
🍂🍂🍂
Disaat suasana tegang dan sangat tidak baik itu, Darren yang diikuti oleh Moore di belakangnya, akhirnya muncul ke hadapan mereka semua yang sedang bersitegang sambil membawa hadiah di tangannya.
" Sahabatku Raja Derrick, kau sudah datang juga " kata Darren ceria
" Raja Darren, sebaiknya kau diam dulu. " kata Derrick yang emosinya sedang tidak baik
" Ada apa dengan raut wajahmu Raja Derrick? aku kesini untuk datang dan merayakan kembalinya sahabatku, kenapa kau tidak terlihat senang?" tanya Darren dengan nada yang bersimpati
" Bagaimana bisa aku terlihat senang saat adikku yang masih hidup disembunyikan olehnya, dan bukan itu saja ! dia bahkan tidak memberitahu ku tentang keadaanya. " kata Derrick tak senang
" Aku bisa menjelaskan semuanya satu persatu, mohon kau dengarkan dulu. " kata Alexander sambil memungut cincin yang sebelum nya terjatuh di lantai.
" Mau jelaskan apa lagi. Semuanya sudah jelas, aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian " kata Derrick
" Kakak, kumohon jangan seperti ini !" seru Leticia
Ini sungguh diluar dugaan, ternyata kakak sebenci ini pada Alexander. Padahal dia sudah bersabar menghadapi sikap kakak, dia bahkan tidak marah marah seperti biasanya demi diriku.
" Raja Derrick, maaf aku menyela. Aku hanya ingin memberikan saran, mengapa kau tidak memberikan kesempatan pada hubungan mereka? bukankah Tisha dan Raja Alexander saling mencintai? demi kebahagiaan nya, bisakah kau mempertimbangkan nya dulu ?" tanya Darren lembut
Aku tidak tau kalau Darren sangat berhati besar. Padahal ia juga menyukai Tisha, tapi ia memberikan kepada rivalnya kesempatan untuk bersama Tisha. Dia benar-benar baik, kenapa aku tidak melihatnya sebelumnya? orang yang cocok untuk Tisha itu sebenarnya adalah dia.
" Aku tidak akan memberikan kesempatan lagi pada hubungan mereka. Aku sebagai kakak mu dan wali mu, tidak akan pernah menyetujui hubungan mu dan Raja tiran ini !" seru Derrick sambil memegang tangan Leticia dengan erat.
Wanita itu sudah mau menangis, ia tak rela jika harus dipisahkan dengan kekasihnya. Disisi lain ada hati yang senang melihat hal dramatis itu.
Bagus sekali, ini persis seperti yang ku harapkan. Berperan sebagai pahlawan di depan semuanya.
Alexander terlihat menahan kesalnya, dalam hatinya ia marah sekali dan ingin menghajar Derrick. Tapi ia tau bahwa ia harus sabar untuk mendapatkan hati Raja Brilla itu.
Derrick melarang tegas Alexander untuk berbicara lagi. Ia langsung menyeret Leticia keluar dari istana Fostiarus. Meskipun adiknya itu tidak mau ikut dan meronta-ronta tidak mau berpisah dari Alexander.
Di sanalah Darren berperan sebagai penyelamat, sahabat yang baik untuk Leticia. Ia meminta Derrick jangan berbuat kasar pada Leticia. Seperti nya pria licik itu ingin terlihat baik di depan semua orang, tapi Moore sudah tau apa maksud Darren bersikap baik di depan semua orang, tentu saja ada maksud nya.
****
Sampai saat mereka tiba di depan istana, dan akan segera berangkat dengan kereta. Leticia berusaha melepaskan diri dari pegangan kakak nya.
" Kakak ! tolong jangan seperti ini ! kenapa kakak tidak mau mendengar kan penjelasan Alexander lebih dulu " ujar Leticia
" Mengertilah Tisha ! aku menyayangimu, makanya aku bersikap seperti ini. Kau tidak boleh bersama dengan nya lagi, kau akan selalu dalam bahaya ! " kata Derrick sambil memegang tangan Leticia
Tidak akan kubiarkan adikku mati dua kali karena pria itu.
Alexander menyusul Derrick dan Leticia yang ada di depan gerbang istana nya. Tepat saat Leticia akan dipaksa masuk ke dalam kereta.
" Raja Derrick !! dengarkan aku sekali saja !" seru Alexander dengar suara yang lantang
" Mau apa lagi kau?" tanya Derrick
BRUK
Semua orang disana kaget melihat Alexander berlutut di depan Derrick. Bahkan Derrick pun sampai terpana. Leticia merasa sedih karena Alexander yang statusnya seorang raja terkuat, harus berlutut di depan Derrick demi hubungan mereka.
