
Hai Readers setiaku, ga kerasa udah masuk episode 120 lagi ya 😂😊
Btw makasih banget yang banyak untuk yang kasih support nya berupa vote dan gift untuk novel author yang masih banyak kekurangan nya ini.🙏😊
Semoga cerita ku ini bisa menghibur kalian, jangan lupa klik jempol dan kasih komen nya kau udah baca..
Makasih
Happy reading 😘🤗
******------
" Jadilah permaisuri ku, dan tinggal bersamaku" kata Lucifer
" Kau boleh minta apa saja, tapi jangan meminta hal itu. "
" Baiklah, kalau begitu aku ingin kau mematahkan hati Alexander. "
" Apa maksud mu?" tanya Leticia
" Jika kau ingin menyelamatkan semua nya, kau harus meninggalkan nya "
" APA?! aku tidak akan melakukan itu! " seru Leticia
Leticia teringat kata-kata Alexander padanya sebelumnya.
Ketika seluruh dunia mengabaikan ku, kau lah yang harus selalu ada di sisiku. Kau sudah janji padaku Chia.Dalam keadaan sesulit apapun, kau harus bersamaku.
Ia tak bisa mengkhianati Alexander apalagi meninggalkannya. Leticia sudah berjanji akan selalu bersama Alexander dalam keadaan apapun, dan ia tak bisa mengingkari nya. Dalam kebimbangan dan kesedihan, Leticia melihat cincin yang ada ditangannya.
" Kematian dan hidup mereka, tergantung dari keputusan mu. Lebih baik kau berfikir dengan bijak " Lucifer tersenyum sinis seperti merencanakan sesuatu. Mulutnya komat-kamit, entah mengucapkan apa.
Cermin itu memperlihatkan lagi, Alexander yang sudah ada di depan kastil dan sedang mencarinya. Tiba-tiba sesuatu melesat ke arah Alexander dan menggigit tangannya. Saat hewan kecil yang entah apa namanya itu menggigit tangannya, kulit Alexander berubah menjadi ungu. Dan pria itu tampak kesakitan.
" Arghh.. apa ini? kenapa tubuhku.. "
Tidak, aku harus bertahan. Aku harus membawa Leticia dan anak kami kembali.
Alexander mengerang kesakitan, tubuhnya ambruk dan ia terjatuh di depan kastil Iblis. Leticia terkejut dan panik melihat suaminya dalam kondisi seperti itu.
" Apa yang terjadi? apa yang kau lakukan padanya?!!" teriak Leticia sambil memegang Lucifer dengan penuh kemarahan.
" Itu adalah racun iblis, kau tidak lihat tubuhnya berubah menjadi ungu? dalam 3 menit, jika kau masih belum membuat keputusan maka dia akan mati karena racun itu. "
" Apa? kau benar-benar kejam !" seru Leticia marah
Alex, aku harus bagaimana? Alex..
Hati Leticia tercabik-cabik melihat Alexander yang berusaha untuk menemui nya. Berjalan tertatih-tatih dengan kondisi terluka parah. Wajah pucat dan seluruh kulitnya hampir menjadi keunguan semuanya.
" Buatlah keputusan, atau dia akan mati. Kau hanya punya kurang dari 3 menit" kata Lucifer tegas.
" Apa kau punya penawarnya?" tanya Leticia
Alex, maafkan aku. Maafkan aku.
" Bagus, jadi pada akhirnya kau memilih diriku " Lucifer tersenyum dan dari tangannya ada sebuah pil berwarna merah.
Tidak akan kubiarkan kau bahagia Alexander, kau akan kembali menjadi tirani yang kejam dan iblis seperti ku. Pada akhirnya kau akan sama saja.
" Berikan padaku !" seru Leticia yang berusaha mengambil pil itu dari tangan Alexander.
