
.
.
Gustaf dan Leticia duduk di sofa, sementara Alexander tampaknya tertidur pulas. Akhirnya Gustaf angkat bicara, ia menceritakan kejadian masa lalu yang membuat Alexander sangat ingin memusnahkan Lucifer. Dan hubungannya dengan rasa takut, panik yang dialami Alexander.
Leticia siap mendengarkan cerita dari Gustaf.
#FLASHBACK
12 tahun yang lalu..
Hari dimana pertama kali nya Alexander dan Gustaf bertemu dengan Lucifer sang Raja iblis.
Ratu Clara ( ibu Alexander ), Alexander dan Gustaf sedang melakukan perjalanan ke bagian Utara kerajaan Fostiarus dengan tujuan untuk menghadiri acara amal di desa Winterne, yang letaknya tak jauh dari hutan terlarang. Mereka diikuti oleh beberapa pengawal kerajaan. Saat itu usia Alexander 8 tahun, dan Gustaf 10 tahun.
" Anakku, bagaimana dengan perjalanan ini? apa kau menikmati nya?" tanya Ratu Clara pada Alex
" Biasa saja " jawab Alex dingin
Seperti nya Alex masih belum bisa menerima kenyataan bahwa akulah ibu kandungnya. Tidak apa, masih banyak waktu untuk kami melakukan pendekatan.
Ratu Clara terlihat sedih dengan sikap dingin Alexander padanya. Tapi ia juga merasa pantas mendapatkan nya, karena sebelumnya Ratu Clara sudah membuang Alexander dan Cain (adik Alexander) ke desa Winterne. Alexander dan Cain bahkan tidak pernah mengenal Ratu Clara sebelum nya sebagai ibunya.
" Kau sangat tidak sopan pada yang mulia Ratu, sikap macam apa itu? " tanya Gustaf tak suka dengan sikap Alexander pada kakak iparnya itu.
" Tidak apa pangeran Gustaf, sudah lah." Ratu Clara memasang senyuman ramahnya.
Ini salahku, karena aku sudah menelantarkan Alexander dan Cain. Wajar saja sikapnya pada ku sekarang seperti ini. Tapi, aku akan memperbaiki segalanya.
" Yang mulia Ratu selalu saja membelanya, padahal dia kan sangat tidak sopan. Apalagi yang mulia Ratu adalah ibu kandungnya " gerutu Gustaf
Alexander terlihat tidak suka melihat Ratu Clara dan Gustaf. Bahkan dia cuek cuek saja saat melihat ibunya sendiri. Tak lama kemudian, kereta yang mengantar mereka sampai ke tujuan.
Yaitu Desa Winterne, desa yang merupakan kenangan masa kecil untuk Alexander, saudara kembarnya Kainer dan keluarga angkatnya. Hati Alexander merasa sedih saat menginjakkan kakinya kembali ke desa itu. Karena ia mengingat kejadian pembunuhan yang dilakukan Raja Edmund pada keluarga angkatnya.
" Alex, kau pasti lelah. Beristirahat lah dulu dengan pamanmu disana..." Ratu Clara tersenyum ramah, sambil menepuk bahu Alex dengan lembut.
" Jangan sok akrab denganku !" Alexander menepis tangan Ratu Clara yang menyentuhnya.
Deg, hati Ratu Clara terasa sakit dengan perlakukan Alexander yang kasar dan sinis padanya. Bagaimana pun juga Ratu Clara adalah ibu kandungnya? ibu mana yang tidak sakit hati, diperlakukan kasar dan ditolak oleh putranya sendiri.
" Sudah cukup Alexander ! kau tidak bisa berbuat seenaknya lagi pada yang mulia Ratu !' Gustaf mendorong Alexander dengan kasar, dan terlihat marah melihat perlakuan Alexander .
" Baiklah baiklah, aku hanya perlu minta maaf saja kan? Baginda Ratu, saya minta maaf " kata Alexander malas
" Minta maaf yang benar !" teriak Gustaf marah lalu memukul Alex tepat di pipinya.
BUK
BUK
Alex jatuh tersungkur ke tanah, ia pun membalas pukulan Gustaf. Akhirnya terjadi lah perkelahian diantara mereka berdua, Ratu Clara dan beberapa pengawal istana disana berusaha melerai mereka.
