
Mata bertemu dengan mata, tak terhindarkan lagi. Derrick menatap tajam pria yang ada di depannya itu, ia tak ragu dan tak menyembunyikan rasa tidak suka nya pada Raja tiran itu.
"Hey tiran! siapa juga yang mau jadi kakak ipar mu?" tanya Derrick sinis
" Cepat atau lambat kau akan menerimaku, karena adikmu sekarang adalah kekasihku " kata Alexander sambil tersenyum senyum
" Mimpi saja ! adikku tidak akan mau menjadi kekasihmu " kata Derrick sinis
" kau tidak percaya? kalau begitu tanya saja pada kekasihku " kata Alexander kesal
"kalau saja kau bukan kakak nya, aku sudah menghabisi mu. Kau sungguh antagonis dalam hubungan kami " batin Alexander kesal
" Beraninya ingin memacari adikku? mimpi saja!" batin Derrick kesal
" Baiklah, seperti nya aku yang harus bertindak kalau sudah begini " batin Leticia yang resah melihat perseteruan kakak nya dan Alexander
" Kakak, karena kakak sudah disini aku akan menjelaskan semuanya. Yang dikatakan oleh yang mulia Raja adalah benar, aku adalah kekasih nya " kata Leticia jujur
" APA??! Tisha, kau bercanda? kau tidak lupa kan kalau dia yang sudah menghancurkan keluarga kita?" tanya Derrick tak percaya
" Itu benar kak, aku memang menyukai yang mulia " jawab Leticia merasa bersalah
" Jadi kalian pacaran sekarang?" tanya Derrick tak habis pikir
" Iya itu benar, maka dari itu aku menawarkan perdamaian padamu " jawab Alexander serius
" Baiklah, kalau begitu sekarang kalian putus saja. Mudah kan?" tanya Derrick kesal
" Kakak !" Leticia terkejut
" Kau jangan menguji kesabaran ku lagi sir Derrick " kata Alexander menatap tajam ke arah Derrick
" Tidak, tidak bisa begini.. mereka pasti akan berkelahi lagi. Aura mereka berwarna hitam " batin Leticia panik
" Sudah kuduga ini tidak akan mudah " batin Alexander
Seperti yang sudah ditebak oleh Leticia, perkelahian terjadi di antara kedua pria itu. Alexander tidak melawan sama sekali dan memilih menghindar. Dalam hati nya, Raja tiran itu menganggap kekuatan Derrick sangat jauh dibawahnya. Ia bisa dengan mudah membunuh Derrick hanya dengan menjentikkan jarinya saja, tapi ia tidak bisa melakukan itu meskipun ia sangat kesal.
SLING
HYAT
BUK
SRAT
" Hentikan ! kakak , yang mulia ! jangan berkelahi lagi !" teriak Leticia. " Tuan Harold, lakukan sesuatu dong jangan diam saja !" ujar Leticia pada Harold yang malah asyik menonton perkelahian dua orang itu.
" Saya harus bagaimana.. saya juga bingung " kata Harold bingung
Derrick terus menyerang Alexander, tapi pria itu dengan santainya bisa menghindari serangan dari Derrick. Akhirnya Derrick dan Alexander mengobrol jauh dari tempat Leticia dan Harold berada.
