
Raja tiran itu semakin mendekat ke arah Leticia, ia membelai wajah dan rambut gadis itu. Menatapnya dengan penuh perasaan, dan Leticia juga melihat warna aura yang ada pada pria yang ada dihadapannya itu.
Saat Alexander mendekatkan wajah nya pada wajah wanita itu, ia berniat menciumnya. Akan tetapi seseorang mengetuk pintu kamar Leticia dan membuat wanita itu kaget, lalu refleks mendorong Alexander.
" Tisha? apa kau tidur?" tanya Derrick dari balik pintu kamar Leticia
" Sebentar lagi aku akan tidur, ada apa yang mulia?" tanya Leticia
" Aku mengantarkan cemilan untukmu, apa aku boleh masuk?" tanya Derrick
" tunggu.. sebentar aku belum berpakaian " kata Leticia
" Baiklah, aku tunggu disini " kata Darren sambil tersenyum
Di dalam kamar, Leticia duduk di ranjangnya ia terlihat bingung. Alexander berdiri di depannya, ia seperti ingin mengajak Leticia berbicara.
" Sepertinya kau bahagia disini " kata Alex cemburu pada Darren yang sangat perhatian pada Leticia
" Kau kesini hanya untuk mengatakan itu?" tanya Leticia ketus
" Kenapa kau tidak bilang saja kalau kau cemburu? mungkin aku akan mempertimbangkan perasaan ku lagi padamu, di saat aku ingin melupakan mu, kau malah datang kemari dan mengatakan hal yang tidak masuk akal. Mau mu apa ?" batin Leticia bingung
" Apa dia sering masuk ke kamarmu? apa yang kalian lakukan di kamar ini?" tanya Alexander curiga
" Haa.. lucu sekali, kau bertingkah seperti suami yang sedang menangkap basah istrinya berselingkuh. Padahal kau bukan siapa siapa, pergilah dari sini yang mulia. Pangeran Darren sedang menunggu ku " kata Leticia mengusir pria itu dengan nada bicara yang dingin
" Aku tidak tau ini cemburu atau bukan, yang jelas aku tidak suka kalau kau bersama pria itu " batin Alexander tidak senang
" Aku tidak akan pergi, aku akan bicara denganmu dulu "
" Kalau begitu katakan sekarang !" ujar Leticia kesal
" Kau buka saja dulu pintunya, seperti nya pembicaraan ini tidak akan sebentar " kata Alexander
" Baik, "
Leticia mendorong Alexander untuk masuk ke dalam lemari baju nya. Pria itu kaget dengan Leticia yang menyembunyikan dirinya di lemari.
KLAK
" Aku hanya membawakan cemilan untukmu, maaf kalau aku menganggu mu " kata Darren ramah
" Kue stroberi kesukaan ku !" kata Leticia berbinar-binar
" Kau pasti lelah dan lapar karena pingsan selama 4 jam, jadi kubawakan makanan untukmu. Semoga kau menjadi rileks setelah memakannya " kata Darren
" Pingsan? selama 4 jam? apa yang terjadi?" batin Alexander terkejut
" Terimakasih yang mulia, aku memang sedikit lapar. " kata Leticia sambil tersenyum
Pangeran Ilios itu mendekatkan keningnya ke dahi Leticia, pada akhirnya kening mereka bersentuhan. Wanita itu terpana dengan sikap Darren yang tiba-tiba mengagetkannya.
" Apa yang .." Leticia gugup
" Kurang ajar ! " batin Alexander geram melihat itu dari pintu lemari
" Kau tidak demam lagi, syukurlah " kata Darren sambil tersenyum hangat seperti biasanya
" Oh.. jadi kau mengecek aku demam atau tidak ya.." kata Leticia malu
" Memangnya kenapa?" tanya Darren polos
" aku pikir dia akan mencium ku. Ah apa sih yang ku pikirkan, pangeran Darren yang lembut tidak mungkin akan memaksa ku, dia tidak seperti seseorang yang sedang bersembunyi di dalam lemari baju ku " batin Leticia
" Aku hanya sedikit terkejut, hehe. "
" Aku tidak akan memaksamu, kau tau kan? jangan lupa kencan kita besok " kata Darren sambil mengelus rambut Leticia yang terurai panjang.