" Kau harus berjanji dulu padaku, setelah aku memberikan ini kau akan tinggal bersamaku dan menjadi permaisuri ku "
" Baik, tapi kau harus berjanji untuk melepaskan semua orang yang ada di bumi dari iblis iblis busuk mu itu, menjamin keselamatan mereka dan memberikan pil penawar itu padaku " Leticia terlihat pasrah dan sedih.
Ia tau bahwa keputusan yang diambilnya itu akan melukai hati Alexander. Tapi, demi keselamatan semua orang yang ia sayangi ia rela berkorban. Ditengah kesedihan dan kemarahan Leticia, Raja iblis itu tersenyum puas karena Leticia sudah memilih pilihan yang tepat.
Setelah mendengar janji dari Leticia, Raja iblis itu menyuruh semua pasukan iblis nya yang berada di dunia manusia untuk menghentikan serangan nya dan kembali ke dunia iblis. Leticia melihat sendiri dari cermin ajaib bahwa iblis iblis itu menuruti perkataan Lucifer.
Orang-orang yang berada di bumi merasa lega melihat matahari terbit dan para iblis mulai menghilang. Leticia lega melihatnya, apalagi saat melihat kakak dan kakak iparnya baik-baik saja.
" Sekarang berikan pil itu padaku, cepat !"
" Aku tidak bisa begitu saja memberikan pil nya padamu. "
" Kau mau macam-macam dengan ku!!"
" Aku tidak bisa mentolerir kalau kau berbohong " Lucifer menatap Leticia dengan penuh keraguan
" Aku kan sudah berjanji padamu, aku tidak mungkin ingkar " Leticia kesal
Lucifer menusuk salah satu jari milik Leticia, keluarlah darah dari sana. Lucifer menjilat darah itu, lalu ia juga melukai jarinya dan membuat Leticia meminum darahnya dengan paksa.
" Ohok..ohok.. kau sudah gila ya " Leticia batuk-batuk setelah meminum sedikit darah dari tangan Lucifer.
Raja iblis ini benar-benar tidak waras. Aku tidak mengerti bagaimana perasaan nya padaku? tunggu saja, aku akan membalas mu karena sudah melukai orang-orang yang kucintai.
__ADS_1
" Ini namanya janji darah. Jika kau mengingkari janji ini, kau dan Alexander akan celaka. " kata Lucifer
Lucifer melempar pil penawar racun pada Leticia. Wanita hamil itu segera berlari, Lucifer membiarkan Leticia pergi menemui Alexander yang sedang berjalan dengan gontai di lorong kastil.
" Aku akan tau kalau kau berbohong, kau harus mengatakan padanya dengan tegas bahwa kau akan meninggalkan nya !" ujar Lucifer
Leticia terlihat marah saat mendengar nya, ia mengabaikan Lucifer dan terus berlari menemui suaminya. Mereka bertemu di ujung lorong, disana juga ada tabib Erin.
Napas Leticia terengah-engah ia menghampiri Alexander yang jatuh terduduk. Saat melihat Leticia, Alexander kembali berdiri. Mencoba menegakkan tubuhnya.
" Leticia ? ini benar-benar kau ?" tanya Alexander tak percaya bahwa di depannya ada Leticia
" Yang mulia Ratu, yang mulia Raja dia seperti nya keracunan " kata Tabib Erin cemas
Tanpa banyak bicara lagi Leticia memasukkan pil penawar itu ke dalam mulutnya, kedua tangannya meraih pipi Alexander yang terasa dingin.
" Chia, apa yang kau..."
Leticia memotong kata-kata Alexander dan memberinya sebuah ciuman di bibir, Leticia memasukkan pil penawar itu ke dalam tubuh Alexander melalui ciuman.
GULP
Alexander menelan pil itu. Kedua tangan kekarnya memeluk Leticia dengan erat. Mereka menikmati ciuman itu selama beberapa saat. Tabib Erin terlihat senang karena Alexander dan Leticia sudah kembali bertemu.
Kalau si iblis sialan itu berbohong tentang pil ini, aku tidak akan memaafkan nya.
