Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 38 Perpisahan


__ADS_3

Deg


Deg


Deg


Mendengar kata aku akan melepaskan mu, membuat hati Leticia tidak nyaman. Bukankah ini yang selama ia inginkan? tapi kenapa ia malah tidak nyaman dengan kata-kata Alexander?


" Kalau kau memang tidak bahagia, aku akan melepaskan mu " kata Alexander dengan berat hati


" Aku akan melepaskan mu, tapi kau harus kembali padaku " batin Alexander


" Kau serius? kau akan membiarkan ku pergi dan tinggal dengan kakak ku?" tanya Leticia serius


" Iya, tapi aku punya syarat " jawab Alexander


" Haa .. sudah aku duga pasti ada sesuatu " batin Leticia


" Kau bisa kembali pada kakak mu, tapi setiap seminggu sekali kau harus ke kastil untuk menemui ku " kata Alexander


" Jika aku tidak mau?"


" Aku akan memaksamu, aku akan menghancurkan kerajaan Ilios " jawab Alexander datar


" Dia selalu menggunakan ancaman yang sama, dasar " batin Leticia


" Haa.. baiklah, aku berjanji. Hanya seminggu sekali kan?" tanya Leticia


" Iya, dan kau harus menginap juga" jawab Alexander


" Aku setuju.."


" Para bangsawan akan terus menekan ku untuk membunuhnya kalau ia terus tinggal disini, mungkin di Ilios dia akan lebih aman dan tidak akan terancam bahaya seperti hari ini... " batin Alexander


Leticia dan Alexander kembali ke kastil dengan sihir teleportasi nya.


" Pergilah besok, malam ini beristirahat dulu " kata Alexander


" Baiklah, terimakasih banyak " kata Leticia sambil tersenyum senang


" Apa sesenang itu kau akan pergi dariku? padahal aku sedang sedih begini " batin Alexander sedih melihat Leticia yang sedang tersenyum


" Kenapa dengan tatapannya itu? dia terlihat tidak suka melihatku tersenyum? perasaan tidak nyaman apa ini " batin Leticia bingung


" Ada apa dengan yang mulia dan tuan putri?" batin Daniel heran melihat kedua orang itu yang terlihat canggung


Raja itu memasuki kamarnya, ia memegang kalung bunga matahari yang ia buat untuk Leticia.


" Apa keputusan ku ini sudah benar? kau tidak akan lari dariku kan? kau akan menepati janjimu.. pasti begitu...Maaf aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu, aku mencintaimu tapi pernikahan ini juga penting untukku. Aku memang egois, di satu sisi ingin memiliki mu, tapi aku tidak bisa melepaskan yang lain. " gumam Alexander sambil melihat sebelah sepatu Leticia yang ia simpan di lemari nya saat pertama kali mereka bertemu.


Kegalauan melanda hati sang Raja, begitu juga dengan Leticia. Wanita itu terlihat sedih, karena Alexander membiarkan nya pergi. Di satu sisi ia merasa senang karena akan tinggal bersama kakak nya di Ilios. Lalu bagaimana dengan hatinya yang sudah ia tinggalkan bersama sang Raja itu? apa ia bisa membawanya kembali?


" Dasar Playboy, kau selalu bilang kau mencintaiku. Tapi, kau mau menjadikan ku selir, wanita gila mana yang mau? kau benar-benar tidak peka, atau kau memang lebih mencintai kekuasaan mu? Awas saja kalau setelah aku pergi dan kau menyesal ! jangan merindukan aku, karena aku akan melupakanmu " kata Leticia sambil meneteskan air matanya.


" Kenapa air mata ini terus turun? sial.. menyebalkan.. padahal harusnya aku senang sekarang, bukan sedih seperti ini.." kata Leticia kesal sendiri


***


Keesokan harinya, Leticia menyiapkan sarapan terakhir untuk Alexander. Pria itu rupanya sedang sarapan bersama ketiga nona bangsawan, tidak seperti biasanya. Dan ketiga nona bangsawan itu terlihat senang karena Alexander mau makan bersama mereka.


