
Leticia mengambil kelinci itu, namun saat ia menoleh ke sampingnya ada sepasang mata mencurigakan yang bertemu dengannya.
" Siapa orang itu?" gumam wanita itu pelan
Ia melihat pria itu menarik busur panahnya ke arah Alexander yang sedang melihat ke arah lain. Leticia berteriak dan berlari dengan panik ke arah Raja tiran itu.
" Yang Mulia ! AWAS !! " teriak Leticia
Alexander berbalik dan melihat wanita itu berlari ke arahnya, namun terlambat sudah. Panah itu sudah melesat ke arah Leticia yang berusaha melindungi Alexander.
SRAT
Tes tes
Darah mengucur dari tangan Leticia, terlihat luka goresan di tangan kiri gadis itu.
" Ack !! "
Alexander menggunakan sihirnya untuk menghentikan pemanah misterius itu untuk berlari.
" Yang mulia, itu orangnya !" teriak Leticia sambil berlari menghampiri seseorang berpakaian hitam hitam tergeletak di tanah.
Alexander menghampiri pria itu dan mengecek pria itu masih hidup atau tidak.
" Sial ! " gumam Alexander marah melihat mulut pria itu dipenuhi dengan darah dan ia sudah mati.
" Siapa yang merencanakan ini?" batin Alexander bertanya tanya
" Seperti nya dia sudah mati, dia seperti nya meracuni dirinya sendiri " pendapat Leticia
" Kau bodoh ya? aku tidak butuh perlindungan dariku, apa apaan kau ini sok sok an menolongku?" Alexander membentak
" Yang mulia...apa kau baik baik saja? apa kau terluka? " tanya wanita itu heran melihat raja itu marah
" Apa dia marah karena dia terluka? tapi dia kelihatan baik-baik saja " batin Leticia heran
" Seperti nya yang mulia tidak apa apa, kenapa yang mulia malah marah " kata Leticia bingung
Pria itu menyobek baju nya sendiri, lalu membalut luka di tangan kiri Leticia.
" Yang mulia tidak perlu melakukan itu " kata Leticia merasa tak enak
Pria itu tidak bicara dan diam saja, ia tampak memikirkan sesuatu. Dan ini membuat Leticia bingung, apa pria itu marah padanya? atau mengkhawatirkan nya? hal ini menjadi pertanyaan di pikirannya.
" Aku baik-baik saja.." kata Leticia sambil menepis tangan Alexander.
" Diam saja, atau luka mu akan terus berdarah " kata Alexander tegas
" Wanita bodoh " batin Alexander kesal
Pria itu menggendong Leticia naik ke atas kuda, dan ia juga naik ke atas kuda. Lalu Raja itu berjalan ke arah kemah.
Klotak
klotak
" Kita mau kemana? ini arah kembali ke kemah kan?" tanya Leticia bingung
" Diam saja, kau cerewet sekali " jawab Alexander dingin
" Aku kan hanya bertanya, bagaimana dengan berburunya? anda kan harus berburu ?" tanya Leticia cemas
" wanita ini, sudah terluka masih mencemaskan perburuan..dia ini sedang mencemaskan siapa.. bodoh " batin Alexander heran
" Bagaimana kita bisa berburu kalau hewan buruan nya terluka ?" Alexander menyindir
" A..Apa? anda bilang aku hewan buruan?" tanya Leticia marah
" Seperti nya kau baik-baik saja, karena kau masih bisa marah " jawab Alexander lega
" Iya, ini hanya tergores dan bukannya tertusuk " kata Leticia santai
" Apa kau tidak takut? " tanya Alexander heran
" Takut? takut pada siapa?" Leticia bertanya dengan wajah polos
" Panah itu bisa saja mengenai bagian tubuh mu yang lain jika kau tidak beruntung. " jawab Alexander
" Aku tidak takut, yang tadi aku pikirkan hanyalah menyelamatkan mu. Jangan kepedean ya, aku menyelamatkan mu karena aku takut nanti kau terluka dan aku akan di salahkan orang orang karena sudah mencelakai mu " jelas Leticia
" Kenapa kau berfikir begitu?" tanya Alexander heran
" Pasti akan begitu, bukankah masuk akal kalau aku dikira melakukan percobaan pembunuhan? karena orang orang tau aku adalah anak dari musuh mu " kata Leticia sambil tersenyum pahit
Raja itu merasa aneh saat mendengar kata kata itu keluar dari mulut Leticia. Ada perasaan tidak nyaman dalam hatinya, ia baru teringat bahwa mereka memang seharusnya bermusuhan bukannya saling berdekatan seperti ini.
