
.
.
" Sir Derrick, apa yang kau lakukan?!!" teriak Alexander yang marah melihat kekasihnya ditampar
" Kakak kelihatan sangat marah, dia tidak pernah semarah ini sebelumnya. Sebenarnya dimana kakak ku yang lembut itu?" batin Leticia terpana setelah menerima tamparan dari Derrick
" Orang luar tidak perlu ikut campur urusan keluarga, lebih baik anda pergi dari sini Raja Alexander. " Derrick melirik sinis pada Alexander.
" Tenang Alexander, jangan marah. Aku harus tenang " batin Alexander
" Kau marah karena aku membawa Leticia tanpa seizin mu, bukan? aku benar-benar minta maaf " kata Alexander menyesal
" Lex, sampai menurunkan harga dirinya untuk meminta maaf pada kakak demi diriku?" batin Leticia terharu
" Seorang Raja tiran seperti dia minta maaf? lelucon apa ini " batin Derrick tak percaya
Derrick mendengus kesal, ia tak terima permintaan maaf dari Alexander dan mengusir pria itu. Alexander merasa kasihan dengan Leticia yang di tampar, ia merasa bersalah karena dirinya yang sudah membawa pergi kekasihnya itu, malah membuat Leticia berada dalam masalah dengan kakak nya. Alexander kehabisan kesabaran, lalu balik marah pada Derrick.
" Kau tidak harus memukulnya, hanya karena dia pulang terlambat. Lagipula ada aku bersamanya, tidak akan terjadi apa apa padanya !"
" Kaulah masalah sebenarnya. Kalau kau tidak ingin terjadi masalah padanya, lebih baik kau segera putus dengan adik ku " Derrick mengangkat pedangnya pada Alexander.
" Yang mulia, lebih baik anda pergi sekarang. " kata Leticia pelan
" Tapi, bagaimana dengan mu?" tanya Alexander cemas
" Tidak apa apa, aku akan baik-baik saja " jawab Leticia sambil tersenyum
" Kau tidak dengar apa kata adik ku, dia akan baik-baik saja karena ada kakak nya disini" kata Derrick tegas
" Kalau aku tau kau memukul nya lagi, aku tidak akan tinggal diam, meskipun kau adalah kakak dari gadis ini !" seru Alexander menatap tajam Derrick
" Dia ternyata sangat peduli pada Tisha, apa dia tidak berpura-pura? seperti nya perasaan nya pada Tisha, bukan main-main " batin Derrick berfikir
Derrick mengabaikan perkataan Alexander, lalu pria itu menghilang di telan cahaya. Leticia duduk di sudut ranjang nya, bersebelahan dengan Derrick. Kakak nya itu menghela napas panjang, seperti nya ia akan membicarakan sesuatu yang berat.
" Pertama-tama aku ingin minta maaf kepada mu, karena sudah menamparmu barusan. "
" Aku yakin kakak punya alasan kenapa melakukan nya, dan aku juga mau minta maaf karena pergi tanpa mengajarimu " kata Leticia mengerti
" Kau sangat bijak dan semakin dewasa. Padahal umurmu baru 16 tahun, kau seperti sudah dewasa saja " kata Derrick sambil tersenyum
" Umur asli ku itu 27 pastinya aku dewasa dong. Aku lebih dewasa daripada dirimu yang baru berusia 20 " batin Leticia merasa tertohok
" Hehe " Leticia menanggapi kakak nya sambil tersenyum
Pria itu mengompres pipi Leticia yang terluka karena tamparannya dengan handuk yang berisi es.
" Sakit ya?"
" Tidak kok. Sekarang, katakan sebenarnya padaku kak, kenapa kakak marah seperti tadi? apa benar karena aku pergi tanpa mengabari mu?" tanya Leticia penasaran
Pria itu pun menjelaskan alasan nya marah pada adiknya, ia ingin Leticia segera memutuskan hubungan nya dengan Raja tiran itu. Derrick mengatakan bahwa ia bisa menerima perdamaian diantara mereka, tapi tidak bisa menerima hubungan Leticia dengan Alexander. Alasannya karena Alexander akan menjadi sumber bahaya untuk Leticia, akan banyak orang yang mengincar Leticia nantinya. Ia hanya tidak mau adiknya terluka.
