Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 43 Kekuatan aura


__ADS_3

Darren begitu terkejut saat mengetahui kalau Leticia jatuh pingsan. Pria itu menghentikan aktivitas nya itu dan bergegas menemui Leticia. Dari wajahnya tampak kecemasan dan kekhawatiran, terlihat jelas bahwa Darren benar-benar mencintai gadis itu.


Darren heran saat melihat kepala dayang dan beberapa pelayan dapur berkumpul di depan kamar Leticia. Tapi, sesegera mungkin ia masuk ke dalam kamar Leticia.


" Kenapa belum ada yang memanggil tabib?!!" teriak Darren marah pada pengawal dan pelayan yang ada disana


" Yang mulia kehilangan ketenangan nya lagi " batin Moore


" Yang mulia tenanglah, Carol sudah memanggil tabib. " kata Moore


" Sebenarnya bagaimana ini bisa terjadi?! " Darren terlihat cemas melihat Leticia terbaring dengan wajah pucat dan tubuh gadis itu berkeringat.


Sementara itu di luar kamar Leticia, ada kegaduhan para pelayan disana yang ketakutan akan disalahkan, karena mereka menyuruh Leticia memasak banyak makanan, terutama Kepala Dayang Rieta.


" Nyonya Rieta bagaimana ini? bagaimana jika dia mengadu pada yang mulia Pangeran?" kata salah satu pelayan ketakutan


" Aku tidak menyangka kalau nona Leticia akan sangat diperhatikan oleh yang mulia pangeran " kata Wendy takut


" Tenanglah, biar aku yang urus semuanya. Kalian semua kembalilah bekerja sana !" ujar Rieta pada para pelayan


****


Wush..


Leticia terbangun di sebuah tempat yang tak asing baginya.


" Aku dimana? haa.. ini seperti di Brilla " gumam Leticia yang bingung melihat dirinya ada di dekat danau Brilla.


" Kau sudah datang Leticia?" tanya seseorang berjubah putih


Wajah orang itu tidak terlihat karena tudungnya, yang terlihat oleh Leticia hanyalah gerak bibir nya. Namun, dari suaranya gadis itu yakin bahwa orang yang ada dihadapannya itu adalah seorang pria.


" Siapa kau? kenapa aku ada disini?" tanya Leticia


" Aku adalah roh pelindung mu " jawab pria itu


" Roh pelindung? memangnya roh pelindung itu ada ya?" Leticia terlihat bingung


" Kau pasti bingung kenapa aku memanggilmu kemari. "


" Benar juga, ini kan dunia fantasi. Tidak heran kalau ada roh pelindung dan semacamnya. " batin Leticia


" Jadi anda yang memanggilku? kenapa?" tanya Leticia


" Karena aku tau pasti ada yang ingin kau tanyakan, mengenai kekuatan mu " kata Pria misterius itu sambil sesekali menunjukkan senyuman tipis nya


" Kekuatan? aku punya kekuatan?" Leticia bingung


" Meskipun kau bukan Leticia yang asli, tapi kau lah pemilik tubuh nya. Jadi kau juga mendapatkan kekuatan sama seperti nya " kata Pria itu


" Apa itu ada hubungan nya dengan cahaya cahaya aneh dengan warna yang aku lihat ditubuh orang-orang?" tanya Leticia


" Kau cepat tanggap juga. Itulah kenapa aku ingin menjelaskan nya padamu, tentang kekuatan mu " Pria itu tersenyum tipis


" Jadi apa nama kekuatan ku ini? dan apa fungsinya ?" tanya Leticia penasaran


" Kekuatan mu bisa juga disebut sebagai kekuatan mata langit, atau kekuatan aura " jawab pria itu.


Pria bertudung putih itu menjelaskan tentang kekuatan mata langit yang dimiliki gadis itu. Leticia bisa melihat aura seseorang dari warna yang ia lihat, dan inilah penjelasan dari warna-warna yang pria itu sebutkan.



