Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 15 Sun Necklace


__ADS_3

Pria gendut itu sudah membuka bajunya, Leticia semakin panik tapi ia tak bisa berbuat apa apa, ditambah lagi kesadaran nya semakin menurun.


Pria gendut itu membelai tangan Leticia dan gadis itu terlihat jijik ketika pria gendut itu menyentuhnya.


" Kau sangat cantik, aku tidak sabar untuk melahap mu " kata pria gendut sambil menjulurkan lidahnya dan hendak mencium Leticia


" Tolong aku.. siapapun tolong aku .." batin Leticia ketakutan. Leticia menangis karena tak bisa berbuat apa apa.


BRAK


Pintu kamar tempat Leticia terbuka dan hancur oleh api. Pria gendut yang setengah telanjang itu kaga melihat sosok yang berdiri di depan pintu.


Wush-- angin berhembus kencang datang dari arah Alexander yang memancarkan kemarahan di matanya.


Tangannya mengeluarkan api dan sinar merah yang membara, seakan akan ia di rasuki sesuatu yang lain.


" Raja psikopat itu? kenapa dia seperti itu? dia seperti orang lain.. " batin Leticia terpana


Hmm.. hmm..


Gadis itu berusaha bicara pada Alexander.


" Si..siapa kau??" tanya Pria gendut itu ketakutan


Sekilas Alexander melirik ke arah Leticia yang sedang menangis dalam posisi terikat dan bajunya berantakan. Tanpa ragu Alexander mencekik pria itu.


" tangan mana ? katakan yang mana??!! " tanya Alexander dengan senyuman psiko nya


" Tangan mana apanya? uhuk uhuk " tanya pria gendut sambil merintih kesakitan


" Apa yang ini?" tanya Alexander sambil memotong tangan kanan pria gendut itu.


" ARGHHHHH !!! " Teriak si pria gendut itu kesakitan, dan tangannya berlumuran darah.


" Atau yang ini?" tanya Alexander sambil tersenyum sinis dan memotong tangan kiri si pria gendut itu. Hingga ia kehilangan kedua tangannya.


" Tidak..!! TANGANKU !! ARGH...!!" teriak pria gendut kesakitan dan tercengang melihat tangannya yang terpotong dan darah bercucuran.


" Beraninya kau menyentuhnya?!!!" ucap Alexander dengan suara yang menggelegar


Daniel dan Carol datang menghampiri dan membuka tali yang mengikat Leticia. Namun,mereka terkejut karena Alexander memotong kedua tangan pria gendut itu.


" Yang mulia !" seru Carol sambil memegang tangan Leticia


" putri, apa kau baik baik saja?" tanya Daniel cemas


" Aku.. sangat..pu..sing .. tolong.." Leticia terbata-bata


" Yang mulia raja, tolong hentikan ! kita harus menolong tuan putri dulu !" teriak Daniel


" bisa bisa yang mulia menghancurkan seisi kota kalau begini caranya. Kenapa dia bisa kehilangan kendali karena tuan putri?" batin Daniel heran


Raja itu tidak mendengar dan mengabaikan Daniel, ia hendak membunuh pria gendut itu.


" Tuan putri, tolong bicaralah pada yang mulia raja! hentikan dia, dia akan mendengarkan mu! apa kau bisa bicara?" tanya Daniel terburu buru


" Baik. Hentikan itu Raja psikopat !" teriak Leticia dengan tenaganya yang tersisa " Aku baik baik saja !" seru Leticia


Perlahan lahan mata merah menyala itu mulai hilang, dan Alexander terlihat seperti sebelumnya. Daniel terkejut karena selama ini tidak ada yang bisa mengendalikan Alexander ketika raja itu sedang murka, hanya dengan kata-kata dari Leticia membuat Raja tiran itu kembali normal.


Alexander menghampiri Leticia dan melihat gadis itu yang setengah sadar.


" Hangat.. siapa yang menyentuh kedua pipiku " batin Leticia bingung


" Kucing kecil? kau baik baik saja?" tanya Alexander lembut


" Suara siapa ini? aku sangat ngantuk " batin Leticia.


Gadis itu tidak sadarkan diri, Daniel akan menggendong Leticia namun pada saat itu juga Alexander menepis tangannya.


