Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 18 Bertemu Darren


__ADS_3

.


.


Leticia terkejut saat mendengar langsung dari Darren kalau Derrick, kakak nya masih hidup. Ia sangat senang, juga khawatir akan keselamatan Derrick.


Darren mengatakan bahwa ia dan Derrick akan menyelamatkannya dari genggaman Alexander.


" Pangeran Darren, kau tidak bisa melakukan ini.. aku tidak bisa pergi dengan mu " kata Leticia


" Apa maksud mu? kenapa kau tidak bisa? kita bisa pergi sekarang, apa kau tidak mau pergi? tidak mungkin kan? " kata Darren heran


" Aku ingin pergi, tapi bukan sekarang waktunya.. aku belum bisa pergi sekarang " kata Leticia


" Tapi kenapa?" tanya Darren serius


" Apa Leticia mempunyai perasan pada raja itu? tidak mungkin, mereka kan saling membenci " batin Darren berfikir


" Aku tidak mau pangeran dan kakak dalam bahaya, jika sudah waktunya aku akan pergi bersama kalian " jawab Leticia


" Pergilah dari sini sebelum raja tiran itu menemukan mu, dan aku akan mungkin tidak akan bisa menyelamatkan mu " batin Leticia


" Tapi, Tisha..."


" Pergilah ! mereka pasti mencari ku, aku yakin kita pasti akan bertemu lagi. Sampaikan pada kakak ku, bahwa aku baik baik saja ya. " wanita itu tersenyum


Tanpa sadar pria itu menyentuh wajah Leticia dengan kedua tangannya dan menatapnya dengan lembut.


" Baiklah, aku akan pergi sekarang. Nanti aku akan menemui mu lagi " kata Darren


" Kenapa dia suka membuat jantung ku berdebar debar sih? apa benar aku suka pada pangeran Darren?" batin Leticia bingung


" Aku boleh tidak memeluk mu?"


Pria ini sopan dan selalu meminta izin ketika akan melakukan sesuatu, ia lembut, perhatian, tampan dan juga tidak pernah memaksa atau berbuat kasar pada Leticia. Tidak seperti pria brengsek yang ia temui di kehidupan sebelum nya, tidak seperti raja tiran yang selalu bersikap sinis dan kadang kasar kepadanya, ia percaya bahwa Darren tulus menyayangi nya. Akan tetapi ia masih berfikir kalau yang di sayangi dan di pedulikan oleh Darren adalah Leticia yang asli / Leticia yang dulu.


" Silahkan .." jawab Leticia


GREP


Darren memeluk Leticia dengan penuh kasih sayang. Wanita itu juga membalas pelukan dari Darren dengan hangat.


Mungkin dulu kita hanya sahabat, aku hanya menganggap mu sahabat. Tapi sekarang aku sadar kalau kau lebih dari itu, bisakah hubungan kita melangkah lebih dari sahabat? baik lah, tenang saja.. waktu kita masih panjang Tisha.


Aku belum pernah merasakan kehangatan seperti ini saat dipeluk seseorang, bahkan pelukan si brengsek Jun Hyuk pun rasanya tidak seperti ini. Entah kenapa aku merasa nyaman dan ingin terus memeluknya. Apa aku benar benar menyukainya?


Leticia dan Darren berada dalam kebimbangan dan kebingungan dengan perasaan mereka. Setelah 5 menit berpelukan, Leticia menyuruh agar Darren kembali ke kerajaan nya. Namun, sebelum itu ia membelikan makanan untuk diberikan kepada Derrick.


" Ini adalah kue kesukaan kak Derrick, tolong berikan padanya ya " kata Leticia senang


" Lalu tidak ada untukku?" tanya Darren dengan wajah memelas


" Maaf, aku tidak tau makanan kesukaan pangeran. " jawab Leticia sambil menggaruk kepalanya dengan bingung


" Ah tentu saja, kau pasti lupa karena kau sedang hilang ingatan. Tak apa, biar aku beritahu ya kalau aku suka pie cherry dan aku suka makanan pedas " Darren tersenyum ceria


" Kenapa dia memberitahu ku semua ini? dia berharap aku membuatkannya atau bagaimana?" batin Leticia bingung


" Mau aku belikan? " tanya wanita itu


" Lain kali saja, mari kita makan bersama " Darren tersenyum


" Baik lah "


Grep


Kedua kalinya Darren memeluk Leticia dan membuat wanita itu terkejut.


" Bukankah tadi pangeran sudah memeluk ku?" tanya Leticia heran


" Kalau bisa aku ingin memeluk mu setiap hari "


" A..APA?"


