar Leticia sambil menangis


" Jijik? dia bilang jijik?" batin Alexander marah


" Bilang sekali lagi? kau bilang APA??" Pria itu dengan kasar memegang dagu Leticia dan mengarahkan wajah wanita itu untuk melihat ke arahnya.


Setelah melihat sepasang mata yang berlinang air mata itu, Alexander melepaskan gadis itu. Ada perasaan tidak tega di dalam hatinya.


" Pantaskah seorang pria yang mau menikah bersikap seperti ini? aku tau kau memang membenciku, tapi tolong jangan permalukan aku seperti ini !! aku ini wanita yang punya harga diri ! dan aku belum pernah berciuman !! ..hiks" Leticia sakit hati


" Aku.. " belum sempat melanjutkan kata kata nya..


Wanita itu sudah berlari sambil menangis dan membuka pintu kamar Raja, ia pergi tanpa menghormat kepada raja itu. Daniel yang akan menemui Raja, kaget melihat Leticia menangis dan sudut bibirnya ada darah.


" Tuan putri, ada apa? kenapa kau.."


Leticia tak menggubris Daniel yang bertanya padanya, ia berlari dengan wajah yang syok.


" Kenapa bibirnya berdarah? dan rambutnya acak acakan? apa yang mulia menindas nya lagi? apa yang mulia raja bertengkar dengan tuan putri lagi?" gumam Daniel cemas


Di dalam kamarnya, Alexander membanting bantingkan barangnya dengan murka.


BRAK


PRANG


" Sial , sial ! kenapa aku bisa kehilangan kendali seperti tadi? ini pertama kalinya dalam hidupku, dan aku juga baru merasakan berciuman dengan seorang wanita. Kenapa aku bisa melakukan hal yang tidak masuk akal seperti itu? dengan wanita yang harusnya ku benci? setiap di dekatnya aku selalu kehilangan kendali dan menggila ! seperti nya akal sehat ku tidak berfungsi saat aku di dekatnya.. wanita itu DIA...dia bilang jijik berciuman denganku?!!"


Raja itu memukul tembok hingga tembok itu retak hingga punggung tangannya terluka, saking marahnya. Perasaan bingung, marah bercampur di dalam pikiran nya, atau mungkin di dalam hatinya.


Daniel melihat kekacauan di kamar Raja, ia sudah tidak heran dengan Raja yang selalu membanting banting barang ketika marah. Ya, raja Fostiarus itu kalau sedang marah ia akan melakukan hal yang tidak terduga.


" Mereka pasti habis bertengkar hebat.. haa.. lagi lagi aku yang harus membereskan semua kekacauan ini, pantas saja gajiku lebih besar dari semua orang di istana ini. Tugasku memang sangat berat dan ekstra.. " batin Daniel lelah


Alexander duduk di ranjangnya sambil memegang kepala nya yang terasa pening. Daniel terkejut saat melihat sudut bibir raja itu berdarah dan ia memikirkan sesuatu.


" Apa jangan jangan mereka berciuman? Haa.. tidak mungkin, yang mulia raja paling benci melakukan kontak fisik dengan seseorang apalagi seorang gadis.. Eh tapi tapi, tuan putri adalah pengecualian, yang mulia raja pernah memeluk dan menggendongnya, mereka juga pernah tidur dan mandi bersama. Apa hubungan mereka sudah berkembang jauh ya?" batin Daniel berfikir


" Kenapa kau berdiri di sana dan tersenyum seperti orang gila begitu?" tanya Alexander sinis


" Maafkan saya yang mulia, saya hanya sedang berfikir. Ada apa yang mulia? apa anda bertengkar dengan tuan putri? " tanya Daniel


" Bukan urusanmu! bereskan kekacauan disini, aku mau ke menara !" seru Alexander kesal


" Ah baiklah yang mulia " Daniel patuh


" Lebih baik aku tidak bertanya lagi, kalau aku mau hidup lebih lama...huu" batin Daniel


***


Leticia menangis dan pergi ke kamarnya, ia mengunci dirinya dan memaki dirinya sendiri.


" Pria brengsek! cabul! kurang ajar ! dasar psikopat tiran ! bagaimana bisa dia merebut ciuman pertamaku?! padahal aku selalu menyimpan nya untuk orang yang aku cintai, aku merasa aku sudah tidak suci lagi ! menyebalkan !" wanita itu melempar bantal yang ia pegang dengan penuh kemarahan


Huu..huu..


Sepanjang malam Leticia menangis mengingat ciuman nya dengan pria itu.