Leticia menepis tangan Alexander yang memeluknya. Perlahan-lahan tubuh Alexander mulai pulih, warna kulitnya kembali normal. Ternyata penawar racun itu benar-benar ampuh. Leticia terlihat lega melihat Alexander sudah membaik.
Namun, apa yang akan terjadi setelah itu?
" Leticia, ayo kita pulang. Aku sangat merindukanmu " Alexander hendak memeluk Leticia, akan tetapi..
" Jangan sentuh aku "
" Leticia, ada apa denganmu?" tanya Alexander tak mengerti
" Pulanglah sendiri, jangan bawa aku " kata Leticia dengan nada ketus
" Kau masih sempat-sempatnya bercanda disaat seperti ini ya? ayo kita pulang ke istana kita. Sebelum raja iblis itu datang kemari "
Alexander tersenyum dan mengulurkan tangan nya pada Leticia. Tapi wanita itu mengabaikan nya dengan wajah marah.
" Aku tidak bercanda, kau pulanglah sendiri bersama tabib Erin. Aku tidak akan pergi !" seru Leticia
Alex, maafkan aku.
" Kau kenapa sih? apa kau marah karena aku baru datang menjemput mu? kalau begitu, maafkan aku ya " Alexander menatap Leticia dengan penuh kerinduan dan memegang tangan Leticia
Tidak, Lex kau jangan minta maaf. Aku yang salah disini, aku yang salah.
" Ya, aku marah. Aku kecewa padamu, kau bilang kau akan selalu melindungi ku tapi apa buktinya? kau sama sekali tidak bisa membuktikan kata-kata mu ! " kata Leticia setengah berteriak
Alexander dan tabib Erin tercengang mendengar kata-kata Leticia yang ketus, karena Leticia tidak pernah marah sampai mengucapkan kata-kata dengan nada ketus apalagi berteriak pada Alexander.
Dalam hatinya Alexander merasa bersalah pada istrinya, ia membenarkan dan menerima semua perkataan Leticia padanya dengan lapang dada.
" Leticia aku minta maaf, memang benar aku tidak becus melindungi mu. Tapi kedepannya aku akan berusaha .."
" Cukup ! ini adalah yang terakhir kalinya, tidak ada lagi ke depannya. Aku tidak mau bersama pria lemah seperti mu yang tidak bisa memegang janji nya. " Leticia memotong perkataan Alexander. Wajah Leticia terlihat marah dan dingin pada Alexander.
Itu pertama kalinya Alexander terpana melihat Leticia yang benar-benar marah padanya. Pertama kalinya Alexander mendengar Leticia berkata kasar padanya dan menyakiti hatinya. Tapi Alexander tidak marah sama sekali, ia malah kebingungan dengan sikap Leticia.
Dengan sabar Alexander membujuk Leticia untuk pulang bersamanya. " Aku akan menerima hukuman ku nanti saat kita kembali ke istana. Sekarang mari kita pulang dulu ya?"
Kenapa Alex? kenapa kau masih sesabar ini menghadapi ku? kenapa kau masih disini dan menerima semua perlakuan kasar ku padamu? pergilah Alex, aku tidak tahan lagi. Aku tidak tahan menahan air mata ini lebih lama lagi.
" Aku tidak mau pulang " jawab Leticia sinis
" Leticia ada apa denganmu? " tanya Alexander sambil menatap heran pada Leticia
" Akhirnya kau menyadari juga bahwa pria ini tidak pantas untukmu " kata Lucifer yang tiba-tiba muncul dan berdiri di samping Leticia
" Kau !" Alexander menatap Lucifer dengan penuh kebencian
" Apa kau tuli? aku tidak mau melihat mu lagi, jadi pergilah dari sini !" ujar Leticia mengusir dengan tegas
Aku minta maaf Alex. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu.
" Leticia !! " teriak Alexander
Ada apa dengan nya? kenapa dia tiba-tiba seperti ini?
