Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 27 Perasaan apa ini?


__ADS_3

Di dalam kamar raja..


Alexander melihat Leticia berbalik pergi lalu kemudian, Raja mendorong wanita itu, hingga wanita itu jatuh ke lantai.


" Yang mulia, anda kasar sekali " kata wanita itu


" Sudah cukup Veronica, pergilah !" seru Alexander sambil melempar uang ke arah Veronica.


" Jadi habis manis sepah dibuang gitu? yang mulia anda jahat sekali..apa anda benar benar tidak ingin melakukannya dengan saya?" tanya Veronica sambil tersenyum centil


" Aku membayar mu untuk berakting, bukannya menggoda ku ! " seru Alexander terlihat jijik setelah menyentuh wanita yang jatuh terduduk dilantai itu.


" Hanya demi membuat wanita itu menjauh, dia sampai menyewa ku untuk berakting. Apa rumor itu benar? raja tiran ini, apa ia punya hati?" batin Veronica heran


" Kalau begitu terimakasih uangnya yang mulia " kata Veronica senang


" Tunggu dulu! kalau keluar satu kata dari mulutmu tentang hal ini, atau sampai tersebar keluar. Kau akan ku penggal " kata Alexander menatap tajam wanita itu


" Ah.. baiklah, saya akan menuruti perintah Baginda" kata Veronica senang mendapatkan uang.


Veronica keluar dari kamar raja dan diantar pulang oleh Daniel. Di dalam kamar raja, ia terlihat frustasi.


" Kenapa aku sampai melakukan ini hanya untuk menghindari nya? apa aku sangat bodoh? kenapa perasaan ku kacau begini?melihat raut wajahnya yang seperti akan menangis, aku tidak tega.. tapi ini yang terbaik, dia dan aku harus saling menghindar dulu sementara, sampai aku yakin dengan perasaan ku" batin Alexander


***


Wanita itu kembali ke kamarnya setelah meletakkan makanan di depan kamar Alexander. Ia terus memukul mukul dadanya dan menahan air matanya.


" kenapa sesak nya tidak mau berhenti?! mau dia dengan siapa dan melakukan apa, itu kan bukan urusanku. Lalu kenapa aku merasa aku dicampakkan? memangnya apa hubungan ku dengannya sampai sampai aku merasa seperti ini. Tadi dia bersikap perhatian padaku saat aku sedang terluka, lalu sekarang dia bersikap seperti itu. Apa dia adalah memang tipe orang yang akan bermain-main dengan wanita?.. kenapa hatiku sakit sekali.. kenapa aku sangat marah? Ah.. aku marah pasti karena dia tidak berterimakasih padaku karena sudah menolongnya ! benar, pasti karena itu kan? Ku marah karena dia orang yang tidak tau berterimakasih " gumam Leticia sambil berusaha tersenyum


Namun, hatinya tidak bisa dibohongi, ada kecemburuan di dalam kemarahannya itu. Akan tetapi, ia tidak tahu bahwa perasaan itu adalah cemburu.


Keesokan harinya, Leticia sibuk membantu menyiapkan pesta untuk penyambutan kandidat calon ratu. Istana mulai ramai oleh para bangsawan dan pelayan yang kesana kemari.


Count Miles dan Duke Varant menyapa Leticia yang sedang membereskan barang barang di aula.


" Salam putri "


" Tidak usah memanggil saya putri, saya kan sudah bilang panggil dengan nama saja " kata Leticia ramah


" Baiklah, oh ya kudengar kemarin kau terkena panah beracun? apa kau baik-baik saja?" tanya Duke Varant cemas


" Iya saya baik-baik saja " jawab Leticia


" Oh ya, apa kau sudah bertemu dengan Kakak mu?" tanya Count Miles


" Sudah, terimakasih "


" Eh apanya yang terimakasih? kami tidak melakukan apa apa " kata Duke Varant


" Maksud saya, terimakasih karena sudah mau mendengarkan saya dan peduli pada saya " kata Leticia sopan


" Seandainya dia bukan putri dari negara yang sudah hancur, atau dia bukan tawanan Raja Alexander. Mungkin aku akan menjodohkannya dengan putraku, sayang sekali... " batin Duke Varant menyayangkan


" Tidak usah sungkan, jika ada yang bisa kami bantu pasti akan kami lakukan " kata Count Miles ramah


" Kalian baik sekali, terimakasih tuan Duke dan tuan Count " Leticia tersenyum


Seorang pria asing yang tampan bertubuh tegap dan berkulit putih melihat itu dari kejauhan dan ia terpesona oleh Leticia.