" Jika kau menyentuhnya ! kau mati!" ujar Alexander mengancam


" Ba..baik yang mulia, tidak akan saya lakukan " jawab Daniel gemetaran


" Kenapa aku merasa kalau yang mulia Raja perhatian pada tuan putri? " batin Carol terkejut


" Apa dia meminum sesuatu? atau makan sesuatu?" tanya Alexander pada Carol


" Tadi nyonya itu meminumkan obat pada tuan putri, tapi saya tidak tahu itu obat apa " jawab Carol


" Daniel, ayo kita kembali !" seru Alexander


" Yang mulia bagaimana dengan rumah bordil nya?" tanya Daniel


" Bakar sampai tidak tersisa !" seru Alexander tajam


" lalu bagaimana dengan orang orang didalamnya?" tanya Daniel gemetar


" Masukan ke penjara ! aku akan berurusan dengan mereka nanti" jawab Alexander "sudah beruntung mereka tidak ku bunuh " gumam Alexander kesal


" Baik yang mulia " kata Daniel patuh


Mereka berempat keluar dari rumah bordil itu dan benar saja, rumah bordil itu di bakar habis oleh Daniel atas perintah Alexander. Raja tiran itu mengeluarkan lingkaran sihir teleportasi nya.


" Yang mulia ! anda akan pulang dengan sihir teleportasi? lalu bagaimana dengan kereta kudanya dan kami?" tanya Daniel bingung

__ADS_1


" kalian pulang dengan kereta itu " jawab Alexander dingin


CLING


Leticia dan Alexander menghilang dalam sekejap ditelan cahaya. Carol kagum pada Raja Alexander karena bisa menggunakan sihir tingkat tinggi seperti itu, lalu Daniel membanggakan bahwa Raja nya itu adalah yang terkuat di seluruh benua dan diberkati dengan elemen api.


***


Leticia dan Alexander sudah sampai di kamar Raja, ia membaringkan Leticia di ranjangnya.


" Nanti, aku harus suruh orang untuk menyiapkan kamar untuknya. Dia tidak bisa tidur di kamar pelayan bersama yang lainnya.Bisa bisa dia kabur lagi " gumam Alexander kesal


Leticia membuka matanya dan melihat Alexander ada di depannya, ia tersenyum seperti orang linglung.


" Kau sudah sadar?" tanya Alexander


" Kau sangat tampan ya , tapi sayang kau psikopat " gumam Leticia sambil memeluk Alexander.


" A..apa yang kau lakukan??!!" tanya Alexander tercengang


" Otot dada mu sangat seksi, apa kau tau itu? kenapa kau sangat tampan huh? padahal kau orang jahat .." kata Leticia sambil senyum senyum


" Obat apa yang wanita itu berikan padamu sehingga kau seperti ini?" tanya Alexander sambil mendorong Leticia pelan pelan.


Namun gadis itu malah memeluknya semakin erat.


" Hangat.. enak di peluk ..hihi " Leticia cekikikan sambil memeluk Alexander dengan manja


" Kau.. kau belum sadar rupanya?" tanya Alexander


" Aneh sekali, selama ini aku selalu menolak disentuh oleh wanita.. tapi kenapa ketika disentuh oleh wanita ini, anak dari pria yang ku benci, aku tidak menolaknya dan malah merasa nyaman. Terlebih lagi saat dia memelukku, perasaan aneh apa ini? bahkan saat di dekatnya degup jantung ku tidak terkendali lagi.. " batin Alexander bingung


" Kau orang yang sangat plin plan ! terkadang aku merasa kau baik padaku, lalu kau menyiksaku dan jahat padaku. Orang seperti apa dirimu sebenarnya?" tanya Leticia sambil menangis


" Menurutmu aku orang seperti apa?" tanya Alexander


" Haha.. kau bertanya padaku? apa kau tidak mengenal dirimu sendiri? kau itu hanya orang bodoh yang dikendalikan oleh rasa dendam, kau tau dendam itu bisa menutup hati seseorang dan membuat mu tidak bisa merasakan cinta.. kumohon jangan begitu.." kata Leticia menasehati


" kenapa aku tidak boleh begitu?" tanya Alexander sambil memegang tangan Leticia dengan lembut


" Karena kau hanya akan menderita dan kesepian, itu nasehat ku bodoh !" seru Leticia sambil tersenyum


" Walaupun ini perkataan dari orang mabuk, tapi entah kenapa aku merasa tenang setelah mendengarnya " batin Alexander sambil memegang dadanya, perasaan nya tidak karuan setelah mendengar nasihat dari Leticia.