" Aku mohon jangan bawa dia, dan restui hubungan kami " kata Alexander tegas
Alex? kau berlutut? Kau yang memiliki harga diri tinggi, berlutut demi hubungan kita?
Yang mulia yang tidak pernah berlutut pada siapapun, hari ini yang mulia berlutut pada Raja Derrick demi putri Leticia. batin Daniel kaget
Leticia melihat Alexander berlutut, ia terharu dengan perlakuan Alexander yang tidak terduga itu. Raja Fostiarus itu menatap Leticia sambil tersenyum penuh percaya diri.
Aku sudah bilang kalau aku akan berjuang untuk cinta kita. Aku tidak akan pernah melepaskan mu.
Alex, kau sampai melakukan semua ini.. kau benar-benar berjuang untukku.
Wanita itu meneteskan air mata saat melihat kegigihan Alexander. Darren mengepal tangannya, ia terlihat kesal.
Kenapa kau sampai menangis seperti itu untuk tiran seperti dirinya?. Darren merasa iri dan cemburu pada rival cintanya.
" Apa yang mau kau lakukan hah?! kau pikir aku akan luluh karena kau berbuat hal seperti ini?" tanya Derrick sinis
" Aku akan lakukan apapun asalkan kau menyetujui hubungan ku dan Leticia. "
" Apa kau rela menyerahkan kerajaan Brilla kepadaku ?" Derrick mengetes Raja tiran itu
" Itu , aku bisa memberikannya sekarang juga jika kau menginginkan nya " jawab Alexander tegas
" Kalau aku minta nyawamu, apa kau akan berikan?" tanya Derrick sinis
" Kakak ! kakak bicara apa sih?" tanya Leticia kesal
" Aku akan berikan " jawab Alexander serius
" Alexander !" ujar Leticia kebingungan
__ADS_1
" Haha.. baguslah, sekarang juga akhiri hidupmu di depanku. " kata Derrick dingin
" Kakak ! hentikan !" teriak Leticia
Raja tiran itu bersiap-siap mengambil belati yang ada di saku bajunya.
Aku tidak tahan lagi dengan semua ini, kapan ini berakhir? tidak, apakah ini akan berakhir hari ini?
" Aku mengerti ! aku mengerti ! aku akan ikut dengan kakak, aku akan ikut kakak " kata Leticia
Aku tidak bisa membiarkan Alexander bertindak nekad. Dan jika aku pergi dengan kakak, mungkin aku bisa mengubah pikiran nya. Aku juga harus menyelesaikan masalah Ratu Zayana.
" Leticia, kenapa kau..." Alexander terlihat sedih
Pilihan yang bagus Tisha, kau memilih pulang dengan kakakmu. Apa itu artinya kau tidak akan bersamanya lagi?. Batin Darren bertanya-tanya
" Bagus, akhirnya kau menurut juga pada kakak mu. " Derrick tersenyum puas
" Tapi kak, izinkan aku bicara berdua sebentar dengan nya sebelum pergi. " Leticia meminta dengan lembut
" Baik lah, anggap saja ini yang terakhir. Aku akan menunggumu di kereta " kata Derrick sambil menyilangkan tangan nya.
Gadis itu membantu kekasihnya berdiri, diam-diam Darren tersenyum puas melihat semua itu.
🔥🔥🔥
Leticia dan Alexander berbicara empat mata, tak jauh dari kereta dari Brilla yang akan mengantar Leticia pergi. Alexander mengatakan kekesalannya pada Leticia karena wanita itu memutuskan untuk pergi bersama kakak nya ke Brilla.
" Kau serius akan pergi dariku?" tanya Alexander kesal
" Sudah kuduga kau tidak akan mengerti kenapa aku melakukan nya, maka dari itu akan ku jelaskan semuanya. Jadi dengarkan aku baik-baik. Aku akan ikut dengan kakak kembali ke istana Brilla, itu bukan berarti kita akan berpisah selamanya. Bukankah selama ini jarak bukan masalah bagimu untuk bertemu denganku? salah satu alasan nya aku ikut dengan kakakku agar aku bisa membujuk kakak ku untuk merestui hubungan kita. Dan juga menyelesaikan beberapa masalah disana.."
" Tapi kau tidak harus pergi, aku bisa membujuk kakak mu lagi dengan lebih baik dan lebih keras ! " seru Alexander
" Kau tau kan itu tidak akan berguna untuk saat ini. Kakak sangat keras kepala, dan aku akan mencoba mengubah hatinya. Kau sudah sangat baik dan sabar untukku, kau bahkan melakukan hal hal yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Aku sangat senang kau mau berjuang untukku, kini biarkan aku ikut berjuang juga." kata Leticia sambil tersenyum tenang
" Aku.. aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu "
" Aku tau..karena aku juga sama. "
Kali ini Leticia yang berinsiatif mencium bibir kekasihnya lebih dulu.
