Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 63 Menginap


__ADS_3

🔥🔥🔥


Pada akhirnya Alexander menyuruh Daniel mengantarkan Carol kembali ke istana Ilios, dan memberitahu Derrick bahwa Leticia akan menginap dengannya selama 2 hari di istana nya. Tidak lupa, Leticia juga mengingatkan pada Carol agar tidak memberitahu kakak nya apa yang terjadi padanya di pusat kota.


Entah bagaimana ceritanya, Leticia sudah sampai bersama Alexander di kamar yang dulu pernah ia tempati saat ia tinggal di istana Fostiarus. Kamar itu tidak berubah sejak kepergian Leticia, dan dekorasi nya tetap sama.


Alexander meletakkan gadis itu dengan hati-hati.


" Ah..." Leticia merintih kesakitan saat tubuhnya di letakkan di ranjang.


" Sakit ya? maaf aku terlalu kasar " kata Alexander


" Tidak apa, hanya sakit sedikit. " Leticia menjawab sambil tersenyum. Alexander terlihat tidak senang melihat Leticia tersenyum, wajahnya menjadi muram, ia bahkan menunduk.


Eh, kenapa dia? apa aku melakukan sesuatu yang salah ya?


" hey, kau bodoh ya?" tanya Alexander.


" Pertanyaan macam apa itu?" tanya Leticia kesal


" Apa yang kau pikirkan di otakmu itu? bisa bisanya kau menyelamatkan ku dan menghadang pisau itu. Apa kau bodoh?" tanya Alexander yang terdengar sedikit kesal


" Apa ini? bukannya dapat ucapan terimakasih kau malah memarahiku " gerutu Leticia sebal


" Memang benar kau itu gadis bodoh, menurut mu aku sedang marah?" tanya Alexander sambil menatap tajam pada Leticia.


Apa dia tidak marah? apa dia sedang cemas?


" Apa mungkin kau sedang mencemaskan ku?" tanya Leticia ragu-ragu


" Ternyata kau tidak sepenuhnya bodoh " jawab Alexander sambil tersenyum


" Jangan panggil aku bodoh lagi. Atau aku akan marah " Leticia mengancam


" Kalau begitu bisakah kau berjanji padaku jangan lakukan hal bodoh lagi? kau tidak tau betapa paniknya aku tadi.. Aku pikir aku yang akan mati "


Dia benar-benar cemas padaku, kenapa aku malah berfikir kalau dia marah? ah.. benar juga, marah sebagian dari rasa sayang. Alexander, bukanlah tipe pria yang menunjukkan kasih sayang nya dengan lembut. Dia kan tsundere.


" Lalu aku harus bagaimana? aku tidak bisa membiarkan mu di celakai orang lain "


" Seharusnya kau berteriak saja kalau ada bahaya, apa gunanya mulutmu itu?" tanya Alexander ketus


Dia mulai lagi deh. Kenapa mulut pria ini selalu pedas? dia habis makan cabe ya?"


" Aku sudah berteriak memperingatkan mu, tapi karena keramaian. Jadi mungkin kau tidak mendengar nya " jawab Leticia menjelaskan


" Pokoknya.. jangan lakukan hal yang bisa membahayakan dirimu, apalagi untuk ku. Aku tidak perlu dilindungi seorang wanita, kau tau aku tidak akan mati dengan mudah " kata Alexander menegaskan


Haruskah aku senang dengan perkataan nya ini? dia selalu saja begini, menyebalkan.


" Kalau begitu kau juga jangan melindungi ku !" seru Leticia kesal


" apa?"


" Kau minta aku agar tidak melindungi mu, jadi kau juga jangan melindungi ku. " Leticia cemberut dan memalingkan wajahnya


" Hey, kau marah?"


" Tidak ! aku hanya mengatakan apa yang kau katakan. Kalau akan terjadi sesuatu yang buruk padaku, kau juga jangan menolong ku. Karena aku tidak butuh dilindungi seorang pria "


Haa.. lihatlah, dia mulai lagi ngambek nya!


Alexander mengacak-acak rambutnya dan menggaruk garuk telinganya.


" Baiklah, apa yang harus aku lakukan sekarang agar kau tidak marah lagi?" tanya Alexander mengalah


" Aku kan sudah bilang aku tidak marah" jawab wanita itu dengan nada ketus


Apa aku harus mengatakan nya agar dia mengerti? ternyata kau belum cukup mengerti cinta, Lex.


Jelas-jelas kau marah. Dasar, wanita memang tidak bisa mengerti.


