Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Chapter 14 Tuan Putri Brilla


__ADS_3

Rupanya berada dalam kurungan Alexander dan diam saja di kamarnya, tidak membuatnya merasa lebih baik, ia dan Carol menyusun rencana untuk kabur dari Fostiarus.


" Yang mulia, bukan kah ini berbahaya kalau kita mencoba kabur dari sini?" tanya Carol cemas


" Carol, lebih berbahaya lagi kalau aku terus terusan berada disini bersama psikopat itu! " gerutu Leticia kesal


Hari itu saat Alexander tidak ada di kastil, Leticia dan Carol sudah merencanakan pelarian mereka.


Gadis itu dan Leticia pergi ke taman belakang rahasia yang disebutkan oleh Ginny dan Jean.


" Yang mulia, apa yang mulia yakin ini jalan yang benar?" tanya Carol ragu


" Ya, aku tau mereka membenci ku dan tidak ada alasan untuk percaya apa kata si duo centil itu. Tapi, karena alasan ketidaksukaan mereka itu lah, mereka ingin kita pergi dari sini " kata Leticia menerangkan


" Yang mulia benar juga " Carol berfikir


" Ya kan, sudah kubilang aku pintar " Leticia bangga


Berkat bantuan dari Ginny dan Jean, Leticia dan Carol berhasil pergi ke jalan rahasia dengan mudah.


Leticia dan Carol senang saat mereka melihat cahaya matahari yang terang dari dunia luar.


" woah.. sudah lama sekali kita tidak melihat dunia luar ya Carol " ucap Leticia ceria


" iya yang mulia, sudah lama sekali ya " kata Carol senang


" Tunggu, kenapa aku merasa jalan kita terlalu mudah ya?" gumam Leticia berfikir


***


Tak jauh dari istana Fostiarus, Ginny dan Jean bertemu dengan Vivian.


" Kalian sudah jalankan rencana nya kan? " tanya Vivian


" Tenang saja nona , semuanya sudah beres. Kedua orang bodoh itu sudah kabur dari sini " kata Ginny sambil tersenyum


" Ini imbalan untuk kalian " Vivian menyerahkan kantong berisi emas pada Ginny dan Jean


" Terimakasih nona Vivian " kata Ginny dan Jean senang


" Kalian sudah bekerja keras, aku akan mengandalkan kalian lagi lain kali. Bisa kan?" tanya Vivian


" Kapan pun nona membutuhkan kami, kami selalu siap melayani. Benar kan Ginny?" kata Jean


" Iya tentu saja "jawab Ginny semangat


" Aku senang sekali bekerja sama dengan kalian, kalau aku jadi Ratu nanti aku akan mengangkat kalian menjadi kepala pelayan atau bahkan jabatan yang lebih tinggi di istana " kata Vivian ramah


" Benar kah? sebuah kehormatan untuk kami nona " kata Ginny


" Semoga nona bisa cepat menjadi ratu, agar tuan putri Brilla itu sadar akan posisinya " kata Jean


" Tenang saja, bukan kah kalian sudah menggiringnya pergi. Sisanya serahkan padaku saja " Vivian tersenyum tipis seolah sedang merencanakan sesuatu dalam pikirannya


***


Sementara itu Alexander dan Daniel sedang berada di Brilla. Salah satu orang suruhan Alexander di Brilla mengatakan informasi penting mengenai Derrick dan Harold yang kemungkinan besar masih hidup.


" Baginda raja, apa yang akan kita lakukan sekarang? bukankah akan berbahaya bila mereka dibiarkan hidup?" tanya Daniel


" Cepat atau lambat Putra mahkota Derrick itu pasti akan datang padaku dengan sendirinya. Kita tidak usah mencarinya, adik nya kan ada bersamaku dan dia pasti sudah tau itu " jawab Alexander percaya diri


" Ini baru seperti yang mulia, tapi kenapa di depan putri Leticia, baginda raja terlihat agak berbeda " batin Daniel


" Daniel, apa ada kabar dari pengrajin perhiasan itu?" tanya Alexander


" Oh iya sudah yang mulia, katanya bisa diambil sore ini. Tapi maaf yang mulia, yang mulia memesan perhiasan itu untuk siapa? " Daniel penasaran


" Aku punya tawanan di istana ku, bukankah tawanan ku harus diberi penanda agar dia tidak kabur. Itu bisa disebut kalung untuk anjing kan?" kata Alexander dingin


" Apa?" Daniel terpana


" Yang mulia menganggap kalau tuan Putri adalah peliharaan? begitu maksudnya kan?" batin Daniel terpana


" Ayo kita ke tempat pengrajin itu, aku ingin segera pulang " kata Alexander


" Pasti yang mulia tidak sabar untuk bertemu putri Leticia kan?" tanya Daniel semangat


