Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 81. Remember


__ADS_3

☀️☀️☀️


" Aku.. aku melihat yang memakai cincin ini, orang itu adalah aku " kata Leticia yakin


" Ya, benar. Orang ini yang memakai cincin ini memang kau. Lalu, siapa yang memberi nya?" tanya Alexander menunggu


" Aku tidak tau, yang jelas itu adalah seorang pria. Wajahnya tidak kelihatan " gumam Leticia berfikir


" Masa tidak kelihatan?!! itu aku ! itu aku yang memberikan nya !" seru Alexander greget


" Aku tidak tau itu adalah kau atau bukan, yang jelas itu adalah seorang pria. " kata Leticia


" Seperti nya kau harus melihatnya sendiri baru bisa percaya, padahal aku sudah bilang kalau orang nya itu aku. " kata Alexander sedih


" Iya, aku memang tidak yakin kalau kau yang memberiku cincin nya. " kata Leticia jujur


Aku tidak yakin bahwa kau pernah melamar ku. Tapi, aku merasa kalau kita pernah dekat. Apa aku pernah ke dunia ini sebelum nya?.


Alexander menghela nafas nya, ia terlihat sedih namun ia juga merasa lega. Setidaknya ingatan kekasihnya itu masih bisa pulih, dan ingatan Leticia akan semakin membaik kalau ia terus mengingatkan nya..


" Baiklah tidak apa, nanti juga kau akan cepat ingat padaku. Sekarang, ayo kita makan siang bersama. " kata Alexander sambil tersenyum pahit


" Tidak ! pertemukan aku dengan kakak ku dulu !" seru Leticia


" Aku bilang kan tidak bisa, sebelum kau ingat padaku kau tidak bisa pergi kemana-mana, hanya boleh berada di istana ini " kata Alexander


" Apa dulu kau memang selalu diktator seperti ini padaku? kau bilang kau kekasihmu,tapi kenapa aku diperlukan seperti tahanan ?" tanya Leticia tak mengerti


" Kau tidak pernah berada diposisi ku, jadi jangan bicara seolah-olah aku ini jahat padamu ! aku melakukan ini demi kebaikan mu " kata Alexander dingin


" Kau.. kau keterlaluan ! aku tidak mau berada disini, aku mau menemui kakak ku " kata Leticia mulai takut


" Dulu kau juga seperti ini, selalu berusaha kabur dariku. Tapi, kali ini aku tidak akan membiarkan nya. Aku tidak akan mengampuni mu "


Mengertilah, aku hanya tidak mau kau jauh dariku.


SLING


GREP


Alexander menggunakan tali sihir untuk mengikat tubuh gadis itu. Leticia meronta-ronta minta dilepaskan, akan tetapi Alexander cuek saja. Daniel yang melihat itu merasa Alexander kembali ke masa lalu saat menawan Leticia.


" Lepaskan aku dasar psikopat brengsek ! tirani kejam ! pria cabul ! bagaimana bisa kau memperlakukan kekasihmu seperti ini?!!" seru Leticia marah-marah


" Kau bilang kau belum mengakui aku sebagai kekasih mu ?" tanya Alexander santai


" Iya sih.. tapi kau tidak boleh memperlakukan aku seperti ini !" seru Leticia marah-marah.


" Yang mulia, tolong lepaskan nona ! apa yang mulia mau mengulangi masa lalu lagi?" tanya Daniel merasa kasihan melihat Leticia yang di ikat oleh Alexander


" Ya aku memang mengulang masa lalu. Ini memang tujuan ku.. " jawab Alexander santai


Alexander tersenyum senang saat mendengar Leticia yang memaki nya dan marah-marah padanya. Ia ingat saat dulu Leticia yang selalu memaki nya dan memanggilnya psikopat. Daniel pun mengerti kenapa Rajanya bisa senang seperti itu, karena tanpa sadar perlahan-lahan Leticia mulai mengingat Alexander.


Dengan sengaja si Raja tiran itu menggoda Leticia, agar terus memakinya dan marah-marah padanya. Sungguh cinta yang aneh, Alexander malah senang di maki oleh kekasihnya itu.