" Aku mengerti kekhawatiran kakak padaku, tapi aku sudah berjanji akan menjalani hubungan ini sampai akhir. Aku tau bahwa berhubungan dengannya aku tidak aman lagi, aku akan terima konsekuensinya jika itu terjadi padaku. " kata Leticia yakin
" Kau benar-benar keras kepala Tisha. Tapi, aku juga tidak bisa melarang mu berhubungan dengan nya, jangan kira aku mengatakan ini karena setuju dengan hubungan kalian. Aku masih menentangnya, besok suruh dia menemui ku, aku ingin bicara dengannya. " Derrick menghela napas
" Bicara sekarang juga bisa kok " Alexander tiba-tiba muncul dihadapan kakak beradik itu dan membuat mereka kaget.
" Kau ! kau tidak pergi?!!" tanya Leticia kaget
" Aku takut dia berbuat kasar lagi padamu, jadi aku diam-diam ada di depan jendela kamarmu. Untuk memastikan kau aman " kata Alexander
" Tidak sopan sekali, bagaimana bisa seorang Raja yang terhormat dari kerajaan Fostiarus menguping pembicaraan orang lain seperti ini?" tanya Derrick sinis
" Seenaknya saja menuduh, aku tidak menguping percakapan kalian, hanya saja tidak sengaja terdengar " jawab Alexander
" Bukankah itu sama saja?" tanya Leticia heran
__ADS_1
" Itu berbeda " jawab Alexander
" Karena kau sudah disini, aku akan berbicara secara langsung. Aku menerima tawaran perdamaian mu, jadi tidak ada lagi dendam yang tersisa diantara kita. " kata Derrick tegas
" Benarkah? kau serius kan?" tanya Alexander senang
" Tapi itu bukan berarti aku menyetujui hubungan mu dengan Tisha, aku masih menentangnya. " kata Derrick tegas
" Baiklah aku mengerti " jawab Alexander sedih
" dia terlihat seperti anak kecil yang sedang merajuk saja " batin Leticia melihat Alexander dengan wajah cemberut nya
" bagus lah. Karena aku tidak akan sembarangan menyerahkan adikku yang berharga dengan mudah. Aku hanya punya adikku satu satunya, jadi jika terjadi bahaya padanya karena dirimu, aku akan meminta pertanggungjawaban mu! sekalipun itu adalah mengejar mu sampai ke liang lahat. "
" Tentu saja, adik mu adalah kekasihku sekarang. Aku pasti akan menjaganya dan melindungi nya, dia adalah tanggungjawab ku juga " kata Alexander serius
" Dia masih ragu padaku, tapi aku yakin cepat atau lambat aku bisa memenangkan hatinya dan menghilangkan keraguan nya itu. Bahwa aku adalah pria terbaik untuk Chia. Dengan dia mengatakan ini, aku yakin masih ada kesempatan untuk ku mengambil hati nya " batin Alexander sedikit senang.
Sama halnya dengan Alexander yang merasakan perubahan pada Derrick, Leticia juga merasa dari kata-kata kakak nya kalau dia sudah sedikit membuka hatinya untuk Alexander dan hubungan mereka. Itu artinya masih ada kesempatan untuk mendapatkan persetujuan dari Derrick. Dalam hatinya mereka senang melihat perubahan Derrick.
" Yaah.. aku akan jadi orang jahat kalau terus-terusan melarang mereka berhubungan. Jatuh cinta bukanlah kesalahan, tapi hak setiap orang. Tapi, aku tidak akan semudah itu menerima hubungan mereka. Aku masih meragukan pria ini, apa dia bisa diandalkan atau tidak. Sifat aslinya saja aku belum tau. Yang aku tau, bahwa Tisha benar-benar serius dengan perasaan nya dan dia terlihat bahagia" batin Derrick berfikir
Derrick mengelus kepala adiknya dengan lembut, ia tersenyum lalu berkata pada adiknya agar segera tidur karena sudah malam. Ia juga mengusir Alexander dari kamar adik nya itu dan mengancamnya jika pria itu tidak pergi, maka ia tidak diperbolehkan menemui Leticia lagi dan ia akan membawa Leticia pergi jauh darinya.
Derrick juga tak lupa mengingatkan jika mereka ingin berkencan, harus meminta izinnya dulu.
