Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 100. Berusaha meluluhkan hati


__ADS_3

🍂🍂🍂


Siang itu, Derrick duduk di ruang kerjanya. Ia sedang menulis pengumuman penting tentang Leticia dan Alexander agar disebarkan di seluruh kerajaan. Seperti nya Raja Brilla 2 itu belum tau kalau Alexander dan Leticia sudah kembali ke kerajaan Fostiarus dan mengalami hal yang besar tadi malam.


" Apa yang harus aku tulis ya? aku bingung sekali, seharusnya aku meminta tolong Zay saja. Aku tidak berbakat untuk membujuk seseorang " gumam Derrick kebingungan


Tok,tok,tok


" siapa?" tanya Derrick dari dalam ruangannya


" Ini saya Harold yang mulia Raja " jawab Harold


" Masuk lah " ujar Derrick


KLAK


Harold bergegas masuk dan menghampiri Derrick yang masih duduk di kursinya. Tak lupa si pengawal sekaligus asisten pribadi Derrick itu memberikan hormat kepada Raja nya.


" Ada apa? kau terlihat terburu-buru ?" tanya Derrick yang heran melihat wajah Harold yang cemas


" Yang mulia, ada berita penting dari mata-mata kita yang ada di kerajaan Fostiarus. "


" Oh, apa itu? apa ada kabar tentang adikku dan Raja Alexander?" tanya Derrick semangat


" Iya yang mulia, semalam kerajaan Fostiarus di serang oleh pangeran Gustaf yang tak lain adalah paman dari Raja Alexander. Dan katanya putri di tawan di istana itu bersama dengan Raja Alexander. Dan sekarang akan di adakan penobatan Raja baru di kerajaan Fostiarus " terang Harold


" APA??!" Derrick tercengang mendengar nya sampai ia berdiri dari kursinya.


Apa ini artinya Raja Alexander kalah dari pangeran Gustaf itu? apa ini mungkin? dia kan yang terkuat? atau mungkin Raja yang baru lebih kuat darinya?


" Kau bilang Leticia juga di tawan disana?" tanya Derrick


" Dari informasi yang saya dapat, benar begitu. Dan ada kabar juga yang mengatakan kalau .."


Bagaimana aku mengatakan nya pada Baginda Raja? akankah dia marah jika mendengar berita ini?


" Katakan yang jelas Harold, jangan buat aku menunggu " ujar Derrick


" Kabar yang mengatakan kalau mantan Raja Alexander sudah menikah dengan tuan putri Leticia " jawab Harold


" APA?!!"


Raja Brilla 2 itu terkejut dua kali dalam satu waktu.


" Bajingan itu ! bagaimana bisa dia menikahi adikku tanpa sepengetahuan ku?! ah tidak bisa begini, aku harus menemui Leticia di kerajaan Fostiarus itu sekalian melihat seperti apa Raja baru nya. Harold, siapkan kereta tercepat. Suruh juga pasukan kita bersiap-siap untuk ikut !"


" Pasukan kerajaan juga ikut yang mulia? tapi kenapa? " tanya Harold bingung


" Iya, bukankah kau bilang Raja baru itu menahan adikku disana? tentu kita harus bersiap-siap untuk segala kemungkinan "


" baik yang mulia, saya akan siapkan segera kereta yang terbaik dan beberapa pasukan kita " kata Harold patuh


Syukurlah, sekarang yang mulia terlihat lebih baik. Tidak seperti sebelumnya yang selalu marah-marah, itu karena hubungan nya dengan Baginda Ratu juga membaik. batin Harold yang senang melihat rajanya itu kembali seperti biasanya.


Raja Brilla 2 itu pergi ke kamarnya untuk ganti baju. Zayana menghampiri suaminya di kamar, tanpa mengetuk pintu.


" Ahh !! kenapa kau tidak pakai baju mu?!" Zayana menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


" Kenapa ini salahku? kau yang tidak mengetuk pintu dulu " Derrick tersenyum melihat Zayana yang terlihat malu-malu. " Zay, kemarilah!"


" ada apa?" tanya Zayana yang masih menutup matanya dengan tangan


" Kemarilah, aku perlu bantuan mu ! cepat !" seru Derrick


" Ba-bantuan apa?"


" Buka dulu matamu "


" Tidak mau, kau belum pakai baju !"


" Kau benar-benar ya " Derrick tersenyum melihat Zayana


GREP


Derrick menarik tangan Zayana, otomatis Zayana membuka tangannya yang menutupi matanya.


KYAA !


Wanita itu terkejut dan berada di pelukan Derrick. Zayana semakin kaget lagi saat Derrick mencium bibirnya. Terlebih lagi pria itu masih bertelanjang dada.


Um..