Abu muda : artinya orang itu ragu-ragu dan memiliki rasa setengah hati. Bisa jadi tidak suka akan sesuatu.


hitam artinya murka atau punya niat jahat, atau kebencian mendalam


merah artinya simpati


merah muda artinya cinta dan kasih sayang


merah pekat artinya menyukai sesuatu


putih artinya memiliki niat baik


abu tua artinya sakit hati atau sedih


biru artinya khawatir


kuning artinya senang


ungu artinya ketenangan atau misterius



Dan masih banyak warna lainnya yang dijelaskan oleh roh pelindung itu. Wanita itu mendengarkan penjelasan roh pelindung itu dengan seksama. Selain bisa melihat aura orang lain, ia juga bisa melihat seseorang dari kejauhan hanya dengan memejamkan matanya.


" Oh jadi itu artinya dari warna warna yang kulihat.. itu hebat sekali ! akhirnya aku punya kekuatan .. tapi..tapi.. bukankah kekuatan di dunia ini hanyalah kekuatan elemen?" tanya Leticia heran

__ADS_1


" Karena kau berbeda dari gadis yang lainnya. Sudah ya, kau harus kembali ke tubuhmu sekarang. Semua orang sedang menantimu sekarang " kata roh pelindung


" tunggu ! aku masih mau bicara denganmu, bagaimana aku bisa bertemu dengan mu lagi?" tanya Leticia memohon


" Jangan harap kau bertemu dengan ku lagi, karena mungkin saat kita bertemu lagi kau sedang terluka atau kau sudah mati. Oh ya, gunakan kekuatan mu dengan bijak, jangan digunakan untuk kejahatan ya " kata roh pelindung itu sambil tersenyum sinis


Wush


Pria itu menghilang ditelan cahaya putih. Leticia melihatnya pergi, ia juga ikut menghilang.


***


" kenapa dia belum sadar juga? kau mau mati ya ! cepat buat dia sadar !"


" Maafkan saya yang mulia, tapi saya juga tidak tau kenapa " kata tabib bingung


" Siapa itu yang berteriak? itu seperti suara pangeran " batin Leticia


" Tisha, bangunlah.. sebenarnya kau kenapa.."


" Kenapa tanganku basah? siapa yang menangis?" batin Leticia


Wanita itu kesulitan membuka matanya, tapi ia bisa merasakan bahwa ada banyak orang yang mengelilingi nya. Derrick merasakan tangan adiknya yang ia genggam mulai bergerak, perlahan Leticia membuka matanya. Terlihat kebahagiaan dan kelegaan di wajah Darren, Derrick dan tabib yang ada dikamar itu.


" Uh.. "


" Tisha !" teriak Derrick dan Darren terkejut dan senang


" Syukurlah kau sudah sadar " kata Derrick lega


" aura biru, kakak sedang mencemaskan ku " batin Leticia sambil melihat warna biru pada tubuh kakak nya itu


" Tabib, cepat periksa dia !" seru Darren cemas


Beberapa menit kemudian setelah Leticia di periksa oleh tabib. Tabib itu menjelaskan bahwa Leticia baik-baik saja, hanya kelelahan. Padahal sebelumnya Leticia tidak sadarkan diri selama 4 jam, dan membuat Darren juga Derrick ketakutan.


" Kau sungguh baik baik saja? kau pingsan selama 4 jam. " kata Derrick cemas


" Aku pingsan selama itu?" tanya Leticia terkejut


" Iya, pangeran Darren bahkan sampai memanggil semua tabib istana kemari " jawab Derrick


" Aura mereka berdua masih biru, padahal aku sudah sadar. Harusnya mereka sudah lebih tenang " batin Leticia heran


" Kalian tenang saja, aku tidak apa apa kok " Leticia tersenyum lebar


" Benar-benar berubah menjadi ungu, artinya mereka sudah tenang, bukan?" batin Leticia lega melihat aura di tubuh kedua pria tampan itu


" Ah tidak ! kenapa aura Darren menjadi hitam ?" Leticia melihat cahaya hitam yang memancar dari tubuh Darren.