" Apa? kencan? bagaimana bisa mereka kencan ? sialan! oh ya memangnya kencan itu apa? " batin Alexander bingung dan kesal
__ADS_1
" Seharusnya aku menyukai pria seperti ini, tapi kenapa hatiku tidak bisa dibohongi? aku masih saja memikirkan tiran psikopat itu " batin Leticia kesal
" Iya, besok kita akan berkencan " jawab Leticia
" Sekarang istirahat lah "
" Iya, aku akan beristirahat. Oh ya, setelah ini yang mulia akan pergi kemana?" tanya Leticia
" Aku senang kau bertanya, aku dan sir Derrick akan pergi ke perbatasan wilayah bersama yang mulia Raja " kata Darren menjelaskan
" Oh begitu, kalau begitu hati hati ya " kata Leticia
" Aku senang kau mengkhawatirkan ku. Tapi tenang saja, aku akan baik-baik saja karena aku ingat ada kencan denganmu " kata Darren ceria
Darren melambaikan tangannya pada Leticia, itulah caranya berpamitan. Padahal di dalam hati dan pikiran nya, ia ingin memeluk wanita itu. Tapi, ia sudah berjanji tidak akan menyentuh Leticia sembarangan kecuali dalam keadaan darurat.
Tak lama setelah kepergian Darren, Leticia menutup dan mengunci kembali pintu kamarnya. Alexander juga keluar dari persembunyiannya, ia tampak kesal dan tak ragu menunjukkan ekspresi nya di depan Leticia.
" Aku beri waktu 5 menit untuk yang mulia, aku ingin segera istirahat " kata Leticia sambil duduk di ranjangnya
" Apa yang terjadi? kau pingsan selama 4 jam?" tanya Alexander cemas
" aku kira dia akan marah-marah, ternyata dia menanyakan keadaan ku. Sekarang aura nya berwarna biru, itu artinya dia sedang cemas padaku. Haa.. " batin Leticia
" Tidak ada apa apa, aku hanya kelelahan biasa " jawab Leticia santai
" Apa disini mereka bersikap tidak baik padamu? di istana ku kau tidak pernah begitu, kau juga jarang sakit ! kenapa disini kau bisa sakit?" tanya Alexander cemas
" Apa aku harus senang melihatmu cemas padaku seperti ini? pada orang yang menggantungkan hubungan dan perasaan ku. Aku tidak mau menjadi ambigu lagi " batin Leticia kesal
" Berisik ! kenapa kau tidak pergi saja? sudah tau aku sedang sakit, aku butuh istirahat !" ujar Leticia cuek
" Tinggal jawab saja apa susahnya sih!" kata Alexander kesal
" Aku tidak mau jawab, pergilah kalau kau cuma mau bicara itu saja " kata Leticia mengusir
BUK
Alexander menggenggam kedua tangan Leticia dengan sihirnya, dan membuat wanita itu tidak bisa bergerak.
" Hey ! kau curang, lagi lagi kau begitu! jangan pakai sihirmu !" Leticia gemas dan sebal kepada pria itu.
Alexander tersenyum usil, ia duduk di depan Leticia. " Makanya jawab pertanyaan ku dengan benar selagi aku masih baik " kata Alexander datar
" Baiklah, kau mau bertanya apa? akan aku jawab, tapi aku juga mau bertanya padamu " kata Leticia
"setuju. Aku yang bertanya lebih dulu, ah lebih tepatnya pengakuan " kata Alexander sambil tersenyum pahit
" Ada apa dengannya? kenapa aura nya berubah jadi orange? apa artinya aura orange? aku tidak ingat " batin Leticia bingung
" Aku akan langsung bicara saja pada intinya. Aku tau aku memang membenci ayahmu tapi aku tidak membencimu, intinya.. aku tidak bisa hidup tanpamu. "
Deg
Deg
" Leticia, jangan goyah lagi. Dia cuma bilang tidak bisa hidup tanpamu..bukan mencintaimu. Kenapa kau berdebar seperti ini?" batin Leticia resah
" Lalu, apa ?" tanya Leticia sambil memalingkan wajahnya
" Aku tidak peduli kau punya perasaan padaku atau tidak, tapi kau tidak punya pilihan. Kau harus berada disisi ku, selalu. Karena aku tidak bisa kehilangan mu " kata Alexander
Sulit dipercaya, Raja yang dulu pernah mengatakan tidak suka pada wanita, sekarang ia malah sedang menyatakan cinta pada seorang wanita dan meminta wanita itu berada disisi nya.
" Aku tidak bisa " Leticia menolak
" Jangan menolak ku dulu! dengarkan aku sampai akhir. Akan ku lakukan apapun agar kau mau kembali disisi ku, jadi katakan apa mau mu?" tanya Alexander
" Kalau aku bilang keinginan ku, apa akan kau kabulkan?" tanya Leticia tajam
__ADS_1
" Tentu saja " jawab Alexander
" Kalau begitu apa kau bisa membatalkan pernikahan mu dengan nona Vivian? lalu menjalin hubungan yang sehat denganku, tentu saja dengan status yang jelas " tanya Leticia
Pria itu diam membeku dan tidak memberikan jawaban sepatah katapun. Leticia sudah menduga bahwa pria itu akan seperti ini lagi, dia tidak bisa melepaskan kekuasaan hanya demi perasaan pada seorang wanita. Lagipula apa yang dia harapkan dari Raja tiran yang sedang ada di hadapannya itu?