" Yang mulia, saya membawakan sarapan untuk anda " kata Leticia


'' Ya simpan saja " kata Alexander dingin


" Ada apa ini yang mulia? biasanya anda tidak suka makan bersama orang lain, ini tidak biasa " tanya Leticia heran


" Memangnya apa urusanmu, aku mau makan bersama siapa, dan dimana? " kata Alexander ketus


" Baiklah, tidak seharusnya saya ikut campur " jawab Leticia dengan nada yang heran


" Dasar pria plin plan " batin Leticia kesal


" Hehe, rasakan itu. Akhirnya Raja tidak mempedulikan mu lagi " batin Vivian senang


" Yang mulia, mari kita makan bersama " kata Liliana ramah


" Ya, seharusnya aku senang dia mulai memperhatikan calon istrinya. " batin Leticia sebal


Wanita itu kembali ke dapur. Bersama dengan Carol ia berpamitan pada semua pelayan disana.


" Jadi kalian benar-benar akan pergi?" tanya Rita sedih


" Lalu siapa nanti yang akan memasak ram.. ram.. ram apa sih?" tanya Mira bingung


" Ramen " jawab Carol sambil tersenyum


" Siapa yang akan memasakkan ramen lagi untuk kita semua?" tanya pelayan lain sambil menangis


" Tenang saja, aku akan datang kemari 1 minggu sekali. Jika aku sempat, aku akan memasakkan kalian makanan yang enak lagi " kata Leticia ceria

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu.. hati hati ya, selalu kirim kabar pada kami " kata Anne ramah


" Terimakasih nyonya Anne, karena selalu memperhatikan ku dan Carol selama disini. " kata Leticia sambil memeluk Anne


" Tidak perlu berterimakasih, ini sudah tugasku " kata Anne ramah


" Kami akan merindukan kalian.. terutama tuan putri hu.. " Mira dan Rita terlihat paling sedih saat Leticia dan Carol akan pergi.


" Kalian jaga diri baik-baik ya " kata Jean dengan wajah jaim nya


" Kami bukannya khawatir pada kalian, tapi kalian harus kembali dan memasak makanan enak lagi " kata Ginny


" Kedua orang ini, rupanya mereka sedih saat aku dan Carol akan pergi tapi mereka sangat jaim " batin Leticia sambil tersenyum


" Iya iya, tenang saja Ginny, Jean.. aku akan memasakkan makanan nya seminggu sekali. Karena itu aku titip tanaman bunga matahari ku ya " kata Leticia ceria


" Hem Hem.. iya kalau kami tidak lupa, kami akan menyiram nya. Benarkan Jean?" tanya Ginny


" iya betul sekali " jawab Jean


" Terimakasih kalian sudah bersikap baik padaku dan Carol selama kami disini, semoga hubungan kita tetap terjaga dengan baik. Jaga kesehatan kalian ya. Oh ya, aku punya sedikit hadiah untuk kalian yang aku letakkan di loker kalian. Nanti kalian lihat sendiri saja ya " terang Leticia ceria


Para pelayan dan pengawal disana sedih karena Leticia dan Carol akan meninggalkan istana Fostiarus.Terakhir, Leticia melihat tanaman bunga matahari nya di taman belakang istana.


" Bunga bunga nya sudah banyak bermekaran, mereka tumbuh dengan cepat. Tak terasa sudah hampir 3 bulan lamanya aku berada disini dan menjadi tawanan. Waktu terasa begitu cepat.. aku tidak menyangka aku masih bisa hidup sampai saat ini, padahal dulu aku mengira aku akan dibunuh oleh nya. Kalian jaga diri kalian baik-baik dan terus bermekaran menyinari istana ini.. " gumam Leticia, yang tanpa ia sadari air matanya mengalir.


Sebenarnya apa yang ia tangis? Alexander atau para pelayan dan pengawal disana? entahlah, yang jelas wanita itu segera menyeka air matanya, dan menyembunyikan kesedihannya secepat mungkin. Ia tidak mau ada orang yang melihatnya bersedih.