" Aku pergi ya, akan aku sampaikan pada kakak mu kalau kau baik baik saja " kata Darren ramah


" Terimakasih " Leticia tersenyum


Sebenarnya pria itu tidak ingin meninggalkan Leticia di Fostiarus, tapi yang dikatakan wanita itu benar.. waktunya belum tepat untuk membebaskan nya dari tahanan Alexander. Pria itu mengerti, bahwa Leticia menyuruhnya pulang agar ia selamat dan tidak berada dalam bahaya karena Raja Alexander.


Tanpa wanita itu sadari, saat Darren sudah pergi jauh. Dua orang pria mencurigakan sedang mengintainya.

__ADS_1


" Apa benar dia orangnya?"


" satu satunya wanita berambut perak, itu pasti dia..Ciri cirinya juga sesuai " jawab pria yang satunya yakin


Dua orang pria itu diam diam mengikuti Leticia dari belakang. Tapi, karena ramai dua orang pria itu kehilangan jejak Leticia.


" Kenapa aku merasa seperti ada yang mengikuti ku ya? ini mungkin hanya perasaan ku saja " gumam Leticia


***


Disisi lain pasar kota..


Kedua orang itu kelimpungan mencari Leticia yang tiba-tiba menghilang ditengah keramaian.


" Bagaimana ini? aku bisa dibunuh yang mulia raja kalau begini caranya ! " kata Daniel kelabakan


" Bagaimana ini tuan Daniel? bagaimana kalau tuan putri diculik " kata Carol cemas


" Aku akan cari ke sebelah sana, nona Carol carilah ke sebelah sana !" ujar Daniel


Saat Carol dan Daniel akan berlari, ia terkejut melihat Leticia yang sudah ada di depannya dan membawa tas keresek di tangannya, dan ia sedang makan sosis tusuk dengan lahap.


" Yang mulia !" Carol


" Putri !" teriak Daniel


" Ada apa dengan ekspresi kalian itu? kenapa kalian berteriak? apa ada yang salah ? Apa si tiran psikopat itu ada disini?" tanya Leticia sambil celingukan


" Tuan putri, anda dari mana saja? hampir saja saya yang selalu sehat sehat ini terkena serangan jantung !" seru Daniel


" Memangnya apa yang ku lakukan?" tanya Leticia polos


" Yang mulia anda menghilang selama 15 menit, kami kira terjadi sesuatu pada yang mulia "


" Saya malah mengira kalau tuan putri kabur "kata Daniel


" Kabur? apa aku bisa? " gumam Leticia pelan


" Putri, lain kali anda tidak boleh seperti ini. " kata Daniel memperingatkan


" Benarkah yang mulia akan meninggalkan saya sendiri disini dan kabur?" tanya Carol sedih


" Ya baiklah kami maafkan, tapi lain kali tuan putri jangan seperti ini. Kalau baginda raja tau hal ini dia pasti akan menghabisi saya " kata Daniel


" Mengenal tempramen nya yang buruk itu, dia pasti akan melakukan nya. Maafkan aku tuan Daniel, aku berbohong " batin Leticia merasa bersalah


" Iya baiklah. Aku sudah bawa makanan untuk kalian, kita makan di istana saja. " Leticia mengajak


***


Saat waktu senggang, untuk mengambil hati semua pelayan di istana, Leticia membuatkan mereka makanan yang tidak pernah mereka makan sebelum nya. Semua orang memuji keterampilan memasak Leticia.


" Ini benar benar enak, makanan apa ini namanya?"tanya Rita penasaran


" Benar, aku juga belum pernah melihat makanan seperti ini " Kata Mira bingung


" Ternyata di dunia ini tidak ada ramen? sayang sekali mereka tidak hidup di dunia ku dan merasakan berbagai makanan enak. " batin Leticia


" Makanan ini namanya ramen, bagaimana? apa rasanya enak?" tanya Leticia ramah


" Enak sekali ! sering sering memasak untuk kami ya " kata para pelayan ramah


" Baiklah, jika senggang aku akan membuat kan nya untuk kalian "


Semua orang ramah kepadanya kecuali Ginny dan Jean karena mereka adalah bawahan Vivian.


***


Di kerajaan Ilios..


Dari kejauhan Derrick melihat Darren yang terlihat ceria dan senang sambil membawa bungkusan di tangannya.


" Yang mulia pangeran ! anda dari mana saja?!" tanya Moore cemas


" Maafkan aku ya Moore, aku hanya jalan jalan sebentar ke Fostiarus " jawab Darren santai


" Jadi kau benar benar ke Fostiarus? kau menemui Tisha?" tanya Derrick tak percaya


" Iya, dan tebak aku bertemu siapa? aku bertemu adik mu di pasar " kata Darren senang


Kedua pria itu duduk di halaman depan istana, Darren menceritakan pertemuan nya dengan Leticia.

