
.
.
Alexander melangkah maju mendekati Darren. Seperti nya kedua pria itu sudah siap untuk berkelahi.
" Apa yang mau kau lakukan pada kekasih ku, pangeran lemah?" tanya Alexander sinis
" Menurutmu aku mau melakukan apa? bukankah sudah jelas ya?" tanya Darren ketus
" Beraninya kau memprovokasi ku, kau tidak takut mati ya. Dia adalah kekasihku ! " Alexander tersenyum
" Memangnya kenapa kalau Tisha adalah kekasihmu? toh dia juga bukan istrimu kan? masih ada kesempatan ku untuk mengejarnya " kata Darren sambil menyilang kan tangannya di dada.
" Apa yang dia katakan? dia ternyata masih ada pikiran untuk mengejar ku?" batin Leticia kaget
SLING
Raja tiran itu terlihat marah, ia menyerang Darren dengan sihirnya, lalu pangeran Ilios itu menghindar dengan cepat.
TAP
" memang benar pangeran yang lemah, ku bahkan tidak berani menghadapi ku dan malah menghindar " kata Alexander tersenyum meremehkan
SLING
Darren menyerang Alexander dengan sihirnya, dengan mudah Raja tiran itu menangkis serangan Darren dan mengubah serangan Darren menjadi kupu-kupu. Leticia terpesona melihat kekuatan Alexander yang bisa mengubah bentuk juga.
" Cih, hanya segitu saja " Raja tiran itu meremehkan
" Kau..." Darren mengepal tangannya dan terlihat kesal
" Ini seperti sulap. Ah, tunggu ! ini bukan waktunya terpesona. Ayo hentikan mereka !" gumam Leticia kelabakan
Leticia memegang tangan Alexander dan memeluk pria itu, ia mencoba lagi bertingkah imut di depan pria itu.
" Hentikan ! kau kesini untuk bertemu dengannya atau bertemu denganku sih?" tanya Leticia
" Diam kau ! kenapa kau diam saja saat dia menyentuhmu seperti itu?!" tanya Alexander marah
" Aku.. kau jangan salah paham, tadi aku tidak sengaja jatuh dan dia menolongku. "
" Apa harus dengan berdekatan seperti itu? aku akan mengurus mu nanti, aku akan habisi dulu bocah ini " kata Alexander marah
" Habisi apanya? sudahlah, kenapa kau seperti ini? padahal seharian kita tidak bertemu, tapi kau malah mau menghabiskan waktumu dengan berkelahi.. aku sedih loh " Leticia memelas dan memeluk Alexander dengan manja.
" Ini pertama kalinya dia berinsiatif memelukku. " batin Alex mulai luluh
Di seberang mereka, Darren melihatnya dengan cemburu. Terlihat jelas ia tidak suka Alexander berada disana. Dengan sengaja Darren memanasi Alexander dan membuat Raja tiran itu semakin marah terbakar api cemburu. Kedua pria itu sama-sama cemburu, Leticia berusaha menghentikan mereka berdua.
Akhirnya dengan bujukan dan senyuman manis yang ia perlihatkan kepada Raja tiran itu, berhasil membuat Alexander luluh. Leticia mengajak pria itu pergi untuk mengalihkan perhatian nya.
Namun, Darren selalu sengaja berbicara untuk memancing amarah Alexander. Pangeran itu bahkan mengatakan sesuatu yang tidak enak di dengar oleh pasangan kekasih itu.
" Tisha, kau tidak akan bahagia bersamanya. Kau tau kan alasan Derrick tidak setuju dengan hubungan ini.."
" Ini bukanlah urusan yang mulia pangeran, tolong jangan ikut campur urusan pribadi saya " kata Leticia sinis
" Jadi, kau akan terus keras kepala seperti ini. Mengerti kah dirimu, kalau aku bicara seperti ini karena aku peduli padamu. Jika kau bersamanya, kau hanya akan terluka !" seru Darren sambil menatap Leticia dengan sedih.
