Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 33 Hari yang panas


__ADS_3

Warning 18 + 🙏


****


" Apa aku tidak salah dengar? dia menyukaiku? seorang psikopat tiran mengucapkan kata kata manis itu?" tanya Leticia di dalam hatinya


" Apa akhirnya kau peka juga? atau kau belum mengerti? " tanya Alex sambil menatap wanita yang ada di depannya itu. Leticia memang terlihat kebingungan.


" Tapi.. bagaimana bisa, bukannya kau membenciku? " tanya Leticia tak mengerti


" Pada awalnya aku membencimu, tapi ternyata rasa tertarik ku lebih besar padamu. Aku tidak bisa melepaskan mu, kau hanya bisa jadi milikku. " kata Alexander serius


" Apa yang mulia serius?" tanya Wanita itu yang masih ragu


" Bukankah ciuman tadi sudah menjawab segalanya? rupanya kau masih ragu kepadaku? haruskah aku menunjukkan nya lagi?" tanya Alexander


" Melakukan apa?" tanya Leticia kaget


" Melakukan hal yang lebih dari ciuman " jawab Alexander sambil tersenyum


" Astaga, kenapa dia tersenyum seperti itu? apa dia berniat membuat ku terkena serangan jantung? " batin Leticia tak bisa menolak pesona Raja itu


" Kenapa kau selalu saja berfikiran mesum? apa kau mesum seperti ini dihadapan wanita lain juga?" tanya Leticia sebal


" Kau tau aku tidak bisa menyentuh wanita lain selain dirimu, kau masih tidak percaya juga? biarlah aku jadi si mesum hanya dihadapan mu saja "


Kata-kata Alexander membuat Leticia kembali terpana dan bertanya-tanya, apa benar pria dihadapannya ini adalah si psikopat tiran yang ia kenal? kemana sosoknya yang dingin dan kejam itu? atau kemana sifatnya yang suka marah marah itu? benarkah pria ini menyukainya.


" Mungkin hal itu aku percaya, tapi perasaan mu aku meragukan nya. Maaf yang mulia " kata Leticia sambil melangkah pergi


" Kau.. kenapa kau selalu membuat ku kesal? aku bersusah payah menata perasaan ku untuk mengatakan nya padamu! kenapa kau masih ragu padaku?" tanya Alexander kecewa


" Karena aku memikirkan masa depan, aku tidak ingin hubungan yang sesaat dan bisa putus. " jawab Leticia tegas


" Aku tidak mau terluka lagi oleh cinta dan aku tau kalau aku juga menyukaimu " batin Leticia yang teringat masa lalu nya dengan Jun Hyuk


" Jadi kau ingin aku bagaimana? masa depan apa yang kau maksud?" tanya Alexander


" Bisakah kau menjamin dirimu, kalau kau hanya akan mencintaiku selamanya? yang mulia ini adalah seorang Raja, setiap Raja pasti memiliki selir demi memperluas kerajaan nya, anda tidak akan bisa setia " kata Leticia sambil tersenyum pahit


" Aku tidak akan begitu " jawab Alexander tegas dan penuh keyakinan


" Haa.. baiklah kalau begitu apakah kau bisa menjamin dirimu bahwa kita tidak akan putus?" tanya Leticia realistis


" Aku tidak akan pernah melepaskan mu, kecuali kau sendiri yang bilang ingin putus " jawab Alexander sambil mendekati Leticia yang berdiri tak jauh darinya


" Benarkah? apa aku bisa percaya kata-kata yang mulia?" tanya Leticia


" wanita ini, beraninya dia meragukan kepercayaan ku. Padahal pernyataan cinta ku ini sangat mahal, dan dia satu satunya orang yang berani meragukannya " batin Alexander kesal


" Apa ini bukan salah satu cara mu mempermainkan ku lagi?" tanya Leticia


" Kenapa kau selalu meragukan ku? apa semua kebaikan yang ku lakukan, tidak bisa membuat mu yakin padaku? coba pikirkanlah ! " ujar Alexander geregetan


Wanita itu berfikir dalam-dalam, ia teringat kalau Alexander tidak pernah memaksanya melakukan sesuatu lagi, dan selalu mengabulkan keinginan nya. Contohnya menanam bunga matahari, meskipun Alexander tidak menyukai ada bunga atau taman di istana nya, bahkan Alexander membiarkan Leticia memakai baju yang bagus, memberikannya kamar khusus, dan menolongnya dari rumah bordil sampai sampai Raja itu menghancurkan rumah bordil nya. Meskipun sikapnya kasar dan temperamen nya buruk, namun itu tidak menutupi kebaikannya ada Leticia.