__ADS_1


" katanya kau suka makanan ini, Tisha membelikannya untukmu " kata Darren


Derrick membuka bungkusan yang ada di depannya, dan ia melihat kue coklat kacang kesukaan nya.


" Dia ternyata tidak lupa kue kesukaan ku.. " Derrick tersenyum pahit dan memakan kue itu sambil menangis


" Dia pasti sangat merindukan Tisha " batin Darren


" Apakah enak?" tanya Darren


" Iya. Bagaimana bisa kau tidak mengajak ku kesana ? aku ingin bertemu dengannya " kata Derrick sebal


" Maaf, tadinya aku hanya iseng saja ingin melihatnya dari jauh lalu kembali. Ternyata aku malah berpapasan dengannya di pasar. " kata Darren


" Tidak apa. Apakah dia baik baik saja?" tanya Derrick


" Iya dia baik baik saja, dia bilang padaku agar kau tidak mencemaskan nya. " jawab Darren


" Syukurlah " Derrick bernapas lega


" Tenang saja, kita akan bertemu nanti saat kita ke Fostiarus. " kata Darren menenangkan


" Iya. Pangeran Darren, kau tau tidak kalau Tisha banyak berubah setelah tenggelam ke danau? dia jadi lebih ceria, terbuka dan energik, aku dan ayah sangat senang melihatnya seperti itu. "


" Bukan hanya kau saja yang merasakan nya, aku juga merasa Tisha banyak berubah, dan jujur saja aku lebih suka dia yang sekarang. Biasanya dia akan menangis atau merengek di keadaannya yang sekarang, tapi tadi aku melihat ia baik baik saja " terang Darren


" Ya kan, kau juga merasa begitu? " tanya Derrick


" Iya, dia terlihat lebih kuat dari sebelumnya " jawab Darren


" Dan itulah yang membuat aku jatuh cinta padanya tanpa sadar " batin Darren


***


Malam itu sang Raja tiran baru kembali setelah dari Brilla dan menyelesaikan masalah.


" Daniel, apa dia tidak membuat masalah?" tanya Alexander datar


" Tidak yang mulia, semuanya baik baik saja. " jawab Daniel


" Sepertinya tentang putri yang menghilang di pasar, tidak usah diceritakan " batin Daniel


" Apa dia bersenang senang?" tanya Alexander


" yang mulia raja yang tidak pernah peduli pada perasaan seseorang, sekarang mulai memperhatikan perasaan putri? " batin Daniel


" Daniel, apa kau tuli?!!!"


" Maaf kan saya yang mulia. Kami.. bersenang senang, maksud saya tuan putri bersenang senang. Ia bahkan membeli kue stroberi dengan jumlah yang banyak, bakso tusuk dan juga telur gulung, tuan putri makan dengan sangat lahap"


" Apa dia suka kue stroberi?" batin Alexander


" Lalu, sedang apa dia sekarang?" tanya Alexander


" putri sedang ada di halaman belakang " jawab Daniel


***


Leticia dan Carol sedang berada di halaman belakang, dan wanita itu menceritakan kepada pelayannya kalau ia bertemu dengan Darren dan terlihat bahagia.


" Jadi itu sebabnya yang mulia terlihat bahagia tadi?" tanya Carol sambil tersenyum


" Iya, Carol apa benar kami sahabat biasa? apa aku di masa lalu tidak pernah menjalin hubungan dengannya selain itu?" tanya Leticia penasaran


" Hem.. setahu saya yang mulia hanya tergila gila pada Duke Henry, dan tidak pernah melihat pria lain selama ini. Dulu tuan putri dan pangeran Darren sangat dekat, namun setelah putri bertunangan dengan Duke Henry, pangeran Darren menjauh dari yang mulia. "


" Ternyata ada cerita seperti itu " kata Leticia senang


" Ada apa yang mulia?"


" Carol, tadi kami berpelukan. Maksudku dia memelukku " kata Leticia malu malu


" Apa ? jangan bilang kalau yang mulia dan pangeran Darren menjalin hubungan asmara??" tanya Carol kaget


" Siapa yang menjalin hubungan asmara?" kata Alexander sambil menatap Leticia dan Carol penuh kemarahan.


" Sejak kapan tiran psikopat itu ada disini?" batin Leticia kaget


" beraninya kau bertemu dengan pria lain saat aku tidak ada " batin Alexander kesal


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2