" Saya terluka atau tidak ! itu bukan lah urusan yang mulia, anda sudah melewati batasan ! daripada memikirkan hubungan orang lain, lebih baik pikirkan hubungan anda sendiri dan tunangan anda " Leticia marah
" Tisha.. apa aku melewati batasan ?" tanya Darren dengan ekspresi yang terluka
" Ya, benar. Batasan sebagai teman sudah kau lewati " jawab Leticia
" untuk membuat seseorang berhenti berharap padamu, mungkin bersikap kejam adalah cara terbaik. Semoga, kau mengerti maksud ku pangeran Darren dan maafkan aku..." batin Leticia merasa bersalah
Hati Darren terluka dan sedih mendengar Leticia marah padanya. Ia tak menyangka bahwa perasaan Leticia pada Alexander tidak sesederhana yang sebelumnya ia pikirkan. Alexander dan Leticia pergi meninggalkan, Darren yang terlihat kesal dan sedih.
" Apa aku tidak punya kesempatan? baiklah, jika kau tidak memberikan kesempatan itu, aku akan membuat kesempatan untukku sendiri. Maafkan aku Tisha, kalau untukmu.. aku akan menjadi keras kepala " batin Darren yang masih berharap.
***
Malam itu..
Alexander dan Leticia berteleportasi ke istana Fostiarus. Raja itu memperlihatkan bahwa ia selalu merawat tanaman matahari yang ditanam oleh Leticia. Bunga-bunga itu tumbuh banyak dan terlihat sangat indah, belum lagi Alexander memasang lampu penerangan di sekitar taman bunga matahari itu.
Setiap melihat tanaman matahari, Alexander mengatakan bahwa ia selalu teringat dengan Leticia.
" Sudah lama sejak aku meninggalkan istana ini, bunga-bunga nya mekar semakin banyak " Leticia tersenyum melihat bunga matahari.
" Aku merawat nya dengan baik kan? ayo puji aku " kata Alexander meminta
" hehe kau seperti anak kecil saja, tapi kerja bagus deh. Terimakasih sudah ingat merawat bunga bunga ini selama aku tidak ada " kata Leticia senang
Alexander tersenyum senang mendengar pujian dari kekasihnya itu. Tiba-tiba dari tangannya muncul cahaya, dan dari cahaya itu ada setangkai bunga mawar merah dan ada bungkusan plastik.
" Woah.. apa itu?" Leticia takjub melihat sihir yang di gunakan Alexander, terlihat seperti sulap baginya.
" Benar benar dunia fantasi " batin Leticia kagum
" Ini bunga mawar, apa kau tidak bisa melihat?!" kata Alexander sambil menunjukkan bunga itu pada Leticia.
" Lihatlah dia, sifat menyebalkan nya muncul lagi.. haa.." gerutu Leticia dalam hatinya
__ADS_1
" Maksud ku, apa kau memberikan ini untukku?" tanya Leticia langsung pada intinya
" Memangnya ini untuk siapa, dasar bodoh. Ya sudah kalau tidak mau " Alex cemberut dan menyimpan bunga nya kembali
" kau sangat pemarah ya, aku tidak bilang tidak mau tuh. " kata Leticia sambil tersenyum lebar
" Jadi kau mau kan?" tanya Alexander cuek
" kau memberikan bunga dalam rangka apa, ini kan tidak biasanya kau lakukan?" tanya Leticia sambil mengambil bunga mawar itu dari tangan Alexander.
" Itu.. itu karena aku berterimakasih, kau sudah memujiku " jawab Alexander dengan gaya jaim nya
" Astaga, aku ngomong apa sih? bukannya tadi aku mau bilang kalau aku membawa bunga karena aku rindu padanya. Kenapa aku malah mengatakan hal yang lain?" batin Alexander bingung
" Benarkah? padahal tidak usah repot-repot "
" Aku.. Chia.. ayo kita berkencan "
" Ya? APA?!!"