Setelah lelah marah-marah dan meronta-ronta agar di bebaskan, Leticia pun tertidur karena kelelahan di sofa yang ada di kamarnya.


" Salam Yang mulia " sapa Mira saat melihat Raja tiran itu menghampiri nya dan Leticia yang ada di kamar


" Apa dia sudah makan siang?" tanya Alexander sambil melihat Leticia yang tertidur pulas


" Sudah yang mulia, nona makan dengan lahap dan menghabiskan semuanya " jawab Mira


" Bagus. Kau keluarlah !" seru Alexander pelan


" Baik yang mulia "


Mira membungkuk hormat dan meninggalkan Alexander dan Leticia berada di dalam kamar itu. Gadis itu tak lupa menutup pintu kamarnya setelah Alexander memberi aba-aba pada Mira agar berjalan pelan-pelan dan menutup pintunya pelan-pelan.


KLAK


Alexander duduk berlutut di depan gadis yang sedang tertidur lelap itu. Ia menatap Leticia dengan penuh perasaan dan harapan. Tangan nya membelai rambut panjang gadis itu.


" Maaf aku egois padamu dan memaksamu tinggal disini. Tapi, aku hanya ingin kau cepat mengingatku. Aku tidak mau kau pergi lagi dariku, mengertilah .. meskipun caraku ini salah menurut mu , namun aku melakukan ini karena aku mencintaimu.. sangat mencintai mu.. aku tidak mau kehilangan mu " Alexander mencium pelan kening Leticia, dan mulai meneteskan air mata.


Alexander menggendong Leticia dan memindahkan nya ke ranjang dengan hati-hati.


" Tidurlah yang nyenyak " Alexander tersenyum


Setelah itu Alexander pergi meninggalkan Leticia yang tertidur nyenyak di ranjangnya.


Dalam tidurnya, wanita itu bermimpi lagi tentang masa lalu nya bersama Alexander. Akan tetapi, ia belum menyadari bahwa pria yang bersamanya itu bukanlah Alexander. Ia terbangun saat ia bermimpi ditusuk oleh seseorang.


" Sebenarnya, siapa pria yang bersamaku ? apa itu benar-benar Raja tiran itu? dan siapa pria yang membunuhku di dalam mimpiku itu?" gumam Leticia kebingungan


🔥🔥🔥


Sore itu Leticia keluar dari kamarnya, meskipun tangannya masih terikat. Ia merasa seperti tahanan rumah dan dikawal oleh Daniel juga Mira.


" Tuan Daniel, kau akan terus seperti ini? kau hanya akan melihatku saja?" tanya Leticia kesal


" Maafkan saya nona, saya tidak bisa berbuat apapun. Anda kan tau saya tidak bisa sihir, dan tali yang mengikat nona itu adalah tali sihir " jawab Daniel


" Aku tidak tau kau tidak bisa sihir. Tapi, setidaknya kau bisa bantu aku bujuk Raja mu itu agar membebaskan ku! ini sangat tidak nyaman " ujar Leticia kesal


" Satu satunya orang yang bisa membujuk yang mulia adalah nona. " kata Daniel


" Itu benar " jawab Mira membenarkan

__ADS_1


" Benarkah? lalu dimana dia sekarang?!" tanya Leticia


" Sayang sekali, yang mulia Raja sedang bekerja sekarang dan tidak bisa diganggu. " kata Daniel sambil tersenyum


" Lalu kenapa kau memberitahu ku kalau aku saja tidak bisa bertemu dengannya sekarang? menyebalkan " gerutu Leticia kesal


" maafkan saya nona, daripada nona bosan disini.. Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja ke taman bunga ?" tanya Daniel menawarkan diri


Semoga saja dengan mengajaknya ke taman bunga, akan membuat nona cepat ingat masa lalu nya.


" iya benar ! ayo kita ke taman bunga saja nona !" seru Mira mengajak


Kenapa mereka ini bersikeras ingin mengajakku ke taman bunga? memangnya ada apa disana?.


Leticia melihat kedua orang itu dengan bingung. Tapi, pada akhirnya gadis itu menurut saja dan pergi ke taman, karena ia penasaran ada apa di taman itu.


