Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 89. Musuh


__ADS_3

🍂🍂🍂


.


Zayana dan Leticia duduk di kursi yang ada di balkon kamar Leticia. Zayana memulai pembicaraan itu dengan meminta maaf pada Leticia, wanita itu bahkan berlutut di depan Leticia.


" Aku benar-benar minta maaf, karena diriku di masa lalu.. "


" Kakak ipar, kau jangan seperti ini. Berdirilah "


Leticia membantu Zayana berdiri, Zayana menangis di depan Leticia. Lalu mereka pun kembali duduk di kursi.


" Kakak ipar ini minta maaf untuk apa sih? memangnya kakak ipar salah apa?" tanya Leticia sedih


" Aku minta maaf karena bawahan ku sudah membunuhmu 2 tahun yang lalu. Aku benar-benar tidak tau akan jadi seperti itu, dan juga salah satu bawahan ku pernah menusuk mu dengan pisau.." terang Zayana merasa bersalah


Bagaimana bisa kakak menjadikan istrinya yang sebaik ini sebagai pelampiasan dendam nya? . Batin Leticia yang merasa simpati dengan sikap tulus yang ditunjukkan oleh Zayana.


" Sudah lah. Itu sudah berlalu, itu bukan kesalahan kakak ipar, dan kau juga tidak sengaja. Justru aku lah yang harus meminta maaf, kakak ipar jadi harus menikah dengan kakak ku karena dendam nya atas kematian ku. Aku benar-benar merasa bersalah karena sudah menyebabkan masalah besar untukmu " terang Leticia sambil menundukkan kepalanya


Jadi dia sudah tau kalau Derrick menikahi ku untuk balas dendam?


" Tidak, itu tidak benar. Ini adalah kesalahan ku sendiri. Bukan salah mu putri Leticia. " kata Zayana


" Kakak ku sudah keterlaluan padamu, dia mengekang hidupmu dengan pernikahan. Tapi karena sekarang aku masih hidup, aku akan menyelesaikan semua masalah kakak ipar. Aku akan buat kakak ku meminta maaf padamu dengan tulus.. meskipun aku tidak bisa menggantikan waktu waktu mu yang berlalu, tapi aku akan berusaha menebus semuanya " kata Leticia sambil memegang tangan Zayana dan menatap nya dengan serius


Zayana terpana dan terharu dengan sikap Leticia yang sangat pengertian dan sopan padanya. Ratu Brilla itu terdiam, dengan mata berkaca-kaca.


" Kakak ipar, katakan apa yang kau inginkan? aku akan lakukan apapun itu. Ah.. apa kau ingin kebebasan?" tanya Leticia semangat


" Kebebasan apa maksud mu?" tanya Zayana kurang mengerti


" Maksud ku jika kau ingin berpisah dengan kakak ku, aku akan menyuruh kakak melepaskan mu. Pernikahan kalian kan tidak didasari oleh cinta. Pasti kakak ipar sangat menderita, apalagi menghadapi sikap kakak yang keras kepala " terang Leticia


Apa maksudnya berpisah? aku dan Derrick berpisah? aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya. Memang hubungan kami tidak dimulai dengan cinta, mungkin dia memang tidak mencintaiku. Tapi, aku mencintai nya.


Kenapa kakak ipar ku ini terlihat kaget? apa jangan-jangan dia tidak mau berpisah dengan kakak? apa mungkin mereka saling mencintai?


Leticia menatap Zayana yang melamun, dan tampak terkejut. Dalam sekali lihat, Leticia rupanya peka dengan perasaan Zayana, kakak ipar nya itu ternyata memiliki perasaan pada kakak nya.


" Kakak ipar maafkan aku salah bicara barusan. Aku seharusnya tidak menyuruh kakak berpisah dari kakak ipar. " kata Leticia


" Apa yang kau katakan?"


" Kakak ipar menyukai kakak ku kan?" tanya Leticia


" Aku.. aku tidak..."


" Aku bisa melihat nya kak, tolong jangan menyangkalnya lagi. " kata Leticia serius


" Bagaimana kau bisa tau? bahkan Derrick tidak juga tidak tau..." tanya Zayana kaget


" Aku melihat saat Kakak ipar menatap kakak ku di meja makan tadi, aku bisa melihat cinta di dalam mata kakak ipar untuk kakak ku. " jawab Leticia yakin


" Itu benar.. aku memang menyukai Derrick, aku mencintai nya " kata Zayana tulus


Gadis berambut perak itu tersenyum, ia menyemangati Zayana agar ia bisa mendapatkan hati kakak nya. Ia berjanji akan membuat kakak nya meminta maaf pada Zayana dengan tulus dan membuat Derrick menyadari perasaan nya sendiri. Karena Leticia juga yakin kalau kakak nya memiliki perasaan yang sama dengan Zayana.


Satu lagi misi untuk Leticia, adalah menyatukan Zayana dan Derrick. Apakah ia bisa melakukan nya?


🔥🔥🔥


Di istana Fostiarus..