" Kencan, ayo kita kencan seperti pasangan pada umumnya. Bukankah kau mengatakan kalau kau ingin berkencan?" tanya Alexander
" Jadi kau ingat ucapan ku waktu itu?" Leticia terharu
" Iya aku ingat. Jadi, ayo kita kencan " jawab Alexander gugup
Raja tiran itu menawarkan kepada Leticia untuk pergi kencan ke taman, danau, dan tempat-tempat indah lainnya. Namun, wanita itu menolak. Ia mengatakan bahwa ia hanya ingin berada di istana Fostiarus, di taman bunga matahari. Leticia mengusulkan agar mereka jalan-jalan di taman bunga saja.
Wanita itu terus memegang dan menciumi bunga yang di berikan Alexander kepadanya. Ia sangat senang, seperti hatinya saja yang berbunga-bunga. Alexander sampai kesal pada bunga itu karena terus di ciumi oleh Leticia.
" Apa kencan itu begini saja?" tanya Alexander heran
" kenapa? kau bosan ya? " tanya Leticia
" Bukan begitu, aku hanya heran saja karena biasanya wanita lain akan melakukan kencan pertama mereka ditempat tempat romantis, tapi kau hanya ingin berada disini saja. Kau juga tidak minta macam-macam "
" APA??! jadi wanita lain seperti itu??!" tanya Leticia kesal
" Ada apa dengan nada bicaramu?apa aku salah bicara?" tanya Alexander bingung
" dasar pembohong, dia bilang tidak pernah berkencan dengan siapapun. Tapi dia bicara seolah olah dia sudah pernah berkencan. Memang sih dengan wajahnya itu, mana mungkin dia tidak pernah pacaran. Apa jangan-jangan, tentangnya yang tidak bisa menyentuh wanita lain selain diriku itu adalah bohong?" batin Leticia kesal
" Aku mau pulang, aku lelah dan mau istirahat " Leticia sebal
" Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? kenapa dia terlihat kesal?" batin Alexander bingung
" Kenapa? kita kan belum lama sampai.. " tanya Alexander
" Aku dalam mood yang buruk, jadi kencan nya tidak usah dilanjutkan saja " kata Leticia ngambek
" Kalau kau begitu inginnya berkencan, silahkan lakukan saja kencan nya dengan wanita lain " kata Leticia sinis
Leticia berjalan di depan Alexander dengan wajah ngambek nya, pria itu heran dengan perubahan sikap Leticia yang begitu mendadak. Tanpa pikir panjang, Alexander menarik tangan Leticia. Sehingga wanita itu sekarang berada di dalam pelukan nya.
" Kyaa !! apa yang kau lakukan?" Leticia terkejut
" Ini tidak akan lama, setelah ini aku akan pergi ke Winterne. Menurut lah, kita akan berkencan "
kata Alexander
" Dasar pembohong " gumam Leticia kesal
" Aku ada bohong apa?" Alex bingung
" Kau bilang kau tidak pernah berkencan atau menjalin dengan siapapun, tapi kau bicara seolah olah kau punya banyak pengalaman dengan banyak wanita !" Leticia kesal
" Apa? darimana datangnya pikiran bodoh mu? walaupun aku seorang tiran, tapi aku bukan playboy dan pembohong. Semua orang tau kalau aku tidak bisa bersentuhan dengan wanita manapun.. " Alexander menjelaskan
" Entahlah sekarang aku tidak percaya, waktu itu aku melihatmu dengan seorang wanita di kamar mu. Dan kalian seperti sedang tidur bersama, dan juga mana mungkin pria tampan seperti mu dengan kekuasaan, kekuatan yang besar tidak memiliki seorang wanita !" wanita itu menggerutu kesal
" Aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun, bahkan aku tidak bisa menyentuh wanita manapun. Wanita yang kau lihat dikamar ku saat itu adalah salah paham "
" Salah paham apa? terus dia siapa?" tanya Leticia cemburu
" Apa kau sedang cemburu?" tanya Alexander senang
" Jangan mengalihkan perhatian deh ! siapa wanita itu?!" tanya Leticia kesal
Pria itu menghela napas panjang, ia pun menjelaskan bahwa wanita itu adalah seorang wanita bayaran yang ia mintai pertolongan.
