
.
.
Malam itu Leticia sedang bersiap di kamarnya bersama Carol, mereka memilih milih baju dengan semangat untuk pergi ke festival.
'' Lebih baik pakai baju yang bagus atau yang nyaman ya?" gumam Leticia bingung
" Nona, mau pakai baju apapun juga. Nona tetap cantik " jawab Carol sambil tersenyum
" Carol, kau bisa saja deh. Kau juga pilih baju sana " kata Leticia sambil duduk di sudut ranjang nya
" Saya sudah memilih kok, ini sudah saya kenakan bajunya " kata Carol ceria
" Baju yang simple dan nyaman yah? Carol, apa disini wanita benar-benar tak boleh memakai celana?" tanya Leticia penasaran
" Iya, semua wanita wajib mengenakan rok. Dan tidak boleh memakai celana " kata Carol mengingatkan
" Haa.. ya baiklah, padahal dulu aku selalu memakai celana " gumam Leticia yang memandangi semua gaun yang ada di ranjangnya.
Tok
Tok
Tok
Seseorang mengetuk pintu kamar Leticia.
KLAK
" Kakak ! kakak sudah kembali ?!" Leticia terlihat senang melihat Derrick ada di depan pintu kamarnya. Dengan cepat, Carol langsung memberi hormat pada Derrick.
GREP
Leticia memeluk Derrick, karena dari tadi pagi ia sangat cemas dengan Derrick.
" Kau sebegitu senangnya aku kembali?" tanya Derrick
" Entah kenapa tadi aku merasa tidak enak hati kak, aku mencemaskan mu. Syukurlah kau baik-baik saja " Leticia lega melihat Derrick baik-baik saja. Lalu ia melihat ada perban di tangan kakak nya. " Kakak terluka? kakak kenapa bisa terluka?" tanya Leticia panik
" Ah ini tidak sengaja terkena ranting pohon, hanya tergores sedikit saja. Oh ya, Tisha.. ayo kita pergi ke Festival bersama " kata Derrick semangat
" Tapi kakak pasti lelah, lebih baik kakak istirahat saja.." kata Leticia cemas
Ya sih, aku memang lelah. Tadi aku kehilangan banyak darah. Tubuhku juga lemas..
" Aku baik-baik saja kok, mana mungkin aku membiarkan mu pergi ke festival sendirian " Derrick cemas
" Aku tidak sendirian, aku pergi dengan Carol, dan Lex juga " kata Leticia
" baiklah, tapi akan aku pastikan kau pergi dengan aman bersama mereka "
Aku sebenarnya ingin memberitahu Tisha, kabar bahagia ini. Tapi, besok juga bisa
Di depan gerbang istana Ilios...
Leticia, Carol dan Derrick sedang menunggu kedatangan Alexander dan Daniel. Benar saja, Alexander terlambat menemui kekasihnya, dan Daniel yang datang lebih dulu.
Derrick sedikit tidak senang, tapi ia mengerti kalau Alexander adalah seorang Raja yang sibuk. Daniel memberitahu Derrick kalau Raja nya itu akan sedikit terlambat, tapi dia akan datang.
" Tuan tenang saja, saya akan menjaga nona Leticia dengan segenap jiwa raga saya "
" Mungkin aku bisa percaya padamu, daripada Raja mu itu " kata Derrick ketus
Yang mulia, ternyata kau punya kakak ipar yang sulit juga ya
" Oh ya, Yang mulia Raja mengirimkan beberapa hadiah untuk tuan muda Derrick dan nona Leticia " Kata Daniel sambil menyerahkan bungkusan kepada Derrick
" Apa ini sogokan?" tanya Derrick sambil tersenyum tipis
wah, dia sangat tajam hehe..
Daniel menjawab dengan senyuman, lalu berkata bahwa itu bukan sogokan. Tapi hadiah untuk pertemuan nya dengan Leticia.
