Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 65 Bersembunyi atau melarikan diri?


__ADS_3

🔥🔥🔥


Leticia melihat Vivian dengan keheranan, karena ia tak bisa melihat aura yang ada di tubuh Vivian. Namun, melihat wajah memelas dan kesedihan yang terlihat pada Vivian membuatnya iba dan teringat masa lalu. Ia membayangkan kalau dirinya di posisi Vivian, ia pasti akan sedih.


Ingatan tentang Raja Edmund, Gavin dan Lydia yang dibunuh terngiang-ngiang kembali di kepalanya.


" Kau ini bicara apa ? ini bukan sesuatu yang bisa diputuskan oleh mu " kata Alexander kesal


" Semua orang berhak mendapat kesempatan kedua, kalau kau menghukum nya begini saja. Itu terlalu kejam !" ujar Leticia yang terbawa emosi


" Marquez Randell, orang seperti dia yang menghancurkan desa ! tidak pantas dimaafkan dan diberi kesempatan !" seru Alexander


" Dia bisa diberi kesempatan ! dia pasti berubah, apa kau akan terus keras kepala seperti ini? menghukum orang tanpa memberinya kesempatan. Kalau terus seperti ini, kau akan memperbanyak musuh untuk dirimu sendiri " kata Leticia mengingatkan


" Nona Leticia benar, tolong berikan ayah saya kesempatan untuk hidup. Ayah saya akan berubah ! tolong ayah saya yang mulia !" ujar Vivian memohon


" Kenapa kau memohon sampai seperti ini untuk nya? kesempatan itu tidak ada untuk orang yang bersalah ! karena mereka tidak akan berubah " kata Alexander tegas


Kenapa mereka jadi bertengkar?. batin Mira resah


Leticia terbelalak dan terpana dengan perkataan Alexander. Wanita itu mulai berkaca-kaca.


" apa seperti ini perasaan mu saat membunuh ayah ku? kau tidak akan pernah memberikan kesempatan pada orang yang bersalah, lalu membunuhnya? apa begitu? ternyata aku salah, kau tidak pernah berubah " kata Leticia kecewa


" Apa maksud mu? kenapa arah pembicaraan kita jadi kesana?" tanya Alexander


" Seandainya.. seandainya waktu itu.. aku memohon seperti ini padamu seperti nona Vivian untuk mengampuni nyawa ayahku, apa kau juga akan tetap membunuhnya? " tanya Leticia sambil menangis


Kenapa mereka bertengkar? aku suka sih melihat mereka bertengkar, tapi bagaimana nasib ayahku. Pokonya aku harus berusaha lebih keras agar ayah tidak dihukum mati.


" Apa mau mu sebenarnya dengan berkata begini?" tanya Alexander kesal


" Berikan tuan Marquez kesempatan untuk menebus kesalahan nya dengan cara lain, jangan kematian !" ujar Leticia


" kau siapa mengaturku menentukan hukuman untuk seorang pengkhianat?!" tanya Alexander dingin


Benar juga, dengan siapa aku bicara saat ini. Dia adalah Alexander si psikopat tiran, bukan kekasihku. Apa aku benar-benar mengenalnya? apa aku benar-benar bisa merubahnya? inilah dia yang sebenarnya raja tiran yang kejam.


" Benar juga, aku siapa ya? aku tidak berhak mengatur mu. Tapi aku hanya mengutarakan pendapat ku saja, aku kira kau sudah berubah. Ternyata aku salah, kau tetaplah tiran psikopat yang aku temui saat pertama kali " kata Leticia sambil tersenyum pahit, terlihat kekecewaan di wajahnya.


" Kau ini kenapa sih?!!!" teriak Alexander marah


" Aku akan pulang hari ini " kata Leticia dingin


Kenapa ingatan tentang Raja Edmund, Lydia, dan Gavin teringat lagi? setelah melihat nona Vivian memohon seperti ini untuk keselamatan ayahnya, hati ku tercabik-cabik. Jika aku dalam posisinya saat itu, Alexander juga pasti tidak akan mendengarkan ku dan tetap membunuh ayahku. Bodoh, kupikir dia sudah berubah sejak menjalin hubungan denganku. Kupikir cinta ku sudah menghangatkan hatinya, dan memecah kekejaman nya, ternyata aku salah besar. Yang berubah hanya cangkangnya saja, bukan hatinya, bukan dalamnya.


Leticia berjalan menuju ke kamarnya bersama Mira. Alexander terlihat bingung dengan sikap kekasihnya itu, ia tak paham apa yang dipikirkan nya. Inilah pertengkaran hebat. pertama mereka setelah menjalin hubungan.