" Apa aku ingin pulang cepat karena dia? jangan bercanda " kata Alexander cuek


" Ya ampun yang mulia, lalu beberapa hari yang lalu apa? Yang mulia selalu minta pulang cepat karena beralasan takut tuan Putri kabur, dalam hati anda, anda sudah mulai peduli pada tuan putri kan? atau hati anda yang dingin itu sudah mulai mencair?" tanya Daniel ramah


" Kalau kau tidak ingin mati, hentikan omong kosong mu !" ujar Alexander marah


" Baru kali ini saya melihat yang mulia malu malu " kata Daniel


" Apa? siapa yang malu malu? Daniel sepertinya aku harus mengirim mu ke kutub Utara " Kata Alexander dingin


" Ah tidak, ampuni saya yang mulia. Baiklah saya diam ya " kata Daniel sambil tersenyum lebar


" Aku ? peduli padanya? aku juga ragu kalau aku punya hati? yang jelas aku tidak mau gadis itu pergi dari ku " batin Alexander bingung


Raja tiran dan pengawal setianya, itu pergi ke tempat pengrajin perhiasan di pusat kota Fostiarus. Di sepanjang perjalanan banyak orang orang yang ketakutan dengan kedatangan Alexander karena mengenali wajah raja itu, karisma dan wajah tampan nya yang dingin menjadi daya tarik Alexander


Di toko perhiasan..


" Ini pesanan anda yang mulia raja " kata pengrajin perhiasan sambil menyerahkan kalung yang liontin nya terlihat seperti bunga matahari.


Alexander melihat-lihat kalung itu dan seperti ada keraguan di wajahnya.


" Ada apa yang mulia? apa ada sesuatu yang kurang, kalau ada akan saya buatkan lagi " kata pengrajin perhiasan itu ketakutan


" Apakah bunga matahari memang seperti ini?" tanya Alexander yang tak tau seperti apa bunga matahari

__ADS_1


" Iya yang mulia, ini bunga matahari hehe " jawab si pengrajin itu sambil tersenyum


" Ini tidak buruk " Alexander memandangi kalung itu


" Bagus lah, aku selamat " batin Pengrajin perhiasan merasa lega


Tanpa ia sadari, Alexander tersenyum senang sambil melihat kalung bunga matahari yang ia pegang.


" Dia pasti akan menyukai ini kan?" batin Alexander senang


" Apa saya tidak salah lihat? baginda raja tersenyum?" bisik pengrajin perhiasan pada Daniel


" Anda tidak salah nyonya, saya juga melihatnya " kata Daniel berbisik dan membenarkan


" yang mulia raja anda masih saja mengatakan dia tidak peduli pada putri Leticia. Jelas jelas anda sudah ada perasaan pada nya. Anda bahkan membuatkan kalung khusus hanya untuk putri Leticia " batin Daniel senang


" Ini pertama kalinya " gumam pengrajin perhiasan itu heran


" Pertama kalinya yang mulia meminta dibuatkan perhiasan wanita, pasti wanita ini adalah calon ratu Fostiarus kan?" batin Pengrajin perhiasan


" Aku akan memberi kan mu hadiah yang besar kalau si kucing kecil menyukai kalung ini " kata Alexander tegas


" Ku..kucing kecil?" tanya pengrajin perhiasan heran


" Apa kalung ini untuk kucing?" batin Pengrajin perhiasan itu bingung


" Nama yang unik ya, yang mulia. Itu nama kesayangan " kata Daniel sambil tersenyum


Raja itu melihat Daniel seolah berkata jangan bicara lagi atau kau mati. Daniel pun langsung membatu karena ketakutan.


" Siapa nama mu pengrajin perhiasan?" tanya Alexander


" Nama saya Maria, yang mulia raja " jawab Maria


" Baiklah Maria " kata Alexander dingin


***


Setelah berhasil kabur dari kastil Raja tiran, beberapa orang menculik Leticia dan Carol. Mereka sudah ada di dalam kereta yang sedang berjalan dan mulut yang di bekap oleh tali. Tangan dan kaki mereka terikat, terdengar suara beberapa pria di depannya.


" Sial, dimana ini? kami diculik? tapi oleh siapa?" batin Leticia sambil melihat-lihat ke sekitarnya.


Gadis itu melihat Carol yang masih belum sadarkan diri, dengan posisi yang sama dengan dirinya. Ia bertanya tanya apa yang terjadi dan siapa yang membawa mereka pergi.


Suara pria mengobrol di luar terdengar samar-samar oleh Leticia yang ada di dalam kereta.