" Aku terima ini, bukan karena aku sudah menyetujui hubungan ini. Tapi, karena sayang sekali kalau ini dibuang " kata Derrick cuek
" Ya, kakak benar " kata Leticia ceria
" Aku percaya kan adik ku dan Carol padamu, kalau terjadi sesuatu pada mereka. Kau yang akan mati " kata Derrick sambil tersenyum ramah
Curang, bagaimana bisa wajah lembut seperti tuan Derrick mengatakan kata-kata yang mengerikan seperti ini? ia tidak selembut wajahnya
Daniel tersenyum canggung dan memberi hormat pada Derrick. Pria itu melarangnya karena ia bukanlah tuan nya, lalu dengan polosnya Daniel mengatakan bahwa Derrick harus ia hormati karena pria itu akan menjadi kakak ipar dari Rajanya.
" Apa? kau bilang apa barusan? aku? kakak ipar tiran itu?" Derrick mengangkat sebelah alisnya
" Saya bisa mati ditangan kalau saya tidak menghormati tuan Derrick. Tolong tuan Derrick mengertilah keadaan saya " Daniel tersenyum, lebih tepatnya nyengir
Carol dan Leticia menahan tawa, kedua wanita itu tersenyum melihat tingkah polos Daniel yang selalu mengundang tawa.
" Kakak, aku pamit ya "
" Iya, kau berhati-hati lah. Jangan sampai terpisah dari tuan Daniel. Dan kau ! bilang pada raja mu itu, agar jangan membawa adikku lebih dari jam 10 malam !" ujar Derrick mengingatkan
Astaga, dia mirip ibu ibu yang sedang marah karena anaknya keluyuran malam. Ternyata dia sangat kolot ya. Jam 10 sih itu baru pembukaan.. Yang mulia, kau harus banyak-banyak berdoa.
" Baik tuan Derrick, akan saya sampaikan saat bertemu dengan Baginda Raja nanti " kata Daniel sambil mempertahankan senyuman nya.
" Aku akan kembali kak, aku akan baik-baik saja. Kakak beristirahat lah jangan cemaskan aku. Jangan lupa makan ! aku sudah taruh makan malam di meja di kamar kakak "
" Kau ini cerewet sekali, seperti akan pergi jauh saja. Aku akan baik-baik saja, kau yang jaga dirimu. Cepatlah pulang, aku menunggumu. Besok pagi ada kejutan untukmu "
" Woah apa itu kak?"
" Kalau aku bilang sekarang, itu namanya bukan kejutan lagi. Sudahlah, cepat pergi ! keburu malam "Derrick tersenyum
Entah kenapa malam itu Leticia ingin sekali memeluk Derrick.
GREP
__ADS_1
" Aku sayang kakak "
Meskipun kau bukan kakak ku yang sesungguhnya, tapi aku sayang padamu. Itu tulus kak Derrick.
🍂🍂🍂
Di penjara istana Fostiarus..
Alexander dan beberapa sipir penjara sedang mengintrogasi beberapa tahanan yang di duga sebagai penjarah desa Winterne.
" Cih, kenapa kau peduli pada desa kecil itu? padahal kau sudah banyak berbuat dosa dengan menghancurkan kerajaan orang lain !" kata seorang pria kekar dengan tubuh nya yang berlumuran darah.
" Beraninya kau pada yang mulia Raja !" teriak Carl marah dan menghunuskan pedangnya ke depan pria kekar itu.
" Cukup sir Carl !
" Tapi, dia sudah menghina yang mulia !"' kata Carl marah
" Hentikan, biar aku bicara langsung dengan nya. "
Orang ini membuatku sibuk saja, padahal aku ingin segera bertemu dengannya.
" Apa yang mau kau bicarakan dengan ku? bukankah sudah ku bilang kalau aku melakukan ini sendiri dan tidak ada yang menyuruh ku !" teriak pria itu marah
" Jadi kau lebih memilih mati?" tanya Alexander
Aku sudah berjanji padanya kalau aku tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah. Bagaimana pun juga jelas-jelas dia adalah kambing hitam dari seseorang? bagaimana caranya aku bisa membuat dia buka mulut tanpa mengancam membunuhnya
" Aku.. aku juga tidak mau mati " jawab pria itu takut
" Makanya kau cepat bilang, siapa yang menyuruhmu? dan aku akan membiarkan mu hidup " kata Alexander memberi pilihan
Carl dan beberapa kstaria nya terkejut dengan sikap Alexander yang menurut mereka sangat aneh.