" Pergilah dari sini Raja Alexander " kata Leticia sambil membalikkan badannya dari Alexander
" Leticia apa yang terjadi? kau sedang bercanda kan?" tanya Alexander
" Apa aku terlihat sedang bercanda, Raja Alexander? " tanya Leticia sinis
__ADS_1
Alex, pergilah. Kumohon pergilah untuk sekarang. Aku akan berusaha membuat keadaan berbalik seperti sediakala. Aku akan berusaha agar kita bisa kembali bersama. Jadi, Alex. Pergilah.
" Kau tidak dengar apa kata nya? pergilah dari sini " kata Lucifer
Alexander memegang tangan Leticia dan menatapnya dengan penuh harapan. Hati Leticia sakit melihat Alexander memohon padanya, dan menatapnya dengan sedih.
" Aku tau kau marah, tapi kumohon jangan seperti ini. Demi anak kita, kumohon berikan aku kesempatan. Kau boleh menghukum ku, apapun itu akan aku terima. Tapi, jangan mengusirku, aku kesini untuk menjemput mu. "
Aku tidak mengerti apa yang terjadi padamu Chia, tapi ini pasti ada hubungannya dengan Lucifer. Ada apa ini sebenarnya?
Dengan cepat Lucifer membuka lingkaran ke dunia manusia dan membuat Alexander, juga tabib Erin masuk ke dalam lingkaran itu.
" Tidak ! Leticia !!" teriak Alexander
Kenapa? kenapa kau melakukan ini? kau berjanji untuk selalu bersamaku apapun yang terjadi diantara kita. Kenapa Leticia?
SLING
Mereka berdua menghilang dalam sekejap di depan mata Leticia. Wanita itu tak bisa menahan air mata nya lebih lama lagi, air matanya mengalir deras. Hatinya sakit harus kembali berpisah dengan Alexander.
Alex, maafkan aku. Kau pasti marah padaku kan? kau pasti membenciku bukan?
" Sudahlah, jangan buang buang air mata mu itu untuk manusia setengah iblis rendahan seperti nya. Lihatlah wajah cantikmu jadi ternodai oleh air mata, sayang sekali " Lucifer tersenyum dan menyeka air mata Leticia dengan tangannya
Leticia menepis tangan Lucifer yang menyentuhnya dengan kasar. " Singkirkan tangan kotor mu itu dari wajahku !"
" Aku akan bersabar dulu untuk sekarang, silahkan menangisi nya sepuas mu. Karena kau tidak akan pernah melihatnya lagi, kau milikku sekarang. Bayimu juga adalah milikku " Lucifer tersenyum puas melihat Leticia menangis.
Lihat saja nanti, akan ku buat kau bertekuk lutut di depanku. Akan ku buat kau mengemis ngemis meminta maaf padaku dan Alexander.
Wanita hamil itu menatap Lucifer dengan penuh kebencian. " Suatu saat nanti tatapan kebencian mu padaku akan berubah menjadi tatapan cinta dan penuh kasih yang selalu kau tunjukkan pada Alexander sialan itu "
Ada rasa tidak suka di dalam pikiran Lucifer saat melihat Leticia menangis untuk Alexander. Kemudian, Lucifer mengurung Leticia kembali di kamar yang sebelumnya ia tempati. Ia masih belum berhenti menangis bahkan setelah Lucifer meninggalkan nya sendirian.
Leticia yang sudah menahan kemarahannya pun menangis sedih meratapi nasibnya. Ia tak kuat menahan semua kesedihan nya lagi. Air matanya keluar, seolah sesuatu sedang meledak di dalam hatinya.
" hiks.. Alex maafkan aku, anakku maafkan ibumu, ini aku lakukan demi kalian " Leticia menangis sambil mengelus perutnya dengan lembut.
Tak lama kemudian ia tersadar bahwa ia tak boleh stress, atau sedih karena itu akan sangat berpengaruh pada keadaan bayinya.