" Lalu kenapa kau menyelamatkan ku? bukankah kau membenciku? harusnya kau biarkan aku terkena panah itu?" tanya Alexander heran
" Kenapa ya? mungkin karena aku masih punya hati. "
" Itu jawaban yang tidak logis " kata Alexander dingin
" Apapun yang berhubungan dengan hati selalu tidak logis, seperti nya orang seperti yang mulia tidak mengerti hal itu " Leticia tersenyum pahit
"Iya, aku memang tidak mengerti kenapa manusia harus punya hati. Semuanya tidak akan selesai kalau kau punya hati, hati adalah kelemahan manusia dan aku mungkin tidak punya hati" kata Alexander
" Benar juga, orang seperti nya mana mungkin punya perasaan. Kau bilang kau tidak punya hati? tapi kenapa kau menolongku berkali kali? seolah olah kau punya hati " batin Leticia sedih
" Yang mulia salah, jangan pernah bicara bahwa hati adalah kelemahan manusia. Hati itu adalah kekuatan manusia !" kata Leticia kesal
" Terserah kau saja "
" Hey, apa ku tidak curiga kalau aku yang menyuruh pemanah itu memanah mu?" tanya Alexander
" Meskipun anda membenci saya, anda tidak akan melakukan tindakan sepengecut itu. Dan jika anda ingin membunuh saya, anda pasti sudah melakukannya sejak dulu. Benar kan?" tanya Leticia sambil tersenyum
" Kau berfikiran sangat positif, kau sangat naif " kata Alexander tersenyum tipis
" ini bukan naif tapi hanya..."
" Kenapa kepalaku pusing sekali? Tiba tiba sekali.. kenapa ya?" batin Leticia
Napas wanita itu terengah-engah. Melihat itu perhatian sang raja teralihkan padanya. Ia memberhentikan kuda yang sedang mereka naiki.
" Kau kenapa?" tanya Alexander
" saya tidak apa apa, lanjutkan.. sa..ja perjalanan nya " Leticia mengatur napas nya.
__ADS_1
" Kita berhenti dulu "
Alexander menggendong Leticia turun dari kuda. Pria itu melihat wajah Leticia yang pucat dan bibirnya membiru, ia menyentuh kening wanita itu untuk memastikan tubuhnya baik-baik saja.
" Seperti nya panah itu beracun " gumam Alexander panik
" Tubuhnya dingin, ini pasti racun dingin " batin Alexander cemas
" Maksud nya aku terkena racunnya? tapi kan aku..ha..nya tergores sedi..kit saja.." Leticia heran
" Siapa suruh kau menyelamatkan ku?!! seharusnya kau biarkan saja aku terkena panah itu? bodoh " kata Alexander kesal
" Aku sudah.. bilang.. akan terjadi masalah kalau Baginda raja yang terluka.."
" Bukankah kau membenciku? kenapa kau malah menyelamatkan ku? wanita bodoh " batin Alexander
" Jangan marah..marah... bilang terimakasih saja.. sudah cukup bukan?" tanya Leticia lemas
" Jangan banyak bicara, aku akan menghukum mu saat kita kembali.."
" Terlalu jauh pergi memanggil tabib ke kemah, terpaksa aku harus memakai teleportasi " batin Alexander
Pria itu menggendong Leticia, dan tubuh pria itu mengeluarkan cahaya.
" Apa yang akan yang mulia lakukan?" tanya Leticia
" Diam saja !"
Wanita itu dan sang raja menghilang dalam sekejap, mereka sudah sampai di istana. Leticia sudah kehilangan kesadaran nya, wajahnya pucat pasi seperti kehabisan darah, bibirnya membiru. Badannya menggigil kedinginan.
" Yang mulia, anda sudah kembali?" kata salah satu pengawal di istana heran
" Panggilkan tabib ! SEKARANG !" teriak Alexander panik
" Baik yang mulia.." kata pengawal terburu-buru
Sementara itu para bangsawan yang sudah selesai berburu dan membawa hewan buruan mereka, terlihat kaget saat Alexander dan Leticia tidak ada disana. Begitu juga Daniel..