Biasanya Alexander akan langsung membunuh tanpa ampun kalau seseorang di depannya sudah tidak bisa diajak bicara, tapi kali ini Raja tiran itu memberikan tahanan nya untuk memilih.
" Bagaimana aku bisa percaya padamu? kau pasti akan tetap membunuhku meskipun aku mengatakan yang sebenarnya " kata pria yang bernama Joe itu ragu
" Walau aku seorang tiran, tapi aku adalah Raja yang memegang janjiku, kau tau itu kan? " tanya Alexander tajam. " Kau bernama Joe Martinus kan? keluarga mu tinggal di desa Roam, kau memiliki dua orang anak perempuan, dan seorang istri. Apa itu benar?"
Dia bisa menebak semuanya dengan benar.
Joe terpana dengan tebakan Alexander. Ia berfikiran negatif pada Raja tiran itu dan menggunakan nya sebagai ancaman. Carl dan kstaria yang ada di sana juga merasakan Alexander sedang mengancam Joe.
" Dasar raja kejam ! kau sedang mengancam ku?!!"
Yang dikatakan Chia memang benar, tidak mudah meninggalkan kesan buruk ini.
" Bukan itu maksudku! Jika aku kejam, aku mungkin sudah membunuh dan menghabisi mereka, untuk apa aku mengancam mu. Aku tidak akan membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Karena aku sudah berjanji pada orang itu. Jika kau mau bekerjasama aku bisa membiarkanmu dan keluarga mu hidup asalkan kau mengatakan siapa dalang dibalik semua ini?!!" Alexander membentak Joe, pria itu tampak serius dengan perkataan nya.
Setelah perdebatan yang cukup panjang dan lama, akhirnya Joe setuju untuk mengatakan dalang dibalik kerusuhan yang terjadi di desa Winterne, dan penculikan anak-anak, juga wanita di desa itu.
Joe percaya pada Alexander, saat Raja itu benar-benar menepati janjinya untuk menjamin keselamatan keluarga nya. Bahkan keluarga Joe diizinkan tinggal di istana untuk mendapatkan perlindungan.
" Aku sudah melakukan apa yang kau minta, itu artinya kau sudah memilih. Jadi, siapa pelakunya?" tanya Alexander tajam
Cepatlah, aku ada kencan
Alexander tersenyum puas mendengar nya, lalu ia tertawa. Kenapa ia begitu? karena ini kesempatan nya untuk menyingkirkan Marquez Randell dari kerajaan nya. Dari dulu ia ingin menyingkirkan manusia yang bermarga Randell itu.
" terimakasih atas jawabannya. Carl, lepaskan dia dan berikan dia juga keluarga tempat di istana !" ujar Alexander
" Baik yang mulia " jawab Carl
" Terimakasih yang mulia Raja, ternyata anda sangat baik " kata Joe terharu
Ini pertama kalinya aku menerima ucapan terimakasih dari seseorang dengan tulus. Padahal dia hampir saja aku bunuh, apa ini maksud Chia agar aku menjadi raja yang baik? tidak ku sangka menerima ucapan terimakasih dari satu rakyat ku saja, aku sudah senang. Aku harus menceritakan ini pada Chia, saat bertemu nanti
" Jangan pernah mengkhianati ku Joe " kata Alexander serius
" Saya dan keluarga saya akan mengabdi pada Baginda Raja dan kerajaan Fostiarus " Joe berlutut di depan Alexander.
" Berdirilah dan ikutlah dengan Carl " kata Alexander tegas
" Carl, jaga istana selama aku tidak ada "
" Yang mulia Raja, anda mau kemana malam-malam begini?" tanya Carl heran
" Ini malam Sabtu, aku ada kencan " jawab Alexander sambil tersenyum cerah
Carl, Joe dan para kstaria bengong melihat Alexander yang tersenyum cerah. Mereka melihat kepergian Alexander dengan keheranan.