" Baiklah, saya permisi. Selamat malam Chia, mimpi indah "
" Meskipun aku tidak tau malam ini aku bisa tidur atau tidak karena aku senang telah mendapatkan kepercayaan kakak mu" batin Alexander
" Yang mulia harus tidur, besok kan yang mulia sibuk " kata Leticia mengingatkan, wanita itu seperti tau isi hati Alexander.
" Baiklah, sir Derrick juga jangan lupa tidur yang nyenyak ya " kata Alexander perhatian
" Apa apaan kau ini?" Derrick tersipu malu
Wush
Kali ini Alexander benar-benar menghilang dari pandangan kakak adik itu. Derrick meninggalkan kamar Leticia dan pergi ke kamarnya sendiri yang jaraknya cukup jauh dari dalam istana. Namun saat diperjalanan menuju ke kamarnya, ia berpapasan dengan Raja Cedric.
" kebetulan sekali kau ada disini, ada tugas untukmu sir Derrick " kata Raja Cedric
" Kali ini apa lagi? aku tidak bisa menolak perintah nya, mencelakai orang, mencuri, menyekap, bahkan membunuh orang pun sudah pernah kulakukan. Jika Tisha, tau sekarang aku menjadi orang yang seperti ini. Dia pasti akan kecewa padaku. " batin Derrick kesal sendiri
" Kenapa dengan wajahmu itu? kau tidak senang dengan tugas yang aku berikan? atau kau tidak mau mendapatkan kebebasan mu ?" Raja Cedric mengancam
" Saya tidak berani menentang perintah yang mulia. Saya akan melakukan apa saja untuk kerajaan ini dan yang mulia " jawab Derrick patuh
" Bagus sekali, kau memang bisa diandalkan " Raja Cedric tersenyum ramah dan hangat seperti biasanya.
Tapi, Derrick sudah tau bahwa senyuman ramah dan hangat dari raja itu adalah kepalsuan untuk menutupi dirinya yang kejam. Menusuk orang dari belakang saat mereka lengah, dan menghancurkan nya berkeping-keping sampai tak bersisa. Itulah sifat asli Raja Cedric yang hanya diketahui oleh Derrick dan asisten pribadi nya.
🍂🍂🍂
Keesokan harinya..
Pagi itu Leticia pergi membawa sarapan untuk kakak nya. Namun, ia heran karena kakak nya belum terlihat latihan di lapangan bersama dengan kstaria lainnya.
" Nona Leticia, nona mencari sir Derrick ya?" tanya Moore yang kebetulan sedang lewat
" Iya, tapi dia tidak terlihat di lapangan. Masa sih dia masih tidur?" gumam Leticia berfikir
" Sir Derrick belum datang kemari, saya rasa dia agak terlambat. Mungkin dia ada di kamarnya " kata Moore berpendapat
" Oh begitu ya.. baiklah aku akan ke kamarnya. Eh, tapi tuan Moore, kenapa kau terlihat bingung? apa kau sedang mencari sesuatu?" tanya Leticia
" Sebenarnya saya sedang mencari pangeran, beliau tidak ada di kamarnya dari semalam. " bisik Moore pada Leticia
" Apa? tuan Moore, sudah coba mencarinya?" tanya Leticia sedikit cemas
" Saya sudah mencarinya ke semua tempat di istana yang mungkin di kunjungi oleh yang mulia, tapi saya tidak menemukan nya. Mungkin nona tau keberadaan yang mulia?" bisik Moore
__ADS_1
" Terakhir aku melihatnya.. itu tadi malam, setelah itu aku tidak melihatnya lagi. " jawab Leticia bingung
" Ya sudah, tidak apa. Nona lanjutkan saja aktivitas nona, saya akan mencari yang mulia pangeran dulu "
" iya, semoga yang mulia cepat ditemukan " kata Leticia
Wanita itu berjalan menuju ke kamar kakak nya. Leticia mengetuk pintu berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Akhirnya ia membuka pintu kamar kakak nya itu sambil mengatakan maaf berkali-kali.
" apa ini? ternyata kakak masih tidur, kak.. ayo bangun ini sudah siang. Aku bawakan sarapan untuk kakak " kata Leticia sambil menggoyang-goyangkan tubuh seorang pria yang ditutupi oleh selimut. Tapi, tak ada respon dan jawaban dari kakak nya itu.
