Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 42 Cahaya berwarna aneh


__ADS_3

Gadis itu berdiri mematung, saat Darren mengatakan keinginan nya itu.


" Yang mulia yakin? itu keinginan yang mulia?" tanya Leticia ragu


" Ya, aku yakin. Kenapa? kau tidak mau ya?" tanya Darren dengan wajah yang sedih


" Ah.. tidak bukan begitu. Yang mulia jangan salah paham, aku hanya berfikir kau bisa meminta permintaan yang lain. " kata Leticia


" Bodohnya aku, dia kan pangeran. Dia pasti sudah punya segalanya, sedangkan aku siapa? aku cuma mantan putri dari negeri yang sudah hancur, aku tidak punya apa apa untuk ku berikan padanya " batin Leticia


" Karena aku hanya ingin itu, berkencan denganmu 3 kali saja " kata Darren serius


" Lebih tepatnya kesempatan untuk mendapatkan hatimu " batin Darren


" Jika itu memang yang kau inginkan, baiklah mari kita berkencan " kata Leticia ramah


" Jangan tarik lagi perkataan mu ya.. "


" Aku sudah janji, jadi tidak mungkin aku mengingkari janji " kata Leticia sambil mengepalkan tangannya ke depan Darren. Pria itu melihatnya dengan heran, lalu Leticia menyuruhnya melakukan gerakan yang sama dengannya, kemudian tangan mereka bersentuhan.


" ini namanya Tos, artinya setuju " kata Leticia


" Oh begini rupanya, baiklah. Tos !" ujar Darren senang


" Kau selalu saja membuat kejutan, semenjak hilang ingatan kau sudah banyak berubah. Sikap mu pun menjadi lebih menyenangkan, padahal dulu aku mengira bahwa kau adalah wanita yang dingin. Tapi, ternyata tidak " batin Darren


" Oh ya, apa kakak belum kembali?" tanya Leticia


" Seharusnya sih belum " jawab Darren


Sore itu, Leticia menunggu kepulangan Derrick di depan kamarnya. Leticia sangat senang begitu melihat wajah kakaknya, tapi kesenangan itu tak berlangsung lama saat ia melihat wajah Derrick yang lelah. Gadis itu berinisiatif memasakkan makanan untuk kakak nya itu.


" Makanan mu ini sangat enak, padahal ini belum waktunya makan malam. Tapi, kau sudah membuatkan ku makanan " kata Derrick


" Kakak kan bilang kalau kakak belum makan siang, jadi kakak makan sekarang ya. Nanti malam kita makan bersama lagi " kata Leticia


" Masa aku makan lagi? bukankah ini aku sedang makan " kata Derrick sambil tersenyum


" Hehe.. kakak kurus, jadi harus banyak makan. Karena aku sudah disini, aku akan buatkan kakak makanan yang enak enak " kata Leticia ceria


" Kau ini.. memangnya kau tidak kurus?" tanya Derrick


" Hehe... pokoknya kakak harus banyak makan "Leticia tertawa kecil


" Aku senang melihatmu selalu ceria sekarang, jangan pernah pergi lagi dari sisi ku ya " kata Derrick sambil mengelus elus kepala adiknya itu.


" Jika Leticia yang asli mendengar ini, dia pasti akan sangat senang bukan.. " batin Leticia


Tiba-tiba saja Leticia melihat cahaya merah muda yang mengelilingi kakaknya, ia mengusap usap matanya karena tak yakin dengan yang ia lihat. Cahaya itu menghilang, di dan Leticia menyimpulkan bahwa ia sedang berhalusinasi.


Lalu saat ia berjalan di lorong istana, ia melihat beberapa pelayan dan pengawal, memiliki beragam cahaya yang menyelimuti mereka. Ada cahaya merah, putih, hitam, biru dan merah muda.


" Ada apa ini? kenapa aku terus melihat cahaya cahaya aneh di tubuh orang lain?" gumam Leticia pelan dan kebingungan


" Tisha, ada apa ?" tanya Derrick


" tidak apa apa kak " jawab Leticia


" Ayo kita temui yang mulia ratu, katanya beliau mengundang mu makan malam " kata Derrick


" baik kak " Leticia patuh


" Ini bukan halusinasi lagi? aku melihatnya lebih dari sekali. Apa ada yang salah dengan mataku?" batin Leticia bingung


Beberapa menit kemudian, Leticia dan Derrick sampai di ruang makan kerajaan. Ratu Mariana sudah menunggu kedatangan Leticia, karena Raja dan Darren sedang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka, akhirnya hanya Ratu Mariana dan Leticia yang makan berdua. Sementara Derrick, pergi menemani Raja dan Darren untuk membantu mengerjakan pekerjaan mereka.