" Ayah sedang berbicara dengan siapa kelihatannya akrab sekali? wanita itu sangat cantik, apa dia pelayan disini? untuk ukuran seorang pelayan tidakkah dia terlalu cantik?" gumam pria itu terpesona


Pria itu menghampiri Duke Varant, Count Miles dan Leticia yang sedang mengobrol dengan santai. Leticia memberi salam pada pria itu.


" Ayah, salam Count Miles " kata Michael memberi hormat, namun matanya tertuju pada Leticia.


" Ini perasaan ku saja, atau memang dia sedang melihatku?" batin Leticia bingung


" Ya ampun, apa ini putramu? dia sudah besar rupanya dan sangat tampan " kata Count Miles memuji


" Tuan Duke, tuan Count, dan tuan muda. Saya pamit undur diri " kata Leticia sopan


Wanita itu membalikkan badannya, tak sengaja seorang pelayan lain menabraknya hingga tubuhnya oleng. Dari kejauhan Alexander dan Daniel melihat Leticia.


" ahh !!"


Michael dengan cepat menangkap Leticia, dan mereka terlihat berpelukan.


" Maaf saya tidak sengaja, nona !" kata pelayan yang tidak diketahui namanya itu


" Apa kau baik-baik saja nona?" tanya Michael ramah


" Ah .. iya saya baik-baik saja " jawab Leticia sambil melihat wajah Michael


" Dia bersinar sekali ya, dan dia juga orang yang ramah " batin Leticia


Alexander terlihat tidak senang melihat adegan drama yang ada dihadapan nya itu, Daniel terus menyindir dan memanasi sang raja.


" Woah.. woah.. bukankah itu tuan Michael? yang sebentar lagi akan di angkat menjadi Duke? dia tampan sekali.. ah tunggu tunggu.. kenapa mereka terlihat berpelukan seperti itu? apa mereka saling kenal sebelumnya?" Daniel tersenyum puas melihat Raja itu terganggu dengan ucapannya.


" Meskipun yang mulia tidak bicara, tapi ekspresi nya terlihat jelas kalau dia sedang Cemburu " batin Daniel yakin


" Apa harus berpelukan seperti itu? hanya menolong wanita yang terjatuh, dia sampai memanfaatkan kesempatan memeluknya. Dan.. apa apaan dengan tatapan itu!" batin Alexander jengkel


Raja itu semakin kesal karena Leticia dan Michael terlihat akrab, terlebih lagi saat Leticia tertawa dengan Michael, Raja itu lebih kesal.


Michael menunjukkan ketertarikan nya pada Leticia dengan mengajaknya berkenalan.


" Terimakasih tuan " kata Leticia sopan


" Tidak apa, oh ya.. apa kau pelayan disini?" tanya Michael ragu ragu


" Meskipun dia pelayan, tapi dia terlihat sangat menarik dan dia juga baik. " batin Michael terpesona


" Eh, aku harus jawab apa. Aku bahkan tidak tau posisiku di istana ini sebagai apa, karena aku berpakaian seperti pelayan, pantas saja dia mengira aku pelayan " batin Leticia bingung


" Nona? apa nona baik-baik saja?" tanya Michael cemas


" Ah iya, saya baik-baik saja. " jawab Leticia

__ADS_1


" Bolehkah saya berkenalan dengan anda? " tanya Michael


" Tapi saya hanya pelayan, mana boleh saya berkenalan dengan tuan bangsawan " jawab Leticia ramah


" Michael.. nona ini adalah..." Duke Varant akan menjelaskan


Daniel menghampiri Leticia dengan terburu-buru.