" Jangan hanya karena kau putra mahkota, kau bisa bersikap seenaknya pada ibu mu sendiri !" teriak Gustaf
" Jangan bawa-bawa nama putra mahkota, aku juga tidak sudi menjadi putra mahkota dan menjadi putranya. Kalau kau mau, kau saja yang jadi putra nya " kata Alexander sinis
" Apa kau bilang?!" suara Gustaf mulai meninggi
Apa Alex tidak mau aku menjadi ibunya? apa dia sangat membenciku?. Ratu Clara menahan air matanya, terlihat mata berkaca-kaca.
Setelah acara amal bersama anak anak desa Winterne itu selesai. Ratu Clara melihat Alexander sedang menyendiri di sebuah tebing, dan dibawah tebing itu ada sungai.
Kenapa Alexander menyendiri disana? apa ada sesuatu disana?
Alexander terlihat melamun dan melihat ke bawah tebing itu, ia teringat peristiwa yang sudah merenggut nyawa kedua orang tua angkatnya dan adiknya.
Tak lama kemudian, ada Daniel menghampiri Alexander.
" Yang mulia, kita harus segera kembali. Yang mulia Ratu pasti mencari kita " ucap Daniel
" Aku masih mau disini, biarkan saja dia menunggu "
" Tapi yang mulia .."
" Kau sangat berisik! enyah saja kau dari sini !" teriak Alexander marah
__ADS_1
" Yang mulia, apa tempat ini membuat yang mulia sedih? apa terjadi sesuatu disini?" tanya Daniel penasaran.
Tidak pernah ada yang menanyakan apa yang membuatku sedih. Hanya Daniel yang selalu mengerti perasaan ku. Bahkan disaat semua orang di istana tidak menginginkan keberadaan ku, dan menjauhiku. Dia satu satunya yang berada disisi ku, padahal aku selalu marah-marah padanya. Seperti nya aku bisa percaya padanya.
Semenjak kematian adik dan orang tua angkatnya, Alexander menjadi pribadi yang tertutup. Emosi dan temperamen nya tidak stabil. Semua orang yang baru pertama kali melihatnya pasti akan sebal dengan sikapnya. Tapi, hanya Daniel lah yang menemaninya dan mengerti sikap Alexander. Selain pada Daniel, tidak ada seorang pun yang bisa membuat Alexander bersikap terbuka.
" Tempat ini adalah tempat dimana aku melarikan diri, dan jalanan di hutan ini mereka.. mereka terbunuh di depan ku.."
Alex mengepal tangannya, wajahnya yang sebelumnya tidak terlihat punya emosi, sekarang mulai terlihat kemarahan dan kesedihan di matanya.
Ratu Clara masih melihat dan mendengar dengan diam-diam apa yang di katakan Alexander. Ia juga terlihat sedih melihat Alexander yang sedih.
" Siapa yang mulia? siapa yang terbunuh?" tanya Daniel. " Mungkinkah itu adalah..." Daniel terperangah dan berusaha menebak-nebak
" Iya, kedua orang tua ku, dan saudara kembar ku terbunuh di jalan di hutan ini. Dan tepat di tebing inilah aku melarikan diri, aku menjatuhkan diriku dan menyelamatkan diriku sendiri.." Di dalam kata-kata nya, ada rasa bersalah yang tak terbendung.
Saat itu ia hanyalah anak yang berusia 7 tahun, yang kehilangan keluarganya dalam satu hari. Lalu tiba-tiba ia mengetahui bahwa ia adalah keluarga kerajaan Fostiarus. Dan orang tua kandungnya adalah Raja dan Ratu dari Fostiarus. Hal itu membuatnya kaget.
Hati Ratu Clara sakit saat mengetahui kenangan dan arti tempat itu untuk Alexander. Seharusnya ia tidak pernah mengajak Alexander kembali ke desa Winterne, ia hanya membuka kembali luka di hati Alexander.
****
Ratu Clara berusaha bersikap baik pada Alexander, meskipun anak nya itu selalu mengacuhkannya. Sementara Gustaf, yang melihatnya merasa sangat kasihan pada Ratu Clara. Ia menganggap ratu Clara sudah seperti ibunya sendiri, tapi Alexander malah memperlakukan nya dengan sangat dingin.
Sore yang hampir menjelang malam, Ratu Clara, Alexander,Gustaf dan para pengawal istana Fostiarus bergegas kembali ke kerajaan Fostiarus.
" Alex, kau belum makan sesuatu dari tadi nak. Makanlah ini " Ratu Clara tersenyum dan memberikan apel yang sudah dikupas oleh nya sendiri pada Alex.