Gadis itu mendorong Alexander secara tiba-tiba dan membuat nya berakhir di tempat tidur. Leticia dan Alexander tidur berdampingan.


" Kau.. apa yang kau lakukan??!" Alexander kaget


" Bantal, selimut.. hangat " gumam Leticia sambil menutup matanya, lalu tertidur


Alexander tersenyum hanya melihat Leticia yang terlihat tenang saat tidur.


Keesokan harinya, Leticia terbangun dan ia kaget karena sudah ada di kamar yang tidak asing baginya. Ia lebih kaget lagi saat melihat Alexander tidur disampingnya.


" Kenapa dia ada disini? ah tidak.. kenapa aku bisa ada di kamarnya lagi?" tanya Leticia kaget


Gadis itu melihat lihat tubuhnya dan pakaian nya masih lengkap. Ia merasa lega, tapi ia heran kenapa ia bisa kembali ke istana setelah kabur. Apa saat ia melihat Alexander itu nyata dan bukan mimpi? rupanya gadis itu masih linglung akibat obat yang di minum nya di rumah bordil.


" Tuhan sangat tidak adil ya, bagaimana bisa dia selalu terlihat tampan bahkan saat sedang diam, dasar psikopat bertemperamen buruk " gumam Leticia sambil melihat Alexander yang tertidur pulas


" Aku harus keluar dari sini sebelum dia bangun " batin Leticia


Leticia diam diam turun dari ranjang dan berniat pergi, lalu ada tangan yang menariknya.


" Ahh !!"


" Mau kemana kau? mau kabur lagi?" tanya Alexander tajam


" Haha.. yang mulia anda sudah bangun?" Leticia tertawa canggung


" jangan mengalihkan pembicaraan. " jawab Alexander sambil menatap gadis itu dengan dingin


" Mau apa lagi dia?" batin Leticia


Gadis itu terus memasang senyuman lebar nya, seperti seorang anak yang ingin dimaafkan kesalahan nya. Namun, si Raja dingin itu tidak peduli dan melihatnya dengan ekspresi datar seperti biasanya.


" Kenapa dia diam saja? ini sangat canggung.." batin Leticia heran


" Ya..yang mulia saya akan menyiapkan sarapan untuk yang mulia, tunggu seben..." Leticia beranjak pergi tapi Alexander menahan nya dan memeluknya dari belakang


" Yang mulia ..apa yang kau lakukan?" tanya Leticia


" Posisi apa ini? apa dia sedang memelukku? atau .." batin Leticia


" Kau mau kabur lagi? kau tidak akan jelaskan kejadian kemarin?" tanya Alexander dingin


" Dia kelihatannya marah, apa karena aku kabur kemarin? ya dia pasti marah. Tapi, bagaimana aku bisa berakhir disini. Apa dia yang menyelamatkan ku? tapi kenapa?" batin Leticia bingung


" Yang mulia, tolong lepaskan saya dulu .." kata Leticia berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Alexander


" Aneh sekali, semalam aku bisa tertidur nyenyak saat tidur bersamanya. Padahal selama ini aku selalu kesulitan untuk tidur nyenyak, karena selalu mengingat kejadian itu. Jelas jelas dia tidak punya sihir apapun .." batin Alexander bingung


" Kau tidak sayang pada dirimu sendiri ya?" tanya Alexander


" Ya? Apa?"

__ADS_1


" Kau kabur dariku dan bertemu dengan pedagang wanita, kau sungguh beruntung. " kata Alexander


" Jadi yang mulia yang menyelamatkan saya? saya benar-benar berterimakasih " kata Leticia tulus


" Terimakasih saja? kau tidak akan menjelaskan nya?" tanya Alexander sambil menatap tajam ke arah wanita dihadapan nya itu.


" Memangnya..saya harus bilang apa lagi.." Leticia gugup


" Kemarin kau hampir saja.. dengan pria busuk itu... !! kau sama sekali tidak takut? dan masih bisa bicara sesantai ini?" tanya Alexander keras


" Ada apa dengannya? bukan kah masalah nya sudah selesai?" batin Leticia heran


" Ah.. apa yang mulia masih marah karena saya pergi dari istana tanpa memberitahu? saya bukannya kabur, tapi hanya ingin melihat lihat pemandangan kok hehe " kata Leticia canggung


" Jangan anggap aku orang bodoh! pelayanmu sudah mengatakan semuanya " Kata Alexander tak percaya


" Sial, dia sudah tau. Aku tidak bisa mengelabuinya lagi " batin Leticia kesal


" Sepertinya kau belum menyesali perbuatan mu kucing kecil, aku akan menghukum mu agar kau sadar .." kata Alexander dengan tajam


Pria itu mendorong Leticia dengan kasar dan memegang tangannya dengan keras.


