
Chapter ini mengandung konten 18+
Mohon bijak dalam membaca 😊🙏
🍂🍂🍂🍂
Malam itu di istana Brilla..
Zayana nampak sedang berganti baju di kamarnya, ia juga bersiap-siap tidur.
" Seperti nya dia tidak akan datang lagi malam ini, baguslah " gumam Zayana sambil mengganti bajunya
KLAK
" Kau.. " Zayana kaget mendengar suara pintu terbuka dan melihat Derrick sudah ada di dekat pintu kamar mereka.
" Kau? tidak sopan sekali kau memanggil suami mu begitu !" seru Derrick marah
Derrick melihat istrinya itu dari atas sampai ke bawah, ia belum selesai berpakaian lengkap.
" Bisakah yang mulia mengetuk pintu dulu sebelum masuk?" tanya Zayana kesal
" Haruskah aku mengetuk pintu untuk masuk ke kamar ku sendiri " jawab Derrick sinis
Apa wanita ini berpakaian seperti itu untuk menggodaku?. Derrick menatap wanita di depannya itu dengan curiga.
Zayana keheranan melihat gerak gerik Derrick yang aneh, dan pria itu berjalan sempoyongan.
Apa dia mabuk? hm.. bau alkohol.
" Aku akan memaafkan mu kali ini, tapi lain kali tolong ketuk pintu dulu sebelum masuk. Atau beritahukan dulu kedatangan yang mulia " kata Zayana sambil merapikan bajunya
Derrick berjalan mendekati Zayana dan membuka kembali bagian atas baju yang dikenakan istrinya itu.
SRET
" Apa yang kau lakukan?" tanya Zayana tercengang.
" Bukankah ini yang kau mau? berpakaian seperti ini untuk menggodaku kan?" tanya Derrick sinis. " kenapa? kau ingin aku menyentuh mu?" tanya Derrick
" Yang mulia, kau mabuk..sadarkan dirimu " Zayana terlihat panik saat Derrick berjalan semakin mendekati nya
GREP
" Ah.. yang mulia !!" teriak Zayana kaget, saat pria itu memeluknya dengan erat.
" Istriku, apa kau mau malam pertama kita terjadi malam ini?" tanya Derrick berbisik di telinga Zayana.
Tubuh Derrick terasa panas, itu adalah reaksi alaminya saat ia melihat dan tergoda saat melihat Zayana. Ia tak bisa menyingkirkan nafsu itu, terlebih lagi ia berada di dalam pengaruh alkohol.
" Ti..tidak ! kita tidak bisa melakukan nya, bukankah kau sudah janji tidak akan menyentuh ku " Zayana mendorong pria itu dengan pelan, ia terlihat bimbang.
Saat itu terlintas di pikiran Derrick, tentang apa yang dikatakan Darren sebelum nya. Bahwa ia menyukai Zayana.
" Haha.. tidak mungkin, ini tidak benar. Dia bilang kalau aku suka pada nya? mustahil " Derrick sudah mulai kehilangan akal sehatnya, ia tertawa tawa lalu duduk di sudut ranjang.
Apa yang dia bicarakan? siapa yang ia sukai? seperti nya dia benar-benar mabuk...
Sementara itu Zayana melangkah mundur, seperti ketakutan melihat suaminya yang sudah kehilangan kendali. Ia memakai pakaian luar nya yang lebih tebal.
" Kyaa !! yang mulia !!" Zayana berteriak kaget saat Derrick tiba-tiba menggendong nya dan melemparnya ke ranjang.
" Malam ini, lakukan lah tugasmu sebagai istri " tubuh Derrick yang mulai memanas menindih tubuh Zayana. Dan gadis itu pun semakin berdebar saat dekat dengan suaminya.
" Yang mulia, jangan lakukan ini..kau akan menyesalinya" Zayana berusaha membujuk suaminya
Aku ingin mendapatkan mu ketika kau sudah memaafkan dan mencintai ku. Bukan dengan cara seperti ini, saat kau dalam keadaan tidak sadar.
Derrick menatap Zayana dengan penuh perasaan, sementara Zayana bertanya-tanya apa maksud tatapan suaminya itu. Zayana membelai pipi Derrick dengan lembut, dan gadis itu mulai meneteskan air mata.