CUP
Alexander sempat kaget karena ciuman yang tiba-tiba itu. Tapi ia juga senang dengan kekasihnya yang berinisiatif untuk kedua kalinya itu.
Walaupun dengan perasaan takut, gelisah, dan sedih, Alexander pun merelakan kepergian Leticia kembali dengan kakak nya ke Brilla. Alexander curiga dengan sikap Darren yang tiba-tiba menjadi baik dan berkata akan membantu hubungan Alexander dan Leticia akan berjalan lancar.
Kereta dari dua kerajaan itu sudah berangkat, sementara itu Alexander hanya bisa melihat nya dari jauh.
" Yang mulia, apa perlu saya menugaskan seseorang untuk mengikuti nona, maksud saya tuan putri?" tanya Daniel
" Ya, kirim saja satu orang yang ahli dalam bersembunyi,mengintai dan bela diri. Orang itu harus dari salah satu kstaria black knight kerajaan kita " kata Alexander sambil memegang sebuah gelang berwarna biru di tangannya, lalu ia memakainya.
Bukan hanya kau yang akan berjuang. Tapi, aku juga.
🌷🌷🌷
Malam itu di istana Brilla kecil, Zayana yang sudah pulang dari perkumpulan para wanita. Sedang menunggu Derrick untuk makan malam bersama nya. Dalam hatinya Zayana merasa cemas dengan keadaan Derrick ,disisi lain ia kesal pada Derrick yang tak memberitahu nya kemana dia akan pergi.
" Carol, mungkinkah kau tau kemana Baginda Raja pergi? " tanya Zayana penasaran
Dia pergi dari pagi dan belum kembali sampai malam. Apakah dia baik-baik saja? Dia tidak bilang kemana dia pergi, menyebalkan sekali.
" Maafkan saya yang mulia, saya juga tidak tahu " jawab Carol
Seperti nya Baginda Ratu mencemaskan Raja.
" Yang mulia sangat mencemaskan Baginda Raja?" tanya Carol
" Iya aku sangat cemas.. Ah tidak ! aku tidak mencemaskan nya " jawab Zayana gugup
" Hehe .. saya sudah mendengarnya loh yang mulia " Carol tersenyum
" Apa kelihatan sekali kalau aku cemas padanya?" tanya Zayana
" Iya sangat kelihatan Baginda Ratu " jawab Carol jujur
" Kau bahkan bisa melihatnya dengan jelas, kenapa dia tidak bisa? " gumam Zayana dengan rasa sakit dihatinya
Carol melihat Zayana dengan sedih. Ia menyemangati Zayana bahwa suatu saat nanti Raja Derrick akan menyadari perasaan nya.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara kereta kuda yang masuk ke istana Brilla. Zayana dengan terburu-buru segera berlari untuk menyambut kedatangan suaminya, karena ia yakin kereta itu adalah kereta suaminya.
Saat sampai di depan pintu utama istana itu, Zayana dan Carol sangat terkejut saat melihat Derrick datang bersama wanita yang sudah mati 2 tahun itu. Dibelakang Derrick dan Leticia juga ada Darren.
" Yang.. yang mulia putri .." Carol menutup mulutnya, air mata mengalir saat melihat sosok yang ada di depannya itu. Carol tercengang melihat Leticia.
__ADS_1
" Carol.. lama tidak bertemu ya" Leticia tersenyum. Ia menangis juga.
Apakah ini benar-benar nyata? putri Leticia masih hidup?. batin Zayana tak percaya
" Apa saya sedang bermimpi? apa anda ini benar-benar putri Leticia?" tanya Carol
" Kau bisa memelukku kalau kau tidak percaya "
Dari gaya bicara nya, Carol langsung yakin kalau wanita berambut perak di depannya itu adalah Leticia. Putri yang selalu ia layani, dan dia masih hidup.
" Saya tidak berani memeluk tuan putri.." Carol merasa senang dan haru
Akhirnya Leticia lah yang duluan memeluk Carol. Kedua gadis itu menangis tersedu-sedu, tangisan yang disertai perasaan bahagia dan rindu itu membuat suasana diantara mereka menjadi haru.
" Saya tidak mimpi kan.. tuan putri.. anda masih hidup.. kemana saja anda selama ini? saya akan merindukan yang mulia... hiks hiks " Carol menangis tersedu-sedu
" Aku juga merindukan mu Carol.. " kata Leticia
Suasana mengharukan dan dramatis itu, berakhir saat mereka semua masuk dan makan malam bersama.
Zayana terdiam, rupanya ia masih terkejut dengan yang ada di depannya. Leticia bisa merasakan kalau Derrick memperlakukan Zayana dengan buruk karena Leticia.
