Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 30 Kau bukan pelayan


__ADS_3

" kenapa yang mulia raja bisa ada disini?" batin Vivian takut


" Apa yang terjadi?!!" tanya Raja Alexander marah


Mendengar suara raja yang terdengar marah, ketiga nona bangsawan itu tidak ada yang berani bicara. Mereka hanya diam dan menunggu ada seseorang yang akan menjelaskan situasi yang terjadi. Leticia juga malas menjelaskan, ia hanya diam saja. Carol dan Rita menghampiri wanita itu dengan cemas.


" Tuan putri tidak apa apa ?" tanya Carol cemas


" Ya ampun, kau tidak terluka kan? kau terkena sup panas ?" tanya Rita cemas


" Tolong jangan tanya aku, aku malas bicara. " batin Leticia kesal dengan orang-orang di sekitarnya itu.


" Wanita ini kenapa dia tidak melawan saat orang-orang ini menindas nya. Kenapa dia diam saja? bukankah dia selalu bertengkar denganku? " batin Alex heran


" Tidak ku sangka, pelayan ini akan mengadu kepada raja ! aku akan memberinya pelajaran nanti" batin Vivian kesal


" Aku sudah dengar semuanya dari Carol dan Rita, benarkah kalian menindas nya?" tanya Alex tegas


" Kami tidak menindas nya yang mulia, karena pelayan ini tidak melakukan tugasnya dengan baik maka sewajarnya kan kalau kami memberi pelajaran untuknya " terang Liliana


" Kau bilang apa ? siapa yang pelayan?" tanya Alex tajam


" Wanita ini, tentu saja .." jawab Liliana sambil melihat ke arah Leticia.


Alex mencekik leher Liliana, semua orang yang ada di aula kaget melihatnya.


" Beraninya kau bicara seperti itu tentangnya ! kau bahkan berani memerintah nya dan menindas nya !"


" Ah.. le..pas.. lepaskan.. saya.." Liliana memohon, dan


" raja Alexander begitu menakutkan, ini ternyata bukan hanya rumor " batin Gloria kaget karena baru tahu sifat asli raja itu dari dekat.


" Mohon lepaskan nona Liliana, yang mulia " kata Leticia


" Kenapa aku harus melepaskan nya? dia sudah menindas mu dan memanggilmu pelayan !" seru Alex


" Lalu apa?" tanya Leticia tak mengerti


" Apa maksud mu?" tanya Alex bingung


" Bukankah saya memang pelayan disini, tidak ada yang salah. Saya yang salah tidak melayani nona nona ini dengan baik, mohon jangan mempermasalahkan nya lagi " kata Leticia dingin


" Ada apa dengan gadis ini? aku sedang membelanya tapi kenapa dia..." batin Alex heran


Pria itu melepaskan cekikan nya dari Liliana, wanita itu terjatuh dan dibantu oleh Gloria dan juga Vivian. Alex terus melihat ke arah Leticia tapi wanita itu memalingkan wajahnya.


" ada apa dengan suasana ini? jangan bilang mereka akan bertengkar lagi? astaga.. apa aku harus mengganti perabotan lagi hari ini setelah sekian lama aku tidak mengganti nya?" batin Daniel melihat ke arah Leticia yang kelihatan dingin, berbeda dari sebelumnya.


" Tidak pantas rasanya kalau anda mempersalahkan hal ini karena seorang pelayan." kata Leticia dengan nada ketus


" Apa yang mulia raja benar-benar sudah tergoda oleh wanita ini? sampai sampai ia mencekik ku hanya untuk membela nya? " batin Liliana keheranan


Ketiga nona bangsawan itu, Carol, Rita dan Daniel menyaksikan pertengkaran mereka ( Leticia, Alexander ).


" Siapa yang pelayan? kau bukan pelayan disini !" seru Alex


" Bukan? benarkah? bukankah tugas saya setiap hari adalah memasak, beres beres, melayani yang mulia raja? apalagi kalau bukan pelayan ?" kata Leticia sarkastik


" Itu benar, tapi kau bukan pelayan disini.. " jawab Alex meyakinkan


" Aku tidak menyangka kalau tuan putri bisa sarkastik seperti ini?" batin Carol


Pria itu kehilangan kendalinya lagi, Daniel menyuruh ketiga nona bangsawan itu juga kedua pelayan itu untuk pergi. Karena mereka akan kesulitan saat Raja kehilangan kendali, dan hanya Leticia yang bisa menghentikan nya.