" Ini tidak biasanya. Kakak ku selalu bangun pagi ! kak ayo bangun !" Leticia menarik selimut yang menutupi tubuh kakak nya itu. Tak lama kemudian, kakak nya menarik selimut itu dan akhirnya Leticia ikut tertarik dan terhempas ke ranjang.
" Akhh !!"
Leticia terkejut, ia sekarang ada di atas badan pria yang ia anggap sebagai kakaknya. Ia tercengang saat mengetahui bahwa pria yang tidur di ranjang kakak nya itu bukanlah kakak nya, tapi Darren.
" Yang mulia.." Leticia segera bangun.
Darren juga yang menyadari kehadiran Leticia, segera bangun. Ia memegang kepalanya seperti merasa pusing. Leticia sudah bisa menebak saat mencium bau yang berasal dari tubuh pria itu, pasti dia habis mabuk berat ! begitulah pikirnya dalam hatinya.
" Kenapa kau bisa ada di kamarku?" tanya Darren " duh kepalaku.." gumam Darren pelan
" Ini kamar kakak saya, hehe " jawab Leticia sambil tersenyum ramah
Pangeran Ilios itu menyadari bahwa itu bukan kamarnya, saat ia melihat lihat ke sekitar ruangan sederhana itu. Ia mengenali kamar itu, bahwa kamar itu adalah kamar Derrick.
" Kenapa aku bisa ada disini?" gumam Darren bingung
" Kalau begitu, saya akan permisi. Karena kakak saya tidak ada disini " Leticia melangkah pergi, tapi Darren memegang tangan Leticia.
" Ja..jangan pergi.. aish.. " Darren memegang kepalanya dan meringis kesakitan
" Kasihan juga dia kalau ditinggalkan sendirian. Meksipun ini bukan urusanku sih, tapi aku masih punya hati. " batin Leticia cemas
" Saya akan pergi ke dapur dan membuat sup pereda mabuk untuk yang mulia, tunggulah sebentar " kata Leticia sambil melepaskan pegangan tangan Darren
" Ternyata Tisha, masih peduli padaku. Dia mencemaskan ku " batin Darren senang
" Baiklah, aku tunggu " Darren tersenyum
Beberapa menit kemudian, Leticia datang membawa mangkuk yang berisi sup pereda mabuk dan secangkir teh madu.
" Silahkan di makan sup nya dan di minum teh nya, ini bisa menghilangkan pengar di kepala anda " kata Leticia
" Baiklah, jangan mengusirku dulu ya. Aku masih mau disini .. ah.." Darren merasakan kepalanya sakit lagi
" Apa sangat sakit? sebenarnya berapa banyak yang mulia minum semalam? sampai sakit seperti ini? " tanya Leticia cemas
" Sepertinya aku minum cukup banyak " jawab Darren sambil memakan sup nya pelan-pelan.
" Itu masih panas. Hati-hati " kata Leticia mengingatkan
" Apa aku harus sakit dulu, baru kau memperhatikan ku ?" tanya Darren dengan tatapan terluka
" yang mulia.. tolong jangan seperti ini " kata Leticia merasa bersalah
" Kalau begitu aku akan sakit saja, agar kau bisa melihatku " Darren terlihat sedih.
" Kenapa dia menunjukkan tatapan itu lagi? seolah aku telah melukainya begitu dalam, apa penolakan ku padanya membuatnya seperti ini? tidak, aku tidak boleh bersikap seolah aku memberi harapan padanya. " batin Leticia merasa bersalah
" Yang mulia, tolong habiskan sup dan teh nya. Saya pamit undur diri " Leticia membungkuk hormat pada Darren
" Jangan pergi.. tolong jangan sakiti aku seperti ini lagi. Aku tidak akan bahagia tanpa mu Tisha, kenapa bukan aku.. " Darren memohon pada Leticia
" Yang mulia, anda akan hidup bahagia, tapi bukan dengan saya " kata Leticia tegas
GREP
Darren memeluk Leticia dari belakang, pria itu menangis tulus untuk Leticia. Ia tau bahwa ia tak bisa menentang keputusan Raja, namun ia masih mencintai Leticia. Dan perasaan nya tidak pernah berkurang sedikitpun.
" Yang mulia, tolong lepaskan saya !" ujar Leticia sambil berusaha melepaskan pelukan Darren yang erat
__ADS_1
" Aku mencintaimu Tisha.. aku benar-benar mencintai mu.." Darren memeluk gadis itu semakin erat
...---****---...