" Kenapa kau terus menghindar? sini lawan aku ! pengecut !" Derrick kesal
" Aku tidak masalah tuh jadi pengecut kalau itu demi adikmu " kata Alexander tak masalah
" Kau ! selama ada aku kau tidak akan bisa mendapatkan Tisha ! " kata Derrick emosi
" Sayangnya dia juga sudah mengakui perasaannya padaku, dan kami juga sudah menjadi kekasih. " kata Alexander memanas manasi
" Jujur saja, kau mendekati Tisha karena masih dendam dengan ayah ku kan?" tanya Derrick serius
" Dendam ku sudah hilang pada kalian berdua, ku anggap semuanya impas saat ayah mu terbunuh ditangan ku " jawab Alexander
" Kau memang tiran, seperti yang kuduga. Baiklah, kalau dendam diantara kita, kau sudah anggap impas, jauhi saja adikku dan biarkan kami hidup tenang "
" Tidak, aku tidak akan melepaskan nya " kata Alexander serius
" Tidak peduli kau benar-benar mencintai Tisha, atau tidak. Aku tidak akan membiarkan dia bersama tiran seperti dirimu " batin Derrick
" Kau sangat keras kepala! banyak gadis diluar sana yang lebih cantik dari adikku dan lebih baik dari nya, kenapa harus adikku? kau ini seorang Raja yang bisa menjalin hubungan dengan wanita mana saja yang kau inginkan, kenapa harus Tisha?" tanya Derrick heran
" Aku tidak akan bicara panjang lebar. Yang kau katakan semuanya memang benar, aku mungkin bisa memilih wanita manapun yang ku inginkan. Tapi aku hanya ingin Leticia, tidak ada gadis yang seperti dia. Dan juga aku tidak bisa sembarangan menjalin hubungan dengan seorang wanita, hanya adikmu yang bisa menjalin hubungan denganku" terang Alexander penuh ketulusan
" Karena aku akan jijik bila mendekati wanita lain selain dirinya. " batin Alexander
" Dia tidak seperti sedang berbohong, seperti nya dia memang serius pada Tisha. Tapi, aku tetap tidak akan membiarkan mereka bersama " batin Derrick
" Aku tidak peduli tentang itu, segera tinggalkan adikku. Maka akan ku maafkan semua dosa dosa mu dan melupakan dendam diantara kita" kata Derrick tegas
" Aku tidak bisa melepaskan nya. " kata Alexander tegas. " Kalau kau ada permintaan, akan ku kabulkan apapun itu, asalkan kau setuju aku berpacaran dengan adikmu " kata Alexander
" Kalau aku meminta kerajaan Brilla dikembalikan padaku apa kau akan mengabulkan nya?" tanya Derrick menantang
" Tentu saja, jika kau ingin " jawab Alexander tanpa ragu
" Hanya sebuah kerajaan saja, itu bukan hal yang besar. Karena Leticia sangat berharga dari apapun di dunia ini " batin Alexander
" Gila! ternyata, dia benar-benar serius. Tapi, aku bukan orang yang akan memanfaatkan adikku untuk mendapatkan apa yang kuinginkan, aku harus ingat bagaimana ayah mati karena pria ini ! orang jahat ini tidak pantas untuk bersanding dengan adikku yang berharga " batin Derrick
" Maaf, tapi aku tidak tertarik. Bahkan jika kau menawarkan bulan atau matahari sekalipun, aku tidak bisa membiarkan adikku bersama tiran seperti mu. Terlebih lagi kau seorang raja " kata Derrick serius
" Apa kau akan tetap begini sampai akhir?" tanya Alexander kesal
" Ya, apapun yang kau lakukan tidak akan merubah keputusan ku. Kita tetap musuh, selamanya akan begitu " jawab Derrick ketus
" Bahkan aku sudah melupakan dendam diantara kita, kenapa kau masih seperti ini?" tanya Alexander
__ADS_1
" Kau menganggap pembantaian keluarga ku seolah itu adalah hal sepele ! ya, benar juga.. bagi tirani seperti mu, pembantaian itu adalah hal yang sepele kan?" tanya Derrick kesal
" Maksud ku bukan begitu !"
" Sialan kau !"
Bukannya berdamai setelah berbicara dan mengobrol panjang lebar, mereka malah kembali berkelahi dan Alexander memilih menyerah dengan menerima serangan dari Derrick.
" Kakak ! hentikan ! Yang mulia, sudah hentikan !" teriak Leticia panik
Alexander jatuh ke tanah, dan mulutnya mengeluarkan darah setelah mendapat serangan dari Derrick. Leticia berlari menghampiri pria itu dengan cemas.