Karena ia ingin membuat Leticia menjauhinya dan salah paham padanya, ia juga mengaku bahwa saat itu dirinya sudah memiliki perasaan pada Leticia, tapi ia belum yakin dengan perasaan itu. Alexander senang mengetahui bahwa Leticia cemburu padanya. Setelah mendengar penjelasan dari kekasihnya, Leticia mengerti dan memaafkan Alexander.
" untuk orang yang pernah di selingkuhi, kau cukup pengertian ya. Kau tidak takut aku akan selingkuh?" tanya Alexander
" Haha.. aku tidak percaya kau bisa melakukannya, kau hanya mencintai ku seorang. Hatimu sudah menjadi milikku " Leticia tertawa, dalam kata-kata nya mengandung arti rasa percaya diri
" Kau sangat percaya diri ya, aku sedikit tidak senang dengan jawaban mu yang santai itu. Seharusnya kalau kekasihmu selingkuh, kau itu marah atau melakukan apa ke ?" tanya Alexander heran
" Buat apa aku marah? marah itu hanya membuang-buang tenaga. Jika kau selingkuh, aku masih punya banyak pria lain di luar sana yang bersedia menjalin hubungan denganku " kata Leticia santai
" Oh, kau berani?" Alex menatap tajam pada Leticia.
" Ya ampun, dia marah " batin Leticia senang
" Ampuni aku yang mulia, aku hanya bercanda hehe" jawab Leticia sambil tertawa kecil
__ADS_1
" Aku tidak suka candaan mu itu " Alexander cemberut
" Baiklah baiklah, maafkan aku " Leticia melipat tangannya sebagai tanda permintaan maaf
Pasangan itu menghabiskan waktu kencan malam mereka dengan berjalan-jalan di taman. Di setiap jalan, Alexander menggunakan sihirnya untuk menyalakan kembang api seperti keinginan Leticia sebelum nya. Wanita itu terharu dengan Alexander yang mengingat semua keinginan kecilnya dan mengabulkan nya.
DUAR
DUAR
DUAR
" Woah.. biasanya aku hanya melihat kembang api di saat festival, tapi hari ini aku melihatnya tanpa harus ada festival !" Leticia kegirangan
" Kau suka?"
" Sangat suka ! kau ini seperti Doraemon saja ya, bisa mengabulkan semua keinginan " kata Leticia senang
Setelah mendengar kata-kata Doraemon, tiba-tiba wajah Alexander menjadi murung. Ada apa dengannya? Leticia juga bingung dengan nya. Tiba-tiba Alexander menghentikan kembang api nya, dan berwajah muram.
" Ah, apa aku mengatakan sesuatu yang salah? kenapa wajahnya seperti mau membunuh orang begitu? " batin Leticia bingung
" Kenapa kembang api nya berhenti? apa kau..
Kedua tangan pria yang kokoh itu meraih Leticia. Merangkul leher wanita itu, dan mendorong nya ke depan wajah Alexander. Tanpa memberi aba-aba dulu, Alexander mencium bibir Leticia dengan napas yang memburu dan terburu buru. Leticia terkejut dengan ciuman yang tiba-tiba itu.
Leticia melingkarkan tangannya di leher Alexander dan menerima ciuman yang di berikan kekasihnya.
Hmpp.. Lex..
Um..
Hmphh..
Lama kelamaan ciuman yang bergairah itu membuat Leticia tidak bisa bernapas, ia memukul mukul tubuh Alexander berkali-kali, mengisyaratkan agar menghentikan ciuman nya, atau setidaknya memberikan nya napas.
Hmph... Lex..
