Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 95. Tiran jinak


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Siang itu, Vivian menemui Gustaf di istana bawah tanah miliknya.


" Apa semuanya sudah kau persiapkan nona Vivian?" tanya Gustaf


" Semua sudah siap, tinggal menunggu perintah dari yang mulia saja " jawab Vivian dengan senyuman tipisnya


" Baiklah, besok kita akan mulai bergerak " kata Gustaf


" Ya yang mulia. Oh ya, apa anda sudah tau mengenai Leticia?" tanya Vivian


" ada apa dengannya?" tanya Gustaf tertarik


" Ini juga berkaitan dengan keponakan yang mulia, apa anda belum mendengarnya?" tanya Vivian


" Katakan saja langsung pada intinya, jangan bertele-tele " kata Gustaf sambil menatap tajam wanita di depannya itu


" Gadis itu sudah dijodohkan oleh Raja Derrick, dan anda tau siapa pasangan nya? itu adalah Raja Darren, teman masa kecilnya dari kerajaan Ilios. Akan tetapi, keponakan mu datang dan membawa kabur gadis itu. Dia bahkan sampai membantai pasukan kerajaan Brilla " terang Vivian dengan wajah yang kecewa, ada rasa sakit di dadanya itu.


" Apa? " Gustaf kaget mendengar nya


Leticia, kabur dengan Alexander?


" Melihat reaksi mu yang kaget, seperti nya anda belum tau ya. " kata Vivian


" Apa kau tau kemana mereka?" tanya Gustaf penasaran


" Saya tidak tau, bahkan Raja Derrick saja masih mencari nya sampai sekarang. Mereka bersembunyi, bahkan mereka tidak ada di istana Fostiarus. " terang Vivian


Pria itu terlihat tidak senang mendengar nya, ia juga penasaran kemana keponakan nya dan wanita yang ia sukai itu pergi. Pikiran nya mulai menjalar kemana-mana, ia takut kalau kesempatan nya untuk memiliki Leticia sudah hilang.


Setelah aku mendapatkan istana Fostiarus dan mengalahkan Alexander. Aku juga akan memiliki mu kan?. Batin Gustaf berharap.


Setelah kau kalah dari pangeran Gustaf, dan tidak punya apa-apa lagi. Aku akan berada disisi mu Alex. Aku harus mendapatkan mu.


Terlihat kebencian, kemarahan, dan kesedihan di mata Gustaf dan Vivian. Seperti nya mereka merasakan duka yang sama.


" Jadi, besok kita akan melakukan penyerangan itu kan, pangeran Gustaf ?" tanya Vivian semangat


" Benar. Tapi kita tidak bisa menyerang begitu saja, kita butuh strategi. Alexander sangat pintar dan peka, terlebih lagi dia tetap kuat meskipun sudah kehilangan satu elemen nya. Aku sudah membuat rencana dengan memasukkan orang dalam ke dalam istana itu, untuk mengambil kristal elemen nya. Saat itu dia akan lemah, dan aku bisa menyerang nya " terang Gustaf yakin


" Itu rencana yang bagus pangeran Gustaf. Tapi, apakah orang dalam mu itu sudah mendapatkan kristalnya?" tanya Vivian


" Jangan terburu-buru nona Vivian, hari ini saat Alexander tidak di kastilnya. Orang ku sedang mencari kristal itu " Gustaf tersenyum sinis


" Semoga saja kita berhasil " kata Vivian berharap


" Pasti, kita pasti berhasil. Karena kita harus mendapatkan apa yang kita inginkan " Gustaf yakin


" Saya suka dengan ambisi yang mulia, padahal saya berfikir selama ini anda hanya bisa bersembunyi saja dari Raja Alexander. " kata Vivian heran


" Apa kau sedang mengejekku?" tanya Gustaf tak suka, dan menatap Vivian dengan tajam.


Apa apaan ini? pandangan nya saat marah, tak jauh berbeda dengan Raja Alexander. Sungguh membuat takut orang yang melihatnya. Seharusnya aku tidak menyinggungnya.