" Ada apa tuan Daniel?" tanya Leticia


" yang mulia raja memanggil anda !" jawab Daniel


" Kalau cemburu bilang saja, kenapa harus menyuruhku melakukan ini juga " batin Daniel jengkel


" Kalau begitu tuan Duke, tuan Count, tuan muda saya permisi "


" Mau apa si tiran psikopat itu memanggilku ? dia baru ingat aku sekarang??" batin Leticia sebal


Daniel membawa Leticia pergi. Michael terus memperhatikan nya bahkan setelah Leticia berjalan menjauh darinya.


" Nampaknya kau tertarik dengan wanita itu, Michael?" tanya Count Miles menebak


" Ayah, tuan Count, siapa wanita itu? seperti nya aku baru melihatnya di istana ini.." tanya Michael penasaran


" Dia adalah putri Leticia dari Brilla " jawab Duke Varant


" APA? putri dari kerajaan yang sudah hancur itu?" tanya Michael tak percaya


" Iya, kasihan sekali dia. Dan sekarang dia menjadi tawanan di istana ini " jawab Duke Varant iba


" Pantas saja dia terlihat sangat cantik untuk ukuran seorang pelayan, dia pasti sangat menderita disini " kata Michael kasihan


***


Pintu kamar Raja terbuka, Leticia sudah ada di belakang nya dengan sikap formal tidak seperti biasanya.


" Hem Hem..kau sudah persiapkan baju ku untuk acara nanti sore? " tanya Alexander basa basi


" Melihatnya sedekat ini, seperti nya dia sudah baik-baik saja. Efek racunnya pasti juga sudah hilang " batin


" Sudah yang mulia " jawab Leticia dingin


" Dimana ?" tanya Alexander


" Ada di lemari " jawab Leticia singkat


" Ambilkan ! "


" Baik "


" Bukankah acaranya nanti sore? kenapa dia menyuruhku mengambilkannya. Ya sudahlah terserah dia saja " batin Leticia sebal


Wanita itu menurut dan mengambil satu set baju dan jubah kebesaran untuk dipakai saat penyambut kandidat ratu yang akan datang ke istana. Dengan wajah datar, wanita itu meletakkan bajunya di ranjang Raja itu.


"Sudah saya letakkan yang mulia "


" Ah iya..."


" Kenapa dia melihatku begitu? dasar tidak tau berterimakasih ! " batin Leticia marah


" Apa dia marah karena aku tidak memberikan apa-apa padanya saat dia menolongku? ya, harusnya aku memberinya hadiah" batin Alexander berfikir


" Katakan, kau ingin apa?"


" Ya? apa maksud yang mulia?" tanya Leticia tak mengerti


" Karena kau sudah menolongku kemarin, aku akan memberimu hadiah. Jadi, katakan apa yang kau mau !" ujar Alexander menunggu jawaban


" Apa ini cara yang mulia berterimakasih?" tanya Leticia dingin


" Memang nya ada apa dengan caraku?" tanya Alexander sambil mengernyitkan dahinya


" Apa anda bertanya karena tidak tau atau pura pura tidak tau?" tanya Leticia sinis


" Kenapa nada bicaramu jadi seperti itu? kau marah karena aku tidak menengok mu kemarin bukan?" tanya Alexander marah


" Apa saya ada alasan untuk marah pada orang yang tidak tau diri seperti anda?" tanya Leticia kesal


" A.. Apa kau bilang??!" Alexander kesal


" Apa susahnya mengucapkan terimakasih, atau meminta maaf? tidak bayar kan? " tanya Leticia sinis


" Apa sifat asli psikopat tiran ini memang begini? dia benar benar tidak bisa mengucapkan maaf atau terimakasih pada orang lain. Padahal aku tulus menolongnya, dan dia malah menyepelekan nya ?" batin Leticia


" Kata kata seperti itu tidak penting, yang penting adalah harga yang harus dibayar ketika menolong seseorang. Dan aku bukan orang yang akan mengucapkan kata kata seperti itu untuk merendahkan diriku! " kata Alexander menjawab dengan yakin


" Oh jadi begitu, baiklah. Kalau begitu saya ingin meminta sesuatu " kata Leticia sambil tersenyum pahit


" Nah tinggal begini saja, apa susahnya? baik, kau mau apa?" tanya Alexander


" tolong katakan terimakasih pada saya dengan tulus " jawab Leticia yakin


" Apa ?


