Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 17 Kakak ku masih hidup


__ADS_3

.


.


.


Raja tiran itu sedang duduk dengan serius di meja kerja dan mengerjakan pekerjaan nya. Sementara itu Leticia disuruh menunggu di ruangan itu bersamanya, karena bosan Leticia melihat lihat buku buku yang terpajang di sana karena penasaran.


" Syukurlah bahasa Inggris dan bahasa Yunani ku bagus, karena di dunia ini ternyata banyak buku buku yang berbahasa Inggris dan Yunani. Jadi, aku bisa membacanya " batin Leticia


Leticia kagum pada Alexander meskipun ia suka membunuh orang, tapi koleksi buku nya lumayan banyak dan artinya dia adalah Odang yang suka membaca buku.


" Ehem hem.. " Alexander berdehem


" Maafkan saya, saya hanya melihat lihat " kata Leticia sambil melihat Raja itu


" Kau bosan?" tanya Alexander


" Ya aku sangat bosan..Tapi masa aku mau jawab begitu, yang ada dia ngamuk lagi " batin Leticia


" Ti..tidak sama sekali.." Leticia tersenyum lebar


" Kau tidak boleh keluar sebelum aku selesai bekerja " kata Alexander datar


" Cih, dasar psikopat ini. Kenapa dia selalu membawaku kemana mana akhir akhir ini. " batin Leticia sebal


Alexander berjalan dari tempatnya duduk dan mengambil salah satu buku di rak nya, lalu ia memberikan buku itu pada Leticia.


" Eh ? kenapa?" tanya Leticia


" Baca lah " jawab Alexander


" Apa saya boleh membacanya?" tanya Leticia


" Untuk apa aku melarang "


" Meskipun dia dingin seperti biasanya, tapi dia pengertian juga. Dia mengerti kalau aku bosan " batin Leticia


Wanita itu kembali duduk di kursinya, dengan semangat ia membuka buku itu dan membacanya. Tanpa ia sadari, dari bibir nya terlihat senyuman. Alexander melihatnya dan jantungnya kembali berdegup lebih kencang, pria itu melihat ke arah bibir Leticia yang berwarna merah semerah delima.


" kenapa jantung ku seperti ini lagi? bukan kah ini sudah sembuh.. " batin Alexander sambil memegang dadanya


Deg


Deg


Deg


Wanita itu berpaling dari bukunya dan melihat Alexander sedang memegang dadanya. Leticia melangkah mendekati sang raja dengan raut wajah cemas nya yang tidak dibuat buat.


" Yang mulia, kau baik baik saja?"


" Ti..tidak ! jangan mendekat !! tetap disitu !" seru Alexander panik


" Dia kenapa? Apa mungkin dia punya penyakit jantung? masa sih raja tiran yang kuat ini punya penyakit? " batin Leticia heran


Setiap gadis itu mendekat, jantungnya semakin berdebar kencang dan itu membuat Alexander panik, tak terkendali, tak dapat ia pungkiri bahwa ia ingin melakukan hal yang lebih dengan wanita yang ada di depannya itu. Wanita itu semakin mendekat ke arahnya karena mencemaskan sang Raja yang wajahnya sudah memerah.


" Yang mulia sepertinya anda demam, saya akan panggilkan tuan Daniel untuk memanggil tabib " kata Leticia terburu-buru


" Ti..tidak usah.." Alexander gugup


Wanita itu berjalan terburu-buru, dan tak sengaja tersandung ujung meja kerja Alexander. Hampir saja wanita itu jatuh jika tidak ditangkap oleh Alexander.


Lagi lagi dan lagi, untuk kesekian kalinya Leticia kembali berdekatan dengan Alexander. Wanita itu duduk di pangkuan Alexander, dan tangannya yang refleks memeluk Raja yang ia benci itu.


" Kenapa aku selalu berada di situasi seperti ini dengan nya?" batin Leticia kesal dan malu


" Debaran jantungku, tidak terasa begitu cepat lagi. Apa aku harus selalu melakukan ini ( maksudnya menyentuh Leticia ) dengannya agar penyakit ini bisa sembuh? kenapa juga aku bisa merasakan perasaan nyaman seperti ini saat di dekat nya, padahal dia adalah putri pembunuh keluarga ku " batin Alexander heran


Sesaat mereka lupa bahwa mereka saling membenci, akan tetapi tubuh mereka lebih jujur daripada pikiran dan akal sehat mereka.