" Tidak.. haha.. mana berani saya mengejek yang mulia. Justru saya memuji yang mulia, karena yang mulia memiliki keberanian, ambisi dan tekad untuk bergerak maju " Vivian tersenyum canggung


" Benar. Aku akui dulu aku penakut, yang hanya bisa bersembunyi dan diam saja saat Alexander, keponakan ku sendiri mengambil tahta. Karena aku tau, aku tidak sekuat dirinya. Namun, kini aku akan menjadi licik untuk mendapatkan apa yang ku mau. Aku tidak bisa diam saja "


" Bagus yang mulia, anda sepemikiran dengan saya. " Vivian tersenyum tipis


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di desa yang tidak diketahui namanya itu, tempat Alexander dan Leticia melarikan diri.


Daniel, Sir Carl dan 2 kstaria pengawal. Sedang makan siang bersama di sebuah kedai. Sedangkan Raja dan Ratu mereka belum keluar dari kamarnya.


" tuan Daniel! apa yang mulia Raja dan yang mulia Ratu sudah keluar dari kamar? aku tidak melihatnya saat sarapan tadi " tanya Sir Carl bingung


" Ya, aku juga tidak melihatnya. Biasanya yang mulia, kan selalu bangun pagi pagi buta " kata seorang pengawal heran


" Haha..mana bisa aku tau apa yang dilakukan Baginda Raja dan Ratu baru kita di kamarnya. " Daniel tertawa kecil


Carl dan kedua kstaria pengawal itu saling melirik. Lalu mereka tersenyum, seperti nya mereka memiliki pemikiran yang sama dengan Daniel.


" Hahaha. Pasti Baginda Raja sedang berbuka puasa " kata seorang pengawal sambil tertawa-tawa


" Benar, setelah sekian lama akhirnya yang mulia Raja menikah dan baginda seperti nya akan menjadi budak istrinya haha "


" Hus jangan bicara sembarangan, kalau yang mulia mendengar nya. Bisa mati kau !" pengawal itu menepuk pundak temannya.


" Tenang saja, yang mulia pasti masih sibuk. Baginda bilang padaku untuk jangan mengganggunya sampai sore nanti. Karena ia ingin menghabiskan waktu seharian bersama Baginda Ratu sebelum kembali ke istana " terang Daniel


" Jadi kita bisa santai sampai sore kan tuan Daniel?" tanya Sir Carl


" tentu saja, katanya Baginda tidak perlu pengawalan dari kita. Tugas kita hanya menjaga perbatasan desa saja, takutnya Raja Derrick dan pasukannya berhasil menemukan desa ini. " terang Daniel sambil meneguk minuman yang ada di dalam gelas nya.


Mereka pun menikmati makanan dan minuman mereka sebelum mereka kembali bertugas.


❀️❀️❀️


Sementara itu, dikamar Alexander dan Leticia..


Leticia sedang menyisir rambutnya, wajahnya masih terlihat kesal. Terlebih lagi Alexander masih memeluknya, saat ia sedang menyisir.


" Kenapa kau menyisir rambutmu sendiri? aku bisa menyuruh seseorang untuk menyisir kan nya untuk mu "


" Seperti nya kau lupa, ini bukan di istana. Dimana ada banyak pelayan di dalam nya " kata Leticia ketus


" Omong omong, apa kau tidak akan melepaskan ku? Lex?" tanya Leticia kesal


Tidak cukup semalaman, dia bahkan menyiksaku lagi pagi ini sampai siang hari. Di awalnya saja dia bersikap lembut, ternyata di tengah sampai akhir dia sangat buas. Pria ini belajar dari buku apa sih sampai bisa membuatku kesal seperti ini hanya karena bersetubuh dengannya?


" Benar, aku tidak akan melepaskan mu sampai kau tersenyum padaku " kata Alexander yang semakin erat memeluk istrinya itu.


" Kau benar-benar ya ! hey, aku mau tanya padamu. Darimana kau belajar seperti binatang buas itu? dari buku?" tanya Leticia langsung pada intinya

__ADS_1


Haa.. ternyata benar dia marah gara-gara ini. Semalam aku memang keterlaluan.