Malam itu..

__ADS_1


Mira, Rita dan kepala pelayan sedang duduk di dapur, mereka terlihat sedih setelah kepergian Leticia.


" Padahal hari ini harusnya aku memasak tteokpooki untuk nona leticia... maksudku putri Leticia. Tapi dia sudah pergi meninggalkan istana ini " Mira menangis sambil memandangi tteokpooki yang sudah ia buat


" Mira jangan sedih, aku yakin pasti putri akan kembali. Yang mulia Raja akan segera membawanya kemari " kata Rita yang juga merasa sedih


" Yang dikatakan Rita benar. Tuan putri pasti akan kembali ke istana ini, sebagai Ratu di istana dan kerajaan ini. " kata Anne yakin


" Tapi nyonya Anne, Rita, apa kalian tidak melihat keributan tadi? bukankah Raja Derrick sangat menentang hubungan Baginda dan putri? apakah mereka bisa bersama?" tanya Mira sedih


" Jika mereka berjodoh dan sudah ditakdirkan Tuhan, bukankah mereka pasti akan kembali bersama? kita hanya bisa berharap yang terbaik saja kan?" tanya Anne sambil tersenyum


" Nyonya Anne benar, aku juga berharap agar yang mulia Raja dan tuan putri segera bersatu. Mereka sudah cukup melalu ujian dan cobaan. Tuhan tolong satukan mereka " Rita mengatupkan tangannya dan berharap dengan tulus


" Iya aku juga berharap begitu. " kata Mira


Sementara itu Alexander sedang duduk di sofa, kamar Leticia. Ia membayangkan Leticia sedang tertidur di ranjang nya dengan pulas.


" Ini belum sehari, tapi aku sudah merindukan nya. Kami belum lama bertemu, dan dia sudah dibawa pergi oleh kakak nya. Seandainya aku masih bisa menggunakan sihir teleportasi ku, aku pasti akan kesana sekarang dan menemuinya. " kata Alexander sambil menatap gelang yang dipakainya dengan penuh perasaan. Ia mengambil sebotol Alkohol yang ada di meja dan meneguknya.


" Daniel, kau disitu?" tanya Alexander


" Ya yang mulia " jawab Daniel


" Masuk lah !"


CEKRET


Daniel membuka pintu kamar itu dan memberi hormat pada Alexander.


" Anda memanggil saya yang mulia?"


" Orang yang ku suruh itu, apa dia sudah pergi ke Brilla?" tanya Alexander


" Sudah yang mulia, dia akan mengabari setiap hari tentang putri Leticia , pada yang mulia " jawab Daniel


Belum sehari, tapi yang mulia sudah menulis surat untuk tuan putri. Yang mulia benar-benar sudah menjadi budak cinta. Memang ya cinta itu bisa membuat orang berubah.


" Baik yang mulia " jawab Daniel patuh


" Tunggu Daniel ! perintahkan satu orang lagi yang hebat untuk mengintai " kata Alexander


" Ya? maaf yang mulia, apa itu untuk mengawasi tuan putri juga? " tanya Daniel


" Bukan, tapi Raja Darren " jawab Alexander tajam


" Kenapa raja Darren harus diawasi yang mulia? bukankah Raja Darren sudah berada di pihak yang mulia dan tuan putri?" tanya Daniel heran


" Aku tidak merasa begitu. Aku curiga padanya, pokoknya aku ingin kau dan si pengintai itu juga mengawasi Raja Darren. Dan jangan sampai ketahuan " kata Alexander tegas


" Baik yang mulia " jawab Daniel


Entah ini insting atau rasa cemburu ku padanya. Meskipun dari luar dia sudah menyerah pada Chia, tapi aku memiliki firasat kuat dia menyembunyikan sesuatu di matanya yang tajam itu. Sikap ramahnya juga mencurigakan. Dia pasti memiliki niat tersembunyi.


🍂🍂🍂


Malam itu Gustaf juga sedang minum-minum di kamarnya, ia mengangkat kedua kakinya ke meja. Pria itu kelihatan banyak pikiran. Ia mengingat perbincangan nya dengan Vivian.


#FLASHBACK


Hari saat ingatan Leticia kembali dan ia jatuh ke danau.


Dan pada hari itu juga Vivian mengajak Gustaf untuk bicara empat mata. Awalnya Gustaf menolak, tapi Vivian memaksa pria itu agar bisa bicara dengan nya. Akhirnya mereka pun berbicara di gudang tua milik keluarga Randell.


" Apa kau pelaku nya? kau yang mendorong Leticia ke danau kan?" tanya Gustaf sinis

__ADS_1


" Benar, saya ingin wanita j****g itu mati " jawab Vivian tanpa takut. " tapi saya kesini bukan untuk membicarakan itu, saya ingin bernegosiasi dengan anda, yang mulia "


Gustaf mendengarkan Vivian bicara. Pria itu tak banyak bicara seperti ia sedang berbicara dengan Leticia. Gustaf terlihat dingin pada Vivian.