Setelah beberapa saat sempat terdiam, Leticia beranjak dari pangkuan Alexander dan kedua orang itu menjadi canggung.


" Sa.. saya.. akan panggil tabib ya "


" Kan aku bilang tidak usah !" seru Alexander


TOk TOK TOK


" Siapa?" tanya Alexander dari ruang kerjanya


" Ini saya yang mulia "


" Daniel, masuk saja !"


Daniel membuka pintu ruang kerja Raja dan memberi hormat pada raja.


" Ada apa?" tanya Raja Alexander


" Tuan Viscount Miles, Count Bernard, dan Duke Varant datang untuk melapor, yang mulia "


" Hum.. suruh mereka masuk "


Diam diam, Leticia melangkah pergi mengikuti Daniel.

__ADS_1


" kalian mau kemana?" tanya Alexander melihat pada Daniel dan Leticia


" bukannya yang mulia akan bicara dengan para bangsawan itu ?" tanya Daniel hati hati


" Iya benar, jadi kami pergi saja. Takutnya menganggu.. "


" Aku tidak menyuruh kalian pergi, jadi diam lah disini " kata Alexander


" Ta..tapi..


" aku tidak suka mengulang kata kata ku "


" Cih, dia tidak suka dibantah. Dasar, padahal untuk apa aku disini " batin Leticia sebal


Ketiga bangsawan itu masuk dengan perasaan ketakutan, mereka menyampaikan laporan mereka tentang wilayah mereka. Namun, Alexander tidak puas dengan laporan mereka, raja itu terlihat kesal.


" Bagaimana bisa kalian sebut diri kalian kepala daerah, kalau tidak bisa menyelesaikan masalah sepele seperti ini??!!" Alexander melempar kertas kertas yang ada di meja


" Dia menyeramkan juga kalau marah, ah itu kan memang sifat khas nya " batin Leticia


" Apakah aku harus membereskan mayat lagi? oh tidak " batin Daniel mengeluh


" Yang mulia.. ampuni kami, kami sudah berusaha.. se..


" Berusaha apa? anak umur 5 tahun saja bisa mengerjakan ini?! kalian anggap apa kerajaan Fostiarus ? apa kalian sudah bosan hidup??!" Alexander menunjukkan tatapan mengancamnya


Melihat ketiga bangsawan itu gemetaran, ketakutan dan sudah berlutut memohon ampun, Leticia merasa iba.


" Tuan putri, tolong mereka! atau mereka akan kehilangan nyawa nya hari ini !" bisik Daniel pada Leticia


" Bagaimana aku bisa menghentikan si tiran itu?" bisik Leticia pada Daniel


" Tuan putri pasti bisa, tolong lah kasihan mereka. Nanti saya harus membersihkan mayat lagi kalau terjadi pertumpahan darah di sini " gerutu Daniel


" Haa.. baiklah akan ku lakukan se bisa ku. Meski aku tidak yakin " kata Leticia ragu


Tiba tiba saja Leticia memegang perutnya dan kesakitan " Akhh.. tuan Daniel.. tolong aku.. "


Perhatian Alexander pada ketiga bangsawan itu teralihkan pada Leticia yang merintih kesakitan.


" Ada apa?" tanya Alexander cemas


" Apa aku tidak salah lihat? yang mulia sangat mencemaskan putri Brilla itu?" bisik Viscount Miles kaget


" Iya benar.." Duke Varant dan Count Bernard terpana melihatnya.


" Perut..ku.. sangat sakit.. aduh..." Leticia berakting kesakitan


" Kalian bertiga pergilah ! dan buatlah laporan yang benar dalam 3 hari, aku akan mengurus kalian nanti !" ujar Alexander pada bangsawan itu.