" Yang mulia, tolong berikan ayah saya kesempatan ! jangan bunuh ayah saya " kata Vivian yang masih memohon


" Kau.. kau pergilah dulu, akan ku pertimbangkan lagi hukuman untuk ayah mu " kata Alexander pusing


Sebenarnya apa yang terjadi? huh. Batin Alexander kesal


" Yang benar? terimakasih yang mulia ! kebaikan yang mulia sungguh seluas lautan !!" kata Vivian sumringah


Ya, berhasil. Mereka bertengkar dan ayah mungkin akan terbebas dari hukuman mati, dan aku tidak jadi miskin.


🍂🍂🍂

__ADS_1


Di istana Ilios, Derrick sedang berbicara dengan Raja Cedric diruangan nya. Mereka terlihat serius.


" Sesuai janjiku, kau dan Tisha bisa bebas pergi kemana pun kau mau setelah misi ini selesai. "


" Terimakasih yang mulia Raja, atas kebaikan anda. "


" Tidak masalah, aku juga memanfaatkan mu untuk mengerjakan misi berbahaya ini. Tapi, apa yang kau lakukan setelah ini?" tanya Raja Cedric


" Sepertinya saya dan Tisha akan hidup berdua dengan nyaman jauh dari keramaian. " jawab Derrick


" apa kau sudah menemukan tempat tinggal?" tanya Raja Cedric


" Sudah yang mulia, anda tenang saja. Karena saya juga harus menjauhkan Tisha dari pangeran Darren, saya sadar kalau adik saya bisa menganggu acara pertunangan pangeran." kata Derrick


Ternyata dia tau diri juga.


" Terimakasih atas pengertian mu, sir Derrick " kata Raja Cedric sambil tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu.


Kau berfikir untuk kabur dari ku? setelah mengetahui semua rahasia busuk ku? maaf tapi mungkin kau dan adikmu tidak akan bisa hidup tenang. batin Raja Cedric


Aku tidak hanya harus menjauhkan Tisha dari pangeran Darren dan kerajaan Ilios. Aku juga harus menjauhkan Tisha dari Raja tiran itu. Setelah ini aku akan mengumpulkan kekuatan dan membangun kerajaan ku sendiri dari awal, bersama Tisha aku akan hidup bahagia. Itu sudah cukup, aku bisa mencarikan pria yang baik untuk Tisha. Meskipun bukan Raja atau pangeran, Tisha akan bahagia jika ia bersama dengan orang yang sederhana. Entah ini bisa disebut bersembunyi atau melarikan diri? aku dan Tisha harus pergi dari sini, dari mereka yang mengancam keselamatan ku dan Tisha. Termasuk Raja Cedric.


Setelah pertemuan nya dengan Raja Cedric, Derrick mengepak barang-barang nya dan juga barang-barang Leticia diam-diam. Bahkan pangeran Darren juga tidak boleh tau semua ini.


" Sir Derrick, saya mohon biarkan saya ikut dengan sir Derrick !" kata Harold memohon


" Tidak bisa, kau harus tetap disini. Dan aku juga tidak bisa memberikan mu apa apa, jika kau ikut denganku " kata Derrick


" Seumur hidup saya, saya sudah berjanji akan terus berada di samping yang mulia, maksud saya sir Derrick. Saya tetap memiliki kesetiaan saya, apalah artinya saya kalau tanpa yang mulia. Saya mohon, izinkan saya ikut " Harold memohon


" Kau hanya akan susah bila ikut denganku, apa kau bisa menerimanya? " tanya Derrick


" Kau mulai lagi memanggilku yang mulia. Baiklah, kau boleh ikut denganku. " ucap Derrick sambil tersenyum


🍂🍂🍂


Tak terasa hari sudah malam di istana Fostiarus. Berkali kali Alexander mengunjungi Leticia di kamarnya, tapi gadis itu hanya mengabaikan nya saja. Terkadang Leticia merenung seperti memikirkan sesuatu.


" Aku tidak tahan lagi ! kenapa kita harus bertengkar karena masalah sepele seperti ini? aku tidak mengerti Leticia " kata Alexander sambil melempar barang yang ada di meja dengan kesal.


BRAK


BRUK


" Ini bukan masalah sepele, masalah hidup dan mati seseorang bukanlah masalah sepele. " kata Leticia sambil menatap ke arah lain. Wanita itu bersandar di pinggiran ranjangnya.