" Aku baru pertama kali melihat makanan seperti ini.. tapi aku dengar dari pangeran Darren kalau kau jago memasak " kata Ratu Mariana sambil tersenyum melihat makanan yang ada di depan meja nya


" Hehe.. yang mulia, itu terlalu berlebihan untuk mengatakan saya jago memasak sebelum Baginda ratu sendiri yang mencobanya " kata Leticia


" Baiklah, aku akan memberikan penilaian untukmu." kata Ratu Mariana


" Gadis ini cantik, pintar, dan ceria. Tapi sayangnya dia bukan seorang putri, apakah tidak masalah jika Darren bersamanya?" batin Ratu Mariana


Mereka makan Ramyun bersama, Ratu Mariana tampak menikmati makanan yang dibuat sederhana oleh gadis itu karena sebelumnya ia belum pernah memakannya dan menganggap makanan itu aneh.

__ADS_1


" Bagaimana makanan nya yang mulia? " tanya Leticia ramah


" Woah.. ini enak sekali.. apa nama makanan ini?" tanya Ratu Mariana semangat


" ini namanya Ramyun, yang mulia " jawab Leticia


" Rasanya benar-benar enak.. aku baru tau kalau kau bisa memasak makanan selezat ini, koki istana juga kalah dengan mu " kata Ratu Mariana memuji


" Benarkah? kalau begitu, maukah anda memberi saya pekerjaan, yang mulia?" tanya Leticia


" Pekerjaan? kenapa?" tanya Ratu Mariana sambil meminum air yang ada di meja


" Aku tidak bisa mengabaikan orang-orang yang membicarakan ku setelah aku datang kesini Pelayan pelayan disini terlihat memusuhiku, mereka bilang aku kesini karena ingin menggoda Pangeran Darren dengan kecantikan ku, aku tidak mau disangka orang yang tidak tahu diri dan menerima fasilitas seorang tuan putri, dan dibenci orang. Aku bukanlah tuan putri lagi, aku adalah rakyat biasa sekarang, tapi aku tidak bisa mengatakannya pada Baginda Ratu "


" Karena saya bosan yang mulia, saya ingin melakukan sesuatu selama tinggal disini. Izinkan saya membantu memasak di dapur, saya mohon .." kata Leticia memelas


Ratu Mariana berfikir dan menatap gadis yang ada di depannya itu. Ia menolak untuk memberikan gadis itu pekerjaan karena bagaimanapun juga Leticia adalah gadis yang disukai oleh Darren. Namun wanita itu bersikeras memohon kepada Ratu agar ia diizinkan bekerja, pada akhirnya Ratu Mariana memberinya izin bekerja di dapur dan menjadi juru masak.


Leticia terlihat senang setelah berbincang dengan Ratu, ia berbicara dengan Derrick mengenai pekerjaan nya. Dan Derrick malah terlihat marah pada adiknya itu.


" Kenapa kau harus melakukan itu? biarkan saja kakak yang bekerja !" seru Derrick kesal


" Aku ingin menjadi orang yang berguna kak, aku ingin membantu kakak. Aku tidak bisa tinggal disini dan menerima perlakuan seperti putri, kita bukan di kerajaan Brilla lagi. Semuanya sudah berubah " kata Leticia menatap kakak nya dengan mata berkaca-kaca


" Tidak, kau tidak boleh melakukan itu..


" Kakak.. aku bukan Leticia yang dulu, aku bukan seorang putri manja lagi. Kakak bisa percaya padaku, lagipula ini bukan pekerjaan yang berat. Hanya menjadi tukang masak di dapur istana, ini juga untuk mengisi kebosanan ku " kata Leticia meyakinkan kakak nya


Derrick berfikir di dalam hatinya, bagaimana bisa Leticia melakukan pekerjaan di istana? sedangkan seingatnya dari kecil adik nya itu manja dan tidak pernah bekerja. Namun, ia tau bahwa Leticia yang sekarang sudah banyak berubah, seperti menjadi orang lain. Kepribadian kuat, ceria, tegas, penuh semangat, pemberani, itulah Leticia yang sekarang. Tapi, apakah Derrick bisa percaya padanya?