" Bukan dari buku, tapi itu naluri ku sebagai pria normal " kata Alexander


Tidak, kau tidak normal. Semalam kau itu iblis, binatang buas!


" Ya ya baiklah " jawab Leticia malas


Dia masih saja marah.


" Baiklah, aku minta maaf semalam aku kasar padamu. Itu semua diluar kendali ku " kata Alexander lembut


" Sudahlah, tidak apa."


" Kalau begitu, bagaimana kalau kita makan siang sambil jalan-jalan ?" tanya Alexander


" Apa? jadi ini benar-benar sudah siang?" tanya Leticia kaget


" Iya, bodoh. Ini sudah siang " jawab Alexander


" Panggil aku bodoh lagi, mati kau !" Leticia mencubit tangan Alexander dengan keras.


" Aw ! wah sekarang kau tidak ada takut takutnya ya padaku, kucing kecil? dan lagi kalimat mati kau itu adalah milikku ! " Alexander sebal


Iya ya? tanpa sadar aku berbicara seperti dia.


" Ehem, kita mau makan dimana?" Leticia berdehem


" Daniel bilang di desa ini ada salah satu kedai yang bagus, dengan pemandangan dan makanan nya yang enak. "


" Benarkah? kalau begitu, tunggu apa lagi. Ayo pergi !" kata Leticia dengan mata yang berbinar-binar


" Baiklah "


Dia pasti sangat lapar, dia begitu semangat begitu mendengar kata makanan.


" Makanan.. makanan.. makanan..." gumam wanita itu semangat


Alexander tersenyum melihat Leticia yang semangat. Hatinya tak berhenti bersyukur, karena sekarang wanita yang berada di depannya itu adalah istrinya.


Saat ia berlari-lari menuju ke arah tangga, tiba-tiba Leticia berhenti di salah satu anak tangga.


Tap


Tap


Tap


" Ack !"


Pinggang ku. Kakiku, kenapa masih pegal pegal sampai sekarang? memang dia binatang buas.


" Ada apa? apa kau terluka?" tanya Alexander cemas


" Aku baik-baik saja " jawab Leticia


" Tubuhmu masih pegal? sampai kesulitan berjalan?" tanya Alexander. " Aku akan panggil kan tabib yang ada di sekitar sini ya !"


" Apa sebaiknya kau beristirahat saja di kamar hari ini? dan aku akan mengantarkan makanannya ke kamar mu " kata Alexander cemas


" Tidak ! aku tidak mau ! aku mau jalan-jalan, dan makan di luar " kata Leticia


" Tapi kau sedang sakit "


" Kau jangan terlalu protektif begitu, aku baik-baik saja " kata Leticia yang dalam hatinya merasa bosan di dalam penginapan terus dan ingin pergi keluar jalan-jalan.


GREP


" Kyaa !! kenapa kau menggendong ku lagi?"


kenapa dia selalu membuat hatiku berdebar? padahal dulu sikapnya tidak semanis dan selembut ini. Benarkah di depanku ini adalah tiran yang pernah membunuh ayah dan pelayan ku dengan kejam? melihat sosok nya yang seperti sekarang, aku merasa bahwa dia tidak pernah membunuh orang. Wajah tampan nya, tubuh atletis nya, siapapun akan jatuh padanya. Sulit dipercaya pria yang paling kuat dan paling hebat di benua ini adalah suamiku.


" Ada apa? apa kau merasa sakit lagi?" tanya Alexander heran melihat Leticia melamun


CUP


Kenapa dia tiba-tiba mencium ku?. batin Alexander kaget dengan kecupan dari istrinya, di pipi nya.


" Tidak, aku baik-baik saja. Jadi kau bisa menurunkan aku "


" Tidak bisa, aku akan menjadi kaki mu hari ini. "


" Kenapa? apa kau mau jadi suami yang bertanggung jawab? begitu?" tanya Leticia


" Benar. Aku harus bertanggungjawab untuk kesehatan istriku " jawab Alexander datar


" Tapi aku sangat berat loh "


" Apa kau meremehkan pria terkuat di dunia ini?" tanya Alexander merasa tersinggung


" Bukan begitu, aku hanya merasa .."