" Haa... terimakasih atas kebaikan hati baginda ! " ketiga bangsawan itu merasa lega dan bersyukur


" Tuan putri benar benar hebat " batin Daniel memuji


Tiga bangsawan itu bersyukur karena nyawa mereka selamat, dan mereka sangat berterimakasih pada Leticia. Setelah itu Leticia pergi keluar dari ruang kerja Raja dengan alasan ingin mengambil makanan di dapur karena lapar, perutnya jadi sakit. Ketiga bangsawan itu masih ada di sekitar situ.


" Kalian belum pergi? cepatlah pergi, nanti yang mulia raja akan marah lagi !" ujar Leticia memperingatkan


" Terimakasih tuan putri, kami tidak akan pernah melupakan kebaikan tuan putri" kata Viscount Miles senang


" Haaha.. tuan tidak usah berkata seperti itu. Saya tidak berbuat apa apa, dan tolong jangan panggil saya tuan putri " Leticia tertawa kecil


" jika kalian memanggil ku begitu, aku jadi teringat kakak dan ayah ku..apakah ini perasaan Leticia yang asli? kenapa aku tiba tiba merasa sedih? " batin Leticia


" Bagaimana pun juga kau sudah menyelamatkan nyawa kami, jadi jika kau ingin meminta bantuan. Kami pasti akan membantu " kata Count Bernard ramah


Beberapa hari yang lalu ketiga bangsawan ini meremehkannya karena ia adalah tawanan Alexander, tapi sekarang mereka bersikap ramah pada nya karena ia bisa membuat Raja Alexander tidak mengangkat pedangnya ( menyelamatkan nyawa ).


" Kalau begitu, apa saya bisa minta tolong pada kalian?" tanya Leticia ragu ragu


" Mau minta tolong apa? jika kami bisa membantu, pasti kami akan bantu " kata Duke Varant


" Apa kalian bisa mencari tau dimana keberadaan kakakku? putra mahkota Derrick " tanya Leticia


Ketiga bangsawan itu tercengang mendengar permintaan Leticia.


" Sudah kuduga, mereka tidak akan bisa membantu ku " batin Leticia sedih


" Kami akan membantu ! tapi tuan putri harus berjanji pada kami agar merahasiakan ini dari baginda raja " kata Duke Varant


" Jika yang mulia raja tau, kami tidak akan bisa lepas dari hukuman " kata Count Bernard


" Benarkah kalian akan membantu saya?" tanya Leticia senang


" Iya, tapi tolong dirahasiakan " jawab Viscount Miles


" Terimakasih.. pasti akan saya rahasiakan, sekali lagi terimakasih banyak " Leticia senang


" Nanti kami akan kemari lagi dan memberitahu informasi tentang kakak tuan putri " Count Bernard tersenyum ramah


" Iya iya ! saya akan menunggu " kata Leticia semangat


" Semoga ada kabar dari kak Derrick, dan itu adalah kabar baik " batin Leticia berharap


***

__ADS_1


Negeri Ilios ..


Derrick sedang membantu Raja Cedric dalam pekerjaan nya. Ia selalu setia mengikuti Raja Cedric kemana mana dalam penyamaran nya.


" Apa kau ada merasa tidak nyaman putra mahkota Derrick?" tanya Cedric cemas


" Yang mulia raja tolong jangan panggil saya begitu, saya bukanlah putra mahkota lagi " kata Derrick sedih


" Maaf, aku sudah terbiasa. Aku akan mencoba memanggil mu sir Derrick " kata Raja Cedric


Derrick melamun sepanjang hari itu, ia tampak memikirkan sesuatu.


" Ada apa? kau bisa bicara padaku sir Derrick, jangan sungkan " kata Cedric ramah


" Saya hanya sedang merindukan Leticia.. saya khawatir dengan keadaannya, setiap memikirkan nya saya tidak bisa tidur. Apa dia makan teratur, dia makan atau tidak saja saya tidak tau. Kakak macam apa saya ini .." kata Derrick


" Aku mengerti. Jadi, apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya Cedric


" Apa? tapi bagaimana saya bisa .." Derrick bingung


" Pergilah ke Fostiarus, sebagai perwakilan ku. Kau bisa pergi bersama pangeran Darren. Aku akan atur semuanya untukmu " kata Cedric