" Kemana yang mulia dan tuan putri? kenapa hanya ada kudanya saja? apa terjadi sesuatu?" gumam Daniel cemas
***
Di Ilios, Darren menerima surat Leticia dan ia terlihat gembira. Begitu pula dengan Derrick yang menerima surat dari adiknya itu.
...Kakak, apa kabar?...
...aku merindukan kakak. Kakak tidak usah cemas, aku baik-baik saja disini. Aku harap kakak juga baik baik juga disana.. kakak jaga kesehatan ya.. makan yang teratur, tidur tepat waktu, jika tiba waktunya nanti aku ingin jalan jalan bersama kakak. Aku tau kakak cemas padaku, tapi Raja Alexander tidak memperlakukan ku dengan buruk, bagusnya dia tidak membunuhku kan haha.. dia hanya manusia kesepian, aku hanya menemani nya sementara waktu. Aku pasti akan kembali pada kakak, dan kita akan bersama kembali. Tapi, aku tidak bisa kembali sekarang.. aku mempunyai misi tersendiri kenapa aku masih harus tinggal disini.. Aku akan memberitahu kakak nanti.....
...Kakak aku menyayangimu.....
" Dia punya alasan? apa itu?" gumam Derrick bingung.
" tapi syukurlah kalau dia baik baik saja, semoga dia benar baik baik saja " batin Derrick berharap
" Bagaimana isi surat mu, pangeran Darren?" tanya Derrick penasaran
" Ya begitulah, adik mu bilang dia merindukanku. Aku juga merindukannya " jawab Darren senang
" Kenapa kau tidak segera mengatakan perasaan mu padanya?" tanya Derrick
" Perasaan apa maksudmu?" tanya Darren
" Ini belum waktunya, aku juga tidak yakin kalau perasaan adikmu sama denganku " jawab Darren tak yakin
" Inilah yang tidak aku suka dari mu pangeran Darren, kau kurang percaya diri. Bagaimana jiak suatu hari nanti adikku yang manis itu jatuh cinta pada orang lain? kau akan menyesal " kata Derrick memanas manasi
" Hem.. kau benar juga "
" Aku akan merestui mu jika kau benar-benar tulus pada adikku " kata Derrick
" Kau serius?" tanya Darren senang
" Jika orangnya adalah yang mulia pangeran Darren, mana bisa aku menolak nya. Kita sudah tumbuh bersama, jadi aku percaya padamu "
" Woah.. tiba-tiba aku sudah mendapat restu. Tapi aku bahkan belum menyatakan perasaan ku pada adikmu itu " kata Darren bahagia
" Makanya cepat cepatlah ! aku pikir seseorang belum ada di hatinya tuh "
" Apa benar begitu? " batin Darren berfikir
Tak lama kemudian, Herald berlari dan menyampaikan surat dari Carol.
" Yang mulia ini seperti nya surat untuk yang mulia " kata Herald
" Ya, aku memang menyuruh Carol mengirim surat nya atas namamu untuk menyelidiki Leticia diam diam " kata Derrick
Mantan putra mahkota Brilla itu membaca suratnya, wajahnya berubah ubah namun pada akhirnya ia kesal membaca suratnya dan meremas surat itu.
" Cih.. benar-benar raja brengsek!"
" Apa isi suratnya?" tanya Darren penasaran
" Baca saja sendiri!" Derrick terlihat marah
Darren mengambil kertas yang ada di tangan Derrick, ia membaca yang tertulis disitu dan tampak kaget melihatnya.
" Apa? mereka.. raja itu melecehkan nya?!!" Darren meremas lagi surat itu dengan kesal
" Ada apa dengan mereka berdua?" bisik Herald pada Moore
" Seperti nya terjadi sesuatu yang besar " jawab Moore
" Kasihan suratnya " kata Herald prihatin
" Ckckck.. " gumam Moore merasa sedih
****
Tabib istana Fostiarus sudah memeriksa kondisi Leticia bahkan melakukan pertolongan untuknya. Tabib itu memberikan Leticia penawar racun, namun wanita itu masih belum sadarkan diri juga. Keadaannya tidak kunjung membaik, wajahnya masih pucat, tubuhnya masih dingin. Carol merawatnya sambil menangis tersedu-sedu, pelayan itu sangat mencemaskan tuan putri nya.