Keesokan harinya, pagi itu Leticia berniat menulis surat untuk Darren dan kakak nya. Ia meminjam kuas tinta dan kertas untuk menulis.


" Daripada memikirkan si cabul itu, mending aku menulis surat untuk kakak dan pangeran Darren saja " gumam Leticia

__ADS_1


" Ah benar juga, mereka kan tidak mengerti hangeul. Sebaiknya aku tulis dengan bahasa Inggris saja biar mudah " kata Leticia semangat menulis


Carol terlihat senang melihat Leticia semangat menulis surat, ia menyiapkan cemilan kesukaan majikannya di atas meja.


" Yang mulia raja ternyata baik juga ya, tuan putri di perbolehkan menulis surat untuk putra mahkota Derrick dan pangeran Darren "


" Tolong jangan ungkit tentang si Raja cabul itu !" ujar Leticia sebal


" Merusak mood ku saja, ciuman itu.. tidak itu bukan ciuman, anggap saja aku menabrak tembok.. ah tapi dia jago ciuman juga, apa dia sudah pernah mencium wanita sebelumnya? kenapa juga aku kepikiran dengannya? bukan urusanku dia mau berhubungan dengan siapapun.. aku pasti sudah tidak waras sama seperti nya, kalau aku memikirkan nya" Batin Leticia kesal sendiri


" Ah.. iya baiklah hehe " Carol merasa canggung


" Ngomong-ngomong, semalam yang mulia keluar dari kamar baginda Raja dengan mata sembab dan bibir nya yang terluka. Mungkinkah yang mulia raja sudah melecehkan tuan putri? kalau benar ..saya harus melaporkan nya pada putra mahkota Derrick " batin Carol cemas


" Setelah yang mulia selesai menulis surat nya, saya minta kertas dan kuas tintanya " kata Carol


" Kau mau mengirim surat juga? pada siapa?" tanya Arrabella


" uhmm.. pada tuan Herald " jawab Carol


"Apa? jangan jangan kau ada hubungan spesial dengan pengawal kakak ku ya?" tanya Leticia sambil tersenyum


" Eh.. itu..."


" *Huft .. syukurlah yang mulia tidak curiga kalau aku mengirim surat pada tuan Herald itu karena disuruh oleh putra mahkota Derrick* " batin Carol lega


" Tidak apa, tidak usah malu malu. "


" Hehe iya yang mulia " Carol tertawa kecil


***


Daniel dan Alexander sedang bersiap siap untuk berburu di hutan. Raja itu memakai baju berburu nya dan membawa beberapa anak panah di belakang punggungnya, tangannya memegang busur panah yang cukup besar. Daniel memuji rajanya itu yang selalu terlihat tampan memakai baju dengan gaya apapun.


" Yang mulia selalu tampan seperti biasanya, seandainya saya punya sedikit ketampanan dari yang mulia " kata Daniel berharap


" Kalau begitu, jadilah saudara ku " kata Alexander


" Mana mungkin, saya sudah terlahir begini "


" Kalau begitu terimalah nasib mu " kata Alexander mengejek


" Ah.. yang mulia " Daniel sebal


" suruh si kucing kecil itu bersiap siap, aku tunggu diluar " kata Alexander tegas


" Baiklah, saya akan panggilkan tuan putri" kata Daniel patuh


Daniel memanggil Leticia yang sedang memasak di dapur, padahal hari itu ia tak ingin melihat Alexander.


Namun, pada akhirnya ia ikut juga ke arena berburu bersama Alexander karena pria itu mengancam nya dengan tidak boleh menulis surat lagi untuk Kakak nya.


Di arena berburu, para bangsawan sudah berkumpul di sana dan bersiap siap berburu. Semua memberi hormat pada Raja.


" Yang mulia raja, pasti anda akan menjadi pemenang dalam kompetisi berburu nya kali ini " kata seorang bangsawan memuji


" Bukankah aku selalu menang setiap tahunnya " kata Alexander datar


" itu benar, taun ini yang mulia juga akan menang lagi." kata bangsawan memuji


" Hey pelayan ! kau bilang apa soal yang mulia? aku mendengar mu barusan ya?!!" kata bangsawan kesal mendengar ucapan Leticia


" Cukup !.. "


Raja itu mendekati Leticia dan raut wajahnya terlihat kesal.