" Maaf, aku tidak bermaksud menyentuhmu " kata Zayana lembut
Kenapa dia sangat cantik? sial !
Raja Brilla itu melancarkan aksinya, pertama-tama ia membuka baju atasannya. Zayana kaget melihat nya, dan ia memalingkan wajahnya.
" Lihat aku, kau harus melihatku malam ini. Dan rasakan pembalasan dari ku " Derrick memegang dagu Zayana dengan kasar dan memaksa wanita itu untuk melihat ke arah nya.
Ya, aku menyentuh nya dan menyetubuhi nya hanya karena aku membencinya. Bukan karena hal lain.
Pria itu merobek gaun yang dipakai Zayana dengan kasar, hingga bagian dalam tubuh gadis itu mulai terlihat. Zayana terlihat seperti akan menangis, ia menutupi bagian atas dan bagian bawah tubuhnya dengan kedua tangannya.
Apa yang ku pikirkan? dia tidak akan pernah bisa mencintaiku. Dia sangat membenciku.
Nafsu Derrick sudah mulai diambang batasnya. Melihat Zayana yang sudah tanpa sehelai kain ditubuhnya itu, ia semakin tergoda.
" Yang mulia..." lirih Zayana
" Diam !" seru Derrick membentak
__ADS_1
Pertama-tama, pria itu mencium bibir Zayana dengan kasar. Lalu ia menelusuri ciuman nya ke leher dan tengkuk Zayana.
CUP
CUP
CUP
Nampaknya Derrick menikmati percintaan dengan istrinya itu, meskipun Zayana merasakan bahwa Derrick bermain kasar dengan nya. Lebih tepatnya dengan tubuhnya. Tapi, Zayana juga hanya bisa pasrah. Melawan pun tidak ada gunanya, karena Derrick menahan kedua tangan dan kaki nya dengan kuat. Sehingga Zayana hanya bisa berbaring dan merasakan sentuhan demi sentuhan dari suaminya.
Ciuman Derrick semakin dalam dan intens saat salah satu tangan pria itu mulai meremas kedua gunung menyembul yang ada di bagian atas tubuh istrinya.
Zayana tidak bisa menahan lagi suara nya, saat Derrick mulai mencium mi kedua buah gunung milik nya itu dan menggigit bahu wanita itu. Derrick tersenyum melihat wajah Zayana yang kenikmatan.
" ARGH.. Haaah... " Zayana mengerang dan menahan sekuat tenaga suaranya dengan menggigit bibirnya sendiri.
" Bagus.. keluarkan suaramu lebih banyak, mengerang lah !" seru Derrick senang mendengar suara erangan Zayana
Apakah malam ini aku benar-benar akan kehilangan kesucian ku? dengan cara seperti ini? kenapa? padahal aku melakukan nya dengan orang yang aku cintai, tapi ini malah sangat menyakitkan hatiku.
Derrick mulai mencium mi seluruh tubuh Zayana, lalu mulailah ia menyentuh bagian terlarang dari wanita itu. Zayana kaget dengan jari yang menyentuh bagian terlarang nya itu.
" Ahh !! hentikan ! sakit ! " Zayana merintih kesakitan
" Apakah ini kali pertama mu? tentu saja ini akan sakit, dan aku juga tidak akan bermain lembut padamu. Jangan harap " kedua mata Derrick menatap Zayana dengan tajam, dipenuhi amarah, nafsu, dan cinta untuk istrinya itu.
" kumohon.. pelan sedikit !" Zayana memohon kepada suaminya itu, tubuhnya sudah berkeringat dan kegelian
" Tidak mau !"
Derrick membuka celana nya, dan sekarang ia pun sudah telanjang bulat. Pria itu nampaknya sudah bersiap untuk melancarkan aksinya ke tahap selanjutnya yang lebih intens.
Akhirnya Derrick membuka kedua kaki istrinya dengan lebar, lalu tanpa ragu memasukkan kejantanannya pada tubuh Zayana, dengan sekali hentakan yang kasar. Hingga membuat Zayana mengerang kesakitan.
" Aahhh !!"
Zayana yang baru pertama kali melakukan nya, berusaha memberontak dengan memukul mukul dada suaminya itu. Tidak terima istrinya memberontak, Derrick memegangi tangan Zayana dengan kuat. Hingga wanita itu kini hanya diam menerima semua perlakuan suaminya.
