Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 72. Iblis medan perang ( S2 )


__ADS_3

🏰🏰🏰


Di istana Fostiarus, Alexander nampak sedang bersiap siap dengan baju besinya. Seperti nya pria itu akan kembali pergi berperang. Daniel cemas melihat Alexander yang terus-terusan menyiksa dirinya karena merasa bersalah.


" Yang mulia, anda tidak perlu turun langsung ke medan perang. " Daniel berusaha membujuk


" Apa apaan kau Daniel? banyak omong !" ujar Alexander dingin


" Yang mulia kan baru saja kembali, sebaiknya yang mulia beristirahat dulu saja. Sir Carl dan pasukan nya yang lain bisa menangani perang di perbatasan "


" Kau ini banyak omong ya ! kalau kau bicara lagi, aku akan merobek mulutmu itu !" seru Alexander sinis


" Yang mulia.."


" Kalau aku terus diam dan tidak melakukan apa-apa, aku akan terus mengingat nya. Dan itu sangat menyakitkan hatiku " gumam Alexander sedih


" Yang mulia, apa anda mengatakan sesuatu?" tanya Daniel yang kurang mendengar jelas gumaman Alexander.


" Jaga istana ini baik-baik selama aku pergi ! dan juga jaga taman matahari nya !" seru Alexander tegas


Daniel melihat kepergian Alexander dengan sedih dan khawatir. Kepala pelayan yang bernama Anne menghampiri Daniel dan membawakan sepiring makanan juga segelas minuman.


" Tuan Daniel, apa yang mulia sudah pergi?" tanya Anne


" Iya, Baginda sudah pergi " jawab Daniel dengan nada yang sedih


" Baginda selalu saja melewatkan sarapan paginya, seolah-olah semangat hidupnya redup " gumam Anne yang merasa kasihan melihat Alexander.


" Benar, Baginda selalu pergi ke medan perang seakan akan ia mencari kematian. Padahal sudah 2 tahun berlalu, sampai kapan yang mulia akan hidup seperti ini?" Daniel sedih


" Kepergian nona Leticia yang mendadak, membuat yang mulia Raja benar-benar sangat berubah. Seandainya saja nona Leticia bisa hidup sedikit lebih lama dengan yang mulia, saya dan pelayan lain juga merasa sedih dengan kepergian nya" Anne berharap.


" Nona Leticia seperti cahaya matahari bagi semua orang. Dan yang mulia seperti kehilangan cahayanya " gumam Daniel sedih


🔥🔥🔥


Di tempat lain, Derrick dan Harold sedang menunggangi kudanya, seperti akan pergi ke suatu tempat.


" Yang mulia, apa kita benar-benar akan kembali ke Ilios, hutan terlarang itu ?" tanya Harold


" Tentu saja, aku akan membalas dendam pada mereka " ucap Derrick sambil mengepalkan tangannya


Seperti nya yang mulia masih merasa belum puas sebelum menemui putri Zayana dan pangeran Gustaf yang menjadi penyebab kematian putri Leticia.


Setelah 2 tahun berlalu , Derrick telah berhasil mengumpulkan sebuah pasukan penyelamat rakyat jelata, dan lama-kelamaan pasukan itu berubah menjadi sebuah kerajaan yang diberi nama kerajaan Brilla sama seperti kerajaan nya yang telah hancur. Ia menjadi Raja ( pemimpin ) para rakyat yang kerajaan dan kehilangan tempat tinggalnya.


Derrick mengabdikan dirinya untuk rakyat yang membutuhkan dan menolong mereka yang tidak punya tempat tinggal. Ia membangun kekuatan juga untuk membalas dendam pada Zayana dan Gustaf yang sudah membuat adiknya mengalami kematian yang tragis.


****


Saat sampai di hutan terlarang, beberapa anak panah melesat ke arah Derrick dan Harold. Kedua pria itu dengan gerakan cepatnya, bisa menghindar dengan mudah.


SRAT


SRAT


SYUNG


SYUNG


JLEB


JLEB


" Haaa.. trik biasa " gumam Derrick meremehkan. Pria itu mematahkan anak panah yang melesat ke arahnya dari atas pohon.


Yang mulia Raja sangat kuat, setelah 2 tahun kepergian nona Leticia. Yang mulia bisa menguasai 3 elemen, yang hampir setara dengan Raja Alexander yang memiliki 4 elemen. Dia benar-benar bertekad untuk balas dendam. batin Harold


" Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" tanya Harold


" Bagaimana bisa aku terluka? Harold lebih baik kau tangkap salah seorang mereka " ujar Derrick tegas


Zayana dan pasukannya pasti bersembunyi di suatu tempat. Aku harus menemukan mu Zayana, aku akan meminta pertanggungjawaban mu.