" Sungguh? saya bisa bertemu dengan Leticia?" tanya Derrick senang


" Ya, tapi kau tidak boleh ketahuan ya " Jawab Cedric


" Anda sangat baik yang mulia, rasanya terimakasih pun tidak cukup untuk semua kebaikan anda. " kata Derrick sopan


" Tidak usah sungkan, aku juga berhutang banyak pada mendiang raja Edmund yang sudah membantu membangun kerajaan Ilios hingga seperti ini. Jika aku bisa, aku ingin sekali mengabulkan semua permintaan mu, tapi aku hanya bisa melakukan hal yang sederhana ini " kata Cedric sedih


" Tidak yang mulia, ini bukan lah hal yang sederhana. Ini adalah hal yang sangat berharga untuk saya " kata Derrick terharu


Derrick sangat senang ketika ia berkesempatan bertemu dengan Leticia di Fostiarus. Tadi nya ia tidak memiliki semangat hidup, namun saat ia tau Leticia masih hidup, ia jadi memiliki harapan dan ambisi.


Ambisi balas dendam pada Raja Alexander, dan penyelamatan Leticia adalah prioritas utama hidupnya saat ini.


Derrick segera mencari Darren untuk memberitahukan kabar tentang kepergian nya ke Fostiarus.


" tuan Moore? kemana yang mulia pangeran, kenapa anda sendirian?" tanya Derrick yang heran melihat Moore terlihat resah


" Pangeran Darren, dia.. " Moore gugup


" Ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Derrick


" Pangeran.. dia pasti pergi diam diam lagi " gumam Moore bingung


" Apa? kemana?" tanya Derrick


" Pasti ke Fostiarus " jawab Moore


" A..Apa??!" Derrick kaget


***


Hari itu Leticia diperbolehkan keluar dari istana untuk berbelanja dan makan makan di luar bersama Carol dan Daniel.


" Tuan Daniel, menurutmu kenapa yang mulia raja mengizinkan ku keluar dari istana?" tanya Leticia heran


" Mungkin karena bersama saya, jadi yang mulia tidak cemas " jawab Daniel


" Apa kau pikir tiran psikopat seperti dia bisa khawatir padaku?" tanya Leticia tak percaya


" Tuan putri, tolong jangan bicara begitu..bagaimana jika yang mulia mendengarnya " kata Daniel memperingatkan


" Tuan putri ini tidak peka atau bagaimana, yang mulia raja sudah menunjukkan banyak perhatian pada nya tapi ia masih belum menyadari kalau yang mulia tidak seburuk yang ia pikirkan. Apalagi yang mulia berubah sejak kedatangannya.." batin Daniel heran


" Dia kan sedang pergi, jadi dia tidak mungkin ada disini. " kata Wanita itu santai


" Yang mulia, lihat itu !" seru Carol semangat, dan menunjuk ke sebuah toko


" Kue.. kue stroberi !!" teriak Leticia semangat


Wanita itu langsung berlari secepat kilat menuju ke toko Cake itu, seperti menemukan sesuatu yang berharga.


" Eh ! tuan Putri tunggu kami !" seru Daniel menyusul


" Yang mulia !" seru Carol berlari


Wanita itu berlari dengan cepat dan semangat, tak sengaja ia menabrak seseorang yang tidak asing baginya. Pria itu memegangi tangannya agar tidak jatuh, wajah mereka pun bertemu, mata mereka bertatapan.


" Pangeran Darren??! "


Dengan cepat Darren membawa Leticia bersembunyi dari Daniel dan Carol.


" Sedang apa kau disini? apa kau cari mati?" tanya Leticia


" Syukurlah kau ada disini, tadinya aku akan ke istana menemui mu " jawab Darren santai


" Bagaimana bisa kau ada disini? apa kau tidak takut tertangkap?" tanya Leticia cemas


" Aku punya kabar penting untukmu, tentang putra mahkota Derrick " Jawab Darren


" Apa? kau benar-benar nekat ya, pangeran !" seru Leticia kesal


" Dengarkan aku dulu, kakak mu masih hidup. Dan dia berada di kerajaan Ilios sekarang. Dia tinggal bersama ku " kata Darren

__ADS_1


" Kakak ku masih hidup? benarkah kak Derrick masih hidup?" tanya Leticia terpana


...---***---...


__ADS_2