" Seharusnya kau begini saja dari dulu " kata Gloria senang


" Terimakasih kalian sudah membantu saya " kata Leticia tulus


" Kalau bisa jangan kembali saja ya " kata Liliana menyuruh


" Itu juga keinginan saya " kata Leticia dengan nada bicara yang datar


" Selamat jalan ya, tuan putri Brilla " kata Vivian mengejek


" Haa. aku tidak perlu meladeni mereka " batin Leticia kesal


" Jaga diri nona nona baik baik, dan tolong jaga yang mulia Raja" kata Leticia sopan


Setelah itu ia pergi meninggalkan ketiga nona bangsawan itu. Ia masuk kembali ke dalam istana untuk mengambil barang nya yang sedikit sebelum pergi, di dalam kamar.


" Ternyata hanya sedikit saja barang-barang kita yang mulia " kata Carol


Alexander tiba-tiba muncul di depan Leticia dan Carol, mengagetkan mereka.


" Salam yang mulia Raja " kata Carol dan Leticia sopan


" Bisa kau tinggalkan kami sebentar?" tanya Alexander pada Carol


Carol keluar dari kamar itu dan menutup pintunya.


Alex menatap Leticia, ada ketidak relaan di matanya itu. Sebenarnya pria itu tidak ingin Leticia pergi, tapi ia tak punya alasan untuk menahannya lagi.


" Ini, pakailah !"


" Kalung ini bukankah sudah kuberikan pada yang mulia? kenapa dikembalikan lagi?" tanya Leticia bingung


" ini sudah ku berikan padamu. Untuk yang satu ini kau harus memakainya " kata Alexander


" Baiklah, hanya pakai saja kan?" Leticia memakai kalung itu dilehernya.." Nih sudah "


" Sial ! wanita ini memang pandai membuat orang gila " batin Alexander


GREP


Kyaa !!


Pria itu memeluk Leticia hingga membuat wanita itu terkejut. Ia menatap wanita itu dengan penuh kasih sayang lalu mencium bibirnya dengan lembut.


" Hmph.. "


" Dasar, dia suka memaksa orang ! baiklah, anggap ini yang terakhir.. kali ini aku akan membiarkanmu " batin Leticia sedih


" Ini sangat manis, aku pasti akan kesulitan melupakan rasa ini. Karena aku hanya bisa menyentuhmu " batin Alexander sedih


" Haaa.. kau membuatku.. tidak bisa bernapas "


" Pergilah, sebelum aku berubah pikiran !" ujar Alexander melepaskan pelukannya


" Baiklah, aku akan pergi "


" Kau harus menepati janjimu !' seru Alexander tegas


" Ya, yang mulia "


TOK

__ADS_1


TOk


TOK


" masuk saja Daniel !" seru Alexander


KLAK


" Yang mulia, tuan putri.. pangeran Darren dan tuan Derrick datang untuk menjemput tuan putri " kata Daniel


" Pangeran itu sampai datang kemari?" tanya Alexander marah


" Hem..iya yang mulia " jawab Daniel


" Yang mulia terlihat marah, dia pasti cemburu " batin Daniel senang


" Memangnya kenapa? pangeran Darren adalah temanku sejak kecil, menjemput temannya sendiri itu tidak ada yang salah " kata Leticia senang


" Sial, kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya? kalau dia tinggal di Ilios bersama kakak nya, itu berarti dia akan dekat juga dengan pangeran lemah itu " batin Alexander sebal


" Aku akan keluar.." kata Leticia dengan wajah senang


" tunggu ! aku mau menambahkan persyaratan nya ! " ujar Alexander sambil memegang tangan Leticia


" Apa harus sekarang? mereka sudah menungguku ?" tanya Leticia


" Harus sekarang !" kata Alexander kekeh


" Baiklah, apa syaratnya ?"