Leticia ikut merasa bersalah atas yang terjadi pada Zayana pun bersikap ramah pada kakak iparnya itu, agar suasana makan malam menjadi nyaman. Darren juga ikut makan malam bersama disana.
Setelah selesai makan malam, Darren berbicara dengan Leticia sebelum ia kembali ke Ilios.
" Apa kau tidak ada kerjaan? sampai ikut makan malam disini?" tanya Leticia heran
" Kenapa kau berkata yang menyakitkan hatiku begitu? aku disini tentu lah demi sahabatku " kata Darren ramah
Kukira dia akan marah-marah seperti terakhir kali aku menolaknya.Tapi, dia terlihat baik-baik saja. Syukurlah jika dia bisa ikhlas.
" Baiklah, apa yang mau kau katakan?" tanya Leticia
" Aku hanya akan bilang, bahwa aku akan membantu membujuk kakak mu tentang Raja Alexander. Kau tenang saja, aku tau sifat Kakak mu itu dari kecil. Walaupun di keras kepala, tapi itu bukan berarti hatinya terbuat dari batu. " terang Darren sambil mengusap kepala Leticia
" Ya aku tau itu, tapi kenapa kau masih mau membantuku? aku kan sudah menolak mu, harusnya kau marah padaku "
" Haha.. itu adalah asumsi yang aneh. Aku tidak akan marah hanya karena ditolak cinta, berada di sisimu sebagai sahabat saja, aku sudah bersyukur. Dan alasan ku mau membantu mu, selain sebagai sahabat, aku juga ingin kau bahagia bersama orang yang kau cintai. " terang Darren
Kata-kata manis yang diucapkan Darren rupanya membuat Leticia kagum dan terharu padanya. Dalam pikiran nya Leticia mengagumi sikap Darren yang memiliki hati lapang, dan mau membantunya bersama Alexander. Tapi itu karena ia tidak tau saja sebenarnya Darren punya maksud tersembunyi.
" Terimakasih yang mulia.."
" panggil saja Darren, khusus untukmu. Sama seperti dulu kan?" tanya Darren
" Baiklah, saat kita berdua aku akan memanggilmu Darren. " jawab Leticia
Ya baguslah, terus berikan aku respon seperti ini. Rasa simpati, dan kagum mungkin saja bisa berubah menjadi cinta. Aku akan menunggu hari itu, dimana aku bisa memiliki mu.
Raja Ilios itu memberikan sebuah hadiah untuk kembali nya Leticia. Yaitu sebuah kalung permata biru yang langka dari negeri seberang.
" Maafkan aku, tapi aku sudah punya kalung. Jadi aku tidak bisa menerimanya " kata Leticia menolak
Ternyata dia menolak hadiah dariku karena kalung yang diberikan tiran itu. Sialan.
" Kumohon, aku sengaja membeli hadiah ini untuk mu. Ini hadiah langka dari negeri Orion. Jangan menolaknya, ini hadiah untuk kembali nya dirimu. Kau bisa memakai kalung nya kapan saja kok "
Wanita itu terlihat bingung dan terlihat berfikir. Ia merasa tidak enak karena terus menolak kebaikan sahabatnya itu. Akhirnya ia menerimanya, tapi ia berniat untuk menyimpan kalung itu tanpa memakainya. Darren terlihat senang karena hadiahnya diterima.
" Kalau begitu aku pergi dulu ya, kau cepatlah tidur. Hari sudah malam " kata Darren perhatian dan lembut
" Iya, kau juga harus segera pulang. Kerajaan Ilios kan sangat jauh dari sini. hati-hati " kata Leticia
Syukurlah, Tisha mulai perhatian padaku. Ternyata ada gunanya juga aku berpura-pura mendukung hubungan nya dengan tiran itu. Dia akan semakin percaya padaku. Inilah caraku untuk dekat dengannya.
" Terimakasih sudah perhatian pada sahabatmu ini "
" Kita kan sahabat, wajar saja kan?" kata Leticia sambil tersenyum
Ya teruslah tersenyum seperti ini padaku.
Setelah Darren pergi dari istana Brilla..
Zayana masuk ke kamar Leticia dan menyapa adik iparnya itu, ia berkata ingin bicara dengan Leticia.
" Maaf aku mengganggumu malam-malam begini, apa bisa aku bicara denganmu sebentar putri Leticia?" tanya Zayana ramah
" Kebetulan sekali, ada banyak juga yang ingin aku bicarakan dengan kakak ipar " jawab Leticia ramah
Baiklah, mari kita selesaikan semuanya satu persatu. Dimulai dari masalah kakak dan Ratu Zayana.
...---***---...
Jangan lupa like dan komen nya ya readers .. biar author makin semangat upnya 😘❤️
__ADS_1