" Aku tidak tau kenapa kau sensitif seperti ini? kau bersikeras membantu wanita itu dan ayahnya. Padahal mereka sudah pernah berbuat jahat padamu " ucap Alexander kesal


" Aku? sensitif? tentang kematian tentu saja aku akan sangat sensitif, aku punya hati. Kau pikir aku tidak merasakan sakit saat aku teringat dirimu yang membunuh ayah ku dengan kejam ! setiap kali melihatmu membunuh orang, aku teringat ayahku ! ayahku tidak mendapatkan kesempatan menjelaskan padamu, dan kau langsung membunuhnya. Hatiku sakit saat itu, tapi aku melupakan semuanya. Aku percaya padamu, kau akan berubah ! aku bahkan percaya pada kau yang bilang mencintai ku, tapi setelah hari ini aku rasa aku tidak bisa percaya lagi !" Leticia menangis, kemarahan nya meledak-ledak.


" Jadi kau masih belum bisa melupakannya? kematian ayahmu dan kehancuran kerajaan tempat kau tinggal? Aku pikir itu sudah selesai kita bahas sebelumnya dan kita memutuskan untuk melupakan nya. Tentang aku yang mencintaimu, itu adalah kebenaran! " ujar Alexander


" Tidak ! kau tidak mencintai ku ! kau tidak pernah mencintaiku, jika kau mencintaiku kau tidak akan bilang kalau kau tidak bisa menikahi ku " kata Leticia tajam


" Kapan aku bilang begitu? aku tidak bilang begitu ! " tanya Alexander


Apa dia dengar semua gumam man ku semalam?


" Kalau kau memang mencintaiku, ayo kita menikah sekarang!" Leticia menantang

__ADS_1


Alexander terdiam dan tidak mengatakan apapun. Leticia tersenyum pahit, ia sudah menduga bahwa Alexander akan diam.


" Sudah kuduga kau akan diam seperti ini, apa sih yang aku harapkan darimu? selalu saja kau menggantung perasaan ku seperti ini "


Padahal aku menyerahkan hatiku padamu dengan tulus. Tapi, kenapa kau..


" Aku memang tidak bisa menikah dengan mu, tapi aku punya alasannya "


" Ya, alasannya karena kau tidak mencintai ku " Leticia menangis dan menatap tajam Alexander.


" Bukan begitu !" teriak Alexander


" Kita akhiri saja sampai disini "


" Apa?" Alexander terpana mendengar kata-kata yang tidak ia ingin dengar.


" Kau tidak dengar? kita akhiri semuanya sampai disini, artinya kita putus "


Kita mungkin memang saling mencintai, tapi kita tidak akan punya masa depan. Tidak ada gunanya aku berusaha mempertahankan hubungan yang tidak punya masa depan. Tidak apa Leticia, ini akan baik-baik saja. Mungkin ini yang terbaik untuk kita, tidak seharusnya orang yang menjadi musuh malah saling cinta.


Alexander yang tadinya sedang berdiri di dekat pintu, tiba-tiba memeluk Leticia dengan erat. Wanita itu mendorongnya.


" Sakit ! lepaskan aku ! kau mau membunuhku ya !" ujar Leticia kesal


" Kita tidak bisa putus, kau tidak boleh begini !"


" Tapi ini keputusan ku ! kita putus, tetap putus " kata Leticia sambil membuka pintu


KLEK


" Tidak !" Alexander tak sengaja merobek baju Leticia karena menariknya terlalu keras.


SREK


" Kau ! kau mesum !" teriak Leticia sambil melihat baju atasannya yang sobek.


Wanita itu malu karena beberapa pengawal yang berjaga di luar kamarnya melihat pakaian nya robek.


" Aku tidak bermaksud begitu, maaf.."


Leticia mengambil jaket bulunya dan memakainya, ia memutuskan untuk pergi malam itu dari istana Fostiarus. Namun, Alexander menahannya dan berusaha membujuknya.


" Akan.. aku akan bebaskan tuan Marquez Randell, tapi kau jangan pergi. Dan kita jangan putus " kata Alexander membujuk


Sebelum ada persetujuan dariku, kita tidak bisa putus dan aku tidak akan melepaskan mu. batin Alexander


Yang aku inginkan bukanlah kau mengikuti keinginan ku, tapi sedikit rasa kemanusiaan mu. Aku tau kau berusaha membujukku, tapi aku benar-benar tidak bisa bertahan kalau kau tidak mengerti maksud ku.


...---***--...


Apakah mereka akan benar-benar putus?


Apakah Derrick akan membawa Leticia pergi?


Lalu bagaimana nasib Marquez Randell dan Vivian?


Tunggu di bab selanjutnya ya..😂🙏


jangan lupa like, vote, komennya, kasih rate sama hadiah nya juga boleh kok .. kalau suka novelnya Klik Favorit 😊🌹

__ADS_1


__ADS_2