" Baik yang mulia !"


" Satu lagi, jangan biarkan mereka mati. Tangkap hidup-hidup " ucap Derrick dengan mata yang tajam


Para pemanah itu berusaha kabur dan kembali ke markas mereka, tempat dimana Zayana dan para pengikutnya berada. Tak butuh waktu lama, Harold sudah berhasil menangkap salah satu dari kawanan pemanah itu.


BRAK


Pria pemanah itu tubuhnya diikat oleh tali yang kencang.


" Lepaskan saya !" seru pria pemanah itu ketakutan.


" Yang mulia, saya menangkap satu "


" Bagus, hey kau ! ku beri kau dua pilihan. Beritahu dimana keberadaan pasukan putri Zayana, jika kau bungkam, maka kau mati sekarang " Derrick memegang dagu pria itu dan menatap nya dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


Pria itu tertegun, tubuhnya berkeringat karena ketakutan. Ia merasakan aura membunuh dari Derrick. Aura yang hampir sama persis saat ia pernah bertemu dengan Alexander sebelumnya.


" Siapa namamu?" tanya Derrick


" Gordon " jawab Gordon singkat


" Kenapa kau melamun? apa kau sudah memilih mau yang mana?" tanya Derrick


" Itu... "


Gordon melamun dan terlihat memikirkan sesuatu.


#FLASHBACK


Desa Cardion ( tempat Zayana dan para pengikutnya ). Diego memberitahu Zayana bahwa Derrick dan anak buahnya sedang dalam pencarian mencari Zayana.


" Bagaimana ini yang mulia? haruskah kita bunuh saja Raja Derrick?" tanya Diego


" Jangan ! aku tau cepat atau lambat dia akan mencari ku, jika salah satu dari kalian tertangkap olehnya, beritahu saja keberadaan ku " kata Zayana


" Yang mulia ! tidak bisa begitu !" kata para pengikutnya serempak


" Ikuti saja perintahku ! " seru Zayana


" Baik yang mulia "


Sudah waktunya memberinya penjelasan, dan menebus kesalahan ku. Aku harus bertemu dengannya. batin Zayana


#END FLASHBACK


" Saya akan memberitahu keberadaan Putri Zayana " kata Gordon


Derrick tercengang mendengar kata-kata Gordon. Ia tak percaya, bahwa Gordon akan mengatakan tempat dimana Zayana berada.


" Kenapa?!! kenapa kau semudah itu memberitahu ku??!! apa yang kau rencanakan? apa yang dia rencanakan?!!" Derrick menarik dan mencengkram baju Gordon dengan kesal


" Ti.. tidak ada rencana apapun. Yang mulia putri hanya mengatakan tidak apa untuk memberitahukan keberadaan nya pada yang mulia Raja " terang Gordon gugup


" Apa? tapi kenapa?!!" tanya Derrick heran


" Maaf, tapi saya tidak tau alasan nya. Kenapa tidak anda tanyakan sendiri kepada tuan putri saat anda bertemu dengannya nanti?" tanya Gordon


" Tunjukkan aku jalannya ! kalau kau menipuku, kau mati ! " Derrick melepaskan cengkraman nya pada Gordon.


" Baik yang mulia " jawab Gordon patuh


Derrick terlihat curiga, tapi pada akhirnya ia menuruti Gordon juga.


🍂🍂🍂


Di medan perang..


Alexander sedang bertarung mati-matian di temani oleh pasukannya yang ada dibarisan belakang. Ia berhasil mengambil kepala dari pemimpin kerajaan Sakha.


" Hidup kerajaan Fostiarus !!! Hidup Baginda Raja Alexander !!" teriak para pasukan yang gembira dengan kemenangan Fostiarus.


" Kepala itu, terserah mau kalian apakan." kata Alexander dengan wajahnya yang dingin, dan penuh bercak darah itu.


Orang-orang mulai menjulukinya Raja Gila, tidak waras, iblis medan perang yang kejam. Padahal sudah lama julukan itu ia tinggalkan saat ia bersama Leticia. Namun, julukan itu kembali melekat padanya dengan tambahan Raja Gila sebagai julukan barunya.


Setelah kemenangan itu para kstaria minum-minum di tenda mereka.


" Senangnya, kerajaan kita menang lagi " kata pria 1 sambil meneguk minuman yang ada di gelasnya


" Itu sih sudah biasa, Raja kita adalah iblis di medan perang. Yang tidak biasa adalah orang-orang yang menjuluki nya Raja yang Gila " kata pria 2


" Aku juga sudah mendengar rumor nya, bagaimana bisa Raja kita yang kuat itu menjadi gila karena kehilangan seorang gadis? padahal gadis itu hanya putri dari negeri yang telah hancur?" tanya pria 3 tak percaya


" Jangan bicara sembarangan " ujar Sir Carl yang tiba-tiba muncul di depan mereka.


