Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 110. Aku hamil?


__ADS_3

Di kamar Leticia..


" Hoam..."


Leticia terbangun dari tidur panjangnya, ia melihat sinar mentari yang menembus jendela kamarnya.


" Ini pasti sudah pagi kan? aku tidak ingat, kapan aku tidur ya?" gumam Leticia kebingungan


Leticia beranjak dari ranjangnya, ia melihat beberapa obat dan vitamin yang ada meja. Ia bertanya tanya obat dan vitamin untuk siapa yang ada di meja itu. Lalu ia terkejut mendapati Alexander yang masih tidur lelap di sofa.


" Eh, kenapa dia tidur di sofa?" tanya Leticia bingung.


Mumpung dia belum bangun, aku pergi ke dapur saja dan buat sarapan. Tiba-tiba aku juga ingin makan telur gulung.


Leticia tersenyum memandangi suaminya yang sedang tertidur pulas itu. Pasti Alexander lelah karena perjalanan nya mencari iblis, makanya tidurnya sangat pulas. Begitu lah pikir nya.


Belum jauh Leticia melangkah, tiba-tiba ada tangan kekar yang menggendong tubuhnya hingga sampai ke atas. Leticia sangat terkejut, melihat sosok yang tadi sedang tidur pulas di depannya itu sedang menggendong nya.


" KYAA !!"


" Kau sudah bangun, Lex?" tanya Leticia


" Kau mau kemana? kenapa kau tidak berbaring saja dan malah jalan-jalan?" tanya Alexander sambil tersenyum memandangi wajah Leticia.


" Aku lapar, aku mau buat sarapan. Untukmu juga "


Kenapa pertanyaan nya terdengar agak aneh ya?


" Kau mau makan apa?" tanya Alexander sambil mendudukkan Leticia di pangkuannya. Leticia terkejut dengan tindakan suaminya yang tidak biasa itu, ia merasa seperti sedang dimanja.


" I-itu, aku ingin telur gulung. Apa kau mau juga? aku akan buatkan "


" Tidak, tidak bisa. Hari ini kau diam saja di kamar, istirahat kan dirimu, biarkan pelayan yang membuatnya " Alexander tersenyum dan memegang punggung istrinya.


Dari tadi dia terus tersenyum, apa ada sesuatu yang baik terjadi?


" Apa Raja iblis telah ditemukan? atau Raja iblis sudah kalah?" tanya Leticia menebak-nebak.


" Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang nya?" tanya Alexander heran


" Karena kau tersenyum terus dari tadi, jadi aku pikir pasti ada berita baik dan sangat membahagiakan. " jelas Leticia


" Itu benar, memang ada berita yang sangat membuatku bahagia. Tapi itu bukan berkaitan dengan Raja iblis " Alexander memeluk istrinya dengan lembut.


" Berita apa itu?" tanya Leticia


Arghh ,aku mual lagi.


Belum sempat Alexander menjawab pertanyaan Leticia, wanita hamil itu berdiri dari pangkuan Alexander, lalu berlari menuju ke kamar mandi. Ia kembali ke rutinitas lamanya selama 1 bulan itu, muntah di pagi hari. Padahal ia belum makan apa-apa.


" Uwekk uwek "


" Leticia !! sayang !" Alexander menyusul Leticia dengan wajah panik.


Alexander menepuk-nepuk punggung istrinya dengan penuh kasih sayang. Setelah selesai dengan mual mualnya, Alexander menggendong Leticia. Ia tak membiarkan istrinya berjalan.


" Alex, ini terlalu berlebihan. Kau tidak perlu menggendong ku, aku bisa jalan sendiri " Leticia merasa tak enak hati


Ada apa dengannya?


" Kau belum berat sama sekali, kau harus meningkatkan berat badan mu. Bagaimana bisa kau sedang berbadan dua dan beratmu hanya segini? ini sangat ringan "


Alexander mengomel, lalu meletakkan istrinya di ranjang dengan hati-hati.


" A-Apa maksud mu berbadan dua?" tanya Leticia bingung


" Apa kau tidak sadar apa yang terjadi pada tubuhmu? menurutmu kenapa kau mual mual di pagi hari dan tubuhmu terasa berat?" tanya Alexander


" Aku .. aku ..." Leticia terlihat kebingungan


Iya, sebenarnya aku kenapa ya? apa ini bukan masuk angin?