" Bukankah kau sudah merasakan sendiri semalam, aku kuat atau tidak. Kau yang paling tau kan?" Alexander tersenyum sambil menggendong istrinya itu menuruni tangga dengan perlahan.


" Da-dasar kau mesum !" seru Leticia dengan wajah yang memerah.


" Apanya yang mesum? aku hanya mengatakan kebenaran saja. " Alexander memasang wajah datarnya, pria itu seperti nya sama sekali tidak merasa lelah dan keberatan menggendong istrinya dari anak tangga.


Bahkan tanpa Leticia sadari, mereka sudah turun dari anak tangga yang lumayan banyak itu. Para tamu yang ada disana memandangi pengantin baru yang terlihat mesra itu.


" Lihat itu, bukankah mereka pasangan yang menikah kemarin?"


" Benar benar. Mereka terlihat serasi ya, yang satu tampan dan yang satunya cantik "


" Apa mereka bangsawan?"


" Seperti nya sih begitu. Mungkin mereka adalah bangsawan yang kawin lari"

__ADS_1


" Mereka terlihat mesra ya, aku jadi ingat suamiku di rumah deh " kata nyonya paruh baya sambil tersenyum bahagia


Leticia berbisik pada Alexander, meminta supaya ia diturunkan saja karena keadaan nya sudah lebih baik. Lebih tepatnya ia malu karena di lihat orang-orang yang sedang makan di restoran penginapan itu.


" Jangan pedulikan mereka mau bicara apa, aku akan tetap menggendong mu sampai ke tempat tujuan. " kata Alexander acuh tak acuh


Aku akan berusaha jadi suami yang baik, agar kau tidak punya kesempatan untuk melarikan diri dariku dan pergi ke pelukan pria lain. Meskipun ini bukan seperti diriku sendiri.


" Kau yang tidak apa-apa, tapi aku merasa tidak nyaman. " bisik Leticia


" Oh, jadi kau benar-benar merasa tidak nyaman karena mereka?" tanya Alexander dengan senyuman nya yang mematikan


Ah, apa akhirnya dia mau menurunkan ku? apa dia mengerti maksud ku? kenapa dia tersenyum seperti itu? ngeri lihatnya. Leticia mengernyitkan dahinya, ia bingung dengan senyuman menakutkan dari suaminya itu.


Alexander menatap semua orang disana, terutama pada orang-orang yang berisik, seolah melempar pedang ke arah orang-orang itu. Dalam hitungan detik, orang-orang yang tadinya melihat ke arah pengantin baru itu kembali melanjutkan aktifitas mereka dan terlihat ketakutan.


" Sudah beres kan?" tanya Alexander datar


" I-iya sih, tapi kau terlalu berlebihan hehe " Leticia tersenyum canggung


Diam diam Sir Carl, Daniel dan 2 kstaria pengawal itu melihat kelakuan sang raja.


" Masih untung orang-orang itu tidak dibunuh " kata Sir Carl sambil tersenyum


" Astaga, apa yang di depanku ini benar-benar yang mulia Raja ? iblis di medan perang? tirani terkejam di seluruh dunia ! " kata seorang pengawal takjub


" Ya ya, kalian bisa lihat sendiri bagaimana Baginda menjadi budak istrinya. " kata Daniel


" inilah contoh Raja tiran yang jinak itu, benar-benar menakjubkan " kata pengawal yang satunya lagi sambil tersenyum kepada pasangan pengantin baru itu.


*Jerome, Jack, nama pengawal yang bersama Daniel dan Sir Carl.