" Kau bilang aku akan kalah? bagaimana jika aku menang?" tanya Alexander


" Yang mulia raja mau menang atau kalah, sama sekali bukan urusan saya " kata Leticia acuh


" sudah berbuat kesalahan dia terlihat biasa saja, menyebalkan sekali. Tidak ada satupun kata maaf darinya, seperti nya itu memang bukan ciuman pertamanya " batin Leticia sebal


" wanita ini pandai sekali membuat orang terkena serangan jantung dan darah tinggi. Bagus sekali, aku akan mengerjainya.. sampai kapan kau masih berani bersikap angkuh seperti itu " batin Alexander kesal


" Kalau begitu mari kita bertaruh " kata Alexander


" Saya tidak mau tuh "


" Jadi kau takut?" tanya Alexander sinis


" Saya tidak takut "


" Kalau begitu ayo bertaruh " Raja itu menantang


" Seperti nya yang mulia serius, ini tidak bisa dibiarkan " batin Daniel cemas


" Tuan putri lebih baik anda diam saja, dan tunggu kami selesai berburu " kata Daniel sambil mendorong Leticia pergi


" Tidak bisa ! saya tidak takut pada yang mulia, yang mulia ingin bertaruh apa?" tanya Leticia kesal


" Kau ikut kompetisi berburu bersamaku, siapa yang mendapatkan buruan paling banyak dia yang menang " kata Alexander menantang


Para bangsawan yang mendengar nya kasak kusuk.


" Itu tidak mungkin, selama ini tidak ada yang bisa mengalahkan yang mulia dalam berburu "


" Gadis itu cari mati ya, kita saja tidak bisa mengalahkan nya apalagi gadis yang bertubuh kecil itu "


Para bangsawan itu tidak yakin dan merasa mustahil bagi Leticia mengalahkan Raja Alexander yang dikenal sebagai raja iblis dan raja tiran itu.


Ia mendengar para bangsawan itu berkasak kusuk tentang dirinya, ia juga merasa bahwa ia tidak bisa mengalahkannya. Tapi, ia tetap menyetujui tantangan dari Alexander.


" Daniel, berikan kucing kecil ini busur dan anak panahnya !" seru Alexander


" Yang mulia, anda tidak perlu melakukan ini " kata Daniel berusaha membujuk


" Daniel, aku tidak suka mengulangi kata kata ku " Alexander dingin


" Saya bukan kucing kecil ! Saya punya nama, nama saya Leticia !" ujar Leticia kesal


" Aku tidak peduli "


" Kau pikir aku takut padamu? setelah pelecehan yang kau lakukan semalam aku akan membalas mu hari ini.. " batin Leticia kesal


" Bagaimana bisa kau mengalahkan ku? dari Informasi yang aku dapatkan, kau bahkan tidak pernah memegang busur panah seumur hidupmu, mau berburu ? jangan mimpi, kau tidak bisa. Tuan putri manja seperti mu yang selalu memakai gaun setiap hari nya, tidak akan bisa .." batin Alexander meremehkan

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Daniel datang dan membawakan busur panah dan beberapa anak panah. Leticia mengambilnya dengan cekatan, seperti seseorang yang sudah pernah memegang busur panah. Alexander dan Daniel terkejut melihat pergerakan Leticia yang cekatan.


" Mungkin itu hanya beruntung atau kebetulan " batin Alexander meremehkan


" Malang sekali nasib ku, aku memang pernah menjadi atlet memanah tapi itu sudah lama sekali. Dan sudah lama juga aku berhenti memanah, dengan kemampuan ku dan tubuh kecil ini, pasti aku akan kalah.. tidak bisa, aku tidak bisa membiarkan dia menang dengan mudah " gumam Leticia dalam hatinya


" Mau mundur? belum terlambat untuk itu "


" Mundur? itu bukan gayaku !" seru Leticia


" Gadis yang keras kepala " gumam Alexander


Wanita itu terkejut saat ia harus menaiki kuda sendiri untuk berburu. Raja Alexander lagi lagi mengejek dan meremehkan nya.


" Dilihat dari wajahnya, dia seperti nya tidak bisa berkuda. Bisa celaka kalau dia berkuda sendirian..dasar gadis keras kepala " batin Alexander


Leticia masih memandangi kudanya dan belum menungganginya. Ia terlihat bingung...


" Ada apa tuan putri?" tanya Daniel heran melihat Leticia diam saja


" Kemarilah !" Alexander yang berada di atas kuda nya, mengulurkan tangannya kepada wanita itu


" Huhhh.."


" Cepat naik !" seru Alexander kesal


" Dia pasti mau mengejekku lagi dengan naik kuda bersama " batin wanita itu kesal


" Cih.."


Raja itu turun dari kudanya dan mengangkat wanita itu dengan memegang pinggangnya.


" KYAAA... woahh .. apa yang kau lakukan? kau cabul !" Leticia kaget Raja itu memangku nya tiba-tiba.