" Kau hamil sayang, kau sedang mengandung buah hati kita " kedua tangan Alexander memegang pipi Leticia dengan lembut.


" A-APA?!! Aku hamil????"


Leticia kaget bukan main, ia memegang perutnya. " Apa benar aku hamil ? di dalam perutku ada bayi ?"


Leticia menangis tersedu-sedu, dan hal itu membuat Alexander panik, juga bingung. Apa berita ini membuatnya sedih? mana mungkin kan?


" Eh, kau kenapa sayang? kenapa kau malah menangis?" tanya Alexander kebingungan


" Aku tidak menyangka, hu.. aku sangat bahagia. Aku akan menjadi ibu, ada bayi kita di dalam perutku.. huu..." Air mata masih mengalir deras keluar dari matanya.


" Astaga, aku pikir kenapa. Sudah jangan menangis, tidak baik untuk bayi kita. Nanti bayi kita akan ikut menangis "

__ADS_1


" Tapi aku menangis karena senang..huu.."


Ternyata semua keanehan ini, karena ada bayi di dalam perutku.


Tangan Alexander secara langsung menyeka air mata yang mengalir di pipi Leticia. Alexander tersenyum senang dan memeluk Leticia.


" Dari tadi malam aku ingin mengatakan ini, tapi kau tertidur sangat pulas. Terimakasih sudah melengkapi hidupku, melengkapi kebahagiaan kita. "


Aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan ayah yang baik untuk anak kita..Chia..


MUACH


Kecupan manis mendarat di pipi Leticia. Lalu kedua nya tersenyum bahagia. Saking protektif nya calon ayah kepada calon anaknya itu, ia tidak membiarkan Leticia sarapan pagi diluar kamarnya. Anehnya, saat Alexander dekat dengan nya. Mual mualnya berkurang, malah makanan yang ia makan juga tidak dikeluarkan lagi.


" Apa ada yang mau kau makan lagi?" tanya Alexander


" Tidak , aku sudah kenyang. Syukurlah hari ini aku tidak mual. " Leticia tersenyum senang setelah menghabiskan 4 piring yang ia sebut sarapan itu.


" Apa bayi kita hari ini baik baik saja? apa kau merasa sesuatu diperut mu?" tanya Alexander penasaran


" Belum terasa apa apa tuh. Lagipula usia nya baru 1 bulan kan, jadi belum terasa apa-apa. Lex, aku mau sesuatu !"


" Apa yang kau mau?" tanya Alexander


" Aku mau jalan-jalan keluar, aku bosan di kamar terus. Dan aku mau bicara dengan kakak ku "


" Baiklah "


GREP


" kenapa kau menggendong ku lagi? aku bisa jalan sendiri "


" Tidak bisa, tabib Erin bilang kau tidak boleh kelelahan"


" Hanya berjalan saja, itu tidak akan akan membuatku lelah. Turunkan aku Lex "


Leticia mulai kesal dan merasa risih dengan tindakan berlebihan Alexander padanya.


Aku tidak menyangka, kalau Alex akan menjadi protektif seperti ini. Tapi, aku senang dia terlihat bahagia. Apa dia begitu menanti anak ini? padahal sebelumnya dia pernah bilang kalau dia belum mau punya anak.


" Jangan memasang muka masam begitu, itu akan sangat berpengaruh pada bayi kita. Menurut lah " ucap Alexander


" Tapi kau terlalu berlebihan " gerutu Leticia sebal


Alexander menurunkan Leticia. Dan wanita itu tersenyum senang. Alexander dan Leticia keluar dari kamar mereka, sambil bergandengan tangan mereka hendak pergi ke taman bunga.


Para pengawal dan pelayan yang melihatnya merasa senang dengan kemesraan mereka berdua. Apalagi saat mereka tau kalau Leticia sedang hamil.


" Tidakkah kita harus membuat pesta selamatan untuk yang mulia?" tanya Mira kepada para pelayan istana lainnya.


" Iya itu benar, aku setuju " jawab Rita dan pelayan lainnya.