" Kau ingin makan sesuatu? atau ada yang merasa tidak nyaman?" tanya Alexander


" Aku tidak perlu apapun, cepat kau pergi saja dari sini. Aku tidak mau melihatmu "


" Haa... baiklah, kau yang menang. Aku minta maaf Leticia " kata Alexander sambil menghela napas.


Wanita itu mengabaikan Alexander dan memalingkan wajahnya. Alexander terlihat bingung dengan Leticia.


" Oke. Aku tidak mengerti kenapa kau marah? bisakah kau jelaskan padaku, dan bicara ?" tanya Alexander yang pusing melihat Leticia yang terus diam saja


" Lex, apa kau mengerti apa arti cinta? kau pernah bilang kau mencintaiku, tapi apa kau mengerti artinya?" tanya Leticia mulai serius


" Iya aku mengerti, cinta adalah perasaan berdebar dalam hati seseorang. Sama seperti yang aku rasakan padamu " jawab Alexander


" Itu benar, tapi kau tidak mengerti cinta sepenuh nya. Cinta bukan hanya memberi tapi juga menerima, dan kau terbiasa memberi, seharusnya kau juga bisa menerima. "


" Apa maksud mu ? aku tak paham "


" Alexander, apa kau menganggap kalau aku tidak bisa memberimu apa-apa? ya benar juga, aku adalah seorang gadis biasa, sedangkan kau seorang Raja. Kau punya segalanya, makanya kau tidak mau menerima kekhawatiran ku " kata Leticia marah

__ADS_1


Jadi, ini maksudnya


" Ya, aku mengerti. Sudah cukup Leticia, aku salah karena berbicara sembarangan. Kelak aku akan membagi segalanya denganmu, memberi dan menerima juga darimu. Aku minta maaf.. " kata Alexander


" Baguslah karena kau sudah mengerti, jadi kita harus saling memberi dan menerima. " Leticia tersenyum


" Aku paham. Sekarang beristirahat lah, dan jangan banyak bergerak " Alexander menyelimuti wanita itu dengan selimut yang hangat.


" Ya, baiklah. Tapi, ngomong-ngomong tentang pangeran Gila itu, kau cukup kompak juga dengannya " Leticia tersenyum


" Jangan mengejekku ! aku tidak kompak dengannya " Alexander mendengus kesal


" Haha.. jangan menyangkalnya. Itu terlihat jelas kalau kalian adalah keluarga " kata Leticia sambil tertawa kecil


" Keluarga? aku pernah punya keluarga yang sesungguhnya, tapi dia bukan bagian dari keluarga. Kami hanya punya darah yang sama saja, bukan berarti aku dan dia keluarga " kata Alexander terlihat sedih


Benar juga, ayah ku kan yang membunuh semua keluarga angkat nya termasuk adiknya. Dia pasti merasa sedih, seharusnya aku tidak membahas ini.


" Maafkan aku, aku seharusnya tidak membahas ini " Leticia merasa bersalah


" Aku maafkan, tapi lain kali jangan bahas soal Gustaf adalah keluarga ku. Dan aku juga tidak suka kau dekat dekat dengannya " kata Alexander mengingatkan.


" Baik !"


" Tumben kau patuh, tidak seperti kucing kecil ku yang biasanya "


" Aku tidak ada energi lagi untuk marah marah, aku mau segera beristirahat " kata Leticia


" Kau yakin tidak akan makan dulu?" tanya Alexander


" Daripada makan, aku sebenarnya ingin berkeliling lagi di festival " jawab Leticia murung.


" Maaf karena ku kita tidak bisa jalan-jalan di festival " Alexander merasa bersalah


" Tidak apa. Oh ya aku membawa sesuatu untukmu. " kata Leticia sambil merogoh sesuatu dari tas nya.


TADA !!


Wanita itu tersenyum lebar.


Leticia membawa sepasang sarung tangan berwarna pink untuk Alexander. Pria itu melongo melihat warnanya.


" Sarung tangan?" tanya Alexander


" Iya, ini hadiah untukmu. " jawab Leticia


" Untukku?" Alexander terpana


" Iya, sebentar lagi akan musim dingin. Jadi aku membuatkan mu sarung tangan rajut ini. Aku juga punya sarung tangan yang sama, kita couple an " kata Leticia ceria sambil menunjukkan sepasang sarung tangan untuknya sendiri.


" Kau tidak perlu repot-repot begitu, kau tau kan aku punya kekuatan api, jadi aku bisa tahan dalam suhu dingin " kata Alexander merasa terbebani, dalam hatinya ia tidak ingin menerima sarung tangan yang berwarna merah muda itu.