Pria ini adalah sosok yang kasar di luar dan lembut di dalamnya. Kenapa dia begitu? mungkin itu karena ia sudah benar benar jatuh cinta pada anak dari musuhnya itu. Namun, keraguan masih menyelimuti hati Leticia. Ia tak bisa membayangkan dirinya akan berhubungan dengan orang yang harusnya membencinya, dan orang yang harusnya ia benci.


" Aku tau yang mulia memang selalu baik padaku, meskipun kau selalu bersikap kasar padaku. Tapi.. bagaimana dengan fakta ayah ku yang membunuh keluarga mu? apa kau akan membiarkannya?" tanya Leticia tajam


Pertanyaan inilah yang tidak ingin Alexander dengar, karena ia tak bisa menjawab pertanyaan itu dengan sekali berfikir. Semua yang dikatakan Leticia adalah fakta, pria itu terdiam dan berfikir, sampai akhir nya ia menemukan jawaban yang mantap.


" Aku memang tidak bisa melupakannya untuk sekarang, tapi kenapa kita tidak mencoba menjalin hubungan lebih dulu?" tanya Alexander


" Tidak bisa, aku menolak nya !" jawab Leticia tegas sambil tersenyum pahit


" Itu bukanlah alasan untuk menolak ku! setidaknya cobalah memberiku kesempatan! kita pasti bisa menjalani nya " kata Alexander memasang wajah patah hati


" Kenapa wajahnya seperti itu? dia seperti terluka dengan penolakan ku " batin Leticia merasa sedih


" Menjalani? dengan perasaan benci dan cinta yang ada di sekitar kita? kau yakin kita akan bahagia menjalaninya? " tanya Leticia sambil menahan air matanya


" Kenapa kau begitu takut menjalin sebuah hubungan? kenapa kau meragukan diriku terus seperti ini?!! " tanya Alexander kesal dan membanting barang-barang di kamarnya.


PRANG


PRANG

__ADS_1


" Karena aku tidak menyukai yang mulia ! " ujar Leticia


" Apa? kau bohong.. mana mungkin kau tidak menyukaiku ?" tanya Alexander tak percaya


" Itu benar, aku tidak bohong !" seru Leticia tegas


" Kalau begitu, tatap mataku dan bicara sekali lagi kalau kau tidak menyukaiku ! lakukan !" Alexander memandangi Leticia, tapi wanita itu memalingkan wajahnya.


" Hahaa. kau tidak bisa kan? " tanya Alexander sambil tertawa kecil


" Aku tidak bisa menerimanya, menjalin hubungan dengannya seperti berjalan di atas kaca yang rapuh. Sewaktu waktu aku bisa terjatuh, dia seorang Raja, dia bisa membuang ku kapan saja, setelah dikhianati oleh Jun Hyuk.. aku jadi berfikir tentang masa depan. Aku tidak mau menjalin hubungan lalu putus lagi, akan sangat menyakitkan bagiku.. aku tidak mau terluka lagi " batin Leticia berfikir


" Sebenarnya apa yang ia takutkan? " batin Alexander bingung


" Kenapa kau terus mencari-cari alasan agar menolak ku? sebenarnya apa yang kau takutkan? " tanya Alexander heran


" Aku.. aku..."


" Cukup, aku tidak mau menerima kata penolakan lagi.."


" Tapi.. aku.. "


GREP


Alexander mencium lagi wanita itu, dan mulai berani menciumi leher dan tulang selangka wanita itu untuk membangkitkan gairah wanita itu. Ia ingin wanita yang tidak peka itu tidak menolaknya lagi, dan merasakan perasaan nya.


BRUK


" Kyaa !! "


Mereka berdua terhempas ke ranjang, wanita itu memerah dan tak berani melihat ke arah Alexander.