Alexander berada di atas Leticia, dan Leticia terlihat terkejut.


" Yang mulia ! apa yang akan kau lakukan?! anda sudah gila ! dasar psikopat !" seru Leticia panik


" Kemarin pria itu melakukan apa saja padamu? apa kau ingat ? " tanya Alexander sinis.


"... " Leticia terdiam


" Apa kau sudah ingat? mau aku bantu mengingatnya?" tanya Alexander sambil tersenyum dan wajahnya mendekati Leticia seolah akan melakukan sesuatu.


" Dia mau apa? jangan jangan dia.. tidak !" batin Leticia panik


" Iya iya ! aku mengaku salah ! aku minta maaf, aku memang berniat kabur ! " seru Leticia jujur


Alexander melepaskan Leticia dan kembali berdiri, ia tersenyum lalu tertawa kecil.


" Pfutt.. Haha.. "


" hey kenapa si psikopat ini tertawa? memangnya ini lucu? tapi .. ini pertama kalinya aku melihat dia tertawa " batin Leticia kesal


" Kau mengaku di saat saat terakhir, jadi kau memang berniat kabur kan?" tanya Alexander


" Sial, aku dijebak. Dia benar benar iblis berwajah tampan " batin Leticia kesal


Setelah itu Alexander pergi sarapan dan ia mengajak Leticia sarapan bersamanya. Leticia ketakutan karena tiba-tiba saja Alexander bersikap baik padanya.


" Mulai sekarang kau tidak akan menjadi pelayan dapur lagi " kata Alexander tegas


" Apa? lalu saya jadi apa? Apa yang mulia mau membebaskan saya?" tanya Leticia senang


" Jangan mimpi. Sampai mati pun kau tidak akan bisa kabur dariku lagi " jawab Alexander serius


Daniel dan Carol yang berdiri disana kaget mendengarnya.


" Kau akan menjadi teman tidur ku " kata Alexander serius


" Apa? apa yang mulia sudah tidak waras? teman tidur? saya bukan wanita seperti itu!" seru Leticia kesal


" Maksud ku kau akan membantuku tidur, bukan tidur yang seperti itu " jawab Alexander datar


" Yang mulia bicara apa sih?" batin Daniel heran


" Tugasmu hanya membuat makanan untukku dan membantu ku tidur " jawab Alexander


" Apa ini cara baru anda menyiksaku?" tanya Leticia geram


" Menyiksa mu?" Alexander bingung


" Aku harus berbuat apa agar dia tidak kabur, ah ya kalung itu " batin Alexander


Dengan sengaja Alexander menunjukkan kalung bunga matahari yang ia pesan dari Maria kemarin.


" Kalungnya cantik sekali " gumam Leticia


" Ambillah ! " seru Alexander


" Apa? untukku?" tanya Leticia


" Hari ini dia salah makan ya? kenapa sikapnya tiba-tiba begini" batin Leticia heran


" Aku menemukan nya di jalan, aku pikir kau akan menyukainya. " kata Alexander cuek


Leticia mengambil kalung itu dan terpesona pada kalung itu. Daniel benar benar tidak habis pikir pada Alexander yang mengatakan kalau ia menemukan kalung itu di jalan, padahal ia memesannya secara khusus untuk Leticia. Carol juga merasakan bahwa Alexander yang dingin mulai memiliki perasaan pada Leticia.


" Tidak peduli ditemukan dijalan atau di mana. Aku suka kalung ini, jadi benar boleh ku ambil?" tanya Leticia senang


" Iya. Awas kalau kau sampai menghilangkan nya " kata Alexander mengancam


" Tapi kenapa kau memberikan ini?" tanya Leticia bingung


" Anggap saja itu pengikat untuk kucing agar tidak kabur " jawab Alexander santai


" Apa? jadi aku ini peliharaan, begitu??!!" Leticia kesal

__ADS_1


Raja itu pergi begitu saja , ia menyembunyikan senyumannya. Leticia terlihat kesal melihatnya, tapi ia juga senang mendapat kalung dari Alexander.


...--***--...


__ADS_2