" Kakak.. kumohon.. izinkan aku..." Leticia memelas


" Baiklah, karena kau memaksa aku akan setuju, tapi kalau kau ingin berhenti atau ada masalah. Kau bisa katakan pada ku " kata Derrick tegas


" Terimakasih kakak " kata Leticia sambil tersenyum


" Ngomong-ngomong, tadi aku melihat cahaya abu abu yang menyelimuti Ratu Mariana, lalu berubah menjadi merah muda. Kenapa ya? apa ini benar-benar ada yang salah dengan mataku? sekarang kakak juga ada cahaya abu abu.. ada apa ini" batin Leticia heran


****


" Yang mulia Raja, hai " kata Leticia menyapa santai


" Kami ingin memberitahukan hal penting padamu " kata Darren sambil mencium pipi Leticia. Alexander menahan kesal dan menghampiri kedua orang itu.


" Apa apaan ini?!!" teriak Alexander marah


" Terimakasih karena sudah melepaskan Tisha, kami akan segera menikah.. " kata Darren sambil tersenyum


" Apa?!" Alexander terpana


" Berkat mu aku jadi sadar, kalau pangeran Darren adalah pria yang tepat untukku. " kata Leticia


" Omong kosong apa ini?!!"


" Karena aku sudah mau menikah, jadi kau jangan mendekatiku lagi. Karena kau adalah pria egois dan tidak memberi kepastian. Pria plin plan ! menyebalkan! psikopat tiran ! " kata Leticia marah


" Tidak ! jangan menikah ! jangan !" seru Alexander sedih


" Haha.. apa hatimu sakit? rasakan itu..." kata Leticia dan Darren sambil tertawa senang melihat ekspresi keputusasaan di wajah Raja tiran itu.


Kedua orang itu menunjukkan kemesraan mereka di depan Alexander dan membuat pria itu murka. Lalu kedua pasangan itu berjalan dan menjauh pergi sambil tersenyum senang.


 


Pagi itu...


Alexander terbangun dari tidurnya, ia berkeringat banyak dan terlihat sangat kacau.


" Haa.. haa.. mati saja kalian !" gumam Alexander kesal. " Ternyata cuma mimpi.. ini sudah 2 malam aku memimpikan hal seperti itu, dan aku juga cuma tidur 2 jam sehari, kenapa aku memimpikan hal seperti itu? tidak masuk akal ! seperti nya benar, aku harus menempatkan gadis itu disisi ku, walaupun harus menculiknya. Aku butuh dia agar aku bisa tidur nyenyak... sial, aku bisa gila.."


" Daniel ! apa kau diluar?!" teriak Alexander


KLAK


Dengan cepat Daniel membuka pintu dan memberi hormat kepada Raja nya itu.

__ADS_1


" Saya disini yang mulia " kata Daniel


" Undur pernikahan ku dan penobatan Ratu " kata Alexander tegas


" Siap laksanakan.. eh?!! apa maksud anda?!!" Daniel tersentak


" Apa kau tuli?" tanya Alexander sinis, sambil memakai bajunya


" Yang mulia ! tapi undangan sudah disebar, lalu bagaimana dengan keluarga Marquez yang sudah mempersiapkan segalanya?" tanya Daniel heran


" Memangnya itu urusan ku? tugas mu hanya menjalankan perintah ku, Daniel " kata Alexander cuek


" Itu urusan anda yang mulia, ini kan pernikahan anda sendiri " batin Daniel


" Jika anda membatalkan nya apa yang akan dikatakan para bangsawan, terlebih lagi Marquez Randell? mereka pasti akan marah yang mulia !" ujar Daniel mengingatkan


" Toh ini hanya diundur saja, bukan dibatalkan. Ah.. bilang saja pada mereka aku masih memikirkan hal ini " kata Alexander sambil tersenyum tipis


" Apa maksud yang mulia?" tanya Daniel tak mengerti


" Daniel, aku tidak bisa hidup tanpanya. Aku merasa ada sesuatu yang hilang dariku, jadi aku akan membuatnya kembali padaku. Apa kau mengerti?" kata Alexander dengan tatapan yang hangat


Daniel sudah mengerti apa maksud Raja nya itu, tapi ia bingung dan kesal karena harus membereskan masalah para bangsawan dan Marquez Randell untuk pengunduran pernikahan ini yang jelas akan menimbulkan masalah untuk kerajaan dan masalah untuk Alexander. Dan pastinya Daniel yang akan disibukkan, karena ia adalah tangan kanan dari Raja tiran itu.


