Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 54 Malaikat Penjaga nyawa


__ADS_3

...***...


.


.


Carol berniat maju ke depan dan membantu Leticia, akan tetapi Zoya melarangnya dan menahan wanita itu.


" Jangan ! kau tidak takut pada nona Giselle? kau akan terkena masalah jika ikut campur urusan nya!" ujar Zoya memperingati


" Tapi, nona Leticia.. " Carol mengernyitkan dahinya, dan melihat cemas ke arah Leticia yang tampak sedang bertatapan tajam dengan Giselle.


" Tenang saja, aku percaya kok pada nona Leticia. Dia pasti bisa menangani nya, dan kalau terjadi sesuatu padanya, dia bisa meminta bantuan pangeran Darren. Sedangkan orang kecil seperti kita, akan kesulitan kalau terlibat dengan nona bangsawan seperti nya " Zoya menerangkan situasi mereka


" Zoya, kau benar juga. Tapi, kenapa dia sangat ditakuti? " tanya Carol heran


" Bukannya ditakuti sih, lebih tepatnya tidak ada yang mau berurusan dengannya. " jawab Zoya


Zoya, Carol dan beberapa orang berkerumun disana. Leticia membantu anak kecil yang bernama Max itu berdiri.


" Anak ini.. dia terluka cukup parah, bagaimana bisa mereka melakukan ini.." batin Leticia yang kasihan melihat Max di pukuli


" Lebih baik kau minggir, pelayan rendahan. Ini bukan urusanmu " Giselle berkacak pinggang dengan wajah sinis nya


" Kenapa aku harus minggir ketika melihat ada ketidakadilan di depanku?" tanya Leticia ketus


" Ketidakadilan? apa maksudmu? justru aku sedang menegakkan keadilan disini, sudah seharusnya bukan, aku menghukum orang yang mencuri " kata Giselle percaya diri


" Benarkah? lalu bisa kau jelaskan padaku, kenapa kau bisa menuduh anak ini mencuri? "


" Aku tidak menuduh ! gelang ini buktinya !" kata Giselle keras kepala


" Apa itu bisa dijadikan bukti? bisa saja yang dikatakan anak ini benar, kalau dia membeli gelang ini untuk ibunya?! kenapa kau seenaknya saja menyuruh orang untuk memukul nya? tidakkah tindakanmu ini keterlaluan! bukankah gelang seperti ini banyak dipasaran?!" Leticia mencerca wanita itu dengan banyak pertanyaan


Semua orang mulai berbisik bisik dan berbicara tentang Giselle yang kejam. Mereka membenarkan perkataan Leticia yang mengatakan bahwa gelang itu dijual banyak di pasaran, dan mereka juga berpendapat bahwa Giselle tidak boleh sembarangan menuduh seseorang hanya karena ia pengemis.


Giselle pun tidak mau kalah, ia membalas perkataan Leticia. Dan mereka jadi berdebat hebat !


" Haa.. bukankah tidak masuk akal pengemis seperti nya membeli barang mahal seperti gelang ini? mana mampu dia membeli nya.. sudah jelas dia mencuri nya, karena gelang ku hilang saat berpapasan dengannya tadi " Giselle tersenyum sinis


" Bagaimana kau yakin kalau itu adalah gelang mu, nona? apakah menuduh memang sudah jadi sifat mu?" tanya Leticia tak senang


" Sombong sekali kau. Baiklah, aku ingin bertaruh denganmu. Jika anak ini memang pencuri, maka aku akan memukul mu 10 cambukan " kata Giselle sambil tersenyum sinis


" Kau tidak akan bisa membuktikan anak ini tidak bersalah, siap siap saja aku akan mencambuk mu"


" Jika aku bisa membuktikan kalau anak ini tidak bersalah? apa yang akan aku dapatkan?" tanya Leticia tak takut


Orang-orang yang berkerumun semakin banyak, mereka berbisik-bisik dan memuji keberanian Leticia, ada juga yang menghina nya.