" Aku tidak lapar " Alexander menyilangkan tangannya di dada, dan berwajah dingin di depan ibunya
" Mana mungkin kau tidak lapar, kau belum makan dari tadi. Ibu akan menyuapi mu ya "
Ratu Clara ingin menyuapi Alex dengan satu potongan Apel. Namun Alex menepis tangan Ratu Clara dan membuat apelnya jatuh ke atas kereta.
PRAK
" Aku bilang aku tidak lapar !"
" Kau sudah keterlaluan putra mahkota !" teriak Gustaf emosi
Melihat wajah ibunya yang terlihat sedih, ada sedikit rasa tega di hati Alexander. Tapi, Alexander memilih diam dan tidak bicara apa-apa.
Tiba-tiba kereta yang mereka tumpangi bergetar hebat, Ratu Clara yang hampir jatuh ke ujung pintu kereta ditolong oleh Alexander.
" Terimakasih nak " Ratu Clara tersentuh dengan Alexander yang menolongnya. Meskipun Alexander tidak merespon kata terimakasih dari Ratu Clara.
Setidaknya Alexander masih peduli padaku, aku yakin aku bisa membuatnya menerimaku suatu hari nanti.
" Ada apa ini?" tanya Alexander pada para pengawal yang ada diluar
Salah seorang pengawal itu membuka pintu kereta dan memberitahukan pada mereka bertiga untuk segera melarikan diri.
" Yang mulia Ratu, Putra mahkota dan pangeran. Kalian harus cepat pergi dari sini !" ujar salah satu pengawal itu dengan luka parah di dadanya.
" Ada apa ini?" tanya Ratu Clara kaget
Ratu Clara, Gustaf dan Alexander pergi keluar dari kereta itu. Kereta yang mereka tumpangi sudah hancur.
Dan mereka kaget melihat para pengawal itu sudah berubah menjadi sesuatu yang lain. Saling menggigit satu sama lain, dan saling membunuh. Belum lagi di langit sore itu, tiba-tiba mendung dan petir muncul mengeluarkan suara yang menggelegar. Dan langit pun menjadi gelap seolah sudah tengah malam, padahal waktu hari belum malam.
JEDARRR
DUARRR
Will dan Daniel yang bertugas menjaga Gustaf dan Alexander, bergegas untuk membawa Gustaf, dan Alexander pergi dari tempat itu.
" Yang mulia Ratu, kita harus segera pergi dari sini !" ujar Sir Nine panik ( pengawal pribadi Ratu Clara )
Ratu Clara menatap fenomena yang aneh di langit itu, petir itu datang bersamaan dengan makhluk bertaring yang tampak seperti manusia itu.
" Mereka pasti memiliki pemimpin, kita tidak bisa pergi dari sini. "
" Yang mulia, kita harus pergi. Keselamatan anda..."
" Disini ada rakyatku, yang harus aku selamatkan. Sir Nine, berikan pedangku !" seru Ratu Clara tegas
" Yang Mulia ! anda tidak bisa melakukan ini !!" seru Sir Nine kaget
__ADS_1
" Kau mau melawan perintah Ratu, sir Nine?" Ratu Clara menunjukkan sorot mata nya yang tajam.
Dengan berat hati Sir Nine menyerahkan pedang milik Ratu Clara yang memiliki permata merah di pegangan nya. Pedang yang langka dan hanya satu satunya di seluruh kerajaan di dunia. Karena pedang itu adalah lambang cinta Raja Chade kepada Ratu Clara.
Ratu Clara tidak pergi, ia memutuskan untuk membantu orang-orang yang terluka dan diserang, tapi beberapa dari mereka terpaksa harus dibunuh karena berubah menjadi iblis. Gustaf dan Alexander juga tidak pergi dengan Daniel dan Will. Mereka ikut membantu Ratu Clara untuk menolong orang-orang.
Penyerangan itu tidak berakhir sampai malam tiba. Kekuatan dan tenaga para pengawal yang tersisa, sudah mulai terkuras habis. Ratu Clara berkata, satunya cara untuk menyelesaikan semua ini adalah menemukan Raja nya. Raja iblis.
" Bukankah Raja iblis itu hanya legenda yang ada di dalam buku? apa raja iblis itu benar-benar ada, yang mulia Ratu?" tanya Alexander yang tak bisa menahan rasa penasaran nya lagi
" Raja iblis itu bukan hanya ada dalam buku, kita sedang melihat faktanya di depan mata kita putra mahkota. Iblis itu ada di depan mata kita " jawab Ratu Clara
Suasana semakin mencekam, saat angin malam mulai menusuk tubuh. Karena rasa penasaran yang kuat Alexander dan Daniel berlari menuju ke arah petir yang menggelegar.