" Baiklah, seperti nya kau tidak suka dengan sarung tangan buatan ku. Pasti karena warna nya merah muda, bukan? tidak apa " Leticia tersenyum pahit dan hendak menyimpan kembali sarung tangan itu ke dalam tas nya, dengan sedih.


Itu memang benar. Tapi, dia sudah membuatnya susah payah. Aku langsung menolaknya dengan cara halus begini, dia pasti sedih.


" Tidak, jangan menyimpan nya lagi. Aku akan terima ini. Sungguh ini bukan karena aku tidak suka, semua buatan mu pasti aku suka kok " kata Alexander sambil mengambil sarung tangan berwarna pink itu.


" Oh benarkah? kalau kau tidak mau, ya tidak apa-apa, jangan memaksakan dirimu. Aku bisa berikan pada tuan Daniel, atau pangeran Darren, mereka pasti mau menerima hasil karya ku ini " Leticia tersenyum lebar, padahal dalam hatinya ia marah


" Ini sudah diberikan padaku ! maka ini milikku, kau jangan pernah memberi barang kepada pria lain, awas ya ! " ujar Alexander sebal


" Hey mau kau apakan sarung tangan itu?" tanya Leticia


" Mau aku apakan sarung tangan ini kan bukan urusan mu lagi, ini milikku sekarang !" kata Alexander


Biarpun warna nya pink, tapi ini benda pertama yang dibuat Leticia untukku. Mana mungkin aku menolaknya, dasar aku ini.


Dasar lain di mulut lain di hati.


" Awas saja kalau kau membuangnya " kata Leticia mengingatkan


" Tidak akan! kau beristirahat lah, aku akan pergi ke ruang kerja ku dulu. Nanti aku akan kemari lagi "


" Apa maksudmu kemari lagi?" tanya Leticia heran " Kau mau tidur denganku?"


Tiba-tiba wanita itu terlihat malu-malu.


" Tentu saja aku akan menemani mu tidur, aku akan menjagamu. Kau kan sedang sakit " jawab Alexander.


" Oh begitu, hehe ya baiklah "


Oh hanya menemani tidur saja, kenapa aku berfikiran mesum.


🍂🍂🍂🍂


Di istana Ilios..


" Kau bilang Tisha pergi bersama si tiran itu? dan Tisha juga menginap disana?" tanya Derrick mengintrogasi


" Iya benar tuan " jawab Carol

__ADS_1


" Kenapa mereka tidak meminta izin padaku secara langsung? apa terjadi sesuatu pada mereka?" tanya Derrick curiga


" Tidak terjadi apa apa tuan, katanya Baginda Raja Alexander sedang buru-buru dan ingin membawa nona ke tempat yang indah " jawab Carol sambil nyengir


" Jangan-jangan dia mau melakukan hal mesum pada adik ku. Aku harus pergi ke istana Fostiarus malam ini juga " kata Derrick sambil melangkah pergi


Apa yang tuan Derrick pikirkan? tidak, aku akan mencegah tuan Derrick ! jika ia kesana, maka ia akan tau kalau nona terluka. Batin Carol panik


" Tu..tuan jangan ! nona Leticia berpesan pada saya agar tuan tidak cemas, jangan menyusulnya. Raja Alexander tidak akan berbuat macam-macam pada nona ! " Carol membujuk Derrick agar pria itu tidak pergi.


" Melihat tingkah mu ini aku jadi semakin curiga kalau terjadi sesuatu pada Tisha. " kata Derrick tajam


Drap


Drap


Drap


Hosh Hosh


Daniel berlari dengan terburu-buru menghampiri Derrick dan Carol yang masih ada di depan gerbang istana Ilios.


" Kebetulan kau balik lagi kesini, antar aku ke istana Raja mu itu. Kau bisa teleportasi kan? " tanya Derrick


" Maaf tuan Derrick, jika anda ingin menghubungi nona dan mengetahui keadaan nya. Anda bisa lihat lewat benda ini " Daniel memberikan Derrick sebuah cermin yang ujung dan pegangannya dibuat dari emas.


SLING


Derrick terkejut saat melihat Leticia muncul di cermin itu. Leticia sedang berbaring di ranjangnya sambil memegang cermin.


" Kakak !" terdengar suara Leticia juga di dalam cermin itu


" Tisha ? ini kau?" tanya Derrick tak percaya bisa melihat adiknya berada di cermin, terlebih lagi bisa bicara dengannya.


Carol yang melihatnya juga takjub dengan cermin itu.