" Ah.. ah.. Ah..."
" Kau tidak akan bisa turun dari ranjang ini sampai besok, Zay " Derrick melahap bibir Zayana dengan terburu-buru.
Hmph..
Hmph..
Zay, dia memanggil Zay? hatiku berdebar dia memanggilku dengan nama panggilan ku. Apa ini hanya mimpiku? aku ingin kau mencintaiku Derrick.
Sial, aku tidak bisa berhenti !. Batin Derrick kebingungan
Tak lama setelah ciuman itu..
Derrick dan Zayana sama-sama mendesah penuh kenikmatan. Akan tetapi Zayana menangis karena kesakitan dengan sikap kasar suaminya, lebih tepatnya hatinya lah yang lebih sakit.
Kegiatan malam itu benar-benar berakhir sampai pagi. Zayana dan Derrick sama-sama kelelahan, mereka tertidur pada pagi hari. Tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka, hanya ada selimut yang menutup tubuh mereka yang telanjang bulat.
Zayana bangun lebih dulu dari Derrick yang masih tertidur lelap. Karena Carol mengetuk pintu untuk memberitahukan bahwa sarapan sudah siap. Zayana menyuruh Carol menunggu dulu, ia pergi ke kamar mandi dan hanya memakai baju tidur nya.
" Tubuhku seperti ditabrak sesuatu yang keras dan kasar. Semalam adalah malam yang luar biasa, tapi tentu saja itu untuk pasangan yang saling mencintai. Bukan untuk ku dan Derrick. " Zayana melihat ke arah cermin, ia tersenyum pahit melihat tubuhnya dipenuhi bekas ****** terutama di dada nya.
kenapa kau menyiksa ku seperti ini, Derrick?
🍂🍂🍂
Di istana Fostiarus..
Leticia terlihat gugup saat melihat Alexander, ia bahkan menghindari nya saat pria itu mengajak nya untuk sarapan bersama.
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Alexander dibalik pintu kamar Leticia.
" Aku tidak apa-apa ,kau pergilah. Makan saja duluan !" seru Leticia
Kenapa aku terus mengingat ciuman si mesum itu? ini gila. Harus aku akui, aku menyukai sentuhan nya itu. Wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kebingungan.
" Kau yakin baik-baik saja?" tanya Alexander curiga
" Aku benar-benar baik-baik saja " jawab Leticia yang gelagapan sambil memeluk bantalnya dengan gemas.
" Baiklah, aku akan pergi keluar istana dulu. Kalau kau membutuhkan sesuatu, katakan saja pada Mira atau Rita !" ujar Alexander
" iya, " jawab Leticia setengah berteriak.
Alexander melangkah pergi menjauh dari kamar Leticia. Ia memanggil Mira dan Rita untuk menjaga Leticia selama ia pergi keluar bersama Daniel.
" Kalau dia membutuhkan sesuatu, kalian harus segera melaksanakan perintah nya. Mengerti?" tanya Alexander
" baik yang mulia " jawab Mira dan Rita patuh
" Dia belum sarapan, jadi pergilah ke kamarnya dan antar kan sarapan untuknya !" seru Alexander
__ADS_1
" Baik yang mulia " jawab Rita dan Mira patuh
" satu lagi, jangan biarkan dia keluar dari istana" kata Alexander tegas
" Ya Baginda " jawab Mira dan Rita patuh
" Daniel, ayo kita pergi !" seru Alexander sambil melangkah pergi
" Ya, yang mulia " Daniel tersenyum senang
Syukurlah yang mulia sudah kembali normal menjadi manusia, nona Leticia. Terimakasih banyak sudah kembali.
Mira dan Rita mengetuk pintu kamar Leticia dengan sopan dan membawakan sarapan untuk nya. Leticia membuka pintunya dan celingukan melihat kesana kemari.
" Nona, ada apa?" tanya Mira heran
" Apakah yang mulia Raja sudah pergi?" tanya Leticia waspada
" Iya, Baginda sudah pergi keluar dari istana " jawab Rita
" Huftt.. syukurlah.. " Leticia menghela napas lega. " Oh ya, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada kalian !" seru Leticia
" Silahkan saja nona !" seru Rita dan Mira semangat
Leticia menyuruh kedua orang itu masuk ke dalam kamarnya. Ia menanyakan dengan serius tentang hubungan nya dan Alexander.