" yang mulia, kenapa anda belum bangun juga? hu.. bagaimana ini.. bagaimana hidup saya nanti. Saya akan menggantungkan hidup pada siapa lagi, yang saya miliki hanyalah yang mulia " Carol menangis melihat Leticia tidak sadarkan diri terbaring lemah di ranjang
" Bagaimana caramu bekerja? kenapa dia masih belum sadar?! bukankah kau sudah memberinya penawar racun?!" tanya Alexander marah
" Maafkan saya yang mulia, ini baru 2 jam.. mungkin karena racunnya sudah menyebar. Maka dari itu kesadaran putri belum kembali. Kita tunggu setelah 6 Jam, jika dalam 6 jam putri belum sadarkan diri. Maka kita harus segera melakukan tindakan yang lainnya. Harap tenang yang mulia " kata Tabib menjelaskan
" Baiklah kau bisa kembali dulu untuk sekarang " ujar Alexander
__ADS_1
" Saya permisi dulu yang mulia " kata tabib sopan
Carol dan tabib pergi bersamaan keluar dari kamar Leticia. Carol pergi untuk mengambil makanan di dapur, sementara Alexander menemani Leticia yang masih tidak sadarkan diri di kamarnya.
" Wanita bodoh, kenapa kau menyelamatkan ku? bukankah kau harusnya membenciku? kalau begini, aku malah merasa diperhatikan olehmu...kau harus cepat bangun, kalau tidak aku akan membunuh pelayan mu itu, kau dengar aku?" bisik Alexander ke telinga Leticia.
***
Di sebuah tempat yang tidak asing baginya, di depan danau kerajaan Brilla. Seorang gadis berdiri dengan rambut peraknya, ia tersenyum pada Leticia ( Yoon Joo ).
" kau adalah.." Leticia ( Yoon Joo )
" Hai Leticia, senang bertemu denganmu. Aku adalah dirimu " kata Leticia asli sambil tersenyum
" Kenapa aku bisa ada disini? maksudku Kenapa kita bertemu disini? apa yang terjadi? apa kau belum mati ?" tanya Leticia palsu
" Kau pasti bingung kenapa kau bisa bertemu denganku? aku tidak akan bicara banyak, aku ingin kau menghargai tubuh yang kuberikan padamu.. "
" Kata kata wanita ini sangat dingin dan tegas, jadi dia adalah Leticia yang asli? yang tidak pernah ku temui sebelumnya. Jika dia Leticia yang asli maka aku..." batin Leticia palsu
" Tunggu.. selama ini aku memakai tubuhmu, apa kau sudah mati? kau sudah mati saat tenggelam di danau itu?"tanya Leticia palsu
" Karena saat yang sama aku menenggelamkan diriku di laut, aku tiba pertama kali di danau ini dan saat itu aku memasuki tubuh Leticia" batin Leticia palsu
" Ya, sebelumnya aku memiliki penyakit yang tidak diketahui siapapun. Aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku untuk mengakhiri penderitaan ku. Tidak ku sangka, jiwa mu masuk ke dalam tubuhku "
" Tunggu sebentar! jadi kau bunuh diri bukan karena Duke Henry?" tanya Leticia palsu penasaran
" Bukan " jawab Leticia asli
" Tentang jiwaku, aku juga tidak tau kenapa aku bisa masuk ke dalam tubuh mu.. secara tiba-tiba aku pergi ke dunia ini yang asing bagiku. " kata Leticia asli
" Aku mengerti, kau mengalami pemindahan jiwa dan kau berpindah dimensi dan danau ini adalah portal masuk ke dunia mu. Anggap saja ini keberuntungan mu, jadi hiduplah dengan baik. Jangan membahayakan nyawamu " kata Leticia palsu sambil tersenyum
" Karena aku sudah diberikan kehidupan kedua, maka aku akan menjaga nya baik baik. Kau tenang saja tuan putri "
" Baiklah, tolong jaga Carol dan kakak ku " kata Leticia asli meminta
Leticia yang asli menghilang secara tiba-tiba , ditelan cahaya. Leticia palsu kebingungan, kenapa ia bisa bertemu Leticia yang asli disana .
" Jadi kau mengidap suatu penyakit? jadi kau bunuh diri?" batin Leticia sedih
***
Leticia membuka matanya, ia melihat ke sekitarnya. Ia yakin bahwa ia ada di istana dan itu adalah kamarnya.
" Itu tadi adalah mimpi? aku bertemu dengan Leticia yang asli " batin Leticia bingung
Carol yang duduk di samping putri itu terkejut melihat Leticia sudah bangun.