__ADS_1


" Kenapa kau selalu berfikiran negatif tentangku???! kenapa?" tanya Alex marah


" Berfikiran negatif seperti apa? " tanya Leticia tak mengerti


" Kau selalu salah mengartikan kebaikanku, aku harus berbuat apa agar kau mengerti !" teriak Alex sambil melempar barang yang ada disana dengan kekuatan sihirnya. Daniel yang ada diluar sudah menduga bahwa ia akan membeli perabotan baru untuk di ruang makan, dan itu membuatnya harus bekerja lebih ekstra.


BRAK


PRANG


" Kebaikan? iya , saya selalu mengingat kebaikan anda untuk membiarkan saya hidup disini, makan berkecukupan, memiliki tempat tinggal yang layak, saya sangat bersyukur dan berterimakasih, tapi bukan berarti yang mulia bisa merendahkan saya seperti ini !!" Leticia meledak, air matanya mengalir perlahan.


" Aku merendahkan mu? sejak kapan? meskipun aku memaksamu tinggal disini, apa aku pernah merendahkan mu? aku selalu memberikanmu yang terbaik yang bisa ku lakukan, kenapa kau malah salah paham seperti ini? aku tidak pernah menganggap mu seperti pelayan ! " ujar Alex kesal


" Begitu kah? kalau bukan pelayan lalu aku ini siapa? aku ini siapa disini? orang yang kau benci? putri dari musuh mu? aku merasa tidak jelas disini !! orang orang diluar sana memanggilku dengan sebutan yang tidak pantas, tapi aku diam saja...aku sudah cukup...aku lelah..." Tanpa sadar Leticia menangis terisak-isak mengeluarkan semua kegelisahan hatinya.


Rupanya pembicaraan para bangsawan yang mengejeknya seorang pelacur itu terdengar olehnya, dan membuat wanita itu sakit hati.


" Leticia..." tanpa sadar untuk pertama kalinya Alexander memanggil dengan lembut nama Leticia.


Hatinya sedikit tersentuh mendengar pria itu memanggil namanya untuk pertama kali. Namun, ia masih kesal dengan apa yang terjadi hari ini terutama di pesta dan di ruang makan.


" Kalau kau membenciku, seharusnya kau hukum mati saja aku sekalian ! jangan menginjak injak harga diriku lagi !" teriak Leticia marah


Wanita itu melangkah keluar dengan hati yang kacau dan terburu-buru. Namun, Alexander menggunakan sihirnya dan mengikat wanita itu sehingga ia tak bisa bergerak. Sinar merah ada ditubuhnya seperti tali yang mengikat kuat.


" Kau curang ! kau melakukan hal curang ini lagi? lepaskan aku.. hey !" seru Leticia marah


" Jelaskan dulu kenapa kau marah padaku? baru aku akan melepaskan mu " tanya Alex serius


" Haruskah memakai cara seperti ini? aku tidak mau menjelaskan nya !"


" keras kepala.. ckckck " Raja itu membuat Leticia melayang dan mendekat ke arahnya.


" Hahaa.. entah kenapa aku senang mendengar mu memaki ku lagi seperti itu, daripada kau marah marah seperti tadi. " kata Alex tertawa kecil


" Apa kau tertawa? ini tidak lucu sama sekali, aku ini sedang marah !" seru Leticia


" Ada ya orang yang marah, tapi bilang bilang?" tanya Alex sambil tersenyum tipis


" Lepaskan aku ! kau menyebalkan !"


" Kalau kau patuh, aku akan melepaskan mu " kata Alex


" Baiklah, aku akan patuh. Mari kita bicara " kata Leticia setuju


Sihir yang mengikat tubuh Leticia terlepas, akhirnya wanita itu duduk dengan patuh. Alexander melihat luka luka yang ada ditubuh gadis itu.