" Aku kagum pada Ratu baru kita. Dia bisa dengan mudah nya mengambil hati Raja kita. Hebat, mulai sekarang aku adalah fans Baginda Ratu !" seru Sir Jerome kagum


" Aku juga fans nya. Oh ya tuan Daniel setelah ini akan pemilihan kstaria pribadi Baginda Ratu kan?" tanya Jack


" Iya benar " jawab Daniel


" Aku mau mendaftar dong " kata Jack semangat


" Minggir kau ! aku yang duluan !" ujar Jerome


" Huh! apa apaan kau?!" kata Jack kesal


" Sudah,sudah ributnya. Hal itu bisa diputuskan saat kita sudah kembali ke istana. Karena Baginda Raja dan Ratu sudah keluar dari penginapan. Maka kita harus segera melanjutkan tugas kita " kata Sir Carl semangat


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Leticia dan Alexander sampai di rumah makan yang direkomendasikan oleh Daniel. Wanita itu mengagumi pemandangan disana yang indah, bahkan ada tempat makan di pinggir tebing. Dari sana terlihat pemandangan yang tak pernah wanita itu lihat sebelumnya.


" Wah... seperti di negeri dongeng saja. Tempat yang direkomendasikan tuan Daniel, benar-benar bagus " kata Leticia


Kerja bagus Daniel, kalau istriku tidak suka dengan tempat nya. Maka kau akan habis! syukurlah kau masih bisa hidup. batin Alexander


" Syukurlah kalau kau suka tempatnya, kita mau duduk dimana?" tanya Alexander


Eh? aneh, kenapa tempat ini sepi?. batin Leticia heran


" Ada apa? "


Ada apa dengannya?


" Tidak, hanya saja aku merasa aneh. Katanya tempat ini memiliki makanan yang enak dan pemandangan yang bagus. Tapi kenapa sepi? seperti nya hanya kita yang ada disini. " tanya Leticia heran


" Itu-itu. Apa kau tidak suka kalau sepi?" tanya Alexander gugup


Aku sengaja membeli restoran ini untuk makan bersama nya dan mengosongkan nya dari pengunjung. Apa dia tidak suka?


" Alex, apa jangan-jangan kau.."


CUP


Apa yang si cabul ini lakukan di depan umum? tiba-tiba menyerangku begitu?!!. Leticia kaget karena tiba-tiba ia mendapat kecupan di bibir nya.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Leticia kaget


" Aku menghukum mu "


" Salah ku apa?"


" Kau lupa ya dengan nama panggilan? kita sudah jadi suami istri sekarang "


" Baiklah, sayang "


" Baguslah kucing baik ! lain kali kalau kau salah memanggilku lagi, aku akan menghukum mu lebih berat dari ini " Alexander tersenyum


Jangan tersenyum begitu! dasar kau iblis. Mana bisa ciuman di sebut hukuman?!. batin Leticia sebal


" Iya baiklah, aku akan membiasakan nya. Tapi , tentang Restoran ini. Apa kau melakukan sesuatu?" tanya Leticia penasaran


" Aku hanya membelinya saja " jawab Alexander santai


" Apa? kau membeli restoran ini? " tanya Leticia tercengang.


" kenapa? ini bukan hal yang tidak bisa ku lakukan " kata Alexander santai


Ide Daniel tentang membeli restoran ini ternyata benar-benar membuat nya kaget. Pria itu senang dalam hatinya.


" Ya, kau memang bisa melakukan apapun yang membuat ku terkejut " kata Leticia sambil tersenyum


Dia seperti CEO CEO di drama romantis. Aku jadi ingat salah satu Ceo di dalam drama yang ku tonton. Dia bisa membeli apa saja yang ia mau, mendapatkan apa yang ia mau, bahkan membeli restoran hanya untuk berkencan. Memang deh orang kaya. batin Leticia


Mereka duduk di salah satu kursi yang letaknya sangat strategis untuk melihat pemandangan. Walaupun tempat makan mereka cukup ekstrim, yaitu di atas tebing.


Pasangan suami istri itu mengobrol dan makan bersama dengan gembira. Tanpa mereka sadari, ada bahaya sedang mengintai hubungan mereka.


...---****---...

__ADS_1


Hai Readers !


jangan lupa kalau udah baca, like dan komen nya ya 😘 dan makasih buat readers yang udah ngasih vote dan hadiah nya minggu iniπŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2