" Yang mulia, kau baik-baik saja?" tanya Leticia cemas sambil memegang pipi Alexander.
" Aku baik-baik saja " jawab Alexander
" Lihat kan, adik mu sangat mencintai ku. Aku yakin nanti kau akan menyadari nya " batin Alexander
" Kurang ajar kau, sok sok an tersakiti, pria licik " batin Derrick kesal
Derrick menarik tangan Leticia dan menjauhkannya dari Alexander. Kedua pria itu saling menatap satu sama lain, mungkin ini yang namanya pergulatan batin.
" Ah..kakak !" Leticia kaget karena kakak nya tiba-tiba menarik tangannya
" Kenapa aku merasa sedang diperebutkan??" batin Leticia
" Tisha, kau ikut pulang denganku!"
" Tidak, dia akan pulang denganku " kata Alexander menentang
" Aku kakak nya, kau siapa mengajaknya pulang, dasar tiran !" teriak Derrick marah-marah
" Aku kekasihnya ! aku juga berhak atas dirinya, dia juga adalah calon ratu Fostiarus !" ujar Alexander yakin
" Seperti nya Baginda Raja tiran ini sudah gila, calon Ratu katanya? mimpi saja! adikku tidak boleh bersamamu, dia akan ku nikahkan dengan pria baik-baik bukan seperti mu !"
" Beraninya dia bicara akan menikahkan Leticia dengan pria lain?!" batin Alexander marah
" Ayo serang aku, dan marahlah.. cepat! agar penilaian adikku berkurang untukmu, dasar Tiran !" batin Derrick
" Astaga.. kapan ini semua berakhir? mereka sekarang terlihat seperti anak kecil yang sedang berebutan permen!" batin Leticia pusing
" STOP ! HENTIKAN !! jangan berkelahi lagi!" kata Leticia sambil mengambil pedang dari tangan Daniel yang baru datang untuk melerai mereka yang sedang berkelahi.
" Eh tuan putri ! jangan !" ujar Daniel
" Huu...pedang ini berat juga, kenapa tubuh Leticia sangat lemah?" batin Leticia sambil kesusahan memegang pedang
Derrick dan Alexander panik melihat Leticia memegang pedang ditangannya. Mereka berdua menyuruh Leticia meletakkan pedangnya karena cemas.
" Tidak mau, kalau kalian mau berdamai baru akan ku letakkan pedang ini..hosh " kata Leticia yang kewalahan memegang pedang
" Kenapa aku sangat pusing dan lemas? " batin Leticia yang merasa tubuhnya tidak enak.
" Jelas jelas dia sangat kewalahan memegang pedangnya, dasar keras kepala " batin Alexander kesal
" Letakkan pedangnya selagi aku meminta baik-baik ! " ujar Alexander dengan tatapan tajam nya pada Leticia
" Hey, kau jangan membentak adikku seperti itu ! kau cari mati ya ?" tanya Derrick marah
" Aku ini sedang berusaha membujuk adikmu, tau?!"
" mana ada membujuk dengan membentak seperti itu!" ujar Derrick kesal
" Dasar kau ini ya !! " gerutu Alexander kesal
" Apa? mau berantem lagi??!" tanya Derrick menantang
" Ya ampun mereka ini bertengkar terus, tapi baguslah aura hitam mereka memudar " batin Leticia
BRUK
Wanita itu tiba-tiba jatuh terduduk, seperti kehabisan tenaga. Dengan cepat Derrick dan Alexander berlomba-lomba menghampiri nya. Satu tangan dipegang Alexander, dan tangan nya yang lain dipegang oleh Derrick.
" Astaga kalian hentikanlah! kumohon.." kata Leticia lemas
" Apa kau sakit? kau kenapa?" tanya Derrick cemas
" Apa kau baik-baik saja? " tanya Alexander
KRUKK
KRUKK
KRUKK
" Suara apa itu?" tanya Alexander sambil celingukan kesana kemari mencari asal suara, hal yang sama dilakukan oleh Derrick.