" Lagi lagi dia begitu, sudah kuduga " gumam Leticia pelan dengan senyuman sinisnya
" Pembatalan pernikahan? menjalin hubungan sehat? " batin Alexander bingung
" sudah kuduga kau akan seperti ini. Sembarangan mengatakan cinta, lalu seperti ini lagi.. aku sudah bosan. Pergi dari sini !" seru Leticia marah
" Aku akan mempertimbangkan nya, jadi jangan marah dulu ! aku akan memikirkan permintaan mu, jika aku bisa melakukannya kau harus kembali padaku "
" Itu pun jika kau bisa " Leticia tak yakin
" Aku pergi " kata Alexander dingin
Alexander membalikkan badannya dan bersiap menggunakan sihir teleportasi nya. Ia melepaskan sihir yang mengikat tangan Leticia. Wanita itu melihat Alexander dengan perasaan sakit hati.
" Kalau kau tidak memberikan ku kepastian. Aku akan menerima pangeran Darren " kata Leticia serius
" Jika kau menerima nya, aku akan membunuhnya " kata Alexander kesal
" Dasar egois " gumam Leticia kesal
" Ingat, hari Sabtu kau harus ke istana ku " kata Alexander mengingatkan
Wush
Pria itu sudah hilang dalam sekejap mata, wanita itu kembali berbaring di ranjangnya. Lagi lagi kegalauan melanda hatinya, ia berharap bahwa pria itu tidak muncul dihadapan lagi, karena ia menjadi goyah dan luluh.
" Ngomong-ngomong, aura orange itu apa ya?"
***
Raja tiran itu sudah kembali ke istana nya, Daniel terlihat panik seperti sedang menunggu kedatangan nya. Terlihat juga beberapa bangsawan sedang menunggunya dan wajah mereka terlihat tidak baik, terutama Marquez Randell yang terlihat marah
" Yang mulia, anda sudah datang !" kata Daniel panik
" Tolong saya yang mulia !" batin Daniel takut
" Ada apa ini? seingat ku hari ini bukanlah perkumpulan bangsawan di istana. Dan juga aku tidak mengundang kalian.." kata Alexander dengan nada yang tajam dan dingin seperti biasanya
" Yang mulia apa maksud nya ini? pengunduran pernikahan?!!" tanya Marquez Randell kesal
" Daniel, bukankah sudah ku suruh kau membereskan ini?" tanya Alexander sambil menatap sinis tangan kanan nya itu
" Yang mulia Raja, mohon ampuni saya. Saya sudah melakukan nya tapi..tapi.. " Daniel terlihat ketakutan
'' Benar juga, Marquez Randell adalah orang yang keras kepala. Dia pasti tidak tinggal diam " batin Raja tiran itu kesal
" Aku akan membereskan mu nanti. " gumam Alexander kesal
" Jadi kalian ingin protes karena aku mengundurkan pernikahan ku?" tanya Alex kesal
" Be..benar yang mulia, ini sangat tidak masuk akal. "kata Count Calypso gemetar
" Tidak masuk akal apanya? katakan yang jelas ! beri aku penjelasan yang membuatku puas, agar aku tidak perlu memenggal kepalamu itu Count Calypso !" kata Alexander tegas sambil mengangkat pedangnya ke leher pria itu
Semua bangsawan yang tadinya ingin protes membantu Marquez Randell, pergi begitu saja setelah melihat kemarahan Raja yang tidak main main untuk memenggal kepala siapapun yang berani menentangnya. Tidak peduli mau dia raja, pangeran, orang dengan pangkat bangsawan pun, mampu ia bunuh tanpa ragu.
Hanya tersisa Marquez Randell dan ke tiga bangsawan lainnya. Itu pun karena mereka memberanikan diri dan mengumpulkan nyali untuk bicara dengan Raja itu.
" Oh ternyata masih ada yang punya nyali di sini " kata Alexander sambil tersenyum sinis melihat keempat bangsawan itu dengan tajam.
" Karena kalian sudah disini, maka dengarkan aku bicara dan beritahu pada semua orang kalau aku ingin membatalkan pernikahan ini " kata Alex yakin
" Tidak ! yang mulia !" teriak Marquez Randell kaget
__ADS_1
Begitu juga dengan ketiga bangsawan yang ada dibelakang nya.
...--***--...