" Yang mulia ! yang mulia tidak bisa berbuat seperti ini? kita harus mengatakan nya pada Baginda Ratu terlebih dahulu ! Hosh Hosh " teriak Daniel sambil berlari mengejar Alexander yang sangat cepat
Ini gila, aku dan yang mulia putra mahkota sedang mengejar petir.
" Kalau begitu kau saja yang bilang, sementara itu akan melihat petir itu !" seru Alexander
Aku yakin bahwa ada sesuatu dengan petir itu.
" Yang mulia, orang gila mana yang mengejar petir?!!" tanya Daniel setengah menggerutu
" Orang gila ya? berarti kita lah orangnya " Alexander tersenyum tipis
Astaga senyuman itu lagi.
Daniel berusaha menyusul kecepatan berlari Alexander, sekuat tenaganya. Mereka pun sampai ke arah salah satu petir itu. Alexander dan Daniel bersembunyi di balik semak-semak, untuk memperhatikan apa yang terjadi di depan mereka.
" Kita diam disini dulu, dan kau jangan berisik "bisik Alexander pada Daniel
" Yang mulia kita sudah terlalu jauh dari tempat baginda Ratu" Daniel terlihat takut dengan keadaan yang ada di sekitarnya. Tanpa sadar, mereka memang sudah masuk ke dalam hutan itu terlalu dalam.
" diam !"
BLARR
JEDARR
Bersamaan dengan petir besar itu, terlihat sosok pria bertanduk, bermata merah, dan berwajah menyeramkan, Daniel langsung pingsan saat melihat sosok itu.
" Daniel ! hey kenapa kau malah pingsan? kau benar-benar ya " bisik Alexander pada Daniel yang sudah tergeletak di tanah, Alexander berusaha menggoyang-goyangkan kan tubuh Daniel seraya membangunkan nya. Tapi, Daniel sudah seperti orang mati saja.
" Hey ! sialan kau ! kau sebut diri mu pelindung ku, tapi seperti nya akulah yang melindungi mu ! " Alex menendang tubuh Daniel dengan kesal.
Alexander mulai memperhatikan apa yang terjadi di depannya. Ia terkejut saat melihat sosok menyeramkan di depannya tadi sudah berubah bentuk menjadi manusia dewasa yang tampan dengan baju yang serba hitam.
" Akhirnya aku kembali bangkit setelah 2500 tahun, saatnya untuk ku mencari anak itu " gumam Lucifer
Dia adalah mahluk yang tadi?. Batin Alexander
Tak lama kemudian, seseorang berbaju hitam muncul di depannya dengan teleportasi. Dia adalah Keith ajudan dan abdi setia Raja iblis. Keith langsung berlutut saat melihat Raja iblis itu, dan tak lama setelah kemunculan Keith. Datanglah beberapa orang berpakaian hitam-hitam dan berlutut di depannya.
" Selamat datang kembali yang mulia Lucifer !!" seru orang-orang itu dengan serempak, memberi penghormatan kepada Raja iblis itu
" Ya, Raja kalian sudah kembali. Sebagai Raja iblis, aku perintahkan kalian untuk mencari seorang anak yang terlahir dengan empat elemen. Karena anak itu akan menjadi penerus ku !" ujar Raja iblis
" Baik yang mulia !" jawab anak anak iblis dengan serempak
Raja iblis? pria itu Raja iblis? apa katanya? anak dengan 4 elemen. Itu kan aku? tidak mungkin.
Alexander tercengang mendengar nya. Anak yang terlahir dengan 4 elemen kristal hanyalah dirinya saja. Namun, kenapa Raja Iblis itu mengatakan bahwa ia akan menjadi penerus nya? dan kenapa harus dia?
Aku sudah cukup melihat ini, target Raja iblis adalah aku. Jadi aku harus pergi dari sini dan kabur sejauh mungkin.
Di saat yang menegangkan itu, Daniel terbangun dan membuat suara berisik di semak tempat mereka bersembunyi.
SRAK
" yang mulia, apa yang terj..."
Belum sempat Daniel melanjutkan kata-kata nya, Alexander sudah membekap mulut Daniel dengan tangannya. Lalu menyeret Daniel perlahan-lahan untuk sembunyi.
Lucifer tersenyum menyeringai, ia menyadari ada sesuatu di dekatnya. Sesuatu yang sudah dinantinya selama 2500 tahun.
...--***--...
__ADS_1