" Kau lihat lihat apa ? dasar mesum !" Leticia marah


" Apa di pikiran mu aku adalah orang yang seperti itu?" tanya Alex kesal


" ..." Wanita itu tidak menjawab


" Apa itu sakit?" tanya Alex sambil melihat luka bakar ditangan Leticia


" Tidak apa, di kehidupan yang lalu aku bahkan mendapat kan perlakuan yang buruk dari ini. Ini sih bukan apa apa." kata Leticia


" Kau selalu bicara seolah olah kau berasal dari dunia yang lain " kata Alex sambil tersenyum tipis


" Aku memang dari dunia yang lain. Tapi aku juga tidak tau kenapa aku tiba di dunia ini " batin Leticia


Tangan Alex mengeluarkan cahaya, dan cahaya itu menyembuhkan semua luka yang ada di tubuh Leticia tanpa meninggalkan bekas.

__ADS_1


" Yang mulia.. kau bisa menyembuhkan luka?" tanya Leticia takjub


" Aku hanya bisa menyembuhkan luka yang kecil seperti ini, Ini rahasiaku, jadi tolong rahasiakan ini. " jawab Alex tegas


" Jadi dia bisa sihir penyembuhan? apa dia juga yang menyembuhkan kaki ku waktu itu? " batin Leticia berfikir


" kenapa aku harus merahasiakan nya? apa hanya aku saja yang tau?" tanya Leticia


" Iya, hanya kau saja " jawab Alex serius


" Nah, sekarang kau bisa katakan padaku kenapa kau tidak melawan mereka yang menindas mu? " tanya Alex


" Itu tidak penting " jawab Leticia sambil berdiri


" Tidak, aku tidak boleh luluh lagi " batin Leticia


" Leticia ..." lirih pria itu dengan lembut


" Kau terlihat menakutkan yang mulia " kata Leticia gemetar


" Aku menakutkan? kenapa? bersikap ramah padamu, membuat mu takut?" tanya Alex


" Karena kau tidak biasanya bersikap baik " jawab Leticia cuek


" Apa aku memang selalu bersikap jahat di matamu?" tanya Alex


" Iya, kau bahkan mengatakan pada mereka kalau aku ini seorang pelayan. " jawab Leticia sebal


"Siapa yang bilang begitu? akan ku penggal kepala nya sekarang juga!" seru Alex kesal


" Sudahlah tidak usah membahasnya "


" Tidak bisa, kita harus memperjelas ini agar tidak ada salah paham lagi " kata Alex tegas


" Apa sungguh aku bukan pelayan mu? "


" Bukan "


" Lalu aku apa bagimu?" tanya Leticia


" Kau.. aku.. kau adalah obatku" jawab Alex


" Obat?"


" Kau tau kan penyakit ku yang tidak bersentuhan dengan wanita, hanya denganmu saja aku bisa melakukannya. Makanya kau adalah obat " kata Alex menjelaskan


" Haa.. " Leticia menghela napas


" Omong kosong apa ini yang mulia? kau bisa menyentuh wanita manapun yang kau mau untuk kau lecehkan, tapi jangan aku lagi ! dasar raja cabul !"


Raja itu menarik Leticia ke dalam pelukannya. Wanita itu terkejut dan wajah mereka saling berdekatan, mata mereka saling bertatapan. Sekejap Leticia terpesona lagi oleh pria tampan yang ada dihadapannya itu, ia terhanyut oleh perangainya. Begitu pula dengan sang Raja, rasanya ia ingin melakukan sesuatu yang lebih dari berpelukan dengan wanita itu.


" Kyaa .... !!"


" Astaga aku tidak tahan lagi ." batin Alex


Pria itu memeluk Leticia dengan erat dan mencium bibir nya. Kali ini Leticia pasrah dan menikmati ciuman pria itu, tidak seperti terakhir saat Raja tiran itu memaksanya.


" Ah tidak, aku mulai terbuai.." batin Leticia merasakan kenikmatan dari ciuman itu


" Dia tidak menolak, apa itu artinya dia ingin aku melakukan lebih?" batin Alex berfikir


...----***----...

__ADS_1


__ADS_2