" Tidak ada yang menyuruhku bekerja, aku yang ingin bekerja. Tolong jangan salahkan kepala dayang " kata Leticia serius


" ku dengar dia menyuruh mu memasak banyak makanan, seperti nya kau lelah karena itu kan? maka dia harus dihukum !" seru Darren kesal


" Tidak.. tidak perlu.. itu keinginan ku sendiri kok, bukan salah nya. " Leticia memegang tangan Darren untuk meredakan kemarahan pria itu. Wajah Darren berubah memerah saat Leticia memegang tangannya, seperti nya pria itu berfikir yang bukan bukan.


" Ah maaf .. aku tidak sengaja yang mulia.. " Leticia menunduk sopan


" huft ..Aura nya menjadi ungu, baguslah " batin Leticia lega


" Tidak apa apa kok " jawab Darren gugup


" Oh ya, hari ini kita ada janji bukan? mari kita pergi "


" Pergi ? kau mau kemana? kau baru saja siuman. Kau harus banyak beristirahat " kata Derrick cemas


" Iya, sir Derrick benar. Kita bisa pergi lain hari, yang penting adalah kesehatan mu. Istirahat lah " kata Darren sambil tersenyum


" Tapi, aku sudah janji padamu yang mulia "


" Istirahat lah, ini perintah !" ujar Darren tegas


" Iya baiklah " kata Leticia menurut


" Pangeran Darren sangat baik " batin Leticia


****


Di sebuah hutan yang menyeramkan, Alexander terlihat sedang memegang pedangnya. Wajahnya dingin dan tidak tampak ada emosi di dalamnya.


" Ampuni saya yang mulia.. saya bersalah.. saya bersalah.. hu.. " kata seorang pria dengan jalan tersaruk saruk ketakutan


" Tidak ada ampun bagi pengkhianat "


SRAT


" AKHh ! " teriak pria itu kesakitan

__ADS_1


Tanpa ampun Alexander menebas leher pria itu, darahnya mengenai wajah dan pakaiannya. Daniel melihat itu dengan ngeri, meskipun sudah terbiasa namun tetap saja ia merasa miris melihat adegan itu, karena ia pernah membayangkan bagaimana kalau ia yang ditebas oleh Raja iblis itu.


" Daniel, bereskan " kata Alexander santai


" Baiklah yang mulia " kata Daniel malas


" giliran hal seperti ini, pasti aku lagi " batin Daniel sebal


" Seperti nya pamanku itu menganggap ancaman ku adalah lelucon, baiklah aku akan membereskan nya. " gumam Alexander sambil tersenyum sinis


" Sialan, kalau yang mulia menunjukkan senyum seperti itu pasti itu pertanda buruk " batin Daniel


Tiba-tiba saja pria itu merasakan sesuatu dari pedang yang ia pakai. Permata di pedang itu mengeluarkan cahaya merah seperti menandakan sesuatu.


" Apa terjadi sesuatu padanya? kenapa pedang ini bereaksi?" batin Alexander cemas


" Daniel, segera kembali ke kastil. Aku ada urusan " kata Alexander bersiap siap pergi


" Anda mau kemana yang mulia?" tanya Daniel


" Ilios " jawab Alex singkat


Wush


Pria itu sudah sampai di kamar Leticia, dalam waktu sekejap dengan kemampuan teleportasi nya itu. Ia melihat Leticia sedang membuka bajunya.


" Siapa itu?" Leticia melihat ke arah belakang nya, ia kaget melihat Alexander ada disana.