" Ketua !!" para kstaria yang sedang duduk, tiba-tiba berdiri saat melihat Carl dan langsung membungkuk memberi hormat


" kalian berbicara seolah gadis itu adalah gadis yang tidak pantas untuk yang mulia. Kalian juga tau kan seperti apa Baginda menempatkan wanita itu di hatinya? " tanya Carl kesal kepada bawahannya itu.


Para kstaria itu meminta maaf karena telah berbicara sembarangan.


" Status wanita itu dalam hati yang mulia sudah seperti Ratu, kita juga harus menghormati nya " Carl duduk di tengah-tengah para kstaria nya.


" Tapi ketua, ini sudah 2 tahun sejak kepergian nya. Seperti nya yang mulia Raja masih belum bisa melupakannya " tanya pria 2


" Bukan tidak bisa melupakan, hanya saja yang mulia Raja masih berharap kalau suatu hari nanti wanita itu akan kembali padanya "


" saya juga dengar beliau memanggil semua wanita berambut perak ke istana nya, hanya untuk memastikan benarkah wanita itu adalah nona Leticia atau bukan. Tapi, semuanya palsu dan mereka mengecat rambut mereka " terang pria 1


" Ya itu benar " jawab Carl sambil meneguk minuman yang ada di depannya


" Saya tidak percaya, kalau Baginda akan jatuh cinta sampai menjadi gila seperti itu. " pria 3 tak percaya


" Sudah kubilang jangan sembarangan bicara ! kau mau yang mulia ngamuk?" tanya Carl kesal

__ADS_1


" Iya saya minta maaf, duh.. " ucap pria 3 merasa bersalah


" sebenarnya aku juga berharap kalau wanita itu akan kembali. Ya meskipun itu tidak mungkin sih, orang yang sudah tiada tidak bisa hidup kembali. Hanya wanita itu yang bisa menenangkan yang mulia " terang Carl


Aku masih ingat jelas wajah Baginda saat kehilangan nona Leticia. Dia terlihat merasa bersalah dan sangat berduka. Meskipun ia tidak mengatakan apapun saat itu, tapi jelas-jelas hatinya pasti terluka.


" Benar juga, yang mulia terus menerus berada dalam peperangan dan membuat kita berada dalam situasi seperti ini " ucap pria 1 sedih


Terlihat Alexander sedang rebahan di padang rumput, ia melihat langit malam itu. Wajahnya terlihat tak bereskpresi, dan dingin seperti biasanya. Tak lama kemudian lamunannya terganggu oleh seorang nenek bertudung yang menatapnya dengan tajam dan senyum tipisnya.


" Siapa kau? " tanya Alexander sambil mengangkat pedangnya ke leher nenek misterius itu.


" Tidak penting siapa saya, saya hanya perantara yang akan menyampaikan berita bagus untuk Baginda Raja " jawab si nenek


Alexander terlihat heran melihat sosok nenek yang ada di tempat tengah-tengah medan perang. Apa mungkin nenek itu adalah hantu? ataukah mata-mata dari kerajaan musuh ? begitu pikirnya.


" Jangan banyak omong kosong! katakan kau mata-mata dari negara mana ?!!" Alexander membentak nenek itu


" Saya bukan mata-mata. Saya hanya perantara" jawab si nenek santai


" Apa maksud mu?!! katakan yang jelas sebelum aku memenggal mu?!" Alexander tegas


" Apakah Baginda Raja ingin gadis yang bernama Leticia itu kembali? " tanya Nenek serius


Dalam sekejap wajah Alexander yang semula datar, kini menunjukkan ekspresi. Terkejut, kaget dan marah.


" Apa maksud mu bicara begitu?!" teriak Alexander


" Dia akan kembali, dia juga ingin kembali pada yang mulia. Hanya saja dia kebingungan bagaimana caranya untuk kembali "


" apa maksud mu dia akan kembali?!!" Alexander semakin penasaran dengan nenek misterius itu.


" Jiwa nya masih hidup, tapi jiwanya bukan berada dunia ini lagi " jawab si nenek


" Kau ini.. " Pria itu terlihat gemas pada si nenek, tapi ia penasaran dengan perkataan si nenek.


" Apa yang mulia ingin gadis itu kembali?" tanya si nenek tegas


Raja tiran itu sempat terdiam, mendengar pertanyaan yang tegas dari si nenek. Ia yakin bahwa dari perkataan orang tua itu bukan main-main. Akhirnya Alexander menjawab dengan serius dan tegas, jika ada kesempatan ia ingin bertemu lagi dengan Leticia.