" Kenapa semua pikiranmu itu mesum semua?" tanya Alexander heran


Pria itu meletakkan Leticia di kuda nya, lalu Alexander pun naik kuda di belakangnya.


Deg


Deg


Deg


" Jantungku seperti ini lagi.." batin Alexander kaget


" Dia menaiki kuda bersamaku? apa apaan ini, ini tidak seperti aku akan bersaing dengannya.. tapi... " batin Leticia bingung


" Dilihat dari sudut seperti ini, mereka terlihat serasi. Meskipun mereka selalu bertengkar..semoga mereka cepat berbaikan " gumam Daniel senang melihat dari kejauhan


" Aku tidak setuju dan memberi mu izin untuk naik kuda bersama denganmu " kata Leticia mendadak gugup


" Aku ini Raja. Raja tidak butuh izin siapapun untuk melakukan apapun, jangan lupa itu. Aku bisa melakukan apapun yang ku inginkan " kata Alexander berbisik di telinga Leticia


" Yang mulia selalu saja seenaknya sendiri.."


Kompetisi berburu pun di mulai..


Para bangsawan mulai berpencar mencari hewan buruan di sekitar arena berburu, mereka memasuki hutan. Sementara Raja dan Leticia yang paling terakhir memasuki hutan.


" Apa kau benar benar bisa memanah?" tanya Alexander tak yakin


" yang mulia terlalu meremehkan ku, aku bisa memanah ! lihat saja nanti, kalau ada hewan yang terlihat, biarkan aku yang pertama kali memanahnya " kata Leticia percaya diri


" tanpa sadar aku mulai bicara tidak formal padanya, apa dia tidak marah?" batin Leticia heran


" Haa.. baiklah, jika kau bisa.. " Alexander tersenyum


" Kyaa.. dia sangat tampan dengan wajah dinginnya pun dia terlihat tampan, apalagi kalau dia tersenyum begitu. Tapi.. kenapa aku memikirkan nya? jangan lupa Leticia meskipun dia tampan, dia ini iblis ..tiran psikopat " batin Leticia memaki pria itu


" Semalam aku benar-benar melakukannya? hampir saja aku tidur dengannya, melihat bibirnya yang merah semerah buah delima, mana ada yang tahan. Ku akui dia sangat cantik, namun ..kenapa aku bisa tergoda olehnya? padahal banyak wanita yang lebih cantik darinya.. tapi hanya wanita ini yang bisa membuatku menggila seperti mabuk berat. Hampir saja tadi malam aku kehilangan kendali.. " batin Alexander keheranan


Tanpa mereka sadari, ada beberapa orang yang memperhatikan mereka dari semak semak, mereka terlihat bersembunyi.


" Yang mulia ! lihat itu ! " ujar Leticia menunjuk kepada semak semak yang bergerak gerak


" Apa?"


" Aku yakin ada seseorang disana, aku melihat ada seseorang yang melihat kita " gumam Leticia pelan


" Ada apa?" tanya Alexander


" Tidak, tidak apa apa. Aku pikir aku melihat sesuatu.. "


" Maksudmu , itu?!!" Alexander menunjuk ke arah kelinci yang melompat lompat di semak semak.


" Ayo panah lah !".


" Kelincinya lucu sekali, kita panah hewan yang lain saja ! " kata Leticia tegas


" Kau tidak tega?" tanya Alexander heran


" Memangnya yang mulia tega membunuh kelinci yang lucu itu?" tanya Leticia sambil memasang wajah memelas


" Ckckck...bagaimana kau mau berburu kalau nyali mu sekecil ini?" tanya Alexander


" Kita tidak akan kenyang kalau makan daging kelinci, kita cari hewan yang lebih besar saja " jawab Leticia


Wanita itu turun dari kuda nya untuk menangkap kelinci itu, sementara itu Alexander melihat lihat ke arah sekitarnya yang hanya ada pepohonan, dan tidak ada siapapun lagi selain mereka.


" ini aneh? kenapa suara para bangsawan itu tidak terdengar sama sekali.. ini terlalu sepi " batin Alexander curiga


Leticia menangkap kelinci itu, tak sengaja ia melihat seorang pria yang menarik busurnya bersiap siap untuk memanah Alexander yang sedang menoleh ke arah lain. Wanita itu bertemu dengan mata si pemanah, dengan cepat Leticia berlari ke arah Alexander.


" Yang mulia ! AWAS !!"


Wush


Anak panah melesat ke arah Alexander dan Leticia.


SRAT


Dan siapakah yang terkena panahnya?


...----***----...

__ADS_1


__ADS_2