" Ahhh !! kau ? Cabul !" teriak Leticia kaget sambil menutupi tubuhnya dengan selimut


" Aku.. aku sungguh tidak sengaja " Alexander gugup


" Kau .. uhhh...balikan badanmu ! "ujar Leticia kesal


" Kenapa aku harus melakukan itu?" tanya Alexander heran


" balikan badan mu atau kau pergi dari sini sekarang !" teriak Leticia galak


" Baiklah, akan ku balikan badanku. Tapi, jangan usir aku" kata Alexander patuh


Beberapa menit kemudian setelah Leticia ganti baju, wanita itu masih saja menunjukkan wajah galak nya pada Alexander.


" kenapa kau ada disini? ah tidak, berapa banyak yang kau lihat??? apa yang kau lihat?!" tanya Leticia marah


" Aku tidak melihat apa apa " jawab Alexander santai


" Bohong ! kau jelas-jelas menatap ku !"


" Apanya yang bisa dilihat dari dada rata begitu " kata Alexander


" Tuh kan kau lihat! siapa yang kau panggil rata? kau mesum ya !"


" Padahal saat bertemu dengannya lagi aku bingung harus berkata apa, tapi aku ada alasan untuk marah marah. Baguslah " batin Leticia


" Tadinya aku ingin diam diam datang kemari dan melihat keadaannya, rupanya malah ketahuan " batin Alexander


" Kenapa yang mulia diam saja? tidak mau jawab pertanyaan ku? kenapa kau disini?" tanya Leticia menatap tajam pria itu


" Baiklah, aku tidak bisa mengelak nya lagi. Aku kesini untuk melihat keadaan mu " jawab Alexander jujur


" Auranya berwarna putih, dia jujur " batin Leticia sambil melihat sinar putih di tubuh Alexander


" Memangnya aku kenapa, sampai kau harus kemari?"


" Justru aku yang harus tanya, apa terjadi sesuatu padamu hari ini?" tanya Alexander


" Bukan urusan mu, lebih baik kau urus saja urusan mu sendiri " jawab Leticia ketus


" Kenapa dia bersikap seperti ini lagi? tolong, jangan buat aku luluh lagi " kata Leticia dalam hatinya


" Kita sudah terhubung, bagaimana itu bukan urusanku ? aku tau ada sesuatu yang terjadi denganmu, makanya aku kemari " kata Alexander tegas


" Omong kosong apa.. maksud yang mulia, terhubung bagaimana?" tanya Leticia tak mengerti


" Baiklah, jadi aku akan beri satu rahasia. Sihir ku sudah terhubung dengan tubuhmu saat kita berciuman, dan melakukan kontak fisik yang intim. Otomatis, orang itu akan memiliki hubungan denganku, jadi aku bisa tau dan merasakan apa yang kau rasakan " Alex menjelaskan


" A..Apa?"


" Aku juga bisa tau dimana dirimu berada dan apa yang kau lakukan dari sihir itu, karena aku sudah menempelkan sihir itu ke tubuhmu " Alexander


" Kau benar-benar pria mesum, cepat hilangkan sihir ini !" seru Leticia marah


" Kupikir aku bisa hidup tanpamu, baru saja 2 hari dan aku rasa aku bisa gila. Aku merasa ada sesuatu yang hilang, kupikir itu benda berharga. Ternyata wanita seperti mu bisa membuat ku seperti ini, kau berhasil Leticia. Kau menang..." Alexander tersenyum dan berjalan mendekati Leticia


" Mau apa dia? kenapa dia terus mendekat? aura nya berubah jadi merah muda.." batin Leticia terpana


" Kau mau aku lakukan apa? agar kau mau kembali ke sisiku?" tanya Alexander sambil mendekap wanita itu ke sisinya. Dan menatap Leticia dengan penuh perasaan berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


Jujur saja, wanita itu juga merindukan sang Raja dari dalam lubuk hatinya. Namun, Leticia tidak mau perasaan nya di gantung lagi.


...---***---...


__ADS_2