" Apa mereka ada di dalam?" tanya pria 1


" Iya, kita dapat jackpot. Kau harus membayar ku mahal untuk ini " jawab pria 2 senang


" Kenapa? hanya gadis biasa saja kan?" tanya pria 1


" Tangkapan ku kali ini adalah mantan tuan putri dari Brilla " jawab pria 2 bangga


" Seseorang menyuruhku menculik mereka, ya sudah aku jual saja mereka padamu " jawab pria 2


" Pasti rumah bordil ku akan ramai kalau ada tuan putri Brilla yang terkenal cantik itu " kata pria 1 senang


Leticia terkejut mendengarnya dan mencoba membangunkan Carol dengan menggerakkan tangannya.


hmm..


hmm..


Gadis itu berusaha membangunkan Carol sekuat tenaga yang ia bisa.


" Carol bangunlah, Carol kita harus kabur " batin Leticia panik


Namun semuanya sudah terlambat, pria yang ada di luar membawa Leticia dan Carol ke dalam rumah bordil.


Leticia dan Carol di dandani oleh pemilik rumah bordil disana.


" Kau sangat cantik ya, tidak heran kau mantan putri Brilla. Pasti rumah bordil ku akan ramai oleh mu " kata Ressa ( pemilik rumah bordil )


" Lepaskan kami, jika Raja Fostiarus mengetahui kami hilang. Dia akan mencari kami, dan kau akan berada dalam masalah nyonya " kata Leticia tegas


" Mari bicara sembarangan dulu, semoga saja dia percaya " batin Leticia


" Haha.. kalian pikir aku tidak tau kalau kau hanyalah tahanan tidak berharga di istana Fostiarus? mana mungkin raja Alexander itu mencari kalian, dan jika yang mulia raja bertemu kalian pasti dia akan sangat berterimakasih pada ku karena membawa kalian kemari. Aku tau kalau raja Alexander itu membenci mu, putri. Tapi tenang saja, kau pasti akan menjadi primadona disini karena kecantikan mu. " terang Ressa sambil memegang rambut Leticia


" Sial, dia tidak bisa dibodohi begitu saja. " batin Leticia bingung


Carol juga tak bisa berbuat apa apa karena ia masih dalam kondisi terikat.


" Tuan Putri Brilla, aku punya tamu kehormatan untuk mu. Dan kau pelayan tuan putri, nanti giliran mu setelah tuan putri ya " kata Ressa sambil tersenyum sinis


" Tidak ! yang mulia !" seru Carol panik


" Carol.. " gumam Leticia


Ajudan Ressa menyeret Leticia pergi ke kamar, dan mengikatnya di ranjang. Leticia berkali kali menggigit tangan ajudan yang berusaha mengikatnya untuk membela diri. Pada akhirnya semua usahanya itu sia sia saat Ressa memberi kan Leticia obat secara paksa, saat itu juga Leticia berada dalam keadaan setengah sadar.


" Benarkah gadis ini adalah tuan putri? gigitan nya kuat sekali " kata pria 1 sambil melihat tangannya ada bekas gigitan


" Sudah sudah, malam ini aku akan mentraktir semua orang karena kita mendapat banyak uang. " kata Ressa


" Asyik, terimakasih Nyonya Ressa " kata para ajudan nya senang


" Kita tinggalkan saja dia disini, nanti pria kaya itu akan datang kemari " kata Ressa dengan wajah senang


" Tidak..lepaskan aku.. kumohon.. lepaskan aku.." gumam Leticia lemas


" Tubuhku kenapa sangat lemas, aku juga tidak bisa bergerak. Ada apa ini?tolong aku.. siapapun. " batin Leticia bingung

__ADS_1


***


.


.


.


.


" Akhirnya kita sampai juga di kerajaan Ilios " kata Derrick lega


" Yang mulia, apa anda yakin kalau Raja Cedric akan membantu kita menyelamatkan tuan putri?" tanya Harold


" Tidak tahu, kita sudah berjalan sejauh ini setidaknya kita harus mencoba mencari tempat berlindung." jawab Derrick


Darren dan Cedric yang baru pulang dari perjalanan, kaget melihat Derrick ada di depan istana.


" Putra mahkota Derrick? apa ini anda ?" Tanya Raja Cedric terpana


" Putra mahkota Derrick !" seru Darren


Tak lama kemudian, Darren dan Cedric membawa Darren dan Harold masuk ke istana Fostiarus.