Ciuman yang lembut. Derrick..


Perasaan bahagia dir mmasakan oleh Zayana dan Derrick.


Ini pertama kalinya Derrick mencium Zayana dengan lembut dan penuh perasaan. Penuh perhatian, tidak seperti sebelumnya. Derrick selalu memperlakukan nya dengan kasar. Zayana percaya bahwa Derrick sudah berubah menjadi lebih lembut.


" Haa... haa...yang mulia kau.."


" Derrick, panggil aku Derrick. Zay "


Ini pertama kalinya Derrick memperlakukan ku dengan lembut sejak kami menikah. Apakah ini benar-benar dia yang sebenarnya? apa dia sudah berubah? Tuhan, aku sangat bahagia.


" Iya, Derrick " kata Zayana sambil tersenyum manis

__ADS_1


Deg, tiba-tiba saja Derrick salah tingkah. Saat wanita itu memanggil namanya dengan nada yang lembut dan manis. Terlebih lagi tangan istrinya itu memegang otot otot dadanya.


" Ada apa?" tanya Zayana heran


" Ehem ..maaf tapi kita lakukan itu nanti saja, aku harus pergi ke kerajaan Fostiarus " Derrick memegang tangan Zayana yang masih menyentuh dada suaminya itu.


" Ah? apa maksudnya?" tanya Zayana tak mengerti


" jangan menggodaku terus " kata Derrick


Zayana yang menyadari bahwa tangannya menyentuh dada suaminya, segera menyingkirkan tangannya.


" Ma-af aku tidak bermaksud untuk.. itu karena kau tiba-tiba " Zayana gugup


" Haa.. apa kau tidak akan membantuku berpakaian?" tanya Derrick


" apakah boleh?" tanya Zayana


" Ya, tentu saja. Ini tugasmu sebagai istri kan?" tanya Derrick


Wanita itu memakaikan baju suaminya dengan rapi, ia mengancingkan baju nya. Dan tak lupa memakaikan suaminya dasi, dan yang terakhir dipakai adalah jas.


" Kau akan pergi ke kerajaan Fostiarus, apa yang terjadi? apa sudah ada kabar dari Leticia dan Raja Alexander?" tanya Zayana


" ya sudah ada, maaf tapi aku buru-buru. Aku akan menceritakan nya padamu saat kembali pulang " kata Derrick berpamitan


" Baiklah, oh ya hari ini aku juga ada kegiatan di panti sosial. " kata Zayana


" Iya, aku berangkat dulu " pamit Derrick


" Hati-hati " Zayana tersenyum


Ternyata menikah itu tidak buruk ya. Karena setiap hari aku bisa melihat senyuman nya yang cantik itu.


Derrick tersenyum pada istrinya, ia terpesona saat melihat senyuman Zayana. Hatinya berdebar kencang, pikirannya seolah berbunga-bunga.


🍂🍂🍂🍂


Di istana Fostiarus..


Siang itu Gustaf sudah bersiap untuk acara penobatan nya sebagai Raja baru. Ia bercermin di kamar yang sebelumnya adalah kamar Alexander.


" Akhirnya aku mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini. Tahta Raja, dan kerajaan ini semuanya sudah menjadi milikku. Alexander sudah kalah dariku. Tapi, kenapa aku merasa belum menang sepenuh nya? apa ini karena gadis itu? " gumam Gustaf sambil memandangi dirinya sendiri di cermin. " Tidak apa, cepat atau lambat dia akan menyadari kalau aku lebih baik dari Alexander. " Gustaf tersenyum pada dirinya sendiri.


Tok,tok,tok


" Yang mulia, waktunya sudah tiba. Semua rakyat sedang menunggu untuk menyambut anda di pusat kota." kata Will


" Aku akan segera keluar" jawab Gustaf


" Apa Ratu ku sudah siap?" tanya Gustaf


" Itu.. yang mulia.. sebenarnya " Will gugup, matanya mengarah kemana-mana seperti sedang kebingungan.


" Ada apa?" tanya Gustaf


" Sebenarnya, Ratu Leticia tidak mau keluar dari kamarnya " jawab Will


" APA??!" Gustaf terpana


" Ratu Leticia juga tidak mau makan apapun,dan mengusir semua pelayan yang akan melayaninya. " terang Will


Padahal aku berusaha bersikap baik padanya, aku tidak menyiksanya seperti apa yang dilakukan Alexander padanya sebelumnya? tapi kenapa dia menolak semua kebaikanku.


" Tunda dulu upacara penobatan ku !" ujar Gustaf dengan kepalan tangan nya yang gemas


" Apa? tapi yang mulia, semua orang sudah menunggu anda " kata Will kaget


" Kubilang tunda dulu upacara nya ! apa kau tuli? mau melawan perintah Raja !" teriak Gustaf marah


Ya, aku menemuinya. Siapa tau jika aku berbuat lebih baik dan membujuknya langsung, dia akan luluh padaku.