****


Di istana Ilios, pagi itu Leticia pergi ke dapur istana. Ia menawarkan diri dan bersikap ramah kepada pelayan lainnya yang ada disana. Namun, ia tak disambut baik oleh mereka. Lagi lagi, Leticia melihat cahaya cahaya dengan warna warna berbeda di antara para pelayan. Tidak salah lagi, ada yang aneh dengan matanya.


" Yah,ini sama seperti hari pertama ku waktu di kastil tiran psikopat itu. Suasananya seperti ini, semua orang menjauhi ku, rumor aneh dan buruk bertebaran dimana-mana, aku sudah pernah mengalami semua ini. Jadi, ini bukan apa apa " batin Leticia berusaha tegar


" Nyonya, biar saya bantu memasaknya.." kata Leticia


" Tidak usah, kau menganggu saja. Kau kan tuan putri, tidak usah membantu kami. Pergi saja sana " kata Wendy salah satu pelayan dapur


" Maaf, sekali lagi saya tegaskan pada kalian semua. Saya bukan tuan putri, saya hanyalah Leticia. Kalian jangan sungkan pada saya, saya berada disini karena sudah mendapatkan izin dari Baginda Ratu untuk bekerja di bagian dapur istana " kata Leticia tegas


Semua pelayan disana melihat Leticia dengan tatapan tidak suka, tapi gadis itu tidak menghiraukan nya.


" Oh jadi begitu, kau sombong karena ada Baginda ratu di belakangmu? " tanya Rieta kepala dayang di istana Ilios


" Bukan begitu, anda salah paham nyonya " kata Leticia sopan


" Lagi lagi ..Ada cahaya merah menyelimuti wanita ini " batin Leticia sambil melihat ke arah Rieta yang berwajah sinis


" Mentang-mentang mendapat dukungan Ratu dan Pangeran Darren, dia menjadi sombong " batin Rieta tidak suka


" Apa kau sudah meminta persetujuan ku dulu untuk bekerja di dapur istana?" tanya Rieta


" Belum, tapi saya sudah mendapat persetujuan dari Baginda Ratu " jawab Leticia


" Haa..lalu kenapa kalau kau mendapatkan persetujuan dari Ratu? kau kan belum dapat persetujuan dari ku ! " seru Rieta kesal


" Dia sengaja menyulitkan ku, cahaya merah nya semakin pekat.. sebenarnya ada apa dengan mata ku. Cahaya berwarna yang aneh itu selalu kulihat pada setiap orang " batin Leticia keheranan


Setelah perdebatan dengan Rieta, Leticia mengalah dan memasak sesuatu untuk diuji oleh Rieta. Ia memasak tteokpooki dan juga dimsum, ia terlihat lelah karena memasak banyak untuk pelayan disana juga. Setelah itu para pelayan lain dengan jujur mengatakan bahwa masakan Leticia memang enak, Rieta juga yang tadinya marah-marah, memuji kemampuan Leticia.


" Jadi bagaimana? apa saya diterima?" tanya Leticia percaya diri


" Baiklah, kau bisa bekerja disini. Tapi, kau hanya akan memasak makan malam saja, sisanya pelayan yang lain saja " kata Rieta sambil memasang wajah jaim dan cuek


Leticia terperangah melihat cahaya merah yang ada di tubuh Rieta, itu berubah menjadi abu-abu. Perlahan-lahan penglihatan nya buram dan ia pun ambruk !


BRUK


" Nona ! nona !" teriak beberapa pelayan disana panik


Beberapa saat kemudian, di tempat latihan pedang kstaria kerajaan Ilios. Darren sedang melihat para kstaria berlatih.


" Kemana Tisha? aku tidak melihatnya dari tadi, padahal aku mau mengajaknya berkencan hari ini " batin Darren


Tak lama kemudian, ia melihat Moore berlari ke arah nya dengan terburu-buru.


" Yang mulia ! Tuan putri ! terjadi sesuatu padanya !" seru Moore


" APA??! "

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2