Setelah berjalan-jalan di taman bunga itu, ia merasa situasi yang familiar dari taman itu. Ia bertanya pada Daniel dan Mira tentang keadaan taman itu sebelumnya.


Bagaimana bisa disini ditanam bunga kesukaan ku? apa aku benar-benar kekasihnya ?. batin Leticia sambil melihat-lihat


" Oh ya, tuan Daniel, Mira.. dulu apakah taman ini memang seperti ini? dari karakter Raja, tidak mungkin dia mau menanam bunga seperti ini di istana nya ?" tanya Leticia penasaran


Daniel dan Mira tersenyum mendengar pertanyaan dari Leticia. Mereka berdua terlihat senang.


" Yang mulia Raja awalnya tidak suka dengan adanya taman di istana. Tapi, nona Leticia yang bersikeras ingin menanam bunga matahari dan membuat taman di istana ini. Itu terjadi saat nona di tawan oleh Baginda Raja. Katanya nona juga pernah bilang pada Baginda, kalau suasana hati Baginda akan berubah jika disekitar nya pun berubah " terang Daniel


" Aku bilang begitu?" tanya Leticia bingung


" Mungkin nona tidak ingat, tapi kami tau. Kalau nona adalah orang yang paling berharga untuk Baginda " kata Mira


" Tidak ada yang mengerti Baginda di dunia ini melebihi nona, hanya nona saja yang bisa menaklukkan nya " kata Daniel


" Kalian tidak berbohong dan membuatku bingung lagi kan?" tanya Leticia ragu


" untuk apa kami berbohong pada nona. Kami juga ingin nona cepat mengingat kami " jawab Daniel


Leticia alias Yoon Joo jadi yakin kalau ia sebelumnya pernah masuk ke dunia yang seperti negeri dongeng itu sebelum nya. Ingatan yang samar-samar, saat dirinya menjadi Leticia mulai terkuak. Keraguan Leticia pada Alexander juga akan berkurang.


🍂🍂🍂


Keesokan harinya..


Adalah hari dimana akan dilaksanakan festival di negeri Fostiarus. 3 Raja dari kerajaan besar akan berkeliling dan menyapa rakyat. Namun, saat semua orang pergi keluar untuk menikmati Festival. Leticia malah dikurung oleh Alexander dan dijaga ketat oleh pengawal istana.


" Aku ingin pergi ke festival itu !" seru Leticia


" Kenapa kau sangat keras kepala? festival itu sama sekali tidak menyenangkan ! " kata Alexander tegas


" Kenapa kau melarang ku seperti ini? bukankah disana juga ada Raja Derrick, kakak ku?" tanya Leticia


" Kau belum bisa bertemu dengannya, aku mohon. Patuh lah !" seru Alexander membujuk


" Kalau kau patuh, aku tidak akan mengikatmu lagi. " kata Alexander yang tak tega melihat Leticia hampir menangis


" Lalu aku harus bagaimana?" tanya Leticia dengan wajah yang mulai memerah


" Pertama-tama, kau jangan menangis. Jangan merengek lagi seperti anak kecil .." Alexander mengusap air mata yang menggenang dan hampir jatuh di kedua mata Leticia dengan tangannya.


Leticia mengangguk angguk.


" Kedua, kita bisa pergi ke festival tapi jangan jauh jauh dariku..kau bisa tersesat " kata Alexander sambil membelai pipi Leticia.


Wanita itu menjawabnya dengan mengangguk lagi.


" Ketiga, jangan minta aku mempertemukan mu dengan kakak mu " kata Alexander serius


" Tapi aku.. kenapa..?" Leticia kebingungan


" Kalau 3 aturan ini kau patuhi, aku akan melepaskan mu. Kau harus berjanji " kata Alexander


Sebenarnya aku ingin tau apa alasan nya kenapa dia tidak mau aku bertemu dengan kakak ku? tapi, kusimpan untuk nanti saja. Aku harus patuh dulu.


" Aku janji, aku akan patuh " kata Leticia sambil tersenyum


" Anak baik "


Dengan mudahnya Alexander melepaskan ikatan yang mengikat tangan Leticia. Wanita itu terpana karena Alexander yang melepaskan nya dengan mudah.