" Berani sekali gadis itu melawan putri Duke Xavier? tidak takut mati ya ?" kata seorang wanita keheranan


" bukankah dia sangat berani " kata seorang pria memuji


" hey hey.. itu bukan nya berani, tapi bodoh. Dia hanya sombong saja, pelayan tapi berani beraninya melawan putri menteri pertahanan negeri ini "


" Pelayan? benarkah ada pelayan secantik itu? lihat lah, rambutnya sangat unik.. dia juga cantik. Masa sih di pelayan?" tanya seorang pria tak percaya


" Tadi kau tidak dengar ya nona Giselle bilang, kalau wanita itu pelayan rendahan " kata seorang wanita


Begitulah bisik-bisik orang-orang terhadap keberaniannya. Anak kecil itu meminta agar Leticia tidak ikut campur ke dalam masalahnya, ia tidak mau melihat orang lain terluka karena nya. Tak jauh dari sana, seorang pria bertudung memperhatikan Leticia dan Giselle.


" Baik, kau ingin aku melakukan apa kalau aku yang kalah taruhan? kau ingin emas, uang, atau mungkin baju mahal?" tanya Giselle dengan nada sombongnya


" Apa di otak nona hanya ada itu saja? aku tidak butuh semua itu. Jika aku menang taruhan aku ingin permintaan maaf darimu pada anak ini, dan juga aku akan menamparmu 20 kali. Bagaimana?"


" Siapa takut, itu pun jika kau menang. Aku akan biarkan kau menamparku " kata Giselle meremehkan


" Deal, orang-orang disini jadi saksinya " Leticia tersenyum percaya diri.


" Berani sekali seorang pelayan rendahan menantang nona " batin seorang pengawal yang ada disisi Giselle


Pria bertudung yang dari tadi melihatnya, mengagumi keberanian Leticia. " Memang tidak salah sepupuku itu memilih wanita, dia memang cukup menarik. Kalau begini, aku jadi semakin ingin memiliki nya " gumam pria itu sambil tersenyum menyeringai.


" Nona, jangan lakukan ini ! anda tidak perlu melakukan ini untuk saya. Jangan ikut campur!! " kata Max memohon


" Kau tidak perlu takut, aku ada disini. Aku tidak bisa tidak ikut campur kalau ada seorang anak terluka apalagi karena ketidakadilan. "


" Tapi, nona akan terkena masalah karena ku.."


" Tidak apa-apa, ini kan tanggungjawab ku karena ikut campur. Ini bukan salahmu adik kecil. Sekarang, aku mau minta bantuan mu " kata Leticia lembut


" masalah memang selalu jadi bagian dari hidupku, bahkan sejak aku masih hidup sebagai Cha Yoon Joo " batin Leticia


" nona mau minta bantuan apa?" tanya Max dengan wajah polosnya


" Jawab pertanyaan ku, kau tidak mungkin mencuri kan?"


" Tidak, saya tidak mencuri. Saya membeli gelang ini untuk ibu saya " jawab Max penuh keyakinan


" Aku percaya padamu, karena itu kau harus bantu aku untuk membuktikan bahwa kau tidak bersalah. Dan menghukum wanita itu " Leticia tersenyum licik

__ADS_1


" Nona ini sangat baik, dia satu-satunya orang yang percaya padaku. Padahal orang lain menuduhku mencuri, aku sangat terharu.." batin Max sambil berkaca-kaca


" Apa ini saatnya aku bermain menjadi detektif Conan?? haha " batin Leticia menikmati tantangan itu dengan senang hati


" Oke, pertama-tama siapa namamu?" tanya Leticia sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah


" Aku Maxime, tapi orang-orang memanggilku Max.." kata Max malu-malu berjabatan tangan Leticia. " Lalu, siapa nama nona?"


" Aku Leticia, jangan panggil aku nona. Panggil saja kakak ya " jawab Leticia ramah


" Malaikat..." Max bergumam sambil melihat ke wajah Leticia


Wanita itu menyuruh Giselle menunggu selama 15 menit, karena ia akan menemukan bukti nya. Pertama-tama Leticia dan Max mendatangi pedagang yang menjual gelang itu dan menginterogasi nya. Awalnya si pedagang itu tak berani bicara, tapi akhirnya karena bujukan Leticia, pedagang itu berbicara jujur.