" Yang MULIA! anda sudah sadar, huu.. akhirnya.. saya sangat ketakutan yang mulia.." Carol menangis tersedu-sedu
Leticia tersenyum dan memeluk Carol, ia memenangkan pelayanannya yang menangis itu.
" Tidak apa apa, aku baik-baik saja "
" Yang mulia Raja hampir saja menebas leher tabib jika yang mulia tidak sadarkan diri, saya akan memberitahu yang mulia raja dan tabib kalau putri sudah sadar " kata Carol sambil berlari pergi dengan cepat.
" Tunggu ! Carol, jangan !" ujar Leticia
Wanita itu berjalan terhuyung-huyung, ia melihat ke jendelanya dan melihat bahwa hari itu sudah malam.
" Berapa lama aku tidak sadarkan diri? ini sudah malam .." tanya nya pada dirinya sendiri
Tak lama kemudian, Carol datang dengan wajah yang lesu. Tak lupa diikuti tabib di samping nya.
" Saya sudah memanggil tabib " kata Carol tak bersemangat
" Ada apa dengan Carol? dan dimana Raja ?' batin Leticia
" Saya akan memeriksa putri " kata Tabib ramah
Setelah tabib memeriksa Leticia, tabib mengatakan bahwa penawar racunnya sudah menetralisir racun yang ada di dalam tubuhnya. Ia akan baik-baik saja asalkan beristirahat teratur.
Tabib itu keluar dari kamar Leticia, meninggalkan Leticia dan Carol berdua.
" Ada apa Carol? kenapa kau kembali dengan wajah seperti itu? bukankah kau pergi untuk memberitahu yang mulia raja?" tanya Leticia heran
" Tidak.. tidak apa apa.. yang mulia tidak bisa datang karena Baginda sedang sibuk " jawab Carol
" Kenapa raja berbuat seperti itu? tidak.. aku tidak boleh memberitahu tuan putri, jika tidak pasti putri akan sakit hati " batin Carol merasa bersalah
" Iya juga, dia pasti sibuk karena tadi dia menolongku " kata Leticia
Wanita itu berinisiatif untuk membuatkan makan malam untuk Alexander.
" Bagaimana pun juga dia sudah menolongku, aku harus berterimakasih padanya. Meskipun aku tidak suka. Dia pasti akan senang dengan Ramyun ini " kata Leticia sambil membawa nampan di tangannya.
" Yang mulia, biar saya saja yang mengantarnya .."
" tidak apa, biar aku saja. Sekalian ada yang ingin aku bicarakan dengan raja " kata Leticia
" Ta..tapi.."
" Tidak apa Carol "
" ada apa dengan Carol? tiap membicarakan raja, dia terlihat gugup " batin Leticia curiga
***
Wanita itu sampai di depan kamar raja, ia hendak mengetuk pintu tapi ia menghentikan nya saat mendengar suara desahan seorang wanita di dalam kamar itu.
" Cukup yang mulia.. saya bisa kelelahan..haahh..." kata wanita itu mendesah
" Aku masih mau lagi.." kata Alexander tegas
Deg Deg Deg
Pikiran Leticia mulai merambat kemana-mana, dengan siapa pria itu bicara dan kenapa mereka yang berada dikamar itu terdengar vulgar? Perasaan Leticia mulai terganggu, rasa penasaran menggerogoti hatinya, ia memberanikan diri untuk membuka pintunya perlahan-lahan...
Terlihat sang Raja sedang berpelukan dengan seorang wanita asing di ranjang dan terlihat mesra dalam pandangan nya. Leticia terkejut dan terpana
" Bukankah semua orang bilang kalau dia tidak suka bersentuhan dengan wanita? bukankah dia anti terhadap wanita? tapi kenapa.. dia .. ternyata aku tidak tau apa apa tentangnya, tapi aku malah berusaha untuk merubahnya.. sungguh aku benar-benar bodoh " batin Leticia sakit hati
Wanita itu kembali menutup pintu kamar raja rapat-rapat. Hatinya merasa terganggu dan perasaannya kacau setelah melihat apa yang ia saksikan.
...----***----...
__ADS_1
Terimakasih readers setia ku atas dukungan nya berupa like, komen dan rate..
Kalau boleh, udah baca silahkan tinggalkan jejak ya.. like rate komen, biar author semangat up nya dan bisa crazy up 🙏😊 dukungan kalian berupa like aja, udah bantu author semangat !