" Yang mulia tidak dengar permintaan saya? perlu saya ulangi?"


" Aku tidak tuli. " jawab Alexander sinis


" Kalau begitu ayo bilang terimakasih dengan tulus !" ujar Leticia tegas


" Kau boleh minta yang lain tapi itu tidak bisa" Alexander menolak


" Kalau begitu saya mau minta yang lain " kata Leticia


" Mudah saja.."


" Saya mau anda membebaskan saya dari penjara ini "


JLEB

__ADS_1


Kata kata Leticia yang dingin menusuk ke dalam hati dan pikiran Alexander. Pria itu lagi lagi marah pada Leticia.


" Kau anggap istana ku ini penjara?" tanya Alexander marah


" Bukan istana nya, tapi berada di sisi anda adalah penjara bagi saya " jawab Leticia dingin


" Apa gunanya aku berada disini? lepaskan saja aku, cepat setuju, cepat setuju " batin Leticia berharap


" Apa aku terlalu baik padamu? sampai sampai kau merasa aku memenjarakan mu?" Alexander memegang tangan Leticia dengan kasar.


" Kenapa dia mulai lagi.. bertindak kasar seperti ini.." batin Leticia


" Lepaskan saya yang mulia !! kenapa anda selalu saja seperti ini ?!" Leticia kesal


" Katakan! apa aku penjara bagimu? jika aku penjara bagimu, siapa surga bagimu?" tanya Alexander tajam


" Pangeran Darren, berada disisinya adalah surga bagiku " jawab Leticia


" Kau .. beraninya menyebut nama pria lain di hadapanku, bukankah sudah ku bilang tidak boleh !"


" Jika saya tidak bisa, kenapa anda bisa? ada hubungan apa saya dengan anda sehingga anda berhak melarang larang saya? jangan samakan saya seperti wanita wanita yang sudah anda kencani sebelumnya !"


" Apa maksud mu? wanita yang aku kencani?!" tanya Alexander tak paham


" Masih saja yang mulia berpura pura polos..apa anda tidak akan mengakui wanita semalam?" tanya Leticia kesal


" Kenapa ini? kenapa aku senang melihat dia marah karena dia melihatku bersama wanita lain? perasaan apa ini namanya?" batin Alexander senang


" Haa.. jadi kau marah seharian karena ini?" tanya Alexander


" Ti..tidak.. bagaimana mungkin saya marah " jawab Leticia menyangkal


Mereka bertengkar tanpa tau jelas inti permasalahannya. Pada akhirnya Raja tidak mengabulkan permintaan Leticia untuk pergi dari istana, pria itu malah marah marah dan mengabaikan nya. Wanita itu merasa ia seperti wanita yang terbuang dan wanita yang ditinggalkan.


***


Sore itu, ketiga kandidat calon ratu datang ke istana. Leticia mengagumi ketiga calon kandidat ratu yang terlihat cantik dan elegan. Hari itu Leticia tidak ingin menunjukkan dirinya di hadapan publik, ia pun bersembunyi di taman belakang saat semua orang berkumpul di aula kerajaan.


" Aku bingung dengan sikapnya padaku, dia selalu berubah-ubah, terkadang aku merasa dia memperhatikan ku dan dia memiliki perasaan padaku. Terkadang dia terlihat lembut, tapi ketika dia marah dia terlihat menyeramkan dan kasar. Sudah jelas dia itu plin plan.. ! menyebalkan sekali !" Leticia menendang nendang kaleng yang ada di depannya dengan kesal.


Kaleng itu terlempar ke semak semak dan sebuah suara mengagetkan gadis itu.


" Auww! "


" Haa? siapa itu? " tanya Leticia


" Aku ketahuan juga " jawab Darren sambil berdiri dari semak semak persembunyian nya dan memegang dahinya yang kesakitan.