" Iya benar, kalau nona dan yang mulia Raja adalah pasangan kekasih " kata Mira yakin
" Lalu bagaimana bisa aku jatuh cinta padanya? maksud ku.. bagaimana aku bisa menjalin hubungan dengannya ?" tanya Leticia penasaran
" Dulu kerajaan nona di serang oleh Baginda Raja, dan nona di tawan oleh Baginda Raja di istana ini. Nona dan Baginda selalu bertengkar setiap hari, Baginda yang tidak pernah tertarik pada perempuan dan selalu mengatakan kalau dia benci perempuan, akhirnya jatuh cinta pada nona. Bahkan saat nona diculik oleh pangeran Gustaf, Baginda Raja pergi menyelamatkan nona " terang Rita
" Bukankah harusnya aku dan Raja saling membenci? kenapa bisa saling mencintai?" tanya Leticia bingung
" Orang sering bilang kalau cinta dan benci itu bedanya tipis. Mungkin perasaan nona dan Baginda Raja, adalah seperti itu. " jawab Mira
" Kata-kata mu persis seperti dalam drama TV " gumam Leticia
" Kebiasaan lama nona muncul lagi, nona selalu saja mengatakan hal hal yang tidak kami mengerti. " gerutu Mira
" benar, seolah nona berasal dari dunia lain " kata Rita membenarkannya
" Apa dulu aku selalu bilang seperti ini?" tanya Leticia kaget
" iya, dulu nona juga sering berkata seperti ini. " jawab Rita yakin
Wanita itu terlihat berfikir, ia merasa bahwa ia terasa familiar dengan semua nya. Istana Fostiarus, ciuman Alexander, dan perasaan yang ia rasakan saat ia berada di dekat Alexander.
Apa sebelumnya aku pernah datang ke dunia ini? tidak mungkin, tidak masuk akal ! banyak yang tidak ku mengerti disini. Lalu, perasaan tidak asing apa yang aku rasakan pada Raja tiran itu saat aku di dekatnya? aku merasa kalau aku punya perasaan padanya..
Leticia terlihat kebingungan dengan apa yang ia rasakan saat itu. Mira dan Rita melihatnya dengan cemas.
🍂🍂🍂
Sementara itu Alexander dan Daniel sedang pergi ke desa untuk melihat-lihat keadaan sekitar. Setelah itu mereka pergi ke makam tempat Leticia di makamkan sebelum nya.
Alexander terkejut saat melihat ada Darren dan pengawalnya ada disana dan menatapnya dengan tajam.
" Apa yang terjadi Raja Alexander ? penjaga makam bilang kalau mayat Tisha menghilang?" tanya Darren sinis
Daniel terkejut karena Darren seperti nya sudah mengetahui tentang Leticia.
Raja Darren ada disini? jangan-jangan dia sudah tau. batin Daniel panik
" Apa? mayatnya hilang? bagaimana bisa?" tanya Alexander santai
" jangan pura-pura bodoh ! kau pasti sudah tau kan?" tanya Darren tajam
Kedua pria itu saling menunjukkan tatapan tajam satu sama lain. Seperti pedang yang tajam, dan akan saling beradu.
" Dimana mayat nya, Raja Alexander?" tanya Darren
" Aku kan sudah bilang, aku tidak tau " jawab Alexander
Dia tidak boleh tau kalau Chia masih hidup. Tidak boleh !
" Kau pasti tau, kau kan yang menyuruh orang untuk menjaga makam ini " kata Darren tak percaya
" Aku bilang, aku tidak tau " jawab Alexander dingin
Darren menarik kerah baju Raja tiran itu dengan emosi.
" Raja Darren ! tolong tenang !" seru Daniel tajam
" Hey kau ajudan raja Alexander, diam lah !" seru Moore sambil mengarahkan pedangnya ke arah Daniel.
...---****---...
Hai readers.. jangan lupa dukungannya ya kalah udah baca..
__ADS_1
jempol, komen, rate, kasih hadiah juga boleh 😊👍
makasih ya buat yang udah kasih vote dan hadiah nya,😊😀