" Suaranya dari arah sini.." kata Derrick sambil melihat ke arah adiknya.
" PFutt.. " Daniel dan Harold menahan tawa, seperti nya kedua orang itu sudah tau dari mana asal suara memalukan itu
" Ini memalukan.. kenapa harus di saat seperti ini? rasanya aku ingin menggali lubang dan mengubur diriku di dalamnya, atau menceburkan diriku ke dalam air dan tidak mau keluar lagi, malu sekali.. " batin Leticia malu
" Aku.. aku lapar, mari kita makan bersama hehe " Leticia tersenyum canggung
" Inilah sisi lucu yang membuat ku tidak bisa berpaling dari mu, dimana lagi ada gadis multitalenta seperti mu haha.. " batin Alexander terpesona
__ADS_1
Alexander dan Derrick tersenyum melihat Leticia dan membopong tubuh wanita itu bersama-sama. Ternyata wanita itu lemas dan hampir pingsan karena belum sarapan pagi dan melewatkan makan siang nya.
Mereka bertiga pergi ke sebuah restoran kecil dipinggiran negeri Ilios. Dengan semangat Leticia memesan makanan karena ia sudah sangat lapar.
Kedua pria itu saling memalingkan wajahnya, mereka berdua terpaksa harus duduk berhadapan karena permintaan Leticia.
" Eh, kalian jangan diam saja. Ayo kalian pesan makan juga, kakak, yang mulia Raja kalian pasti lelah karena habis berkelahi tadi. Lebih baik kalian makan dulu untuk mengisi tenaga hehe " wanita itu cengar-cengir, berharap suasana diantara kedua pria yang ia sayangi itu akan membaik
" Aku tidak lapar " jawab kedua pria itu serempak
" Wah, kalian sangat kompak ya. Baiklah, kalau kalian tidak lapar. Aku akan makan sendiri saja hehe "
" Bodo amat ah, kalian mau makan atau tidak. Teruslah bertengkar, aku mau mengisi energi ku saja. " batin Leticia sebal kepada kakak dan kekasihnya itu
" Kau harus makan yang banyak agar beratmu bertambah, tubuh mu sangat ringan " kata Alexander menyarankan
" Tidak boleh banyak banyak juga, nanti kau gemuk. Kebanyakan pria tidak suka wanita yang gemuk " Derrick menasehati
" Apa? aku tetap akan menerima nya apa adanya walaupun dia gemuk, maksud mu pria siapa?" Alexander mengernyitkan dahinya
" Tentu saja pria yang akan ku jodohkan nanti dengan adikku " jawab Derrick sambil tersenyum sinis pada kekasih adiknya itu
" Itu tidak akan terjadi sir Derrick, selama ada aku disini " kata Alexander menentang
Leticia geram melihat percekcokan antara kakak dan kekasihnya itu yang tiada habisnya. Mereka terlihat seperti anjing dan kucing yang sedang bertengkar, begitulah pikirnya.
BRAK
" Kalian berdua bisa tidak tenang dulu! kalian seperti kucing dan anjing yang sedang bertengkar saja!" Leticia menggebrak meja karena tidak tahan melihat kelakuan kekanakan Alexander dan kakak nya itu.
Kedua pria itu akhirnya patuh dan diam sejenak. Berkat itu, akhirnya Leticia bisa makan dengan baik. Setelah memulihkan tenaganya, ia rasa ia harus bicara dengan Alexander, ia meminta kakaknya menunggu sebentar karena ia harus bicara dengan Raja tiran itu. Awalnya Derrick tidak setuju, tapi akhirnya ia menurut juga walaupun ia kesal.
Wanita itu memberikan penjelasan kepada Alexander, bahwa mengambil hati kakak nya tidak semudah itu. Apalagi untuk mengakui dan merestui hubungan mereka.