" Saya pikir anda sudah tiada, tidak disangka ternyata anda masih hidup. Syukurlah.." kata Raja Cedric lega


" Iya, saya diselamatkan oleh seorang pria baik yang tinggal di tengah hutan " jawab Derrick


" Leticia pasti akan senang kalau dia tau, bahwa putra mahkota masih hidup !" seru Darren


" Apa pangeran sudah bertemu dengan adik saya? apakah dia benar-benar masih hidup?" tanya Derrick


" Iya, putri Leticia masih hidup dan dia berada di kastil fostiarus " jawab Raja Cedric


" Syukurlah.. aku masih punya harapan untuk hidup, Leticia.. adikku " kata Derrick sambil menangis


" Maafkan aku tidak bisa membantu banyak, karena saat ini kau tau kan kalau kerajaan kecilku tidak akan bisa menandingi Raja tiran itu sendirian. " kata Raja Cedric


" Tidak apa, saya tau kalau sulit untuk melawan Fostiarus. Tapi, bisakah yang mulia raja membantu saya satu hal?" tanya Derrick


" Apa itu? akan aku lakukan sebisaku " jawab Raja Cedric


Derrick meminta agar ia diizinkan tinggal di istana dan menjadi salah satu kstaria yang mengawal Raja. Cedric dan Darren kaget mendengarnya.


" Tidak mungkin! anda adalah seorang putra mahkota dari Brilla ! bagaimana bisa anda menjadi kstaria pengawal ku ?" tanya Raja Cedric kaget


" Itu benar, kau adalah putra mahkota !" seru Darren


" Tidak, saya bukan putra mahkota lagi. Negeri saya sudah dihancurkan oleh Raja tiran itu, saya hanya seseorang tanpa kekuasaan apapun. Jadi, saya minta tolong pada kalian agar bisa menerima ku dan Harold sebagai kstaria !" seru Derrick penuh keyakinan


" Baiklah..daripada menjadi kstaria, maukah kau menjadi penasehat ku saja?" tanya Raja Cedric sambil menghela napas


" Dengan senang hati, saya akan mengabdi pada kerajaan Ilios dengan setulus hati saya " kata Derrick tulus


" Saya juga akan mengabdi kepada Kerajaan Ilios " kata Harold sambil memberi hormat


Derrick sadar bahwa ia tak punya kekuasaan lagi, karena negerinya sudah dijajah. Namun, ia bertekad untuk mencari perlindungan dan mengumpulkan kekuatan untuk membawa adiknya kembali. Juga membalas dendam atas kematian ayah dan kedua adik nya yang lain.


***


Di rumah bordil..


Seorang pria bertubuh gendut memasuki kamar tempat Leticia di ikat, pria itu terlihat senang begitu melihat kecantikan Leticia. Gadis itu yang setengah sadar tak bisa berbuat apa apa.


" Cantik sekali, memang benar tuan putri Brilla. Dia sekarang ada dihadapan ku dan akan menghabiskan waktu pertama nya denganku " kata si pria gendut sambil memegang pipi Leticia


" menjijikan ! dasar babi hutan, lepaskan aku !" batin Leticia panik


" Tenang saja tuan putri, aku akan memuaskan mu malam ini " pria gendut itu tersenyum sambil melepaskan pakaian nya. Leticia semakin panik dan mengerang mencoba memberontak


Sementara itu Carol yang ada di ruangan lain, terlihat memberontak ingin menyelamatkan Leticia.


" Tolong ! biar saya saja yang menggantikan yang mulia ! lepaskan yang mulia !" teriak Carol


" Kau sangat setia kepada tuan putri mu ya? tenang saja, sudah ini giliran mu kok !" ujar Ressa


BRAK


BRUK


Suara keributan terdengar dari luar rumah bordil, pintu depan rumah bordil hancur seketika oleh kekuatan sihir merah. Rupanya itu adalah Daniel dan Alexander.


Mata merah pria itu menyala, dan tangannya mengeluarkan api seolah sedang marah. Ressa dan ajudan ajudan di rumah bordil itu ketakutan begitu melihat sosok raja Tiran di hadapan mereka. Alexander yang marah membakar pintu depan rumah bordil itu, dan sekarang ini ia tampak terlihat seperti iblis.


" Yang mulia raja tidak pernah semarah ini " batin Daniel kaget


" Yang mulia raja, tuan Daniel? !" seru Carol sambil menangis


" Dimana dia?" tanya Alexander tajam pada Ressa yang jatuh terduduk


" Siapa maksud baginda?" tanya Ressa


" Jangan biarkan aku bertanya dua kali !" seru Alexander


" Sial, raja ini benar benar mencarinya. Dia terlihat sangat marah, apa putri Brilla itu sangat penting untuknya?" batin Ressa ketakutan


" Nona Carol dimana putri Leticia?" tanya Daniel sambil melepaskan tali yang mengikat Carol


" Pasti putri ada di salah satu kamar disini, tolong dia !" seru Carol memohon


Alexander mencari Leticia di setiap kamar, dan akhirnya...


BRAK

__ADS_1


...--***--...


__ADS_2