" Pangeran Darren? kenapa kau bisa ada disini?" tanya Leticia kaget


" Ah.. aku kesini untuk melihat keadaanmu. Sebenarnya kakak mu juga khawatir padamu, tadinya aku ingin melihatmu dari jauh untuk memastikan kau baik-baik saja " kata Darren lembut


" Sebenarnya aku begitu kesal melihat surat yang dikirim Carol, makanya aku kesini." batin Darren cemas


" Nah seperti ini lah harusnya sikap seorang pria, lembut perhatian dan tidak kasar " batin Leticia


" Yang mulia harus segera pergi dari sini, jika yang mulia raja tau dia bisa marah dan melukai pangeran " kata Leticia cemas


" Kali ini aku tidak peduli, aku akan tetap disini meskipun aku harus dipukuli " kata Darren


" Yang mulia pangeran, tolonglah. Aku disini demi kalian juga " kata Leticia


" Maafkan aku, aku sungguh tidak berguna. " Darren sedih


" Tidak , bukan begitu maksudku.."


GREP


Darren memeluk Leticia sambil menangis. Air matanya membasahi bahu Leticia. Wanita itu bertanya tanya ada apa dengan pangeran Darren.


" Pangeran Darren...ada apa?"


" Apa raja itu melakukan sesuatu padamu? apa dia jatuh cinta padamu? banyak sekali yang ingin aku tanyakan padamu, tapi aku malah diam saja, padahal aku sudah datang sejauh ini " batin Darren sedih


" Pelukan ini mewakili Derrick yang tidak bisa datang kemari, dan mewakili aku yang juga merindukan mu "


Benar, harusnya aku nyaman bersama dengan pria lembut dan hangat seperti ini, tapi kenapa di dekat tiran itu perasanku berbeda. Aku tidak merasa tidak nyaman, tapi aku juga tidak merasa nyaman. Membingungkan ..


Tiba-tiba saja Leticia merasakan seperti ada sepasang mata yang melihatnya dengan tajam dibelakang nya.


Wush


Leticia melepaskan pelukannya dan ia terkejut saat melihat Alexander sudah ada di belakangnya.


" beraninya kau datang kemari? nyali mu besar juga, apa kau mau kerajaan mu hancur?" tanya Alexander mengancam


" Kenapa dia ada disini? bukankah dia sedang ada di pesta?" batin Leticia heran


" Saya tidak ingin kerajaan saya hancur, tapi saya juga tidak ingin kalau Leticia terus berada disini hanya untuk ditindas oleh anda " kata Darren sinis


" Apa yang pangeran ini katakan? apa dia mau mati? dia tidak lihat apa tatapan psikopat tiran ini " batin Leticia.


Wanita itu memegang tangan Darren untuk menghentikan pria itu berbicara dengan raja, agar sang raja tidak marah.


" Kenapa kau sangat bersikeras seperti ini? padahal kalian hanya sahabat biasa " tanya Alexander tajam


" Beraninya dia memegang tangan pria itu, rasanya aku ingin mematahkan tangannya " batin Alexander marah


" Pangeran Darren.. hentikan, pergilah cepat !" kata Leticia memperingatkan


" Tidak Tisha, aku akan bicara sekarang. Baginda raja, apa yang bisa saya lakukan agar anda membebaskan Tisha dari sini?" tanya Darren serius


" Kenapa kau sangat ingin aku melepaskan nya?" tanya Alexander heran


" Karena saya menyukai nya, dan saya ingin membuat Tisha bahagia " jawab Darren penuh keyakinan


" APA??!" Alexander dan Leticia kaget mendengar nya


" Dia menyukaiku?" batin Leticia terpana

__ADS_1


Alexander mengepal tangannya dengan geram seperti ingin memukul seseorang. Ia bingung dengan perasaannya saat ini, ia marah tapi ia tak mau mengakui bahwa ia cemburu. Ia tak peka bahwa rasa posesif nya terhadap gadis itu telah berubah menjadi cinta..


...---***---...


__ADS_2