" Apa bapak tega membiarkan seorang anak tidak bersalah dihukum? jika anak ini mati karena dihukum nona bangsawan sialan itu, maka itu semua salah bapak juga !" kata Leticia dengan dramatis, ia berakting memelas.


" Bwee.. akhirnya akting Cha Yoon Soo yang selalu ku ejek ,terpakai juga disaat saat seperti ini. Semoga berguna deh.." batin Leticia merasa jijik dengan aktingnya sendiri


" Kenapa kakak malaikat mengatakan hal seseram itu? aku tidak akan mati hanya karena mencuri, paling aku hanya dikurung saja. Atau tangan ku di potong " kata Max polos


" APA?? jadi hukum di negeri itu seperti ini? " tanya Leticia kaget


Pedagang perhiasan dan Max kaget melihat Leticia yang seperti nya baru tau tentang hukum di negeri Ilios.


" Pantas saja, psikopat tiran itu bisa membunuh orang seenaknya. Ternyata hukum tidak begitu di tegakkan di dunia ini. Apa nyawa seseorang di dunia ini tidak terlalu berharga? semuanya bisa menuduh dan menghukum. Apa ini karena status? " batin Leticia berfikir


" Kenapa kakak kaget begitu? ini adalah hukum yang sudah biasa di setiap negeri " kata Max heran


" Apa nona bukan orang sini ya?" tanya Pedagang bingung


Setelah perbincangan nya dengan pedagang itu selesai, Leticia dan Max pergi ke tempat ke tempat kerja Max. Di sanalah ia mendapatkan uang untuk membeli hadiah untuk ibunya, Leticia merasa prihatin karena Max bekerja sebagai tukang angkut barang. Pekerjaan yang biasa dilakukan oleh orang dewasa.


***


15 menit sudah berlalu, Giselle menunggu Leticia dengan kesal. Tak lama kemudian, Leticia, Max, pedagang dan bos Max menghampiri Giselle. Orang-orang mulai mengerumuni mereka, karena penasaran apa yang akan terjadi. Siapa yang akan dipermalukan disini?


Gustaf juga dengan santai menonton drama perselisihan kedua wanita cantik itu.


Dengan membawa bukti dan saksi, Leticia percaya diri bahwa ia akan memenangkan kasus ini dan membuat gadis angkuh yang bernama Giselle itu meminta maaf.


" baik, pertanyaan pertama untuk pak pedagang. Apakah benar Max membeli gelang di toko anda?" tanya Leticia dengan nada mengintrogasi


" Benar "


" Apakah itu adalah gelang ini?" tanya Leticia sambil menunjukkan gelang permata berwarna merah


" Benar " jawab pedagang itu dengan lantang


" Cih, dengan begitu saja tidak bisa membuktikan apa apa " gumam Giselle meremehkan


" Apa? aku?" Giselle terkejut


" Apakah nona membeli gelang dari bapak pedagang ini?" tanya Leticia


" Tidak "


" Lalu dimana kau membelinya? tidak mungkin kan anda membelinya dari pedagang kecil seperti bapak ini?" tanya Leticia


" Aku membelinya di toko aksesoris terbesar di wilayah ini " jawab Giselle percaya diri


" Lalu apa karena gelangnya sama, kau menuduh Max mencuri gelang mu?" tanya Leticia


" Aku tidak menuduh ! dia benar-benar mencuri gelangnya, apa jangan jangan kau juga berkomplot dengan pedagang ini untuk berbohong?" tanya Giselle kesal


" Sudah salah tidak mau mengaku, malah menuduh orang. Kau tidak boleh dibiarkan, pangeran Darren.. tunangan mu ini sangat jahat " batin Leticia


Setelah itu bos Max mengatakan bahwa anak kecil itu bekerja untuk membelikan ibunya gelang. Pedagang juga mengatakan bahwa Max membawa uang recehan saat membeli gelang di toko nya. Orang-orang disana mulai mempercayai Leticia dan Max, dan Giselle dalam keadaan terdesak.