" Apa itu benar-benar yang mulia Raja ?" tanya salah satu kstaria heran
" Percayalah, itu memang benar yang mulia " jawab Carl
" Dia benar-benar sudah berubah ya sir Carl ! "
" Apa ini benar karena mantan tuan putri dari kerajaan Brilla itu?"
" Rumornya sih begitu "
" Tidak ku sangka yang mulia akan berubah menjadi manusia, awalnya bergenre horor, sekarang yang mulia bisa bergenre romantis juga " kata salah satu kstaria lainnya terheran-heran
" Kalian ini kenapa malah bergosip seperti wanita! ayo kembali bekerja, yang mulia menyuruh kita menjaga istana !" ujar Carl
" Baik Sir !" jawab para kstaria kompak
Terimakasih nona mantan tuan putri, kau sudah membuat yang mulia Raja berubah. Dimana pun kau berada, semoga kau baik-baik saja. Kata Carl tulus dalam hatinya.
Joe juga terpana dan tertegun melihat Alexander yang berbaik hati mengampuni nya. Padahal ia sudah berfikir negatif pada Raja itu karena rumor yang ia dengar dari Marquez Randell.
🍂🍂🍂
Leticia, Daniel, dan Carol pergi ke festival di kota. Mereka merasakan kemeriahan yang ada disana. Leticia sangat senang melihat keindahan malam di negeri Ilios itu.
Namun, kesenangan nya menghilang saat ia melihat Giselle dan Darren yang datang menghampiri nya. Dengan sengaja Giselle menyenggol Leticia, sehingga permen kapas yang ia pegang jatuh ke tanah.
" Aduh, maaf ya. Aku tidak sengaja "
__ADS_1
Uh wanita ular ini lagi, menyebalkan
" Minta maaf dengan benar pada nya, aku tau kau sengaja " kata Darren kesal melihat Giselle.
Pria itu seperti terpaksa datang ke festival itu bersama Giselle, tentu saja itu pasti karena Raja Cedric dan ayah Giselle yang menyuruhnya. Dalam hati Darren, ia merasa lega karena Leticia tidak pergi bersama Alexander.
" Tidak apa yang mulia, lagi pula ini hanya permen kapas. Aku bisa membelinya lagi kok " Leticia tersenyum ceria, lalu ia pura-pura tersandung dan menginjak rok Giselle yang menjuntai panjang ke bawah. " ah maaf, aku juga tidak sengaja. " Leticia pura-pura polos
" Kau tau berapa harga gaunku? kau itu sengaja kan?!!" tanya Giselle sambil melihat Leticia dengan kesal
Wanita ini benar-benar...kata Giselle kesal di dalam hatinya
" Nona Giselle, kau mau pergi atau tidak? aku bisa saja meninggalkan mu disini " kata Darren mengancam
Dia bisa saja menganggu Tisha, lebih baik aku mengelabui nya dan membawa gadis manja ini pergi dulu. Lalu aku bisa menemani Tisha.
" Baiklah, ayo pergi. Cih, awas kau ya pelayan rendahan " kata Giselle sebal
Huu.. kekanakan sekali, dasar anak manja. Berani bermain pura-pura polos di depanku? Maaf tapi itu tidak mempan. Dasar budak cinta
" Tisha, aku pergi dulu ya " kata Darren
" Silahkan yang mulia " jawab Leticia
Leticia, Carol dan Daniel memberi hormat kepada Darren. Pangeran Ilios itu lalu pergi, dan tangannya digandeng oleh Giselle yang terus menempel.