" Aku juga setuju, mari kita buat pesta selamatan dari kita untuk yang mulia " Anne tersenyum senang.


****


Derrick yang akan kembali ke Brilla, berpamitan dulu kepada adiknya dan Alexander.


" Apa kakak benar-benar harus kembali ?" tanya Leticia


" Iya Tisha, kakak ipar mu sendirian disana. Dia pasti merindukan ku juga sama seperti kau merindukan suami mu "


" Kakak bisa saja hehe " Leticia tersenyum


" Kakak senang melihatmu banyak tersenyum, sering seringlah tersenyum. Dan kalau aku melihat suamimu membuat mu menangis, bilang padanya bahwa aku tidak akan tinggal diam. Aku akan menjodohkan mu dengan pria lain " ucap Derrick sambil tersenyum dan melirik Alexander


" itu tidak akan pernah terjadi Raja Derrick, aku pastikan itu !" seru Alexander merasa terancam


Sialan


" PFutt hahahaha "


Leticia tertawa mendengar candaan dari kakak nya itu, dan ia senang melihat wajah cemberut Alexander.


" Kalau begitu aku titipkan adikku satu satunya ini padamu, sekarang keselamatan nya dan keselamatan keponakan ku yang ada di dalam perutnya adalah tanggungjawab mu." ucap Derrick serius


" Aku akan menjaga mereka dengan nyawaku, terimakasih sudah percaya padaku "


" Kalau bukan karena Tisha yang sangat mencintai mu, aku juga tidak akan percaya padamu. Kau ingat ya, kalau kau macam macam pada adikku dan membuatnya menangis, aku bisa mengambil adikku kapan saja darimu " Derrick mengancam


" Kesempatan itu tidak akan pernah datang, karena aku akan selalu mengikat nya di sisi ku. Adikmu bukan milikmu lagi, Raja Derrick " Alexander terlihat memendam kesal pada Derrick, pria itu memaksakan senyumannya.


" Sudah sudah. Kakak, sampaikan salam ku pada kakak ipar dan kakak berhati-hati lah dijalan " ucap Leticia


" Iya, kau juga jaga dirimu dan calon keponakan ku baik-baik ya " Derrick mengelus kepala Leticia dengan lembut. Alexander terlihat kesal melihatnya. Seperti nya Raja Brilla itu menikmati wajah Alexander yang sedang kesal itu.

__ADS_1


Aku bisa percaya pada nya kan? melihat dia sangat protektif kepada adikku, dia pasti bisa menjaganya dengan baik. Mungkin ini saat nya aku mempercayai Alexander sepenuhnya.


" Oh ya, apa kakak sudah berpamitan kepada Raja Gustaf?" tanya Leticia


" Sudah "


" Tapi, aku tidak melihatnya dari tadi. " gumam Leticia pelan.


Itu karena dia tidak sanggup melihat mu.


Derrick dan pasukan Brilla pergi kembali ke Brilla. Dengan menunggangi kuda mereka masing-masing. Tak lama setelah kepergian Derrick dari kerajaan Fostiarus.


Leticia meminta izin kepada Alexander untuk menemui Gustaf. Leticia ingin memberitahu pada Gustaf bahwa kesempatan untuknya sudah tertutup. Alexander mengizinkan Leticia untuk mengakhiri semuanya dengan Gustaf secara baik-baik.


Tapi, sepanjang hari Leticia merasa, Gustaf terus menghindari nya dan tak terlihat dimana-mana.


Rupanya Gustaf bukan sengaja ingin menghindar dari Leticia, malam itu ia baru pulang dari pusat kota.


" Yang mulia, kau baru pulang?" tanya Leticia sambil berdiri dari kursinya


" Kenapa kau ada disini? " tanya Gustaf dengan nada yang dingin


" Aku menunggu yang mulia, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan yang mulia " ucap Leticia memberanikan dirinya


Benar, ini harus diakhiri. Aku tidak bisa memberikan kesempatan padanya. Aku harus mengatakan nya dengan tegas.


" Masuklah, disini dingin. Tidak baik untuk wanita hamil berada di luar malam-malam begini " ujar Gustaf dengan wajah yang serius


" Baik yang mulia "


Kenapa Raja Gustaf terlihat serius dan nada bicaranya terdengar dingin? apa ini hanya perasaan ku saja?