" bukankah nona ku sangat hebat?" tanya Carol bangga


" iya, dia benar-benar terlihat menakjubkan. Seperti.. seperti petugas keamanan negara saja . Keren !!" kata Zoya dengan mata penuh kekaguman


Giselle diam membeku, ia tak bisa berkutik menghadapi Leticia yang sudah membawa bukti-bukti.


" tetap saja dia mencuri !


" Beraninya dia membuatku seperti ini, awas kau ya. Akan ku balas !" batin Giselle marah


" kau masih mau mengelak lagi? jelas-jelas gelang ini miliknya dan bukan milikmu !" ujar Leticia kesal


" Tetap saja ! gelang ku hilang dan aku tidak tau kemana. Pasti gelang ku dicuri olehnya !"


" Ohoho.. begitu ya? lalu apakah gelang mu itu permata yang asli? kau pasti sangat mencemaskan nya bukan? karena tidak mungkin kau akan terus mencari gelang nya?" tanya Leticia sinis


" Benar.. tentu saja itu gelang yang asli .." jawab Giselle


" Haha .. gelang permata ini adalah tiruan dan bukan yang asli, mana mungkin ini milikmu?" Leticia tertawa meremehkan


" Darimana kau tau kalau gelang itu adalah gelang tiruan? pelayan rendahan seperti mu tau apa?" tanya Giselle merendahkan


Orang-orang disana menertawakan keberanian Leticia. Wanita itu menatap sinis orang-orang disekitarnya, ia tersenyum dengan percaya diri.

__ADS_1


" Bodoh " gumam Leticia sambil tersenyum menyeringai


" Aku akan membuktikan nya padamu dan pada orang-orang disini sekarang juga. Pak pedagang, apa kau punya cermin atau kaca pembesar? " tanya Leticia


" Apa yang mau dia lakukan?" batin Giselle


" sebentar nona " jawab Pedagang


Tak lama kemudian pedagang perhiasan itu mengambil kaca pembesar. Leticia mengambilnya, ia mengatakan dengan lantang jika gelang permata nya asli, maka tidak akan tembus pandang oleh sinar matahari, jika permata nya palsu atau tiruan maka yang terjadi adalah sebaliknya. Leticia juga meminjam cincin permata yang dikenakan oleh Giselle untuk membuktikan nya.


Gustaf yang dari tadi hanya menonton, mulai tersenyum dan menunjukkan kekagumannya pada Leticia. " kini aku tau kenapa Alexander begitu terobsesi padanya.." gumam pria itu pelan


Dan benar saja, gelang permata milik Max adalah palsu dan cincin permata milik Giselle adalah yang asli.


" Sudah terbukti kan? masih mau mengelak lagi, nona bangsawan?" tanya Leticia sambil tersenyum cerah


Orang-orang yang berkerumun itu mulai membicarakan Giselle yang sudah kalah telak dari Leticia. Semua orang bertepuk tangan atas tindakan cerdik Leticia yang menyelamatkan Max dari hukuman berat.


" Bagaimana bisa seorang nona bangsawan tidak bisa membedakan permata yang asli dan tiruan?"


" ckckck Benar-benar memalukan.."


" Mau ditaruh dimana muka tuan Duke Xavier jika tau putrinya seperti ini "


" Sialan ! darimana dia memiliki cara seperti itu, dia mempermalukan ku " batin Giselle kesal


" Ken, ayo kita pergi !" ujar Giselle mengajak si pengawal nya pergi


" Kau mau kemana nona? setelah menuduh dan memukul anak yang tidak bersalah, apa kau akan pergi begitu saja?" tanya Leticia ketus


Giselle semakin kesal melihat tatapan sinis orang-orang di pasar itu kepadanya. Rasanya ingin membunuh wanita yang sudah membuatnya malu itu, tapi ia tidak bisa melakukan nya karena banyak orang disana.