Will syok karena ini pertama kalinya ia melihat Gustaf begitu marah, sampai membentaknya hanya karena Leticia. Will tidak menduga kalau Gustaf akan sangat menyukai istri dari keponakan nya itu, sampai bisa disebut tergila-gila. Bahkan berniat menjadikan wanita itu sebagai Ratu nya.


***


Gustaf menemui Leticia yang sedang duduk di sudut ranjangnya. Wajah wanita itu muram dan terlihat sedih. Ia sangat marah saat melihat Gustaf ada di depannya.


" Kau sangat tidak sopan? bagaimana bisa kau masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu?" tanya Leticia sinis sambil berdiri dari ranjangnya.


" Maafkan aku, aku lupa. Aku dengar kau belum makan sesuatu, aku datang untuk melihat mu. " kata Gustaf lembut


" Bagaimana aku bisa makan? sedangkan kau mengurung suamiku di sana. Hatiku sangat tidak tenang. "


" Sebaiknya kau makan dulu, kalau kau tidak makan. Kau bisa sakit " kata Gustaf sambil mengambil makanan yang ada meja dengan tangannya sendiri.


" Tidak mau !" Leticia melempar makanan yang dipegang oleh Gustaf.


PRANG


Hingga makanan itu berhamburan ke lantai, piringnya juga pecah.


Apa yang kulakukan? aku mubazir makanan? apa dia akan marah?


" Aku akan minta pelayan membawakan makanan yang baru untukmu, setelah itu kau harus memakan nya ya. Dan kau harus bersiap-siap untuk ikut denganku ke upacara penobatan " kata Gustaf sambil tersenyum

__ADS_1


Apa apaan si Raja gila ini? dia tidak marah? dia benar-benar bicara lembut padaku kan? dia bahkan tersenyum setelah aku melakukan hal menyebalkan. Dia benar-benar gila.


Leticia sempat terpana melihat Gustaf tersenyum, lebih tepatnya heran karena pria itu sama sekali tidak marah dengan tindakan bar bar nya. Ia malah perhatian padanya.


" Kau ingin makan apa? aku akan suruh pelayan membuatkan mu makanan yang kau suka " kata Gustaf


Kenapa ini? ini tidak sesuai dengan naskah dalam pikiranku? dia tidak terlihat marah sama sekali? wajahnya juga tenang.


" cukup ! hentikan semua ini, aku bilang aku tidak mau makan apapun " Leticia terlihat kesal pada pria yang ada di depannya itu.


" Hati-hati, kau bisa terluka " Gustaf cemas melihat Leticia yang dekat dengan pecahan piring yang ada di depannya.


" Peduli apa kau? aku terluka atau tidak. Tidak ada urusannya denganmu. " wanita itu tidak melihat jalan yang ada di depannya, dan tidak mengerti maksud perkataan Gustaf.


" Aish.. AW "


Kaki Leticia tak sengaja menginjak pecahan piring yang ada dilantai itu. Dalam hatinya Leticia merasa malu, karena ia terluka akibat perbuatan nya sendiri. Gustaf langsung menghampiri nya. Pria itu menggendong Leticia dan hendak membawanya ke ranjang.


" Jangan sentuh aku ! aku bilang jangan sentuh ! hanya suamiku dan keluarga ku yang bisa menyentuhku !" ujar Leticia sambil memukul mukul badan Gustaf.


Suami? lagi-lagi suami? kita lihat saja, memang apa yang bisa diperbuat suamimu saat kau terluka saat ini? perlahan-lahan kau akan berpaling darinya, dan mendekat padaku. Aku hanya akan terus bersabar. Aku yakin bisa meluluhkan hatimu.


Gustaf terlihat tenang dan terus berjalannya menuju ke ranjang itu. Ia meletakkan Leticia ke ranjang nya dengan hati-hati, ia melihat kaki Leticia yang berdarah.


Kenapa dia tidak terlihat marah juga? menyebalkan sekali. gerutu wanita itu dalam hatinya


Dengan sabar, Gustaf mengobati luka di kaki Leticia dengan tangannya sendiri dan bukan dengan sihir. Meskipun wanita itu mengoceh dan marah-marah padanya, tapi Gustaf tetap bisa mempertahankan ketenangan nya.


Leticia tak menyerah untuk membuat pria itu marah, segala cara ia lakukan. Mencaci maki memukul nya, menggigit tangannya sudah ia lakukan. Tapi, Gustaf tetap bersabar dan tenang menghadapi nya. Leticia keheranan, karena Gustaf yang ia kenal tidak sesabar ini.