" Saya bisa membawanya kembali " jawab si nenek sambil membuka kerudung nya.


Saking kagetnya, Alexander sampai terjatuh ke rerumputan saat melihat wajah yang ada di balik tudung itu.


" Kau !!"


Mata si nenek itu menatap tajam pada Alexander.


🌹🌹🌹


Di Seoul, 3 hari setelah Yoon Joo siuman dari koma nya. Yoon Joo memutuskan untuk pergi dari rumah Ny. Min, ia berpamitan kepada Ny.Min dan Ga Eul yang sudah menampungnya selama ia koma. Dalam hatinya ia berkata bahwa ini sudah saatnya ia bangun dari mimpinya, dan menghadapi kenyataan bahwa ia tak bisa kembali ke dalam mimpi indahnya lagi. Dimana di dalam mimpi itu ia mendapatkan kasih sayang kakak, dicintai oleh pria yang ia cintai, dan dikelilingi teman yang tulus padanya.


Dunia nyata ini terlalu menyakitkan untuknya, dan bertolak belakang dengan kehidupan nya di negeri dongeng itu.


" bibi, Ga Eul.. aku sangat berterimakasih kalian sudah mau menampungku disini. Aku janji akan kembali dan membalas kebaikan kalian " Yoon Joo memegang tangan Ny.Min


" Kakak jangan pergi, kakak tinggal disini saja ! dan bermain dengan ku setiap hari " gadis kecil bernama Ga Eul itu merengek dan memeluk Yoon Joo.


" Yoon Joo, kami tidak keberatan kau tinggal disini kalau kau tidak punya tempat tujuan. Kami bersedia menerima mu disini, Ga Eul putriku juga senang dengan kehadiran mu " kata Ny. Min membujuk


" Maaf, aku tetap harus pergi. Aku punya pekerjaan di kota dan aku juga punya tempat tinggal kok " Yoon Joo tersenyum cerah


Sebenarnya aku tidak tau mau kemana, karena rumah ku sudah jadi milik si brengsek itu. Tapi, setidaknya aku punya tabungan untuk tinggal di hotel atau kosan sementara waktu.


" Huaa.. HuAaa.. hiks " Ga Eul menangis kencang, seperti nya ia tak ingin Yoon Joo pergi meninggalkan nya.


" Jangan menangis, Ga Eul. Kakak pergi bukan untuk selamanya kok, kakak akan mengunjungi mu lagi nanti. Kakak pulang ke kota besar karena kakak ada pekerjaan di kantor. " Yoon Joo mencoba membujuk anak yang menangis itu.


" Apa kakak tidak bohong? kakak akan kemari lagi kan?" tanya Ga Eul sambil sesegukan


Yoon Joo mengusap air mata Ga Eul dengan tangannya yang lembut dan penuh kasih sayang. Ny. Min tersenyum tenang melihat nya.


" Aku tidak bohong, aku janji ! akan kemari lagi "


" Janji ?" tanya Ga Eul tak percaya


" Janji. Mari kita buat janji kelingking?" tanya Yoon Joo ceria


Ga Eul dan Yoon Joo mengikatkan kelingking mereka lalu tersenyum ceria. Ga Eul juga sudah berhenti menangis. Yoon Joo pun pergi dan hanya membawa tas nya yang ia tinggalkan sebelum ia bunuh diri. Beruntung di tas nya itu masih ada buku tabungan dan ponselnya.


Wanita itu berjalan menuju ke jalan raya untuk mencari angkutan umum yang lewat. Dengan baju yang ia pakai dan tas selempang yang ia bawa.


" Aku tidak percaya ini, aku koma selama satu bulan dan tidak ada yang mencari ku? keluarga ku semuanya memang bebal ! mereka pasti senang kalau aku tidak ada. Mereka bukan keluarga ku ! bukan ! tapi, aku koma selama satu bulan disini dan aku hidup sebagai Leticia selama 6 bulan di negeri itu, tidakkah ini aneh? bagaimana perasaan kak Derrick, Alexander dan yang lainnya setelah kematian ku? apa mereka sedih?"


Alex, aku merindukan mu.. semoga kau baik-baik saja.


Yoon Joo memandangi cincin pemberian Alexander dan mencium cincinnya.


" Ini adalah bukti, kalau perasaan ku ini nyata. Kau benar-benar nyata " gumam Yoon Joo sambil tersenyum pahit.

__ADS_1


Disisi lain, Alexander yang masih berada di Padang rumput bersama si nenek itu, merasakan suara Leticia yang memanggil namanya.


...---***---...


__ADS_2