" Kau tidak boleh menolak ku kali ini..biarkan aku menyelesaikan nya .." kata Alexander dengan suara yang seksi


Bibir pria itu menyentuh dan melahap bibir Wanita itu, anehnya wanita itu tidak menolak. Alexander semakin yakin bahwa wanita itu memiliki perasaan yang sama dengannya. Lalu kenapa ia berkata menolak padanya?


" Kenapa aku terbuai lagi? aku tidak bisa berhubungan dengan pria ini. Tapi, aku juga tidak bisa menolak nya. " batin Leticia bingung


Leticia berkali kali mendorong tubuh Alexander yang menindih nya, namun pria itu tetap gigih dan terus menghujani wanita itu dengan ciuman ciuman lembut. Perlahan lahan, pria itu mencari resleting gaun yang dipakai oleh Leticia dan membuka nya.


SRAT


" Kalau kau bilang kau menyukaiku, dan menerimaku, aku akan pertimbangkan untuk berhenti " kata Alexander sambil menggigit telinga Leticia yang memerah


" Geli.. hentikan yang mulia.. " Leticia merasa kegelian " Aku punya prinsip, tidak akan melakukannya ini sebelum menikah " kata Leticia serius


" Aku tidak peduli... aku akan melanjutkannya..karena kau juga terlihat menikmati nya.. " kata pria itu berbisik manja di telinga Leticia dan kembali menciumi leher dan tulang selangka wanita itu.


" Ah.. Ah.. Hentikan ! tolong..!" Wanita itu mendesah kegelian


Tubuh mereka berdua sudah mulai memanas, apakah mereka akan menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai? atau berhenti di tengah jalan seperti kemarin? yang jelas hari ini adalah hari yang panas untuk mereka.


" Sial, aku tidak bisa menghentikan nya.. padahal aku ingin melakukan ini saat dia sudah siap " batin Alexander bingung


Lama kelamaan, ciuman yang di lontarkan pria itu semakin kasar dan dalam. Sehingga Leticia kesulitan untuk bernapas, jadi ini rasanya dicintai? ini rasanya bersentuhan dengan orang yang ia cintai? Padahal itu masih siang, tapi pria itu merasa kalau hari itu adalah malam hari baginya.


Merasa iba dengan wanita itu yang kesulitan bernapas, pria itu memberikan jeda padanya.


" Tidak..hentikan.. haa.. " Leticia mengambil napas


" kau menyukaiku kan?" tanya Alexander memaksa


" Tidak.. aku tidak menyukai yang.. yang mulia..." Napas wanita itu tersengal sengal


" Keras kepala !" Raja itu menatap Leticia dengan tajam.


GREP


Alexander mencengkram kedua tangan mungil Leticia dengan erat, wanita itu kaget dan matanya terbelalak.


" Jangan bilang.. dia .. dia akan..." batin Leticia panik


" Yang.. mulia.. jika anda melakukan ini, itu berarti anda tidak menghargai ku.. aku punya prinsip..."


" Kalau begitu bilang kau menyukaiku, dan terima perasaan ku, agar aku bisa menghargai mu. " kata Alexander tak berhenti mencium daerah tulang selangka wanita itu.


SRAT

__ADS_1


Akhirnya pria itu membuka baju bagian depan wanita itu, membuat Leticia tercengang. Kali ini Leticia mencoba memberontak, meskipun ia ingin melakukannya dengan Alexander. Tapi,ia tidak mau terluka lagi. Wanita itu mendorong tubuh Alexander yang semakin menindihnya.


" Ah.. Ah !! " wanita itu kegelian


" Lihatlah, tubuhmu lebih jujur. Katakan kau suka padaku? katakan kau mencintaiku..Leticia.. "lirih Alex dengan napas yang memburu.


Alexander mulai bermain main dengan kedua buah dada wanita itu, dan menciumi nya. Leticia mendesah karena kegelian, ia berusaha melawan pria itu tapi tenaganya begitu kuat.


" Jangan .. jangan lakukan ini.. hu..hu.."


Air mata yang jatuh itu akhirnya meluluhkan Alexander untuk menghentikan segala aktivitas nya. Pria itu meresletingkan kembali gaun yang dikenakan oleh Leticia.