" Leticia kau harus kuat, semua badai ini pasti akan segera berlalu. Semuanya akan indah pada waktunya. Bahkan setelah langit mendung dan hujan yang besar, akan ada pelangi. Seperti itulah jalan hidupku nantinya. Aku akan menunggu dan berusaha agar membuat pelangi itu hadir untuk hidupku. Sekarang mari berfikir positif dan cobalah untuk relax Leticia, misi mu sekarang adalah menjinakkan sang Raja iblis " gumam Leticia sambil tersenyum dan menyeka air matanya.
Tak bisa dipungkiri bahwa hatinya sangat merindukan ayah dari anak yang dikandungnya itu. Leticia merasa sedih karena sekarang ia dan bayinya harus berjuang sendirian di dunia iblis itu. Dan yang paling menyakitkan hatinya adalah saat ia harus menyakiti Alexander dengan kata-kata nya.
Namun ia berpegang teguh pada kekuatan yang dimiliki nya, bahwa ia bisa membuat Raja iblis yang tidak punya hati itu jadi mempunyai hati, dan berharap hatinya akan tergerak oleh kekuatan nya.
🍂🍂🍂
Tabib Erin dan Alexander keduanya terlempar ke depan istana Fostiarus. Lingkaran sihir itu pun menghilang.
Beberapa pengawal menghampiri Alexander dan tabib Erin. Alexander terluka parah dan terkapar tak berdaya. Pria itu bersikeras ingin pergi ke dunia iblis untuk menjemput Leticia.
" Aku harus kembali.. aku harus kembali kesana... Leticia dan anakku masih ada disana ." kata Alexander yang setengah sadar
" Yang mulia, anda terluka parah !" seru Tabib Erin cemas
Drap, Drap, Drap
Gustaf, Daniel, William, berlari secepat mungkin saat mendengar Alexander sudah kembali. Mereka melihat Alexander yang terluka parah, dan setengah sadar. Sebenarnya Alexander berusaha menjaga kesadaran nya, disaat seperti itu ia masih tetap memanggil manggil nama istrinya.
Kini Alexander terbaring di ranjang nya dan diperiksa oleh tabib pria. Gloria juga ada disana untuk memeriksa keadaan Alexander. Gloria merasa heran karena Alexander hanya kembali dengan tabib Erin dan tidak dengan Leticia.
" Ini bukan saatnya untuk diperiksa ! aku harus kembali ke kastil Iblis, aku harus membawa Leticia kembali !"
Alexander sangat keras kepala, ia beranjak dari ranjangnya walaupun wajahnya sangat pucat, seluruh tubuhnya hampir remuk penuh luka setelah melawan puluhan iblis di dunia iblis.
Gustaf menahan Alexander dan membawa keponakan nya itu kembali ke ranjang. " Kau jangan keras kepala ! kau ingin tubuhmu hancur hah? kau bisa mati kalau terus seperti ini !" teriak Gustaf cemas
" Yang mulia anda harus istirahat, atau luka anda akan kembali terbuka" kata tabib pria itu cemas
" Aku tidak peduli ! aku harus menemui nya, aku harus membawanya kembali !" teriak Alexander histeris
KLING ....
BUGH
Gustaf menjentikkan jarinya ke arah kepala Alexander dan membuat Alexander tertidur kembali di ranjangnya. " Dasar keras kepala !" ujar Gustaf
Tidak ku sangka sihir tidur ku yang biasa nya tidak berfungsi padanya, bisa berfungsi pada saat ini. Apa itu karena dia sedang lemah?
" Tabib, periksa dia dan obati luka lukanya selagi dia tertidur. Karena kita tidak tau kapan dia akan bangun dan mengamuk lagi "
" Baik yang mulia " jawab tabib itu patuh
Gustaf segera meninggalkan kamar Alexander dan mempercayakan pengobatan Raja Fostiarus itu kepada sang tabib. Gustaf memanggil tabib Erin untuk menceritakan apa yang terjadi di dunia iblis, dan kenapa Leticia tidak ikut pulang bersama dengan Alexander dan dirinya.
...---****---...
__ADS_1