" Kakak tidak usah cemas, aku baik-baik saja. Aku hanya akan menginap selama 2 hari disini, aku mau liburan bersama teman-teman ku di istana Fostiarus " terang Leticia menenangkan


" Jadi kau beneran mau liburan? kenapa kau pergi begitu mendadak dan tidak memberitahu ku terlebih dulu?! apa si tiran itu mengancam mu?" tanya Derrick cemas


" Tidak kok, aku kesini karena keinginan sendiri. Kakak tenang saja ya, ini aku juga mau tidur. Kakak juga beristirahat lah, ini sudah malam." Leticia tersenyum


Derrick merasakan kalau Leticia senang berada di sisi Alexander. Ia pun memberikan izin pada Leticia menginap disana selama 2 hari. Karena selama itu juga, Derrick akan menyiapkan tempat tinggal baru untuk nya dan Leticia saat adiknya kembali nanti, supaya bisa menjadi kejutan.


" Baiklah, aku izinkan kau menginap disana. Tapi, jangan berbuat macam macam dengan nya..ehem kau mengerti maksud ku kan?" tanya Derrick sambil malu-malu.


Leticia tersenyum dan terlihat berfikir saat mendengarnya.


Pasti maksud nya melakukan xxx kan? haa.. aku ini wanita berprinsip dari abad 21, padahal di dunia ku hal seperti berhubungan intim dengan pasangan yang belum menikah itu bukan hal yang aneh. Seperti nya kakak ku juga memiliki prinsip yang sama denganku, dia memang kolot. Aku juga sama.


" iya aku mengerti kak ! aku tidur sendiri kok, sudah ya kak. Aku mau tidur, aku lelah nih. Hey tuan Daniel, kau juga ! cepatlah kembali, Baginda Raja menunggu mu " ujar Leticia


" Ah iya nona !" jawab Daniel


Syukurlah aku memberikan cermin ini tepat pada waktunya. Kalau tidak, tuan Derrick pasti akan curiga.


" Baiklah, kau segera tidur ya. Sampai jumpa 2 hari lagi " kata Derrick ramah


" Dah kakak !" Wanita itu tersenyum dan melambaikan tangannya.


Wush


SLING


Cermin itu sudah kembali menjadi cermin biasa, Leticia menghilang dari cermin itu.


" Nih cermin nya !" Kata Derrick sambil menyerahkan cermin nya pada Daniel.


" Tidak tuan, cermin sihir ini milik tuan. Yang mulia Raja memberikan nya pada tuan Derrick, agar bisa menghubungi nona Leticia " kata Daniel


" Oh begitu ya? tapi ini kan barang berharga, bagaimana bisa dia memberikannya padaku? ambil saja lagi " kata Derrick dengan gaya jaim nya


Setelah bujukan dari Daniel, kakak Leticia itu menerima cermin yang diberikan oleh Alexander padanya.


🍂🍂🍂


Di kamar Leticia, kerajaan Fostiarus...


Wanita itu terlihat sedang tertidur pulas, Alexander mendatangi kamarnya setelah ia berbicara dengan Daniel di ruang kerjanya.


" Dia sudah tidur rupanya " gumam Alexander sambil tersenyum saat melihat Leticia. Pria itu menyusuri rambut Leticia yang panjang, dan membelai pipi lembut wanita itu.


Tiba-tiba saja hari ini kau membalas soal pernikahan? apa pernikahan itu penting bagimu? bukankah yang penting adalah perasaan. Jika benar kata Daniel kalau pernikahan itu sangat penting bagi seorang wanita. Memangnya kau mau menikah dengan tiran seperti ku? orang yang sudah membantai keluarga mu, menghancurkan kerajaan mu. Apa aku bisa membiarkan dirimu dalam bahaya karena berada di dekat ku seperti hari ini? apa aku bisa bertahan kalau terjadi sesuatu padamu karena diri ku?


Alexander naik ke ranjang itu, dengan penuh kehati-hatian agar wanita yang ia cintai tidak bangun karena gerakannya. Raja Fostiarus itu terbaring di samping Leticia dan menatap nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Aku harus bagaimana? sepertinya aku tidak bisa menikah dengan mu " gumam Alexander sambil menggenggam tangan Leticia yang sedang tertidur.


Kenapa? kenapa dia tidak bisa menikah denganku? Lalu kenapa dia menjalin hubungan denganku bila tidak mau menikah denganku? apa aku akan patah hati lagi? Kenapa dia seperti ini lagi? aku akan tanya padanya besok, dan meminta penjelasan darinya.


Leticia ternyata mendengar gumaman Alexander. Wanita itu sedih di dalam hatinya.

__ADS_1


🌷🌷🌷


__ADS_2