Sekarang temperamen nya terlihat jauh berbeda dengan Alexander yang selalu marah-marah. Leticia bertanya-tanya apa ini cara Gustaf untuk membujuknya? rupanya wanita itu masih belum sadar kalau Gustaf benar-benar telah jatuh hati padanya.


" Apapun yang kau lakukan, aku tetap tidak akan makan apapun. Aku tidak mau ikut denganmu ke acara penobatan bersamamu " kata Leticia


" Jangan menyiksa dirimu sendiri, makanlah sesuatu. Dan jika kau tidak mau ikut ke acara penobatan ku. Aku tidak akan memaksa mu melakukan nya " Gustaf duduk berlutut di depan Leticia sambil membalut perban di kakinya.


" aku tetap tidak mau makan "


" Jadi begitu ya?" Gustaf tersenyum sinis


Bagus, akhirnya dia marah juga. Sudah kuduga dia pasti akan..


" Kalau kau tidak mau makan, aku tidak akan memberi makan orang yang terkurung di menara gelap itu "


" Apa kau mengancam ku?" tanya Leticia


"Ini bukan ancaman, aku serius. " jawab Gustaf yang tiba-tiba menunjukkan wajah dinginnya.


Wanita terperangah, ia melihat warna aura di tubuh Gustaf yang memperlihatkan bahwa pria itu bersungguh-sungguh dengan kata-kata nya.


" Aku.. " Leticia kehabisan kata-kata.


Menyebalkan. Apa aku kalah darinya?. Leticia terlihat kesal


Gustaf melihat ke arah jari Leticia yang terpasang cincin pernikahan nya, pria itu melepaskan cincin itu dari jari Leticia dengan paksa.


" Apa yang kau lakukan? berikan cincin pernikahan ku?!" teriak Leticia kesal sambil berusaha mengambil cincinnya.


" Aku tidak suka melihat mu memakai cincin ini " Gustaf memegang cincin itu erat-erat.


" Atas dasar apa kau harus suka atau tidak suka aku memakainya? cincin itu adalah pemberian dari suamiku. Tanda pernikahan kami !" ujar wanita itu kesal


" Suami.. suami ! hentikan kata-kata itu ! aku sudah mengambil cincin ini, artinya kau tidak ada hubungan apa apa lagi dengannya tanpa cincin ini" Gustaf mulai terlihat kesal


" Haha.. kau bodoh ya? silahkan saja ambil cincin itu kalau kau mau. Cincin itu hanyalah lambang dan simbol. Tanpa memakai cincin itu, aku dan dia tetap menikah dan kami tetap terikat satu sama lain. " Leticia tersenyum pahit


" Kau benar-benar.. apa kau tidak mengerti hatiku? " tanya Gustaf sakit hati


" Apa maksud mu sebenarnya?" tanya Leticia


Kenapa dia menatapku seperti itu? apa dia terluka dengan perkataan ku? tapi kenapa?


" Apa aku tidak bisa berada di dalam hatimu? apa aku tidak bisa menggantikan nya?" tanya Gustaf sambil memegang tangan Leticia, ia menatap wanita itu dengan tatapan terluka.


" Apa yang kau lakukan? jangan sentuh aku !" seru Leticia sambil berusaha memberontak pada Gustaf.


Apa maksud perkataan nya? apa dia menyukai ku? tidak mungkin kan?


" Kenapa kau begitu tidak peka? menurutmu kenapa aku menahan mu disini? kenapa aku meminta hatimu? apa kau benar-benar tidak mengerti atau kau tidak mau mengerti perasaan ku?" Gustaf terlihat sedih, ia masih mengunci kedua tangan Leticia dengan tangannya.


" Aku tidak mengerti, aku tidak mengerti apa maksud mu. Perasaan mu juga aku tidak ingin tau !" seru Leticia


Tenaganya begitu kuat. Dia tidak melepaskan tanganku.


" Haa...mulai sekarang kau harus peduli, karena aku akan menyakiti nya kalau kau tidak peduli. Maka dari itu sekarang, lihatlah aku dan mengerti lah perasan ku. " Gustaf menatap wanita itu dengan lembut.


Sementara Leticia memalingkan wajahnya dari Gustaf.


Tanpa diduga, Gustaf mencium bibir merah wanita itu.


" Akhpp ! "


Leticia terkesiap, kaget, dengan ciuman yang mendadak itu. Raja Fostiarus yang baru itu memeluk erat Leticia, sehingga wanita itu kesulitan untuk memberontak dari cengkraman nya. Ciuman itu lama-lama semakin dalam, sampai akhirnya beberapa tetes air mata jatuh membasahi pipi Leticia.


Dia menangis? tapi kenapa?

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2