Vivian mengatakan bahwa ia ingin membantu pangeran itu untuk merebut tahta dari Alexander.


" Kenapa kau mau membantuku menghancurkan Alexander? Bukankah kau menyukai nya ?" tanya Gustaf


Vivian menyukai Alexander dari kecil. Jadi kenapa dia ingin membantuku? apa perasaan nya pada Alexander sudah berubah?


" Ya aku memang menyukai nya. Maka dari itu aku sangat ingin menghancurkan nya. Aku tidak ingin dia bahagia bersama wanita itu, setelah dia kehilangan semuanya, uang, kekuasan nya, dan statusnya sebagai Raja, wanita itu pasti akan meninggalkannya. Dan saat itu aku akan datang ke sisi nya lalu menghibur nya. Itu pasti akan sangat menyakitkan untuknya " Vivian tersenyum seperti orang yang tidak waras.


Gustaf terpana dengan rencana Vivian yang terdengar simple, tapi gila.


" Kau serius ingin menggunakan rencana itu untuk mendapatkan Alexander? bukankah kau ingin didekat Alexander saat ia punya kekuatan dan kekuasaan? "


" Tidak, anda salah yang mulia. Saya menyukai Alexander, walaupun dia tidak punya kekuatan ataupun kekuasaan lagi. Cinta saya ini tulus " Vivian memegang dadanya dan terlihat bersungguh-sungguh


Wanita ini seperti nya sangat terobsesi dengan keponakan ku itu.


" Apa kau punya rencana lain agar dia bisa menjadi milikmu?" tanya Gustaf


" Selain menghancurkan nya dengan kekuatan dan kekuasaan, aku ada rencana lain kok. Yaitu, kematian kekasihnya, si Leticia itu " Vivian tersenyum senang


" Kau jangan pernah menyentuh dia !" seru Gustaf yang terpancing emosi. Will yang mendengarnya juga kaget karena baru pertama kali ia melihat wanita seperti Vivian.


Wanita ini benar-benar psikopat. Dia lebih menyeramkan dari Raja Alexander. Masih mending membunuh orang, seperti Raja tiran itu. Dia wanita psiko yang berbahaya. batin Will gelisah


" Sudah saya duga, anda menyukai si Leticia kan? " tanya Vivian sinis


" Aku memang membenci keponakan ku itu, tapi aku tidak bisa bekerja sama dengan wanita psiko seperti mu " jawab Gustaf sambil mengepal tangannya dengan kesal.


" Pikirkan lah baik-baik sebelum menolak saran saya pangeran Gustaf, saya punya rahasia yang bisa membuat Raja Alexander kalah dari anda. Saya juga punya pasukan kstaria milik ayah saya dan banyak orang yang membencinya. Mari kita bersatu untuk menghancurkan nya. Jika anda mau bekerjasama dengan saya, bukankah anda juga akan diuntungkan? banyak keuntungan yang bisa anda dapat. Salah satu keuntungan terbesarnya adalah tahta kerajaan Fostiarus, dan mungkin kau bisa dapat bonus nya. Yaitu si Leticia " Vivian tersenyum percaya diri


Gustaf terlihat dilema, ia ingin memang ingin menghancurkan Alexander sekaligus mendapatkan Leticia. Tapi, ia tak mau mendapatkan Leticia dengan cara seperti itu yang mungkin membahayakan gadis itu seperti di masa lalu saat kolaborasi nya dengan Zayana menyerang istana Alexander , gagal total.


Setelah berpikir cukup lama, Gustaf setuju bekerjasama dengan Vivian untuk membangun kekuatan.


" Saya senang yang mulia setuju "


" Tapi aku ada syarat "


" Apa ?"


" jangan pernah kau menyentuh Leticia. Kalau kau menyentuh nya sedikit pun, maka perjanjian kita batal. Dan bersiaplah kehilangan nyawamu " kata Gustaf mengancam


" Baiklah saya setuju " Vivian setuju


#ENDFLASHBACK


Pangeran itu merokok sambil minum alkohol. Sorot matanya tajam, seperti nya kali ini ia benar-benar bertekad menghancurkan Alexander sepenuhnya.


" Will, kemari lah !" ujar Gustaf


" Ya yang mulia !"


" Bagaimana keadaan Leticia?" tanya Gustaf


" Nona Leticia sudah kembali bersama kakak nya, Raja Derrick ke kerajaan Brilla. Info dari mata-mata kita yang ada di istana Fostiarus, mengatakan bahwa Raja Derrick menantang keras hubungan adiknya dengan Raja Alexander. "


" Benarkah? apakah ini kesempatan untukku Will?" tanya Gustaf sambil tersenyum pahit


Will tak bisa menjawab dan hanya diam saja, ia bingung mau menjawab apa. Ia juga tak yakin.


" Tidak apa, sekarang aku hanya ingin melihat keponakan ku hancur dulu. Setelah itu baru Leticia " Gustaf tersenyum sinis

__ADS_1


...***...


__ADS_2