" Ada apa dengannya?kenapa dia.." batin Leticia bingung
" Akhh!! kenapa kau menggigit ku?!" Alexander menghentikan ciuman nya dan memegang bibirnya
" Tiran Psikopat! kau hampir membuatku mati tau? aku tidak bisa bernapas !" seru Leticia marah
" Salah siapa, kau menyebutkan nama pria lain di hadapanku. Kau tidak ingat ya? itu hukuman !'
" Pria lain? siapa pria lain itu?!" tanya Leticia polos
" Itu..yang namanya emon.. jangan pura-pura tidak tahu " jawab Alexander kesal
" maksudmu Doraemon? PFutt.. Hahaha.. " Leticia tertawa sambil memegang perutnya
" Asik ya, tertawa sendiri?" tanya Alexander ketus
" Kau cemburu pada Doraemon? dia bahkan bukan manusia.. haha..kau ini benar-benar..uhh.. haha.."
Alexander bengong melihat Leticia yang tertawa sendiri. Tak lama setelah tawanya berhenti, Leticia menjelaskan bahwa Doraemon itu adalah tokoh dalam film yang selalu ia tonton setiap pagi hari. Ia juga menjelaskan bahwa Doraemon bukan manusia tapi seekor rakun.
" Jadi, aku cemburu pada seekor rakun yang bahkan tidak hidup?" tanya Alexander merasa aneh
" Iya, kau lucu sekali tau.. haha.."
" Kau orang kedua yang menertawakan ku, aku jadi merasa menjadi lelucon.. Aish.. benar-benar.. " gumam Alexander malu
" Lalu, siapa orang pertama ?" tanya Leticia
" Daniel " jawab Alexander singkat
" Haha.. sudah kuduga, kami memang sepemikiran " jawab Leticia sambil tertawa
" Hanya kalian yang menganggap ku lelucon " kata Alexander kesal
" Haha.. kau kesal ya? kalau begitu kau bunuh saja kami hehe " Leticia tersenyum santai
" Kalian berdua adalah orang yang penting bagiku, aku tidak mungkin membunuh kalian. Meskipun kalian menyebalkan dan membuatku kesal. " kata Alexander jujur
" Ohoho.. aku merasa beruntung, ternyata aku adalah orang yang penting bagimu " Leticia menatap Alexander sambil tersenyum hangat
Mereka berdua menceritakan masalah mereka masing-masing, Alexander menceritakan tentang kerusuhan para penjarah di Winterne, dan ia akan sibuk dalam beberapa hari ke depan.
Sementara Leticia menceritakan bahwa ia melakukan hal menarik di pasar dan melawan seorang gadis bangsawan yang semena-mena pada rakyat biasa.
Mereka berbincang sambil makan kue yang di bawa Alexander, dengan nyaman dan nyambung. Meskipun karakter mereka berbeda jauh, Alexander yang cuek dan dingin. Leticia yang cerewet dan ceria. Mereka saling melengkapi satu sama lain....
Leticia dan Alexander berjalan di taman. Tak sengaja tangan mereka bertabrakan saat berjalan. Alexander tersenyum, lalu meraih tangan Leticia dan menggenggamnya.
" eh kenapa kau memegang tanganku?"
" Tangan kita terus bertabrakan saat berjalan, lebih baik begini kan? kau jangan salah paham..kalau aku ingin mengenggam tanganmu.." pria itu bergaya jaim, lalu mencium punggung tangan Leticia.
" Bilang saja kau ingin menggenggam tanganku, pakai alasan segala..." batin Leticia senang
Kedua mata Leticia terbuka lebar, ia kaget dengan perilaku tidak biasa Alexander. Hatinya kembali berdebar-debar, pria setampan Alexander adalah kekasihnya, dan saat ini pria itu sedang menggenggam tangannya dengan erat.
Diam-diam Leticia dan Alexander menyembunyikan senyuman mereka.
__ADS_1
...---***---...