Apa dia akan mengatakan itu? aku sudah bersiap-siap untuk ini, tapi tetap saja ini sulit untukku mendengar nya secara langsung. Apa aku bisa?. Dalam hati Gustaf merasa resah


Gustaf sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan Leticia. Leticia mengajak Gustaf bicara di ruangan terbuka,untuk menghindari kesalahpahaman Alexander.


" Yang mulia, aku ingin..."


" Biar aku duluan yang bicara ! " Gustaf memotong ucapan Leticia yang belum selesai bicara.


" Ya? apa yang ingin kau bicarakan yang mulia?" tanya Leticia akhirnya mengalah


" Aku sudah tau apa yang ingin kau katakan. Aku tidak mau tampak menyedihkan, biarkanlah aku yang mengakhiri semua ini. Biarlah aku yang mengatakan semua ini. Pertama-tama selamat atas kehamilan mu, dan juga ..."


Gustaf terlibat tidak sanggup meneruskan kata-katanya. Leticia bisa merasakan dari nada bicara pria yang di depannya itu, bahwa ia sedang sedih dan terluka. Mata nya juga mengatakan bahwa" aku sedih "


" Yang mulia, maafkan aku. "


Hanya kata itu saja yang bisa diucapkan oleh Leticia pada Gustaf. Padahal ia sudah merangkai kata-kata yang panjang untuk menjelaskan pada Gustaf, melihat reaksi Gustaf yang sesedih itu, Leticia mengurungkan niatnya. Hanya kata maaf saja yang bisa ia ucapkan untuk orang yang sudah ia lukai hatinya.


" Tidak ! bukan permintaan maaf yang ingin aku dengar. Jangan katakan itu..." Gustaf menatap Leticia dengan mata yang berkaca-kaca.


Jadi begini rasanya ditolak setelah berjuang? aku pikir tidak akan sesakit ini.


Aku tidak tau kalau cinta mu begitu besar padaku Raja Gustaf. Maafkan aku. Ada rasa bersalah dan berat di hati Leticia saat melihat Gustaf yang hampir menangis.


" Yang mulia, aku harap kau bisa menemukan wanita lain yang mencinta mu setulus hatinya. Aku berharap kau bahagia."


" Kenapa.. aku sudah tau kalau aku tidak punya kesempatan lagi. Tapi, kenapa rasanya sesakit ini?" Tangisan Gustaf pecah dan tak terbendung lagi, rasa sakit dan sesak di dadanya sudah melewati batasnya.


Leticia ingin menghibur pria yang menangis tulus untuknya itu, tapi ia tidak tau bagaimana cara untuk menghibur nya. Leticia tau bagaimana rasanya ditolak, dan tidak dicintai oleh seseorang yang menjadi harapan.


" Maafkan aku yang mulia Raja.. Maaf dan terimakasih untuk semuanya "


" Jika, jika aku datang lebih dulu ke dalam kehidupan mu. Apa kau akan menyukai ku? apa kau akan mencintai ku? apa kau akan memilihku? tolong katakan sesuatu untuk menenangkan hatiku " Gustaf menyeka air matanya.


" Maafkan aku, aku akan tetap akan memilih Alexander. Kau yang sebaik ini, pasti akan mendapatkan wanita yang baik juga. Tapi, itu bukan aku.." jawab Leticia tegas


" Kalau begitu, izinkan aku melakukan ini untuk terakhir kalinya "


" Apa itu yang mulia?"


" Aku ingin memelukmu "


" Ah??" Leticia terpana mendengar nya.


GREP


Gustaf memeluk Leticia dengan erat, lagi-lagi air mata menetes dari matanya. Leticia juga ikut merasakan kesedihan Gustaf.


...---***---...


Hai Readers ! maaf yang udah nunggu up novel ini agak lama. Padahal harusnya up pagi atau siang, tapi karena pas mau up ada sedikit tragedi menimpa episode ini. 😊 tapi syukurlah author masih bisa sempet up hari ini.


Makasih buat yang ngasih vote dan hadiah nya minggu ini. Budidaya kan like setelah membaca ya. Komennya juga boleh 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2