" Kenapa kau malah melamun?" tanya Alexander. " Apakah mungkin tangan mu sakit karena diikat terlalu lama?" tanya Alexander sambil melihat pergelangan tangan wanita itu dan menatapnya dengan cemas.


Kenapa dia percaya padaku dengan mudah? bisa saja kan aku berbohong padanya? kenapa si tiran ini takluk oleh orang seperti ku? Apakah tuan Daniel berkata benar? bahwa pria ini hanya baik padaku dan takluk olehku? pria ini yang kejam pada orang lain, bisa jatuh cinta padaku? melihatnya mencemaskan ku dan menatap ku seperti itu. Hatiku juga berdegup kencang. Perasaan aneh apa ini?


" Leticia? ada apa?" tanya Alexander cemas


" Aku baik-baik saja, hanya saja hatiku.." jawab Leticia sambil tersenyum dan memegang dadanya


" Hatimu kenapa? apa aku harus panggilkan tabib?" tanya Alexander panik


" hal ini tidak bisa diperiksa oleh tabib, ayolah kita segera pergi saja ke festival !" seru Leticia sambil tersenyum


Ada apa dengannya?. Batin Alexander cemas


Perasaan wanita itu dilanda kebingungan. Di satu sisi ada hatinya, disisi lain ada akal sehatnya. Diantara keduanya, memberikan pendapat yang berbeda tentang Alexander.


Hatinya mengatakan bahwa ia merasakan sesuatu pada Alexander, tapi pikirannya mengatakan bahwa ia ragu bahwa Alexander adalah pria yang ada dalam mimpinya. Dan masih banyak lagi keraguan nya pada Alexander.


☀️☀️☀️


Di pusat kota negeri Fostiarus..

__ADS_1


Derrick, Zayana dan Darren berada dalam iring-iringan kereta yang membawa mereka mengelilingi negeri Fostiarus. Pada saat bersamaan mereka sama-sama teringat dengan Leticia.


Darren memandangi keluar jendela nya, ia membuka tirai yang menutupi wajahnya dan tersenyum menyapa para rakyat di sana sebagai bentuk persahabatan dengan Fostiarus. Semua gadis menunggu Darren dengan semangat, bahkan ada juga dari mereka yang pingsan saat melihat Darren tersenyum.


" Kyaa ! Raja Darren sangat tampan !" seru para wanita kehebohan


" Sudah tampan, masih muda dan menjadi Raja pula ! " seru para wanita kegirangan melihat Darren


Meskipun banjir dengan pujian dari pada wanita yang lajang maupun yang sudah menikah, tapi tidak ada satupun yang bisa menarik perhatian Darren. Bahkan setelah satu tahun penobatan nya sebagai Raja Ilios, ia tetap menyendiri dan belum memilih Ratu.


" Yang mulia, anda bisa lihat kan? begitu banyak gadis cantik di negeri ini yang menanti kehadiran anda. Apa tidak pernah terpikirkan oleh yang mulia untuk mencari ..."


" Moore ! stop, aku sudah tau apa yang akan kau katakan. Tapi, aku tidak mau " kata Darren memotong perkataan Moore.


" Apa yang mulia masih belum melupakan nya?" tanya Moore


" Menurut mu apa aku bisa melupakan nya?" tanya Darren sedih.


Sampai saat ini aku masih berharap kalau dia masih hidup. Dan dia menjadi ratuku. Bodohnya diriku ini. Jika Tisha ada disini, dia pasti senang melihat festival. Dia sangat menyukai festival.


Tiba-tiba saja Darren kaget melihat di kerumunan para gadis itu ada sosok wanita yang selama ini ia rindukan.


Tisha?


" Hentikan kereta nya !" ujar Darren terburu-buru


" Ada apa yang mulia?" tanya Moore heran


Kereta yang membawa Darren pun berhenti di tengah jalan. Darren keluar dari keretanya bersama Moore, pria itu mencari-cari keberadaan Leticia di kerumunan orang-orang itu. Akan tetapi, Darren tak menemukan nya dan kembali masuk ke dalam kereta, karena banyak orang di pusat kota itu.