" Untuk sekarang, yang mulia kembali saja dulu ke Fostiarus. Aku akan bicara dengan kakak ku, dan berharap semoga dia akan mengerti. " kata Leticia
" Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan mu disini, tapi apa boleh buat. " Alexander
" Kenapa kau bersikeras seperti ini? kakak kan sudah menolak mu mentah mentah, dia bahkan menghina mu. Melihat temperamen mu.. harus nya kau marah sekarang "
Mungkin kau harusnya membunuh orang yang menghina mu, tapi kau diam saja. Demi diriku? masa sih.
" Benar, aku juga heran kenapa aku bisa bersikap biasa saja? kau pikir karena siapa ya aku begini?" tanya Alexander sambil tersenyum hangat
" Aku sedang tidak ingin bercanda dengan yang mulia.."
" Alex, panggil namaku " kata Alexander
" Eh, mana mungkin aku berani memanggil nama mu "
" Bukankah kita sudah menjadi pasangan kekasih, apa kau masih mau memanggilku yang mulia?" tanya Alexander kecewa
Benar juga sih, aku dan dia sudah jadi pasangan kekasih tapi aku memanggil nya yang mulia. Aneh juga ya
" Apa aku boleh memanggil nama mu?" tanya Leticia ragu-ragu
" Tentu saja aku juga memanggil namamu " jawab Alexander
" Aku tidak mau memanggil mu Alex, itu terlalu umum "
" Kau mau memanggilku apa?" tanya Alexander penasaran
" Lex .. seperti nya itu lucu, gimana? Lex, bagus kan?" wanita itu tersenyum ceria
Pria itu tersenyum dan seperti nya ia menyukai nama panggilan itu. Ia setuju dengan nama panggilan itu, karena sebelumnya tidak pernah ada orang yang memanggilnya dengan sebutan " Lex "
" Kau juga bisa memanggil ku dengan nama panggilan, nama panggilan ku adalah Tisha " kata Leticia memberitahu
" Tisha ya? itu bagus, tapi aku tidak suka nama itu " kata Alexander kesal
loh loh? kenapa aura nya menjadi hitam? hanya karena sebuah nama panggilan?
" Kenapa tidak suka?" tanya Leticia heran
" Karena aku tidak mau memanggilmu dengan nama yang sudah di sebutkan oleh orang lain. Kau ini spesial, jadi harus aku satu satunya orang yang memanggilmu dengan nama panggilan istimewa " terang Alexander
" Baiklah kalau kau tidak mau nama panggilan itu "
Jadi pria ini sedang cemburu
Raja tiran itu nampak sedang berfikir. Leticia melihatnya dengan berbinar-binar. Bahkan saat sedang berfikir pun Alexander terlihat sangat tampan, begitulah kata hati wanita itu.
" Chiaa.. aku akan memanggilmu chia.." kata Alexander yakin
" Itu bagus, Lex .." Leticia tersenyum cerah
GREP
" Yang mu.. maksudku Lex, " Leticia kaget karena tiba-tiba Alexander memeluknya.
" Aku akan menemui lagi nanti, aku mencintaimu " kata pria itu dengan nada yang lembut.
Setiap mendengar kata kata cinta dari Raja tiran itu, hati Leticia selalu berdebar debar. Ia tak menyangka bahwa orang yang selalu mengancam akan membunuh nya saat pertama kali mereka bertemu, akan menjadi kekasihnya dan saling jatuh cinta.
Alexander sendiri merasa sekarang ia benar-benar punya hati, yang bisa memberikan dan menerima kasih sayang dari orang lain. Dari awal ia selalu merasa sendirian, tapi sekarang keadaan sudah berbeda.. ia tak sendiri lagi, karena ia punya orang yang ia cintai dan orang yang harus ia lindungi dengan jiwa raga nya.
...--***---...
__ADS_1