" Berhentilah menangis.." kata Alexander sambil mengusap air mata wanita itu dengan lembut


" Ternyata air mata ini bisa menghentikannya? hampir saja aku kehilangan keperawanan ku " batin Leticia lega


" Kita sudahi sampai disini saja "


" Sudahi apanya? kita belum selesai " kata Alexander


" Tidak ! aku sudah bilang tidak mau !"


" Apa yang kau pikirkan? aku bilang kita belum selesai bicara bukan melakukan hal yang tadi " kata Alexander


" Oh begitu ya.. " Leticia tersenyum


Mereka berdua duduk di pinggir ranjang, Leticia terlihat memerah begitu pula dengan Alexander .


" Apa kau akan bilang lagi kalau kau tidak suka padaku? setelah apa yang kita lakukan barusan?" tanya Alex tegas


" Aku tidak suka yang mulia. Itu karena yang mulia yang memaksa ku barusan " jawab Leticia sebal


" Tapi kau juga menikmati nya bukan? kau ingin aku melakukan yang lebih bukan?" tanya Alexander


" Tidak.. tidak sama sekali " jawab Leticia gugup


" Itu karena kau begitu seksi dan menggoda ku terus, jadi aku tergoda " batin Leticia


" Lalu apa yang harus aku lakukan? apa yang harus aku lakukan agar kau mau menerimaku?" tanya Alex bingung


" Kenapa orang itu harus aku? banyak wanita diluar sana yang ingin bersamamu, termasuk ketiga calon istri yang mulia. " kata Leticia kesal


" Apa masalahnya dengan mereka? aku kan hanya menyukaimu " tanya Alexander heran


" Apa masalahnya? kau kan akan menikahi salah satu dari mereka, bagaimana bisa itu disebut bukan masalah? " tanya Leticia tak mengerti jalan pikiran pria itu


" Ya aku memang harus menikahi salah satu diantara mereka " jawab Alexander


" Lalu kenapa yang mulia bilang menyukaiku? kalau harus menikah dengan orang lain?" tanya Leticia


" Apa itu masalah bagimu? kau menolak ku karena aku akan menikahi orang lain?" tanya Alexander tak mengerti


" Dia sangat tidak peka sekali, kalau aku jelaskan apa dia akan mengerti? seperti nya tidak " batin Leticia kecewa


" Aku tidak mengerti dirimu, dan seperti nya jika ku jelaskan yang mulia juga tidak akan mengerti. Ini sebabnya aku memikirkan masa depan bila kita berhubungan, aku adalah orang yang pelit! aku tidak mau berbagi cinta atau berbagi pria bersama wanita lain " kata Leticia tegas


" Aku hanya akan menyukaimu, aku kan sudah janji. Soal pernikahan,aku memang harus melakukannya demi politik, tapi kau bisa menjadi selir ku " kata Alexander


" Seperti nya kau benar-benar tidak mengerti " kata Leticia kecewa


" Apa masalah pernikahan ini penting untukmu? bukankah kita saling menyukai? apa lagi masalahnya? kita tinggal jalani saja " kata Alexander santai


" Maaf, tapi tolong lupakan kejadian hari ini. Anggap saja kita melakukan kesalahan, aku akan menganggap kalau yang mulia tidak pernah mengatakan hal itu " kata Leticia kecewa


" Tuh kan? lihat, kita selalu bertengkar. Kita tidak cocok " batin Leticia sedih


" Apa pernikahan ku benar-benar menjadi masalah baginya? bukankah yang terpenting bagi wanita itu adalah cinta dan kasih sayang? Aku memang akan menikahi salah satu nona bangsawan itu, tapi aku hanya menyukai Leticia " batin Alexander


" Leticia ! tunggu !


Wanita itu mengabaikan Raja dan membuka pintu kamar itu.


BRAK


Leticia keluar dari kamar Raja dengan perasaan kecewa. Ia tak mengerti jalan pikiran Alexander yang menyatakan cinta padanya, tapi ingin menikah dengan orang lain. Disisi lain Alexander tidak menganggap bahwa pernikahan nya adalah suatu masalah untuk hubungan nya dan Leticia. Apakah mereka akan terus seperti ini? Padahal mereka sudah saling menyadari perasaan masing-masing..


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2