Daniel menatap tajam punggung Darren, dan ia tersenyum sendiri..Dalam hatinya ia berfikir kalau Darren sudah akan bertunangan dengan orang lain dan tidak akan menjadi rival untuk Alexander. " Bahkan dia tidak sebanding dengan Raja ku yang memiliki segalanya. " begitu pikirnya
" Nona, mau saya belikan lagi permen kapas nya?" tanya Carol
" Iya, kalau nona mau saya akan membelikan nya " kata Daniel menawarkan
" Daripada permen kapas, aku mau yang lain " wanita itu terlihat sedang berfikir
" Nona mau apa? katakan pada saya !" seru Daniel semangat
" Aku mau beli petasan" jawab Leticia
" Petasan? tidak boleh nona, itu berbahaya!" kata Daniel cemas
" Iya itu bisa melukai nona, sejak kecil nona kan membenci petasan " kata Carol bingung
Itu pasti Leticia yang asli. Tapi aku bukan Leticia
" Tapi sekarang aku suka dan ingin bermain petasan. Ayolah kalian belikan aku petasan dan kembang api. Tidak akan bahaya kan kalau ada kalian? mari kita bersenang-senang " kata Leticia sambil tersenyum cerah
Tanpa mereka bertiga sadari, ada beberapa orang yang berada di dalam keramaian itu yang memperhatikan gerak gerik Leticia dengan hati-hati.
DUAR
DUAR
DUAR
PLETAK
PLETAK
Ketiga orang itu bermain kembang api dan petasan dengan gembira. Seperti kesenangan yang tidak pernah didapatkan.
Tadi dia seperti tidak mau ikut bermain? tapi lihatlah dia, sekarang dia seperti anak anak masa kecil kurang bahagia
Leticia tersenyum melihat Daniel dan Carol yang asyik bermain kembang api.
" Nona, apa kembang api dan petasannya masih ada?" tanya Daniel semangat
" Masih banyak kok " jawab Leticia
Daniel mengambil petasan dan kembang api, lalu memainkan nya bersama Carol. Leticia tak menyangka saat ia bertemu dengan Daniel, bahwa orang seceria Daniel
Wanita itu tiba-tiba kepikiran dengan Alexander yang belum datang juga.
Wush..
SLING
Alexander tiba dengan sihirnya, di tengah keramaian.
" Dimana dia? aku sudah sampai disini, tapi dia tidak kelihatan. " gumam Alexander yang kebingungan mencari Leticia
Tak jauh dari sana, Leticia melihat Alexander dan melambaikan tangannya kepada pria itu. Alexander tersenyum dan melambaikan tangannya juga.
" Aku disini !! Lex !!" ujar Leticia semangat
Mau dia tersenyum atau sedang marah. Memakai baju apapun juga. Memang ya, kalau orang tampan akan tetap tampan. Dasar iblis yang tampan. Baru saja aku memikirkan nya, dan dia sudah muncul, kalau kata ibu guru ku dulu , ini artinya dia panjang umur.
Alexander mengisyaratkan kepada Leticia bahwa ia akan menghampiri nya, dan gadis itu tidak perlu berjalan ke arahnya. Leticia tetap di tempat ia berdiri, tak jauh dari Daniel dan Carol yang sedang bermain kembang api.
Senyuman Leticia menghilang saat beberapa orang yang terlihat mencurigakan berjalan mendekati Alexander. Salah satu dari mereka membawa pisau ditangannya.
" Lex ! hati-hati ! " teriak Leticia
Sepertinya dia tidak mendengar teriakan ku..Disini sangat berisik dan riuh
Merasa tidak ada waktu lagi, Leticia berlari ke arah Alexander yang sedang menuju ke arahnya.
" Nona, anda mau kemana?!" ujar Daniel yang juga mengejar Leticia.
Leticia memeluk Alexander, tak lama kemudian darah mengucur dari tubuhnya.
JLEB
Wanita itu berpegangan erat pada lengan Alexander. Orang yang menusuk Leticia dengan pisau itu, berlari dan kabur ditengah keramaian.
Rasakan itu raja Alexander, apa kau merasa sakit melihat orang yang kau cintai tersakiti?
Alexander terpana melihat Leticia yang bercucuran darah tepat di bagian perutnya.
" Ah.. "
__ADS_1
" LETICIA !!"
...---***---...