" Kau.. benar-benar "


" Lihat dia? dia terlihat sedang menahan kesal " batin Leticia yang merasa puas


" Apa kau lupa perjanjian kita? jika kau kalah, kau harus apa? jangan bilang kalau aku harus mengingatkan mu, anda kan nona bangsawan yang pintar " Leticia tersenyum dan nada bicaranya terkesan menyindir


" wanita jalang! pantas saja kau bisa merayu pangeran Darren, ternyata kau sangat licik " batin Giselle


" Aku ingat..aku harus minta maaf kan. Nak, aku minta maaf sudah menuduh mu " kata Giselle pada Max dengan nada yang datar


Wanita jahat itu membalikkan badannya lalu melangkah pergi, tapi Leticia menghentikan langkahnya dengan berani.


" Apa lagi ?!" tanya Giselle ngambek


" Tamparan 20 kali nya belum loh " jawab Leticia santai


" Kau serius mau menamparku? aku adalah putri menteri pertahanan di negeri ini! apa kau mau mati??" tanya Giselle kesal


" lalu kenapa kalau kau putri menteri? kalau kau putri Raja pun, aku akan tetap menagih janjimu. Kau sendiri yang bilang aku boleh menamparmu, orang-orang juga mendengar nya. Apa kau mau lebih malu lagi?" bisik Leticia sambil tersenyum sinis


" Kau.. beraninya dirimu..kau akan menyesalinya.." Giselle mengepal tangannya dengan kesal


PLAK


PLAK


Leticia menampar Giselle 2 kali, dan ia terlihat puas. Semua orang disana kaget melihat perlakuan Leticia yang sangat damage untuk dirinya sendiri. Giselle merasa marah dan sakit hati, karena dipermalukan di depan umum.


" Masih ada 18 tamparan lagi, tapi aku akan membiarkan mu kali ini. Tanganku sudah cukup sakit menampar pipimu itu, ternyata kau bermuka tebal juga ya. Ingat pelajaran ini nona bangsawan, kau tidak boleh menyepelekan orang-orang kecil.. " Leticia menatap tajam pada Giselle yang terlihat kesal, wanita itu berkaca-kaca seperti akan menangis.


" cengeng.. mulai sekarang aku tidak mau ditindas lagi.. dan aku tidak mau melihat orang-orang tidak bersalah dihukum karena tidak ketidakadilan.. " batin Leticia penuh tekad


" Beraninya kau pada nona ! kau akan dapatkan balasannya pelayan rendahan " kata Ken marah


'' Nona mu yang salah karena berani bertaruh denganku, kenapa kau malah marah padaku? heran deh.. ckckck " kata Leticia santai


Giselle dan para pengawal nya pergi dengan kesal dari pasar. Wanita itu bersumpah akan membalas dendam pada Leticia saat ia mengunjungi istana Ilios nanti.


Semua orang memuji keberanian Leticia dan mereka mengajaknya berteman. Banyak pria-pria yang mendekatinya juga. Carol dan Zoya bangga pada Leticia. Zoya sampai mengatakan bahwa mulai sekarang ia adalah fans fanatik Leticia !


" Huftt.. hampir saja.. tidak salah aku mempercayai mu Max " Leticia tersenyum pada Max dan bernapas lega.


Max tiba-tiba menangis tersedu-sedu, sambil mengambil gelang ibunya.


" Kenapa kau menangis?" tanya Carol heran


" Nak, kau baik-baik saja?" tanya Zoya heran


" Apa ada yang sakit? mereka memukulmu dengan keras ya? seharusnya aku memberi wanita itu lebih banyak lagi pelajaran " gumam Leticia kesal


" Te.. terimakasih kakak malaikat penjaga nyawa.. terimakasih ..hiks hiks "Max melihat Leticia dengan penuh kekaguman.


" Malaikat penjaga nyawa?" Zoya, Leticia dan Carol kaget mendengar nya.


...----***---...


Hai readers ❤️ 😊


Apa kabar semuanya? mohon maaf, kemarin author gak up..karena kelupaan hehe..

__ADS_1


Makasih ya yang masih setia buat baca novelku ini, semoga bisa menghilangkan jenuh kalian, buat yang lagi gabut ❤️


author minta dukungannya ya, like, vote, komennya.. biar saya tambah semangat 😗


__ADS_2