" Selama disana kau tidak boleh dekat-dekat dengan pangeran lemah itu ! tidak boleh!" seru Alexander tegas


" Ini tidak masuk akal, dia seperti kekasih yang sedang cemburu. Haah.. apa sih yang aku harapkan dari pria plin plan ini ?" batin Leticia sebal


" Maaf, aku tidak akan menurutimu untuk hal Yang satu ini. Karena ini adalah masalah pribadiku, lagi pula kau siapa ku melarang aku dekat dengan pria lain?" tanya Leticia heran


" Kalau dia saja, boleh dekat dekat dengan wanita lain. Kenapa aku tidak?" batin Leticia heran


" Jawaban yang bagus tuan putri, biarkan yang mulia Raja merasakan cemburu. Dan dia menyadari perasaan nya sendiri " batin Daniel


" Pokoknya tidak boleh ! kau tidak boleh dekat dekat dengan pria itu !" seru Alexander


" Aku tidak peduli, aku akan pergi menemui mereka. Blee " Leticia menjulurkan lidahnya dengan sebal, mengejek Alexander


" Hey ! Kau ..kau !"


Leticia dan Daniel pergi keluar istana, dan disana ada Darren dan Derrick yang sudah menunggu Leticia. Mereka terlihat senang karena akhirnya bisa bertemu dan tinggal bersama.


" Kakak !"


" Tisha!! apa kau sudah siap?" tanya Derrick


" Iya aku sudah siap " jawab Leticia semangat


Sebelum pergi Derrick dan Dareen menatap Alexander dengan penuh kebencian, tapi mereka melihat Alexander terfokus pada Leticia dan menatap gadis itu dengan sedih, penuh perasaan, seolah olah ia tak ingin Leticia pergi darinya.


Sementara ketiga nona bangsawan itu senang dengan kepergian Leticia, para pelayan dan pengawal melihat kepergian Leticia dengan sedih dan berat hati.


" Tuan putri, Carol..jangan lupakan kami" kata pengawal


" Jangan khawatir, aku akan kembali " kata Leticia ramah


" Sepertinya Leticia mendapat kasih sayang dari mereka disini, karena mereka terlihat sedih dan tidak rela " batin Derrick


Leticia melihat ke arah Alexander, namun pria memalingkan wajahnya. Padahal wanita itu ingin mengatakan sesuatu pada pria itu, namun pria itu seperti mengabaikannya. Pada akhirnya, Leticia hanya bisa mengatakan nya dari dalam hati.


" Aku harap kau selalu baik baik saja, aku ingin mengatakan itu. Tapi sepertinya kau tidak mau dengar " batin Leticia


" Aku sudah tau apa yang akan kau katakan, tapi aku tidak mau mendengarnya. Jika kau mengakan itu, aku merasa kita akan berpisah dan tidak akan bertemu lagi. Aku tidak suka " batin Alexander sedih


" Tisha, ayo !" Darren mengulurkan tangannya pada Leticia, wanita itu membalas uluran tangannya. Alexander terlihat tidak senang, tapi dia diam saja.


" Iya mari pergi "


" Bahkan sampai akhir pun kau tidak bilang apa apa, jadi ini yang kau inginkan? " batin Leticia sedih


Klotak


Klotak


Kereta yang membawa Leticia berangkat, Alexander melihat kereta itu dengan hati yang sedih.


" Apa ini keputusan yang benar? kau pasti akan kembali bukan?" batin Alexander


" Padahal yang mulia tidak ingin tuan putri pergi, tapi kenapa anda biarkan dia pergi? bagaimana kalau tuan putri tidak kembali? pokoknya jangan menyesal yang mulia, jangan menyesal kalau tuan putri nanti menyukai orang lain, atau menjalin dengan hubungan dengan orang lain. Karena ini pilihan anda untuk melepaskan nya " kata Daniel mengingatkan dengan bijak


Baru kali ini aku mendengar Daniel bicara seberani ini padaku, dia menasehati ku seperti orang tua yang menasehati anaknya? apa benar kalau aku akan menyesal? tidak ! itu pilihannya sendiri, bukan pilihanku. Karena dia tidak mau menjadi selir ku, dia yang akan terluka bukan nya aku. Aku akan baik-baik saja, aku tidak butuh cinta.


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2