BRAK


CEKRET


Pintu kereta ditutup rapat, Darren termenung dan duduk kembali di kursinya yang empuk.


" yang mulia sebenarnya ada apa ini? kenapa anda tiba-tiba .." tanya Moore cemas


" Aku melihat nya.. aku yakin aku melihatnya Moore " jawab Darren dengan wajah yang sedih


" Melihat nya? siapa yang mulia?" tanya Moore


" Tisha.. aku melihatnya dia berdiri disana ! " jawab Darren penuh keyakinan


" Yang mulia, anda seperti nya berhalusinasi. Putri Leticia sudah lama meninggal " kata Moore


" Tadi itu begitu nyata ! aku yakin benar-benar melihatnya " kata Darren yakin


Sementara itu di dalam kereta Alexander, Leticia ada di samping. Alexander terlihat lega karena Darren tidak menemukan Leticia. Padahal mereka berdua sedang jalan-jalan sebentar di kerumunan tadi.


" Terimakasih ya kau mau repot-repot turun dari kereta hanya untuk membelikan ku kue stoberi " kata Leticia senang, sambil memakan kue nya.


" Apapun untukmu, akan kulakukan " kata Alexander santai


" Benarkah? apa kau juga rela terjun dari ketinggian untukku? " tanya Leticia jahil


" Tentu saja "


" Benarkah? aku tidak percaya " kata Leticia ragu


" Aku akan menunjukkan nya padamu, nanti setelah acaranya selesai " kata Alexander sambil menyilangkan tangannya.


" Aku menunggu " jawab Leticia sambil memakan kue stoberi nya dengan lahap


Karena rasa penasaran, Leticia mengintip dari jendela kereta yang ia naiki. Dan melihat ke arah kereta yang ada disebelah nya, terlihat Derrick dan Zayana yang sedang duduk bersebelahan. Alexander kaget dan langsung menutup tirai nya, ia sangat ketakutan kalau Derrick akan melihat Leticia.


" Kau sudah janji akan patuh padaku! tapi apa yang kau lakukan?!" tanya Alexander membentak


" aku patuh padaku kok, aku hanya membuka tirai saja. Kenapa kau begitu marah?" tanya Leticia sedih


" Aku tidak.. aku tidak marah " jawab Alexander merasa bersalah


" Kalau kau begitu tidak percaya padaku, kenapa kau membiarkan ku ikut? aku mau pulang saja ke istana " kata Leticia kesal


" Tidak, bukan begitu.."


" Aku menyesal ikut festival, dan itu hanya untuk dimarahi oleh mu saja !" seru Leticia marah


" Aku tidak marah padamu. Aku hanya..."


" Apa? aku menurut saja padamu seharian ini, aku kira kau percaya padaku. Tapi, ternyata.. hah.. sudahlah, aku mau pulang saja ! nikmati festival nya sendiri !" seru Leticia kesal


Alexander dan Leticia lagi-lagi bertengkar. Oleh karena itu Daniel mengantar kembali Leticia ke istana. Wanita itu menggerutu dan tampak kesal dengan Alexander. Ia pergi menyendiri dan menyuruh semua orang pergi meninggalkannya, ia berada di dekat danau yang tak jauh dari istana Fostiarus.


" Bagus sekali, bilangnya percaya padaku. Tapi, malah marah-marah padaku ! dasar psikopat menyebalkan "


Leticia berkaca dan melihat dirinya ada di air danau. Tak lama kemudian ada tangan yang mendorong nya, hingga gadis itu jatuh ke air.


" AKHH !!"


BYURR


" Tolong ! aku tidak bisa berenang ! " teriak Leticia yang berusaha menggapai pinggir danau dengan susah payah.


Seorang wanita tersenyum sinis dan merasa puas, melihat nya jatuh ke dalam air. Saat Leticia sudah benar-benar tenggelam.. Perlahan-lahan kilasan ingatan terlihat di kepalanya, masa masa nya bersama Alexander kini menjadi jelas. Pria yang ada di ingatan nya itu terlihat jelas, dan dia adalah Alexander.


Lex, aku ingat sekarang. Aku ingat semuanya.. tentang kita..


...--****--...

__ADS_1


__ADS_2